Anda di halaman 1dari 5

Diskusi II Kepabeanan dan Cukai

Oleh Hafizh Akbar Fadhino (NIM 044364181)

Soal

1. Dalam proses kepabeanan impor, sering ditemukan istilah jalur hijau dan jalur       

    merah. Jelaskan maksud dari kedua istilah tersebut!

2.  Terkait dengan kepabeanan import, ada satu buku besar yang disebut buku tarif. Jelaskan

      tentang buku tarif dan kegunaannya.

3. Apakah informasi yang wajib disampaikan oleh masing-masing pemilik barang niaga di dalam manifest, yang merupakan
kompilasi dari Bill of Lading atau Air Way Bill? Jelaskan!

4. Dalam dokumen pemberitahuan impor barang yang disampaikan oleh importir wajib dibutuhkan dokumen-dokumen
pelengkap lainnya. Dokumen-dokumen apakah saja itu, dan secara structural ada juga elemen data yang wajib pula
diinformasikan, apakah saja itu? Jelaskan lengkap!

5. PT Trimitra Nusa Engineering telah mempunyai API, mengimpor mesin cetak otomatis dari Osaka, Jepang dengan data-data
sebagai berikut:

 Jenis barang:            Mesin cetak otomatis


 Harga FOB:               US$285,000 data B/L biaya freight dan asuransi tidak terlampir (tidak ada).
 NDPBM:                    US$1 = Rp14.500,-
 Pos Tarif BTKI:         BM 15%; PPN 10%

Hitung besarnya Bea Masuk & Pajak Dalam Rangka Impor yang wajib dibayarkan! Lakukan pembulatan di Total Pungutan
(bukan di atas atau di tengah perhitungan pembulatannya).

6. PT Bridgestone Indonesia membeli bahan baku berupa karet untuk memproduksi ban di Indonesia. Perusahaan belum memiliki
Angka Pengenal Impor.  Bahan baku karet tersebut dipesan dari Phnom Penh, Kamboja. Sebanyak 17 ton dengan harga total
US$225,000 FOB. Menurut sistim klasifikasi barang impor, dikodifikasikan ke dalam buku tarif kepabeanan Indonesia tahun
2012 bea masuknya 12% dan pajak pertambahan nilainya 10%. Menurut bill of lading-nya freight dan insurance tidak
dicantumkan. Sedangkan nilai tukar yang berlaku saat itu adalah US$1 = Rp14.500,- Hitung berapa total besarnya bea masuk,
pajak dalam rangka impor, dan total pungutan impor yang wajib dibayarkan oleh PT Bridgestone Indonesia? Lakukan
pembulatan pada Total Pungutan Impor!

7. PT Parama Matra Widya mengimpor plastic dari Taipei, Taiwan dan perusahaan belum mempunyai angka pengenal impor.
Membeli sebanyak 7 peti kemas ukuran 40 feet yang dapat diisi dengan 18 bal plastic per peti kemasnya. Berat per bal 1,5
Kwintal, dengan harga FOB US$2.75 per Kg. Freight per peti kemas dari Taipei ke Tanjung Priok, Jakarta US$3,750 untuk
asuransi seharga US$500 ditutup di Jakarta, sedangka Tarif bea masuk 7% dan bea masuk anti dumping 27% dan kurs yang
digunakan US$1 = Rp14.500,- Hitung berapa total besarnya bea masuk, pajak dalam rangka impor, dan total pungutan impornya
yang wajib dibayarkan oleh PT Red Bean Sukses? Lakukan pembulatan pada Total Pungutan Impor nya!

