Anda di halaman 1dari 30

MAKALAH

STRUKTUR DAUN MONOKOTIL,DIKOTIL DAN GYMNOSPERMAE

DAN VARIASI DAUN JIKA DIHUBUNGKAN DENGAN KONDISI LINGKUNGAN

Oleh Kelompok 6:

Aprilia Latifah Hanum (2005111622)

Beby Rahmawaty Ramadhani (2005112916)

Nur Adilah Isdawati (2005112925)

Selvya Nadilla (2005112901)

Kelas: Pendidikan Biologi 3A

Mata Kuliah: Struktur Perkembangan Tumbuhan

Dosen Pengampu: Dr. Wan Syafi’i, M.Si

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU


PENDIDIKAN UNIVERSITAS RIAU 2020/2021

1
KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Puji syukur kami panjatkan kepada Allah SWT. Atas rahmat dan karunia-Nya, kami dapat
menyelesaikan makalah mata kuliah Struktur Perkembangan Tumbuhan tepat waktu. Tidak lupa
shalawat serta salam tercurah kepada Rasulullah SAW yang syafa’atnya kita nantikan kelak.

Makalah berjudul “keragaman struktur daun dan variasi struktur daun jika dihubungkan dengan
lingkungan ” dapat diselesaikan karena bantuan banyak pihak. Kami berharap semoga makalah
ini dapat menambah pengetahuan bagi yang membacanya. Penulis menyadari makalah ini masih
memerlukan penyempurnaan, terutama pada bagian isi. Kami menerima segala bentuk kritik dan
saran pembaca demi penyempurnaan makalah. Apabila terdapat banyak kesalahan pada makalah
ini, kami memohon maaf.

Demikian yang dapat kami sampaikan. Akhir kata, semoga makalah ini dapat bermanfaat.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

pekanbaru,17 Oktober 2021

penulis

2
DAFTAR ISI

Contents
KATA PENGANTAR..................................................................................................................................... 2
DAFTAR ISI................................................................................................................................................. 3
BAB I .......................................................................................................................................................... 4
PENDAHULUAN ......................................................................................................................................... 4
BAB II ......................................................................................................................................................... 7
PEMBAHASAN ........................................................................................................................................... 7
BAB III ...................................................................................................................................................... 23
PEMBAHASAN ......................................................................................................................................... 23
PENUTUP ................................................................................................................................................. 29
DAFTAR PUSTAKA ................................................................................................................................... 30

3
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Daun adalah salah satu organ tumbuhan yang tumbuh dari ranting, biasanya berwarna
hijau (mengandung klorofil) dan terutama berfungsi sebagai penangkap energi dari
cahaya matahari untuk fotosintesis. Daun merupakan organ penting bagi tumbuhan dalam
melangsungkan hidupnya karena tumbuhan adalah organisme autotrof obligat, ia harus
memasok kebutuhan energinya sendiri melalui konversi energi cahaya matahari menjadi
energi kimia
Fungsi daun

 Tempat terjadinya fotosintesis.


pada tumbuhan dikotil, terjadinya fotosintesis di jaringan parenkim palisade. sedangkan
pada tumbuhan monokotil, fotosintesis terjadi pada jaringan spons.

 Sebagai organ pernapasan.


Di daun terdapat stomata yang befungsi sebagai organ respirasi

 Tempat terjadinya transpirasi.


 Tempat terjadinya gutasi.
 Alat perkembangbiakkan vegetatif.
Misalnya pada tanaman cocor bebek (tunas daun).

Epidermis

Epidermis pada daun merupakan lapisan sel hidup terluar. Jaringan ini terbagi menjadi epidermis
atas dan epidermis bawah, berfungsi melindungi jaringan yang terdapat di bawahnya.

4
Jaringan mesofil

 Jaringan tiang atau jaringan palisade, jaringan ini mengandung banyak kloroplas yang
berfungsi dalam proses pembuatan makanan. Salah satu ciri-ciri jaringan ini adalah Sel-
sel berbentuk silinder, dan tersusun rapat dan kompak.
 Jaringan bunga karang disebut juga jaringan spons karena lebih berongga bila
dibandingkan dengan jaringan palisade, berfungsi sebagai tempat menyimpan cadangan
makanan.

