Anda di halaman 1dari 21

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG MASALAH


Tujuan Nasional bangsa Indonesia, dapat kita angkat dari Pembukaan
UUD 1945. Secara singkat tujuan tersebut adalah (1) Membentuk negara
kesatuan Republik Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia
dan tanah tumpah darah Indonesia(pendekatan keamanan). (2)
Memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan
bangsa(pendekatan kesejahteraan). (3) Ikut melaksanakan ketertiban
dunia yang berdasarkan kemerdekaan,perdamaian yang abadi dan
keadilan sosial. (Zainul lttihad Amin.2014:88).
Demokrasi adalah sistem politik ideal dan ideologi yang berasal dari
Barat. Demokrasi menyiratkan arti kekuasaan politik atau pemerintahan
yang dijalankan oleh rakyat, dari rakyat dan untuk rakyat, warga
masyarakat yang telah terkonsep sebagai warga negara.(Kusnu
Goesniadhie S.2011:1).
Terdapat sesuatu hal yang sering muncul menjadi permasalahan
dalam praktek demokrasi, yaitu masalah bagaimana pemerintahan oleh
rakyat, dari rakyat dan untuk rakyat itu diimplementasi dan direalisasi,
sehingga efektif dalam mewjudkan cita-cita dan tujuan negara. Tulisan ini
hendak menyajikan pemaparan sebagai bahan pemikiran yang bertalian
dengan konsep demokrasi, termasuk di dalamnya bagaimana demokrasi
dapat menjadi sarana untuk mewujudkan cita-cita dan tujuan negara.
BAB II
PEMBAHASAN

