Anda di halaman 1dari 12

11/17/2008

PEMBUNUHAN ANAK
(INFANTICIDE)

H.Hoediyanto,dr.,Sp.F.

Bagian Ilmu Kedokteran Forensik


Fakultas Kedokteran UNAIR Surabaya

PENDAHULUAN
• Kasus pembunuhan terhadap bayi yg baru lahir telah
dikenal sejak dahulu dan terjadi dimana saja. Fir’aun
di zamannya telah memerintahkan membunuh setiap
bayi laki2 yg lahir, krn takut munculnya seorang raja
baru.
• Pada zaman dahulu di tanah arab lazimnya terjadi
setiap bayi perempuan yg dianggap membawa sial
bagi keluarganya.
• Masih banyak lagi alasan lain yg mendorong
seseorang sampai hati merampas nyawa seorang
bayi yg baru dilahirkan.

1
11/17/2008

Batasan & Pengertian Pembunuhan Anak

• Pembunuhan yg dilakukan oleh seorang ibu terhadap


anak kandungnya pada saat lahir atau tdk lama
kemudian krn takut ketahuan telah melahirkan anak.
• Dengan demikian, persyaratan yg hrs dipenuhi dlm
kasus pembunuhan anak :
- Pelaku : ibu kandung
- Korban : Anak kandung
- Alasan : Takut ketahuan telah melahirkan anak
- Waktu : Pada waktu melahirkan atau beberapa saat
setelah melahirkan

• LAHIR HIDUP :
Ialah bila setelah bayi terpisah lengkap/sama
sekali dari si ibu, menunjukkan tanda-tanda
kehidupan seperti jantung yg aktif, pernapasan,
pergerakan anggota tubuh, menangis dsb.
• LAHIR MATI :
Ialah keadaan bila setelah bayi terpisah lengkap/sama
sekali dari si ibu tidak bernafas ataupun menunjukkan
tanda2 kehidupan lain.

2
11/17/2008

Tanda-tanda kehidupan
1. Pernapasan :
- Paru mengembang.
- Udara dlm lambung atau usus
2. Menangis
3. Pergerakan otot
4. Sirkulasi darah & denyut jantung serta perubahan
Hb.
5. Isi usus
6. Keadaan tali pusat.

PERNAPASAN
• Pernapasan spontan terjadi akibat rangsangan
atmosfer & adanya gangguan sirculasi placenta, dan ini
menimbulkan perubahan penting yg permanen pada
paru.
• Pernapasan dpt terjadi dlm vagina (vagitus vaginae)
atau bernafas dlm uterus (vagitus uterinus).
• Berat jenis paru sebelum pernapasan 1,04 – 1,05.
Karena itu tenggelam dlm air. Paru akan mengapung
bila berta jenisnya kurang dari 1,00 dan hal ini dpt
terjadi akibat pernafasan artificial inflation atau
pembusukan. Untuk membedakannya dilakukan test
hydrostatik (DOCIMASIA HYDROSTATIKA PULMONUM)

3
11/17/2008

Percobaan Apung Paru


• Sebaiknya paru belum membusuk
• Paru-paru bersama dgn jantung & thymus diambil sbg kesatuan
kemudian diapungkan ke dlm air.
• Bila masih mengapung maka paru kanan & kiri dipisahkan
kemudian masing2 diapungkan juga.
• Bila masih mengapung maka diambil dari masing2 lobus dari
diapungkan ke dlm air.
• Bila masih mengapung maka diambil lagi bagian kecil yg masih
mengandung beberapa alveoli kemudian ditaruh diantara 2 kasa &
dilakukan penekanan terhadapnya dgn beban berat tubuh
pemeriksa & diapungkan lagi.
• Bila hal ini masih mengapung berarti test apung paru positif.
Berarti bayi lahir pernah bernafas, krn masih ada udara residu dlm
alveoli akibat pernafasan.