8. PT Enusa Tbk berkedudukan di Jl. TB. Simatupang Kav. 1B Cilandak Timur, Jakarta Selatan 12560 memesan alat-alat untuk
eksplorasi minyak di wilayah Papua dari Houston, Texas – Amerika Serikat sebanyak 15 peti kemas. Pada saat pengapalan di
pelabuhan muat Houston ternyata hanya 10 peti kemas ukuran 40 Feet yang dapat dimuat. Dengan demikian terjadi short
shipment, dan sisanya akan dikirimkan pada shipment berikutnya. Pertanyaannya bagaimana caranya untuk mengeluarkan 5 sisa
peti kemas yang akan datang itu? Jelaskan lengkap
9. Sebagai Manager Logistik dari PT Basuki Pratama Engineering yang mengimpor mesin cetak otomatis dari Osaka, Jepang
(soal nomor 3 di atas) yang diwajibkan untuk membayar bea masuk dan pajak dalam rangka impor. Setelah melakukan
perhitungan, kemana harus membayar pajak-pajak tersebut? Apa yang akan diterima setelah melakukan pembayaran? Jelaskan
lengkap!

10. Bapak Thamrin membeli sepatu golf dari Seoul, Korea Selatan melalui PT Tiki JNE (Jalur Nugraha Ekakurir) seharga
US$115.00 dan melihat Air Way Bill diketemukan bahwa freight nya US$20.00 dan asuransi US$10.00 diketahui pula bahwa
bapak Thamrin tidak mempunyai NPWP dan juga tidak mempunyai API. NDPBM US$1 = Rp14.500,- Hitung berapa besarnya
BM dan PDRI yang harus dibayarkan oleh bapak Thamrin?

Jawaban

1. Jalur Hijau: Yaitu Proses pelayanan dan pengawasan pengeluaran Barang Impor dengan tidak dilakukan pemeriksaan
fisik, tetapi dilakukan penelitian dokumen setelah penerbitan Surat Persetujuan Pengeluaran Barang (SPPB)
Jalur Merah: Yaitu Proses pelayanan dan pengawasan pengeluaran Barang Impor dengan dilakukan pemeriksaan fisik
dan penelitian dokumen sebelum penerbitan SPPB.

Sumber: BMP ADBI4235/MODUL 2/ 2.9

2. BTKI adalah Buku Tarif Kepabeanan Indonesia yang memuat sistem klasifikasi barang yang berlaku di Indonesia,
meliputi Ketentuan Untuk Menginterpretasi  Harmonized System  (KUMHS), Catatan, dan Struktur Klasifikasi Barang
yang disusun berdasarkan Harmonized System(HS)dan ASEAN Harmonized Tariff Nomenclature(AHTN).

Kegunaan BTKI ialah untuk keperluan klasifikasi dan pembebanan tarif bea masuk atas barang Impor, dapat digunakan
juga untuk klasifikasi barang ekspor, pungutan yang berkaitan dengan ekspor dan hal yang berkaitan lainnnya.

https://www.beacukai.go.id/faq/faq-terkait-buku-tarif-kepabeanan-indonesia-btki-.html

Sumber: BMP ADBI4235/MODUL 2/ 2.23

3. Informasi yang wajib disampaikan dalam manifes dibat secara rinci dalam pos-pos serta dikelompokan secara terpisah
dengan pengelompokan sebagai berikut:
a. Barang impor yang kewajiban pabeannya diselesaikan di Kantor Pabean setempat;
b. Barang impor yang akan diangkut lanjut;
c. Barang impor yang akan diangkut terus;
d. Barang ekspor yang dibongkor kemudian diangkut lanjut;
e. Barang ekspor yang akan diangkut terus;
f. Barang asal Daerah Pabean yang diangkut dari satu Kawasan Pabean ke Kawasan Pabean lainnya melalui
luar Daerah Pabean.

