Anda di halaman 1dari 4

NAMA : Disan Bardinando Lukas Manuhutu

NIM : 041324839

TUGAS KE-3
KEWIRAUSAHAAN (EKMA4370)

1. Pemantauan kondisi lingkungan sebagai persiapan usaha baru, salah satunya dapat dilakukan
secara internal. Apa yang Anda ketahui mengenai elemen-elemen lingkungan internal?
Berikan penjelasan dan contohnya.
JAWABAN:
Lingkungan internal adalah semua sumber daya manusia dan fisik yang mempengaruhi
organisasi. Pihak yang berkepentingan internal yaitu organisasi itu sendiri. Unsur-unsur dari
lingkungan internal antara lain:
 Karyawan. Semakin berkembangnya organisasi maka karyawan dituntut untuk lebih
meningkatkan ketrampilan dan kemampuannya. Adakalanya suatu posisi dalam organisasi
menghendaki klasifikasi pendidikan tertentu, seperti programer komputer mensyaratkan
karyawanya untuk menguasai software terbaru.
 Manajemen. Dalam menjalankan usahanya, organisasi memerlukan koordinasi atau
pengaturan agar sasaran organisasi dapat tercapai. Pengertian manajemen yang terdapat
dalam investorwords.com ”management is the group of individuals who make decisions
about how a business is run” .
 Pemegang saham dan dewan direksi. Pada sebuah perusahaan publik yang besar,
pemegang saham memiliki kemampuan untuk mempengaruhi pengambilan keputusan
melalui hak pemberian suara pada rapat umum pemegang saham.
 Modal dan peralatan fisik. Organisasi atau perusahaan membutuhkan modal untuk
kelangsungan hidupnya. Untuk organisasi yang telah go public modal diperoleh dari para
penanam saham. Peralatan fisik seperti sarana dan prasarana juga menjadi modal suatu
organisasi.

SUMBER : http://web-suplemen.ut.ac.id/ekma4111/ekma4111a/lingkungan_internal.htm

2. Untuk membangun usaha baru diperlukan beberapa analisis diantaranya terhadap komunitas
atau lingkungan.
A. Apakah Anda setuju dengan pernyataan tersebut?
JAWABAN:
Ya Saya Setuju.
Dalam memulai usaha kita harus terlebih dahulu melakukan survei ketempat usaha yang
akan menjadi tempat pemasaran produk yang akan di jual.

B. Apa yang Anda ketahui mengenai analisis terhadap komunitas atau lingkungan?
berikan contoh kasusnya.
JAWABAN:
Hal ini penting untuk kita ketahui berapa besar peluang usha yang akan kita jualkan.
Pertama-tama yang harus survey terlebih dahulu yaitu:
Lingkungan Mikro
 Tingkat Persaingan
Survei di lapangan bermanfaat untuk melihat tingkat persaingan usaha yang akan kita
jualkan. Sebera banyak orang yang sudah menjalani usaha tersebut, di samping itu kita
harus mencari informasi bagaimana kualitas dan ciri kas produk, prosedur pelayan, dan
harga yang mereka tawarkan. Dengan begitu kita akan memiliki strategi bersaing
dengan para pengusaha yang sejenis.
 Lokasi yang Strategis
Survei tempat atau lokasi juga perlu kita lakukan untuk mengetahui dimana kira-kira
yang sesuai dengan bisnis yang akan kita jalani. Oleh karena itu pemilihan lokasi usaha
wajib untuk kita lakukan jika ingin usaha yang kita jalani berjalan dengan lancar.
 Prilaku Konsumen
Prilaku konsumen juga perlu kita perhatikan, sebisa mungkin jenis usaha yang kita
tawarkan memiliki banyak peminat dan daya beli yang tinggi dari konsumen. Sebagus
apapun usaha yang kita jalani jika daya beli konsumen sangat minim akan
mempengaruhi bisnis yang akan kita jalani. Sama halnya dengan minat konsumen jika
hanya segelintir orang yang membeli produk yang akan kita tawarkan, maka kita harus
bersiap-siap untuk gulung tikar.
 Pemasok
 Publik (Masyarakat)

