Anda di halaman 1dari 11

πNama : Aris Nurkamal

NPM : 217003446004

BAB I
PENDAHULUAN
A. Tujuan Praktikum
Mahasiswa dapat memahami cara pembuatan larutan, dan pengenceran larutan serta
mengenal berbagai satuan konsentrasi.

B. Teori Dasar

Larutan, adalah campuran serbasama (homogen) dari unsur-unsur dan/atau senyawa.


Komponen yang paling banyak terdapat di dalam larutan dan menentukan sifat larutan disebut pelarut
(solven), sedangkan komponen yang terdapat dalam jumlah yang sedikit disebut terlarut (solut).
Larutan yang pelarutnya air disebut larutan dalam air (aqueous). Larutan yang solutnya lebih banyak
disebut larutan pekat dan yang lebih sedikit disebut larutan encer.

Ada banyak cara untuk menyatakan konsentrasi suatu larutan, tetapi pada dasarnya
dinyatakan sebagai banyaknya terlarut ataupun pelarut. Dalam setiap sistem yang menyatakan
konsentrasi, selalu harus ditetapkan hal-hal sebagai berikut :

1. Satuan yang digunakan untuk menyatakan banyaknya terlarut


2. Perbandingan terlarut tersebut dengan pelarut atau dengan keseluruhan larutan
3. Satuan yang digunakan untuk menyatakan banyaknya pembanding tersebut

Berbagai satuan konsentrasi

• Persen (%)
adalah satuan konsentrasi yang membandingkan solut dan larutan berdasarkan berat atau
volumenya. Dikenal % w/w, % w/v dan %v/v.

gram zat terlarut


%w/w = x 100
gram larutan

mL zat terlarut
%v/v = x 100
mL larutan

gram zat terlarut


%w/v = x 100
mL larutan
• Parts Per Million (ppm) dan Parts Per Billion (ppb)
Jika larutan sangat encer digunakan satuan konsentrasi parts per milion yaitu ppm (bagian
per sejuta) dan parts per billion yaitu ppb (bagian per milyard). Satu ppm setara dengan 1 mg zat
terlarut dalam 1 L larutan dan satu ppb setara dengan 1 µg zat terlarut per 1 L larutan.

1 mg zat terlarut
1 ppm =
1 L larutan

1 µg zat terlarut
1 ppb =
1 L larutan

• Fraksi mol (x)


Adalah satuan konsentrasi yang menyatakan banyaknya mol suatu komponen i dalam mol
total suatu larutan

mol komponen i
Xi =
mol total dalam larutan

% mol = Xi x 100

• Molaritas (M)
Adalah satuan konsentrasi yang menyatakan banyaknya mol terlarut dalam setiap liter
larutan.

mol terlarut
Molaritas (M) = = mol/L larutan mol = g/Mr
L larutan

• Molalitas (m)
Adalah satuan konsentrasi yang menyatakan banyaknya mol terlarut dalam setiap kilogram
pelarut

mol terlarut
Molalitas (m) = = mol/kg pelarut mol = g/Mr
kg pelarut

• Normalitas (N)
Adalah satuan konsentrasi yang menyatakan banyaknya ekivalen terlarut dalam setiap liter
larutan.

ekivalen terlarut
Normalitas (N) = ekivalen = mol/valensi
L larutan

gram zat terlarut


Normalitas (N) =
massa ekivalen x L larutan
Cara menyatakan konsentrasi dengan kenormalan biasanya digunakan dalam bidang
analisis volumetri.

BAB II
METODE PRAKTIKUM
A. Alat dan bahan
Alat
• Gelas ukur
• Labu ukur
• Pengaduk kaca
• Pipet volume
• Pipet tetes
• Timbangan
• Gelas piala
• Pipet filler (bulb)
• Tabung reaksi + rak tabung
Bahan
• Kristal CuSO4, 5H2O
• Etanol absolut
• Akuadestilata

B. Cara kerja

Percobaan 1
Pembuatan larutan Kupri Sulfat

1. Timbang dengan teliti kristal CuSO4. 5H2O sebanyak 2,50 g


2. Masukkan ke dalam gelas piala, kemudian tambahkan akuadestilata secukupnya, aduk dengan
pengaduk kaca sehingga larut.
3. Selanjutnya masukkan larutan tersebut ke dalam labu ukur 250 mL dan dengan akuadestilata
jadikan volumenya sampai tepat pada garis tanda tera.
4. Homogenkan larutan tersebut dengan cara mengocok dengan hati-hati larutan tersebut dengan
cara membolak- balik labu ukur minimal sebanyak 15 kali.
5. Hitunglah konsentrasi larutan tersebut dalam satuan :
a. Part per million (ppm)
b. Persen w/v
c. Molaritas (M)

