Anda di halaman 1dari 36

DAFTAR ISI

LATAR BELAKANG

KATA PENGANTAR

DAFTAR ISI

DAFTAR LAMPIRAN

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Praktek Kerja Lapangan


1.2 Tujuan Praktek Kerja Lapangan
1.3 Manfaat Praktek Kerja Lapangan

BAB II PROFIL

2.1 Profil instansi


2.2 Sejarah Tempat Praktek Kerja Lapangan ( PKL )
2.3 Visi dan Misi Apotek
2.4 Struktur Organisasi dan Bagan
2.5 Pengolahan instansi
LATAR BELAKANG

Menurut Undang-Undang No. 36 Tahun 2009 tentang kesehatan, sehat


adalah keadaan sehat, baik secara fisik, mental, spritual maupun sosial yang
memungkinkan setiap orang untuk hidup produktif secara sosial dan ekonomis.
Kesehatan merupakan kebutuhan yang sangat diperlukan oleh masyarakat dalam
kehidupan. Dengan memiliki hidup yang sehat seseorang dapat menjalani dan
melakukan aktivitasnya dengan baik. Untuk meningkatkan kesehatan selain upaya
yang dilakukan oleh diri sendiri dalam menjaga kesehatan, dibutuhkan juga
adanya upaya yang menunjang pelayanan kesehatan diantaranya Rumah Sakit,
Balai Pengobatan, Puskesmas, Posyandu, Apotek dan lainnya guna meningkatkan
kesehatan masyarakat. SMK Persada Kota Sukabumi menyelenggarakan
pendidikan untuk menghasilkan tenaga kesehatan yaitu tenaga teknis kefarmasian.
Oleh karena itu tenaga kesehatan harus terampil, terlatih dan dapat
mengembangkan diri baik sebagai pribadi maupun sebagai tenaga kesehatan
berdasarkan nilai-nilai yang dapat menunjang upaya pembangunan kesehatan.
Praktik Kerja Lapangan (PKL) dilaksanakan dalam rangka peningkatan mutu dan
kualitas lulusan siswa SMK Kesehatan serta untuk menyelaraskan pendidikan
dengan kebutuhan tenaga kesehatan khususnya SMK Persada Kota Sukabumi
yang mempunyai dua jurusan yaitu jurusan kefarmasian dan Keperawatan.
Harapan utama dari kegiatan Praktik Kerja Lapangan ini disamping keahlian
siswa dalam bidang kesehatan, juga dituntut memiliki etos kerja yang baik,
berkualitas, disiplin waktu dan keterampilan serta keuletan dalam bekerja.
Disamping itu dengan adanya PKL diharapkan pihak sekolah mengetahui tentang
kebutuhan tenaga teknis kesehatan sehingga mutu dalam pengajaran dapat
ditingkatkan guna untuk tuntutan tersebut.
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan karuniaNya
sehingga penulis dapat menyelesaikan Praktek Kerja Lapangan ( PKL ) di Apotek
Irna Farma. Praktek Kerja Lapangan tanpa ada halangan apapun sesuai dengan
waktu yang telah di tentukan. Praktek Kerja Lapangan merupakan elemen yang
sangat penting bagi Sekolah Menengah Kejuruan ( SMK ) karena berorientasi
pada dunia kerja.

Praktek Kerja Lapangan ini diselenggarakan dalam rangka memberikan


bekal pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman dalam pengolahan apotek
kepada siswa serta meningkatkan kemampuan dalam mengabdikan profesinya
kepada masyarakat. Dimana siswa ataupun siswi yang mengikuti Praktek Kerja
Lapangan ini dapat mengetahui dan memahami bagaimana situasi yang terjadi
dilapangan kerja yang sebenarnya. Ini berpengaruh pada situasi siswa ataupun
siswi setelah lulus dari sekolah dan memasuki tahap selanjutnya yaitu bekerja. Di
tahap ini siswa ataupun siswi tidak merasa kaget dalam dunia pekerjaan, karna
bekal yang sudah mumpuni dari sekolah tempat mencari pengetahuan dan tempat
Praktek Kerja Lapangan menghasilkan gambaran nyata bagaimana dunia kerja
yang sebenarnya.

Atas terselesainya Praktek Kerja Lapangan ini, Kami Mengucapkan


banyak terimakasih kepada orang tua kami atas segala dukungan dan moral serta
materi. Tidak lupa pula kepada seluruh teman yang telah turut andil membantu
kami, baik dalam material maupun dukungan yang diberikan kepada kami. Kami
sadar masih banyak hal yang harus kami lakukan untuk saling mendukung dan
saling memberikan motivasi sesama siswa ataupun siswi.

Tidak lupa pula, kami ucapkan beribu-ribu terima kasih kepada seluruh
guru yang tidak lelah mendidik kami, membimbing kami, memberikan pendidikan
atas pengajaran berbagai pengetahuan terhadap kami dan juga memotivasi kami
tanpa membedakan latar belakang kami. Tanpa beliau kami bukan siapa – siapa.
Tanpa beliau kami tidak akan mencapai titik dimana kami membuat tulisan ini.

Disini kami juga berkesempatan untuk mengucapkan terimakasih kepada :

1. Bapak Agi Anggi Ginanjar S.K.M., M.Si. sebagai Kepala Sekolah SMK
Persada Kota Sukabumi
2. Bapak Hendro Gusastra, Sebagai Guru Pembimbing Praktek Kerja
Lapangan
3. Bapak M . Iqbal Hidayatullah S.si, Apt. sebagai Apoteker
4. Bapak M . Rizal Abidin S.farm Apt, sebagai Apoteker Pendamping
5. Bapak Guli Wardana sebagai Asisten Apoteker
6. Bapak Riki Gustaman S.Kep sebagai pembimbing di Apotek
7. Bapak / ibu Guru SMK Persada Kota Sukabumi
8. Staff Pegawai Apotek Irna Farma
9. Rekan seperjuangan yang selalu mendukung yang tidak bisa disebut satu
persatu

Kami menyadari bahwa laporan Praktek Kerja Lapangan ini tidak luput
dari kekurangan ketidak tahuan kami, Oleh karena itu, kritik dan saran yang
membangun sangat kami harapkan. Semoga Laporan Kerja Lapangan yang kami
susun ini dapat bermanfaat bagi pembacanya dan semua pihak yang
membutuhkan dalam peningkatan wawasan keterampilan dalam pengolahan
apotek.

