Anda di halaman 1dari 23

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang pesat saat ini
berdampak pada persaingan sumber daya manusia yang kompeten. Perguruan
tinggi sebagai tempat menimba ilmu, tidak hanya memberikan ilmu berupa
teori kepada mahasiswa, tetapi juga berupa keterampilan melalui praktik Studi
Dunia Industri (SDI) untuk dapat menghasilkan sumber daya manusia unggul
dan mampu bersaing. Studi Dunia Industri merupakan kegiatan akademik
yang berorientasi pada bentuk pembelajaran mahasiswa untuk
mengembangkan dan meningkatkan tenaga kerja yang berkualitas. Studi
Dunia Industri diharapkan dapat menjadi penghubung antara dunia industri
dengan dunia pendidikan, serta dapat menambah pengetahuan, keterampilan,
dan pengalaman mahasiswa dalam mempersiapkan diri memasuki dunia kerja.
Dalam pelaksanaan Studi Dunia Industri, mahasiswa dituntut untuk mampu
berorganisasi, lebih aktif, tanggap terhadap permasalahan serta mampu
berkomunikasi yang baik dengan antar karyawan.
Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas PGRI Yogyakarta diwajibkan
menjalani program Studi Dunia Industri di instansi pemerintah atau
perusahaan swasta untuk memperoleh gambaran yang komprehensif mengenai
dunia kerja sekaligus memberikan kesempatan mengaplikasikan teori dan
praktik di lapangan. Pelaksanaan Studi Dunia Industri di Universitas PGRI
Yogyakarta dilaksanakan pada semester tujuh, dengan syarat mahasiswa sudah
menempuh 100 sks. Penentuan lokasi Studi Dunia Industri ditentukan sendiri
oleh mahasiswa sesuai kesepakatan kelompok dengan periode minimal 160
jam kerja.
Kantor Akuntan Publik di Yogyakarta hanya berjumlah kurang lebih 10
KAP, hal ini dikarenakan minat untuk menjadi akuntan publik masih rendah.
Oleh karena itu, kelompok kami melaksanakan Studi Dunia Industri di Kantor
Akuntan Publik Drs. Inaresjz Kemalawarta yang beralamat di Jalan Ringin

1
Putih nomor 7 Prenggan, Kotagede, Yogyakarta 55172 dengan izin usaha
KEP.478/KM.1/2006 dengan nomot register negara D-3840. Periode
pelaksanaan Studi Dunia Industri yaitu tanggal 1 sampai 31 Agustus 2019 dan
ditempatkan pada bagian auditing sebagai asisten auditor. Kantor Akuntan
Publik (KAP) Drs. Inaresjz Kemalawarta merupakan suatu perusahaan yang
bergerak dalam bidang jasa. Jasa yang diberikan oleh KAP Drs. Inaresjz
Kemalawarta diantaranya jasa audit, konsultasi manajemen, perpajakan, dan
edukasi. Dengan melaksanakan Studi Dunia Industri di Kantor Akuntan
Publik Drs. Inaresjz Kemalawarta kelompok kami dapat secara langsung
mengaplikasikan teori yang telah dipelajari di perkuliahan terutama teori
pengauditan. Selain itu, kami memilih Kantor Akuntan Publik Drs. Inaresjz
Kemalawarta karena Kantor Akuntan Publik Drs. Inaresjz Kemalawarta
merupakan salah satu KAP senior di Yogyakarta yang telah menangani
banyak klien dari sektor mikro dan makro. Kantor Akuntan Publik Drs.
Inaresjz Kemalawarta juga menerima kelompok Studi Dunia Industri dengan
kapasitas yang banyak dengan lama waktu praktik selama satu bulan. Serta
kelompok Studi Dunia Industri dari Universitas PGRI Yogyakarta tidak
banyak yang melakukan Studi Dunia Industri di Kantor Akuntan Publik Drs.
Inaresjz Kemalawarta.
B. Identifikasi Masalah
Kantor Akuntan Publik (KAP) Drs. Inaresjz Kemalawarta hanya memiliki
auditor yang terbatas sedangkan klien yang ditangani cukup banyak, sehingga
KAP membutuhkan tambahan tenaga magang untuk membantu pekerjaan
auditor.
C. Batasan Kegiatan
Adanya pembagian ulang kelompok, sehingga kelompok kami terpecah
menjadi dua dan dibimbing oleh dua auditor yang berbeda. Dalam kegiatan
Studi Dunia Industri di Kantor Akuntan Publik (KAP) Drs. Inaresjz
Kemalawarta kelompok kami di bawah pengawasan Dra. Isniah, dan
dibimbing oleh auditor senior yaitu Malia I, A.Md. dan auditor junior yaitu
Nur Dessy P, A. Md.

