Anda di halaman 1dari 6

PENGARUH KATALIS TERHADAP LAJU REAKSI

Tugas Akhir
Disusun Sebagai Syarat Memenuhi Tugas
Mata Kuliah Pengantar Komputer di Program Studi Pendidikan Kimia

DISUSUN OLEH:

IREN ANATASYA MONTOLU (A 251 20 030)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA


JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS TADULAKO

PALU

OKTOBER, 2021
PENGARUH KATALIS TERHADAP LAJU REAKSI

Kode Percobaan : C – XI – 04.03

Topik Percobaan : Faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi

Tujuan Percobaan : Mengamati pengaruh katalis terhadap laju reaksi

I. Alat dan Bahan

No Alat/Bahan Jumlah Kode


1 Gelas kimia; 100 ml 1 buah KGE 11/100
2 Gelas kimia; 250 ml 1 buah KGE 11/250
3 Silinder ukur; 25 1 buah KSL 40/025
4 Batang pengaduk 1 buah KBA 21/20
5 Termometer; -10 – 100 0C 1 buah KTE 25/100
6 Pembakar spiritus 1 buah KBS 25/125
7 Kaki tiga 1 buah KKA 55/80-100
8 Kawat kasa 1 buah KKA 64/030
9 Pipet tetes 1 buah KPP 70/100
10 KNa-tartrat 3 gram CKA 65/500
11 H2O2 20%,  = 1,4 g/ml 6 ml CHR 75/500
12 CoCl2.6H2O 25 gram CKT 59/100
13 Akuades Secukupnya CAQ 10/1000

II. Pengantar Percobaan


Penambahan katalis dapat mempercepat laju reaksi. Katalis tidak turut serta dalam proses
reaksi tetapi katalis berfungsi untuk menurunkan energi aktivitas sehingga laju reaksi akan
lebih cepat. Laju reaksi merupakan peristiwa perubahan konsentrasi reaktan atau produk dalam
satuan waktu. Laju reaksi juga dapat dinyatakan sebagai suatu laju terhadap berkurangnya
konsentrasi suatu pereaksi. Konstanta laju reaski merupakan laju reaksi bila konsentrasi dari
masing-masing jenis adalah satu (keenan, 1984).
Berbagai reaksi berlangsung lambat dapat dipercepat dengan menambahkan zat lain yang
disebut dengan katalis. Konsep yang menerapkan pengaruh terhadap laju reaksi diantaranya
katalis menurunkan energy-energi pengaktifan suatu reaksi dengan jalan membentuk tahap-
tahap reaksi baru. Ada dua jenis katalis yaitu katalis homogeny adalah katalis yang satu fase
dengan zat yang jenis katalis ini umumnya ikut bereaksi tetapi pada akhirnya reaksi akan
kembali ke bentuk semula. Katalis heterogen adalah katalis yang tidak satu fase dengan zat-zat
yang bereaksi jenis katalis ini umumnya logam-logam dan reaksi yang tercepat umumnya pada
gas (Sukardjo,2002).
III. Keselamatan Kerja
1. Perhatikan penggunaan pembakar spiritus, jangan sampai jatuh atau tumpah.
2. Bahan-bahan yang digunakan, jangan sampai tertelan.
3. Bahan-bahan asam/basa yang digunakan, jangan sampai terkena kulit, jika terkena kulit
segera bilas dengan air yang mengalir.
4. Dalam setiap pengamatan yang dilakukan, jaga jarak mata anda dengan materi yang diamati,
hati-hati jangan sampai terkena efek dari zat/reaksi yang terjadi. Jika terkena segera bilas
dengan air.
5. Bersihkanlah (cuci) peralatan setiap kali sehabis digunakan percobaan
6. Prosedur keamanan untuk penggunaan pembakar spiritus :
- Setelah memasukkan spiritus ke dalam pembakar spiritus, tutup rapat, lalu keringkan
permukaan pembakar spiritus agar tidak ada spiritus yang tersisa pada permukaan
pembakar.
- Setelah pembakar spiritus selesai digunakan, keluarkan kembali spiritus dari dalam
pembakar. Jangan meninggalkan spiritus yang tidak dipergunakan dalam keadaan
spiritus masih ada di dalam pembakar spiritus!
IV. Prosedur dan Hasil Percobaan
Penyiapan larutan :
 Larutan CoCl2 1 M dibuat dengan cara menimbang 23,8 gram CoCl.6H 2O kemudian
dilarutkan dalam 100 ml akuades. Larutan ini dapat digunakan untuk 12 kelompok.
1. Larutan 2,5 gram NaK-tartrat dalam 25 ml air atau akuades didalam kimia 250 ml.
2. Siapkan kaki tiga, kawat kasa, dan pembakar spiritus. Panaskan larutan di atas pembakar
spiritus hingga suhu larutan mencapai 40 0C.
3. Padamkan api lalu masukkan 5 ml H2O2 20% ke dalamnya lalu amati apa yang terjadi.
4. Tambahkan 10 tetes larutan CoCl2 1 M ke dalam larutan. Amati perubahan yang terjadi.

No Zat yang Bereaksi Katalis Pengamatan


1 NaK-tartrat + air + H2O2 -
2 NaK-tartrat + air + H2O2 CoCl2

V. Kesimpulan
Pertanyaan berikut jawabannya merupakan kesimpulan dari percobaan yang telah anda
lakukan.
1. Berdasarkan percobaan yang telah anda lakukan, tentukanlah :
a. Variabel bebas
……………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………..

b. Variabel control
……………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………..

c. Variabel terikat
……………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………..
2. Kesimpulan apa yang dapat anda ambil dari hasil percobaan yang telah anda
lakukan?
………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………...
VI. Tindak Lanjut
1. Bagaimana hubungan antara laju reaksi dengan teori tumbukan? Jelaskan!
………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………….
2. Tuliskan minimal 3 contoh proses yang menerapkan prinsip laju reaksi dan
pengaruh dari penggunaan, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun kegiatan
industri!
………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………..

DAFTAR PUSTAKA

Keenan, C.W., D.C. Klemfelter, dan J.H. Wood. 1984. Kimia untuk Universitas. Erlangga :
Jakarta.
Sukardjo. 2002. Kimia Fisik. Rineka Cipta : Jakarta.