Berkas pembuluh angkut

 Terdiri dari xilem atau pembuluh kayu dan floem atau pembuluh tapis, pada tumbuhan
dikotil keduanya dipisahkan oleh kambium.
 Pada akar, Xilem berfungsi mengangkut air dan mineral menuju daun. Pada batang,
xilem berfungsi sebagai sponsor penegak tumbuhan
 Floem berfungsi mengedarkan hasil fotosintesis dari daun ke seluruh bagian tumbuhan

Stomata

Stoma berfungsi sebagai organ respirasi. Stoma mengambil CO2 dari udara untuk dijadikan
bahan fotosintesis, mengeluarkan O2 sebagai hasil fotosintesis. Stoma ibarat hidung kita di mana
stoma mengambil CO2 dari udara dan mengeluarkan O2, sedangkan hidung mengambil O2 dan
mengeluarkan CO2. Stoma terletak di epidermis bawah. Selain stomata, tumbuhan tingkat tinggi
juga bernapas melalui Lentisel yang terletak pada batang

1.2 Rumusan Masalah

1.Bagaimana struktur daun pada tumbuhan monokotil ?


2.Bagaimana struktur daun pada tumbuhan dikotil?
3.Bagaimana struktur daun pada tumbuhan gymnospermae?
4.bagaimana bentuk variasi daun dengan kondisi lingkungan?

1.3 Tujuan
1.mengetahui bagaimana struktur daun tumbuhan monokotil

5
2.mengetahui bagaimana struktur daun tumbuhan dikotil
3.mengetahui bagaimana struktur daun tumbuhan gymnospermae
4.mengetahui bagaimana bentuk variasi daun dengan kondisi lingkungan

6
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Stuktur daun monokotil

Daun Monokotil berbentuk seperti pita dan pada pangkalnya terdapat lembaran yang
membungkus batang, serta urat daunnya sejajar.

 Bagian Daun Monokotil Berdasarkan Struktur Dalamnya:

-Epidermis

Letak: Epidermis pada daun monokotil ini terdapat pada lapisan bawah maupun lapisan atas
daun.

Fungsi: Untuk melindungi lapisan sel bagian dalam dari kekeringan dan mencegah terjadinya
penguapan air melalui permukaan daun.

Ciri-ciri: Terdiri dari satu sel dengan penebalan dari zat kutin.

-Stomata

7
Letak: Berderet di antara urat daun.

Fungsi: sebagai jalan masuk dan keluarnya udara, karena memang stomata merupakan salah satu
bagian terpenting dari sistem respirasi pada tumbuhan.

Ciri-ciri: Mulut daun dengan dua sel penutup.

-Mesofil

Letak: Pada cekungan di antara urat daun. Jaringan mesofil dalam daun bertipe monokotil ini
tidak berdiferensiasi menjadi jaringan palisade atau jaringan spons. Di dalam jaringan mesofil ini
terdapat ruang-ruang antar sel daun yang berkembang dengan baik.

Fungsi: Membuat zat makanan melalui fotosintesis.

Ciri-ciri: Tidak mengalami diferensiasi, bentuknya seragam kecuali mesofil berkas pengangkut
lebih besar, kloroplasnya lebih sedikit, dindingnya lebih tebal.

-Urat Daun

Letak: Pada helaian daun dan dapat terlihat secara jelas membentuk pola.

Fungsi: secara umum untuk transportasi zat-zat yang dibutuhkan oleh daun.

Ciri-ciri: Sejajar

8
2.2 Struktur daun dikotil

-Ciri-Ciri Daun Dikotil

1. Jaringan Epidermis

Ciri-ciri dari daun dikotil yang dapat Anda simak pertama kali adalah pada bagian jaringan
epidermis. Jaringan epidermis pada daun dikotil terdiri atas lapisan sel dengan pengecualian
ficus atau karet. Jaringan epidermis terletak pada lapisan permukaan bawah dan atas dari struktur
daun dikotil. Lapisan epidermis ini nantinya akan bertugas guna melindungi lapisan sel dari
risiko kekeringan.

Selain dapat berfungsi sebagai pelindung lapisan sel, jaringan epidermis juga dapat
mempertahankan bentuk daun agar senantiasa tetap tegak. Selain itu, epidermis dari daun dikotil
juga berguna untuk membatasi terjadinya penguapan pada daun. Manfaat lainnya adalah sebagai
penyimpan cadangan makanan terakhir yakni sebagai difusi karbondioksida dan oksigen.

9
2. Jaringan Kutikula

Kutikula hanya terdapat pada struktur jaringan daun yang mengandung lilin serta diproduksi oleh
epidermis daun. Kutikula memiliki lapisan yang berlapis-lapis serta berkandungan lapisan lilin
epikutiler dan kutin. Lapisan ini terletak pada sisi permukaan atas serta bawah daun seperti di
bagian epidermis. Karakteristik jaringan kutikula adalah terdapat penebalan zat kutin pada daun
dikotil.