2
D. Tujuan
Tujuan pelaksanaan Studi Dunia Industri adalah sebagai berikut:
1. Mengimplementasikan ilmu yang telah didapat mahasiswa selama di
perkuliahan.
2. Menambah wawasan, pengalaman, dan keterampilan mahasiswa.
3. Mempersiapkan mahasiswa untuk memasuki dunia kerja mulai dari
berinteraksi, kerjasama dan menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja.
4. Mengembangkan sikap displin, tanggung jawab, mandiri, kreatif dan
inisiatif yang tinggi dalam melakukan pekerjaan.
5. Melatih mahasiswa untuk dapat memiliki mental yang kuat, tidak mudah
menyerah, dan menjadi tenaga kerja yang professional.
E. Manfaat
Studi Dunia Industri di Fakultas Ekonomi Universitas PGRI Yogyakarta
memberikan manfaat bagi mahasiswa, bagi perguruan tinggi, dan bagi
perusahaan tempat pelaksanaan Studi Dunia Industri.
a. Bagi mahasiswa
Memberikan pengalaman dan gambaran kepada mahasiswa tentang
bagaimana dunia kerja yang sebenarnya, sehingga akan mempermudah
proses adaptasi ketika mahasiswa akan terjun ke dunia kerja. Memberikan
peluang bagi mahasiswa setelah lulus dari S1 untuk langsung dapat
bekerja, apabila mahasiswa memberikan kinerja yang baik di perusahaan
selama pelaksanaan Studi Dunia Industri.
b. Bagi perguruan tinggi
Menjalin hubungan yang baik dengan perusahaan tempat Studi Dunia
Industri agar dapat menghasilkan lulusan yang mampu bersaing di dunia
kerja. Serta perguruan tinggi dapat menjalin kerjasama dengan perusahaan.
c. Bagi perusahaan tempat Studi Dunia Industri
Memanfaatkan tenaga terdidik untuk membantu kegiatan operasional
perusahaan agar lebih efisien. Serta dapat dijadikan sebagai sarana untuk
mendapatkan perekrutan dini bagi perusahaan dalam menemukan sumber
daya manusia yang berkualitas.

3
BAB II
PELAKSANAAN KEGIATAN

A. Waktu Pelaksanaan Kegiatan


Kegiatan Studi Dunia Industri dilaksanakan pada:
Tanggal : 1 – 31 Agustus 2019
Tempat : Kantor Akuntan Publik (KAP) Drs. Inaresjz Kemalawarta

B. Profil Instansi
1. Diskripsi Umum Perusahaan/Instansi
Kantor Akuntan Publik (KAP) Drs. Inaresjz Kemalawarta didirikan
pada tahun 1982 dengan nama awal Koperasi Jasa Audit (KJA) Nur’aini.
Namun, pada awal tahun 2007 keluar Peraturan Pemerintahan yang
mengharuskan kantor akuntan publik harus berbentuk perorangan atau
persekutuan, maka KJA Nur’aini dibubarkan. Bapak Inaresjz Kemalawarta
keluar dari KJA dan kemudian membuat kantor akuntan publik sendiri
yang diberi nama Kantor Akuntan Publik (KAP) Drs. Inaresjz
Kemalawarta.
Kantor Akuntan Publik (KAP) Inaresjz Kemalawarta beralamat di
Jalan Ringin Putih nomor 7 Prenggan, Kotagede, Yogyakarta 55172
dengan izin usaha KEP.478/KM.1/2006 dengan nomor register negara D-
3840. Jumlah klien dari Kantor Akuntan Publik (KAP) Drs. Inaresjz
Kemalawarta sampai saat ini berjumlah 90 klien yang mana klien tersebut
berawal dari berbagai daerah bahkan keluar Pulau Jawa. KAP Drs.
Inaresjz Kemalawarta memiliki 1 orang pemilik yang sekaligus sebagai
pimpinan dari KAP tersebut. KAP Inaresjz Kemalawarta memiliki
beberapa karyawan diantaranya 8 orang karyawan tetap (terdiri dari 2
orang karyawan administrasi, keuangan, dan sekretaris, 6 orang
supervisor) dan 4 orang karyawan tidak tetap (terdiri dari 3 orang auditor
senior dan 1 orang auditor junior)

4
Kantor Akuntan Publik (KAP) Drs. Inaresjz Kemalawarta merupakan
suatu perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa. Jasa yang diberikan
oleh KAP Drs. Inaresjz Kemalawarta diantaranya jasa audit, konsultasi
manajemen, perpajakan, dan edukasi. Kantor akuntan Publik (KAP) Drs.
Inaresjz Kemalawarta didedikasikan untuk memberikan jasa profesional
terbaik untuk klien dengan didukung oleh strategic partner dan staf
profesional yang kompeten.
Pada awal berdirinya, Kantor Akuntan Publik (KAP) Drs. Inaresjz
Kemalawarta hanya mengaudit pada bentuk usaha koperasi. Awalnya
hanya diperbolehkan satu Koperasi Jasa Audit di setiap provinsi. Seiring
dengan berjalanya waktu muncul KJA di daerah Medan, Kalimantan, dan
lain sebagainya. Latar belakang berdirinya KJA adalah karena biaya audit
yang tergolong mahal, sehingga diharapkan dengan berdirinya KJA dapat
membantu banyak perusahaan yang membutuhkan jasa audit dengan dana
terbatas. Pertama kali berdiri, KJA mengalami kesulitan dalam mencari
klien karena persepsi klien yang menganggap jasa audit adalah jasa yang
tidak begitu penting. Kesulitan tersebut mulai terurai dengan adanya
bantuan dari Koperasi Jasa Audit asal Jerman yaitu Friedrich Ebert
Stifrung (FES) yang memberikan pendidikan kepada tenaga kerja
akuntansi dan auditor KJA serta bantuan-bantuan berupa sarana kerja
perkantoran dan kendaraan.
Di Jerman terdapat organsasi sejenis KJA yang bernama Pruefung
Verband yang khusus memberikan jasa audit, konsultasi manajemen dan
pendidikan bagi kalangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).
Undang-undang (UU) di Jerman mewajibkan setiap badan usaha koperasi
yang telah memenuhi persyaratan tetentu wajib untuk diaudit setiap tahun.
Perkembangan budaya audit untuk mendorong UMKM di Jerman.
Seiring perkembanganya perusahaan, fungsi audit semakin penting
dan timbul kebutuhan dari pemerintah, pemegang saham, analisis
keuangan, bankir, investor, dan masyarakat untuk menilai kualitas
manajemen dari hasil operasi dan prestasi para manajer. Untuk mengatasi