Paru belum bernafas Paru sudah bernafas

1 Volume kecil, kolaps, menempel vertebrata, Volume 4-6x lebih besar,


konsistensi padat, tdk ada krepitasi sebagian menutupi jantung,
konsistensi spt karet busa
(ada krepitasi).
2 Tepi paru tajam Tepi paru tumpul
3 Warna homogen, merah kebiruan/ungu Warna merah muda
4 Kalau diperas dibawah permukaan air tdk keluar Gelembung gas yang keluar
gelembung gas, atau bila sudah ada pembusukan halus & rata ukurannya
gelembungnya besar, tak rata
5 Tdk tampak alveoli yg berkembang (air sac) pd Tampak air sac, kadang2
permukaan. terpisah sendiri2
6 Kalau diperas hanya keluar darah sedikit & tdk Bila diperas keluar byk darah
berbuih (kecuali .bila sudah ada pembusukan) berbuih walaupun belum ada
pembusukan (volume drh 2x
volume sblm nafas)
7 Berat paru +/- 1/70 bb Berat paru 1/35 bb

8 Seluruh bagian paru tenggelam dlm air Bagian2 paru yg mengembang


terapung dlm air

4
11/17/2008

Penilaian terhadap percobaan apung paru

1. Bila percobaan apung positif : sudah


pernah bernafas.
2. Bila percobaan apung negatif :
- Belum pernah bernafas
- Pernafasan lemah & udara diresorbsi
kembali.
- Atelectase
- Pneumonia

MENANGIS
• Bernafas dapat terjadi tanpa menangis, tetapi
menangis tdk dpt terjadi tanpa bernafas.
• Suara tangis yg terdengar belum berarti bayi tsb
lahir hidup krn tangisan dpt terjadi dlm uterus
atau dlm vagina.
• Yang merangsang bayi menangis dlm uterus
adalah :
- Masuknya udara dlm uterus.
- Kadar oksigen dlm drh menurun & atau kadar
CO2 dlm darah meningkat.

5
11/17/2008

PERGERAKAN OTOT
• Keadaan ini harus disaksikan oleh saksi mata,
karena post mortem tidak dapat dibuktikan.
• Kaku jenasah dapat terjadi pada bayi yang
lahir hidup kemudian mati maupun yang lahir
mati.

PEREDARAN DARAH, DENYUT JANTUNG &


PERUBAHAN PADA HEMOGLOBIN
Meliputi bukti fungsional & bukti anatomic :
• Bukti fungsional : denyut tali pusat & detak jantung
(harus ada saksi mata).
• Bukti anatomis : Perubahan2 pada Hb, dlm duktus
arteriosus. Pd foramen ovale & dlm duktus venous (cab.
Vena umbilicalis & langsung masuk vena cava inferior)
• Bila ada yg menyaksikan denyut tali pusat/detak jantung
pd bayi yg sudah terlahir lengkap, maka ini merupakan
bukti suatu kelahiran hidup.
• Foramen ovale tertutup bila telah terjadi pernafasan &
sirculasi ( 1 hr sampai beberapa minggu)

6
11/17/2008

PEREDARAN DARAH, DENYUT JANTUNG & PERUBAHAN


PADA HEMOGLOBIN :
• Ductus arterious perlahan-lahan menjadi jaringan ikat (paling cepat
dlm 24 jam).
• Ductus venosus menutup dlm 2 – 3 hr sampai beberapa minggu.
• Perubahan pada Hb (Barcrofft) :
- Waktu lahir : Hb 20 %, 80 % Foetal Hb, Erythrocyt 6,2 juta.
- Hari ke 8 : Hb 18 %, foetal Hb menurun, Erytrocyt 5,4 juta.
- Bulan ke 3 : foetal Hb 7 –8 %
- Bulan ke 6 : foetal Hb habis.
• Foetal Hb & adult Hb berbeda dlm hal :
- Selubility
- Bentuk
- Sifat isoelektrik
- Spectrogram
- Inti sel darah merah hilang setelah 24 jam

ISI USUS & LAMBUNG


• Bila dalam lambung bayi ditemukan benda asing yg
hanya dapat masuk akibat reflek menelan, maka ini
merupakan bukti kehidupan (lahir hidup)
• Udara dalam lambung & usus dapat terjadi akibat
pernafasan wajar, pernafasan buatan atau tertelan.
Keadaan2 tersebut tidak dibedakan
• Cara pemeriksaan :
- Oesophagus diikat, dikeluarkan bersama lambung yg
diikat pada jejunum pertama, kemudian dimasukkan ke
dalam air.
- Makin jauh udara masuk ke dalam usus, makin kuat
dugaan adanya pernafasan
• 24-48 jam post mortem meconeum sudah keluar
seluruhnya dari usus besar.

