Anda di halaman 1dari 6

RMK Sistem Pengendalian Manajemen

“SITEM PENGENDALIAN MODERN DAN


PENGENDALIAN UNTUK STRATEGI YANG
BERVARIASI”

Disusun oleh:

Moh. Gofaldi (A031191138)

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS


UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR
2021
SITEM PENGENDALIAN MODERN DAN PENGENDALIAN UNTUK STRATEGI YANG
BERVARIASI

JUST-IN-TIME (Tepat Waktu)

Just in Time adalah manajemen produksi persediaan yang menyeluruh, dimana


pembelian atau pemrosesan bahan baku dan bagian-bagian lainnya hanya dilakukan Ketika
dibutuhkan dan tepat pada saat akan digunakan pada setiap tahap proses produksi. Prinsip
dasar Just In Time adalah peningkatan kemampuan perusahaan secara terus menerus
untuk merespon perubahan dengan meminimisasi pemborosan.

Tujuan dari adanya manajemen menggunakan dan mengembangkan konsep Just In Time
dalam perusahaan dapat dirangkum atas beberapa aspek, yaitu:

1) Meningkatkan Efisiensi Proses Produksi Peningkatan efisiensi dapat dilakukan


terutama melalui pengurangan persediaan barang sehingga mengakibatkan
pengurangan biaya persediaan.
2) Meningkatkan Daya Kompetisi Meningkatnya efisiensi dalam proses produksi
dengan sendirinya akan meningkatkan daya saing perusahaan karena peningkatan
efisiensi berarti penurunan biaya dan ini memungkinkan perusahaan untuk tetap
bertahan dalam persaingan pasar.
3) Meningkatkan Mutu Barang Mutu tinggi dari suku cadang atau komponen yang
dipasok oleh pemasok pada gilirannya akan meningkatkan mutu barang yang
diproduksi oleh perusahaan.
4) Mengurangi Pemborosan Pengurangan pemborosan terutama dalam bentuk barang
yang terbuang karena pada hakekatnya pemborosan adalah biaya.

TOTAL QUALITY MANAGEMENT TQM

merupakan sistem manajemen yang mengangkat kualitas sebagai strategi usaha


dan berorientasi pada kepuasan pelanggan dengan melibatkan seluruh anggota organisasi
Stephen P. Robbins merumuskan TQM sebagai pencapaian kepuasan pelanggan secara
konstan melalui perbaikan secara berkelanjutan dari semua proses organisasional.

Pada dasarnya konsep TQM mengandung tiga unsur, yaitu:

1) Strategi Nilai Pelanggan


Nilai pelanggan adalah manfaat yang dapat diperoleh pelanggan atas penggunaan
barang/jasa yang dihasilkan perusahaan dan pengorbanan pelanggan untuk
memperolehnya.
2) Sistem Organisasional
Sistem organisasional berfokus pada penyediaan nilai bagi pelanggan, mencakup
tenaga kerja, material, teknologi proses, metode operasi dan pelaksanaan tenaga
kerja, aliran proses kerja, arus informasi dan pembuatan keputusan.
3) Perbaikan Berkelanjutan
Perbaikan diperlukan untuk menghadapi lingkungan eksternal dan selera pelanggan
yang selalu berubah. Sehingga konsep ini menuntut adanya komitmen dalam
pengujian kualitas produk secara kontinu.

Untuk menjamin keberhasilan dalam mengimplementasikan TQM, terdapat langkah-langkah


yang harus dilakukan secara berurutan dan disiplin, yaitu:

 Tanamkan satu falsafah kualitas


 Manajemen harus membimbing dan menunjukkan kepemimpinan yang bermutu
 Kalau perlu, adakan perubahan atau modifikasi terhadap sistem yang ada agar
kondusif dengan tujuan Total Quality
 Didik, latih dan berdayakan karyawan

COMPUTER INTEGRATED MANUFACTURING (CIM)

Adalah design dan manufakturing, dimana manufacturing melingkupi perencanaan


produksi, pengendalian produksi dan proses produksi. Untuk menuju CIM, aliran material
dan informasi pabrik harus dimonitor secara akurat agar gangguan pada operasi manufaktur
dapat terdeteksi. Implementasi CIM memperlihatkan bahwa setengah dari kasus
implementasi hanya mencapai fleksibelitas, sepertinya tidak memenuhi ekspektasi
rancangan yang enarnya dan tidak mencapai tujuan return-on-investmen.

Dua alasan utama ketidak berhasilan implementasi CIM adalah ketidakmampuan


menggunakan system tersebut dan ketidakmampuan dalam mengenali teknologi yang ada
sebelum mengenal sistemnya. Kebutuhan akan CIM merupakan usaha untuk menjawab
system manufaktur sekarang dan masa depan.

DECISION SUPPORT SYSTEMS

Decision Support System (DSS) merupakan salah satu produk perangkat lunak yang
dikembangkan secara khusus untuk membantu manajemen dalam proses pengambil
keputusan. Pendekatan yang paling sering digunakan dalam proses perancangan sebuah
DSS adalah dengan menggunakan teknik simulasi yang interaktif, sehingga selain dapat
menarik minat manajer untuk menggunakannya diharapkan system ini dapat
mempresentasikan keadaan dunia nyata atau bisnis yang sebenarnya.

Decision Support System banyak diterapkan di organisasi-organisasi yang sudah


mapan. Beberapa alasan DSS digunakan dalam suatu perusahaan:

1) Perusahaan beroperasi pada ekonomi yang tidak stabil.