5
kebutuhan tersebut, muncul audit manajemen sebagai sarana yang
terpercaya dalam membantu pelaksanaan tanggungjawab mereka dengan
memberikan analisis, penilaian, rekomendasi dari kegiatan yang telah
dilakukan.
2. Bentuk Usaha KAP Drs. Inaresjz Kemalawarta
Kantor Akuntan Publik (KAP) Drs. Inaresjz Kemalawarta merupakaan
organisasi perorangan. Berdasarkan izin usaha KAP No.
KEP.478/KM.1/2006 dan izin praktik Menteri Keuangan No. AP.0381,
serta Register Negara No. D-3840. Selain memiliki izin usaha KAP juga
memiliki tanda izin gangguan No. 0277/0347. KG/2010 untuk Bimbingan
dan Konsultasi Bidang Keuangan, tanda izin gangguan No. 0277/0346
untuk Simpan Pinjam dan tanda izin gangguan No. 0278/0348 KG/2010
untuk Pendidikan dan Pelatiha Jasa Koperasi Jasa Keuangan
3. Struktur Organisasi KAP Drs. Inaresjz Kemlawarta
Organisasi adalah sekelompok orang (dua atau lebih) yang secara
formal dipersatukan dalam suatu kerjasama untuk mencapai tujuan yang
ditetapkan. Struktur organisasi merupakan susunan dan hubungan setiap
bagian atau posisi yang ada didalam suatu perusahaan atau organisasi
untuk menjalankan kegiatan operasional untuk mencapai tujuan yang
diharapkan dan di inginkan.
Struktur organisasi menggambarkan dengan jelas pemisahan kegiatan
pekerjaan antara yang satu dengan yang lain dan bagaimana hubungan
aktivitas dan fungsi dibatasi. Dalam struktur organisasi yang baik harus
menjelaskan hubungan wewenang siapa melapor kepada siapa, jadi ada
satu pertanggung jawaban apa yang akan dikerjakan.

6
a. Bagan Struktur Organisasi KAP Drs. Inaresjz Kemalawarta

PIMPINAN
DRS. INARESJZ KEMALAWARTA. CPA.

ADMINISTRASI, KEUANGAN, DAN SEKERETARIS


JEWANDI
dan
PUTERI NOOR ERINA

SUPERVISOR SUPERVISOR SUPERVISOR SUPERVISOR SUPERVISOR SUPERVISOR


Dra. ISNIAH MUJIONO, A. Md. SUMARDI, SE., IMAM ASNAWI, SOEROSO, S. Pd. TAUFIQ BAGUS
Akt, CA. SE. PRASOJO, SE., Akt

AUDITOR SENIOR
DELANIA C. D, A.Md.
dan
AUDITOR SENIOR
MALIA I, A.Md.
M. REBRIAN ADI S, A.Md.

AUDITOR JUNIOR
NUR DESSY P, A.Md.

Gambar 1.1 Struktur Organisasi KAP Drs. Inaresjz Kemalawarta

7
b. Uraian Tugas Masing-Masing Bagian Pada Susunan Organisasi KAP
Drs. Inaresjz Kemalawarta
a) Pimpinan
Tugas dan Tanggung Jawab pimpinan adalah:
1) Mengatur dan mengendalikan urusan kantor akuntan publik.
2) Mengembangkan dan mengawasi aktivitas kantor akuntan
publik.
3) Mengesahkan keputusan-keputusan yang berkaitan dengan
laporan audit, penerimaan klien, perencanaan perikatan,
penerimaan karyawan, serta pengangkatan jabatan karyawan.
4) Membentuk tim audit dan mengesahkan perikatan.
5) Mereview hasil pekerjaan lapangan.
6) Memberikan pendapat atas laporan keuangan.
b) Manager
Tugas dan tanggung jawab manajer:
1) Menentukkan besarnya fee audit dan melakukan penagihan atas
fee tersebut.
2) Melakukan pengendalian terhadap bagian administrasi umum.
3) Melakukan supervisi pada setiap perikatan.
c) Administrasi, Keuangan, dan Sekretaris
Administrasi berfungsi mengurus bagian administrasi Kantor
Akuntan Publik Inaresjz Kemalawarta, seperti menyetor pajak,
mengatur pembayaran gaji dan mengelola segala urusan kantor
seperti membayar listrik dan telepon. Selain itu, bertanggung
jawab mengelola pembuatan surat-surat, baik surat masuk maupun
surat keluar.
d) Supervisor
Supervisor bertindak sebagai pengawas audit, bertugas untuk
membantu auditor senior dalam merencanakan program audit dan
waktu audit, mengevaluasi kertas kerja, dan laporan audit.
Pekerjaan supervisor melakukan pengawasan terhadap pekerjaan

