Anda di halaman 1dari 6

TUGAS TUTORIAL KE-1

PROGRAM STUDI ILMU MANAJEMEN

Nama : Binetus Hardi Sumijan


Nim : 041230124
Nama Mata Kuliah : Metode Penelitian Sosial
Kode Mata Kuliah : ISIP4216
Jumlah sks : 3
Status Pengembangan : Revisi
Tahun Pengembangan : 2019
Edisi Ke- : 1

SOAL

gas matakuliah (TMK) 1, 2, dan 3 disusun secara berurutan dan saling terkait yang
bertujuan untuk mengukur sejauhmana Anda mampu menyusun sebuah proposal
penelitian. Karenanya, jawaban Tugas 3 harus terkait dengan jawaban Tugas 2 dan1.

Tugas 1:

1. Pilihlah masalah penelitian yang berkaitan dengan Covid-19.

Jelaskan alasan Anda memilih masalah tersebut.

Kemudian buatlah draft judul dari masalah penelitian Anda tersebut.

2. Tentukan pendekatan penelitian yang tepat untuk masalah dan draft judul penelitian
yang telah Anda pilih tersebut, dan jelaskan alasan Anda memilih pendekatan
tersebut.

3. Jelaskan langkah-langkah penelitian sesuai dengan pendekatan penelitian yang


telah Anda pilih tersebut.

* Jawaban 2 dan 3 harus didasarkan pada literatur/modul yang ada, bukan didasarkan
pada pendapat atau opini Anda. Sumber rujukan yang menjadi dasar jawaban Anda
harus dicantumkan dan ditulis dengan tatapenulisan ilmiah yang benar.

* Hindari bekerja sama dan plagiarisasi, karena itu akan dinilai sebagai pelanggaran
dan jawaban Anda akan dinilai 0.

Selamat mengerjakan tugas.


JAWABAN NO .1

Penelitian

Studi Eksploratif Tentang Permasalahan Psikologis-Eksistensial Pada Masa


Pandemi Covid-19

Coronavirus 2019 (COVID-2019) telah menjadi wabah penyakit yang sangat serius, secara
cepat menjadi pandemi global, dengan dampak yang sangat hebat yang belum pernah
terjadi sebelumnya di era modern. Dibandingkan dengan SARS-Cov, COVID-19 jauh
lebih berat dalam dampak kasus yang terkena secara global, kematian, dan kecepatan
penyebaran. Karenanya, WHO menyatakannya sebagai kedaruratan kesehatan publik
yang menjadi keprihatinan internasional (public health emergency of international
concern). Wabah COVID-19 ini tidak menunjukkan tanda-tanda kapan dan bagaimana
akan berakhir. Ini adalah salah satu alasan mengapa setiap orang berada di bawah tekanan
dan stres meningkat dari hari ke hari. Semua orang hidup dalam ketidakpastian, tidak
mengetahui apa yang harus dilakukan dan bagaimana kehidupan dalam beberapa bulan
ke depan, dan pada saat yang sama krisis ini menuntut perubahan perilaku skala besar
dan menaruh beban psikologis yang signifikan pada individu, terutama kecemasan dan
keputusasaan . Untuk memenuhi tujuan tersebut, pendekatan metode campuran dipilih
dalam penelitian ini dengan maksud mendapatkan data yang saling melengkapi dan teruji
secara empiris terhadap sejumlah besar partisipan berusia 18 tahun ke atas di Indonesia.
Adapun signifikansi teoritis yang dapat diharapkan dari hasil penelitian ini, antara lain,
adalah diperolehnya deskripsi pengalaman dan permasalahan psikologis-eksistensial
terkait pandemi Covid-19 dan kejelasan konstruk tantangan eksistensial masa pandemi
serta merangsangi studi empiris lanjutan dalam upaya menyelesaikan permasalahan
psikologis-eksistensial pada masa pandemi.
Alasan saya memilih penelitian tersebut karena dampak pandemi yang dirasakan khususnya di
Negara kita Indonesia sangat terasa ,dan banyak saudara-saudara kita yang telah gugur
melawan covid-19 ini dan efek-efek lain seperti ekonomi juga sangat terganggu dalam
masa pandemi ini,oleh sebab itu penelitian covid-19 ini sangat penting