Sukabumi, November 2021

Penyusun
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Praktek Kerja Lapangan


Praktek kerja lapangan adalah salah satu bentuk penerapan secara
sistematis dan sinkron antara program pendidikan di sekolah dengan program
penguasaan keahlian yang diperoleh melalui kegiatan kerja secara langsung di
dunia kerja untuk mencapai tingkat keahlian tertentu. Praktik kerja lapangan
dapat membantu memberikan keuntungan, karena keahlian yang tidak
diajarkan di sekolah bisa di dapat di dunia kerja. Sehingga dengan adanya
praktik kerja lapangan dapat meningkatkan mutu dan relevensi pendidikan
menengah kejuruan yang dapat diarahkan untuk mengembangkan suatu sistem
yang mantap antara dunia pendidikan dengan dunia kerja. Praktik kerja
lapangan juga merupakan salah satu kegiatan murid untuk mendapatkan
pengalaman kerja sebelum memasuki dunia kerja yang sesungguhnya yang
bertujuan untuk meningkatkan kecerdasan, kreativitas, dan keterampilan agar
dapat menumbuhkan jiwa yang dapat membangun dirinya sendiri serta dapat
bertanggung jawab untuk meningkatkan ekonomi dan kehidupan yang
makmur.
Menurut Nurcahyono (2015) “Praktik kerja Lapangan merupakan
penyelenggaraan pendidikani keahlian profesional, yang Memadukan secara
sistematis pendidikan di sekolah dan program penguasaan Keahlian yang
diperoleh melalui kegiatan bekerja secara langsung di dunia kerja Untuk
mencapai tingkat profesional tertentu. Melalui PKL, seseorang memperoleh
Keterampilan dan pengetahuan kerja”.

1.2 Tujuan Praktek Kerja Lapangan


Tujuan diadakan Praktik Kerja Lapangan adalah :
1. Meningkatkan, Memperluas, dan menetapkan keterampilan yang
membentuk kemampuan siswa – siswi sebagai bekal untuk memasuki
lapangan kerja yang sesuai dengan kebutuhan program pendidikan yang
ditetapkan .
2. Memberikan kesempatan pada peserta didik untuk mendapatkan lapangan
3. kerja yang nyata dan langsung secara terpadu dalam melaksanakan
kegiatan pelayanan kesehatan farmasi, Rumah Sakit, Puskesmas, PBF,
Gudang farmasi, apotek dan penyuluhan alat kesehatan kepada masyarakat
4. Memberikan kesempatan kepada siswa – siswi untuk menyesuaikan diri
pada suasana lingkungan kerja yang sebenarnya
5. Agar siswa – siswi dapat menerapkan hasil dari materi yang mereka
pelajari disekolah dalam dunia kerja
6. Membentuk mental siswa – siswi dan memberi motivasi agar serius dan
bersemangat dalam mencapai cita – cita

1.2 Manfaat Praktek Kerja Lapangan

Manfaat Praktek Kerja Lapangan bagi siswa – siswi adalah :

1. Mengasah keterampilan yang diberikan Sekolah Menengah Kejuruan


2. Siswa akan mempunyai rasa tanggung jawab dalam melaksanakan
pekerjaan dan menjaga profesinya
3. Siswa memperoleh kemudahan untuk memahami prosedur – prosedur
kerja dan menekuni pekerjaan yang diterapkan dalam instasi tersebut
4. Mengenalkan siswa – siswi pada pekerjaan lapangan di dunia industri dan
usaha sehingga pada saat meraka terjun kelapangan pekerjaan yang
sesungguhnya dapat beradaptasi dengan cepat.
BAB II

PROFIL INSTANSI

2.1 Profil instansi Klinik Irna Farma


Nama instansi : Klinik Irna Farma
Alamat : Jl. Bhayangkara No. 24 Kel. Gunung Puyuh Kec. Gunung
Puyuh Kota Sukabumi
Website : ( 0266 ) 230439
Pemimpin perusahaan : Dra. Fatmawati Pua Upa, MM
Nama APA : apt. Muhammad Iqbal Inayatullah, S.Si
2.2 Sejarah Klinik Irna Farma
Klinik Irna Farma didirikan pada tanggal 5 Mei 2014 oleh sepasang suami
istri yang bernama Prof K.H Dedi Ismatullah, SH., MH dan Dra. Hj. Fatmawati
Pua Upa, MM. Dengan No Surat Izin Apotek 44/07/SIA/DINKES/II/2004. Awal
merintis Apotek Irna Farma Prof. KH. Dedi Ismatullah, SH,. MH dan Dra. Hj.
Fatmawati Pua Upa, MM. menyewa sebuah gbangunan untuk dijadikan usaha
apoteknya.
Arti nama IRNA itu sendiri berasal dari inisial anak – anaknya :
a) Huruf I berarti apt. M. Iqbal Inayatullah, S.Si ( Anak ke – 1 )
b) Huruf R berarti dr. M Rahmatullah ( Anak ke – 2 )
c) Huruf NA berarti Nurhasanah Ismatullah, S. Pd.I., M.Pd. ( Anak ke – 3 )
Kemudian dirangkai menjadi IRNA, apotek Irna Farma pertama kali
bekerja sama dengan dokter spesialis anak yaitu dr. Hasan Basri, Sp. A. Hingga
sekarang, dari tahun ke tahun Apotek Irna Farma semakin berkembang. Pada
tahun 2010 Apotek Irna Farma berpindah tempat bangunan baru dengan hak milik
sendiri dengan bangunan apotek yang lebih luas dan bekerja sama dengan lebih
dari satu dokter yaitu :
a) dr. Hasan Basri, Sp. A ( spesialis anak )
b) dr. Ratna, S PoG (spesialis kandungan )
c) dr. Khaterina, SP.PD (spesialis penyakit dalam)
d) dr. Wahyudi,SP. (spesialis bedah)
Dan dokter yang masih bekerja sama dengan apotek irna Farma saat ini :
a) dr. Hasan Basri,SP.A (spesialis anak)
b) dr. Rahmatullah (dokter umum)
c) dr. Rini Kusumaningrum, SP,kk (spesialis kulit dan kelamin)

