Anda di halaman 1dari 3

Daur Hidup Produk diawali dengan tahap introduce (perkenalan).

Kemudian memasuki tahap


growth (pertumbuhan) dimana produk sudah banyak mulai banyak dikenal konsumen serta
omset penjualan sudah menampakkan hasil menggembirakan. Tahap yang sukses adalah produk
memasuki tahap maturity, konsumen semakin banyak mengkonsumsinya. Seiring dengan
perubahan selera konsumen, perkembangan teknologi, serta persaingan yang sangat ketat yang
menghasilkan produk saingan dan pengganti (substitusi), produk mulai memasuki tahapan
decline (Penurunan).

Pertanyaan:

a. Apa yang harus dilakukan perusahaan, agar produk atau bisnisnya berlangsung lama pada
tahapan maturity?

Strategi yang dapat ditempuh untuk mempertahankan atau memperluas pasar produknya
adalah dengan cara :

1. Promosi yang lebih agresif

2. Menciptakan penggunaan baru

3. Mencari pemakai baru produk tersebut

Tahapan maturity merupakan tahapan yang ditandai dengan tercapainya titik tertinggi
dalam penjualan perusahaan. Normalnya tahapan ini merupakan tahapan terlama dalam
siklus hidup produk. Hal ini disebabkan pada tahap ini pemenuhan inti kebutuhan oleh
produk yang bersangkutan tetap ada. Dalam tahap ini, jika sebuah produk mulai
mengalami penurunan, maka perusahaan harus mulai nemikirkan cara-cara untuk kembali
menaikkan minat konsumen terhadap produk tersebut.

4. Modifikasi Pasar ( Market Modification )

Perusahaan berusaha menemukan pembeli-pembeli baru bagi produknya.


Beberapa kemungkinan yang dapat dilakukan adalah :

a. Mencari pembeli baru dan segmen pasar baru yang belum pernah mencoba
produknya. Misalnya : nilon yang dulunya hanya dipakai untuk parasit,
sekarang digunakan untuk pakaian

b. Menaikkan penggunaan diantara para pelanggan, misalnya : pada obat-obatan


seperti aspirin, dalam pembungkusnya tidak hanya disebutkan sebagai obat
penyembuh demam, tetapi juga sebagai obat masuk angin, pilek, dan sakit
kepala.
c. Memperbaiki kembali posisi mereknya untuk mencapai penjualan yang lebih
besar, meskipun hal ini tidak mempengaruhi penjualan industri secara
keseluruhan. Misalnya : minuman cokelat yang semula untuk orang-orang
dewasa, sekarang juga untuk para remaja dengan merek yang baru.

5. Modifikasi produk ( Product Modification )

Modifikasi produk dilakukan dengan cara mengubah sifat-sifat produk yang dapat
menarik para pembeli baru. Disamping itu, diharapkan pula pembeli lama akan
menambah pembeliannya. Beberapa strategi yang termasuk dalam modifikasi
produk ini adalah sebagai berikut :

1. Perbaikan kualitas

Strategi perbaikan kualitas ini dapat membantu dalam meningkatkan fungsi


produk tersebut. Strategi ini akan efektif apabila :

a. Produk tersebut memang dapat ditingkatkan kualitasnya,

b. Pembeli percaya terhadap perbaikan kualitas tersebut,

c. Dan banyak pembeli yang tertarik pada kualitas yang sudah


ditingkatkan

2. Perbaikan fitur

Dalam perbaikan fitur ini perusahaan dapat menambah fitur baru yang dapat
meningkatkan keamanan atau perlindungan dan kepraktisan suatu produk

3. Perbaikan corak

Dalam perbaikan corak ini, perusahaan melakukan upaya-upaya yang lebih


mengutamakan pada keindahan dari pada yang lain

6. Modifikasi bauran pasar ( Marketing Program Modification )

Strategi terakhir yang dapat dilakukan untuk produk yang sudah mengalami tahap
maturity adalah modifikasi bauran pemasaran. Manajer mempertimbangkan untuk
mengubah elemen-elemen bauran pemasaran untuk mendorong penjualannya.
Beberapa alternatif yang dapat ditempuh adalah sebagai berikut :

1. Menurunkan harga untuk menarik segmen-segmen baru.

2. Mengadakan periklanan yang lebih menarik atau promosi lain yang lebih
agresif
3. Mengalihkan jalur distribusinya ke saluran distribusi yang lebih
menguntungkan atau yang menghasilkan volume penjualan lebih besar.
volume dengan diskon harga, distribusi, iklan, sales, personil penjualan
( Personal Selling ), dan Pelayanan ( Services ).

Menurut Arman dkk(2006) berikut adalah strategi bertahan dalam tahap penurunan yang
dikarenakan alasan teknologi, pergeseran selera konsumen, dan meningkatnya persaingan
:

1. Meningkatkan investasi perusahaan untuk mendominasi atau memperkuat posisi


pasar.

2. Mempertahankan level investasi sampai ketidakpastian industri itu terselesaikan.

3. Mengurangi investasi secara selektif dengan melepas pelanggan yang tidak


menguntungkan.

4. Menuai investasi untuk memulihkan kas secepatnya.

5. Melepas usaha secepat mungkin dengan menjual asetnya.

Dalam tahapan maturity terdapat dua strategi utama yang dapat diterapkan yaitu sebagai
berikut :

1. Defensive strategy : yang bertujuan untuk mempertahankan pangsa pasar dari


pesaing dan menjaga kelompok produk (product category) dari serangan produk
substitusi. Bentuk strategi ini adalah berupa modifikasi bauran pemasaran untuk
memperoleh tambahan penjualan. Strategi bertahan ini lebih menitikberatkan
pada penekanan/pengurangan biaya produksi dan menghilangkan kelemahan
produk.

2. Offensive strategy, yang lebih menitikberatkan pada usaha perubahan untuk


mencapai tingkat yang lebih baik. Bentuk strategi ini dapat berupa modifikasi
pasar, yaitu dengan menggaet kelompok bukan pemakai (non-user),
mengintensifkan penawaran produk kepada non-user, dan merebut konsumen
pesaing. Bentuk lain dari strategi ofensif adalah modifikasi produk, yaitu
mengubah karakteristik produk sedemikian rupa sehingga semakin menarik
konsumen saat ini untuk membeli, dengan cara menawarkan manfaat baru dari
suatu produk kepada konsumen sekarang untuk mendorong pembelian yang lebih
banyak dan pemakaian yang lebih sering (usaha seperti ini sering disebut dengan
product relaunching).

b. Jelaskan alasan Anda!

Anda mungkin juga menyukai