Anda di halaman 1dari 22

PENGARUH DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP

KEBERHASILAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF


DI DESA SUKOSARI - KUNIR

PROPOSAL

Untuk Memenuhi Persyaratan


Memperoleh Gelar Sarjana Keperawatan

Oleh :
Yunfika Khariqul Addah
Nim. 14201.09.17179

PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN


STIKES HAFSHAWATY PESANTREN ZAINUL
HASAN
2018
DAFTAR ISI

DAFTAR ISI........................................................................i

BAB I. PENDAHULUAN.....................................................1

BAB II. TINJAUAN PUSTAKA...........................................5

BAB III. KERANGKA KONSEP DAN HIPOTESIS.............14

BAB IV. METODOLOGI PENELITIAN...............................16

DAFTAR PUSTAKA...........................................................23

i
BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

ASI Eksklusif menurut World Health Organization (WHO, 2011) adalah


memberikan hanya ASI saja tanpa memberikan makanan dan minuman lain
kepada bayi sejak lahir sampai berumur 6 bulan, kecuali obat dan vitamin.
Namun bukan berarti setelah pemberian ASI eksklusif pemberian ASI
dihentikan, akan tetapi tetap diberikan kepada bayi sampai bayi berumur 2
tahun.
ASI merupakan makanan pertama, utama, dan terbaik bagi bayi,
bersifat ilmiah. ASI eksklusif adalah bayi hanya diberi ASI selama 6 bulan
tanpa tambahan makanan cairan lain, seperti susu formula, jeruk, madu, air
teh, dan air putih, serta tanpa tambahan makanan padat, seperti pisang,
bubur susu, biscuit, bubur nasi, dan nasi tim, kecuali vitamin, mineral, dan
obat. (Prasetyono, 2009).
Millenium Development Goals (MDG’s),Indonesia menargetkan pada
tahun 2015 angka kematian bayi dan angka kematian balita menurun
sebesar dua pertiga dalam kurun waktu 1990-2015. Berdasarkan hal
tersebut Indonesia mempunyai komitmen untuk menurunkan angka
kematian bayi dari 68 menjadi 23/1000 kelahiran hidup (KH) dan angka
kematian balita dari 97 menjadi 32/1000 KH pada tahun 2015. Menghadapi
tantangan dari MDG’s tersebut maka perlu adanya program kesehatan anak
yang mampu menurunkan angka kesakitan dan kematian pada bayi dan
anak. Salah satu program dalam proses penurunan angka kematian bayai
dan angka kematian balita adalah program ASI eksklusif, dan penyediaan
konsultan ASI eksklusif di Puskesmas atau Rumah Sakit (Badan Statistik,
2007).
Target 80% cakupan pemberian ASI eksklusif di Indonesia masih
sangat jauh dari kenyataan. Pemberian ASI eksklusif merupakan investasi
terbaik bagi kesehatan dan kecerdasan anak (Depkes, 2007). Pemberian
ASI sangat bermanfaat bagi ibu, keluarga, dan negara. Manfaat pemberian
ASI antara lain, mencegah perdarahan pasca persalinan, mengurangi resiko
terjadinya anemia, mengurangi risiko kanker ovarium dan payudara.
Memperkuat ikatan batin seorang ibu dengan bayi yang dilahirkan, sebagai
salah satu metode KB badan sementara. Manfaat ASI bagi keluarga antara
lain, mudah pemberiannya seperti tidak perlu mencuci botol dan
mensterilkan sebelu digunakan, menghemat biaya, bayi sehat dan jarang
sakit sehingga menghemat pengeluaran keluarga. Manfaat ASI bagi negara
antara lain, menurunkan angka kesakitan dan kematian anak, mengurangi
subsidi rumah sakit, mengurangi devisa untuk membeli susu formula,
meningkatkan kualitas generasi penerus bangsa (Astutik, 2014).
Banyak faktor yang mempengaruhi pemberian ASI eksklusif pada bayi
usia 0-6 bulan. Penelitian februhartanty (2008) menyatakan bahwa
kegagalan ASI eksklusif adalah karena faktor predisposisi yaitu pengetahuan
dan pengalaman ibu yang kurang dan faktor pemungkin penting yang

1
menyebabkan terjadinya kegagalan adalah karena ibu tidak difasilitasi
melalui IMD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan dan
pengalaman ibu sangat penting dalam menentukan pemberian ASI eksklusif
pada bayinya. Selain hal diatas dukungan dan peran keluarga sangat
dibutuhkan dalam hal pemberian asi eksklusif pada bayi 0-6 bulan.
Berdasarkan wawancara dengan 10 orang ibu menyusui pada tanggal
10 April 2018 pada kegiatan posyandu di Desa Sukosari Kecamatan Kunir
Kabupaten Lumajang di dapatkan data bahwa sebanyak 3 (30%) ibu
menyusui menyatakan bahwa bayinya diberikan ASI saja tanpa adanya
pemberian makanan lainnya sejak bayi lahir sampai bayi berumur 6 bulan,
Sebanyak 7 (70%) ibu menyatakan bahwa bayinya sudah diberikan
makanan tambahan selain ASI, hal ini disebabkan ibu takut kebutuhan nutrisi
bayinya tidak mencukupi dengan hanya diberikan ASI saja . Sehubungan
dengan hal tersebut, maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian
tentang pengaruh dukungan keluarga dengan keberhasilan pemberian ASI
eksklusif pada bayi di Desa Sukosari Kecamatan Kunir Kabupaten
Lumajang.