Percobaan 2.
Pengenceran Larutan

1. Pipet 25 mL larutan dari percobaan 1 menggunakan pipet volume.


2. Masukkan ke dalam labu ukur 250 mL, kemudian tambahkan akuadestilata sampai tepat pada
garis tera.
3. Hitunglah konsentrasi larutan tersebut dalam satuan :
a. Persen w/v
b. Molaritas (M)
c. Molalitas (m)

Percobaan 3.
Pengenceran Bertingkat

1. Siapkan 5 tabung reaksi yang sama bentuk dan ukurannya (bersih dan kering) di atas rak tabung
reaksi. Beri label supaya tidak tertukar.
2. Isikan masing-masing larutan dari percobaan 1 berturut-turut : 1 mL, 2 mL, 3 ml, 4 mL dan 5
mL pada setiap tabung.
3. Tambahkan akuadestilata ke dalam setiap tabung sampai jumlahnya 5 mL. Selanjutnya
homogenkan dengan cara mengocok dengan hati-hati.
4. Hitunglah konsentrasi masing-masing tabung dalam satuan molaritas (M).

Percobaan 4
Pembuatan Larutan Etanol

1. Pipet 25 mL etanol, C2H5OH (d=0,789 g/mL) dengan menggunakan pipet volume dan bantuan
pipet filler (bulb).
2. Masukkan ke dalam labu ukur 250 mL, kemudian tambahkan akuadestilata sampai tanda tera
(diperoleh d =0,982 g/mL). Homogenkan dengan cara seperti pada percobaan 1.
3. Hitunglah konsentrasi larutan dalam satuan :
a. %v/v
b. %w/w
c. % w/v
d. Molaritas (M)
e. Molalitas (m)
f. Fraksi mol (Xi)
g. Persen mol (% mol)

BAB III
HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Hasil
1. Hasil perhitungan konsentrasi dari percobaan 1 pembuatan larutan kupri sulfat adalah :
2. Hasil perhitungan konsentrasi dari percobaan 2 pengenceran larutan adalah :
3. Hasil perhitungan konsentrasi dari percobaan 3 ialah pengenceran bertingkat sebagai
berikut :
4. Hasil perhitungan konsentrasi dari percobaan 4 ialah pembuatan larutan etanol dengan
dilarutkan dengan air sebagai berikut :
B. Pembahasan
1. Percobaan 1
Pada percobaan yang telah dilakukan yaitu melarutkan CuSO4 dengan 5H2O
sebanyak 2,50 g di dalam gelas piala sebagai permulaan. Setelah larutan diencer lalu
dimasukan kedalam labu ukur menggunakan corong dan dituangkan aquadestilata
sebanyak 250 ml dari sampai berada pada tanda tera. Dari hasil pengamatan didapatkan
konsentrasi campuran yang cukup tinggi

2. Percobaan 2
Pada percobaan kali ini didapatkan larutan dari hasil percobaan pertama
diambil sebanyak 25 ml dengan menggunakan pipet gondok menggunakan bulb dan di
encerkan Kembali dengan aquadestilata sampai larutan mencapai 250 ml. Hasil yang
didapatkan yaitu konsentrasi lebih encer dibandingkan dengan percobaan 1.

3. Percobaan 3
Pada percobaan ini dengan memasukan larutan dari percobaan pertama
dengan perbedaan masing-masing setiap tabung reaksinya yaitu : 1 ml, 2 ml, 3 ml, 4
ml, 5 ml.
Didapatkan konsentrasi berbeda-beda disetiap tabung reaksi dengan hasilnya
yaitu :
Tabung ke.1 < Tabung ke.2 < Tabung ke.3 < Tabung ke.4 < Tabung ke.5

Keterangan : < = lebih encer

4. Percobaan 4
Pada percobaan diambil larutan etanol 95% sebanyak 25 ml menggunakan
pipet bulb ke dalam labu ukur 250 ml dan ditambahkan dengan air sampai larutan
mencapai tanda tera.

BAB IV
KESIMPULAN
Dari hasil praktikum yang telah dilakukan disimpulkan bahwa :
1. percobaan 1 sampai 2 tejadi perbedaan konsentrasi larutan dengan menggunakan
kristal CuSo4, dengan pelarut aqudestilata
2. Pada percobaan ke tiga dengan mengambil hasil dari percobaan pertama dengan
berbeda volumenya pada setiap tabung reaksi dengan perbandingan yang cukup terihat.
3. Dan pada percobaan ke 4 menggunakan etanol dan air didapatkan nilai persen yang
berbeda-beda dengan hasil akhir mol 23,4%.
DAFTAR PUSTAKA

Ikna Suyatna Jalip dan Astri Zulfa. 2018. Modul Penuntun Praktikum Kimia Dasar. Peralatan
dan Teknik Laboratorium. Modul #2 : 4-6.

Anda mungkin juga menyukai