Fungsi dari lapisan kutikula ini sendiri adalah mencegah adanya penguapan air yang melewati
permukaan daun serta melindunginya dari segala jenis ancaman patogen.

3. Stomata

Stomata adalah suatu struktur daun berupa lubang-lubang kecil yang biasanya berwarna hijau
serta memiliki batasan khusus yakni sel penutup. Stomata terletak pada bagian epidermis daun
dikotil. Bagian ini terdiri atas sejumlah tipe yakni parasitik, anisiositik dan diastik. Tipe-tipe
tersebut dikelompokkan berdasarkan susunan sel-sel tetangga.

Stomata sangat penting guna melapisi permukaan bawah dan atas daun. Stomata ini juga
berfungsi untuk saluran keluar dan masuk udara pada daun. Sayangnya, fungsi stomata akan
berkurang apabila terpapar sinar ozon yang begitu banyak. Hal ini mengingat bahwa stomata
sangat sensitif terhadap oenyerapan ozon.

4. Kelenjar dan Rambut

Kelenjar dan rambut merupakan bagian dari struktur jaringan daun yang dapat dijumpai pada
permukaan bawah maupun atas daun tumbuhan. Rambut daun biasanya disebut sebagai trikoma
yakni suatu alat tambahan pada bagian epidermis berupa tonjolan. Sementara itu, kelenjar
seringkali dijumpai pada akar daun yang memiliki kandungan suatu komponen tertentu.

10
Fungsi kelenjar dan rambut pada bagian daun tumbuhan adalah sebagai alat pengeluaran yaitu
guna mengurangi gangguan serta penguapan mekanik. Selain itu, manfaat rambut daun juga bisa
menciptakan aroma yang wangi bagi manusia. Misalnya, daun teh.

5. Mesofil

Pada daun dikotil, mesofil dapat dengan mudah ditemukan. Mesofil atau daging daun terdiri atas
sejumlah jaringan parenkim yang disusun oleh spons dan palisade. Pada jaringan parenkim
terdapat vakuola yang memiliki kandungan air sehingga membuat daun seakan-akan terisi. Maka
dari itu, jaringan parenkim juga kerap disebut sebagai jaringan pengisi.

Mesofil penting guna menyokong daun agar tetap tegak. Di samping itu, mesofil juga dapat
menyimpan makanan cadangan serta tempat terjadinya proses fotosintesis.

6. Bentuk Daun

Karakteristik lainnya dari daun dikotil yang begitu berbeda dari daun monokotil dapat dilihat
berdasarkan bentuk daunnya. Bentuk daun dikotil cenderung menyirip. Bentuk tersebut terbagi
menjadi sejumlah ujung daun sehingga nampak seakan-akan menyerupai jari. Hal ini sungguh
berlawanan dengan bentuk daun monokotil yang sejajar.

Tulang daun pada suatu tumbuhan dikotil memiliki ibu tulang atau costa yang terletak di pusat
(sumbu daun). Percabangan tulang daun menyebar sampai ke seluruh bagian daun. Apabila
anatomi daun dikotil diamati berdasarkan potongan melintang, maka Anda akan menemukan
berkas pembuluh yang berjumlah sedikit dengan letak berjauhan.

Tidak jarang pula ditemukan bentuk tulang daun yang nampak seakan terpotong membujur. Hal
ini sebagai akibat dari percabangan tulang daun yang tersebar ke segala arah. Contoh daun
dikotil di antaranya daun singkong, daun mangga, daun petai China dan sebagainya.

11
7. Jaringan Pengangkut

Jaringan pengangkut daun dikotil terdiri atas xylem dan floem. Fungsi keduanya pada daun
adalah sama seperti fungsi xylem dan floem pada batang. Xylem merupakan pembuluh kayu
yang berfungsi untuk menyalurkan zat bahan proses fotosintesis dari akar menuju daun.
Sementara itu, floem adalah jaringan pengakut pada tumbuhan berpembuluh yang bermanfaat
dalam sistem transportasi hasil proses fotosintesis.

Secara rinci, xylem akan mengangkut unsur hara dan air dari dalam tanah yang dilakukan oleh
akar menuju ke daun. Kemudian, jaringan floem akan mengedarkan hasil dari proses fotosintesis
tersebut menuju ke bagian-bagian tumbuhan lainnya. Baik xylem maupun floem masing-masing
memiliki tipe sel cenderung berbeda. Tidak heran jika kedua jaringan pengangkut ini
memungkinkan untuk dapat terus tumbuh.

