Anda di halaman 1dari 24

Dr. Ir.

MASRIZAL, MS

FAKULTAS PETERNAKAN
UNIVERSITAS ANDALAS
Dr.Ir.Masrizal,MS 1
Berahi :
Saat dimana hewan bersedia menerima
pejantan untuk kopulasi.

Siklus Berahi :
Jarak antara berahi yang satu sampai pada
berahi berikutnya, yang dapat dibagi atas
4 fase, yaitu :
1. Proestrus 3. Metestrus
2. Estrus 4. Diestrus
Dr.Ir.Masrizal,MS 2
Adalah fase persiapan ( 2 hari, hari ke 20, 21).
Tanda-tanda :
Tingkah laku hewan betina agak lain dari biasanya,
misal : hewan agak gelisah, mendengarkan suara atau
diam saja.
Masih menolak pejantan.
Perubahan Bhg Dalam :
Pada ovarium terjadi pertumbuhan folikel tertier menjadi
folikel degraaf.
Tuba fallofii dan uterus mendapat vaskularisasi yang
lebih banyak dari pada biasanya.
Kelenjar-kelenjar endometrium tumbuh memanjang.
Serviks mulai merelaks dan kelenjar-kelenjar dalam
serviks mulai memproduksi lendir.
Dr.Ir.Masrizal,MS 3
Adalah fase dimana hewan betina mau menerima pejantan
untuk kopulasi (1 hari = ± 18 jam, hari ke 1).
Tanda-tanda :
Gelisah ingin keluar kandang, tetapi ada pula yang
diam saja.
Melenguh-lenguh.
Mencoba menunggangi sapi lain.
Tidak lari bila ditunggangi oleh pejantan.
Tidak ada nafsu makan.
Pangkal ekor terangkat sedikit.
Keluar cairan jernih dari serviks, yang mengalir melalui
vulva.
Vulva kemerah-merahan (3 A)
A = abang : merah.
A = abuh : basah.
A = anget : panas.
Dr.Ir.Masrizal,MS 4
Vulva Bengkak Vagina Merah

Lendir Servik

Dr.Ir.Masrizal,MS 5
Dr.Ir.Masrizal,MS 6
Perubahan Bhg Dalam :

Pertumbuhan folikel telah mencapai maksimal (fol.


degraaf).

Dinding folikel menjadi tipis dan menonjol keluar


dari permukaan ovarium.

Terjadinya ovulasi menunggu saatnya saja.

Endometrium uterus semakin giat memperkem-


bangkan kelenjar-kelenjar susu uterus.

Sekresi lendir kelenjar serviks bertambah.

Dr.Ir.Masrizal,MS 7
Adalah fase yang terjadi segera setelah estrus selesai.
(3 ~ 4 hari, hari ke 2, 3, 4).
Tanda-tanda :
Masih terdapat sisa-sisa tanda estrus, sehingga sukar
dibedakan.
Betina telah menolak pejantan untuk kopulasi.
Perubahan Bhg Dalam :
Pada ovarium (tempat folikel yang pecah) terjadi
pembentukan corpus haemorrhagicum.
Kelenjar-kelenjar endometrium menjadi lebih
memanjang.
Serviks telah menutup.
Kelenjar-kelenjar serviks merubah sifat cairan
sekresinya menjadi mengental, ini berguna menutup
lumen serviks. 8
Dr.Ir.Masrizal,MS
Adalah fase yang ditandai oleh tidak adanya kebuntingan
( 14 ~ 15 hari, hari ke 5 ~ ke 19).
Tanda-tanda :
Tidak ada aktifitas kelamin.
Hewan menjadi tenang.
Perubahan Bhg Dalam :
Pada awal Diestrus, endometrium masih memperlihatkan
kegiatan, dimana kelenjar-kelenjar endometrium dari
panjang menjadi berkelok-kelok.
Pada pertengahan Diestrus, kelenjar-kelenjar
endometrium berdegenerasi menjadi sangat pendek.
Corpus haemorraghicum mengkerut, karena dibawah
lapisan haemorragik ini tumbuh sel-sel kuning yang
disebut luteum.
Dr.Ir.Masrizal,MS 9
GELOMBANG FOLIKEL
Sapi & Kerbau ⇒ 2-3 gelombang folikel/siklus
Domba & Kambing ⇒ 3-5 gelombang folikel/siklus
Babi ⇒ 1 gelombang folikel/siklus
Kuda ⇒ 1 gelombang folikel/siklus

Dr.Ir.Masrizal,MS 10
BERDASARKAN PERKEMBANGAN FOLIKEL DAN KORPUS
LUTEUM, SILKUS BERAHI DAPAT PULA DIBAGI ATAS 2 FASE

1. Fase Folikel : (Fase Folikular) yang terdiri dari fase pro-


estrus dan estrus, yang mana pada fase-fase ini terjadi
pertumbuhan folikel secara cepat.

