Anda di halaman 1dari 22

MAKALAH BANK DAN LEMBAGA KEUANGAN NON BANK

PASAR VALAS

Disusun oleh:

Kelompok 3

1. Rufaida Hilma (20812141048)


2. Silvya Audy Tamara (20812144004)
3. Rafli Rohmannuuru SHA (20812144047)

AKUNTANSI B20

UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

2020/2021

i
Kata Pengantar

Puji dan syukur kami haturkan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, karena
berkat karunianya kami dapat menyusun makalah ini dengan baik dan selesai
tepat pada waktunya. Penulisan makalah ini ditujukan untuk memenuhi tugas
sekaligus menjadi bahan dasar dari presentasi “Pasar Valas” yang akan kami
laksanakan. Kami berharap makalah ini dapat menambah pengetahuan serta
memberikan manfaat bagi pembaca.

Dalam penyusunan makalah ini tidak lupa kami mengucapkan terima


kasih kepada Ibu Rr. Indah Mustikawati, M.Si., Ak., selaku dosen pembimbing
mata kuliah Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya, serta kepada pihak-pihak
yang telah mendukung kami dalam penulisan makalah ini.

Kami menyadari bahwa makalah ini masih banyak kesalahan dan


memerlukan penyempurnaan. Oleh karena itu, kami mengharapkan kritik dan
saran yang membangun dari para pembaca demi kesempurnaan makalah ini.

Yogyakarta, 19 Desember 2020

Tim Penulis

ii
Daftar Isi

Kata Pengantar.................................................................................................... i

Daftar Isi.............................................................................................................. ii

BAB I Pendahuluan............................................................................................. 1

BAB II Pembahasan............................................................................................ 3

A. Pengertian Valuta Asing......................................................................... 3


B. Tujuan dalam Melakukan Transaksi Valas............................................. 4
C. Fungsi Utama Pasar Valas.................................................................... 4
D. Mekanisme Kerja Pasar Valas................................................................ 5
E. Jenis-jenis Pasar Valas............................................................................ 6
1. Pasar Spot.......................................................................................... 6
2. Pasar Forward.................................................................................... 7
3. Pasar Currencies Future.................................................................... 7
4. Pasar Currency Options..................................................................... 7
5. Pasar Barter (SWAP)........................................................................ 8
F. Penjelasan Mengenai Hedging................................................................ 8
G. Sistem Valas............................................................................................ 9
1. Sistem Kurs Bebas (Floating)........................................................... 9
2. Sistem Kurs Tetap............................................................................. 10
3. Sistem Kurs Terkendali..................................................................... 10
H. Perkembangan Pasar Valas..................................................................... 11
I. Pelaku Pasar Valas.................................................................................. 11
J. Nilai Tukar Valas dan Harga Penawaran................................................ 13
K. Kurs dan Kuotasi Valuta Asing............................................................... 15
L. Kelebihan dan Kelemahan Pasar Valas................................................... 16
M. Kasus Pasar Valas................................................................................... 17

Daftar Pustaka..................................................................................................... 18

iii
iv
BAB I

Pendahuluan

A. Latar Belakang

Terjadinya perang dunia 1 menyebabkan berbagai masalah dalam sektor


ekonomi, salah satunya adalah krisis ekonomi malaise atau yang selama ini kita
kenal sebagai “The Great Depresion”. Masa-masa ini menjadi sejarah bencana
keuangan dan ekonomi terburuk pada abad ke-20. Pendapatan turun drastis,
tingkat pengangguran menyentuh rekor tertinggi, dan produksi terhenti di
berbagai wilayah dunia. Menyebabkan kemiskinan yang terjadi di mana-mana.
Setelah mengalami kepurukan-kepurukan dalam sektor ekonomi ini, dunia
menginginkan tercapainnya suatu stabilitas ekonomi yang lebih baik. Sehingga
pada tahun 1944, lahirlah suatu sistem moneter Internasional yang dikenal sebagai
nilai tukar tetap (fixed exchange rate), sistem yang dihasilkan dari konferensi
Bretton Woods (produk kerjasama antara US dan Inggris). Setiap negara
memberlakukan kurs yang tetap dengan acuan dan dinilai berdasarkan US dollar.
Sejak saat itu, ekonomi negara-negara Eropa serta Amerika mulai tumbuh pesat.

Dalam sejarah valuta asing, sistem nilai tukar yang digunakan dalam
pertukaran valuta asing telah berubah dari penggunaan sistem nilai tukar tetap
(Fixed Exchange Rate), menjadi sistem nilai tukar mengambang terkendali
(Managed Floating Exhange Rate). Hingga sekarang ini, mata uang seluruh dunia
pada umumnya menggunakan sistem nilai tukar mengambang bebas (Free
Floating Exchange Rate).