Tahun 2013 akhir, Apotik irna Farma merenovasi bangunan menjadi 2


bangunan yang lebih modern dan lebih luas dari sebelumnya. Tahun 2014 awal,
Apotek irna mendirikan “IRNA SKINCARE” yaitu klinik kecantikan, akupuntur,
treatment, terapi dan kesehatan lainnya. Kemudian pada awal tahun 2018 klinik
“Irna skincare” di bangun kembali menjadi 3 lantai dan berubah nama menjadi
“Dr Metz Skincare”.
Klinik Dr Metz Skincare bekerja sama dengan beberapa dokter yaitu :
 Dokter Mhammad Rahmatullah M.biomed (spesialis umum)
 Dokter Annisa Nuraeni Dwi Putrianti
 Dokter Siti Nurul Dinah

2.3 Visi dan Misi klinik Irna Farma


a) Visi Klinik Irna Farma
menjadikan home healty care bagi masyarakat setempat.
b) Misi Apotek Irna farma
a. memberikan pelayanan farmasi terhadap masyarakat.
b. melayani konsultasi kesehatan terhadap masyarakat.
c. menyediakan alat kesehatan bagi kesehatan masyarakat.
2.4 Struktur Organisasi dan Biodata di Apotek Irna

DIREKTUR
Drs.Hj Fatmawati Pua Upa, MM.

MANAGER KEUANGAN MANAGER OPERASIONAL APOTEKER


Nur Hasanah Ismatullah S.IP, SPd, M.Pd dr. M Rahmatullah, M.Biomed. M Iqbal Inayatullah S.si, Apt.

ADMIN KEUANGAN APOTEKER PENDAMPING


Diana Avipah M Rizal Abidin S.farm Apt

KASIR ASISTEN APOTEKER


Resti Guli Wardana
Hasna

DIVISI OBAT DIVISI PELAYANAN/DOKTER KEBERSIHAN


Riki dr. Hasan Basri Sp.A Mang Pardi
Lina dr. Rini Kusumaningrum Sp.KK
Mohdan dr. Siti Nurul Dinah
1. Biodata Direkturat Klinik Irna Farma
Nama Lengkap : Dra. Hj. Fatmawati Pua Upa MM
Alamat : Jl. Bhayangkara Kota Sukabumi
2. Biodata penanggung jawab Di Klinik Irna Farma
Nama Lengkap : Dr. M. Rahmatullah M. Biomed
Tempat Tanggal Lahir : Sukabumi, 19 februari 1987
Alamat : Jl. Bhayangkara Kota Sukabumi
3. Biodata Apoteker penanggung Jawab Apotek
Nama lengkap : Muhammad Iqbal Inayatullah S.Si, Apt.
Tempat Tanggal Lahir : Sukabumi, 13 Maret 1985
Alamat : Jl. Pankejene Blok H2/2 RT 005 RW 010 Kel.
Cibeureum Hilir Kec. Cibeureum Hilir Kota
Sukabumi
No. STR : 19850313/STRA-UNPAD/2007/14167
Jabatan : Apoteker Penanggung Jawab
4. Biodata Asisten Apoteker
Nama Lengkap : Guli Wardana
Tempat Tanggal Lahir : Sukabumi, 18 September 1983
Lulusan : Sekolah Menengah Farmasi BUMI SILIWANGI
Bandung 2001
Alamat : Mangkalaya Kota Sukabumi

