Anda di halaman 1dari 15

MAKALAH KEPERAWATAN

HARGA DIRI RENDAH (HDR)

Oleh :
Yunfika Khariqul Addah
Nim.

PROGRAM STUDY KEPERAWATAN


STIKES HAFSHAWATY ZAINUL HASAN GENGGONG
PROBOLINGGO
2018

ii
KATA PENGANTAR

Alhamdulillah penyusun haturkan kehadirat Allah SWT, atas rahmat dan


karunia-Nya penyusun dapat menyelesaikan  tugas pembuatan makalah yang
berjudul “Harga Diri Rendah (HDR)” guna memenuhi tugas mata kuliah
Keperawatan Sosial Budaya.
Penyusun sangat menyadari, bahwa dalam makalah ini masih banyak
kekurangan maupun kesalahan, untuk itu kepada para pembaca yang harap
memaklumi adanya mengingat keberadaan penyusunlah yang masih banyak
kekurangannya. Dalam kesempatan ini pula penyusun mengharapakan kesediaan
pembaca untuk memberikan saran yang bersifat perbaikan, yang dapat
menyempurnakan isi makalah ini dan dapat bermanfaat dimasa yang akan
datang.
Ucapan terimakasih sangat perlu penyusun sampaikan kepada dosen mata
kuliah Keperawatan Sosial Budaya, semoga atas kebesaran hati dan kebaikan
beliau mendapat rahmat dari Allah SWT. Amin
Akhir kata semoga makalah ini dapat membawa wawasan, khususnya bagi
penyusun dan umumnya bagi para pembaca yang budiman.

Lumajang, April 2018

                                                                                                      Penyusun

ii
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR .........................................................................................  i
DAFTAR ISI ......................................................................................................  ii
BAB I PENDAHULUAN
1. Latar Belakang .…...........................................................................................  1
2. Rumusan Masalah ...........................................................................................  1
3. Tujuan .............................................................................................................  2
BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian ......................................................................................................  3
B. Tanda dan Gejala.............................................................................................. 3
C.  Proses Terjadinya Masalah ............................................................................ 4
D.  Rentang Respon…...........................................................................................4
E.  Masalah keperawatan yang mungkin muncul .................................................6
F.  Asuhan keperawatan ....................................................................................... 6
BAB III PENUTUP
Kesimpulan .......................................................................................................  11
DAFTAR PUSTAKA…………………………………………………………. 12

ii
BAB I
PENDAHULUAN

1.      Latar Belakang
Peristiwa traumatic, seperti kehilangan pekerjaan, harta benda,
dan orang yang dicintai dapat meninggalkan dampak yang serius. Dampak
kehilangan tersebut sangat memengaruhi persepsi individu akan
kemampuan dirinya sehingga mengganggu harga diri seseorang.
Banyak dari individu-individu yang setelah mengalami suatu
kejadian yang buruk dalam hidupnya, lalu akan berlanjut mengalami
kehilangan kepercayaan dirinya. Dia merasa bahwa dirinya tidak dapat
melakukan apa-apa lagi, semua yang telah dikerjakannya salah, merasa
dirinya tidak berguna, dan masih banyak prasangka-prasangka negative
seorang individu kepada dirinya sendiri. Untuk itu, dibutuhkan bantuan dan
dukungan dari berbagai pihak agar rasa percaya diri dalam individu itu
dapat muncul kembali. Termasuk bantuan dari seorang perawat. Perawat
harus dapat menangani pasien yang mengalami diagnosis keperawatan
harga diri rendah, baik menggunakan pendekatan secara individual maupun
kelompok.