Jaringan pengangkut tersebut akan membangun sistem pengangkutan yang terletak dekat
dengan pusat ibu tulang daun. Daun dikotil mempunyai jaringan pengangkut yang terdapat pada
tiap-tiap ujung daun. Jadi, apabila sirip daun berjumlah 5 buah maka tiap-tiap ujung daun
tersebut akan memiliki jaringan pengangkut.

8. Selubung Berkas Jaringan Pengangkut

Daun dikotil memiliki selubung berkas pengangkut. Selubung berkas pengangkut yang terdapat
pada tumbuhan berkeping dua disebut sebagai parenkim pembatas. Selubung ini terdiri atas sel-
sel memanjang dan relatif sejajar dengan berkas jalur vascular. Selain itu, selubung ini juga
mempunyai dinding tipis yang berdekatan dengan mesofil.

Selubung berkas pengangkut berfungsi sebagai penyalur segala zat-zat baik dari akar ke seluruh
tubuh tumbuhan. Tidak hanya itu saja, selubung ini juga bermanfaat guna menyalurkan hasil
fotosintesis dari daun ke seluruh bagian tubuh tumbuhan.

12
9. Kaleoptil

Berbeda dari daun tumbuhan monokotil, daun dikotil tidak memiliki kaleoptil. Kaleoptil
merupakan ujung daun bagian atas berbentuk selaput guna melindungi daun hingga tunas atau
bakal batang. Selain itu, kaleoptil juga berfungsi untuk menutupi plumula serta memecah mantel
biji. Kaleoptil hanya dimiliki oleh daun tumbuhan berkeping tunggal saja.

-Jaringan Penyusun Daun Dikotil

13
1.. Epidermis

Jaringan Penyusun Daun Dikotil yang pertama adalah epidermis. Epidermis merupakan bagian
daun yang berkelompok berlapis tunggal dari l yang menutupi sel-sel yang melindungi atau
menutupi daun pada tumbuhan. Lapisan ini mengalami penebalan dari zat kutin (kutikula) atau
juga dari lignin. Didalam epidermis ini terdapat stomata yang digunakan sebagai proses
fotosintesis. Epidermis ini terletak pada lapisan permukaan atas dan permukaan bawah daun.

Lapisan epidermis pada tumbuhan dikotil ini memiliki ciri-ciri yaitu terdiri dari satu lapis sel
kecuali pada tanaman ficus , khusus pada tanaman ficus memiliki lebih dari satu sel.

 Selain memiliki karakteristik yang khusus, lapisan epidermis pada daun dikotil
 Memiliki berbagi fungsi untuk melindungi lapisan sel di bagian dalam dari kekeringan
 Menjaga bentuk daun agar tetap
 Membatasi penguapan pada daun
 Sebagai pelindung pada semua organ tumbuhan
 Penyerapan air dan unsur hara
 Penyimpanan cadangan air dan yang terakhir yaitu sebagai difusi oksigen dan karbon
dioksida

14
2. Kutikula

Kutikula merupakan struktur jaringan atau lapisan daun yang mengandung lilin dan diproduksi
oleh epidermis daun serta memiliki struktur yang rumit dan berlapis-lapis. Lapisan yang pertama
merupakan timbunan dari zat lilin yang disebut sebagai lapisan lilin epikutiler. Lapisan
selanjutnya merupakan kutikula yang sebenarnya yang mengandung kutin dan lilin.

Lapisan kutikula ini terletak pada permukaan atas dan bawah daun seperti letak pada epidermis.
Ciri-ciri yang sangat spesifik yaitu adanya penebalan dari zat kutin pada daun tersebut. Lapisan
kutikula ini memiliki beberapa fungsi antara lain mencegah penguapan air yang melalui
permukaan daun serta melindungi adanya serangan patogen dari luar.

3. Stomata

15
Stomata merupakan struktur daun yang berupa lubang atau celah yang tumbuhan biasanya
berwarna hijau dan dibatasi oleh sel khusus yang biasanya disebut dengan sel penutup. Stomata
terletak pada epidermis organ tumbuhan, yang mempunyai ciri khusus yaitu terdapat mulut daun
yang terletak di epidermis dengan dua sel penutup. Stomata sangat berperan penting pada
tumbuhan karena mempunyai berbagai fungsi antara lain sebagai sel penjaga yang mengatur
membuka menutupnya stomata itu sendiri, serta mengatur jalur metabolisme tumbuhan seperti
proses fotosintesis dan proses anaerobik pada tumbuhan.