2.5 Pengelolaan instansi di Apotek Irna Farma


1. Definisi Apotek dan klinik
Apotek menurut Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesi
No. 1027/MENKES/SK/IX/2004 yaitu sebagai suatu tempat dilakukannya
Pekerjaan kefarmasian, penyaluran sediaan farmasi dan perbekalan
kesehatan Lainnya kepada masyarakat. Menurut Peraturan Pemerintah
Republik Indonesia No. 9 Tahun 2017 tentang Apotek Pasal 1, yang
dimaksud dengan Apotek adalah saranan pelayanan kefarmasian tempat
dilakukan praktek Kefarmasian oleh apoteker.
Klinik adalah suatu fasilitas kesehatan publik kecil yang didirikan
untuk memberikan perawatan kepada pasien luar. Biasanya klinik hanya
mengobati penyakit-penyakit ringan seperti demam dan sebagainya,
sedangkan kasus-kasus yang lebih parah diajukan ke rumah sakit
2. Tugas dan Fungsi Apotek
Menurut PP No.51 tahun 2009, tugas dan fungsi apotek adalah :
a) Tempat pengabdian profesi seorang Apoteker yang telah mengucapkan
Sumpah jabatan Apoteker.
b) Sarana farmasi yang melaksanakan peracikan, pengubahan bentuk,
pencampuran, dan penyerahan obat atau bahan obat.
c) Sarana penyaluran perbekalan farmasi yang harus menyebarkan obat
yang diperlukan masyarakat secara meluas dan merata.
3. Pengelolaan perbekalan farmasi di Apotek Irna Farma
Pengelolaan persediaan obat-obatan di apotek meliputi beberapa
tahapan diantaranya perencanaan, pengadaan, pemesanan, penerimaan,
penyimpanan, pengendalian, pencatatan dan pelaporan.
1. Perencanaan
Persediaan obat-obatan di apotek berfungsi untuk memprediksi
kebutuhan persediaan obat untuk jangka waktu tertentu. Proses
perencanaan sediaan obat meliputi:
 Tahap pemilihan obat
Obat dipilih berdasarkan jenis dan memperhatikan pola penyakit
pola konsumsi, pola budaya, serta pola kemampuan masyarakat
 Tahap perhitungan kebutuhan obat
Tahap perhitungan kebutuhan obat dilakukan dengan menghitung
kebutuhan obat berdasarkan pola penyakit.
 Tahap proyeksi kebutuhan
Perhitungan kebutuhan obat yang dilakukan secara komprehensif
dengan mempertimbangkan data pemakaian obat dan jumlah sisa stok
pada periode yang masih berjalan.
2. Pengadaan
Merupakan kegiatan untuk merealisasikan kebutuhan yang telah
direncanakan dan disetujui. Pengadaan obat-obatan di apotek biasanya
dilakukan melalui pembelian/pemesanan yang dilakukan melalui jalur
resmi sesuai dengan peraturan perundang-undangan medis.
3. Pemesanan
Surat pesanan yang dimaksud dengan surat pesanan adalah daftar
kebutuhan perbekalan farmasi yang telah disetujui untuk dilakukan
pemesanan ke PBF.
Adapun pembagian surat pesanan yang ada di Apotek Irna Farma adalah
sebagai berikut:
1. Surat Pesanan Obat Reguler
2. Surat Pesanan Obat Prekursor
3. Surat Pesanan Obat-Obat Tertentu (OOT)
4. Surat Pesanan Obat Psikotropika
5. Surat Pesanan Obat Narkotika
Obat yang akan dibeli harus sesuai dengan kebutuhan yang tercatat
dalam buku defecta. Buku defecta ini digunakan untuk mencatat barang
atau obat yang harus dipesan untuk memenuhi kebutuhan ketersediaan
barang atau obat. Fungsi buku ini untuk mengecek barang dan stok barang
serta menghindari kelupaan pemesanan kembali barang.
4. Penerimaan
Penerimaan merupakan kegiatan untuk memastikan kesesuaian
kedatangan barang dengan surat pesanan diantaranya kesesuaian jenis obat
maupun jumlah yang dipesan. Penerimaan merupakan kegiatan untuk
menjamin kesesuaian jenis spesifikasi jumlah, mutu, waktu penyerahan
dan harga yang tertera dalam surat pesanan dengan kondisi fisik yang
diterima.
5. Penyimpanan
Tata cara penyimpanan obat-obatan harus memperhatikan beberapa hal
Berikut:
1) Semua obat-obatan harus disimpan pada kondisi yang sesuai sehingga
terjamin keamanan dan stabilitasnya
2) Sistem penyimpanan dapat dilakukan dengan memperhatikan kelas
terapi obat, bentuk sediaan (liquid,semisolid,dan solid), stabilitas obat
(dipengaruhi oleh suhu, cahaya, dan kelembaban), serta disusun
berdasarkan abjad.
3) Penyimpanan obat memakai sistem (FIFO, FEFO, Alfabet, Jenis
Sediaan, Efek Farmakologis dan suhu)
Penyimpanan perbekalan farmasi diatur berdasarkan:
a) Penggolongan Obat
o Obat bebas adalah obat yang dapat dibeli secara bebas dan
tidak membahayakan bagi si pemakai dalam batas dosis yang
dianjurkan, diberi tanda lingkaran bulat berwarna hijau dengan
garis tepi hitam.
o Obat bebas terbatas adalah obat keras yang dapat diserahkan
tanpa resep dokter dalam resep aslinya dari produsen/pabriknya
dan diberi tanda lingkaran bulat berwarna biru dengan garis
tepi hitam serta diberikan tanda peringatan ( awas obat keras ).
o Obat keras adalah semua obat yang mempunyai takaran atau
dosis maksimum ( dm) atau yang tercantum dalam daftar obat
keras yang ditetapkan pemerintah diberi btanda khusus
lingkaran bulat berwarna merah dengan garis tepi hitam dan
huruf “K” yang menyentuh garis tepinya.
o Narkotika adalah obat yang diperlukan dalam bidang
pengobatan dan IPTEK dan dapat menimbulkan
ketergantungan dan ketagihan ( adiksi ).
o Psikotropika adalah obat yang memengaruhi proses mental,
merangsang atau menenangkan, mengubah pikiran, perasaan
atau kelakuan orang.
o Produk skincare adalah perawatan kulit dengan menggunakan
produk-produk tertentu khususnya untuk wajah.
o Alat kesehatan adalah perangkat apa pun yang dimaksudkan
untuk digunakan dalam tujuan medis.
b) Sediaan Obat
Sediaan Obat yang ada di Apotek Irna yaitu, krim, tetes mata,
inhaler, salep, tablet, kapsul, sirup, dan drops.
c) Alphabetis
Alphabetis adalah sebuah sistem tulisan yang berdasarkan lambang
fonem vokal dan konsonan. Kata alphabetis diambil dari bahasa
Yunani, dari dua huruf pertama tulisan mereka yaitu alfa dan beta.
d) Narkotika dan Psikotropika
o Narkotik adalah obat yang diperlukan dalam bidang
pengobatan dan IPTEK dan dapat menimbulkan
ketergantungan dan ketagihan ( adiksi )
o Psikotropika adalah obat yang memengaruhi proses mental,
merangsang atau menenangkan, mengubah pikiran, perasaan
atau kelakuan orang.
Untuk obat Narkotik dan psikotropika disimpan di lemari
khusus dua pintu dengan ukuran 40 x 80 x 100 cm dengan
dilengkapi kunci ganda.
Lemari khusus ini di letakkan di tempat yang aman serta
tidak terlihat oleh umum dan kunci lemari di kuasi oleh Apoteker
penanggung/Apoteker yang ditunjuk dan pegawai lain yang di
kuasakan.
e) Metode FEFO dan FIFO
o FEFO, First Expired First Out adalah penyimpanan obat
berdasarkan obat yang memiliki tanggal kadaluwarsa lebih
cepat maka dikeluarkan terlebih dahulu
o FIFO, First In First Out adalah penyimpanan obat berdasarkan
obat yang pertama masuk dikeluarkan terlebih dahulu
6. Pendistribusian
Pendistribusian obat di Apotek bisa dialurkan dari pabrik sebagai
produksi kemudian PBF sebagai penyalur lalu Apotek sebagai
pelayanan dan pasien sebagai konsumen.
7. Pengendalian
Pengendalian stok obat-obatan dilakukan menggunakan kartu stok
yang memuat nama obat, tanggal kadaluwarsa, jumlah pemasukan, jumlah
pengeluaran, dan sisa persediaan. Pengendalian ini bertujuan untuk
mempertahankan jenis dan jumlah persediaan sesuai pelayanan agar tidak
terjadi kelebihan dan kekurangan stok.
8. Mencatat ke buku barang datang
Barang yang datang dicatat dibuku barang datang. Proses ini
bertujuan untuk meminimalisasi kesalah ketersediaan barang datang.
Jadi, apabila data barang datang dikomputer hilang ataupun ada
masalah kita langsung bisa lihat ke buku barang datang.
9. Menginput barang datang ke Komputer
Dengan memasukkan data barang datang yang tercantum di faktur
ke komputer. Tujuannya untuk mengetahui update harga suatu produk.
 Total, adalah jumlah
 No batch, adalah penandaan yang terdiri dari angka atau huruf atau
gabungan keduanya, yang merupakan tanda pengenal suatu bets,
yang memungkinkan penelusuran kembali riwayat lengkap
pembuatan bets tersebut, termasuk tahap produksi, pengawasan
dan distribusi, (badan POM, 2006).
 Expired date, adalah tanggal produk tersebut dinyatakan kadaluarsa
sehingga dianggap “basi” atau rusak sehingga tidak layak
digunakan
 Quantity, adalah jumlah barang atau banyaknya barang. Kata
quantity telah diadopsi dalam bahasa Indonesia dengan kata
“kuantitas”. Kuantitas merujuk kepada banyaknya benda baik yang
bisa dihitung maupun yang tidak bisa dihitung
 Harga pokok, adalah total dari seluruh pengeluaran dan beban yang
dikenakan baik secara tidak langsung maupun tidak langsung
supaya produk dapat dijual dan dipergunakan
 Diskon, adalah pengurangan harga yang diberikan kepada pembeli
saat melakukan pembelian barang atau jasa.
4. Administrasi Perbekalan Farmasi Meliputi :
1. Buku Defekta
Buku ini digunakan untuk mencatat barang atau obat yang harus
dipesan untuk memenuhi kebutuhan ketersediaan barang atau obat. Fungsi
buku ini untuk mengecek barang dan stok barang, menghindari kelupaan
pemesanan kembali barang.
Tanggal
Nama obat
Stok yang ada
Jumlah yang harus di pesan
Nama PBF
2. Surat Pesanan
Untuk melakukan pengadaan, apotek harus mengajukan SP (surat
pesanan) obat / alat kesehatan kepada PBF atau distributor yang dituju.
Jenis surat pesanan yaitu :
1) SP alat kesehatan dan obat biasa terdiri dari 2 rangkap dan bisa
dibuat oleh pihak apotek sendiri :
 SP asli disimpan pihak PBF.
 Salinan SP disimpan di pihak apotek.
2) SP prekursor terdiri dari 2 rangkap, yaitu :
 SP asli disimpan pihak PBF.
 Salinan SP disimpan pihak apotek.
3) SP psikotropik terdiri dari 2 rangkap dan bisa dibuat oleh
apotek sendiri :
 SP asli disimpan pihak PBF.
 Salinan SP disimpan pihak apotek
4) SP narkotika hanya bisa dipesan dan dibeli di PBF Kimia
Farma. SP ini terdiri dari 4 rangkap, yaitu :
 SP asli, lembar kedua dan ketiga disimpan pihak PBF.
 SP ketiga diberikan kepada BPOM (Badan Pengawas
Obat dan Makanan)
 SP keempat disimpan pihak apotek.