8
yang dilaksanakan auditor senior di kantor. Selain itu supervisor
juga mempersiapkan kontrak kerjasama audit serta merencanakan
dan menyusun program audit.
e) Auditor Senior
Tugas dan tanggung jawab auditor senior adalah:
1) Mendapatkan, menganalisa, mengevaluasi bukti-bukti sebagai
dasar merumuskan opini yang obyektif atas efektivitas dan
memadainya struktur pengendalian manajemen dan struktur
pengendalian intern.
2) Memeriksa transaksi-transaksi, dokumen-dokumen, catatan-
catatan, laporan-laporan dan metode dalam hal kecermatan dan
keabsahan akuntansi.
3) Menyiapkan kertas kerja dan meringkas data untuk bagian audit
yang telah ditetapkan.
4) Mengawasi dan mengatur pekerjaan lapangan auditor.
f) Auditor Junior
Tugas dan tanggung jawab auditor adalah:
1) Melaksanakan pekerjaan lapangan.
2) Menyelesaikan prosedur dan program audit.
4. Cakupan Kegiatan Operasional di KAP Inaresjz Kemalawarta
Berikut ini jasa profesional yang disediakan oleh Kantor Akuntan
Publik Drs. Inaresjz Kemalawarta yaitu:
1. Jasa Audit Laporan Keuangan
KAP Drs. Inaresjz Kemalawarta menyediakan jasa audit berupa
jasa pemerikasaan atas laporan keuangan historis. Tujuan dari jasa
audit adalah auditor menerbitkan laporan tertulis yang berisi
pernyataan pendapat apakah laporan keuangan historis telah
menyajikan secara wajar sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan
(SAK) yang berlaku di Indonesia.

9
2. Jasa Audit Khusus
Jasa audit khusus yang diberikan KAP Drs. Inaresjz Kemalawarta
meliputi jasa audit atas akun atau pos laporan keuangan tertentu yang
dilakukan dengan menggunakan prosedur yang disepakati bersama.
3. Jasa Pemeriksaan (Examination)
KAP Drs. Inaresjz Kemalawarta menyediakan jasa pemeriksaan
untuk menguraikan jasa lain yang muncul dari pernyataan jasa audit
yaitu suatu pendapat tentang kesesuaian asersi yang dibuat oleh pihak
manajemen dengan kriteria yang ditetapkan seperti menilai efektifitas
sistem pengendalian entitas, kepatuhan entitas terhadap peraturan
perundang-undangan dan peraturan tertentu.
4. Jasa Review
Jasa review laporan keuangan adalah pelaksanaan prosedur
permintaan keterangan dan analisis yang menghasilkan dasar memadai
bagi akuntan untuk memberikan keyakinan terbatas. Keyakinan
tersebut bahwa tidak terdapat modifikasi material yang harus
dilakukan atas laporan keuangan agar laporan tersebut sesuai standar
akuntansi keuangan. Jasa review yang disediakan oleh KAP Drs.
Inaresjz Kemalawarta berupa permintaan keterangan dari manajemen
klien serta analisis komperatif atas informasi keuangan. Jasa ini
biasanya digunakan untuk kepentingan interim dan tender.
5. Jasa Prosedur yang Disepakati (Agreed Upon Procedures)
Jasa Prosedur yang disepakati berupa jasa yang lebih sempit
dibandingkan jasa audit dan jasa pemeriksaan, untuk jenis jasa ini
KAP Drs. Inaresjz Kemalawarta akan menerbitkan suatu ringkasan
temuan.
6. Kompilasi Laporan Keuangan
KAP Drs. Inaresjz Kemalawarta menyediakan jasa ini untuk
menyusunkan laporan keuangan berdasarkan dokumen transaksi dan
dokumen-dokumen lain yang terkait dengan keuangan perusahaan
sehingga menjadi laporan keuangan yang utuh dan lengkap sesuai

10
dengan Standar Akuntansi Keuangan (SAK). Auditor mengumpulkan
dokumen transaksi, mengumpulkan catatan kas atau bank masuk dan
catatan kas atau kas keluar. Selanjutnya dokumen tersebut dibuat
menjadi laporan keuangan yang utuh terdiri dari neraca, laporan laba
rugi, laporan arus kas, dan laporan perubahan ekuitas.
7. Konsultasi Manajemen
KAP Drs. Inaresjz Kemalawarta dapat pula memberikan pelayanan
konsultasi manajemen bagi UMKM seperti konsultasi di bidang
manajemen usaha, keuangan, perpajakan, komputer, Sumber Daya
Manusia (SDM), membuatkan proposal studi kelayakan usaha dan
lain-lain. Disamping itu KAP Drs. Inaresjz Kemalawarta seringkali
diminta mencarikan tenaga pembukuan atau akuntansi yang terampil
dan berpengalaman bagi perusahaan atau koperasi yang membutuhkan.
8. Diklat (training)
KAP Drs. Inaresjz Kemalawarta juga melayani jasa pendidikan
atau pelatihan. Modul pelatihan KAP Drs. Inaresjz Kemalawarta
sangat spesifik karena modul diklat disiapkan secara matang dan
diangkat dari praktik serta survei lapangan berdasarkan kebutuhan
perusahaan. Infrastruktur berasal dari perguruan tinggi, praktisi,
kalangan asosiasi dan lain sebagainya. Diklat dilaksanakan secara
swadaya oleh KAP atau bekerjasama dengan Pemda setempat. Materi-
materi diklat, seminar/workshop yang pernah diberikan antara lain:
1) Bagaimana membaca dan memahami laporan keuangan (bagi
pemakai laporan keuangan yang berlatar belakang pendidikan non
akuntansi).
2) Perpajakan bagi usaha kecil dan koperasi.
3) Kewirausahaan bagi usaha kecil dan koperasi.
4) Manajemen konflik dan negoisasi.
5) Manajemen penganggaran.
6) Pengkreditan.
7) Pengembangan usaha baru.

