Anda di halaman 1dari 5

DR. dr.

Imade Christian Binekada

Materi : NEOPLASMA PADA RONGGA MULUT DAN KELENJAR LIUR

Kelainan rongga mulut

1. Congenital
2. Trauma
3. Radang
4. Neoplasma :
a. Jinak
b. Pra kanker
c. Ganas
5. Non neoplasma
6. Kelainan kelenjar liur

Non neoplasma  kista pada mandibula

1. Odontogenic cyst (radicular cyst)


2. Dentigerous cyst
3. Ranula cyst
4. Dermoid cyst
5. Follicular cyst

1. Kista radikular  kista ditepi radix gigi (akar gigi) , penimbunan cairan dan tulang
terabsorbsi sehingga tulang makin tipis, sehingga tdk bs di pakai menguyah , rangsangan di
radix dan di aktifkan sel malasia .
a. Nama lain : kista odontogenik, kista alveolar, kista periapical
b. Barasal : dari epitel Malassez
c. Gambaran klinik : benjolan di mandibula atau maksilla, tumbuh perlahan-lahan
- Tanpa gejala : kecil  teraba keras, besar  krepitasi
- Fluktuatis : ada cairan dan lembek
- Migrasi gigi sekitarnya
d. Gambaran radiologic : gambaran radiolusen berbentuk bulat atau oval dan tepi kista
dikelilingi garis radio opak.
e. Terapi :
- Enukleasi (diklupas kapsul kistanya),
- Marsupialisasi (dibuatkan lubang sehingga cairan tertimbun keluar kedalam rongga mulut
sehingga kistanya kempes )

2. Kista dentigerous :
Kistanya terkumpul antara mahkota dan email di atasnya
- Sering pada gigi impacted (bengkok/miring)
- Molar III  paling sering
- Unilokuler
- Resorbsi tulang dan gigi sekitarnya

3. Kista ranula : air ludah isinya


- Obstruksi kelenjar air liur
- Dasar mulut
- Kel. Lingual dan submaxilla
- Diameter 1-2 cm
kista di bawah lidah krn sumbatan air liur minor , warnahnya lebih jernih
Dasar mulut, kel. Lingual

4. Kista dermoid : padat di bawah lidah


- Dasar mulut
- Mid line
- Tumbuh lambat
- Tindakan : eksisi
Kista pada mandibulla di angkat benjolan dengan mengangkat pembungkusnya.

Neoplasma :bisa ganas dan bisa jinak

A. Jinak
1. Papilloma : neoplasma jinak dari jar. Masenkim benjolan pada papil
2. Pigmented nevus
3. Fibroma : neoplasma jinak dari jaringan masenkim pada jaringan ikat
4. Peripheral gaint cell granuloma
5. Granuloma pyogenicum :
6. Hemangioma : neoplasma jinak berasal dari jaringan masenkim jaringan pembuluh darah
7. Lymphangioma
8. Odontoma
9. Ameloblastoma : tumor rahang

AMELOBLASTOMA nama lain: adamantinoma, bersifat jinak namun merusak jaringan sekitar,
bukan kista, tepinya tidak bulat

- Tumor rahang  seringnya rahang bawah


- Sifat jinak dan local invasive
- Tumbuh lambat
- Tidak sakit
- Unikuler / multilokuler  beberapa lukus atau bentuk di jaringan tulang

Insidens

- 1% dari semua tumor rahang


- Paling sring : umur 20-50 th
- 80% di mandibula
- 75% di ramus mandibula

Etiologi :

- Tidak jelas
- Berasal dari sisa organ enamel
- Trauma dan iritasi local

Gambaran klinik :

- Murni ada dirahang dan sering rahang bawah


- Letak gigi sudah berubah posisi dan goyang, tidak beraturan
- Teraba keras dan tidak nyeri tekan
- Pingpong phenomen  ditekan akan kembali lagi
- Bisa terjadi ulkus dikulit diatas tumor

Gambaran radiologic:

- Monocystic (kista membesar satu bulatan) atau multicystic (kista membesar 2 bulatan)
- Honey comb appeatence
- Tepi kista tidak rata

Tindakan

- Enukleasi : diklupas
- Reseksi mandibula : diangkat

Prognosis : baik

Transformasi malignant : jarang


B. Lesi pra kanker : kerusakan jaringan sebelum terjadinya kanker, tidak diatasi akan menjadi
kanker,lesi pra kanker ada pada rongga mulut ada bercak putih dan bercak merah
a. Leukoplakia
b. Erythroplakia

C. Ganas : carcinoma,melanoma,sarcoma,limfoma (diagnosis patologi)


1. Intraepithelial carcinoma ( in situ)  neoplasma ganas yang berasal dari epitel
2. Squamous cell carcinoma (epidermoid carcinoma)  neoplasma ganas yang berasal dari
epitel permukaan kulit
3. Menaloma malignum  lesi dikulit, sel-sel melanin yang mengalami keganasan
4. Sarcoma  neoplasma ganas yang bersal dari sel masenkim pada jaringan lunak
5. Malignant lymphoma dan hodgkin’s disease

