Anda di halaman 1dari 4

MUTIA TRI RAHAYU

041713092
DISKUSI 4 MANAJEMEN PEMASARAN

Keputusan pembelian juga dipengaruhi oleh karakteristik pribadi seperti usia pembeli dan
tahapan siklus hidup, pekerjaan, situasi ekonomi, gaya hidup, serta kepribadian dan konsep diri
(Kotler dan Amstrong, 2012). Ide utamanya adalah bahwa merek juga memiliki kepribadian,
dan konsumen cenderung memilih merek yang dianggap sesuai dengan kepribadian mereka
(Kotler dan Amstrong, 2012).

1. Berikan salah satu contoh merek produk yang dianggap memiliki kepribadian konsumen!
Jelaskan mengapa demikian!
Jawab :
Kepribadian konsumen adalah proses mental dan emosional serta kativitas fisik yang
dilakukan oleh individu-individu ketika mereka memilih, membeli, menggunakan, dan
mengatur barang dan jasa untuk memuaskan kebutuhan dan kegiatan tertentu. Penelitian
tentang kepribadian konsumen mengatakan, jika konsumen dihadapkan pada variasi merek
yang berbeda, maka konsumen cenderung menyesuaikan merek yang mereka pilih pada
situasi tertentu.

Contoh merek yang memiliki kepribadian konsumen adalah Louis Vuitton atau biasa disebut
LV. Louis Vuitton adalah sebuah merek asal Prancis yang didirikan pada tahun 1854 oleh
Louis Vuitton yang bergerak di bidang fashion. Monogram LV dipasang di hampir semua
produknya, mulai dari koper mewah dan barang kulit hewan hingga pakaian siap pakai,
sepatu, jam tangan, perhiasan, aksesoris, kacamata hitam, dan buku. Louis Vuitton
merupakan salah satu rumah mode internasional terkemuka di dunia. Untuk enam tahun
berturut-turut (2006–2012), Louis Vuitton disebut sebagai merek mewah paling berharga di
dunia. Maka dari itu banyak para konsumen yang membeli merek LV untuk menggambarkan
kesan mewah, elegan, trendy, dan juga untuk mencari kepuasan. Bahkan sering sekali para
konsumen memperebutkan barang LV yang memiliki stok terbatas, walaupun barang
tersebut memiliki harga yang sangat mahal. Orang-rang yang mengerti fashion ataupun tidak
mengerti fashion, akan tahu jika seseorang memiliki barang Louis Vuitton merupakan orang
yang memiliki ekonomi kelas atas. Dari penjelasan tersebut merek dari Louis Vuitton bisa
dianggap sebagai merek yang memiliki kepribadian konsumen karena merek Louis Vuitton
memiliki nilai-nilai kepribadian konsumen.

2. Konsumen sering melakukan perilaku pembelian yang mencari variasi (variety seeking)
dalam situasi dengan keterlibatan yang rendah tetapi perbedaan merek yang dirasakan sangat
signifikan. Dalam kasus seperti itu, konsumen sering kali banyak berganti-ganti merek
produk. Menurut anda faktor-faktor apa yang menyebabkan hal tersebut?
Jawab :

Faktor- faktor tersebut dikelompokkan ke dalam 2 golongan, yaitu sebagai berikut :

Faktor Stimulus atau Kekuatan- Kekuatan Lingkungan, yang mencakup:

1) Budaya
Budaya ini sifatnya sangat luas, bahkan paling luas dibandingkan dengan faktor-faktor
lainnya, dan menyangkut segala aspek kehidupan manusia. Oleh karena itu, pembahasan
tentang faktor-faktor lingkungan yang mempengaruhi perilaku konsumen di mulai dari
budaya. Dalam konteks pemasaran, budaya didefinisikan sebagai jumlah nilai-nilai, ide,
artifak dan simbol bermakna yang lain yang membantu individu untuk berkomunikasi,
menyimpulkan, dan mengevaluasi sebagai anggota masyarakat (Blackwell dkk, 2006, p.
426).
2) Sub-budaya : Budaya dalam Budaya
Dalam setiap budaya terdapat sub-budaya yang didefinisikan sebagai suatu segmen dari
Suatu budaya yang lebih besar yang anggota-anggotanya memiliki pola perilaku tertentu
(Hawkins dkk, 2007, p. 158). Terjadinya pola perilaku tertentu pada anggota-anggota
kelompok sub-budaya itu disebabkan oleh perkembangan sosial secara historis dari
kelompok tersebut di samping juga situasi yang ada.
3) Kelas Sosial
Faktor sosio-budaya lain yang dapat mempengaruhi pandangan dan perilaku pembeli
adalah kelas sosial. Dalam setiap budaya terdapat kelas sosial. Kelas sosial dapat
didefinisikan sebagai kelompok orang-orang dengan tingkatan prestis, kekuasaan, dan
kemakmuran yang sama dan juga memiliki sejumlah keyakinan, sikap, dan nilai-nilai
yang terkait dalam cara berpikir dan perilaku (Zaltman and Wallendorf, 1983, p. 114).
4) Kelompok Referensi
Kelompok referensi dapat mempengaruhi perilaku seseorang dalam pembeliannya, dan
sering dijadikan pedoman oleh konsumen dalam berperilaku. Oleh karena itu, konsumen
selalu memonitor kelompok tersebut baik perilaku fisik maupun mentalnya. Yang
dimaksud dengan kelompok referensi adalah sebuah kelompok yang dijadikan acuan oleh
konsumen dalam pembentukan nilai-nilai dan perilaku mereka (Wilkie, 1994, p. 376).
5) Keluarga
Setiap anggota keluarga memiliki selera dan keinginan yang berbeda untuk membeli
sesuatu. Pengaruh keluarga sangat penting, salah satunya adalah dalam hal sosialisasi
konsumen.
6) Faktor-faktor Situasional
Faktor situasional, disebut juga situasi sosial, juga mempengaruhi proses pengambilan
keputusan oleh konsumen.
7) Nilai, Norma, dan Peran Sosial
Ketiga faktor tersebut berasal dari Sumber yang berbeda, dari budaya keseluruhan sampai
ke kelompok sosial yang jauh lebih kecil. Nilai sosial dapat didefinisikan sebagai tujuan-
tujuan yang dipandang penting oleh suatu masyarakat dan menggambarkan ide-ide
bersama dalam suatu budaya tentang cara-cara bertindak yang diinginkan (Zikmund and
D” Amico, 1996, p.73). Sedangkan norma adalah aturan-aturan yang menunjukkan apa
yang benar dan apa yang salah, yang dapat diterima atau yang tidak dapat diterima oleh
orang lain dalam masyarakat (Solomon and Stuart, 1997, p. 203). Peran merupakan pola
perilaku spesifik yang diharapkan oleh seseorang dalam suatu posisi (Mowen, 1995, p.
614).
8) Variabel Bauran Pemasaran
Variabel-variabel bauran pemasaran, yaitu produk, harga, distribusi, dan promosi juga
memberikan pengaruh pada keputusan pembelian konsumen.

Faktor- faktor Individual yang mencakup :

1) Persepsi
Persepsi didefinisikan sebagai suatu proses yang dilakukan oleh konsumen untuk
memilih, mengorganisasikan, dan menginterpretasikan rangsangan-rangsangan untuk
membuatnya bermakna (Assael, 2004, p. 39).
2) Pembelajaran
Proses pembelajaran (Jearning process) ini terjadi apabila pembeli ingin menanggapi dan
memperoleh suatu kepuasan, atau sebaliknya. Pembelajaran merupakan perubahan-
perubahan yang terjadi dalam perilaku seseorang yang diakibatkan oleh pengalamannya
(Kinnear dkk, 1995, p. 192).
3) Sikap dan Keyakinan
Sikap dan keyakinan merupakan faktor yang ikut mempengaruhi persepsi dan perilaku
beli konsumen. Sikap dapat didefinisikan sebagai kecenderungan yang terpelajari untuk
menanggapi sebuah obyek atau golongan obyek dalam cara yang baik atau kurang baik
secara konsisten (Alliport, 1935). Sedangkan keyakinan didefinisikan sebagai pernyataan
yang menunjukkan probabilitas subyektif seseorang bahwa sebuah obyek itu mempunyai
karakteristik tertentu (Fishbein and Ajzen, 1975).
4) Motivasi
Dengan mempelajari motivasi, pemasar dapat menganalisis faktor-faktor utama yang
mempengaruhi konsumen untuk membeli atau tidak membeli. Motivasi dapat
didefinisikan sebagai aktivitas ke arah tujuan (Kinnear dkk, 1995, p. 187).
5) Pengalaman
Pengalaman dapat mempengaruhi pengamatan seseorang dalam berperilaku. Satu hal
pokok dalam teori pembelajaran adalah bahwa konsumen dalam belajar dari
pengalamannya menggunakan suatu produk.
6) Kepribadian
Kepribadian dapat didefinisikan sebagai cara mengorganisir dan mengelompokkan
konsistensi-konsistensi tentang reaksi seseorang terhadap Situasi (Lamb dkk, 1996, p.
134).
7) Konsep Diri
Faktor lain yang ikut menentukan perilaku pembeli adalah konsep diri. Konsep diri
merupakan persepsi, keyakinan, dan perasaan tentang dirinya sendiri (Bovee dkk, 1995,
p. 123).
8) Gaya Hidup
Kepribadian dan konsep diri tercermin dalam bentuk variabel baru yang disebut gaya
hidup. Gaya hidup adalah modus hidup, seperti ditunjukkan oleh aktivitas, minat, dan
opini seseorang (Assael 2004, p. 279-280), atau bagaimana seseorang hidup (Hawkins,
dkk., 2007, p. 441).

Sumber : EKMA4216, Modul 4, Halaman 4.5- 4.25

https://id.wikipedia.org/wiki/Louis_Vuitton_(perusahaan)

Anda mungkin juga menyukai