11
8) Laporan arus kas.
9) Penyusunan anggaran (budget)
10) Internet.
11) Pemeriksaan laporan keuangan.
12) Pemeriksaan manajemen.
13) Sistem Pengendalian Manajemen.
14) Akuntansi dasar dan menengah.
15) Komputer akuntansi.
16) Psikologi sosial dan psikologi industri.
17) Akuntansi untuk organisasi nirlaba.
18) Strategi organisasi nirlaba.
19) Seminar peluang tenaga kerja akuntansi di sektor publik dalam
menyongsong otonomi daerah.
20) Pembahasan rencana tentang UU perkoperasian yang baru.
21) Pembahasan UU anti monopoli.
Materi pendidik harus dikembangkan sesuai dengan kebutuhan dan
tuntutan perkembangan dunia usaha.

C. Kegiatan-Kegiatan yang dilakukan


Kegiatan yang dilakukan selama satu bulan di Kantor Akuntan Publik Drs.
Inaresjz Kemalawarta antara lain:
1. Membuat KKP (Kertas Kerja Pemeriksaaan)
Kerta kerja pemeriksaan adalah dokumen yang dibuat oleh auditor dan
hasil kerja auditor yang dijadikan sebagai dasar informasi yang digunakan
untuk membuat kesimpulan dan opini. Kertas kerja pemeriksaan berisi:
a. Review sheet
b. Audit plan memorandum/ form rencana dan strategi audit
c. Laporan keuangan klien
d. Kuesioner SPI (Sistem Pengendalian Internal)
e. Form pemahaman bisnis klien
f. Form penerimaan berkelanjutan klien

12
g. Form risiko audit
h. Tingkat materialitas
i. Analisis rasio
j. Working trial balance
k. Audit program
l. Top schedule (Sub KKP)
Top Schedule (Sub KKP) merupakan kertas kerja pemeriksaan
yang digunakan untuk meringkas informasi yang dicatat dalam daftar
pendukung untuk rekening-rekening yang berhubungan. Top Schedule
ini akan memperlihatkan; saldo Per Book (bersumber dari buku besar
atau trial balance klien), Supporting schedule (mutasi), saldo per-
audit, serta saldo tahun lalu (bersumber dari kertas kerja pemeriksaan
tahun lalu atau laporan hasil audit tahun lalu).
Tahap – tahap yang dilakukan:
- Mengelompokkan akun-akun supporting schedule (mutasi) sesuai
bagian kelompok akun pada top schedule
- Sesuaikan jumlah saldo akun supporting schedule (mutasi) yang
sudah dikelompokkan dengan jumlah saldo akun yang ada pada top
schedule
- Cocokkan jumlah saldo per akun pada top schedule dengan
working trial balance. Jika cocok maka beri tanda centang.
m. Supporting schedule (sublead KKP)
Supporting schedule merupakan rincian dari top schedule, yang
memuat detail temuan hasil pemeriksaan audit, serta koreksi-koreksi
yang ada, serta memuat berbagai informasi dan teknik pemeriksaan
yang dilaksanakana oleh akuntan.
Dalam membuat sublead KKP terlebih dahulu menghitung ulang
saldo per bulan setiap akun neraca dan laba rugi pada catatan buku
besar kemudian dicocokan antara akun-akun yang disajikan dalam
worksheet, jika sudah sesuai dan tidak ada selisih kemudian
dipindahkan di kertas kerja pemeriksaan. Kemudian diberi tick mark