Akan tetapi fungsi stomata akan berkurang saat dia terpapar ozon secara berlebihan karena
stomata sangat sensitif pada penyerapan ozon. Stomata memiliki beberapa tipe antara lain
anomostik, anisiositik, parasitik, dan diastik. Tipe-tipe tersebut dikelompokkan berdasarkan
susunan sel-sel tetangga.

4. Rambut dan Kelenjar

Rambut dan kelenjar merupakan bagian pada struktur jaringan daun yang terletak di
permukaan atas dan bawah pada tumbuhan . Rambut dan kelenjar ini dapat ditemukan pada
semua organ tumbuhan. Rambut pada daun ini biasanya disebut trikoma yang merupakan alat
tambahan pada epidermis yang berupa tonjolan/ rambut. Kelenjar biasanya terdapat pada akar
daun yang mengandung komponen tertentu.

Ciri dari rambut dan kelenjar ini adalah satu alat tambahan pada epidermis, terdiri dari sel
parenkim,banyak ruang antar sel, kebanyakan berdiferensiasi menjadi palisade (jaringan tiang)
dan spons (jaringan bunga karang). Fungsi dari rambut dan kelenjar ini antara lain sebagai alat
pengeluaran,untuk mengurangi penguapan dan gangguan mekanik. Kegunaan dari rambut atau
trikoma ini pada manusia yaitu pada rambut daun teh digunakan untuk aroma yang membuat
nyaman.

5. Mesofil

Mesofil adalah jaringan yang terdapat pada bagian dalam daun yang terdiri dari sel parenkim. .
Letak jaringan mesofil ini tepat pada bagian bawah epidermis yang membentuk jaringan
parenkim pelisade. Didalam mesofil banyak mengandung kloroplas yang berfungsi untuk proses
fotosintesis. Mesofil mempunyai karakteristik antara lain mesofil bersifat homogen, sel sel

16
jaringan tiang berbentuk silinder , tersusun rapat, dan mengandung klorofil dan sel-sel jaringan
bunga karang bentuknya tidak teratur , bercabang-cabang dan berisi kloroplas selain itu
bentuknya juga renggang. Karena terdapat kloroplas atau klorofil maka fungsi utama dari
mesofil ini yaitu sebagai tempat terjadinya fotosintesis. Dimana fotosintesis ini merupakan
pemenuhan kebutuhan tumbuhan agar tetap tumbuh dan hidup.

6. Urat Daun

Urat daun merupakan salah satu struktur jaringan yang terdapat di helai daun . Urat daun ini
memiliki ciri-ciri yang khusus yaitu biasanya daunnya berbentuk menyirip atau menjari. Urat
daun pada struktur jaringan daun ini berperan sebagai transportasi.

-Jaringan Penyusun Daun Dikotil

1. Epidermis

 Letak:

Menyusun lapisan permukaan atas dan bawah daun

 Fungsi:

(1) Melindungi lapisan sel di bagian dalam dari kekeringan.

(2) Menjaga bentuk daun agar tetap.

 Ciri – Ciri:

Terdiri dari satu lapis sel kecuali tanaman Ficus (tanaman karet).

17
2 Kutikula

 Letak:

Melapisi permukaan atas dan bawah daun.

 Fungsi:

Zat kutin pada kutikula mencegah penguapan air melalui permukaan daun.

 Ciri-ciri:

Penebalan dari zat kutin.

3. Stomata

 Letak

Melapisi permukaan atas dan bawah daun.

 Fungsi

(1) Sebagai jalan masuk dan keluarnya udara.

(2) Sel penjaga sebagai pengatur membuka dan menutupnya stomata.

 Ciri-ciri

Mulut daun pada epidermis dengan dua sel penutup.

4. Rambut dan kelenjar

 Letak

Permukaan atas dan bawah daun.

18
 Fungsi

Alat pengeluaran.

 Ciri-ciri

Alat tambahan pada epidermis.

5. Mesofil

 Letak

Di antara lapisan epidermis atas dan bawah.

 Fungsi

Tempat berlangsungnya fotosintesis.

 Ciri-ciri

(1) Terdiri dari sel parenkim, banyak ruang antarsel.

(2) Kebanyakan berdiferensiasi menjadi palisade (jaringan tiang) dan spons (jaringan bunga
karang).

(3) Sel-sel jaringan tiang berbentuk silinder, tersusun rapat, dan mengandung klorofil.