Lingkungan Makro
Lingkungan makro adalah kekuatan - kekuatan yang timbul dan berada dari luar jangkauan
serta biasanya terlepas dari situasi operasi perusahaan, lingkungan makro terdiri dari :
 Faktor Ekonomi
Faktor ekonomi mengacu pada sifat, cara dan arah perekonomian dimana suatu
perusahaan akan / sedang berkompetisi. Indikator dari kesehatan perekonomian suatu
negara antara lain adalah tingkat inflasi, tingkat suku bunga, defisit atau surplus
perdagangan tingkat tabungan pribadi dan bisnis, serta produk domestic bruto
 Faktor sosial
Faktor sosial yang mempengaruhi suatu perusahaan mencakup keyakinan, nilai, sikap,
opini yang berkembang, dan gaya hidup dari orang - orang dilingkungan mana orang
beroperasi. Faktor - faktor ini biasanya dikembang kan dari kondisi kultural, ekologis,
pendidikan dan kondisi etnis.
 Faktor Teknologi
Teknologi adalah pengetahuan, peralatan, dan teknik yang digunakan untuk mengubah
bentuk masukan (input) menjadi keluaran (output). Sehingga perubahan dalam
teknologi dapat membantu perusahaan menyediakan produk yang lebih baik atau
menghasilkan produknya dengan lebih efisien. Akan tetapi prubahan teknologi juga
dapat memberikan suatu ancaman bagi perusahaan-perusahaan tradisional. Contohnya
perusahaan fotocopy pada awalnya memberi ancaman bagi perusahaan kertas karbon.
 Faktor Politik Hukum
Komponen politik/hukum adalah undang-undang, peraturan, dan Keputusan pemerintah
yang mengatur perilaku usaha. Komponen politik/hukum ini dalam suatu periode waktu
tertentu akan menentukan operasi perusahaan. Sehingga manajer tidak mungkin
mengabaikan iklim politik dan hukum-hukum maupun peraturan yang ada di suatu
negara, seperti perlakuan yang adil dalam pembayaran gaji harus sesuai dengan upah
minimum yang ditetapkan pemerintah.

 Faktor Sosial Budaya


Komponen sosial budaya merujuk kepada karakteristik demografi serta perilaku, sikap,
dan norma-norma umum dari penduduk dalam suatu masyarakat tertentu. Pertama,
perubahan karakteristik demografi seperti, jumlah penduduk dengan keterampilan
khusus, pertumbuhan atau pengurangan dari golongan populasi tertentu, mempengaruhi
cara perusahaan menjalankan usahanya. Kedua, perubahan sosial budaya dalam
perilaku, sikap, dan norma-norma juga mempengaruhi permintaan akan produk dan jasa
suatu usaha.
SUMBER : EKMA4370