7
11/17/2008

KEADAAN TALI PUSAT


• Yang harus diperhatikan pada tali pusat adalah :
- Ada atau tidak adanya denyut tali pusat setelah kelahiran.
• Pengeringan tali pusat, letak & sifat ikatan, bagaimana tali
pusat itu diputus (secara tajam atau tumpul )
• 18 – 24 jam post natal : pengeringan tali pusat di daerah
melekatnya tali pusat pada dinding abdomen.
• 30-36 jam post natal : kemerahan melingkari pusat
• 5 – 8 hari post natal : tali pusat terlepas.
• 10 –12 hari post natal : penyembuhan tempat bekas
melekatnya tali pusat pada dinding abdomen.

KEADAAN KULIT
• Tidak satupun keadaan kulit yg dpt membuktikan
adanya kehidupan setelah bayi lahir.
• Tanda yg dpt memastikan bahwa bayi tsb tidak lahir
hidup  maceration.
• Terjadi bila bayi sudah mati in utero beberapa hari (8-
10 hr).
• Harus dibedakan dgn proses pembusukan  pd
maceration tdk terbentuk gas krn terjadi secara steril.
• Bila bayi yg mengalami macerasi dibiarkan dlm udara
terbuka akan mengalami proses pembusukan biasa.
• Bayi yg mati waktu dilahirkan belum sempat
kemasukan bakteri dlm paru atau GI tractnya, shg
proses pembusukan terjadi lambat, seringkali terjadi
mummifikasi.

8
11/17/2008

Bukti kematian dalam kandungan


• Adanya ante partum rigor mortis  sering
menimbulkan kesulitan waktu melahirkan.
• Maceration dengan ciri-ciri :
- Warna merah kecoklatan (pada pembusukan
warnanya hijau)
- Kutikula putih, sering membentuk bula berisi
cairan kemerahan.
- Tulang2 lentur & lepas dari jaringan lunak.
- Tidak ada gas, baunya khas.

PEMERIKSAAN KASUS INFANTICIDE

PELAKU/TERTUDUH KORBAN
(ibu kandung) (bayi yg baru dilahirkan)

1. Viabilitas
1. Tanda telah melahirkan. 2. Penentuan umur bayi
2. Berapa lama telah melahirkan 3. Pernah atau tdk pernah bernafas
3. Mencari tanda2 partus precipitatus 4. Berapa lama bayi hidup
4. Pemeriksaan gol. Darah. 5. Apa sebab kematiannya
5. Pemeriksaan Histopatologi 6. Periksa gol. Darah
7. Tanda2 perawatan

9
11/17/2008

Cara-cara korban (bayi) menemui ajalnya


1. Karena kelalaian :
- Inhalasi air ketuban/darah/ terbenam dlm air.
- Perdarahan dari tali pusat.
- Suffocation
- lalai membuat hangat, tidak memberi minum
2. Karena Kekerasan :
- kekerasan dalam uterus
- kekerasan selama proses kelahiran
- kekerasan yg terjadi setelah kelahiran lengkap

ASPEK HUKUM
• Seorang ibu dapat dinyatakan bersalah
melakukan kejahatan “ PEMBUNUHAN
ANAK”, walaupun yg ditemukan bukan tubuh
bayi yang utuh/lengkap.
• Kasus-kasus ‘ PEMBUNUHAN ANAK’ dapat
dihubungkan dengan pasal 341, 342 & 343
KUHP.

10
11/17/2008

PASAL 341 KUHP


Seorang ibu yang karena takut akan ketahuan
melahirkan anak, pada saat dilahirkan atau
tidak lama kemudian, dengan sengaja
merampas nyawa anaknya, diancam karena
membunuh anak sendiri, dengan pidana
penjara paling lama tujuh tahun.

PASAL 342 KUHP


Seorang ibu yang untuk melaksanakan niat
yang ditentukan karena takut akan ketahuan
melahirkan anak, pada saat dilahirkan atau
tidak lama kemudian, dengan sengaja
merampas nyawa anaknya, diancam karena
melakukan pembunuhan anak sendiri
dengan rencana, dengan pidana penjara
paling lama sembilan tahun

11
11/17/2008

PASAL 343 KUHP


Bagi orang lain yang turut serta melakukan
kejahatan yang diterangkan dalam pasal 342
KUHP diartikan sebagai pembunuhan atau
pembunuhan berencana

12