(4) Sel-sel jaringan bunga karang bentuknya tidak teratur, bercabang- cabang dan berisi
kloroplas, susunannya renggang.

6. Urat daun

 Letak

19
Pada helai daun.

 Fungsi

Transportasi zat.

 Ciri-ciri

Menyirip atau menjari.

2.3 Struktur daun tumbuhan gymnospermae

Struktur daun Gymnospermae Daun pada tumbuhan Gymnospermae misalnya Pinus,


menunjukkan struktur yang berbeda dengan daun tumbuhan dikotil. Daun Pinus mengalami
reduksi menjadi seperti lidi (jarum), daun pada penampang melintang bentuknya bulat atau
seperti segitiga, jaringan pengangkut terdapat di bagian tengah dan parenkim yang berisi
kloroplas mengelilingi jaringan pengangkut tersebut. Tipe daun yang demikian ini disebut
sentris. Tidak ada jaringan palisade dan jaringan bunga karang. Sel hipodermis berdinding tebal
berfungsi sebagai pelindung, stomata tipe kriptofor. Jaringan pembuluh biasanya terdiri dan satu
atau dua ikatan berdampingan dan terletak di bagian tengah daun. Xilem terletak disisi adaksial,
floem pada sisi abaksial. Xilem terdiri dari protoxilem dan metaxilem. Ikatan pembuluh
dikelilingi oleh suatu jaringan khusus yang disebut jaringan transfusi, tersusun atas sel trakeid
dan sel parenkim. Trakeid yang berdekatan dengan ikatan pembuluh bnetuk memanjang, sedang
yang berjauhan bentuknya seperti parenkim. Ikatan pembuluh serta jaringan transfusi dikelilingi
oleh sel-sel yang menebal dindingnya yaitu endodermis. Tidak ada ruang interselular pafda
endodermis dan jaringan yang ada didalamnya. Pada daun banyak dijumpai saluran hars. Pada
jenis tertentu pada Cupressineae, Taxaneae (kecuali Taxus), Sequoia, Podocarpus dan
kebanyakan spesies dan Tsuga.
Daun berwarna hijau dan xeromor. Terdapat jaringan transfusi. Jaringan transfusi Mengelilingi
berkas pengangkut. Tersusun atas :

 Trakeida
20
 Parenkim
 Sel albumin

Jumlah dan susunan beragam, tergantung genus.

21
 Seperti kulit dan keras.
 Sel epidermisnya berdinding tebal.
 Kutikula tebal.
 Stomata tersembunyi (terdapat pada permukaan abaksial daun)
 Mesofil terdiri atas parenkim palisade dan parenkim spons.
 Hipodermis selapis (uniseriate) atau dua lapis (biserate)
 Protoxylem diiringi parenkim pada sisi abaksial (bawah) dan metakxylem pada sisi
adaksial (atas)
 Xilem sekunder berkembang di dekat floem dari kambium yg terletak di antara dua tipe
jaringan pembuluh

 Tulang daun dikelilingi endodermis


 Dibawah floem terdapat satu lapisan sel parenkim transfusi.

Pada pinus dan cedrus.

 Sel berdinding tebal, ditutupi kutikula


 Stomata terdapat di semua sisi daun
 Hipodermis terdiri atas sel parenkim berlignin
 Mesofil berasal dari sel parenkim dan berisi kloroplas, terdapat saluran resin
 Berkas pengangkut berdekatan
 Protoxilem terdapat pada sisi adaksial, metaxilem pada sisi abaksial dekat dengan floem
 Berkas pengangkut dikelilingi trakeida, sel parenkim.
 Trakeida berukuran panjang dekat berkas pengangku
 Trakeida yang jauh dg berkas pengangkut berbentuk seperti parenkim.
 Berkas pengangkut bersama jaringan transfusi dikelilingi endodermis yang tidak punya
pita kaspari
 Dinding antiklin berisi senyawa penutup tanpa gabus,mengandung banyak lignin.
 Pada dinding radial dan tangensial terdapat noktah halaman.
 Sitoplasma berisi RE halus, gelembung,kloroplas, dan badan lemak

22
BAB III

PEMBAHASAN

3.1 Variasi struktur daun jika dihubungkan dengan kondisi lingkungan

Pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan dipengaruhi oleh faktor lingkungan yang dapat
mempengaruhi perubahan morfologi, fisiologi maupun anatomi. Mcilory (1976) menjelaskan
bahwa tumbuhan dipengaruhi oleh beberapa faktor lingkungan seperti cahaya matahari, suhu,
kelembaban udara, nutrisi tanah, naungan, bentuk pertumbuhan, dan kompetitor. Berdasarkan
faktor lingkungan tersebut, udara merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi struktur
anatomi daun karena daun adalah bagian utama yang berinteraksi langsung dengan udara sekitar,
sehingga kondisi udara sekitar akan langsung mempengaruhi aktivitas dalam daun.