2.      Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, kami dapat mengambil
rumusan masalah sebagai berikut :
1.      Apa yang dimaksud dengan harga diri rendah?
2.      Apa saja etiologi dari harga diri rendah?
3.      Apa manifestasi klinis klien dengan harga diri rendah?
4.      Bagaimana proses terjadinya masalah?
5.      Bagaimana rentang respon klien dengan harga diri rendah?
6.      Apa saja masalah keperawatan yang mungkin muncul pada klien dengan
harga diri rendah?
7.      Bagaimana asuhan keperawatan pada klien dengan harga diri rendah?

ii
3.      Tujuan
3.1 Tujuan Umum
Dapat memahami tentang konsep harga diri rendah
3.2 Tujuan Khusus
1.      Menjelaskan definisi dari harga diri rendah.
2.      Menjelaskan etiologi dari harga diri rendah
3.       Menjelaskan manifestasi klinis klien dengan harga diri rendah
4.      Menjelaskan proses terjadinya masalah
5.      Menjelaskan rentang respon klien dengan harga diri rendah
6.      Menjelaskan masalah keperawatan yang mungkin muncul pada
klien dengan harga diri rendah
7.      Menjelaskan asuhan keperawatan klien dengan harga diri rendah.

ii
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian
Harga diri rendah adalah evaluasi diri/perasaan tentang diri atau
kemampuan diri yang negative dan dipertahankan dalam waktu yang lama
(NANDA, 2005).
Individu cenderung untuk menilai dirinya negative dan merasa
lebih rendah dari orang lain (Depkes RI, 2000).
Evaluasi diri dan perasaan tentang diri atau kemampuan diri yang
negative dan dapat secara langsung atau tidak langsung diekspresikan
(Towsend, 1998).
Perasaan negative terhadap diri sendiri, hilangnya percaya diri
dan harga diri, merasa gagal mencapai keinginan (Keliat, 1998).

B.     Tanda dan Gejala


Manifestasi yang biasa muncul pada klien gangguan jiwa dengan
harga diri rendah, Fitria (2009) :
         Mengkritik diri sendiri
         Perasaan tidak mampu
         Pandangan hidup yang pesimistis
          Tidak menerima pujian
         Penurunan produktivitas
         Penolakan terhadap kemampuan diri
         Kurang memperhatikan perawatan diri
         Berpakaian tidak rapi selera makan berkurang tidak berani menatap
lawan bicara
         Lebih banyak menunduk
         Bicara lambat dengan nada suara lemah

ii
C.    Proses Terjadinya Masalah
Harga diri rendah kronis terjadi merupakan proses kelanjutan dari
harga diri rendah situasional yang tidak diselesaikan. Atau dapat juga terjadi
karena individu tidak pernah mendapat feed back dari lingkungan tentang
perilaku klien sebelumnya bahkan mungkin kecenderungan lingkungan
yang selalu memberi respon negative mendorong individu menjadi harga
diri rendah.
Harga diri rendah kronis terjadi disebabkan banyak factor.
Awalnya individu berada pada suatu situasi yang penuh
dengan stressor (krisis). individu berusaha menyelesaikan krisis tetapi tidak
tuntas sehingga timbul pikiran bahwa diri tidak mampu atau merasa gagal
menjalankan fungsi dan peran. Penilaian individu terhadap diri sendiri
karena kegagalan menjalankan fungsi dan peran adalah kondisi harga diri
rendah situasional, jika lingkungan tidak memberi dukungan positif atau
justru menyalahkan individu dan terjadi secara terus-menerus akan
mengakibatkan individu mengalami harga diri rendah kronis..

D.    Rentang Respon
Harga diri rendah merupakan komponen Episode Depresi Mayor,
dimana aktifitas merupakan bentuk hukuman atau punishment (Stuart &
Laraia, 2005). Depresi adalah emosi normal manusia, tapi secara klinis
dapat bermakna patologik apabila mengganggu perilaku sehari-hari.
Menurut NANDA (2005) tanda dan gejala yang dimunculkan
sebagai perilaku telah dipertahankan dalam waktu yang lama atau kronik
yang meliputi mengatakan hal yang negative tentang diri sendiri dalam
waktu lama dan terus menerus, mengekspresikan sikap malu/minder/rasa
bersalah, kontak mata kurang/tidak ada, selalu mengatakan
ketidakmampuan/kesulitan untuk mencoba sesuatu, bergantung pada orang
lain, tidak asertif, pasif dan hipoaktif, bimbang dan ragu-ragu serta menolak
umpan balik positif dan membesarkan umpan balik negative mengenai
dirinya.