Jawaban No.2
2. pendekatan penelitian yang tepat untuk masalah dan draft judul penelitian
RAGAM PENDEKATAN PENELITIAN
Pendekatan penelitian kasus dan penelitian lapangan
selama beberapa bulan atau tahun. Penelitian perkembangan juga biasa disebut dengan
nama penelitian longitudinal. Pendekatan penelitian kasus dan penelitian lapangan,
dipilih jika penelitian bertujuan untuk mempelajari secara intensif latar belakang keadaan
sekarang, dan interaksi lingkungan suatu unit sosial, individu, kelompok, lembaga, atau
masyarakat. Penelitian kasus adalah penelitian mendalam mengenai unit sosial tertentu
yang hasilnya merupakan i gambaran yang lengkap dan terorganisasi baik mengenai unit
tersebut. Dibanding dengan penelitian survei yang cenderung untuk meneliti sejumlah
kecil variabel pada unit yang besar, studi kasus cenderung meneliti sejumlah unit kecil
tetapi mengenai variabel-variabel dan kondisi-kondisi yang besar jumlahnya.
Jawaban No.3
A.Indentifikasi Masalah
masalah yang harus dipecahkanatau melalui penelitian selalu tersedia dan cukup
banyak,tinggal penelitian mengindentifikasi,memilihnya dan merumuskannya. Walaupun
demikian, agar seorang ilmuwan mempunyai mata yang jeli untuk menemukan masalah
tersebut, dia harus cukup berlatih. Hal-hal yang dapat menjadi sumber masalah, terutama
adalah
1.bacaan, terutama yang berisi laporan hasil penelitian,
2.seminar, diskusi, dan pertemuan-pertemuan ilmiah lainnya;
3. Pernyataan pemegang otoritas.
4 Pengamatan sepintas.
5 Pengalaman pribadi, dan
6 Perasaan intuitif

1. Bacaan.
Terutama bacaan yang merupakan laporan hasil penelitian, mudah dijadikan sumber
masalah penelitian karena laporan penelitian yang baik pasti mencantumkan rekomendasi
untuk penelitian lebih lanjut. Hal ini dilakukan karena pada dasarnya memang tidak akan
pernah ada penelitian yang tuntas sempurna Kadang-kadang penelitian justru
memunculkan masalah yang lebih banyak daripada yang dijawabnya. Tetapi justru karena
itu ilmu pengetahuan bisa berkembang

2. Seminar, Diskusi, dan Pertemuan-pertemuan Ilmiah Seminar,


diskusi, dan pertemuan-pertemuan ilmiah juga merupakan sumber masalah penelitian yang
sangat kaya, karena dalam kegiatan-kegiatan itu para profesional melihat, menelaah hal-
hal yang dipersoalkan secara profesional Dengan kemampuan profesional para ilmuwan
peserta pertemuan melihat, menganalisis, menyimpulkan, dan mempersoalkan hal hal yang
dijadikan topik pembicaraan. Dengan demikian akan mudah sekali muncul masalah-
masalah yang perlu dikaji atau diteliti lebih lanjut
3.Pernyataan Pemegang Otoritas
Pernyataan pemegang otoritas, baik pemegang otoritas dalam pemerintahan maupun
pemegang otoritas dalam ilmu tertentu, dapat menjadi sumber masalah penelitian. Misalnya
pernyataan Menteri Pendidikan Nasional tentang rendahnya daya tampung perguruan tinggi,
atau rencanapemerintah untuk mendorong semua perguruan tinggi menjadi Badan Hukum
Milik Negara (BHMN), atau pernyataan Menteri Kesehatan tentang menyebarnya virus
polio, dan sebagainya dapat secara langsung mengundang berbagai penelitian

4. Pengamatan Sepintas
Sering kali terjadi, seseorang menemukan masalah penelitian dalam suatu perjalanan
Seorang ahli komunikasi massa dan seorang ahli pemasaran dapat menemukan masalah
penelitian masing-masing ketika mereka melihat kerumunan orang yang sedang menjual
jamu kuat Seorang ahli hukum dapat menemukan masalah penelitian ketika dia mengurus
sertifikat tanahnya di kantor BPN Seorang ahli ilmu politik dapat menemukan masalah
penelitian ketika melihat demonstrasi mahasiswa, dan sebagainya.
5. Pengalaman Pribadi
Pengalaman pribadi sering pula menjadi sumber permasalahan penelitian Dalam ilmu-ilmu
sosial, pengalaman pribadi bahkan sangat sering menjadi sumber masalah penelitian
Misalnya, pengalaman dicopet di angkutan umum dapat memunculkan ide untuk meneliti
masalah tingkat keamanan pengguna angkutan umum dan upaya penangannya. Atau,
pengalaman ikut tur wisata dapat memunculkan keinginan untuk meneliti tentang pola
pengelolaan pariwisata sebagai salah satu sumber PAD (pendapatan asli daerah), dan
sebagainya.
6. Perasaan Intuitif
Tidak jarang terjadi masalah penelitian muncul dalam pikiran peneliti ketika bangun
tidur, atau ketika sedang istirahat Rupanya selama tidur atau istirahat terjadi semacam
konsolidasi atau pengendapan berbagai informasi yang berkaitan dengan topik penelitian
yang akan diteliti, yang kemudian muncul dalam bentuk pertanyaan-pertanyaan atau
masalah penelitian
Apapun atau dari manapun sumbernya, masalah penelitian hanya akan dapat diidentifikasi
apabila calon peneliti cukup 'berisi Orang yang masih kosong atau yang miskin pengetahuan
mengenai cabang ilmu tertentu hampir tidak mungkin atau setidaknya sulit menemukan
masalah penelitian