13
segitiga (∆) yang menunjukkan bahwa telah ditelusur ke buku besar
dan jurnal dan tidak ada perbedaan material, serta tick mark (Z) yang
menunjukkan bahwa telah dicek kebenaran penjumlahannya.
n. Lampiran pendukung tiap akun yang diaudit
2. Mengecek Daftar Piutang
Piutang merupakan salah satu unsur dari aktiva lancar dalam neraca
perusahaan yang timbul akibat adanya penjualan barang, jasa atau
pemberian kredit terhadap debitur yang pembayaran pada umumnya
diberikan dalam tempo 30 hari sampai dengan 90 hari. Daftar piutang
adalah daftar yang berisi data-data piutang yang pernah dilakukan pada
transaksi penjualan.
Pekerjaan yang dilakukan:
- Ada dua data yang diberikan yaitu data pada excel dan data pada
lembar kertas hardfile
- Lalu cocokan nama pelanggan dan jumlah nominal piutang yang ada
- Apakah sudah sama atau belum
- Jika nama dan jumlah piutang sudah sama maka beri tanda centang
pada lembar hardfile dan beri warna pada data excel.
3. Membuat Laporan Keungan Perbandingan Neraca dan Laba Rugi
Laporan neraca adalah jumlah aktiva yang harus seimbang dengan
jumlah kewajiban ditambah dengan modal. Untuk memudahkan bisa
dibuat neraca perbandingan yang isinya adalah perbandingan antara
periode berjalan dengan periode sebelumnya.
Pekerjaan yang dilakukan:
- Melihat pada penjelasan neraca dari klien
- Kemudian membuat neraca perbandingan pada excel
- Dengan mengcopy sesuai dengan nama akun pada 2 periode
- Setelah itu hitunglah kenaikan atau penurunannya
- Setelah dihitung berapa persen kenaikan atau penurunannya maka
dianalisis apakah mengalami kenaikan atau penurunan atau tidak ada
perubahan

14
Laporan laba/rugi adalah bagian dari laporan keuangan suatu
perusahaan yang dihasilkan pada suatu periode akuntansi yang
menjabarkan unsur-unsur pendapatan dan beban sehingga menghasilkan
suatu laba (atau rugi) bersih. Untuk memudahkan bisa dibuat laba/rugi
perbandingan yang isinya adalah perbandingan antara periode berjalan
dengan periode sebelumnya.
Pekerjaan yang dilakukan:
- Melihat pada penjelasan laba/rugi dari klien
- Kemudian membuat laba/rugi perbandingan pada excel
- Dengan mengcopy sesuai dengan nama akun pada 2 periode
- Setelah itu hitunglah kenaikan atau penurunannya
- Setelah dihitung berapa persen kenaikan atau penurunannya maka
dianalisis apakah mengalami kenaikan atau penurunan atau tidak ada
perubahan
4. Membuat Indeks KKP
Pemberian indeks terhadap kertas kerja akan memudahkan pencarian
informasi dalam berbagai daftar yang terdapat di berbagai tipe kertas kerja.
Oleh karena itu kertas kerja harus diberi indeks dalam audit atau pada saat
pekerjaan audit telah selesai dilakukan. Ada beberapa metode pemberian
indeks terhadap kertas kerja yaitu indeks angka, indeks kombinasi angka
dan huruf, dan indeks angka berurutan.
Pekerjaan yang dilakukan:
- Mengecek jumlah angka yang ada pada sub KKP dan bukti dibelakang
sub KKP
- Apabila jumlah angka sesuai maka diberi indeks sesuai dengan indeks
yang ada di sub KKP
5. Pembuatan Cut-Off
Prosedur Cut-Off (pisah batas) merupakan prosedur verivikasi yang
dilaksanakan pada audit atas penjualan yang bertujuan untuk mengetahui
apakah transaksi-transaksi telah dicatat pada periode akuntansi yang tepat.
Auditor harus menguji dan memastikan bahwa transaksi penjualan yang

15
dilakukan oleh klien telah dicatat pada periode akuntansi yang tepat karena
terdapat risiko dimana penjualan yang terjadi mendekati akhir periode
akuntansi dicatat pada periode yang salah.
Dalam melaksanakan prosedur cut-off atas akun penjualan, potongan
penjualan dan beban dibutuhkan buku besar dan trial balance perusahaan
bulan Desember 2018 dan Januari 2019. Hal itu dibutuhkan untuk mencari
transaksi tanggal sebelum cut-off pada akhir periode pelaporan dan
transaksi anggal sesudah akhir periode pelaporan.
Tahap – tahap yang dilakukan:
- Mencari transaksi penjualan yang tercatat pada file Trial Balance
yang diberikan perusahaan
- Cari transaksi yang tercatat pada trial balance di General Ledger
sesuai tanggal cut off.
- Catat kembali transaksi sesuai nomor faktur, tanggal, jumlah dan
tanggal pencatatan.
6. Melakukan Prosedur Alternatif
Prosedur alternatif adalah prosedur yang dilakukan pada konfirmasi
positif yang tidak dikembalikan oleh debitur menggunakan bukti
dokumentasi untuk menentukan apakah piutang tercatat ada dan dapat
ditagih. Tujuan dari prosedur alternatif adalah untuk menentukan dengan
cara selain konfirmasi, apakah akun yang belum dikonfirmasi itu ada dan
dinyatakan dengan benar pada tanggal konfirmasi. Paragraf 31, SA Seksi
330 mengatur bahwa bila auditor tidak menerima jawaban atas permintaan
konfirmasi positif, auditor harus menerapkan prosedur alternatif untuk
memperoleh bukti yang diperlukan guna mengurangi risiko audit ke
tingkat yang cukup rendah.
Sifat prosedur alternatif pada umumnya bervariasi sesuai dengan akun
dan asersi yang dituju. Dalam pemeriksaan terhadap piutang usaha,
prosedur alternatif dapat meliputi pemeriksaan terhadap penerimaan kas
setelah tanggal neraca. Sedangkan dalam pemeriksaan terhadap hutang