Leukoplakia :

- Bercak putih dimukosa mulut


- Lesi prakanker  bisa transformasi
- Etiologi : ?? tembakau, alcohol dan iritasi local karena kebersihan oral kurang bagus
- Lokasi : mukosa bukal, lidah dasar mulut
- Umur : sesudah decade 3
- Mikroskopik : hyperplasia,keratosis, diskeratosis  diagnosis yang muncul di lab PA
- Soliter atau multipel

Erythroplakia :

- Bercak merah di mukosa mulut


- Lesi premalignant
- Lokasi : paling sering di dasar mulut, lidah, bagian pilar anterior tonsil
- Sering multi lesi
- Mikroskopis : dysplasia, hyperkeratosis

KARSINOMA RONGGA MULUT : neoplasma ganas yang ada dirongga mulut yang berasal dari sel
epitel

Rongga mulut meliputi :

1. Bibir
2. Dasar mulut
3. Lidah 2/3 anterior, 1/3 posterior
4. Mukosa buccal
5. Gingiva atas bawah
6. Palatum durum dan palatum mole
7. Trigonum retromolar

Epidemiologi : sering terjadi di bibir, lidah

- Kanker yang paling sering di aerodigestive


- Kanker rongga mulut : keganasan ke 6 di negara maju
- 80% lakilaki
- Umur > 55 keatas

Etiologi : multifactor dan individual  penyebab kanker

- Merokok, minuman alcohol


- Hygine mulut jelek
- Iritasi kronik
- Sinar matahari (bibir)
- Merokok terbalik (india)
- Gangguan system imun

Deteksi dini :
1. Lesi premalignant
2. Ulkus kronik

Insidens : bersal dari sel epitel :

1. 5 % dari seluruh kanker,


2. 30% dari tumor kepala-leher,
3. 95% skuamos cell karsinoma

Kebanyakan pada squamos cell ( kulit rongga mulut)

Insidens :

- Ca. lidah : neoplasma ganas berasal dari sel epitel pada jar. Lidah : 28%
- Ca. bibir : neoplasma ganas berasal dari sel epitel pada jar. Bibir : 25-30%
- Ca. dasar mulut : 10-15%
- Ca. lidah : 25%

Histopatologi :

- 90-95 % skuamos
- Ademocarcinoma : carcinoma yang terjadi pada kelenjar airliur

Gambaran klinik :

- Ulkus/ erosi  inspekso


- Erythema  inspeksi
- Indurasi  pada palpasi
- Leukoplakia  bercak putih
- Erytroplakia  bercak merah

Penatalaksanaan :

1. Diagonosis
2. Staging  stadium
3. Status penampilan
4. Rencana terapi
5. Pelaksanaan terapi
6. Evaluasi / follow up
7. Rekonstruksi/ rehabilitasi
8. Prognosis

Diagnosis :

- Anamnesis
- Pemfis
- Pem. Penunjang
a. Exfoliative cytology : dikerok
b. Biopsy insisi/ eksisi
c. FNA
d. Toluidine blue  kumur
e. Monolocal antibody test
f. CT/MRI

Stadium :

- Tx : tumor tdk bisa diukur


- To : tidak ditemukan tumor
- T is : carcinoma in situ
- T1 : < 2 cm
- T2 : 2-4 cm
- T3 : > 4 cm
- T4 : tumor invasi ke jaringan sekitar
Status penampilan :

1. SKALA KARNOFSKY ( 0-1000


2. SKALA WHO (0-4)

ORAL CANCER :

1. Stadium dini : operasi


2. Stadium lanjut : kombinasi (kemo)

TUMOR KELENJAR LIUR :

1. Major : kelejar parotis, kelenjar sub mandibulla, kelenjar sublingual


2. Minor : saluran kelenjar air liur

Kelainan kelenjar air liur :

Neoplasma :

1. Jinak : terapi kuratif


- Pleomorphic adenoma
1. Tumor paling sering di kel. Liur besar
2. Asal : epitel
3. 70% dari kel. Liur besar (mayor)
4. 9 x lebih sering pada parotis x sub mandibula
5. Umur pertengahan
6. Kebanyakan Wanita
7. Tumbuh lambat
8. Tidak nyeri, mobil
- Warthins tumor
- Lymphoepithelial
- Oncocytoma
- Monomorphic adenoma
- Benign cyst

2. Ganas : terapinya 6 tahap


- Muceopidermoid carcinoma
- Adenoid cystic carcinoma
- Adenocarcinoma : keganasan epitel pada kelenjar
- Acinic cell carcinoma
- Malignant mixed tumor
- Epidermoid carcinoma