ii
Mekanisme koping jangka pendek yang biasa dilakukan klien
harga diri rendah adalah kegiatan yang dilakukan untuk lari sementara dari
krisis, misalnya pemakaian obat-obatan, kerja keras, nonton TV terus
menerus. Kegiatan mengganti identitas sementara, misalnya ikut kelompok
social, keagamaan dan politik. Kegiatan yang memberi dukungan
sementara, seperti mengikuti suatu kompetisi atau kontes popularitas.
Kegiatan mencoba menghilangkan anti identitas sementara, seperti
penyalahgunaan obat-obatan.
Jika mekanisme koping jangka pendek tidak memberi hasil yang
diharapkan individu akan mengembangkan mekanisme koping jangka
panjang, antara lain adalah menutup identitas, dimana klien terlalu cepat
mengadopsi identitas yang disenangi dari orang-orang yang berarti tanpa
mengindahkan hasrat, aspirasi atau potensi diri sendiri. identitas negative,
dimana asumsi yang bertentangan dengan nilai dan harapan masyarakat.
disasosiasi, isolasi, proyeksi, mengalihkan marah berbalik pada diri sendiri
dan orang lain. terjadinya gangguan konsep diri harga diri rendah juga
dipengaruhi beberapa factor predisposisi seperti factor biologis, psikologis,
social dan cultural.
Factor biologis biasanya karena ada kondisi sakit fisik secara
yang dapat mempengaruhi kerja hormone secara umum, yang dapat pula
berdampak pada keseimbangan neurotransmitter di otak, contoh kadar
serotonin yang menurun dapat mengakibatkan klien mengalami depresi dan
pada pasien depresi kecenderungan harga diri rendah semakin besar karena
klien lebih dikuasai oleh pikiran-pikiran negative dan tidak berdaya.
      Struktur otak yang mungkin mengalami gangguan pada kasus
harga diri rendah adalah :
1.      System Limbic yaitu pusat emosi, dilihat dari emosi pada klien dengan
harga diri rendah yang kadang berubah seperti sedih, dan terus merasa
tidak berguna atau gagal terus menerus.
2.      Hipothalamus yang juga mengatur mood dan motivasi, karena melihat
kondisi klien dengan harga diri rendah yang membutuhkan lebih
banyak motivasi dan dukungan dari perawat dalam melaksanakan

ii
tindakan yang sudah dijadwalkan bersama-sama dengan perawat
padahal klien mengatakan bahwa membutuhkan latihan yang telah
dijadwalkan tersebut.
3.      Thalamus, system pintu gerbang atau menyaring fungsi untuk mengatur
arus informasi sensori yang berhubungan dengan perasaan untuk
mencegah berlebihan di korteks. Kemungkinan pada klien dengan harga
diri rendah apabila ada kerusakan pada thalamus ini maka arus
informasi sensori yang masuk tidak dapat dicegah atau dipilah sehingga
menjadi berlebihan yang mengakibatkan perasaan negative yang ada
selalu mendominasi pikiran dari klien.
4.      Amigdala yang berfungsi untuk emosi.