1.2 Rumusan Masalah

1. Pernyataan masalah

Pemberian ASI eksklusif pada bayi usia 0-6 bulan memerlukan kesabaran
dan ketelatenan. Dukungan keluarga sangat diperlukan sebagai support
system dalam proses keberhasilan pemberian ASI eksklusif.

2. Pertanyaan masalah

1. Bagaimana dukungan keluarga terhadap keberhasilan pemberian ASI


eksklusif di Desa Sukosari Kecamatan Kunir Kabupaten Lumajang?
2. Bagaimana keberhasilan pemberian ASI eksklusif di Desa Sukosari
Kecamatan Kunir Kabupaten Lumajang?
3. Adakah pengaruh dukungan keluarga terhadap keberhasilan
pemberian ASI eksklusif di Desa Sukosari Kecamatan Kunir
Kabupaten Lumajang?

2
1.3 Tujuan Penelitian

1. Tujuan Umum

Mengetahui pengaruh dukungan keluarga terhadap keberhasilan


pemberian ASI eksklusif di Desa Sukosari Kecamatan Kunir Kabupaten
Lumajang?

2. Tujuan Khusus

a. Mengidentifikasi dukungan keluarga pada pemberian ASI eksklusif di


Desa Sukosari Kecamatan Kunir Kabupaten Lumajang
b. Mengidentifikasi keberhasilan pemberian ASI eksklusif pada bayi di
Desa Sukosari Kecamatan Kunir Kabupaten Lumajang
c. Menganalisis pengaruh dukungan keluarga terhadapa keberhasilan
pemberian ASI eksklusif di Desa Sukosari Kecamatan Kunir
Kabupaten Lumajang.

1.4 Manfaat Penelitian

1. Bagi Institusi Pendidikan


Bagi institusi pendidikan Program Studi S-1 Keperawatan sebagai bahan
masukan dan referensi dalam penelitian lebih lanjut.

2. Bagi Desa
Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan kepada
warga masyarakat tentang pentingnya dukungan keluarga terhadap
keberhasilan pembarian ASI eksklusif pada bayi.

3. Peneliti
Hasil dari penelitian ini di harapkan peneliti dapat memberikan informasi
tentang pengaruh dukungan keluarga terhadap keberhasilan pembarian
ASI eksklusif pada bayi.

4. Bagi Peneliti Selanjutnya.


Sebagai masukan bagi peneliti selanjutnya untuk mengetahui pengaruh
dukungan keluarga terhadap keberhasilan pembarian ASI eksklusif pada
bayi agar bisa digunakan untuk penelitian lebih lanjut.

3
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Konsep Dukungan Keluarga

1. Pengertian Keluarga

Keluarga didefinisikan sebagai satu kumpulan manusia yang


mempunyai huungan darah atau pertalian sah seperti perkawinan dan
pengambilan anak angkat. Banyak ahli antropologi berpendapat istilah
darah perlu dipahami secara metamorik karena banyak masyarakat
bukan barat mempunyai konsep berkeluarga yang tidak berdasarkan
darah. (Gordon, 2005).
Keluarga juga berfungsi sebagai sistem pendukung bagi
anggotanya. Anggota keluarga memandang bahwa orang yang bersifat
mendukung selalu siap memberi bantuan jika diperlukan. (Friedman,
1998).

2. Tipe-tipe Keluarga

pembagian tipe keluarga tergantung pada konteks keilmuan dan


orang yang mengelompokkan. (Suprajitno, 2004

Tipe keluarga yang dianut oleh masyarakat di Indonesia adalah


tipe keluarga tradisional. Menurut Allender & Spradley (2001) dalam
Achjar (2010). Tipe keluarga tradisional dapat dikelompokkan manjadi:
a. Keluarga inti (nuclear family)
Keluarga yang terdiri dari suami, istri dan anak (anak kandung
atau anak angkat).
b. Keluarga besar (extended family)
Keluarga inti ditambah dengan keluarga lain yang masih
mempunyai hubungan darah, misalnya kakek, nenek, paman dan
bibi.
c. Keluarga dyad
Keluarga yang terdiri dari suami istri tanpa anak.
d. Single parent
Keluarga yang terdiri dari satu orang tua dengan anak kandung
atau anak angkat.
e. Keluarga usia lanjut
Keluarga yang terdiri dari suami istri yang berusia lanjut.