A. PENGERTIAN DEMOKRASI
1. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Menurut KBBI,
Demokrasi memiliki 2 arti, yaitu :
a. Demokrasi merupakan suatu bentuk atau sistem pemerintahan
dimana seluruh rakyatnya ikut serta dalam memerintah, yaitu
melalui perantara wakil-wakil terpilih mereka.
b. Demokrasi merupakan suatu gagasan atau pandangan hidup yang
mengutamakan persamaan hak dan kewajiban, serta perlakuan
yang sama bagi semua warga negaranya.
2. Menurut Abraham Lincoln
Dalam pidato Gettyburgnya, Presiden Amerika Serikat yang ke-16
Abraham Lincoln menyatakan bahwa demokrasi merupakan suatu
sistem pemerintahan yang diselenggarakan dari rakyat, oleh rakyat,
dan untuk rakyat. Dari pengertian tersebut bisa disimpulkan bahwa
rakyat merupakan pemegang kekuasaan tertinggi dalam suatu
pemerintahan, dimana masing-masing dari mereka memiliki hak
dalam memperoleh kesempatan serta hak dalam bersuara yang sama
dalam upaya mengatur kebijakan pemerintahan. Dalam sitem ini,
keputusan diambil berdasarkan hasil suara terbanyak.
3. Menurut H. Harris Soche (Yogyakarta : Hanindita, 1985)
Demokrasi merupakan suatu bentuk pemerintahan rakyat. Artinya
rakyat atau orang banyak merupakan pemegang kekuasaan dalam
pemerintahan. Mereka memiliki hak untuk mengatur,
mempertahankan, serta melindungi diri mereka dari adanya paksaan
dari wakil-wakil mereka, yaitu orang-orang atau badan yang diserahi
wewenang untuk memerintah.
4. Menurut Hannry B. Mayo
Dalam demokrasi suatu kebijaksanaan umum ditentukan atas dasar
mayoritas oleh wakil-wakil yang secara efektif diawasi oleh rakyat
melalui berbagai macam pemilihan yang dilakukan berdasarkan pada
prinsip kesamaan politik serta diselenggarakan dalam suasana
dimana kebebasan politik terjadi.
5. Menurut Charles Costello
Dalam kontek kontemporer, demokrasi merupakan suatu sistem
sosial serta politik pemerintahan diri dengan kekuasaan-kekuasaan
pemerintah yang dibatasi oleh hukum serta kebiasaan dalam
melindungi hak-hak individu warga negara.
Dalam demokrasi, terdapat pengakuan terhadap kehendak rakyat
yang dijadikan sebagai landasan dalam legitimasi serta kewenangan
pemerintahan (kedaulatan rakyat). Kehendak tersebut nantinya akan
dituangkan dalam suatu iklim politik terbuka, yaitu dengan
melaksanakan pemilihan umum yang diadakan secara bebas dan
berkala. Tiap-tiap warga negara memiliki hak untuk memilih pihak-
pihak yang akan memerintah serta juga dapat menurunkan
pemerintahan yang sedang berjalan kapanpun mereka mau.
6. Menurut John L Esposito
Pada dasarnya, demokrasi merupakan suatu bentuk pemerintahan
dari rakyat dan untuk rakyat. Oleh karena itu, rakyat memiliki hak
untuk ikut berpartisipasi, baik berperan aktif maupun pada saat
melakukan pengontrolan terhadap kebijakan-kebijakan yang
dikeluarkan oleh pemerintah. Selain daripada itu, dalam lembaga
resmi pemerintahan terdapat pemisahan berbagai macam unsur
seperti unsur eksekutif, legislatif, maupun unsut yudikatif secara jelas.
7. Menurut Hans Kelsen
Demokrasi merupakan pemerintahan dari rakyat dan untuk rakyat.
Dalam hal ini, wakil-wakil rakyat yang terpilih merupakan pelaksana
kekuasaan negara, dimana rakyat telah memiliki keyakinan bahwa
segala kehendak serta kepentingan mereka akan selalu diperhatikan
dalam pelaksanaan pemerintahan tersebut.
8. Menurut Sidney Hook
Demokrasi merupakan suatu bentuk pemerintahan dimana
keputusan-keputusan penting pemerintah baik secara langsung
maupun tidak langsung berdasarkan pada kesepakatan mayoritas
yang diberikan rakyat yang telah berusia dewasa secara bebas.
9. Menurut C.F. Strong
Demokrasi merupakan suatu bentuk pemerintahan dimana
kebanyakan dari anggota dewan yang berasal dari masyarakat turut
serta dalam kegiatan politik yang berdasarkan pada sistem
perwakilan, dimana pada akhirnya pemerintah dapat menjamin serta
mempertanggungjawabkan segala tindakannya pada mayoritas
tersebut.
10. Menurut Meriam, Webster Dictionary
Demokrasi dapat didefisikan sebagai :
 Suatu pemerintahan oleh rakyat, terutama kedaulatan
mayoritas.
 Suatu pemerintahan dimana kekuasaan yang tertinggi
dipegang oleh rakyat, yang secara langsung maupun tidak
langsung pelaksanaannya dilakukan oleh mereka melalui
sistem perwakilan yang dilakukan dengan cara mengadakan
pemilihan umum secara berkala.
11. Menurut Samuel Hutington
Demokrasi akan tercipta apabila para pemberi keputusan yang kuat
dalam suatu sistem pemerintahan dipilih melalui suatu proses
pemilihan umum yang jujur dan adil secara berkala. Di dalam sistem
tersebut, para kandidat atau calon pemimpin bebas untuk melakukan
persaingan guna memperolah suara. Selain itu, negara yang telah
berusia dewasa berhak untuk memberikan suara dalam sistem
tersebut.
12. Menurut International Commission of Journalist
Demokrasi merupakan suatu bentuk sistem pemerintahan dimana
warga negara memiliki hak untuk ikut membuat keputusan-
keputusan politik melalui wakil-wakil rakyat yang mereka pilih dan
yang bertanggung jawab kepada mereka melalui sebuah pemilihan
yang bebas.
13. Menurut Yusuf Al Qordhawi
Warga masyarakat dapat menunjuk seseorang untuk mengurus
maupun mengatur segala urusan mereka melalui suatu wadah yang
dinamakan demokrasi. Dalam kondisi tersebut, ada beberapa hal yang
harus mereka perhatikan, seperti :
 Pemimpin bukanlah orang yang dibenci oleh masyarakat
 Peraturan-peraturan yang berlaku bukanlah merupakan
peraturan yang tidak mereka kehendaki Masyarakat berhak
untuk meminta pertanggungjawaban kepada pemimpin atau
wakil yang mereka pilih apabila bersalah.
 Masyarakat juga memiliki hak untuk memecat atau
menurunkan para pemimpin atau wakil terpilih apabila
terbukti melakukan penyelewengan.
 Masyarakat tidak boleh dibawa dalam suatu sistem
pemerintahan yang tidak mereka kenal dan mereka sukai, baik
itu dalam bidang ekonomi, sosial, budaya, serta politik.
14. Menurut Abdul Ghani Ar Rahhal
Dalam bukunya yang berjudul Al Islamiyyin wa Sarah Ad
Dimuqrathiyya, Abdul Ghani Ar Rahhal menyatakan bahwa demokrasi
merupakan suatu bentuk kekuasaan rakyat oleh rakyat.dengan kata
lain rakyat adalah sumber kekuasaan. Beliau juga menyakan bahwa
plato adalah orang yang pertama kali mengungkapkan tentang teori
demokrasi, dimana sumber kekuasaan adalah keinginan yang satu dan
bukan majemuk. Seorang penulis lain bernama Muhammad Quthb
dalam bukunya yang berjudul Madzahib Fikriyyah Mu’ashirah juga
menyatakan hal yang sama tentang definisi demokrasi.
15. Menurut Affan Gaffar
Terdapat 2 makna demokrasi menurut Affan Gaffar, yaitu :
 Demokrasi yang secara ideal ingin diwujudkan oleh negara
yang disebut sebagai demikrasi normatif
 Demokrasi yang terwujud dalam dunia politik yang disebut
sebagai demokrasi empirik.
16. Menurut Amien Rais
Terdapat beberapa kriteria yang harus dipenuhi agar suatu negara
disebut sebagai negara demokrasi. Kriteria tersebut antara lain adalah
:
 Keikutsertaan dalam pembuatan keputusan Memiliki
kesamaan di hadapan hukum Pendistribusian pendapat yang
dilakukan secara adil.
 Memiliki kesempatan yang sama dalam memperoleh
pendidikan Ketersediaan serta keterbukaan informasi.
 Memperhatikan atau mengindahkan fatsoen atau tata krama
politik. Kebebasan perorangan atau individu.
 Semangat untuk bekerja sama Adanya hak untuk melakukan
protes