E.     Masalah Keperawatan yang mungkin muncul


1.      Harga diri rendah
2.      Koping individu tidak efektif
3.       Isolasi social
4.      Perubahan persepsi sensori : halusinasi
5.      Resiko tinggi perilaku kekerasan

F.     ASUHAN KEPERAWATAN
1.      Pengkajian keperawatan
a.       Factor Predisposisi harga diri rendah
-   Penolakan dari orang lain
-    Kurang penghargaan
-    Pola asuh yang salah yaitu terlalu dilarang , terlalu dikontrol,
terlalu diturut, terlalu dituntut dan tidak konsisten
b.      Factor Presipitasi
1)      Trauma
Masalah spesifik sehubungan dengan konsep diri situasi yang
membuat individu sulit menyesuaikan diri atau tidak dapat
menerima khususnya trauma emosi seperti penganiayaan fisik,
seksual, dan psikologis pada masa anak-anak atau merasa

ii
terancam kehidupannya atau menyaksikan kejadian berupa
tindakan kejahatan.
2)      Ketegangan peran
Pada perjalanan hidup individu sering menghadapi Transisi
peran yang beragam, transisi peran yang sering terjadi adalah
perkembangan, situasi, dan sehat sakit.
c.       Manifestasi klinik
1)      Perasaan malu terhadap diri sendiri akibat penyakit dan
tindakan terhadap penyakit
2)      Rasa bersalah terhadap diri sendiri
3)      Merendahkan martabat
4)      Gangguan hubungan social
5)      Percaya diri kurang
6)      Mencederai diri
d.      Mekanisme koping
1)      Koping jangka pendek
a)      Aktivitas yang dapat memberikan kesempatan lari
sementara dari krisis, misalnya menonton TV, dan olah
raga.
b)      Aktivitas yang dapat memberikan identitas pengganti
sementara, misalnya ikut kegiatan social politik dan agama.
c)       Aktivitas yang memberikan kekuatan atau dukungan
sementara terhadap konsep diri, misalnya aktivitas yang
berkompetensi yaitu pencapaian akademik atau olah raga.
d)      Aktivitas yang mewakili jarak pendek untuk membuat
masalah identitas menjadi kurng berarti dalam kehidupan,
misalnya penyalahgunaan zat.
2)      Koping jangka panjang
a)      Penutupan identitas
Adopsi identitas premature yang diinginkan oleh orang
yang penting bagi individu tampa memperhatikan
keinginan aspirasi dan potensi individu.

ii
b)      Identitas negative
Asumsi identitas yang tidak wajar untuk dapat di terima
oleh nilai-nilai dan harapan masyarkat

2.    Diagnosa keperawatan
1.    Gangguan konsep diri : Harga diri rendah.
2.    Isolasi social
3.    Resikio Gsp : Halusinasi

3.   Rencana tindakan keperawatan


Diagnosa :
Gangguan konsep diri : Harga diri rendah
Tujuan Umum :
Klien menunjukkan peningkatan harga diri.
Tujuan husus :
1)      Klien dapat mengindentifikasi perubahan citra tubuh
a)      Kriteria hasil
Dengan menggunakan komunikasi theraupetik diharapkan klien
dapat mengindentifikasi perubahan citra tubuh
b)      Rencana tindakan
(1)   Diskusikan perubahan struktur, bentuk, atau fungsi tubuh .
(2)   Observasi ekspresi klien pada saat diskusi.
2)   Klien dapat menilai kemampuan dan aspek positif yang dimiliki.
a)      Kriteria hasil
Dengan menggunakan komunikasi therapeutik diharapkan klien
dapat menilai kemampuan dan aspek positif yang dimiliki
b) Rencana tindakan
(1)   Diskusikan kemampuan dan aspek positif yang dimiliki
(tubuh, intelektual, dan keluarga) oleh klien diluar perubahan
yang terjadi.
(2)   Beri pujian atas aspek positif dan kemampuan yang masih
dimiliki klien.

