Anda di halaman 1dari 6

DINAS KESEHATAN KABUPATEN CIANJUR

UPTD PUSKESMAS RAWAT INAP MANDE


Jl. Aria Wiratanudatar Km. 9 Mande-Cianjur 43292

Telp 087717170117 – Email : mande.puskesmas@gmail.com

KERANGKA ACUAN KERJA

UPAYA PELAYANAN KESEHATAN LANSIA

I. PENDAHULUAN
Semakin majunya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, terutama dalam
bidang kesehatan memberikan dampak terhadap peningkatan usia harapan hidup.
Peningkatan usia harapan hidup terutama kualitas usia lanjut tidak diikuti oleh
peningkatan kualitas kehidupannya karena secara fisiologis usia lanjut akan mengalami
banak kemunduran dlam semua aspek kehidupannya. Hal ini dapat mengakibatkan tingkat
produktivitas dan kemandiriannya secara nyata semakin berkurang, karena kemunduran
ini mungkin akan menimbulkan ketergantungan pada orang lain. Namun, harus disadari
bahwa manusia menjadi tuia bukan suatu hal yang luar biasa, karena proses ini adalah
peristiwa yang alami yang sudah pasti datang pada orang-orang yang berumur panjang.
Usia lanjut dikatakan sebagai tahap akhir perkembangan pada daur kehidupan
manusia. Sedangkan menurut pasal 1 ayat (2), (3), (4) UU No. 13 Tahun 1998 tentang
kesehatan dikatakan bahwa usia lanjut adalah seseorang yang telah mencapai usia lebih
dari 60 tahun (Maryam dkk, 2008).
Penetapan usia 65 tahun ke atas sebagai awal masa lanjut usia (lansia) dimulai pada
abad ke-19 di negara Jerman. Usia 65 tahun merupakan batas minimal untuk kategori
lansia. Namun, banyak lansia yang masih menganggap dirinya berada pada masa usia
pertengahan. Usia kronologis biasanya tidak memiliki banyak keterkaitan dengan
kenyataan penuaan lansia. Setiap orang menua dengan cara yang berbeda-beda,
berdasarkan waktu dan riwayat hidupnya. Setiap lansia adalah unik, oleh karena itu
perawat harus memberikan pendekatan yang berbeda antara satu lansia dengan lansia
lainnya (Potter & Perry, 2009).
DINAS KESEHATAN KABUPATEN CIANJUR

UPTD PUSKESMAS RAWAT INAP MANDE


Jl. Aria Wiratanudatar Km. 9 Mande-Cianjur 43292

Telp 087717170117 – Email : mande.puskesmas@gmail.com

Klarifikasi pada lansia berdasarkan Depkes RI (2003) dalam Maryam dkk (2009)
yang terdiri dari; pralansia (prasenilis) yaitu seseorang yang berusia antara 45-59 tahun,
lansia ialah seseorang yang berusia 60 tahun atau lebih, lasia berisiko tinggi ialah

seseorang berusia 70 tahun atau lebih/seseorang yang berusia 60 tahun atau lebih dengan
masalah kesehatan, lansia potensial ialah lansia yang masih mampu melakukan pekerjaan
dan/atau kegiatan yang dapat menghasilkan barang/jasa, lansia tidak potensial ialah lansia
yang tidak berdaya mencari nafkah sehingga hidupnya bergantu pada bantuan orang lain.
II. LATAR BELAKANG
Salah satu dampak keberhasilan pembangunan kesehatan adalah terjadinya penurunan
angka kelahiran, angka kesakitan, dan angka kematian serta peningkatan angka harapan
hidup penduduk Indonesia. Indonesia termasuk ke dalam lima besar negara dengan jumlah
lanjut usia terbanyak di dunia. Berdasarkan sensus penduduk pada tahun 2010, jumlah
lanjut usia di Indonesia,yaitu 18,1 juta jiwa (7,6% dari total penduduk). Pada tahun 2014,
jumlah penduduk lanjut usia di Indonesia menjadi 18, 781 juta jiwa dan diperkirakan pada
tahun 2025, jumlahnya akan mencapai 36 juta jiwa.
Lanjut usia mempunyai hak yang sama dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa,
dan bernegara. Berdasarkan UU No. 36 Tahun 2009 tentang kesehatan menyebutkan
bahwa untuk meningkatkan dan memelihara kesehatan masyarakat dilaksanakan
berdasarkan prinsip nondiskriminatif, partisipatif, dan bekelanjutan. Dalam Undang-
Undang Kesehatan pasal 138 disebutkan bahwa upaya pemeliharaan kesehatan bagi lanjut
usia harus ditujukan untuk menjaga agar tetap hidup sehat dan produktif secara sosial
maupun ekonomis.
Meningkatnya jumlah lanjut usia akan menimbulkan berbagai permasalahan yang
kompleks bagi lanjut usia itu sendiri maupun bagi keluarga dan masyarakat. Berdasarkan
data Riskedas Tahun 2007, sepuluh penyebab kematian pada umur 65 tahun ke atas pada
laki-laki adalah stroke (20,6%), penyakit saluran nafas bawah kronik (10,5%), TB (8,9%),
Hipertensi (7,7%), NEC (7,0%), penyakit jantung iskemic (6,9%), penyakit jantung lain
(5,9%), diabetes mellitus (4,9%), penyakit hati (4,4%), pneumonia (3,8%). Pada
perempuan adalah stroke (24,4%), hipertensi (11,2%), NEC (9,6%), penyakit saluran
DINAS KESEHATAN KABUPATEN CIANJUR