Secara umum faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan


terdiri dari faktor eksternal dan faktor internal. Faktor-faktor eksternal antara lain tanah,
kelembapan, udara, suhu, cahaya dan air. Faktor-faktor internal dapat mencakup gen, hormon,
kandungan klorofil serta struktur morfologi dan anatomi organ tumbuhan. (Widya, 2015).

Sumber pencemaran udara yang utama adalah berasal dari transportasi terutama terutama
kendaraan bermotor yang menggunakan bahan bakar yang mengandung zat pencemar, 60% dari
pencemar yang dihasilkan terdiri dari karbon monoksida dan sekitar 15% terdiri dari hidrokarbon
(Fardiaz, 1992).

Jaringan anatomi pada daun dikotil tersusun atas sekumpulan sel yang memiliki bentuk yang
hampir sama. Jaringan tersebut tersusun atas jaringan epidermis atas dan bawah, jaringan mesofil
yang tersusun atas jaringan palisade dan jaringan bunga karang. Lapisan palisade merupakan
bagian dari daun yang paling banyak mengandung kloroplast dan merupakan bagian yang paling
banyak mempengaruhi produk fotosintesis. Kerusakan yang terjadi pada mesofil daun terutama
pada jaringan palisade oleh pencemaran udara akan memberi dampak yang paling besar terhadap
kegiatan fotosintesis yang dilakukan oleh tumbuhan. Kerusakan yang terjadi di dalam daun dapat
berupa penurunan kemampuan tanaman dalam menyerap air, pertumbuhan sel yang lambat atau
pembentukan stomata yang tidak sempurna (Koslowski dan Mudd: 1975).

23
A.Variasi Struktur

1. Struktur daun dan lingkungan


Tumbuhan yang tumbuh dalam habitat yang berbeda menunjukkan
perbedaan struktur yang di interpretasikan sebagai adaptasi terhadap kondisi
habitat. Dalam habitat yang kurang air beberapa tumbuhan mengembangkan
bagian-bagian pelindung untuk mencegah kekurangan air.
Berdasarkan ketersediaan air, tanaman dikelompokkan atas :
1) Xerofit  tumbuhan pada habitat kering
2) Mesofit  tumbuhan pada habitat dengan air tanah tinggi dan
kelembapan relatif atmosfir tinggi
3) Hidrofit/Higrofit  tanaman yang tumbuh sebagian atau
seluruhnya dalam air

24
2. Xeromorfi
Salah satu karakteristik utama atau menonjol dari daun xeromorfik adalah
rasio volume daun terhadap permukaan daun tergolong tinggi, sehingga
daun lebih kecil dan kompak.
Karakteristik tersebut berkaitan dengan mesofil tebal, jaringan palisade
lebih kuat dibandingkan dengan parenkim spon atau spon tidak ada.

Volume Ruang Antar Sel Kecil, Jaringan Vein Kompak, Frekuensi Bundle
Sheath, Frekuensi Stomata Rendah, Sel-Sel Kecil

Sering memiliki Epidermis


Memiliki Sklerenkim (Terutama Tumbuhan Gurun Pasir)
Dinding Sel Tebal (Terutama Pd Epidermis)
Kutikula Tebal
Stomata Kriptik (Tersembunyi) Dengan Rambut-Rambut Pada Epidermis
Mempunyai Jaringan Penyimpan Air (Khusus Tanaman Succulent)
Sedikit Jaringan Vascular
Trikom Banyak (Pada beberapa Xerofit)

25
3. Daun dikotiledon
1) Variasi Struktur Mesofil
Beberapa dikotil herba mempunyai daun dengan mesofil yang relatif tidak
terdiferensiasi, volume ruang antar sel besar dan sering tipis, daun-daun yg
tipis sering memilki palisade satu lapis, contohnya, Ipomoea batatas daun
sering mempunyai sistolith, contohnya Canabis sativus

Ipomoea batatas daun Canabis sativus


2) Jaringan Penyokong
Jaringan Penyokong mungkin Kolenkim atau Sklerenkim dan
Vascular Bundle.
Kolenkim terdapat pada Bundle Sheath
Sklereid pada Mesofil Daun