ii
3)      Klien dapat menerima realita perubahan struktur, bentuk atau
fungsi tubuh.
a)     Kriteria hasil
Dengan menggunakan komunikasi theraupetik diharapkan klien
dapat menerima realita perubahan struktur, bentuk atau fungsi
tubuh.
b)     Rencana tindakan
(1)   Dorong klien untuk merawat diri dan berperan serta dalam
asuhan klien secara bertahap.
(2)   Libatkan klien dalam kelompok dengan masalah gangguan
citra tubuh.
(3)   Tingkatkan dukungan keluarga pada klien terutama
pasangan.
4)      Klien dapat menyusun rencana cara – cara menyelesaikan masalah
yang dihadapi
a)      Kriteria hasil
Dengan menggunakan komunikasi theraupetik diharapkan
klien dapat menyusun rencana cara – cara menyelesaikan
masalah yang dihadapi.
b)     Rencana tindakan
(1)   Diskusikan cara – cara (booklet, leaflet sebagai sumber
informasi) yang dapat dilakukan untuk mengurangi
dampak perubahan struktur, bentuk atau fungsi tubuh.
(2)   Dorong klien untuk memilih cara yang sesuai bagi klien.
(3)   Bantu klien melakukan cara yang dipilih.
5)      Klien dapat melakukan tindakan penngembalian integritas tubuh.
a)   Kriteria hasil
Dengan menggunakan komunikasi theraupetik diharapkan klien
dapat melakukan tindakan pengembalian integritas tubuh.
b) Rencana tindakan
(1)   Menbantu klien mengurangi perubahan citra tubuh
(2)   Rehabilitasi bertahap bagi klien

ii
4.      Implementasi
a.  SP 1
1)   Mendiskusikan perubahan struktur, bentuk, atau fungsi tubuh .
2)  Mengobservasi ekspresi klien pada saat diskusi.
b. SP 2
1)   Mendiskusikan kemampuan dan aspek positif yang dimiliki
(tubuh, 
intelektual, dan keluarga) oleh klien diluar perubahan yang
terjadi.
2)   Memberi pujian atas aspek positif dan kemampuan yang masih
dimiliki klien.
c.  SP 3
1)  Mendorong klien untuk merawat diri dan berperan serta dalam
asuhan klien secara bertahap.
2)   Melibatkan klien dalam kelompok dengan masalah gangguan
citra tubuh.
3)   Meningkatkan dukungan keluarga pada klien terutama pasangan.
5.      Evaluasi
Adapun hal – hal yang dievaluasikan pada klien dengan gangguan
konsep diri : harga diri rendah adalah :
a)      Klien dapat mengindentifikasi perubahan citra tubuh.
b)      Klien dapat menilai kemampuan dan aspek positif yang dimiliki.
c)      Klien dapat menerima realita perubahan struktur, bentuk atau
fungsi tubuh.
d)     Klien dapat menyusun rencana cara – cara menyelesaikan masalah
yang dihadapi.
e)      Klien dapat melakukan tindakan pengembalian integritas tubuh

ii
BAB III
PENUTUP

Harga diri rendah adalah perasaan tidak berharga, tidak berarti dan
rendah diri yang berkepanjangan akibat evaluasi negative terhadap diri sendiri
dan kemampuan diri. Berikut ini adalah tanda dan gejala harga diri rendah :
Mengkritik diri sendiri, Perasaan tidak mampu, Pandangan hidup yang pesimis,
Penurunan produktivitas, Penolakan terhadap kemampuan diri.
Selain tanda dan gejala tersebut, kita dapat juga mengamati penampilan
seseorang dengan harga diri rendah yang tampak kurang memerhatikan
perawatan diri, berpakaian tidak rapi, selera makan menurun, tidak berani
menatap lawan bicara, lebih banyak menunduk, dan bicara lambat dengan nada
suara lemah.

ii
DAFTAR PUSTAKA

Direja, Ade Herman Surya. 2011. Buku Ajar Asuhan Keperawatan Jiwa.


Yogyakarta : Nuha Medika.
Keliat, Budi Anna dan Akemat. 2010. Model Praktik Keperawatan Profesional
Jiwa.Jakarta : EGC
http://aanborneo.blogspot.com/2013/04/harga-diri-rendah.html                   
http://adheayucandra.blogspot.com/2012/02/asuhan-keperawatan-pada-klien-
dengan.html

ii

Anda mungkin juga menyukai