Terdapat 4 macam kebebasan, yakni :


 Kebebasan dalam berpendapat Kebebasan dalam
persuratkabaran.
 Kebebasan dalam berkumpul atau berorganisasi Kebebasan
dalam beragama.
17. Menurut Robert A Dahl
Idealnya, suatu sistem demokrasi harus memiliki :
 Persamaan hak pilih dalam menentukan keputusan kolektif
yang bersifat mengikat.
 Adanya partisipasi yang efektif. Artinya semua warga negara
memiliki kesempatan yang sama dalam proses pembuatan
keputusan yang dilakukan secara kolektif.
 Pembeberan kebenaran, yaitu adanya kesamaan peluang bagi
setiap warga negara dalam rangka memberikan penilaian
terhadap jalannya proses politik serta pemerintahan secara
logis.
 Kontrol terakhir terhadap agenda, yaitu adanya eksklusif bagi
masyarakat untuk menentukan agenda mana yang harus
maupn tidak harus diputuskan melalui proses pemerintahan,
termasuk mendelegasikan kekuasaan tersebut kepada orang
lain atau lembaga-lembaga yang dapat mewakili mereka.
 Pencakupan, yaitu terliputnya masyarakat yang tercakup
semua orang dewasaterkait dengan hukum.
18. Menurut Abdul Wadud Nashruddin
Demokrasi merupakan suatu sistem kehidupan dimana pendapat
rakyat ditempatkan sebagai prioritas utama dalam mengambil
kebijakan-kebijakan. Pendapat tersebut harus memenuhi beberapa
kriteria seperti :
 Agama Susila Hukum
 Semangat untuk menjunjung kemasAlahan bersama.
19. Menurut Sumarno AP dan Yeni R. Lukiswara
Demokrasi berasal dari kata demos yang berarti rakyat, serta kratos
atau cratein yang berarti pemerintahan. Jadi demokrasi dapat
diartikan sebagai pemerintahan oleh rakyat. Dalam Declaration of
Independent, demokrasi berarti of the people, for the people, and by
the people.
20. Menurut Joseph A. Schumpeter
Suatu sistem politik bisa dikatakan bersifat demokratis apabila para
pengambil keputusan kolektifnya yang terkuat dipilih melalui suatu
pemilihan umum yang dilakukan secara berkala yang di dalamnya
terdapat hak bagi manusia dewasa untuk memilih. Sebuah demokrasi
mencakup 2 hal, yaitu persaingan dan partisipasi.
21. Menurut Rann
Demokrasi merupakan suatu bentuk pemerintahan dimana penataan
serta pengorganisasiannya dilakukan berdasarkan pada prinsip-
prinsip sebagai berikut :
 Kedaulatan rakyat (popular soveragnity) Kesamaan politik
(political equality)
 Konsultasi atau dialog dengan masyarakat (political
consultation) Aturan mayoritas
22. Menurut Philippe C. Schmitter
Demokrasi merupakan suatu teori yang menyatakan bahwa suatu
negara supaya tanggap terhadap kebutuhan maupun kepentingan
warganya, dimana mereka harus ikut berpartisipasi dalam
merumuskan kebutuhan serta mengungkapkan kepentingan-
kepenting secara aktif dan bebas. Tidak hanya harus berpengertian
jelas, tetapi harus memiliki berbagai sumber serta keinginan untuk
melibatkan dirnya dalam perjuangan politik yang diperlukan agar
preferensi mereka nantinya menjadi suatu bahan pertimbangan bagi
para penguasa atau juga dengan berusaha menduduki jabatan di
pemerintahan.
23. Menurut Sarjen
Tiap-tiap sistem demokrasi selalu didasarkan pada ide-ide bahwa
negara harus terlibat dalam berbagai macam hal tertentu baik secara
langsung maupun melalui wakil-wakil yang telah mereka pilih di
dewan perwakilan di bidang pembuatan keputusan-keputusan politik.
24. Demokrasi Menurut Segi Pandang Rakyat
Demokrasi merupakan suara atau pendapat dari rakyat ke rakyat
sehingga demokrasi dapat diartikan sendiri oleh rakyat yang menurut
pandangan rakyat yang memiliki arti luas yang di ungkapkan melalui
suara rakyat terhadap pemerintah atau lembaga negara lainnya.