3. Faktur
Faktur merupakan suatu dokumen komersial yang merinci
transaksi antara penjual dan pembeli baik transaksi pembelian secara tunai
maupun kredit, membutuhkan faktur. Misalnya, pada transaksi pembelian
secara kredit, faktur juga merinci ketentuan kesepakatan serta memberikan
informasi tentang metode pembayaran yang tersedia. Secara umum, faktur
dibuat dalam format hard copy, disertai dengan beberapa salinan sehingga
baik pembeli dan penjual masing-masing memiliki catatan transaksi yang
bisa digunakan sebagai pencatatan.
BAB III
PEMBAHASAN
3.1 Pelayanan Resep
Pelayanan resep adalah adalah proses kegiatan yang meliputi aspek teknis
dan non teknis yang harus dikerjakan mulai dari penerimaan resep, peracikan obat
sampai dengan penyerahan obat kepada pasien.
Alur pelayaran resep di apotek irna sebagai berikut :
Resep Datang
Pasien membawa resep dan diserahkan kepada pekerja apotek, lalu
menyakan identitas pasien ( nama ). Kemudian pasien di persilahkan untuk
menungmenungg
skrining resep
Skiring resep di lakukan oleh tenaga teknis kefarmasian atau asisten
apoteker. Skrining resep ini diantaranya meliputi skrining administrasi, skrining
farmasefik, dan skrining klinis
3.1.1 kegitaan di apotek dan klinik irna farma :
A. Pengertian Meracik
Meracik adalah Merupakan suatu kegiatan menimbang, mencampur,
memasulan dalam wadah dan memberi etiket. Dal
Contoh Resep I
Rincian :
 Resep serbuk ( Probiokid 5 )
 Resep sirup ( Biothicol Forte )
A. Skrining administratif
Nama dokter : dr. Hasan Basri Sp.A
SIP dokter :
Alamat praktek dokter : jl. Bhayangkara no. 24 Kota Sukabumi
Tanggal penulisan resep : 11 September 2021
Tanda tangan dokter : Ada
Nama pasien : Kynan
Umur pasien :
Jenis kelamin pasien : Laki – laki
B. Skrining FarmasetisContoh :
a. Resep probiokid
Bentuk sediaan : probiokid bentuk sediaan serbuk
Dosis obat :
Kandungan :
Signa : probiokid sehari 1x1 bungkus diminum 2 jam setelah
antibiotic
Lama pemberian obat : untuk kedua obat di atas ada obat yang
harus dihabiskan atau ditentukan waktu pemberiannya.
b. Resep Biothicol Forte
Bentuk sediaan : Biotichol forte bentuk sediaan sirup
Dosis obat :
Kandungan :
Signa : Biotichol forte sehari 1x1 sendok teh diminum setelah
makan
Lama pemberian obat : untuk kedua obat di atas ada obat yang
harus dihabiskan atau ditentukan waktu pemberiannya.
C. Skirining klinis
 Efek samping : Memicu infeksi, memperburuk kondisi yang
diderita pasien gangguan system kekebalan tubuh, gangguan GI
 Indikasi : suplemen untuk membantu memelihara kesehatan
saluran cerna
 Kontra indikasi : hipersentivitas
 Penyimpanan obat : simpan pada suhu antara 15 – 25 derajat
celcius
 Efek samping : Diskrasia darah, anafilaktif, urtikaria, gangguan
GL, sindom gray
 Indikasi : infeksi yang disebabkan salmonella, H influenza
terutama infeksi meningeal, riketsia, bakteri Gr- penyebab
bakteriema, meningitis.
 Kontra indikasi : disfungsi ginjal dan hati berat . hipertensi
 Penyimpanan obat : simpan pada suhu 20-25 derajat celcius di
tempat kering dan sejuk.
Contoh resep foto II