Pentingnya aktivitas dalam valuta asing timbul sehubungan dengan


berkembangnya perdagangan internasional serta semakin meningkatnya
perpindahan uang dan capital internasional. Dalam perdagangan internasional,
para eksportir menerima valuta asing yang tidak dapat digunakan karena harus
ditukarkan dengan alat pembayaran dalam negeri. Di sisi lain, para importir yang
baru mulai dengan modal mata uang dalam negeri memerlukan valuta asing untuk
membeli barang-barang dari luar negeri. Permasalahan ini menjadi dasar
terciptanya suatu pasar dimana uang-uang asing dapat diperdagangkan. Pasar

1
Valuta Asing atau Foreign Exchange Market (Forex/FX/Valas) membantu
perdagangan internasional dan investasi dengan memungkinkan konversi mata
uang tersebut.

B. Tujuan

Tujuan pembuatan makalah “Pasar Valuta Asing” adalah untuk menyelesaikan


tugas kelompok mata kuliah Bank dan Lembaga Keuangan Non Bank. Tujuan lain
dari pembuatan makalah ini adalah untuk menambah pengetahuan pembaca
mengenai pasar valuta asing.

C. Manfaat

Manfaat dari makalah “Pasar Valuta Asing” yaitu sebagai referensi pembaca
untuk menambah pengetahuan dan pemahaman mengenai Valas dan Pasar Valas.

2
BAB II

Pembahasan

A. Pengertian Valuta Asing dan Pasar Valuta Asing

Valuta Asing atau dalam bahasa asing yaitu Foreign Exchange (Forex)
merupakan mata uang yang dikeluarkan sebagai alat pembayaran yang sah dalam
perdagangan internasional.  Valuta asing akan mempunyai suatu nilai apabila
valuta tersebut dapat ditukarkan dengan valuta lainnya tanpa pembatasan. Hal ini
terjadi karena ketika suatu barang ditukar dengan barang lain, dalam pertukaran
tersebut terdapat perbandingan nilai tukar antar keduannya. Nilai tukar ini
sebenarnya merupakan semacam “harga” di dalam pertukaran tersebut. Demikian
pula peretukaran antara dua mata uang yang berbeda, maka akan terdapat
perbandingan nilai/ harga antara kedua mata uang tersebut. Perbandingan inilah
yang sering disebut dengan kurs (exchange rate). Dengan demikian, diperlukan
adanya pasar Valas untuk memfasilitasi kegiatan pertukaran mata uang tersebut.

Pasar valuta asing (foreign exchange market) adalah sebuah pasar yang
memfasilitasi pertukaran valuta di mana individu, perusahaan, dan kalangan
perbankan mengadakan jual beli mata uang dari berbagai negara. Menurut Dahlan
siamat (2005:463) pasar valas adalah suatu mekanisme dimana orang dapat
mentransfer daya beli antar negara. Memperoleh atau menyediakan kredit untuk
transkasi perdagangan internasional. Dan meminimalkan kemungkinan risiko
kerugian (exposure of risk) akibatnya terjadinya fluktuasi kurs atau mata uang.

Pasar valuta asing untuk setiap mata uang, katakanlah dollar AS, tersebar
di berbagai lokasi diseluruh penjuru dunia, mualli dari London, Paris, Zurich,
Frankfurt, Singapura, Hong Kong, dan Tokyo serta tentu saja New York dimana
dollar memperjualbelikan atau dipertukarkan dengan valuta-valuta asing lainnya.
Pusat-pusat moneter yang tersebar diberbagai penjuru dunia itu disatukan oleh
jaringan telepon, faksmili, video dan teknologi canggih lainnya sehingga satu
sama lain saling berhubungan sehingga membentuk sebuah pasar nonfisik tunggal
yang benar-benar berskala global dan beroperasi 24 jam penuh (Salvatore:1997)

3
B. Tujuan dalam Melakukan Transaksi Valas

Transaksi valas baik yang dilakukan oleh bank, perusahaan lainnya


ataupun individu mengandung beberapa tujuan. Tujuan ini berbeda-beda dengan
apa yang ingin diperoleh dari transaksi tersebut.
Adapun tujuan utama keterlibatan peserta pasar dalam pasar valas yaitu: trading,
hedging (belas kasih), speculating. Sedangkan tujuan lebih terperinci sebagai
berikut: 
1. Komersial: berupa ekspor impor, lalu lintas moda 
2. Funding: berupa pinjaman valuta asing, dan kebutuhan cashflow
3. Invesatsi: berupa commercial investmen, property investmen,
dan portofolio investmen
4. Marketmaking: berupa perdagangan valuta asing yang dilakukan
bank- bank dengan menawarkan harga dua arah sebagai marketmaking
5. Position taking: aktivitas ini lazim ditemui untuk tujuan
memperolehkeuntungan. Pada aktivitas ini maka pelaku pasar akan
memposisikan dirinya sesuaidenagn kecendrunganmenguat atau
melemahnya mata uang