UPTD PUSKESMAS RAWAT INAP MANDE


Jl. Aria Wiratanudatar Km. 9 Mande-Cianjur 43292

Telp 087717170117 – Email : mande.puskesmas@gmail.com

nafas bawah kronik (6,6%), diabetes mellitus (6,0%), penyakit jantung iskemic (6,0%),
penyakit jantung lain (5,9%), TB (5,6%), pneumonia (3,0%), dan penyakit hati (2,2%).
Dari data terlihat penyebab utama kematian pada lanjut usia sudah bergeser ke penyakit
degenerative, sehingga perlu dilakukan upaya promotif, preventif, kuratif, dan
rehabilitative terhadap penyakit tersebut.
Sebagai unit terdepan dalam pelayanan kesehatan, puskesmas diharapkan mampu
melakukan upaya-upaya tersebut di atas, menurut data di UPTD Puskesmas Rawat Inap
Mande jumlah usia lanjut tahun 2021 adalah sebagai berikut.

Usia Laki-laki Perempuan


45-59 tahun 1229 1195
60-69 tahun 379 365
≥70 tahun 290 268
Jumlah 1898 1828

III. TUJUAN
1) Tujuan Umum
Meningkatkan derajat kesehatan dan mutu kehidupan untuk mencapai masa
tua yang bahagia dan berdayaguna dalam kehidupan keluarga dan masyarakat sesuai
dengan keberadaannya dalam strata kemasyarakatan.
2) Tujuan Khusus
a. Meningkatkan kesadaran pada usia lanjut untuk membina sendiri kesehatannya.
b. Meningkatkan kemampuan dan peran serta masyarakat termasuk keluarganya
dalam menghayati dan mengatasi kesehatan usia lanjut.
c. Meningkatkan jenis dan jangkauan pelayanan kesehatan usia lanjut.
d. Meningkatkan mutu pelayanan kesehatan usia lanjut.
IV. KEGIATAN POKOK DAN RINCIAN KEGIATAN
Kegiatan yang dilakukan adalah:
1) Pemeriksaan kesehatan lansia di tingkat layanan puskesmas
2) Pembentukan posyandu lansia
3) Pembinaan posyandu lansia
DINAS KESEHATAN KABUPATEN CIANJUR