3. Pemasaran yang efektif menjadi tantangan bagi seorang entrepreneur karena dapat
menentukan berhasil tidaknya suatu usaha. Apa yang Anda ketahui mengenai tiga elemen
utama dalam pemasaran yang efektif? Berikan contoh kasus dari masing-masing elemen utama
dalam pemasaran yang efektif.
JAWABAN:
 Segmentasi Pasar
Sudah menjadi kodratnya setiap produk pasti memiliki segmen pasar masing-masing meski
ada pula produk yang tidak tersegmen dengan jelas dan ada yang tersegmen dengan sangat
jelas. Segmen pasar dalam bahasa awam lebih sebagai pengelompokan konsumen.
Kita mungkin pernah dengar pemisahan pasar dalam kelas kalangan atas, kalangan menengah
dan kalangan bawah. Setiap segmen pasar dari skala ekonomi memiliki motivasi dan
kecenderungan konsumsi yang berbeda.
Seperti kelompok ekonomi atas tertarik pada kualitas dan prestise, kelompok ekonomi
menengah tertarik pada kualitas namun dalam harga rasional dan kelompok ekonomi bawah
tertarik pada harga murah tanpa berorientasi pada kualitas.
Segmentasi lain juga kerap kita temukan pada pengelompokan usia, seperti pada busana untuk
remaja tentu saja berbeda desain dan pendekatan pasarnya dengan produk busana untuk
kalangan professional usia matang.
Segmentasi pasar juga bisa berupa perbedaan taraf pendidikan, perbedaan profesi atau
perbedaan minat. Contonya busana jersey biasanya diminati oleh kalangan pecinta bola.
Segmentasi pasar akan membantu kita memahami kepada siapa kita harus menginformasikan
produk kita dan bagaimana cara menginformasikannya, bagaimana menarik minat segmen dan
membuat mereka memutuskan membeli.
 Targeting
Setelah kita menentukan kepada siapa kita akan melempar produk kita, kini kita perlu
menentukan bagaimana cara tepat membidik segmen pasar tadi. Itulah dasar dasar pemasaran
tahap kedua, targeting.
Untuk menjalankan tahapan ini, kita perlu mempelajari dengan baik karakter dan motivasi dari
segmen pasar bersangkutan.
Apa yang menarik bagi mereka, mampu mencuri perhatian mereka, mendorong mereka untuk
membeli, apa kebutuhan dan hasrat mereka, motivasi mereka dan sebagainya.
Setelah kita mendapatkan data yang mencukupi mengenai segmen pasar yang menjadi target
kita, barulah kita melancarkan strategi untuk membidik sasaran kita secara jitu. Membidik
hasrat mereka untuk membeli.
kita perlu menyusun langkah-langkah pemasaran apa yang sesuai dengan karakter segmen
pasar, bagaimana membuat iklan kita mencuri perhatian dan kemudian emmbuat mereka
mengingat produk kita.
Da terakhir bagaimana mendorong mereka merasa membutuhkan produk kita dan akhirnya
memutuskan membeli.

 Positioning
Setelah kita mampu menterjemahkan kepada siapa produk kita akan kita tawarkan dan
bagaimana menawarkannya, seharusnya kini kita justru menguatkan produk kita sendiri di
pasar.
Produk kita kaos distro,artinya segmen pasar kita biasanya kalangan anak muda, dan untuk itu
kita bisa melancarkan strategi dengan membuka sebuah toko distro di kawasan yang dipenuhi
populasi anak muda.
Bila berhenti sampai di situ, maka produk kaos distro kita tidak akan istimewa. Sekalipun kita
jual dengan harga murah tetap tidak akan memberi efek besar terhadap penjualan. Pasalnya
kaos distro sudah tersebar di setiap kota dengan cara dan konsep yang serupa.
Untuk positioning, kita bisa mencoba ide membuka toko kaos distro berjalan dengan distro
truck. Sebuah caravan yang di dalamnya kita sulap menjadi toko siap menawarkan kaos distro
dari satu titik gaul ke satu titik gaul lain di kota kita. Lengkap dengan jargon unik dengan tema
mobile distro.
Itulah positioning, kita sudah menentukan segmen pasar kita dan bagaimana membidiknya,
kini kita harus menunjukan langkah spesifik yang tidak hanya membidik pasar dengan tepat
tetapi membuat pasar melihat kita, bahkan buat pasar yang mengincar kita. Karena kita
berbeda, kita memiliki sesuatu yang tidak ada pada yang lain.
Dan kini kita sudah menggenggam dasar dasar pemasaran dalam pemahaman kita Tinggal kita
adaptasi dalam bisnis kita dan dalam produk kita. Ketika kita menerapkan dasar dasar
pemasaran ini dengan tepat, ketika itu pula kita satu langkah menuju usaha sukses.

SUMBER:https://www.siapbisnis.net/amp/ketahui-3-elemen-dasar-dasar-pemasaran-ini-sebelum-anda-melakukan-
penjualan-produk/

Anda mungkin juga menyukai