Anda di halaman 1dari 5

TUGAS II

AUDITING II
EKSI4310
Periode 03-11 Mei 2021

Nama : Rima Puspitasari


Nim : 030696985
Semester : 7

UPBJJ KOTA BOGOR


TUGAS TUTORIAL KE-2
PROGRAM STUDI AKUNTANSI

Nama Mata Kuliah : Auditing 2


Kode Mata Kuliah : EKSI4310
Jumlah sks : 3 skis
Nama Pengembang : Sakina Nusarifa Tantri
Nama Penelaah : Sakina Nusarifa Tantri
Status Pengembangan : Baru/Revisi*
Tahun Pengembangan : 2021
Edisi Ke- : 3

Skor Sumber Tugas


No Tugas Tutorial
Maksimal Tutorial
1 Dalam memahami sistem pengendalian internal, 20 Modul 4
dikenal kerangka COSO. Jelaskan apakah COSO Kegiatan Belajar
itu, dan bagaimana kerangka COSO dapat 1
menjelaskan pengendalian internal organisasi?
Jelaskan!
2 Di dalam pengauditan siklus pendapatan, 20 Modul 4
dokumen-dokumen apa sajakah yang dapat Kegiatan Belajar
dijadikan sebagai bukti audit? 1
3 Sebutkan faktor-faktor apa sajakah yang 20 Modul 5
mempengaruhi tingginya risiko kecurangan Kegiatan Belajar
dalam siklus pengeluaran! 1
4 Salah satu contoh risiko yang dapat terjadi dalam 20 Modul 5
siklus pengeluaran adalah karyawan membuat Kegiatan Belajar
tagihan fisik pemasok atas jasa yang sebenarnya 1
tidak diterima. Jelaskan pengendalian komputer
dan pengendalian manual seperti apakah yang
dapat dilakukan untuk meminimalisir risiko
tersebut!
5 Pengujian detail saldo utang usaha meliputi 20 Modul 5
konfirmasi utang usaha dan rekonsiliasi utang Kegiatan Belajar
yang tidak dikonfirmasi ke laporan bulanan yang 2
diterima dari pemasok. Akan tetapi, prosedur
konfirmasi utang usaha bersifat opsional.
Jelaskan sebabnya!
* coret yang tidak sesuai
Jawab :
1. Kerangka pengendalian internal COSO (2013) menyatakan 17 prinsip yang
merepresentasikan konsep-konsep fundamental yang terkait dengan tiap-tiap komponen
pengendalian internal. Prinsip-prinsip pengendalian internal dirumuskan langsung dari
komponen pengendalian internal, sehingga entitas akan mencapai pengendalian internal
secara efektif dengan menerapkan semua prinsip. Semua prinsip pengendalian internal
terkait dengan tujuan-tujuan entitas, baik dalam kategori operasi, pelaporan keuangan,
maupun kepatuhan.

2. Dokumen-dokumen yang sering digunakan dalam memproses transaksi penjualan,


khususnya yang kredit antara lain order pelanggan, arder penjualan, dokumen
pengiriman, faktur penjualan, daftar harga yang diotorisasi, buku besar pembantu
piutang, berkas transaksi penjualan, jurnal penjualan dan laporan penjualan bulanan.

3. Faktor yang menyumbang salah saji dalam asersi siklus pengeluaran, yaitu;
 Transaksi yang biasanya bervolume tinggi.
 Pembelian dan pengeluaran kas yang tidak terotorisasi.
 Penggelapan aset yang dibeli.
 Duplikasi pembayaran faktor pemasok.
 Isu akuntansi yang kontroversial tentang masalah-masalah seperti biaya yang
harus dikapitalisasi atau dibiayakan.

4. Terdapat 2 jenis pengendalian komputer, yaitu;


 Pengendalian umum yang berhhubungan dengan lingkungan pebfebdalian dan
berdampak luas terhadap aplikasi komputer;
 Pengendalian aplikasi yang berhubungan dengan masing-masing aplikasi
akuntansi terkomputerisasi.
Mengacu pada Albrecht, Albrecht, Albrecht, dan Zimbelman (2009:109), salah satu cara
yang dapat dilakukan perusahaan dengan memperhatikan hal–hal berikut ini:
a.  Memiliki Sistem Pengendalian Yang Baik
Berkaitan dengan pengendalian internal, Committee of Sponsoring
Organizations (COSO)   mengharuskan perusahaan untuk memiliki kerangka
pengendalian internal sebagai berikut:
 lingkungan pengendalian yang baik
 penilaian resiko
 aktivitas pengendalian yang baik
 arus komunikasi dan informasi yang baik
 pengawasan
Dari kelima unsur yang disebutkan pada kerangka di atas, Albrecht, Albrecht, Albrecht,
dan Zimbelman (2009:110) terfokus pada:
1. Lingkungan pengendalian,
Merupakan lingkungan kerja yang diciptakan atau dibentuk oleh perusahaan bagi para
karyawan. Unsur – unsur lingkungan pengendalian meliputi hal–hal berikut:
 Peran dan contoh manajemen
 Komunikasi manajemen
 Perekrutan yang tepat
 Struktur organisasi yang jelas
 Internal audit perusahaan yang efektif
2. Arus komunikasi dan informasi yang baik (sistem akuntansi)
Setiap fraud yang terjadi pasti meliputi tindakan kecurangan, menyembunyikan
kecurangan, dan konversi. Oleh karena sistem akuntansi yang baik dan benar dapat
menyediakan jejak audit yang dapat membantu fraud ditemukan dan mempersulit
penyembunyian.
Sistem akuntansi yang baik harus memastikan bahwa transaksi yang tercatat mencakup
kriteria berikut:
 Sah
 Diotorisasi dengan benar
 Lengkap
 Diklasifikasikan dengan benar
 Dilaporkan pada periode yang benar
 Dinilai dengan benar
 Diikhtisarkan dengan benar
3.  Aktivitas atau prosedur pengendalian
Agar perilaku karyawan sesuai dengan apa yang diinginkan Anda sebagai pebisnis  dan
membantu perusahaan dalam mencapai tujuannya, tentu diperlukan lima prosedur
pengendalian yang utama:
 Pemisahan tugas atau pengawasan ganda
 Sistem otorisasi
 Pengecekan independen
 Pengamanan fisik
 Dokumen dan pencatatan
b. Menghambat terjadinya kolusi
c. Mengawasi karyawan dan menyediakan saluran telekomunikasi untuk
pelaporan fraud
d. Menciptakan gambaran hukuman yang akan diterima bila melakukan fraud
e. Melaksanakan pemeriksaan secara proaktif.

5. Konfirmasi dalam audit terhadap utang usaha tidak memupakan prosedur yang harus
dilakukan auditor. Prosedur ini bersifat opsional karena (1) konfirmasi tidak dapat
menjamin bahwa utang yang tidak dicatat akan dapat dideteksi dan (2) bukti eksternal
berupa fakturdan laporan bulanan dari penjualan biasanya sudah tersedia untuk sebagian
besar utang. Konfirmasi utang usaha dianjurkan bila risiko deteksi rendah dan apabila
terdapat saldo utang individual yang besar jumlahnya atau perusahaan mengalami
kesulitan dalam hal memenuhi kewajibannya. Auditor harus mengawasi pembuatan dan
pengiriman konfirmasi dan harus menerima jawaban secara langsung dari responden.

Anda mungkin juga menyukai