Anda di halaman 1dari 5

JAWABAN PERTANYAAN UNTUK KELOMPOK 7

Nama Anggota Kelompok 7:

1. Jheardy Bestziel (1902026105)


2. Fadiah Qisthina (1901026115)
3. Faizah Verina Wati (1901026143)
4. Tiara Devi Klara D. (1901026149)

1. Katrin B - Pada bagian Analisa kasus, tertulis ada 3 jenis kategori risiko yang disebabkan oleh
perubahan kurs valuta asing, yaitu: eksposur transaksi, eksposur ekonomi, dan eksposur translasi.
Apa yang dimaksud dengan ketiga eksposur tersebut? Terima kasih.
Jawaban:
Penjelasan eksposur transaksi, translasi dan ekonomi a.
Eksposure transaksi
Yaitu risiko yang akan dihadapi oleh perusahaan ketika melakukan transaksi secara
langsung dengan menggunakan mata uang asing, karena eksposure ini berkaitan dengan
perubahan nilai tukar terhadap transaksi dan tidak diketahui kapan nilai tukar tersebut akan
berubah. Contoh : ketika perusahaan di indonesia membeli mobil dari luar negeri dan mata
uang yang akan digunakan adalah mata uang penjual (USD). Jika mata uang domestik
terdepresiasi terhadap mata uang mitra artinya harga barang akan menjadi lebih mahal.
Misalnya perusahaan indonesia membeli mobil dari amerika serikat. Harga mobil tidak
berubah tetapi rupih terdepresiasi dari IDR 15.000/USD menjadi IDR 15.500/USD. Oleh
karena itu pembeli mobil harus membayar dengan rupiah yang lebih banyak untuk
mendapatkan 1 dolar AS.
b. Ekposure translasi
Yaitu resiko yang berkaitan dengan laporan keuangan konsolidasi yang dipengaruhi oleh
perbedaan nilai kurs valuta asing. Dimana laporan keuangan anak perusahaan luar negeri harus
dilaporkan kembali dalam mata uang yang digunakan perusahaan induk. Contoh: perusahaan
Indomie memiliki anak perusahaan di Singapura. Pada saat pencatatan laporan keuangan,
perusahaan indomie di Indonesia harus mengkonversikan nilai mata uang Dolar Singapura
dalam bentuk mata uang Rupiah. Dimana, laba perusahaan indomie di Singapura yaitu 2
SGD/Rp. 22.000, maka pada saat penyajian laporan perusahaan induk harus mengubah mata
uang dolar Singapura menjadi rupiah yaitu Rp. 22.000. namun, pada saat terjadi apresiasi mata
uang rupiah terhadap SGD menjadi Rp. 9.000/SGD maka akan terjadi penurunan laba anak
perusahaan menjadi 2 SGD/Rp. 18.000.
c. Eksosure ekonomi
Yaitu perubahan arus kas operasional dimasa yang akan datang akibat fluktuasi nilai tukar
yang tidak hiharapkan. Contoh: Perusahaan memperoleh pendapatan sekitar 70% dari pasar
amerika serikat. Diasumsikan depresiasi bertahap rupiah terhadap dolar AS 2% per tahun untuk
beberapa tahun kedepan. Perusahaan menargetkan pertumbuhan penjualan sekitar 20%
pertahun. Tetapi asumsi tersebut tidak sesuai, karena nilai tukar rupiah terhadap dolar AS
menguat sehingga harga produk lebih mahal di pasar AS yang membuat penjualan jatuh.
Sehingga apresiasi membuat penjualan dolar AS ke dalam rupiah menjadi lebih sedikit, yang
berdampak negative pada profitabilitas dan arus kas perusahaan.

2. Cahya Aisyah - tadikan di slide definisi manajemen resiko di nyatakan bahwa manajemen resiko
adalah suatu pendekatan terstruktur atau metodologi dalam mengelola ketidakpastian yang
berkaitan dengan ancaman. bisakah kalian jelaskan ancaman-ancamannya yang superti apa?
Jawaban:
a. Fluktuasi nilai mata uang, ini merupakan naik-turunnya harga suatu mata uang dibanding mata
uang lainnya. Dapat dikatakan ancaman karena ini akan mempengaruhi pada pendapatan suatu
negara. Jika kurs mata uang turun maka dapat dikatakan suatu negara tersebut ekonominya
sedang turun atau mungkin mengalami krisis.
b. Tingkat suku bunga, karena semakin tinggi suku bunga suatu mata uang, maka akan semakin
tinggi juga permintaan akan mata uang negara tersebut. Contohnya: pada saat suku bunga suatu
negara naik maka akan banyak investasi obligasi dari luar, karena semakin tinggi suku bunga
maka akan semakin tinggi harga obligasi.
c. Adanya perbedaan angka inflasi, suatu negara dengan tingkat inflasi lebih menunjukkan nilai
tukar mata uangnya lebih kuat, untuk negara-negara yang inflasinya tinggi biasanya akan
mengalami depresiasi pada mata uang negara sendiri jika dibandingkan dengan mata uang
negara lain. Contohnya: Negara Indonesia dan Malysia memproduksi barang yang sama,
namun negara Indonesia memiliki harga yang lebih mahal. Tentu konsumen negara Indonesia
akan lebih memilih mengimpor atau membeli produk Malaysia karena harganya yang lebih
murah. Tentu hal ini akan membuat harga mata uang Malaysia menguat, sedangkan mata uang
Indonesia akan mengalami depresiasi.