Jika dipandang dari segi pertisipasi yang diberikan oleh rakyat,


demokrasi dibedakan menjadi 2 jenis yaitu :
a. Demokrasi langsung (Direct Democracy)
Merupakan suatu bentuk pemerintahan dimana sebagai warga
negara yang bertindak berdasarkan prosedur mayoritas, rakyat
secara langsung ikut serta dalam pembuatan keputusan politik di
negara tersebut.
b. Demokrasi Tidak langsung (Indirect Democracy)
Merupakan suatu bentuk pemerintahan dimana peran rakyat
dalam pembuatan keputusan politik di negara tersebut dilakukan
oleh orang-orang yang telah dipilih rakyat itu sendiri sebagai wakil
mereka melalui pemilihan umum. Dengan kata lain, kekuasaan
untuk pembuatan keputusan dilimpahkan atau diwakilkan kepada
orang-orang yang telah dipilihnya melalui pemilihan umum.

Dalam perkembangannya, demokrasi merupakan suatu tatanan dalam


pemerintahan yang hampir dipakai oleh seluruh negara-negara di dunia ini.
Adapun ciri-ciri dari pemerintahan yang menganut sistem demokrasi antara
lain adalah :
1. Dalam pengambilan keputusan politik, secara langsung maupun tidak
langsung rakyat ikut terlibat di dalamnya.
2. Negara mengakui, menghargai, serta memberikan perlindungan
terhadap hak-hak asasi rakyat (warga negara).
3. Semua warga negara (rakyat) memiliki persamaan hak dalam segala
bidang.
4. Dalam rangka menegakkan hukum dalam pemerintahan, maka
dibentuklah lembaga-lembaga peradilan dan kekuasaan kehakiman
yang independen.
5. Adanya pengakuan kebebasan serta kemerdekaan bagi seluruh warga
negara.
6. Adanya pers (media massa) yang bebas untuk menyampaikan
informasi serta mengontrol perilaku dan kebijakan pemerintah.
7. Untuk memilih wakil rakyat yang duduk di Lembaga perwakilan
rakyat, maka diadalaka pemilihan umum yang dilakukan secara
periodik.
8. Adanya pemilihan umum yang bebas, jujur, dan adil untuk
menentukan atau memilih pemimpin negara, pemerintahan, serta
anggota lembaga perwakilan rakyat.
9. Adanya pengakuan terhadap perbedaan keragamaan baik itu suku,
agama, golongan, dan lain sebagainya.