3. Fungsi Keluarga (Efendi, 1998)


1) Fungsi Biologis
1) Untuk meneruskan keturunan
2) Memelihara dan membesarkan anak
3) Memenuhi kebutuhan gizi keluarga
4) Memelihara dan merawat anggota keluarga

4
2) Fungsi Psikologis
1) Memberikan kasih sayang dan rasa aman
2) Memberikan perhatian diantara anggota keluarga
3) Membina pendewasaan kepribadian anggota keluarga
4) Memberikan identitas keluarga
3) Fungsi Sosial
1) Membina sosialisasi pada anak
2) Membentuk norma-norma tingkah laku sesuai dengan tingkat
perkembangan anak
4) Fungsi Ekonomi
1) Mencari sumber-sumber penghasilan untuk memenuhi
kebutuhan keluarga
2) Pengaturan penggunaan penghasilan keluarga untuk
memenuhi kebutuhan keluarga
3) Menabung untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan keluarga
dimasa yang akan datang misalnya pendidikan anak-anak,
jaminan hari tua , dan sebagainya
5) Fungsi Pendidikan
1) Menyekolahkan anak untuk memberikan pengetahuan,
keterampilan dan membentuk perilaku anak sesuai dengan
bakat dan minat yang dimiliki
2) Mempersiapkan anak untuk kehidupan dewasa yang akan
datang dalam memenuhi perannya sebagai orang dewasa
3) Mendidik anak sesuai dengan tingkat-tingkat
perkembangannya.
6) Fungsi Religius
1) Memperkenalkan dan mengajak anak dan anggota keluarga
lainnya dalam kehidupan beragama
2) Menanamkan keyakinan bahwa ada kekuatan lain yang
mengatur kehidupan ini dan ada kehidupan lain setelah di
dunia ini.

4. Pengertian Dukungan Keluarga

Dukungan keluarga adalah sikap, tindakan penerimaan keluarga


terhadap anggota keluarganya, berupa dukungan informasional,
dukungan penilaian, dukungan instrumental dan dukungan emosional.
Jadi dukungan keluarga adalah suatu bentuk hubungan interpersonal
yang meliputi sikap, tindakan dan penerimaan terhadap anggota
keluarga, sehingga anggota keluarga merasa ada yang memperhatikan
(Friedman, 2010).

5. Jenis-jenis Dukungan Keluarga


Terdapat empat tipe jenis dukungan keluarga (Friedman, 2010
1) Dukungan Emosional
Keluarga sebagai tempat yang aman dan damai untuk
bersistirahat dan juga menenangkan pikiran. Setiap orang pasti
membutuhkan bantuan dari keluarga. Individu yang menghadapi
persoalan atau masalah akan merasa terbantu kalau ada

5
keluarga yang mau mendengarkan dan memperhatikan masalah
yang sedang dihadapi.
2) Dukungan Penilaian
Keluarga bertindak sebagai penengah dalam pemecahan
masalah dan juga sebagai fasilitator dalam pemecahan masalah
yang sedang dihadapi. Dukungan dan perhatian dari keluarga
merupakan bentuk penghargaan positif yang diberikan kepada
individu.
3) Dukungan instrumental
Keluarga merupakan sebuah sumber pertolongan dalam hal
pengawasan, kebutuhan individu. Keluarga mencarikan solusi
yang dapat membantu individu dalam melakukan kegiatan.
4) Dukungan informasional
Keluarga berfungsi sebagai penyebar dan pemberi informasi.
Disini diharapkan bantuan informasi yang disediakan 11 keluarga
dapat digunakan oleh individu dalam mengatasi
persoalanpersoalan yang sedang dihadapi.

6. Cara Menilai Dukungan Keluarga


Dukungan keluarga dapat diukur dengan menggunakan kuisioner
dukungan keluarga yang terdiri dari 12 buah pertanyaan yang mencakup
empat jenis dukungan keluarga yaitu dukungan informasional, dukungan
emosional, dukungan penilaian dan dukungan instrumental. Dari 12
buah pertanyaan, pertanyaan no 1-4 mengenai dukungan emosional
dan penghargaan, pertanyaan no 5-8 mengenai dukungan fasilitas, dan
pertanyaan no 9-12 mengenai dukungan informasi atau pengetahuan.
Masing-masing dari pertanyaan tersebut terdapat 4 alternatif jawaban
yaitu “selalu”, “sering”, “kadang-kadang”, dan “tidak pernah”. Jika
menjawab “selalu” akan mendapat skor 3, menjawab “sering” mendapat
skor 2, menjawab “kadang-kadang” mendapat skor 1, dan menjawab
“tidak pernah” mendapat skor 0. Total skor pada kuisioner ini adalah 0-
36. Jawaban dari responden dilakukan dengan scoring (Nursalam,
2008).

6
2.2 Konsep Keberhasilan
Keberhasilan adalah kemampuan untuk melewati dan mengatasi dari
1 kegagalan berikutnya tanpa kehilangan semangat (Winston Churchill,
2010).