2) Perusahaan dihadapkan pada kompetisi dalam dan luar negeri yang
meningkat.
3) Perusahaan menghadapi peningkatan kesulitan dalam hal melacak jumlah
operasi- operasi bisnis.
4) Sistem komputer perusahaan tidak mendukung peningkatan tujuan
perusahaan dalam hal efisiensi, profitabilitas dan mencari jalan masuk di
yang benar-benar menguntungkan.

Penggunaan DSS dimaksudkan untuk membantu manajer tingkat tinggi dan


menengah dalam mengambil keputusan yang bukan merupakan operasi rutin. Dampak dari
pemanfaatan (DSS) ialah:

 Masalah-masalah semi struktur dapat dipecahkan.


 Problem yang kompieks dapat diselesaikan.
 Sistem dapat berinteraksi dengan pemakainya.
 Dibandingkan dengan pengambilan keputusan secara intuisi, pengambilan
keputusan dengan DSS dinilai lebih cepat dan hasilnya lebih baik.
 Menghasilkan acuan data untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi oleh
manajer yang kurang berpengalaman.
 Untuk masalah yang berulang, DSS dapat memberi keputusan yang lebih efektif.
 Fasilitas untuk mengambil data, dapat memberikan kesempatan bagi beberapa
manajer untuk berkomunikasi dengan lebih baik.
 Meningkatkan produktivitas dan kontrol dari manajer

STRATEGI PERUSAHAAN

Setelah manajemen puncak memilih strategi maka perusahaan mengetahui


bagaimana jalan untuk mencapai tujuan-tujuannya. Penerapan strategi adalah penugasan
kembali kepada para pemimpin perusahaan, baik pada tingkat korporat maupun tingkat unit
bisnis, untuk mengkomunikasikan dan mengimplementasikan strategi bersama-sama para
karyawan, implementasi strategi juga melibatkan penembangan kebiksanaan fungsional,
struktur oraganisasi, iklim yang mendukung strategi dan membantu tercapainya tujuan-
tujuan organisasi.

Proses implementasi memerlukan komunikasi yang efektif dan negoisasi di antara


semua penyusun strategi atau manajemen puncak yang berhubungan.

1. Penerapan Kebijaksanaan Fungsional, implementasi kebijakan fungsional


melibatkan dua proses yaitu menyebarkan sumber-sumber dan pengembangan
kebijakan yang mengoperasionalkan strategi.
2. Penerapan Kepemimpinan, dalam kaitannya dengan manajemen strategi in
meliputi:
 Mengubah kepemimpinan saat sekarang pada tingkatantingkatan yang
tepat.
 Memperkuat motivasi para manajer melalui pemberian insentif.
 Melibatkan pengembangan karier para penyusun strategi masa depan.
3. Penerapan Organisasional, untuk mengimplementasikan strategi memerlukan
struktur organisasi yang sesuai dengan strategi tersebut.

Strategi perusahaan merupakan sesuatu yang penting karena termasuk cara untuk
mengantisipasi masalah-masalah dan kesempatan-kesempatan masa depan pada kondisi
perusahaan yang berubah dengan cepat.

STRATEGI UNIT BISNIS

Strategi dari unit bisnis bergantung pada dua aspek yang saling berhubungan, yaitu
pertama misinya dan yang kedua adalah keunggulan kompetitifnya. Strategi bisnis adalah
kebijakan- kebijakan dan garis-garis pedoman yang cara sebuah perusahaan bersaing
dalam sebuah industri dan khususnya cara perusahaan untuk membentuk keunggulan
bersaing (Grant, 2002). Sebuah strategi bisnis biasanya adalah sebuah dokumen yang jelas
mengartikulasikan arah bisnis akan mengejär dan langkahlangkah yang diperlukan untuk
mencapai tujuannya.

Perumusan strategi melibatkan tiga tahap dasar, yaitu:

1) Menetapkan sasaran srategis Sasaran strategis merupakan sasaran jangka panjang


yang langsung berasal dari pernyataan misi perusahaan.
2) Analisis SWOT Proses ini mencakup penilaian kekuatan (strength), dan kelemahan
(weakness) organisasi serta peluang (opportunity) dan ancaman (threat) lingkungan.
3) Mencocokkan Organisasi dan Lingkungannya
 Menganalisis Organisasi dan Lingkungannya Mencakup pengamatan dan
penilaian lingkungan terhadap segala ancaman dan peluang.
 Menyesuaikan Organisasi dan Lingkungannya Langkah terakhir dalam
perumusan strategi adalah menyesuaikan ancaman dan peluang dari
lingkungan terhadap kekuatan dan kelemahan perusahaan.

IMPLIKASI GAYA MANAJEMEN PUNCAK TERHADAP PENGENDALIAN MANAJEMEN

Fungsi pengendalian manajemen dalam organisasi dipengaruhi oleh gaya


manajemen senior. Secara serupa, gaya manajer unit bisnis memengaruhi proses
pengendalian manajemen dari unit bisnis tersebut, dan gaya dari manajer departemen
fungsional memengaruhi proses pengendalian manajemen bidang fungsional mereka.
Ketika pergantian CEO, bawahan biasanya menduga apa yang benar-benar diinginkan oleh
CEO baru berdasarkan bagaimana ia berinteraksi selama proses pengendalian manajemen.