Sumber: BMP ADBI4235/MODUL 2/ 2.5

4. Dalam dokumen PIB dibutuhkan dokumen pelengkap yaitu;


a. Dokumen komersial: Invoice dan packing list;
b. Dokumen pengangkutan: Bill of lading atau airway bill, pemberitahuan manifes (BC1.1);
c. Dokumen pembyaran: letter of credit (bila menggunakan LC), telegraphic transfer (T/T), Surat Setoran
Pabean, Cukai dan Pajak dalam Rangka Impor (PDRI)
d. Dokumen fasilitas impor: Surat Keputusan Pembebasan/Keringanan BM dan PDRI, Surat Keterangan asal
(SKA);
e. Dokumen Pemenuhan Izin Larangan dan pembatasan (Lartas), antara lain: Sertifikat Analis (untuk barang
kimia), Laporan surveyor (untuk barang yang dikenakan pembatasan), dan sebagainya;
f. Polis asuransi;
g. Dokumen lain yang diperlukan sesuai karakteristik barang.
Secara struktur, elemen data yang wajib diinformasikan oleh importir mencakup 6 bagian, yaitu:
 Jenis PIB, apakah PIB Biasa, PIB yang disampaikan berkala atau PIB Penyelesaian
 Jenis Impor, disesuaikan dengan tujuan pemasukan barang impor: untuk dipakai, impor sementara,
pelayanan segera, vooruitslagm dan sebagainya;
 Jenis Pembayaran, disesuaikan dengan cara pembayaran yang dilakukan: tunai, berkala, jaminan dan
sebagainya;
 Data pemberitahuan, merupakan bagian utama dari PIB yang memuat informasi mengenai identitas barang,
identitas pengangkut, nilai pabean, tarif dan klasifikasi, data pembayaran bea masuk dan pajak impor
lainnya;
 Pernyataan tanggung jawab pihak importir dan kuasanya.

Sumber: BMP ADBI4235/MODUL 2/ 2.18-19

5. Diketahui
Jenis barang :            Mesin cetak otomatis
Harga FOB :               US$285,000 data B/L biaya freight dan asuransi tidak terlampir (tidak ada).
NDPBM :                    US$1 = Rp14.500,-
Pos Tarif BTKI :         BM 15%; PPN 10%
Telah mempunyai API, mengimpor dari Osaka, Jepang

Jawaban:

FOB: $285,000
Freight: Tidak Ada
Insurance: Tidak ada
CIF= $285,000
Nilai Pabean: 14.500 x CIF = 4.132.500.000
Bea Masuk: 15% x Nilai Pabean = 619.875.000
Nilai Impor = Nilai Pabean + Bea Masuk = 4.752.375.000
PPN : 10% x Nilai Impor = 475.238.000
PPh Pasal 22: 2.5%x Nilai Impor = 118.810.000
PDRI : PPN + PPh = 594.048.000
Total Pungutan: BM+PDRI = 1.213.923.000

(Sumber: BMP ADBI4235/MODUL 2/ 2.23-25)

6. Diketahui
Jenis barang:            karet
Harga FOB:               US$225,000 data B/L biaya freight dan asuransi tidak terlampir.
NDPBM:                    US$1 = Rp14.500,-
Pos Tarif BTKI:         BM 12%; PPN 10%
Telah Belum memiliki API, impor dari Kamboja

Jawaban

FOB: $225.000
Freight: 5% x FOB = 11.250
Insurance: 0.5% X FOB = 1.125
CIF= $237.375
Nilai Pabean: 14.500 x CIF = 3.441.938.000
Bea Masuk: 12% x Nilai Pabean = 413.033.000
Nilai Impor = Nilai Pabean + Bea Masuk = 3.854.971.000
PPN : 10% x Nilai Impor = 385.498.000
PPh Pasal 22: 7.5%x Nilai Impor = 289.123.000
PDRI : PPN + PPh = 674.621.000
Total Pungutan: BM+PDRI = 1.087.654.000

Sumber: BMP ADBI4235/MODUL 2/ 2.23-25

7. Diketahui
Jenis barang:            Plastic
Harga FOB:               7 Peti kemas ukuran 40 feet dapat diiisi 18 bal per peti kemas, berat per bal 1.5 Kwintal
FOB/Kg $2.75 per Kg.
Freight per peti kemas $3,750 untuk asuransi seharga US$500 ditutup di Jakarta,
NDPBM:                    US$1 = Rp14.500,-
Pos Tarif BTKI:         BM 7%; PPN 10% BM Anti Dumping 27%
Belum punya API, mengimpor dari Taipei, Taiwan