2.3 Konsep Asi Eksklusif

1. Pengertian Asi Eksklusif


Definisi ASI adalah sebuah cairan tanpa tanding ciptaan Allah SWT
untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi dan melindunginya dalam melawan
serangan penyakit (Yahya, 2005). Pengertian lain tentang ASI adalah
minuman alamiah untuk semua bayi cukup bulan selama usia bulan-bulan
pertama (Nelson, 2000). Sehingga dapat disimpulkan ASI adalah makanan
sempurna bagi bayi baru lahir, selain itu, payudara wanita memang
berfungsi untuk menghasilkan ASI (Chumbley, 2004).
Definisi ASI Eksklusif Menurut Peratutan Pemerintah Nomor 33
Tahun 2012 pada Ayat 1 diterangkan “Air Susu Ibu Eksklusif yang
selanjutnya disebut ASI Eksklusif adalah ASI yang diberikan kepada Bayi
sejak dilahirkan selama 6 (enam) bulan, tanpa menambahkan dan/atau
mengganti dengan makanan atau minuman lain”. Semula Pemerintah
Indonesia menganjurkan para ibu menyusui bayinya hingga usia empat
bulan. Namun, sejalan dengan kajian WHO mengenai ASI eksklusif,
Menkes 11 lewat Kepmen No 450/2004 menganjurkan perpanjangan
pemberian ASI eksklusif hingga enam bulan. ASI eksklusif atau lebih
tepat pemberian ASI secara eksklusif adalah bayi hanya diberi ASI saja,
tanpa tambahan cairan lain seperti susu formula, jeruk, madu, air teh, air
putih, dan tanpa tambahan makanan padat seperti pisang, pepaya, bubur
susu, biskuit, bubur nasi, dan tim (Roesli, 2005). Kandungan ASI ASI
mengandung banyak nutrisi, antar lain albumin, lemak, karbohidrat,
vitamin, mineral, faktor pertumbuhan, hormon, enzim, zat kekebalan, dan
sel darah putih, dengan porsi yang tepat dan seimbang. Komposisi ASI
bersifat spesifik pada tiap ibu, berubah dan berbeda dari waktu ke waktu
yang disesuaikan dengan kebutuhan bayi saat itu (Roesli, 2005).

2. Manfaat Asi Eksklusif


Manfaat pemberian ASI Eksklusif menurut Roesli, 2004, yaitu:
a. Bagi Bayi
1. ASI sebagai nutrisi Dengan tatalaksana menyusui yang benar, ASI
sebagai makanan tunggal akan cukup memenuhi kebutuhan
tumbuh bayi normal sampai usia 6 bulan.
2. ASI meningkatkan daya tahan tubuh Bayi yang mendapat ASI
eksklusif akan lebih sehat dan lebih jarang sakit, karena ASI
mengandung berbagai zat kekebalan.
3. ASI meningkatkan kecerdasan 15 ASI mengandung nutrien khusus
yaitu taurin, laktosa dan asam lemak ikatan panjang (DHA, AHA,
omega-3, omega-6) yang diperlukan otak bayi agar tumbuh optimal.

7
Nutrien tersebut tidak ada atau sedikit sekali terdapat pada susu
sapi. Oleh karena itu, pertumbuhan otak bayi yang diberi ASI
eksklusif selama 6 bulan akan optimal.
4. Menyusui meningkatkan jalinan kasih sayang. Perasaan terlindung
dan disayangi pada saat bayi disusui menjadi dasar perkembangan
emosi bayi dan membentuk kepribadian yang percaya diri dan
dasar spiritual yang baik bagi Bayi