B. PEMILIHAN MASALAH
Setelah masalah diidentifikasi, belum merupakan jaminan bahwa masalah tersebut layak dan
sesuai untuk diteliti Biasanya, dalam usaha mengidentifikasi atau menemukan masalah
penelitian, ditemukan lebih dari satu masalah. Dari beberapa masalah tersebut, perlu dipilih
salah satu yang paling layak dan sesuai untuk diteliti Jika identifikasi masalah hanya
menemukan satu masalah pun, masalah tersebut tetap harus dipertimbangkan layak dan
sesuai-tidaknya untuk diteliti Pertimbangan untuk menentukan apakah suatu masalah layak
dan sesuai untuk diteliti atau tidak, pada dasarnya dilakukan dari dua sisi, yaitu dari: sisi
masalahnya dan sisi calon peneliti.

1. Pertimbangan dari Sisi Masalahnya


Untuk dapat menentukan apakah suatu masalah layak dan sesuai untuk diteliti, perlu dibuat
pertimbangan pertimbangan dari sisi masalahnya atau dari sist objektif. Artinya, sejauh
mana penelitian mengenai masalah tersebut akan memberikan sumbangan kepada
a pengembangan teori dalam bidang yang berkaitan dengan dasar teoritik
penelitiannya, dan
b. pemecahan masalah-masalah praktis.
Jadi, kelayakan suatu masalah untuk diteliti itu sifatnya relatif, tergantung konteksnya.
Suatu masalah yang layak diteliti pada suatu konteks tertentu, mungkin kurang layak jika
diteliti pada konteks yang lain Tidak ada kriteria untuk ini, keputusan akan tergantung pada
ketajaman calon peneliti dalam melakukan evaluasi secara kritis, menyeluruh, dan
menjangkau jauh kedepan Selain itu, dalam menentukan masalah penelitian juga harus
dipastikan bahwa masalah tersebut benar-benar dapat dilakukan pengumpulan datanya
guna memecahkan masalah yang ada atau menjawab pertanyaan pertanyaan yang
terkandung di dalamnya. Masalah penelitian sebaiknya juga bukan merupakan pendirian
mengenai etika dan moral
2. Pertimbangan dari Sisi Calon Peneliti
Dari sisi subjektif atau dari sisi calon peneliti, perlu dipertimbangkan apakah masalah
tersebut sesuai dengan calon peneliti, dalam arti manageable atau tidak bagi calon peneliti
Manageability itu terutama dilihat dari lima segi, yaitu
a biaya yang tersedia:
b. waktu yang dapat digunakan:
c.alat-alat dan perlengkapan yang tersedia;
d. bekal kemampuan teoretik; dan
e penggunaan metode yang diperlukan.
Setiap calon peneliti perlu menanyakan kepada diri sendiri apakah masalah yang akan
diteliti itu sesuai baginya atau tidak. Jika tidak, sebaiknya dipilih masalah lain atau masalah
itu dimodifikasi sehing menjadi sesuai baginya
3. Perumusan Masalah
Setelah masalah diidentifikasi, maka masalah itu perlu dirumuskan Perumusan masalah ini
penting, karena hasilnya akan menjadi penuntun bagi masalah-masalah selanjutnya. Tidak
ada aturan umum dalam merumuskan masalah penelitian, tetapi dapat disarankan hal-hal
sebagai berikut:
a.masalah hendaknya dirumuskan dalam bentuk kalimat tanya
b. rumusan masalah hendaklah padat dan jelas,
c.rumusan itu hendaklah memberi petunjuk tentang kemungkinan mengumpulkan data
guna menjawab pertanyaan-pertanyaan yang terkandung dalam rumusan itu.