3) Petiol
Epidermisnya sering mempunyai stomata
Jaringan dasarnya mempunyai kloroplas

26
Kolenkim atau sklerenkim berfungsi sebagai jaringan penyokong

4. Daun Monokotiledon
Mungkin mempunyai petiol dan lebaran daun, tetapi pada umumnya
terdiferensiasi menjadi lembaran daun dan seludang, dimana lembaran
daun relatif menyempit
Venasi pada umumnya paralel
Struktur daun berkisar dari hidromorfik sampai xeromorfik
Daun dorsiventral dengan parenkim palisade pada sisi adaksial, tetapi ada
yang isobilateral seperti pada daun musa sp.

27
5. Daun Gymnospermae
Kurang bervariasi dibandingkan dengan daun angiospermae dan kurang
respon terhadap faktor lingkungan.
Daun jarum pada pinus memiliki :
 Epidermis berdinding tebal, kutikula tebal
 Stomata tersembunyi
 Hipodermis bersklereid

 Mesofil terdiri dari sel-sel parenkim


 Jaringan vaskular membentuk satu atau dua bundle
 Xilem terdiri dari protoxilem dan metaxilem
 Vascular bundle terdiri dari trakeid dan parenkim
 Mempunyai “resin duct”

Daun jarum pada pinus resin duct

28
PENUTUP

hijau. Fungsi daun ialah sebagai tempat pembuatan makanan bagi seluruh tubuh tumbuhan
melalui proses fotosintesis. Untuk tumbuhan dikotil, tulang daun berbentuk menjari atau
menyirip dan mempunyai jaringan tiang. Stomata yang ada pada daun sebagai organ penting bagi
respirasi daun. Berbentuk seperti lubang kecil lonjong yang dikelilingi dua sel epidermis khusus
yang disebut dengan sel penutup dan hanya ada pada daun yang berwarna hijau. Stomata daun
ada di permukaannya dan sangat mungkin tumbuhan melakukan pertukaran gas. Struktur daun
terdiri dari:

 Epidermis ialah meliputi sel-sel kipas dan stomata. Epidermis daun sendiri dapat berubah
menjadi trikoma yang berfungsi untuk melindungi dan memantulkan radiasi cahaya
matahari.
 Jaringan dasar berada diantara kedua epidermis, yakni epidermis atas dan bawah. Mesofil
adalah daerah utama tempat terjadinya fotosintesis.
 Berkas pengangkut terdapat pada tulang daun dan mempunyai susunan seperti pada
batangnya. Berkas pengangkut ini adalah gabungan dari xylem dan floem.

Pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan dipengaruhi oleh faktor lingkungan yang dapat
mempengaruhi perubahan morfologi, fisiologi maupun anatomi. Mcilory (1976) menjelaskan
bahwa tumbuhan dipengaruhi oleh beberapa faktor lingkungan seperti cahaya matahari, suhu,
kelembaban udara, nutrisi tanah, naungan, bentuk pertumbuhan, dan kompetitor. Berdasarkan
faktor lingkungan tersebut, udara merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi
struktur anatomi daun karena daun adalah bagian utama yang berinteraksi langsung dengan
udara sekitar, sehingga kondisi udara sekitar akan langsung mempengaruhi aktivitas dalam
daun.

29
DAFTAR PUSTAKA

Purnomo, Sudjiono, T. Joko, dan S. Hadisusanto. 2009. Biologi Kelas XI untuk SMA dan MA.
Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 386.

https://www.nafiun.com/2012/12/struktur-jaringan-penyusun-daun-monokotil.html diakses pada


17 Oktober 2021

https://prasstyle.com/struktur-daun-belajar-biologi/ diakses pada 17 Oktober 2021

https://www.gramedia.com/literasi/tumbuhan-dikotil/ diakses pada 16 oktober 2021

Materi IPA.2021.6jaringan penyusun daun dikotil dan fungsi serta gambarnya.


https://materiipa.com/jaringan-penyusun-daun-dikotil diakses 16 oktober 2021

https://zuniyahya.com/ciri-daun-dikotil/ diakses pada 16 oktober 2021

https://alponsin.wordpress.com/2018/10/09/anatomi-daun/ diakses 17 oktober 2021

https://anzdoc.com/download/pokok-bahasan-9-organ-daun.html diakses 17 oktober 2021

https://slideplayer.info/slide/4882888/ diakses tanggal 17 Oktober 2021 (A’yuningsih, 2017)

30