b. Bagi Ibu.
1. Mengurangi perdarahan setelah melahirkan (post partum) Menyusui
bayi setelah melahirkan akan menurunkan resiko perdarahan post
partum, karena pada ibu menyusui peningkatan kadar oksitosin
menyababkan vasokontriksi pembuluh darah sehingga perdarahan
akan lebih cepat berhenti. Hal ini menurunkan angka kematian ibu
melahirkan.
2. Mengurangi terjadinya anemia 16 Mengurangi kemungkinan
terjadinya kekurangan darah atau anemia karena kekurangan zat
besi. Karena menyusui mengurangi perdarahan.
3. Menjarangkan kehamilan Selama ibu memberi ASI eksklusif dan
belum haid, 98% tidak hamil pada 6 bulan pertama setelah
melahirkan dan 96% tidak hamil sampai bayi berusia 12 bulan.
4. Mengecilkan rahim Kadar oksitosin ibu menyusui yang meningkat
akan sangat membantu rahim kembali ke ukuran sebelum hamil.
5. Ibu lebih cepat langsing kembali Oleh karena menyusui
memerlukan energi maka tubuh akan mengambilnya dari lemak
yang tertimbun selama hamil.
6. Mengurangi kemungkinan menderita kanker Pada umumnya bila
wanita dapat menyusui sampai bayi berumur 2 tahun atau lebih,
diduga akan menurunkan angka kejadian carcinoma mammae
sampai sekitar 25%, dan carcinoma ovarium sampai 20-25%.
7. Lebih ekonomis/murah Dengan memberi ASI berarti menghemat
pengeluaran untuk susu formula dan perlengkapan menyusui.
Selain itu, pemberian ASI juga menghemat pengeluaran untuk
berobat bayi karena bayi jarang sakit.
8. Tidak merepotkan dan hemat waktu ASI dapat segera diberikan
tanpa harus menyiapkan atau memasak air, tanpa harus mencuci
botol, dan tanpa menunggu agar suhunya sesuai.
9. Memberi kepuasan bagi ibu 17 Saat menyusui, tubuh ibu
melepaskan hormon-hormon seperti oksitosin dan prolaktin yang
disinyalir memberikan perasaan rileks/santai dan membuat ibu
merasa lebih merawat bayinya.
10. Portabel dan praktis Air susu ibu dapat diberikan di mana saja dan
kapan saja dalam keadaan siap minum, serta dalam suhu yang
selalu tepat.
11. Ibu yang menyusui memiliki resiko yang lebih rendah untuk terkena
banyak penyakit, yaitu endometriosis, carcinoma endometrium, dan
osteoporosis.

8
3. Faktor-faktor Yang Dapat Menghambat Pemberian ASI Eksklusif
Hambatan ibu untuk menyusui terutama secara eksklusif sangat
bervariasi. Namun, yang paling sering dikemukakan sebagai berikut
(Roesli, 2005):

1) ASI tidak cukup


Merupakan alasan utama para ibu untuk tidak memberikan ASI
secara eksklusif. Walaupun banyak ibu yang merasa ASI-nya
kurang, tetapi hanya sedikit (2-5%) yang secara biologis memang
kurang produksi ASInya. Selebihnya 95-98% ibu dapat
menghasilkan ASI yang cukup untuk bayinya.
2) Ibu bekerja Bekerja
Bukan alasan untuk tidak memberikan ASI eksklusif, karena waktu
ibu bekerja, bayi dapat diberi ASI perah. Kebijakan pemerintah
Indonesia untuk meningkatkan pemberian ASI oleh pekerja wanita
telah dituangkan dalam kebijakan Pusat Kesehatan Kerja Depkes
RI pada tahun 2009.
3) Alasan kosmetik
Survei Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) tahun 1995
pada ibu-ibu Se-Jabotabek, diperoleh data bahwa alasan pertama
berhenti memberi ASI pada anak adalah alasan kosmetik. Ini
karena mitos yang salah yaitu „menyusui akan mengubah bentuk
payudara menjadi jelek. Sebenarnya yang mengubah bentuk
payudara adalah kehamilan
4) Adanya anggapan bahwa tidak diberi ASI bayi tetap tumbuh
Anggapan tersebut tidak benar, karena dengan menyusui berarti
seorang ibu tidak hanya memberikan makanan yang optimal, tetapi
juga rangsangan emosional, fisik, dan neurologik yang optimal pula.
Dengan demikian, dapat dimengerti mengapa bayi ASI eksklusif
akan lebih sehat, lebih tinggi kecerdasan intelektual maupun
kecerdasan emosionalnya, lebih mudah bersosialisasi, dan lebih
baik spiritualnya.
5) Bayi akan tumbuh menjadi anak yang tidak mandiri dan manja
Pendapat bahwa bayi akan tumbuh menjadi anak manja karena
terlalu sering didekap dan dibelai, ternyata salah.
6) Susu formula lebih praktis
Pendapat ini tidak benar, karena untuk membuat susu formula
diperlukan api atau listrik untuk memasak air, peralatan yang harus
steril, dan perlu waktu untuk mendinginkan susu formula yang baru
dibuat. Sementara itu, ASI siap pakai dengan suhu yang tepat
setiap saat.
7) Takut badan tetap gemuk
Pendapat ini salah, karena pada waktu hamil badan
mempersiapkan timbunan lemak untuk membuat ASI. Timbunan
lemak ini akan dipergunakan untuk proses menyusui, sedangkan
wanita yang tidak menyusui akan lebih sukar untuk menghilangkan
timbunan lemak ini.

9
BAB III
KERANGKA KONSEP DAN HIPOTESIS

3.1 KERANGKA KONSEP

Kerangka konsep penelitian mencerminkan paradigma


pemecahan permasalahan yang dilakukan dalam penelitian.

