Anda di halaman 1dari 2

1.

Seperti yang diterangkan dalam BMP UT ADPU 4553 tentang perilaku yang melanggar kode etik
yang salah satunya:

Tidak melaksanakan kewajiban sebagai penyelenggara negara, yaitu:

1) tidak melaksanakan norma etika penyelenggara negara (berakhlak mulia, tepat janji, jujur, adil,
arif, disiplin, taat hukum, tanggung jawab dan akuntabel, sopan santun, kehati-hatian, dan
kesetaraan);

2) tidak menjaga citra lembaga penyelenggara negara;

3) tidak melaksanakan kode etik pada masing-masing lembaga penyelenggara negara;

4) tidak menjaga hubungan dan fungsi masing-masing unsur penyelenggara negara;

5) tidak menaati dan melaksanakan keputusan lembaga penegakan

6) tidak menghindarkan diri dari tindakan korupsi, kolusi, dan

7) tidak menaati dan melaksanakan sumpah dan janji sebagai penyelenggara negara;

8) tidak mengutamakan kepentingan umum dan atau kepentingan negara daripada kepentingan
pribadi, kelompok atau golongan;

9) tidak mengembangkan budaya organisasi (sikap dan perilaku individu dan kelompok
penyelenggara negara yang didasarkan pada nilai-nilai yang diyakini kebenarannya dalam organisasi
dan telah menjadi sifat serta kebiasaan dalam melaksanakan tugas dan pekerjaan sehari-hari dalam
rangka pencapaian tujuan organisasi) yang berlandaskan pada norma etika penyelenggara negara.

 Asas penegakan etika penyelenggara negara berasaskan:

a. kepastian hukum adalah setiap penyelenggara negara dalam menjalankan profesi tugas dan
wewenangnya agar selalu konsisten memperhatikan dan mengutamakan landasan peraturan
perundang-undangan, kepatutan, ketaatan dan keadilan;

b. tertib penyelenggaraan negara adalah setiap penyelenggara negara dalam menjalankan tugas dan
wewenang dalam rangka menjalankan kegiatan penyelenggaraan negara agar berlandaskan pada
keteraturan, keserasian dan keseimbangan;

C. kepentingan umum adalah setiap penyelenggara negara dalam menjalankan tugas dan
wewenangnya agar memperhatikan dan mendahulukan kepentingan kesejahteraan umum dengan
cara yang aspiratif, akomodatif dan selektif sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku;

d. keterbukaan adalah setiap penyelenggara negara dalam menjalankan tugas dan wewenangnya
agar membuka diri terhadap hak dan kepentingan masyarakat untuk memperoleh informasi yang
benar, jujur, dan tidak diskriminatif dan harus bertindak adil mengenai kegiatan penyelenggaraan
negara dan tetap memperhatikan perlindungan atas hak asasi pribadi, golongan dan rahasia negara;

E. proporsional adalah setiap penyelenggara negara dalam menjalankan tugas dan wewenangnya
dalam bersikap tindak berperilaku, mengutamakan keseimbangan antara hak dan kewajibannya
dalam aktivitas penyelenggaraan negara;
f. akuntabilitas adalah setiap penyelenggara negara dalam menjalankan tugas dan wewenangnya
dalam kegiatan penyelenggaraan negara, agar dapat mempertanggungjawabkan secara moral
maupun material kepada masyarakat dan negara sesuai ketentuan perundang-undangan yang
berlaku;

g. profesionalitas, setiap penyelenggara negara dalam menjalankan tugas dan wewenangnya agar
didasarkan pada kompetensi, keahlian, keterampilan di bidangnya dan berakhlak moral dengan
etika yang baik, konsisten dengan kebijakan atau peraturan perundang-undangan yang berlaku;

h. keteladanan adalah setiap penyelenggara negara dalam menjalankan profesi tugas dan
wewenangnya agar mencerminkan sikap tindak, perilaku yang patut menjadi panutan bagi anggota
organisasinya ataupun masyarakat, yang konsisten menghargai dan menerapkan nilai-nilai moral
kesopanan dan norma etika (Pasal 2 RUU penegakan Etika Penyelenggara Negara).

2. Setuju karna termasuk pelanggaran. Dan juga Karna sudah ada peraturan yang mengatur
persoalan cinderamata. Seperti dalam buku BMP UT ADPU 4553 yaitu: Melanggar larangan bagi
penyelenggara negara, yaitu: menerima hadiah dan cinderamata dalam bentuk apa pun yang terkait
dengan atau yang patut dapat diduga berkaitan dengan jabatannya, kecuali cinderamata yang
diterima dalam rangka tukar menukar cinderamata pada kegiatan diplomatik atau acara protokoler
kenegaraan yang menjadi milik negara;

3. Yang paling bertanggung jawab menegakan etika jabatan adalah orang yang bersangkutan dalam
jabatan tersebut. Karna sudah ada undang undang yang jelas serta penerapan norma yang jelas.

SUMBER : BMP UT ADPU4553

Anda mungkin juga menyukai