3. Nur Santhy Putri - izin bertanya, dalam makalah kalian memaparkan bahwa "berbagai teknk
hedging tersedia untuk mengelola eksposur, tetapi sebelum perusahaan menggunakan, perusahaan
harus memutuskan eksposur mana yang akan dikelola", bisa tolong dijelaskan maksud eksposur
disini apa dan bagaimana cara perusahaan dalam memutuskan eksposur mana yang akan
dikelola/dipilih? Terimakasih Jawaban:
Eksposur yaitu pengaruh yang terjadi terhadap keuangan perusahaan karena adanya
perubahan kurs mata uang terhadap mata uang domestic. Eksposur Nilai Tukar (Foreign exchange
exposure) dapat diartikan juga sebagai suatu risiko yang akan dihadapi oleh perusahaan yang
timbul akibat dari perubahan kurs mata uang yang tidak terantisipasi. eksposure ini terjadi karena
kurs valuta asing yang selalu berubah-ubah, dan di alami oleh perusahaan yang melakukan
pembayaran atau menerima pendapatan dalam valuta asing. Risiko valuta asing ini memberikan
pengaruh pada arus kas perusahaan dan pada akhirnya berpengaruh pada nilai
perusahaan.Contohnya: perusahaan domestic membeli produk dari perusahaan luar negeri, dan
harga produk tersebut ditentukan dalam bentuk mata uang si penjual (luar negeri). Lalu, pada saat
terjadi depresiasi terhadap mata uang penjual, maka perusahaan yang membeli perlu membayar
lebih banyak atau lebih tinggi dalam mata uang si penjual. Tentu ini akan berpengaruh terhadap
harga barang impor menjadi lebih mahal bagi pembeli domestic. Misalkan, yang tadinya harga
produk Rp 14.000/USD dan naik menjadi Rp 15.000/USD, maka akan lebih banyak mengeluarkan
uang rupiah sebesar Rp 1.000.
Lalu, bagaimana cara perusahaan dalam memutuskan eksposure mana yang dipilih?
Menurut kami, cara perusahaan dalam memutuskan eksposure yang dipilih itu tidak dengan
metode apapun, melainkan dengan melihat serta menyimpulkan permasalahan apa yang dihadapi
oleh perusahaan itu sendiri lalu disesuaikan dengan arti dari masing-masing eksposure yang ada,
jika sesuai dengan salah satu eksposure maka ditetapkan eksposur apa yang terdapat di perusahaan
tersebut.
4. Shafriani - Bagaimana cara perusahaan menganalisa tren kurs valuta asing yang akan terjadi di
masa yang akan datang? (Slide 6 poin 3) Jawaban:
Cara menganalisa tren kurs valas yaitu:
a. Analisis teknikal, yaitu analisis terhadap suatu pasar melaui grafik dengan cara melihat
pergerakan harga valuta asing. Analisis ini melihat atau mengamati titik tertinggi harga valuta
asing, harga terendah valuta asing, serta trend. Contohnya: harga valuta asing setiap saat
mengalami perubahan atau mengalami naik-turun dari waktu ke waktu, naik-turunnya harga
ini disebut sebagai trend, dan ini dapat dilihat dengan menggunakan grafik dimana periodenya
yaitu satu hari.
b. Analisis fundamental, yaitu analisis yang dilakukan dengan cara melihat pasar melalui data
ekonomi, social dan politik yang dapat memberikan pengaruh terhadap suplai dan permintaan
valuta asing. Contohnya: ada berita kondisi ekonomi USA dimana, Bank Sentral Amerika
mengumumkan bahwa tingkat suku bunga akan naik, maka pada saat itupun harga valuta asing
akan naik. Sehingga akan banyak investor untuk berinvestasi obligasi di Amerika Serikat.

5. Jubaedah - pada slide terakhir, PT. Garuda melakukan hedging dengan melakukan kontrak cross
currency swap untuk memitigasi perubahan mata uang. yang ingin saya tanyakan penjelasan
pengertian dari cross currency swap itu sendiri? Terimakasih Jawaban:
Cross currency swap yaitu kontrak antara dua pihak dimana adanya pertukaran arus kas
atau mata uang yang berbeda satu sama lain secara periodic selama jangka waktu tertentu di masa
depan. Contohnya: Perusahaan A ingin memabayar hutang ke Perusahaan B di negara Amerika
dalam bentuk dolar. Sedangkan Bank C membutuhkan rupiah untuk memenuhi permintaan mata
uang rupiah. Karena kebutuhan ini, akhirnya perusahaan A dan Bank C melakukan kontrak
currency swap dimana Perusahaan A membeli dolar kepada Bank C yang memerlukan rupiah,
sehingga terjadilah kesepakatan bahwa USD 1 = Rp 10.000. Oleh sebab itulah, Perusahaan A dan
Bank C tidak akan khwatir jika terjadi fluktuasi nilai mata uang rupiah maupun dolar. Karena pada
saat jatuh tempo pembayaran hutang tersebut perusahaan tetap akan membayar USD 1 = Rp 10.000
sesuai yang telah disepakati, walaupun pada saat itu USD 1 = Rp 20.000.
Semisal :
- Bank X memberikan pinjaman kepada Perusahaan A dalam suatu mata uang USD
- kemudian uang yang telah di pinjam dari Bank X dibayarkan ke Perusahaan B (UOB Indonesia)
- Kemudian Perusahaan B membayar kembali ke Perusahaan A (Pembayaran yang dilakukan oleh kedua
perusahaan membayar beserta bunga yang sudah di sepakati)
- Setelah menerima pembayaran dari Perusahaan B, selanjutnya Perusahaan A membayar kembali ke
Bank beserta bunga nya
- Dan akhirnya terjadilah transaksi antara kedua Perusahaan A dan Perusahaan B sesuai dengan
ketetapan jatuh tempo dari persetujuan kedua belah pihak, dan Perusahaan A juga melakukan
pembayaran kepada peminjam yaitu Bank X