Anda di halaman 1dari 4

JURNAL READING

ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI


RISIKO JATUH PADA LANSIA

Disusun Untuk Memenuhi Tugas Praktek Klinik


Stase Keperawatan Gerontik

Oleh Kelompok I

1. Astin Astiara K 62019040172


2. Dwi Susanti 62019040173
3. Erwin Ari Pahargyo 62019040176
4. Heni Marzuki 62019040177
5. Martini 62019040180
6. Novi Puspitasari 62019040225
7. Reni Puspitasari 62019040182
8. Rian Febriana 62019040183
9. Siti Qomaria 62019040187
10. Tety Ratnasari 62019040189

PROGRAM STUDI NERS KEPERAWATAN


UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH KUDUS
TAHUN 2019
JURNAL READING

JUDUL JURNAL : ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI RISIKO JATUH


PADA
LANSIA
NAMA PENERBIT : ABIL RUDY
STIKES Kapuas Raya, Sintang, Indonesia
TAHUN TERBIT : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan : Wawasan Kesehatan
Volume 5, Nomor 2 Januari 2019, Halaman 162-166
ABSTRAK : Konsep penelitian yang bertujuan untuk menjelaskan faktor yang
mempengaruhi risiko jatuh pada lansia

MENELAAH JURNAL DENGAN METODE PICO

P ( Patient, Population, Problem )

Masalah pada penelitian jurnal ini untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi
risiko jatuh pada lansia. Risiko jatuh merupakan suatu masalah besar bagi lansia. Jatuh
dapat menyebabkan banyak masalah kesehatan pada lansia seperti luka pada kulit, patah
tulang, gangguan mobilitas fisik dan kematian.

Populasi dalam penelitian ini adalah lansia yang ada di Kecamatan Tempunak
Kabupaten Sintang pada Tahun 2017 dengan menggunakan total sampling yaitu sebanyak
36 responden.

I ( Intervention )

Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan cross sectional.


Populasi dalam penelitian ini adalah lansia yang ada di Kecamatan Tempunak Kabupaten
Sintang. Pengambilan Sampel penelitian menggunakan total sampling yaitu sebanyak 36
responden. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah gangguan sistem anggota gerak,
gangguan penglihatan dan lingkungan rumah. Variabel terikat adalah risiko jatuh pada
lansia. Pengumpulan data dengan cara wawancara dan pengamatan yang berpedoman
pada kuesioner. Penilaian risiko jatuh dengan mengunakan Morse Falls Scale (MFS) Skala
Jatuh dari Morse.

C ( Comparison )

Tidak ada pembanding pada penelitian ini, dimana penelitian ini untuk mengetahui
faktor yang mempengaruhi risiko jatuh pada lansia di Kecamatan Tempunak Kabupaten
Sintang pada Tahun 2017.
O ( Outcome )

Tabel 1. Karakteristik Responden

Karakterisitik
Risiko Jatuh n %
Risiko Tinggi 21 58,3
Risiko Rendah 15 41,7

Sumber: Data Primer, 2017

Berdasarkan tabel 1 didapatkan distribusi frekuensi risiko jatuh pada lansia di


Kecamatan Tempunak Kabupaten Sintang tahun 2017 yang paling banyak adalah resiko
jatuh tinggi yakni 21 responden (58,3%) dan risiko jatuh rendah yakni 15 responden
(41,7%).

Tabel 2. Hasil Analisis Bivariat


Variabel Risiko Jatuh
Tinggi Rendah OR p-value

n % n % 95%
Gangguan Sistem Anggota
Gerak
Mengalami Gangguan 15 60,0 10 40,0
2,162 0,038
Tidak Ada Gangguan 6 54,5 5 45,5
Gangguan Penglihatan
Mengalami Gangguan 7 50,0 9 50,0
1,232 0,019
Tidak Ada Gangguan 12 66,7 6 33,3
Lingkungan Rumah
Tidak Aman 13 61,9 8 38,1
3,035 0,007
Aman 8 53,3 7 46,7

Sumber: Data Primer, 2017

Berdasarkan tabel 2 dapat dilihat bahwa yang mengalami gangguan sistem anggota
gerak pada lansia dengan risiko jatuh tinggi sebanyak responden (60,0%) dan tidak
mengalami gangguan sistem anggota gerak dengan risiko jatuh tinggi sebanyak responden
(54,5%). Hasil uji statistik diperoleh nilai p=0.038, artinya ada hubungan yang signifikan
antara gangguan sistem anggota gerak dengan risiko jatuh pada lansia di Tempunak
Kabupaten Sintang Tahun 2017. Hasil analisis didapatlan nilai OR=2.162, artinya lansia
dengan gangguan sistem anggota gerak mempunyai faktor risiko 2.1 kali mengalami risiko
jatuh di bandingkan dengan lansia yang tidak mengalami gangguan sistem anggota gerak.
KESIMPULAN DAN SARAN

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa variabel yang berhubungan


dengan risiko jatuh pada lansia adalah sistem anggota gerak, sistem penglihatan dan
lingkungan. Oleh sebab itu, disarankan kepada petugas kesehatan terus meningkatkan
sosialisasi pencegahan risiko jatuh pada lansia, sedangkan untuk lansia tetap
mempertahankan fungsi kemandirian secara efisien.