B. PENGERTIAN CITA-CITA DAN TUJUAN NEGARA


Setiap Negara pasti memiliki tujuan untuk berdiri. Tujuan negara
merupakan suatu pedoman dalam menyusun dan mengendalikan alat
perlengkapan negara serta mengatur kehidupan rakyatnya.
Tujuan negara dipengaruhi oleh tempat, sejarah pembentukan, dan
pengaruh dari penguasa negara yang bersangkutan. Setelah mengetahui
tujuan negara, maka anda juga dapat mengetahui sifat organisasi negara
dan legitimasi kekuasaan negara tersebut.
Tujuan Negara Republik Indonesia sendiri tertuang secara jelas dalam
pembukaan UUD 1945 pada alenia empat. Tujuan Negara Republik
Indonesia tersebut berbunyi :
“Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah
Indonesia,memajukan kesejahteraan umum,Mencerdaskan kehidupan
bangsa, melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan,
perdamaian abadi dan keadilan sosial. Dapat disimpulkan tujuan Negara
Republik Indonesia adalah tujuan perlindungan, kesejahteraan,
pencerdasan, dan pedamaian.
Berikut penjabaran tujuan Negara Republik Indonesia sesuai yang
tertuang dalam pembukaan UUD 1945 pada alenia empat.
1. Tujuan Perlindungan
Tujuan perlindungan terdapat dalam pembukaan UUD 1945
alinea keempat yang berbunyi “Melindungi setiap bangsa dan seluruh
tumpah darah Indonesia” merupakan Tujuan dari Hal-hal yang
termasuk untuk wajib dilindungi adalah semua komponen yang
membentuk bangsa Indonesia, mulai dari rakyat, kekayaan alam, serta
nilai-nilai bangsa yang patut dipertahankan.
Parameter atau ukuran subyek hukum warga negara sudah
terlindungi adalah jika hak-haknya telah terpenuhi, berdasarkan
hukum negara. Hak warga negara Indonesia sendiri telah tercantum
dalam UUD 1945. Hak-hak tersebut antara lain adalah hak asasi
manusia, hak mendapatkan pekerjaan, hak perlindungan hukum yang
sama, hak memperoleh pendidikan,dan lain sebagainya.
Kewajiban Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh
tumpah darah Indonesia bukan hanya tugas Negara atau pemerintah.
Peran warga Negara juga dibutuhkan dalam melindungi bangsa.
Wujud membela Negara dapat dilakukan dengan berbagai cara
sesuai dengan kemampuan warga Negara itu sendiri. Salah satu wujud
sederhana dalam melindungi bangsa adalah dengan memiliki rasa
cinta tanah air dan bela Negara.
2. Tujuan kesejahteraan
Tujuan kesejahteraan terdapat dalam pembukaan UUD 1945
alinea keempat yaitu “untuk memajukan kesejahteraan umum”
Parameter kesejahteraan di Indonesia memiliki 3 unsur dan
merupakan syarat yang paling minimal dan subjektif.
Apabila ketiganya terpenuhi, maka masyarakat dapat
dikatakan sejahtera. Unsur-unsur tersebut adalah sandang (pakaian),
pangan (makan), dan papan (tempat tinggal).
Kesejahteraan umum juga tidak hanya mencakup tentang
kesejahteraan ekonomi dan materi, namun kesejahteraan lahir dan
batin. kesejahteraan lahir dan batin antara lain adalah terciptanya
rasa aman, gotong royong, saling menghormati dan menghargai hak
dan kewajiban masing-masing individu, masyarakat yang
makmur,adil dan setara.
Selain itu, hal yang dapat dilakukan adalah terus selalu
bersaing dalam perekonomian Nasional dan Internasional. Indonesia
yang saat ini telah memasuki Masyarakat Ekonomi Asean (MEA),
maka dari itu, Indonesia harus siap bersaing.
3. Tujuan Pencerdasan
Tujuan pencerdasan terdapat dalam pembukaan UUD 1945
alinea keempat yang berbunyi: “… mencerdaskan kehidupan
bangsa…” tujuan dari pencerdasan ini adalah memastikan seluruh
masyarakat Indonesia memperoleh kesempatan mengenyam
pendidikan yang layak dan berkualitas. Sejak kemerdekaan
pemerintah telah mengupayakan agar Indonesia bebas dari buta huruf
dan meningkatkan kualitas pendidikan.
Mencerdaskan bangsa merupakan tugas negara, pemerintah,
dan masing-masing individu untuk berusaha meraih jenjang
pendidikan yang terbaik. Karena dengan adanya masyarakat yang
cerdas, pembangunan dan kemajuan negara akan semakin mudah
dicapai.
Yang dapat dilakukan oleh warga Negara Indonesia untuk
mencapai tujuan penverdasan adalah mengejar pendidikan hingga
jenjang yang setinggi-tingginya. Menjadi masyarakat yang pandai dan
cerdas pasti mampu memajukan dan dan menyejahterakan taraf
hidup sebuah bangsa.
4. Tujuan Perdamaian
Tujuan ketertiban dan perdamaian terdapat dalam pembukaan
UUD 1945 alinea keempat yang berbunyi: “… dan ikut melaksanakan
ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi
dan keadilan sosial …” Perdamaian merupakan cita-cita semua negara.
Istilah “damai” dalam ilmu politik terdapat 2 macam, yaitu
perdamaian didalam negeri dan damai dan perdamaian diluar negeri.
Tujuan negara yang tercantum dalam UUD 1945 diharapkan
dapat diterapkan dalam pelaksanaan pemerintahan Indonesia.
Pemerintah dapat membuat kebijakan-kebijakan yang pro rakyat.
Sehingga rakyat Indonesia dapat merasakan kesejahteraan di Negara
Indonesia dan benar-benar tercipta pemerintahan dari rakyat, oleh
rakyat, dan untuk rakyat.
Dasar politik luar negeri Indonesia sendiri adalah politik
bebas-aktif. Perdamaian yang tercipta di masing-masing negara di
dunia akan melahirkan politik luar negeri yang bebas dan aktif.
Tujuan negara tersebut merupakan landasan bagi bangsa
Indonesia untuk melaksanakan kerja sama dengan negara lain yang
dilandasi oleh nilai-nilai perdamaian dan keadilan sosial.
Perdamaian juga dapat diwujudkan oleh setiap warga
Indonesia dengan menjaga perdamaian antar suku, antar umat
beragama, saling menghargai, dan menghormati perbedaan-
berbedaan yang ada.
Demikian ulasan mengenai tujuan Negara Republik Indonesia.
Produk hukum yang dibuat oleh pemerintah haruslah sesuai dengan
tujuan Negara Republik Indonesia seperti tercantum pada pembukaan
UUD 1945 alinea keempat diatas, yaitu tujuan perlindungan,
kesejahteraan, pencerdasan, dan ketertiban atau perdamaian. Tujuan
Negara Republik Indonesia merupakan tanggung jawab Negara baik
pemerintah maupun warga negaranya.