16
usaha, prosedur alternatif dapat berupa pemeriksaan pembayaran kas
setelah tanggal neraca.
Tahap yang dilakukan:
- Mengecek akun utang dagang dan piutang dagang pada general ledger
apakah ada transaksi pembayaran
- Jika ada transaksi pembayaran, cek pada akun kas dan bank untuk
memastikan adanya penerimaan atau pengeluaran kas pada akun
tersebut.
- Catat transaksi tersebut sesuai nama supplier, tanggal pelunasan,
nomorbukti, kode rekening dan kode rekening lawan, dan catat
sumber bukti transaksi tersebut dari rekening kas atau bank. Jika
dengan bank maka dicatat bank mana yang melakukan transaksi
tersebut.
7. Melakukan Vouching
Vouching adalah pemeriksaan bukti pendukung yaitu dengan
menelusur dari jurnal ke dokumen bukti transaksi yang digunakan sebagai
dasar ayat pada jurnal, apakah nominal yang tercatat di jurnal sesuai
dengan yang tercatat pada bukti transaksinya. Vouching yang dilakukan
antara lain pada penerimaan kas, pengeluaran kas, dan rekapitulasi pajak
dengan faktur pajak.
a. Vouching penerimaan kas
Vouching penerimaan kas dilakukan dengan mencocokan catatan
jurnal penerimaan kas pada sistem milik klien dengan faktur penjualan.
Kemudian jika sudah sesuai diberikan tanda centang.
b. Vouching pengeluaran kas
Vouching pengeluaran kas dilakukan dengan mencocokan catatan
jurnal akun petty cash dengan bukti transaksi pengeluaran kas seperti
nota pembelian. Kemudian jika sudah sesuai diberikan tanda centang.
c. Vouching rekapitulasi pajak
Vouching rekapitulasi pajak dilakukan dengan menelusur catatan
pajak ke bukti pendukung yang digunakan sebagai dasar pencatatan.

17
Vouching pada rekapitulasi PPh 4 (2)/ final dilakukan dengan
mengecek nama, NPWP, ID billing, serta jumlah pajak yang dibayar
pada faktur pajak dan dicocokan dengan daftar catatan klien. Apabila
sudah sesuai maka diberi tanda centang. Kemudian untuk vouching
rekapan pemotongan pajak pada sebuah proyek dilakukan dengan
memeriksa bukti surat perintah kerja (SPK) dan bukti konfirmasinya
yang digunakan sebagai dasar pencatatan rekapan pemotongan pajak.
8. Melakukan Reperformance
Reperformance adalah pelaksanaan ulang perhitungan dan rekonsiliasi
yang dibuat oleh klien. Reperformance yang dilakukan adalah pada akun-
akun biaya, penjualan, dan persediaan. Reperformance pada akun biaya
dan penjualan dilakukan dengan cara menghitung ulang pada catatan
jurnal milik klien. Reperformance pada akun persediaan dilakukan dengan
menghitung ulang kuantitas dikalikan dengan harga per unit pada
persediaan yang dibuat oleh klien. Kemudian saldo yang tercatat di daftar
persediaan dicocokan dengan saldo yang tercatat pada laporan keuangan
untuk mengecek apakah ada salah saji material.
9. Rekapitulasi Persediaan
Rekapitulasi persediaan dibuat setelah perhitungan fisik persediaan
dan pengecekan (stock opname) selesai dilakukan dan tidak dijumpai
perbedaan yang signifikan. Rekapitulasi dilakukan juga setelah melakukan
vouching persediaan. Data yang sudah divouching akan disalin ke dalam
daftar rekapitulasi persediaan dilengkapi dengan nomor kode, jenis
persediaan dan kuantitasnya.
10. Membuat Surat Konfirmasi
Surat konfirmasi adalah surat pernyataan yang berasal dari perusahaan
kepada debitur, untuk memberitahukan secara langsung kepada akuntan
publik yang memeriksa ikhtisar keuangannya, mengenai benar atau
tidaknya saldo pada tanggal tertentu seperti yang disebutkan dalam surat
tersebut.

18
Surat konfirmasi yang dibuat antara lain konfirmasi bank, piutang, dan
hutang. Surat konfirmasi berisi alamat yang dituju, permohonan informasi
saldo, dan lembar jawaban konfirmasi. Surat konfirmasi diserahkan
kepada klien, kemudian klien mengirimkan ke pihak eksternal yang
bersangkutan dan KAP menunggu balasan atas konfirmasi tersebut.
11. Sesi Brainstorming
Dalam sesi brainstorming setiap kelompok mempresentasikan materi
tentang pengendalian integritas pemrosesan dan ketersediaan pada input di
hadapan seluruh auditor dan kemudian dilakukan diskusi. Brainstorming
ini dilakukan berkaitan dengan audit yang akan dilakukan pada klien.
12. Kunjungan ke klien
Kunjungan ke klien bertujuan untuk mengambil data-data klien yang
diperlukan auditor, melakukan pengambilan sample untuk piutang, dan
melakukan kas opname. Dalam melakukan sampling piutang auditor
mengambil sample beberapa nama pemilik utang berdasarkan jumlah
nominal piutang yang terbesar. Kemudian auditor membuatkan surat
konfirmasi untuk dikirimkan kepada pemilik utang tersebut untuk
memastikan bahwa piutang tersebut benar-benar ada.
Kas opname dilakukan dengan menghitung jumlah uang kertas, uang
logam, dan nota pembelian yang belum tercatat per tanggal pelaksanaan
kas opname kemudian dicatat di form kas opname yang sudah disiapkan
auditor. Kemudian hasil perhitungan yang telah dilakukan dicocokan
dengan nominal yang tercatat pada catatan klien.
13. Membuat Laporan Hasil Audit
Laporan audit berisi laporan keuangan dan laporan auditor
independen. Dalam laporan keuangan mencakup neraca, laporan laba rugi,
catatan atas laporan keuangan, serta informasi lain yang diperlukan seperti
kebijakan akuntansi, penjelasan pos neraca, dan penjelasan pos laba rugi.
Laporan auditor independen berisi tentang pernyataan opini auditor atas
laporan keuangan klien berdasarkan pelaksanaan audit yang sesuai dengan
Standar Audit yang ditetapkan oleh Institut Akuntan Publik Indonesia.

