Anda di halaman 1dari 4

UJIAN TENGAH SEMESTER

PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN
Nama : Tri Purwa Ningrum
NIM : 18308141064

Tugas :
1. Berikan review pada makalah yang sudah dipresentasikan di kuliah PKN
2. Berikan pendapat saudara apa manfaat serta urgensi mempelajari PKN bagi saudara
Jawab :

Review makalah :
Materi 01 – Pentingnya pendidikan kewarganegaraan bagi mahasiswa
Setelah mempelajari materi tentang pentingnya pendidikan kewarganegaraan bagi
mahasiswa, inti dari pembelajaran ini yaitu adanya pendidikan kewarganegaraan terutama bagi
mahasiswa diharapkan dapat memperkuat rasa kebangsaan dan cinta tanah air. Melalui
pendidikan kewarganegaraan, mahasiswa dapat menguasai dan memahami masalah dasar,
terutama memahami hak dan kewajiban sehingga memiliki rasa tanggung jawab untuk
melaksanakannya demi kepentingan bersama. Selain itu pendidikan kewarganegaraan yang
berdasar pada nilai-nilai pancasila dan UUD 1945 ketika diterapkan dalam kehidupan sehari-
hari akan membangun karakter warga negara yang bermartabat sehingga mampu menciptakan
kehidupan yang bermoral. Kontribusi pendidikan kewarganegaraan dalam pembentukan
karakter generasi muda dapat dilakukan melalui tiga tahap yaitu diantaranya pembelajaran,
kegiatan ekstrakurikuler dengan menerapkan nilai-nilai moral sesuai pancasila, kegiatan
sehari-hari di rumah dan sekitarnya dimana mahasiswa bersosialisasi secara langsung dengan
masyarakat. Meskipun pendidikan kewarganegaraan yang dilaksanakan bagi mahasiswa
cenderung teoritikal, mahasiswa harus mampu menerapkan nilai-nilai pembelajaran dan
membentuk karakter generasi muda yang bermoral dengan menerapkan perilaku baik di setiap
kesempatan.
Materi 02 – Memiliki sikap dan perilaku sesuai HAM
Inti pembelajaran materi kedua yang telah dipelajari dalam mata kuliah pendidikan
kewarganegaraan ini yaitu setiap warga negara dituntut untuk memiliki sikap dan perilaku
sesuai Hak Asasi Manusia (HAM). Seperti yang telah diketahui bahwa hakitat hak asasi
manusia itu sendiri merupakan hak yang melekat pada hakikat dan keberadaan manusia sebagai
makhluk tuhan yang maha kuasa dan merupakan anugerah-Nya yang wajib dihormati,
dijunjung tinggi dan dilindungi oleh negara, hukum, pemerintah dan setiap orang demi
kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia. Sehingga sikap dan perilaku yang
dimaksud dalam hal ini adalah segala tindak tanduk/sikap dan perilaku yang diharuskan tidak
merugikan manusia lain sebagai pribadi yang haknya wajib dihormati dan dilindungi melalui
aksi keseimbangan yaitu keseimbangan antara kepentingan perorangan dengan kepentingan
umum.
Perkembangan HAM di Indonesia sendiri telah dimulai sejak pergerakan nasional Budi
Oetomo pada tahun 1908 sebagai organisasi pertama yang menyuarakan kesadaran berserikat
dan mengeluarkan pendapat melalui petisi-petisi yang ditunjukkan kepada pemerintah kolonial
maupun lewat tulisan di surat kabar. Hak Asasi Manusia (HAM) dalam UUD 1945 diatur dalam
pasal 27 sampai pasal 34. Sistem nilai yang melandasi HAM sesuai dengan pancasila
diantaranya yaitu nilai religious/ketuhanan, nilai kemanusiaan, nilai persatuan, nilai kerakyatan,
dan nilai keadilan.
Sebagai negara yang multikultural, Indonesia sering dihadapkan pada berbagai
permasalahan terkaitan dengan Hak Asasi Manusia (HAM). Banyaknya perbedaan konsep,
penggunaan bahasa serta pemahaman tentang hak asasi manusia yang sering menjadi masalah
sehingga menimbulkan tindakan penyimpangan bagi hak individu maupun kelompok tertentu.
Meningkatnya gejala individualistik, materialistik dan eksklusif telah mengakibatkan kerugian
bagi individu maupun kelompok lain karena hak yang seharusnya seimbang (sama rata) justru
cenderung menguntungkan satu pihak. Hal ini harus ditindak tegas dimana setiap individu
wajib menghormati hak asasi manusia lainnya. Penyebab utama dari banyaknya kasus
penyimpangan HAM itu sendiri umumnya disebabkan karena rendahnya tingkat kesadaran hak
asasi manusia dan kurangnya instrumen hukum dan peraturan yang lebih mengikat. Itulah
mengapa setiap manusia harus memiliki sikap dan perilaku sesuai dengan Hak Asasi Manusia
(HAM) yang dilandasi dari kesadaran yang tinggi akan pentingnya hak asasi setiap manusia.
Materi 03 – Makna hak dan kewajiban sebagai Warga Negara Indonesia (WNI)
Materi ketiga dalam perkuliahan pendidikan kewarganegaraan ini bertujuan untuk
menjadikan mahasiswa paham tentang hak sebagai warga negara Indonesia dimana hak yang
dimaksud yaitu segala sesuatu yang selayaknya didapatkan yang melekat dalam diri manusia
dalam kedudukannya sebagai anggota dari sebuah negara, selain itu mahasiswa juga harus
memahami kewajiban sebagai warga negara indonesia diantaranya kewajiban untuk bela
negara, pertahanan dan keamanan negara serta menaati aturan negara yang berlaku. Hak dan
kewajiban warga negara yang mengacu pada nilai-nilai Pancasila yang terkandung dalam UUD
1945 diantaraya diatur dalam pasar 27 (ayat 1-3), pasal 28, pasal 29 (ayat 2) dan pasal 30 (ayat
1 dan 2).
Sebagai mahasiswa Indonesia dan terhitung sebagai warga negara Indonesia, maka
diwajibkan utnuk merealisasikan ketentuan-ketentuan yang termuat dalam peraturan
perundang-undangan yang terwujud dalam sikap dan tindakan sehari-hari. Penerapan dan