Input Proses Output

Bayi usia 6bulan- Pemberian ASI Eksklusif Keberhasilan


24bulan pemberian ASI
Eksklusif

Faktor Internal Faktor Eksternal Berhasil Tidak


Pengetahuan Ibu Dukungan Keluarga berhasil
1. Dukungan Emosional
2. Dukungan Penilaian
3. Dukungan Instrumental
4. Dukungan Informasional

Mendukung Kurang mendukung Tidak mendukung

Keterangan :

: variabel yang di teliti

: variabel yang tidak di teliti

10
3.2 HIPOTESIS

H0 : Tidak ada pengaruh dukungan keluarga terhadap keberhasilan


pemberian ASI Eksklusif.
H1 : Ada pengaruh dukungan keluarga terhadap keberhasilan pemberian
ASI Eksklusif.

11
BAB IV

METODOLOGI PENELITIAN

4.1 Desain Penelitian

Desain penelitian adalah suatu strategi penelitian dalam


mengidentifikasipermasalahan sebelum perencanaan akhir pengumpulan
data, desain penelitian digunakan untuk mendefinisikan struktur dimana
penelitian dilaksanakan (Nursalam, 2008).
Desain penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah
Korelasional.Penelitian korelasional bertujuan mengungkapkan hubungan
korelasi antar variabel.Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode
pendekatan Cross Sectional, yaitu jenis penelitian yang menekankan waktu
pengukuran/observasi data variabel independen dan dependen hanya satu
kali pada satu saat. Pada jenis ini, variabel independen dan dependen dinilai
secara simultan pada suatu saat, jadi tidak ada tindak lanjut (Nursalam,
2013).

4.2 Kerangka Kerja Penelitian

Penyusunan Skripsi

Populasi

Semua balita yang berusia 6bulan-24bulan di Desa Sukosari Kecamatan


Kunir Sebanyak .... anak

Sampling

Purposive Sampling

Sampel

Semua balita yang berusia 6bulan-24bulan yang diberi ASI Eksklusif di Desa
Sukosari Kecamatan Kunir Sebanyak .... anak

Desain Penelitian

Cross Sectional

12
Pengumpulan

Quesioner

Pengolahan Data

Editing, Coding, Skoring, Tabulating, Korelasi Spearman

Penyajian Data

Penyusunan Laporan Akhir

4.3 Populasi, Sampel dan Sampling

Setiap penelitian harus memiliki subjek, bisa berupa manusia, hewan,


barang-barang, dan atau tumbuhan.Pada penelitian keperawatan, subjek
penelitian hampir selalu menggunakan subjek manusia (Hidayat, 2009).

1. Populasi
Populasi dalam penelitian adalah sekelompok subjek atau data
dengan karakteristik tertentu (Nursalam, 2008).Populasi dalam penelitian
adalah balita yang berusia 6bulan-24bulan yang ada di Desa Sukosari
Kecamatan Kunir Kabupaten Lumajang sebanyak...anak.

2. Sampel
Sampel adalah subjek yang di teliti dan dianggap mewakili seluruh
populasi (Notoadmodjo, 2010). Adapun sampel dari penelitian ini adalah
balita yang berusia 6bulan-24bulan yang diberi ASI Eksklusif yang ada di
Desa Sukosari Kecamatan Kunir Kabupaten Lumajang sebanyak...anak.
:
N
n=
1+ N ¿ ¿

Keterangan :
n : Jumlah Sampel
N :Jumlah populasi
d : Nilai signifikan (0,05)

13
3. Sampling
Sampling adalah proses menyeleksi porsi dari populasi untuk dapat
mewakili populasi. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini peneliti
menggunakan teknik Purposive Sampling. Menurut Nursalam, 2008
Purposive Sampling yaitu teknik pengambilan sampel yang ditentukan
sendiri oleh peneliti sesuai dengan kriteria tertentu (Nursalam, 2013)

4.4 Variabel Penelitian

Variabel yang akan diteliti pada penelitian ini adalah:


a. Variabel Independen (variabel bebas)
Merupakan variabel yang menjadi sebab perubahan atau
timbulnya variabel dependen (terikat). Variabel independen juga
dikenal dengan nama variabel bebas artinya bebas dalam
mempengaruhi variabel lain (Hidayat, 2009). Variabel independen atau
variabel bebas dari peneliltian ini Dukungan Keluarga.

b. Variabel Dependen (variabel terikat)


Merupakan variabel yang dipengaruhi atau menjadi akibat
karena variabel bebas. Variabel dependen tergantung dari variabel
bebas terhadap perubahan (Hidayat, 2009). Variabel dependen
(terikat) dalam penelitian ini adalah Keberhasilan pemberian ASI
eksklusif.

4.5 Lokasi Dan Waktu Penelitian

1. Lokasi Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di Desa Sukosari Kecamatan Kunir
Kabupaten Lumajang.
2. Waktu Penelitian
Waktu penelitian terbagi atas persiapan, pelaksanaan, dan
penyusunan skripsi. Persiapan dilakukan pada Juli, Agustus,
September tahun 2018.