Rincian :
 Resep sirup kering ( Thiamycin forte )
 Resep sirup ( Bufect Forte )
A. Skirining administratif
Nama dokter : dr. Hasan Basri Sp.A
SIP dokter :
Alamat praktek dokter : jl. Bhayangkara no. 24 Kota Sukabumi
Tanggal penulisan resep : 11 September 2021
Tanda tangan dokter : Ada
Nama pasien : Kalisa
Umur pasien :
Jenis kelamin pasien : Perempuan
B. Skrining Farmasetis
a.Resep Thiamycin Forte
Bentuk sediaan : Thiamycin forte sediaan sirup
Dosis obat :
Kandungan :
Signa : Thiamycin Forte Sehari 3x1 sendok teh diminum setelah
makan
Lama pemberian obat : untuk kedua obat di atas ada obat yang
harus dihabiskan atau ditentukan waktu
pemberiannya.
b. Resep Bufect Forte
Bentuk sediaan : Bufect forte bentuk sediaan sirup
Dosis obat :
Kandungan :
Signa : Bufect forte sehari 3-4 x 3/4 sendok teh diminum setelah
makan
Lama pemberian obat : untuk kedua obat di atas ada obat yang
harus dihabiskan atau ditentukan waktu pemberiannya.

C. Skirining klinis
 Efek samping : thiamycin forte memiliki efek samping depresi
sumsum tulang, anemia aplastic, sindroma gray pada bayi,
gangguan pencernaan, neutris optic & perifer
 Indikasi : Thiamycin Forte digunakan untuk pengobatan infeksi
saluran pernafasan, dan infeksi dan infeksi saluran kemih
 Kontra indikasi : hipersensitivitas, pra depresi sumsum tulang atau
diskrasia darah, kehamilan dan menyusui.
 Penyimpanan obat : simpan pada suhu dibawah 30 derajat celcius
terlindung dari sinar matahari langsung
 Efek samping : bufect forte memiliki efek samping gangguan
saluran pencernaan termasuk mual, muntah, diare, konstipasi,
nyteri lambung atau rasa panas pada perut bagian atas .
 Indikasi : meredamkan demam, meringankan nyeri ringan sampai
sedang pada penyakit gigi atau sesudah pencvabutan gigi, nyeri
kepala, nyeri setelah operasi, nyri pada penyakit reumatik. Nyeri
karena terkilir.
 Kontra indikasi : hipersensitivitas, kehamilan trisemester ketiga
 Penyimpanan obat : simpan ditempat kering dan sejuk serta
terhindar dari sinar matahari langsung

Contoh Resep III


Keterangan :
 Resep sirup ( Thiamycin Forte )
 Resep sirup ( Apetic Forte )
 Resep racikan ( Tremenza, Trilac )
A. Skrining administratif
Nama dokter : dr. Hasan Basri Sp.A
SIP dokter :
Alamat praktek dokter : jl. Bhayangkara no. 24 Kota Sukabumi
Tanggal penulisan resep : 11 September 2021
Tanda tangan dokter : Ada
Nama pasien : Ahmad
Umur pasien :
Jenis kelamin pasien : Laki – laki
B. Skrining Farmasetis
a. Resep Thiamycin Forte
Bentuk sediaan : Thiamycin forte sediaan sirup
Dosis obat :
Kandungan :
Signa : Thiamycin Forte Sehari 3x1 sendok teh diminum setelah
makan
Lama pemberian obat : untuk kedua obat di atas ada obat yang
harus dihabiskan atau ditentukan waktu pemberiannya
b. Resep Apetic Forte
Bentuk sediaan : Apetic forte bentuk sediaan sirup
Dosis obat :
Kandungan :
Signa : apetic forte sehari 3 – 4 x ¾ sendok teh diminum setelah
makan
Lama pemberian obat : untuk kedua obat di atas ada obat yang
harus dihabiskan atau ditentukan waktu pemberiannya.
c. Resep Racikan
Bentuk sediaan : dua obat tersebuut sediaan serbuk
Dosis obat :
Kandungan :
Signa : tremenza dan trilac diminum sehari 3x1 bungkus setelah
makan
Lama pemberian obat : untuk ketiga obat tersebut ada obat yang
harus dihabiskan atau ditentukan waktu pemberiannya, obat – obat
tersebut diminum jika selama masih sakit
C. Perhitungan Bahan
Tremenza 1/ 5 : 1/5 x 15 = 3 tab
Trilac 2 : 2 x 15 = 30 / 4 = 7,5 tab
D. Langkah kerja
1. Siapkan alat dan bahan
2. Masukan tremenza sebanyak 3 tab gerus ad halus
3. Tambahkan trilac sebanyak 7,5 tab gerus ad homogen
4. Setelah itu Bagi ke dalam 15 bungkus kertas
5. Beri Etiket dan masukan kedalam plastik klip
6. Obat di serahkan pada pasien dan beri informasi