Jawaban
FOB, 2,75 x 150 x 18 x 7 : 51.975
Freight, 3,750 x7 : 26.250
Insurance : 0
CIF : 78.225
Nilai Pabean, 14.500 x 78.225 : 1.134.263.000
Bea Masuk : 7% x Nilai Pabean = 79.399.000
Bea Masuk Anti Damping : 27% x Nilai Pabean = 306.251.000
Nilai Impor = 1.134.263.000 + 79.399.000 + 306.251.000 = 1.519.913.000
PPN : 10% x Nilai Impor = 151.992.000
PPh Pasal 22 : 7.5% x Nilai Impor = 113.994.000
PDRI : PPN+ PPh Pasal 22 = 265.986.000
Total Pungutan Impor : PDRI + BM+ BMAD = 651.636.000

Sumber: BMP ADBI4235/MODUL 2/ 2.23-26

8. Importir dapat mengajukan permohonan PIB Eksep kepada Kepala Kantor Pabean, penyelesaian
atas 5 peti kemas yang akan dikirim menyusul dapat dilakukan dengan menggunakan PIB eksep
dengan syarat pengeluaran PIB eksep paling lama (60 hari) terhitung sejak tanggal SPPB. Untuk
pengecualian ini importir harus mengajukan permohonan kepada Kepala Kantor Pabean dengan
melampirkan dokumen pendukung dan alasan adanya short shipment.

Sumber: BMP ADBI4235/MODUL 2/ 2.32-31

9. Pembayaran Bea masuk dan PDRI dapat dilakukan dalam 2 cara, yaitu pembayaran biasa dan
berkala.
a. Pembayaran biasa, pembayaran dilakukan untuk setiap kali dilakukan importasi
b. Pembayaran berkala, pembayaran dilakukan pada bulan berikutnya, namun tidak semua
importir dapat memanfaatkan kemudahan ini, hanya importir yang menerima fasilitas
sebagai Mitra Utama (MITA) Kepabeanan dan Authorized Economic Operator (AEO) yang
dapat memanfaatkannya.

Pembayaran bisa dilakukan melalui ATM, Internet Bank maupun cara lain yang disediakan oleh bank,
pengguna jasa terlebih dahulu mendaftarkan pemberitahuan pabean melalui PDE. Selanjutnya
sistem CIESA Bea dan cukai akan secara otomatis menerbitkan kode billing, setelah melakukan
pembayaran pengguna jasa akan mendapatkan Bukti Penerimaan Negara.
Sumber: BMP ADBI4235/MODUL 2/ 2.26-27

10. Diketahui
Jenis barang:            Sepatu Golf
Harga FOB : $115.00, Freight: $20.00 dan asuransi $10.00
NDPBM:                    US$1 = Rp14.500,-
Pos Tarif BTKI:         BM 25% (Berdasarkan Peraturan Menkeu NO 6/PMK.010/2017
26-01-2017); PPN 10% dan PPh 15% (Tidak memiliki API dan tidak ber NPWP)
Belum punya API, beli dari Seoul dan Tidak punya NPWP

Jawaban

FOB: $115
Freight: $20
Insurance: $10
CIF= $145
Nilai Pabean: 14.500 x CIF = 2.103.000
Bea Masuk: 25% x Nilai Pabean = 526.000
Nilai Impor = Nilai Pabean + Bea Masuk = 2.629.000
PPN : 10% x Nilai Impor = 263.000
PPh Pasal 22: 15%x Nilai Impor = 394.350
PDRI : PPN + PPh = 658.350
Total Pungutan: BM+PDRI = 1.184.000

Sumber: BMP ADBI4235/MODUL 2/ 2.23-26

Anda mungkin juga menyukai