Anda di halaman 1dari 3

DISKUSI 6

Nama : Ramos Parulian Sihombing

NIM : 031051334

SOAL

Dalam materi diskusi minggu ke 6, rekan-rekan mahasiswa diminta untuk mendiskusikan


hal yang berkaitan dengan modul 5 yaitu Keputusan Investasi, mengenai pertimbangan unsur
risiko dalam Investasi, khususnya mengenai hal-hal dibawah ini :

1. Apa hubungan Break Even Point (BEP) dengan Biaya (Biaya Tetap dan Biaya Variabel),
Harga Jual dan Volume Penjualan ?
2. Apa kaitannya Break Even Point (BEP) dengan profit ?

PEMBAHASAN

1. BEP (Break Even Point) atau titik impas adalah suatu kondisi dimana penjualan sama
dengan nilai pengeluaran sehingga perusahaan tidak mengalami kerugian atau keuntungan.
Dalam menghitung titik impas perlu diketahui nilai dari :
1) Biaya tetap, yaitu biaya yang tidak tergantung pada volume penjualan, misalnya sewa
gedung.
2) Biaya variabel, yaitu biaya yang tergantung pada volume penjualan, misalnya biaya
pembuatan suatu produk olahan.
3) Harga penjualan suatu produk, yaitu harga penjualan yang ditetapkan per unit barang
atau jasa yang telah diproduksi oleh suatu perusahaan.

Hubungan Break Even Point (BEP) dengan Biaya (Biaya Tetap dan Biaya Variabel) yaitu
dimana pendapatan perusahaan hanya cukup untuk menutupi biaya tetap dan biaya variabel maka
dititik itu disebut Break Even Point.

Hubungan Break Even Point (BEP) dengan Harga Jual dan Volume Penjualan adalah Sebagai
bahan atau dasar pertimbangan dalam pengambilan keputusan terhadap hal-hal berikut :
1) Jumlah penjualan minimalyang harus dipertahankanagar perusahaan tidak mengalami
kerugian.

UNIVERSITAS
TERBUKA
2) Jumlah penjualan yang harus dicapai untuk memperoleh keuntungan tertentu.
3) Seberapa jauhkah berkurangnya penjualan agar perusahaan tidak menderita rugi.
4) Untuk mengetahui bagaimana efek perubahan harga jual, biaya dan volume penjualan
terhadap keuntungan yang diperoleh.
Keterkaitannya dengan volume penjualan, metode break even analysis digunakan untuk
mengetahui volume penjualan yang mana akan menghasilkan keuntungan atau kerugian.
Ada tiga manfaat yang menjadi dasar break even analysis yaitu: Memberikan informasi
banyaknya investasi yang butuhkan agar dapat mengimbangi pengeluaran awal, memberi
margin sebagai langkah pembatas supaya tidak mengalami kerugian Digunakan secara luas,
baik dalam analisa jual beli saham dan menganalisa budget dari berbagai macam project
yang dilakukan perusahaan.

2. Peran Break Even Point kaitannya dalam memperoleh laba/profit dari suatu kegiatan usaha
yaitu :
1) Menekan biaya produksi dan operasional serendah-rendahnya tetapi tetap
memperhatikan kualitas dan kuantitas sehingga perusahaan dapat mempertahankan
tingkat harga suatu produk.
2) Menentukan harga produk sesuai dengan keuntungan yang diinginkan

Rumus yang digunakan untuk menganalisis Break Even Point yaitu :

BEP dalam unit, yaitu digunakan untuk mengetahui berapa unit jumlah barang atau jasa
yang harus diproduksi untuk mencapai titik impas.

Rumus : BEP = FC / (P-VC)

Keterangan :
BEP : Break Even Point
FC : Fixed Cost
P : Price per unit
VC : Variabel Cost
BEP dalam rupiah, yaitu digunakan untuk mengetahui berapa rupiah yang harus diterima
untuk mencapai titik impas.

UNIVERSITAS
TERBUKA
Rumus : BEP = FC / {1 - (VC/S)}
Keterangan :
BEP : Break Even Point
FC : Fixed Cost
VC : Variabel Cost
P : Price per unit

Sumber :

Modul PAJA3338 / Pembelanjaan


https://guruakuntansi.co.id/bep-break-even-point/
--

UNIVERSITAS
TERBUKA

Anda mungkin juga menyukai