C. MEWUJUDKAN CITA CITA DAN TUJUAN NASIONAL DENGAN DEMOKRASI


Membentuk negara kesatuan Republik Indonesia yang melindungi
segenap bangsa Indonesia dan tanah tumpah darah
Indonesia(pendekatan keamanan),Memajukan kesejahteraan umum dan
mencerdaskan kehidupan bangsa(pendekatan kesejahteraan), Ikut
melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan
kemerdekaan,perdamaian yang abadi dan keadilan sosial. Ketiga hal yang
merupakan tujuan dari negara indonesia tersebut dapat dicapai dengan
memajukan demokrasi di ngeara ini. Dengan sistem demokrasi saat ini
yang sangat menjunjung hak asasi manusia, tujuan pertama melindungi
segenap bangsa indonesia sudah terjamin. Lalu, memajukan
kesejahteraan umum tentu nya dapat erwujud dengan dpemerintahan
yang dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat ini jika saja tidak ada
oknum di pemerintahan yang korup. Walau pendikan warga masih
dibawah standar di beberapa tempat dan banyak kesenjangan pendidikan
antara desa dan kota, tapi kita bisa melihat bahwa tujuan mencerdaskan
kehidupam bangsa.
Nilai nilai dari demokrasi yang dapat membantu mewujudkan cita cita
dan tujuan negara :
1. Kesadaran akan puralisme. Masyarakat yang hidup demokratis harus
menjaga keberagaman yang ada di masyarakat. Demokrasi menjamin
keseimbangan hak dan kewajiban setiap warga Negara.
2. Sikap yang jujur dan pikiran yang sehat.
3. Demokrasi membutuhkan kerjasama antarwarga masyarakat dan
sikap serta itikad baik.
4. Demokrasi membutuhkan sikap kedewasaan. Semangat demokrasi
menuntut kesediaan masyarakat untuk membenkan kritik yang
membangun, disampaikan dengan cara yang sopan dan bertanggung
jawab untuk kemungkinan menerima bentuk-bentuk tertentu.
5. Demokrasi membutuhkan pertimbangan moral. Demokrasi
mewajibkan adanya keyakinan bahwa cara mencapai kemenangan
haruslah sejalan dengan tujuan dan berdasarkan moral serta tidak
menghalalkan segala cara.

D. PENERAPAN DEMOKRASI DI INDONESIA


Setelah berakhirnya pemerintah Soeharto 1998, Indonesia sedang
berusaha menuju kepada sistem politik yang demokratis dengan
melakukan reformasi struktural yang mendukung berkembangnya
pemerintah demokrasi.Sekalipun kabinet presiden Habibie telah diberi
nama “Kabinet reformasi”, namun pemerintah reformis belum dapat
diwujudkan, sekalipun sudaah banyak melakukuan perubahan-
perubahan.
Beberapa perubahan yang telah dilakukan oleh Kabinet Habibie sesuai
dengan tuntutan reformasi antara lain:
1. Membenarkan tahanan politik
2. Memberikan kebebasa berserikat, berkumpul, berpolitik, seperti
berdirinya partai-partai secara mudah dan menghidupkan kembali
asas kemajemikan partai, diberi hak berdemonstrasi, unjjuuk rasa dan
lain-lain.
3. Adanya kebebasan pers dan media masa, dengan mencabut lembaga
SIUPP.
4. Mengeluarkan undang-undang otonomi daerah dan perimbangan
keuangan antara pemerintah pusat dan daaerah.
5. Memberikan peranan yang luas kepada DPR untuk mengimbangi
kekuasaan pemerintah, seperti ketua-ketua lembaga tinggi negara
dipilih oleh DPR.
6. Melaksanakan pemilu yang luber dan “jurdil” tahun 1999 dengan
penyelenggaraannya adalah oleh partai-partai (ketuanya dari partai)
dan pemerintah, independensi pegawai negri, hari pencoblosan “hari
llibur”, penndaftaran warga negara bersifat aktif.
7. Melaksanakan jajak pendapat Tim Tim (30 Agustus 1999) sebagai
tuntutan masyarakat internasional dan demokratisasi.