4.6 Definisi Operasional

Definisi operasional adalah mendefinisikan variabel secara operasional


berdasarkan karakteristik yang diamati, sehingga memungkinkan peneliti
untuk melakukan observasi atau pengukuran secara cermat terhadap suatu
objek atau fenomena. (Hidayat, 2009)

14
Tabel 4.1 Definisi Operasional dan Variabel Penelitian

Definisi
No Variabel Parameter Alat ukur Skala Hasil ukur
Operasional
1 Independe suatu perilaku 1. Dukungan Quesioner Ordinal Nilai :
n: keluarga untuk Emosional : Ya = 1
Dukungan memberikan memberikan Tidak = 0
Keluarga dorongan dan perhatian dan
semangat support pada ibu
dengan yang Kriteria
harapan memberikan ASI 1. Nilai 70-100% =
seorang ibu eksklusif pada Mendukung
dapat bayi 2.Nilai 40-69% =
memberikan 2. Dukungan Kurang
bayinya ASI Penilaian : mendukung
secara Memberikan 3.Nilai <40% =
eksklusif tanpa pujian pada ibu Tidak
dengan yang memberi mendukung
tambahan ASI eksklusif
makanan pada bayi
apapun 3. Dukungan
Instrumental :
memberikan
asupan gizi yang
cukup pada ibu
yang menyusui
bayinya secara
eksklusif
4. Dukungan
Informasional :
memberikan
pengetahuan
pada ibu tentang
manfaat dan
kandungan gizi
yang ada pada
ASI

2 Dependen : sebuah - Pemberian ASI Kuesioner Ordin Nilai :


Keberhasil kondisi selama 0-6 al Ya = 1
an dimana bulan Tidak = 0
Pemberian seorang ibu
ASI dapat Kriteria
Eksklusif memenuhi 1. Nilai 60-100% =
kebutuhan ASI berhasil
pada bayinya 2.Nilai <60% =
selama 6 tidak berhasil
bulan tanpa
memberikan
tambahan
makanan
berupa
apapun

15
4.7 Prosedur Penelitian

1. Prosedur Administratif
a. Mengajukan surat permohonan ijin penelitian kepada STIKES
Hafshawaty Pesantren Zainul Hasan
b. Mengajukan surat permohonan ijin penelitian keapada Badan
Kesatuan Bangsa dan Politik (BAKESBANGPOL)
c. Mengajukan surat permohonan ijin penelitian kepada kepala Desa
Sukosari Kecamatan Kunir Kabupaten Lumajang untuk
mendapatkan ijin persetujuan melakukan penelitian.
2. Prosedur Teknik
a. Menentukan sasaran atau populasi penelitian, yaitu balita yang
berusia 6 bulan-24 bulan
b. Menentukan jumlah sampel yang akan diteliti dengan teknik total
sampling, yaitu balita yang berusia 6 bulan-24 bulan yang
mendapat ASI Eksklusif
c. Memberikan lembar perstujuan (informed consent) kepada
responden serta menjelaskan maksud dan tujuan dari penelitian.
d. Bila responden setuju maka responden diminta untuk
menandatangani lembar persetujuan pernyataan kesediaan
menjadi responden penelitian.
e. Peneliti menyebarkan angket berupa lembar kuesioner yang telah
disediakan kepada masing-masing responden.
f. Responden diberi kesempatan untuk bertanya apabila ada
pertanyaan atau instruksi yang tidak dimengerti.

4.8 Pengumpulan Data

4.8.1 Instrumen Penelitian


Pada suatu penelitian, dalam mengumpulkan data
(fakta/kenyataan hidup) diperlukan adanya alat dan cara pengumpulan
data yang baik sehingga data yang dikumpulkan merupakan data yang
valid, andal (reliabel), dan aktual (Nursalam, 2013).
Instrumen adalah alt-alat yang akan digunakan untuk
pengumpulan data (Notoatmodjo, 2005), instrumen yang digunakan
pada penelitian ini adalah quesioner, yaitu suatu cara pengumpulan
data yang dilakukan dengan mengedarkan suatu daftar pertanyaan
yang berupa formulir, diajukan secara tertulis kepada sejumlah obyek
untuk mendapatkan tanggapan berupa informasi dan sebaliknya
(Notoatmodjo, 2002). Quesioner yang digunakan bersifat closed ended
question (pertanyaan tertutup).

4.8.2 Uji Validitas Dan Reliabilitas


Pada penelitian ini tidak dilakukan uji validitas dan reliabilitas.