2. Fase Luteal : yang terdiri dari fase metestrus dan diestrus,


yang mana pada fase-fase ini terjadi pertumbuhan korpus
luteum.

Ovulasi : Saat pecahnya folikel degraaf dan keluarnya ovum


bersama-sama isi folikel. Sapi betina mengalami
ovulasi : 11 jam setelah estrus untuk sapi dewasa
yang telah beranak, 10 jam untuk sapi dara. Lama
estrus untuk sapi dara sekitar 15 jam.
Dr.Ir.Masrizal,MS 11
20 Proestrus ( 20, 21 ) 1 Metestrus (2-4) Diestrus (5-19) 19

Phase Folikel Estrus ( 1 ) Phase Luteal


Dr.Ir.Masrizal,MS 12
LAMA SIKLUS BERAHI & FASE ESTRUS BEBERAPA TERNAK

No. Jenis Ternak Sik. Berahi Estrus

1. Sapi ± 21 hari 13 – 18 jam

2. Domba ± 16 hari 30 – 36 jam

3. Kambing ± 19 hari ± 39 jam

4. Kuda 19 – 23 hari 4 – 7 hari

5. Babi ± 21 hari 2 – 3 hari

6. Kucing ± 6 bulan ± 4 hari

7. Anjing ± 6 bulan 7 – 9 hari

Dr.Ir.Masrizal,MS 13
LAMA WAKTU MASING-MASING FASE
DALAM SIKLUS BERAHI BEBERAPA TERNAK

Pro- Met- Di-


Jenis
No estrus Estrus Ovulasi estrus estrus
Ternak
(hari) (hari) (hari)
10-11 jam
13 – 18
1. S a p i 3 setelah 3–5 13
jam
berahi
24-30 jam
30 – 36
2. Domba 2 dari mulai 3–5 7 – 10
jam
berahi
1-2 hari
4–7
3. K u d a 3 sebelum 3–5 6 – 10
hari
akhir berahi
35-45 jam
2–3
4. B a b i 3 dari mulai 3–4 9 – 13
hari
berahi
Dr.Ir.Masrizal,MS 14
HORMON YANG BERPERAN
DALAM SIKLUS ESTRUS
1. GnRH I (FSH-RH) :
Merangsang pelepasan hormon GtH I (FSH) dari kelenjar
hipofisa.

2. GnRH II (LH-RH) :
Merangsang pelepasan hormon GtH II (LH) dari kelenjar
hipofisa.

3. FSH :
Merangsang pertumbuhan folikel pada ovarium, sehingga
menjadi folikel deGraaf (folliculogenesis & oogenesis).
Dr.Ir. Masrizal, MS 15
4. LH :

Merangsang sel-sel granulosa dan sel-sel theca pada


folikel untuk memproduksi hormon estrogen

Merangsang proses ovulasi (pecahnya folikel degraaf),


sehingga ovum keluar dari folikel.

LH bersama dengan LTH merangsang pembentukan


korpus luteum dari bekas folikel yang pecah (ovulasi).

5. LTH :

LTH bersama dengan LH merangsang pembentukan


korpus luteum dari bekas folikel yang pecah (ovulasi).

Dr.Ir. Masrizal, MS 16
6. Estrogen :
Melakukan feedback negatif terhadap pelepasan FSH oleh
hipofisa.

Melakukan feedback positif terhadap pelepasan LH oleh


hipofisa.

Merangsang ternak estrus/berahi yang terlihat dari


tingkah laku ternak dan perubahan organ reproduksinya.

7. Progesteron :
Melakukan feedback negative terhadap pelepasan GnRH
oleh hypothalamus dan GtH oleh hipofisa.

8. Protaglandin :
Melisiskan korpus luteum, sehingga GnRH I dan FSH bisa
turun atau lepas dari hypothalamus dan hipofisa.

Dr.Ir.Masrizal,MS 17
MEKANISME KERJA HORMON DALAM SIKLUS ESTRUS

Dr.Ir.Masrizal,MS 18
HUBUNGAN ENDOKRIN DGN GELOMBANG FOLIKEL

Dr.Ir. Masrizal, MS 19
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
SIKLUS ESTRUS

1. Breed (Turunan)
2. Umur ternak
3. Lactasi
4. Musim, Iklim, Temperatur
5. Nutrisi
6. Type ternak kerja (transpor, bajak)
7. Penyakit reproduksi / non reproduksi
Dr.Ir.Masrizal,MS 20
Dr.Ir.Masrizal,MS 21
Dr.Ir.Masrizal,MS 22
Dr.Ir.Masrizal,MS 23
Dr.Ir.Masrizal,MS 24