pelaksanaan kewajiban ini dapat diwujudkan dengan menjunjung hukum dan pemerintahan
Indonesia, menjaga kelestarian lingkungan sekitar, membayar pajak, serta mengikuti
pendidikan dasar. Sedangkan penerapan dan pelaksanaan hak warga negara diantaranya yaitu
mengakui persamaan kedudukan dan kepastian di muka hukum dan pemerintah, menikmati
kehidupan yang layak, melaksanakan hak mengeluarkan pendapat, menerapkan toleransi
beragama dan beribadah, melaksanakan pendidikan yang layak, mengembangkan kebudayaan
dan menikmati kekayaan alam.
Setelah mendapatkan pembelajaran melalui pendidikan kewarganegaraan, mahasiswa
harus menjunjung tinggi pentingnya kesadaran sebagai warga negara Indonesia sehingga dapat
menjadi warga negara yang berpikir tajam dan sadar mengenai hak dan kewajibannya dalam
hidup bermasyarakat dan bernegara, selain itu juga untuk membangun kesiapan sebagai warga
negara agar menjadi warga dunia yang cerdas dan yang dapat berpikir kritis dan bertoleransi
tinggi. Pengakuan hak dan kewajiban warga negara merupakan salah satu atribut dari negara
demokrasi yang berdasar atas hukum karena itu kita harus sadar betapa pentingnya suatu
kesadaran hak dan kewajiban sebagai warga negara Indonesia.
Upaya yang dapat dilakukan oleh mahasiswa untuk meningkatkan kesadaran hak dan
kewajiban sebagai warga negara Indonesia yaitu diantaranya dengan menyebarkanluaskan
prinsip-prinsip HAM kepada masyarakat, meningkatkan kerja sama antara kelompok dan
individu, menjaga kelestarian alam, menekan sikap egosi, intoleran dan upaya penyalahgunaan
kekuasaan. Upaya-upaya ini dilakukan untuk menghindari munculnya kasus pelanggaran hak
dan pengingkaran kewajiban warga negara demi kepentingan bersama.
Materi 04 – Kesadaran Bela Negara
Setelah mempelajari materi keempat yaitu mengenai kesadaran bela negara, inti dari
pembelajaran ini sesuai dengan makna dari kata “bela” yaitu menjaga baik-baik, memelihara,
merawat, melepaskan dari bahaya, memihak untuk melindungi dan mempertahankan sesuatu.
Sesuatu yang harus dijaga, dipelihara, dirawat, dilindungi, dan dipertahankan dalam konteks
ini adalah negara. Esensi dari bela negara adalah bersikap dan berbuat serta bertindak yang
terbaik bagi bangsa dan negara. Istilah dalam bela negara ini dapat ditemukan dalam rumusan
pasal 27 ayat 3 UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang menyatakan bahwa “setiap
warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara”.
Pelaksanaan pembelajaran pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan sangat penting
dalam meningkatkan kesadaran kewarganegaraan mahasiswa. Upaya pendidikan bela negara
dapat diselenggarakan melalui tiga jalur yaitu jalur formal (pendidikan terstruktur diantaranya
pendidikan dasar, menengah dan pendidikan tinggi), jalur informal (pendidikan keluarga dan
lingkungan), dan jalur nonformal (pendidikan di luar pendidikan formal yang dapat dilakukan
secara terstruktur dan berjenjang). Tujuannya yaitu mampu memahami dan menghayati nilai-
nilai bela negara sehingga mampu bersikap dan berperilaku sesuai dengan nilai-nilai bela
negara dengan mengimplementasikannya ke dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan
bernegara. Manfaatnya yaitu membentuk sikap disiplin, solidaritas yang baik, menumbuhkan
rasa cinta tanah air, jujur dan memiliki jiwa leadership.
Materi 05 – Demokrasi Negara Indonesia
Pada materi kelima yang telah dipelajari bersama, inti dari pembelajaran ini yaitu
memahami demokrasi negara Indonesia. Demokrasi itu sendiri merupakan pemerintahan
rakyat, artinya sebuah negara demokrasi kekuasaan tertingginya berada di tangan rakyat dan
dijalankan langsung oleh rakyat atau wakil-wakil yang terpilih. Pelaksanaan demokrasi di
Indonesia dimulai dari demokrasi parlementer (1945-1959), operasi terpimpin (1959 – 1965),
demokrasi pancasila era orde baru (1966 – 1998), dan demokrasi pancasila era reformasi (1998
– sekarang).
Penerapan demokrasi di Indonesia didasari oleh sila “Kerakyatan yang dipimpin oleh
hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan”, penerapan demokrasi ini dapat
dilaksanakan dari lingkung keluarga, lingkungan masyarakat, sekolah, lingkungan
pemerintahan, penerapan demokrasi dalam pemilu. Inti dari demokrasi adalah kedaulatan
rakyat sehingga dalam negara demokratis, setiap rakyat atau warga negara berkewajiban untuk
menghargai dan menjunjung tinggi hukum, ideologi dan konstritusi negara, mengutamakan
kepentingan negara, ikut serta dalam berbagai bentuk kegiatan politik dan aktif dalam
pembangunan negara.
Demokrasi merupakan media untuk mewujudkan msyrakat adil dan makmur, apabila
demokrasi ditegakkan dengan partisipasi rakyat yang tinggi dalam politik, ekonomi, sosial, dan
budaya maka bisa terwujud. Hakikatnya, negara dapat disebut sebagai negara demokratis
apabila di dalam pemerintahan tersebut rakyat memiliki persamaan kedudukan di muka hukum,
partisipasi dalam pembuatan keputusan, distribusi pendapat secara adil, dan kebebasan yang
bertanggung jawab. Sehingga dapat dipahami bahwa kehidupan demokratis penting
dikembangkan dalam berbagai kehidupan. Apabila kehidupan demokratis tidak terlaksana,
maka asas kedaulatan rakyat tidak berjalan, tidak ada jaminan hak-hak asasi manusia sehingga
perwujudan masyarakat adil dan makmur akan sulit diwujudkan.