Contoh Resep IV

1. Rincian :
1. Resep WP4
2. Resep Sunscreen Acne
3. Resep Facial Wash Sensitif
4. Resep Serum Vitamin C
2. KEGUNAAN
1. Cream malam WP4 mempunyai kegunaan untuk mencerahkan wajah
atau untuk iritasi
2. Sunscreen Acne mempunyai kegunaan untuk membantu merawat kulit
wajah berjerawat
3. Facial Wash Sensitif mempunyai kegunaan untuk membersihkan
wajah dari kotoran, Minyak, Make up yang menempel pada kulit
4. Serum Vitamin C mempunyai kegunaan untuk mencerahkan kulit
serta menghambat tumbuhnya penuaan dini
3. CARA PEMAKAIAN
1. Cream malam WP4
Oleskan secara merata pada seluruh wajah serta gunakan cream pada
malam hari disimpan didalam kulkas dan stop pemakaian jika terjadi
iritasi atau perih
2. Sunscreen Acne
Oleskan secara merata pada seluruh wajah dan leher serta gunakan
cream pada pagi atau Siang hari
3. Fasial Wash Sensitif
 Basahi wajah terlebih dahulu
 Tuangkan Fasial Wash ke telapak tangan basuhkan pada wajah
secara merata
 Bilas dengan air hingga bersih

4. Serum Vitamin C
 Tuangkan serum pada telapak tangan secukupnya
 Usapkan pada wajah hingga merata
 Gunakan serum pada pagi, sore dan malam hari pada kulit wajah yang
telah dibersihkan.
Contoh Resep V

1. Langkah-langkah cara peracikan sediaan cream


1. Menentukan sediaan yang akan di racik Sebelum menentukan
skincare yang akan di racik, petugas farmasi mengecek bahan
sediaan terlebih dahulu
2. Menyiapkan peralatan dan bahan,
Adapun peralatan yang harus disiapkan sebagai berikut:
 Spatula
 Plastik adonan segitiga
 Pot cream ( sebelum digunakan harus di bersihkan terlebih dahulu
menggunakan alkohol agar terlihat lebih steril
 Gunting
 Timbangan
 Alkohol
 Tisu
 Serta bahan untuk racikan cream
3. Menghitung dosis serta melakukan penimbangan bahan sediaan

 Langkah selanjutnya adalah menghitung dosis sediaan cream yang


akan diracik sesuai jumlah
 Sediaan cream yang akan di buat dengan mengalikan dosis awal
dengan jumlah yang akan dibuat, kemudian melakukan
penyetaraan timbangan setelah semua nya selesai sediaan cream
 Siap untuk di masukan kedalam pot cream serta diberikan stiker di
bagian pot cream dan tutup

4. Perhutungan bahan
 White Acne ( 75 pcs )
 Mediquin 4 gr × 75 = 300 gr
 Mofacort 1gr × 75 = 75 gr
 Mediklin 2 gr × 75 = 150 gr
 Vitacid 0,025 3 gr × 75 = 225 gr