Penyimpangan kehidupan bernegara era Orde Baru sampai kepada


puncaknya dengan muncul Krisis Moneter yang berakibat jatuhnyya
Sueharto yang telah berkuasa selama 32 tahun. Untuk menyelamatkan
negara dari kehancuran, maka MPR telah mengeluarkan ketetapannya
antara lain:
1. Ketetapan MPR NO. VIII/MPR/1993 tentang pencabutan ketetapan
MPR tentang referendum.
2. Ketetapan MPR NO. X/MPR/1998 tentang pokok-pokok reformasi
pembangunan dalam rangka penyelamatan dan normalisasi kehidupan
nasional sebagai haluan negara.
3. Tap MPR NO. XI/MPPR/1998 tentang pembatasan masa jabatan
presiden dan wakil presiden Indonesia. Tap.. MPR NO.XVI/MPR/1998
tenhteng politik ekonomi dalam rangka demokrasi ekonomi.
4. Tap. MPR NO XVIII/MPR/1998 tentang pencabutan P-4 dan penegasan
Pancasila sebagai dasar negara.
5. Sekalipun MPR telah mengeluarkan ketetapannya, namun
permasalahan yang ditinggalkan oleh pemerintah orde baru bukanlah
sedikit, sehingga merumutkan bagi pemerintah transisi atau
pemerintah era reformasi untuk keluar daari permasalahan tersebut.
Maka oleh sebab itu MPR melalui ketetapan NO. V/MPR/2000 telah
mengeluarkan ketetapan tentang Pemantapan Persatuan dan Kesatuan
Nasional.

Globalisasi dalam kehidupan politik, ekonomi, sosial dan budaya dapat


memberikan keuntungan dapat memberikan keuntungan bagi bangsa
Indonesia, tetapi jika tidak diwaspadai, dapat memberikan dampak
negatif terhadap kehidupan berbangsa. Pada masa era global, telah tiga
kali.
Pergantian presiden, yaitu presiden B.J. Habibie dalam kabinet
reformasi pembangunan, psesiden Abdurrahman Wahid sebagai presiden
hasil pemilu tahun 1999 dengan kabinet persatuan nasional, namun
presiden Abdurraman Wahid diperhentikan oleh MPR karena melanggar
haluan negara, kemudian dipergantikan olehpresiden Megawati dengan
kabinet gotong royong. Pada masa era global ini pembangunan nasional
dilaksanakan tidak lagi seperti orde baru yang dikenal dengan nama
Rencana Pembangunan Lima Tahun (Repelita), melainkan dengan nama
Program Pembangunan Nasional (Propenas). Propenas yang telah
disusun oleh Bappenas, berlaku untuk tahun 2000-2004. Propenas
tesebut meliputi berbagai bidang. Setelah pemilihan umum 2004
pembangunan nasional berdasarkan kepada program yang telah
disampaikan oleh presiden/wakil presiden terpilih yang ditawarkan
kepada rakyat dalam kampanye pemilihan presiden, sehingga dengan
terpilihnya presiden berarti rakyat telah menyetujui program presiden
terpilih sebagai program pembangunan nasional. Inilah konsekwensi
pemilihan presiden secara langsung.
Demokrasi dijalankan pada era reformasi ini masih tetap demokrasi
Pancasila. Perbedaannya terletak pada aturan pelaksanaan dan prakrik
penyelenggaraan. Untuk mewujudkan praktik demokrasi yang sesuaim
dengan tuntutan refornasi, harus dimulai dari pembentukan peraturan.
Hal ini dapat mendorong terjadinya demokratisasi dalam berbagai bidang
kehidupan. Sedangkan dinamika demokrasi pada masa reformasi dapat
dilihat berdasarkan aktifitas kenegaraan sebagai berikut.
1. Dikeluarkanya Undang-Undang No. 31 tahun 2002 tentang Partai
Politik, memberikan ruang dan gerak lebih luas untuk mendirikan
partai politik yang memungkinkan berkembangnya multipartai. Hal ini
dapat dilihat dalam Undang-Undang No. 31 Tabun 2002 Pasal 2 ayat 1
yang menyatakan “partai politik didirikan dan dibentuk oleh sekurang-
kurangnya 50 orang warga negara Indonesia yang telah berusia 21
tahun dengan akta notaris”. Undang-Undang No.12 tahun 2003 tentang
Pemilu memberikan kebebasan kepada warga negara untuk
menggunakan hak pilihnya secara langsung untuk memilih anggota
DPR, DPRD provinsi, DPRD kabupaten/kota maupun DPD. Bahkan
pemilihan presiden dan wakilnya juga dilaksanakan secara langsung.
2. Upaya untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih dari KKN,
berwibawa dan bertanggung jawab dibuktikan dengan keluarnya
ketetapan MPR No.IX/MPR/1998 dan ditindak lanjuti dengan Undang-
Undang No. 30 Tahun 2002 tentang pembentukan Komisi
Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dan sebagainya.
3. Lembaga tertinggi negara MPR berani mengambil langkah-langkah
politik dengan adanya sidang tahunan dan menuntut kepada
pemerintah dan lembaga negara lain untuk menyampaikan laporan
kemajuan.
4. Adanya kebebasan media massa tanpa ada rasa takut untuk dicabut
surat ijin penerbitannya.
5. Adanya pembatasan masa jabatan presiden, yaitu jabatan presiden
paling lama adalah 2 periode masa kepemimpinan.