Pentingnya mempelajari PKN


Secara pribadi, saya menyadari bahwa rasa cinta akan tanah air perlu diperkuat untuk
menghadapi masa globalisasi dan modernisasi dimana semakin menipisnya batasan identitas
antar negara. Untuk itu, agar terwujud negara yang beridentitas, kuat, demokratis dan tetap
menjunjung tinggi hak asasi manusia, kita perlu mempelajari hal dasar mengenai
kewarganegaraan sebagai salah satu warga negara Indonesia. Melalui materi dan sesi diskusi
yang dilakukan selama pembelajaran PKN di kelas, kita akan memahami secara mendalam apa
itu hak asasi manusia, hak serta kewajiban yang harus diterapkan, upaya apa saja yang perlu
dilakukan sebagai bentuk bela negara, dan prinsip dasar untuk menciptakan negara yang
demokratis. Setelah memahami secara mendalam, kita akan terbiasa membentuk karakter
untuk cinta tanah air, dan memiliki rasa tanggung jawab untuk memenuhi kewajiban sebagai
warga negara serta senantiasa menghargai hak asasi manusia di setiap lingkup lingkungan
dimana kita berada. Selain itu, sebagai mahasiswa yang aktif bersosialisasi secara langsung
dalam kehidupan bermasyarakat, diharapkan dapat meningkatkan sikap toleransi terhadap
sesama.
Menurut Winataputra dan Budimansyah (2012, Kariadi, 2017 : 31), Pendidikan
kewarganegaraan merupakan subjek pembelajaran yang mengemban misi untuk membentuk
kepribadian bangsa. Dalam kurikulum PKN materi-materi yang terdapat di dalamnya
diharapkan akan memberikan pemahaman mengenai informasi kewarganegaraan yang dapat
meningkatkan kesadaran kewarganegaraan. Setelah mendapatkan pembelajaran melalui
pendidikan kewarganegaraan, mahasiswa harus menjunjung tinggi pentingnya kesadaran
sebagai warga negara Indonesia sehingga dapat menjadi warga negara yang berpikir tajam dan
sadar mengenai hak dan kewajibannya dalam hidup bermasyarakat dan bernegara, selain itu
juga untuk membangun kesiapan sebagai warga negara agar menjadi warga dunia yang cerdas
dan yang dapat berpikir kritis dan bertoleransi tinggi.