3.1.2 Pelayanan Informasi Obat


Pelayanan Informasi Obat adalah kegiatan pelayanan yang dilakukan oleh
apoteker untuk memberi informasi secara akurat, dan objektif dalam hubungannya
dengan perawatan pasien. Pelayanan informasi obat sangat penting dalam upaya
menunjang budaya pengelolaan dan pengunaan obat secara rasinal ( Julianti dkk,
1996 ).
Adapun pelayanan informasi obat di klinik apotek irna seperti berikut :
Contoh Resep I
1. Rincian :
Resep Tabelet ( Cerini tab 5 )
2. Skirining administratif
Nama dokter : dr. Hasan Basri Sp.A
SIP dokter :
Alamat praktek dokter : jl. Bhayangkara no. 24 Kota Sukabumi
Tanggal penulisan resep : 14 september 2021
Tanda tangan dokter : Ada
Nama pasien : Ny. Kania
Umur pasien :
Jenis kelamin pasien : Perempuan
3. Skrining Farmasetis
a.Resep Cerini tablet
Bentuk sediaan : Cerini tablet bentuk sediaan tablet
Dosis obat : Penggunaan obat ini harus sesuai dengan
resep dokter. Dewasa dan anak diatas 12 tahun 1 tab 1
kali perhari.
Kandungan :
Signa : Sehari 1 x 1 tablet
Lama pemberian obat :
4. Skirining klinis
Efek samping : Sakit kepala, mengantuk, agitasi, mulut
kering,gangguan pada saluran cerna.
Indikasi : Obat untuk mengobati kondisi alergi ( rhinitis
perennial, rhimitis alergi musiman dan kronis atau
urtikariaidiopatik
Kontra indikasi : Hipersensitif, ibu menyusui, gangguan
ginjal berat
Penyimpanan obat : Disimpan pada suhu ruangan, jauhkan
dari cahaya langsung dan tempat yang lembap
Contoh resep II
1. Rincian : Resep sirup ( Vometa syrup )
2. Skirining administratif
Nama dokter : dr. Hasan Basri Sp.A
SIP dokter :
Alamat praktek dokter : jl. Bhayangkara no. 24 Kota Sukabumi
Tanggal penulisan resep : 14 september 2021
Tanda tangan dokter : Ada
Nama pasien : Alghani
Umur pasien :
Jenis kelamin pasien : Laki - laki
3. Skrining Farmasetis
a.Resep Vometa sirup
Bentuk sediaan : vometa sirup bentuk sediaan sirup
Dosis obat :
Kandungan :
Signa :
Lama pemberian obat :
4. Skirining klinis
Efek samping : Kramperut ringan
Indikasi : VOMETA SIRUP mengandung domperidone
yang merupakan obat golongan antiemetik yang dapat
meredakan rasa mual, muntah, gangguan perut, rasa tidak
nyaman akibat kekenyangan, serta refluks asam lambung
(GERD).
Kontra indikasi : Stimulasi terhadap motilitas lambung
dianggap membahayakan
Penyimpanan obat : Simpan di tempat yang sejuk dan
kering terhindar dari sinar matahari langsung
Contoh Resep III
1. Rincian :
 Resep sirup ( Biothicol forte)
 Resep Sirup ( Apetic Forte )
 Resep Racikan pulvis ( tremenza, trilac )
2. Skirining administratif
Nama dokter : dr. Hasan Basri Sp.A
SIP dokter :
Alamat praktek dokter : jl. Bhayangkara no. 24 Kota
Sukabumi
Tanggal penulisan resep : 14 september 2021
Tanda tangan dokter : Ada
Nama pasien : Arsyila
Umur pasien :
Jenis kelamin pasien : Perempuan
3. Skrining Farmasetis
a.Resep Biothicol
Bentuk sediaan : Biotichol forte bentuk sediaan sirup
Dosis obat :
Kandungan :
Signa : Biotichol forte sehari 1x1 sendok teh diminum
setelah makan
Lama pemberian obat : untuk kedua obat di atas ada obat
yang harus dihabiskan atau ditentukan waktu
pemberiannya.
b. Resep Apetic Forte
Bentuk sediaan : Apetic forte bentuk sediaan sirup
Dosis obat :
Kandungan :
Signa : apetic forte sehari 3 – 4 x ¾ sendok teh
diminum setelah makan
Lama pemberian obat : untuk kedua obat di atas ada obat
yang harus dihabiskan atau ditentukan waktu
pemberiannya.
C. Resep Racikan Tremenza
Bentuk sediaan :Tremenza adalah obat yang tersedia
dalam sediaan sirup atau cairan 60 ml, dan obat tablet
100 mg (10 mg per tablet).
Dosis : PENGGUNAAN OBAT INI HARUS
SESUAI DENGAN PETUNJUK DOKTER. Dosis
dewasa : 1 tablet, 3-4 kali sehari. Anak 6 - 12 tahun :
1/2 tablet, 3-4 kali sehari.
Kandungan: merupakan obat dengan kandungan
Pseudoephedrine HCl dan Triprolidine HCl.
Signa: Sehari 1 x 1 bungkus
Lama pemberian obat : sesuai resep dokter atau
petunjuk yang tertera pada kemasan produk.
Konsumsi obat Tremenza dengan atau tanpa
makanan, biasanya diminum setiap 4-6 jam. Jangan
mengonsumsi lebih dari 4 dosis dalam sehari.
Efek Samping :Mulut, hidung, dan tenggorokan
kering. Mengantuk, pusing, gangguan koordinasi,
tremor, insomnia, halusinasi.
Indikasi: TREMENZA merupakan obat dengan
kandungan Pseudoephedrine HCl dan Triprolidine
HCl. Obat ini digunakan untuk meringankan gejala-
gejala flu karena alergi pada saluran pernafasan
bagian atas yang memerlukan dekongestan nasal dan
antihistamin. Pseudoefedrin dalam obat ini bekerja
pada reseptor alfa-adrenergik dalam mukosa saluran
pernafasan sehingga menghasilkan vasokonstriksi.
Triprolidin dalam obat ini merupakan suatu
antihistamin yang bekerja sebagai antagonis reseptor
histamin H1 dalam pengobatan alergi. Dalam
penggunaan obat ini harus SESUAI DENGAN
PETUNJUK DOKTER.
Kontra indikasi: Jangan digunakan untuk penyakit
saluran nafas bagian bawah termasuk asma.
Hipersensitivitas terhadpa obat ini. Pada penderita
dengan gejala hipertensi, galukoma, diabetes,
penyakit arteri koroner, dan pada terapi dengan
penghambat monoamin oksidase.
Penyimpanan obat:
Obat Tremenza paling baik disimpan pada suhu
ruangan, jauhkan dari cahaya langsung dan tempat
yang lembap. Jangan menyimpan di kamar mandi
atau membekukannya. Merek lain dari obat ini
mungkin memiliki aturan penyimpanan yang
berbeda.
D. Resep racikan trilac
Bentuk sediaan: Trilac Bentuk sediaan tablet
Dosis: Dosis awal tablet Triamcinolone dapat bervariasi
antara 4-16 mg/hari dalam dosis tunggal atau terbagi.
Untuk mengganti pengobatan pasien dari kortikosteroid
lain: Triamcinolone 4 mg pada awal pemberian sebagai
pengganti Cortisone 25 mg, Hydrocortisone 20 mg,
Prednisone 5 mg, Prednisolone 5 mg, Metilprednisolon 4
mg, Dexamethasone 0.75 mg, Betametason 0.6 mg dan
Parametasone 2 mg. Setelah itu, dosis harus disesuaikan
menurut respon individu.
Kandungan: Triamcinolone acetonide 4 mg
Efek samping: Gangguan cairan dan elektrolit, kelemahan
otot, fatigue, miopati steroid, kehilangan massa otot,
gangguan saluran pencernaan, insomnia, peningkatan
tekanan intraokular, Hiperglikemia, glikosuria dan
keseimbangan nitrogen negatif disebabkan oleh
katabolisme protein, tromboflebitis, tromboembolisme,
memburuknya infeksi atau menutupi gejala infeksi.
Indikasi : Pengobatan pada kondisi berikut: gangguan
endokrin, gangguan rematik, penyakit kolagen, penyakit
dermatologi, keadaan alergi dan inflamasi atau
peradangan.

Kontra indikasi: Pasien dengan infeksi jamur sistemik dan


pasien yang hipersensitif terhadap obat atau
komponennya.
Penyimpanan obat :Simpan ditempat sejuk dan kering,
terlindung dari cahaya matahari
4. Perhitungan bahan
Tremenza = 1/4 X 16 = 4 Tab
Trilac = 3 x 15 / 4 = 12 Tab
5. Langkah kerja
1. Siapkan alat dan bahan
2. Masukan tremenza sebanyak 4 tab gerus ad halus
3. Tambahkan trilac sebanyak 12 tab gerus ad
homogen
4. Setelah itu Bagi ke dalam 16 bungkus kertas
5. Beri Etiket Dan masukan ke dalam plastik klip
6. Obat di serahkan pada pasien dan beri informasi