UPTD PUSKESMAS RAWAT INAP MANDE


Jl. Aria Wiratanudatar Km. 9 Mande-Cianjur 43292

Telp 087717170117 – Email : mande.puskesmas@gmail.com

4) Skrining kesehatan lansia


5) Prolanis
6) Senam lansia
7) Refreshing kader lansia
8) Pencatatan dan pelaporan kegiatan tiap tiga bulan (trimester)
V. CARA MELAKSANAKAN KEGIATAN
1) Pemeriksaan kesehatan usila di tingkat layanan puskesmas
a. Pelayanan kesehatan dasar
b. Pelayanan kesehatan spesifikasi melalui sistem rujukan
2) Pembentukan posyandu lansia
a. Sosialisasi tentang posyandu lansia
b. Pendataan desa/dusun mana yang dianggap perlu dibentuk posyandu lansia dengan
bantuan kader
c. Pembentukan kader lansia
d. Penjelasan tentang tugas lima meja di posyandu lansia
e. Penjelasan tentang cara membaca dan mengisi KMS lansia
f. Penjelasan tentang cara mengukur tekanan darah dan nadi
3) Pembinaan posyandu lansia
a. Penyuluhan
b. Evaluasi pelaksanaan lima meja
4) Skrining kesehatan lansia
a. Pendataan lansia sesuai usia dilakukan skrining yang dibantu kader
b. Melakukan skrining pada lansia di posyandu dengan alat yang sudah ditentukan
5) Prolanis
a. Pemeriksaan kesehatan secara berkala dan teratur pada pasien hipertensi dan
diabetes mellitus
b. Melaksanakan kelas edukasi prolanis yang dilaksanakan rutin setiap bulan satu kali
untuk masing-masing kriteria penyakit
6) Senam lansia
DINAS KESEHATAN KABUPATEN CIANJUR

UPTD PUSKESMAS RAWAT INAP MANDE


Jl. Aria Wiratanudatar Km. 9 Mande-Cianjur 43292

Telp 087717170117 – Email : mande.puskesmas@gmail.com

Kesegaran jasmani yang dilakukan secara teratur dan disesuaikan dengan kemampuan
usia lanjut serta tetap merasa sehat dan bugar. Dilaksanakan setiap hari Jumat pukul
07.30 WIB di Puskesmas Rawat Inap Mande.
7) Refreshing kader lansia
Dilakukan satu kali dalam satu tahun bertujuan untuk menyegarkan kader Lansia
mengenai kesehatan lansia dan pelaksanaan posyandu lansia.
8) Pencatatan dan pelaporan
Dilakukan tiap tiga bulan sekali oleh kader posyandu ke Puskesmas Rawat Inap Mande
dan petugas lansia puskesmas melakukan rekap data yang kemudian data tersebut
dilaporkan ke Dinas Kesehatan.
VI. SASARAN
a) Sasaran pembinaan secara langsung
1) Kelompok usia menjelang usia lanjut (45-54 tahun) atau dalam virilitas dalam
keluarga maupun masyarakat luas.
2) Kelompok usia lanjut dalam masa prasenium (55-64 tahun) dalam keluarga,
organisasi masyarakat usia lanjut dan masyarakat umumnya.
3) Kelompok usia lanut dlam masa senescens (>65 tahun) dan usia lanjut dengan
risiko tinggi (>70 tahun) hidup sendiri, terpencil, hidup dalam panti, penderita
penyakit berat. Cacat dan lain-lain.
4) Kader lansia
b). Sasaran pembinaan tidak langsung
1) Keluarga dimana usia lanjut berada
2) Masyarakat luas
VII. JADWAL PELAKSANAAN KEGIATAN
Jadwal pelayanan kesehatan lansia dilaksanakan setiap hari.
VIII. EVALUASI PRAPELAKSANAAN KEGIATAN
a) Evaluasi target tahun sebelumnya yang sudah tercapai dan target tahun yang akan
dilaksanakan.
b) Evaluasi pelaksanaan 1-2 minggu sebelum pelaksanaan.
DINAS KESEHATAN KABUPATEN CIANJUR

UPTD PUSKESMAS RAWAT INAP MANDE


Jl. Aria Wiratanudatar Km. 9 Mande-Cianjur 43292

Telp 087717170117 – Email : mande.puskesmas@gmail.com

c) Kegiatan dilaksanakan oleh pelaksanaan program lansia, dokter umum, dokter gigi,
tim prolanis, dan petugas lain yang ada di wilayah Puskesmas Rawat Inap Mande.
d) Semua hasil kegiatan dilaporkan kepada Kepala Puskesmas dilanjutkan ke Dinas
Kesehatn Cianjur.
IX. PENCATATAN, PELAPORAN, DAN EVALUASI KEGIATAN
Hasil pelaksanaan kegiatan lansia dicatat dalam form laporan yang sudah disediakan.
Laporan program dibuat setelah pelaksanaan kegiatan dan dilaporkan ke Dinas Kesehatan
Kabupaten Cianjur. Evaluasi kegiatan dilakukan dengan melihat cakupan kegiatan
Puskesmas. Kegiatan dilakukan oleh pelaksanaan program lansia, dokter umum, dokter
gigi, tim prolanis, dan tenaga kesehatan lain di UPTD Puskesmas Rawat Inap Mande.