4.8.3 Teknik Pengumpulan Data

16
Menurut Hastono (2007), ada lima tahapan pengolahan data yang
harus dillalui antara lain:

a. Editing
Editing adalah upaya untuk memeriksa kembali kebenaran data
yang telah diperoleh atau dikumpulkan.
b. Scoring
Scoring merupakan langkah memberi skor terhadap item.
1) Variabel Independen
Dukungan Keluarga
a) Mendukung=70-100%
b) Kurang mendukung=40-69%
c) Tidak mendukung=<40%:

2) Variabel dependen
Kesiapan psikologis anak dalam menghadapi sirkumsisi
Terdiri dari 10 item pernyataan kuesioner yang terdiri atas 2
pilihan jawaban
a) Ya diberi nilai 1
b) Tidak diberi nilai 0.
c. Coding
Coding merupakan kegiatan pemberian kode numerik terhadap
data yang terdiri atas beberapa kategori yang bertujuan untuk
memudahkan dalam proses pengolahan data
d. Processing
Processing merupakan kegiatan memasukkan data yang ada
ke dalam komputer sesuai dengan program yang
dikehendaki.Data-data yang dimasukkan ke dalam program
komputer, berdasarkan hasil pengkodean yang telah
dilakukan pada masing-masing variabel.
e. Cleaning
Cleaning merupakan kegiatan pengecekan kembali data yang
sudah di entry ke dalam program computer apakah ada
kesalahan atau tidak dengan cara: 1) mengetahui missing
data (melakukan list/distribusi frekuensi dari variabel yang
ada); 2) mengetahui variasi data apakah data yang di entry
sudah benar atau masih salah; 3) mengetahui konsistensi
data dengan menghubungkan dua variabel.

4.9 Analisa Data

1. Analisis Univariat
Analisis univariat adalah analisa yang dilakukan untuk menganalisa
tiap variabel dari hasil penelitian. Dalam penelitian ini data kategorik
yang dihasilkan dari penelitian pengaruh dukungan keluarga terhadap
keberhasilan pemberian ASI Eksklusif di Desa Sukosari Kecamatan
Kunir akan diolah atau dianalisis menggunakan distribusi frekuensi.
2. Analisis Bivariat
Analisis bivariat adalah analisa yang dilakukan lebih dari dua
variabel.Untuk menganalisa hubungan dua variabel.Untuk

17
menganalisa pengaruh dukungan keluarga terhadap keberhasilan
pemberian ASI Eksklusif di Desa Sukosari Kecamatan Kunir dan
digunakan uji statistik Spearman rho.Spearman rho digunakan untuk
mengetahui hubungan antara dua variabel data yang berskala ordinal
dimana nilai α = 5% (0,05). Jika p value ≤ α (0,05) maka H1 diketahui,
sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh dukungan
keluarga terhadap keberhasilan pemberian ASI Eksklusif di Desa
Sukosari Kecamatan Kunir Kabupaten Lumajang.

4.10 Etika Penelitian

1. Informed Consent
Merupakan bentuk persetujuan antara peneliti dengan responden
penelitian dengan memberikan lembar persetujuan.Informed consent
tersebut diberikan sebelum penelitian dilakukan dengan memberikan
lembar persetujuan untuk menjadi responden. Tujuan Informed consent
adalah agar subjek mengerti maksud dan tujuan penelitian, mengetahui
dampaknya. Jika subjek bersedia, maka mereka harus menandatangani
lembar persetujuan.Jika responden tidak bersedia, maka peneliti harus
menghormati hak responden.

2. Anonimity (tanpa nama)


Etika keperawatan merupakan suatu hal yang memberikan
jaminan dalam penggunaan subjek penelitian dengan cara tidak
memberikan atau mencantumkan nama responden pada lembar alat
ukur dan hanya menuliskan kode pada lembar pengumpulan data atau
hasil penelitian yang akan disajikan.

3. Confidentiality (kerahasiaan)
Hal ini merupakan suatu etika dengan memberikan jaminan
kerahasiaan hasil penelitian, baik informasi maupun masalah-masalah
lainnya. Semua informasi yang telah dikumpulkan dijamin
kerahasiaannya oleh peneliti, hanya kelompok data tertentu yang akan
dilaporkan pada hasil riset.

4.11 Keterbatasan Penelitian

Keterbatasan penelitian ini yang dihadapi peneliti adalah


1. Instrumen penelitian dibuat sendiri oleh peneliti dan tidak dilakukan uji
validitas.Peneliti tetap menggunakan instrumen tersebut untuk
melakukan penelitian.
2. Waktu penelitian terbatas sehingga peneliti kurang maksimal dalam
mengumpulkan data.

18
DAFTAR PUSTAKA

Desmita. (2012). Psikologi Perkembangan Peserta Didik. Bandung: PT Remaja


Rosdakarya.

Hastono. (2007). Analisa Data Kesehatan. Jakarta: FKM.UI.

Nursalam. (2013). Metode Penelitian Ilmu Keperawatan. Jakarta: Salemba


Medika.

Pieter, H. (2010). Pengantar Psikologi dalam Keperawatan. Jakarta: Kencana


Prenada Media Grup.

Syaodih, E. (2010). JURNAL PSIKOLOGI PERKEMBANGAN. Jakarta:


Universitas Pendidikan Indonesia.

Tirtasari. (2013). Hubungan Persepsi Tentang Kesehatan Reproduksi Dengan


Perilaku Seksual Remaja. Universitas Muhammadiyah Jember. Jember:
Tidak Dipublikasikan.

19
20