Demokrasi yang dijalankan pada masa reformasi ini masih tetap


demokrasi pancasila. Namun perbedaanya terletak pada aturan
pelaksanaan. Berdasarkan peraturan perundang-undangan dan praktik
pelaksanaan demokrasi, terdapat beberapa perubahan pelaksanaan
demokrasi pancasila dari masa orde baru pelaksanaan demokrasi pada
masa orde reformasi sekarang ini yaitu :
1. Pemilihan umum lebih demokratis
2. Partai politik lebih mandiri
3. Lembaga demokrasi lebih berfungsi
4. Konsep trias politika (3 Pilar Kekuasaan Negara) masing-masing bersifat
otonom penuh.

Adanya kehidupan yang demokratis, melalui hukum dan peraturan yang


dibuat berdasarkan kehendak rakyat, ketentraman dan ketertiban akan lebih
mudah diwujudkan. Tata cara pelaksanaan demokrasi Pancasila dilandaskan
atas mekanisme konstitusional karena penyelenggaraan pemeritah Negara
Republik Indonesia berdasarkan konstitusi. Demokrasi pancasila hanya akan
dapat dilaksanakan dengan baik apabila nilai-nilai yang terkandung
didalamnya dapat dipahami dan dihayati sebagai nilai-nilai budaya politik
yang mempengaruhi sikap hidup politik pendukungnya.
BAB III
PENUTUP

A. SIMPULAN

Membentuk negara kesatuan Republik Indonesia yang melindungi


segenap bangsa Indonesia dan tanah tumpah darah Indonesia
(pendekatan keamanan), Memajukan kesejahteraan umum dan
mencerdaskan kehidupan bangsa(pendekatan kesejahteraan), Ikut
melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan
kemerdekaan,perdamaian yang abadi dan keadilan sosial. Ketiga hal
yang merupakan tujuan dari negara indonesia tersebut dapat dicapai
dengan memajukan demokrasi di ngeara ini. Dengan sistem demokrasi
saat ini yang sangat menjunjung hak asasi manusia, tujuan pertama
melindungi segenap bangsa indonesia sudah terjamin. Lalu, memajukan
kesejahteraan umum tentu nya dapat erwujud dengan dpemerintahan
yang dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat ini jika saja tidak ada
oknum di pemerintahan yang korup. Walau pendikan warga masih
dibawah standar di beberapa tempat dan banyak kesenjangan
pendidikan antara desa dan kota, tapi kita bisa melihat bahwa tujuan
mencerdaskan kehidupam bangsa.
DAFTAR PUSTAKA
Zainul lttihad Amin.2014. Pendidikan Kewarganegaraan. Universitas Terbuka
: Tanggerang Selatan https://kgsc.wordpress.com/demokrasi-dalam-
konsep-dan-praktek/
http://www.pustaka.ut.ac.id/lib/mkdu4111-pendidikan kewarganegaraan/
https://kitchenuhmaykoosib.com/tujuan-negara/
https://news.detik.com/kolom/d-4650749/masalah-masalah-demokrasi-
kita-hari-ini
https://www.suara.com/yoursay/2020/03/21/155622/refleksi demokrasi-
di-indonesia