19
Jenis opini auditor ada empat yaitu opini wajar tanpa pengecualian
(unqualified opinion), opini wajar dengan pengecualian (qualified
opinion), opini tidak wajar (adverse opinion), atau opini tidak menyatakan
pendapat (disclimer of opinion).
Dalam proses pembuatan laporan hasil audit, pekerjaan yang
dilakukan hanya memindahkan saldo pada tiap-tiap akun yang telah
diaudit oleh auditor pada lembar catatan atas laporan keuangan (CALK).
D. Kendala yang Dihadapi
1. Merasa kesulitan saat mengerjakan pekerjaan, karena belum pernah
melihat secara fisik bentuk KKP.
2. Merasa kesulitan saat melakukan pekerjaan karena klien memberikan data
dalam bentuk PDF dan data tersebut susah untuk di eksport ke excel
menggunakan internet sehingga tidak dapat dicek dengan cepat karena
harus memindahkan satu persatu dari PDF ke excel.
3. Merasa takut saat diajak untuk kunjungan ke klien karena baru pertama
kali melakukan kunjungan ke klien.

E. Solusi yang ditawarkan


1. Auditor menjelaskan dan mempraktikan langsung cara membuat KKP.
2. Auditor meminta kembali data pada klien dalam bentuk excel agar lebih
mudah untuk dilakukan perhitungan ulang.
3. Berusaha untuk percaya diri dengan ilmu yang sudah di pelajari di
perkuliahan dan mengikuti arahan yang sudah diberikan oleh PIC.

20
BAB III
PENUTUP

A. Simpulan
Kami melakukan kegiatan Studi Dunia Industri di Kantor Akuntan Publik
(KAP) Drs. Inaresjz Kemalawarta pada tanggal 01 - 31 Agustus 2019. Selama
satu bulan kami dapat mengetahui tentang dunia kerja dan dapat mengambil
kesimpulan yaitu Kantor Akuntan Publik (KAP) sangat membutuhkan auditor-
auditor yang professional, sehingga pembelajaran akuntansi merupakan
kecakapan teknis untuk membantu perkembangan Kantor Akuntan Publik
(KAP). Kegiatan Studi Dunia Industri juga dapat membantu Kantor Akuntan
Publik (KAP) Drs. Inaresjz Kemalawarta dalam menyelesaikan pekerjaan
auditor. Selain itu, kegiatan Studi Dunia Industri dapat dijadikan sebagai
sarana kerjasama antara Kantor Akuntan Publik (KAP) Drs. Inaresjz
Kemalawarta dengan Fakultas Ekonomi Universitas PGRI Yogyakarta.
B. Saran
1. Bagi Perguruan Tinggi
a. Dalam melaksanakan monitoring hendaknya lebih dipadatkan agar
pembimbing lebih mengetahui masalah-masalah atau kendala yang
dihadapi oleh mahasiswa.
b. Pembimbing sebaiknya lebih dekat dengan instansi supaya terjalin
kerjasama yang baik.
c. Sebaiknya waktu pelaksanaan SDI tidak terlalu singkat, minimal
dilaksanakan selama 3 bulan agar mahasiswa lebih banyak mendapat
ilmu, selain itu banyak tempat SDI yang mensyaratkan minimal waktu
pelaksanaan SDI.
d. Sebaiknya waktu pelaksanaan SDI dilaksanakan di bulan Januari-Maret,
sehingga lebih banyak pekerjaan yang dilakukan.

21
2. Bagi Program Studi Akuntansi
Sebaiknya mata kuliah praktik dilengkapi dengan buku praktik yang
mendukung, seperti praktik pengauditan, praktik pajak. Sehingga saat di
dunia kerja mahasiswa tidak terlalu bingung dengan form-form dari
perusahaan.
3. Bagi Instansi/Perusahaan
a. Pelaksanaan SDI ini akan lebih terarah apabila disusun suatu jadwal
yang harus dikerjakan mahasiswa selama melaksanakan SDI.
b. Kepada pihak industri untuk dapat lebih banyak memberikan pekerjaan
yang bermanfaat bagi mahasiswa, supaya jam kerja dapat diisi dengan
penuh tanpa ada waktu kosong.
c. Kepada pihak industri untuk dapat menggunakan aplikasi agar pekerjaan
lebih efisien.

22
LAMPIRAN

1. Lembar kontrol mahasiswa


2. Kartu bimbingan
3. Lembar kontrol instansi
4. Dokumentasi SDI

23