C. Fungsi Utama Pasar Valas


Dalam prosesnya, pasar valas mempunyai beberapa fungsi utama yang sangat
berpengaruh kepada para pelakunya. Fungsi dari pasar valas terbagi menjadi 3
yaitu sebagai berikut:
1. Fungsi pertama adalah untuk mempermudah pertukaran mata uang asing
serta memindahkan dana atau daya beli dari suatu negara ke negara lain.
Pasar akan menyelenggarakan transaksi intemasional dengan menyediakan
fasilitas untuk mengkonversikan mata uang, baik mata uang domestik ke
mata uang asig atau sebaliknya.
2. Fungsi yang kedua adalah untuk melakukan Arbitrase. Arbitrase pada
dasarnya adalah perbedaan nilai suku bunga dari 2 mata uang berbeda.
Dan tindakan arbitrase merupakan tindakan yang dilakukan untuk
mendapatkan keuntungan dari perbedaan mata uang itu sendiri. Secara
sederhana tindakan ini dilakukan dengan membeli suatu mata uang yang

4
sedang rendah nilainya di sebuah negara, dan menjual mata uang tersebut
di negara dimana nilai mata uang tersebut tinggi.
3. Fungsi ketiga adalah pasar valuta asing berperan dalam menyediakan
fasilitas perlindungan untuk pelaku terhadap perubahan kurs dengan
mekanisme hedging. Perlindungan dengan mekanisme hedging dilakukan
melalui pasar forward. Perubahan kurs di masa datang akan menimbulkan
resiko terhadap pelaku yang melakukan transaksi dengan mata uang asing.
Baik untuk transaksi ekspor, impor, pinjaman atau investasi datam mata
uang asing.

D. Mekanisme Kerja Pasar Valuta

Kuncoro (1996:107) mengatakan seandainya ada mata uang tunggal


internasional, barangkali pasar valas tidak diperlukan. Kenyataan menunjukkan,
valas selalu digunakan dalam setiap transaksi internasional. Dengan kata lain ada
kebutuhan untuk mengkonversi mata uang yang satu menjadi mata uang lain.
Inilah yang menimbulkan adanya permintaan akan transaksi valas. Pasar valas
dunia menawarkan mekanisme yang dapat menyelesaikan transaksi kompleks dan
beragam secara efisien.

Perantara utama dalam pasar valas adalah bank-bank utama yang


beroperasi diseluruh dunia terutama yang berdagang valas. Bank-bank ini
dihubungkan dengan jaringan telekomunikasi yang sangat maju dan canggih,
dimana dapat menghubungkan bank-bank tersebut dengan klien utamanya dan
bank-bank lain diseluruh dunia. Tidak seperti di bursa saham yang memiliki lantai
perdagangan (trading floor), pialang-pialang berbagai bank dalam pasar valas
tidak pernah bertemu dan berhadapan secara langsung. Hanya telepon, modem,
mesin faks, terminal computer, atau telex yang menghubungkan permintaan dan
penawaran valas.

Ada dua tingkatan dalam pasar valas. Pertama, pasar konsumen/eceran


(consumer/retail market), dimana individu atau lembaga membeli dan menjual
valas kepada bank. Sebagai contoh, bila IBM bermaksud merepatriasi keuntungan
dari cabangnya di Jerman ke AS, maka IBM dapat mendatangi sebuah bank di

5
Frankfurt dengan tawaran menjual DM yang dimilikinya untuk ditukarkan US$.
Kedua, apabila bank tersebut tidak memiliki jumlah US$ yang diinginkan, maka
bank tadi akan mendatangi bank lain untuk memperoleh Dolar sebagai ganti DM
atau valas lain. Penjualan dan pembelian semacam ini disebut pasar antar bank.

Dalam pasar valas, tidak ada keseragaman. Dengan adanya transaksi


diluar bursa perdagangan (over the counter) sebagai pasar tradisional dari
perdagangan valuta asing, banyak sekali pasar valuta asing yang saling
berhubungan satu sama lainnya dimana mata uang yang berbeda diperdagangkan,
sehingga secara tidak langsung artinya bahwa “tidak ada kurs tunggal mata uang
dollar melainkan kurs yang berbeda-beda tergantung pada bank mana atau pelaku
pasar mana yang bertransaksi”. Namun dalam praktiknya, perbedaan tersebut
seringkali sangat tipis.

E. Jenis-jenis Pasar Valas


1. Pasar Spot

Menurut Madura (2000:58-66) kurs spot adalah nilai tukar berjalan suatu
valuta. Kemudian yang dimaksud pasar spot adalah pasar yang memfasilitasi
transaksi-transaksi nilai tukar berjalan suatu valuta. Dimana komoditi atau valas
dijual secara tunai dengan penyerahan segera. Disebut juga actual market
atau physical market.

Penyerahan dana dalam pasar spot pada dasarnya dapat dilakukan dalam beberapa
cara sebagai berikut:

a. Value today (Value Tod) yaitu penyerahan dana dilakukan pada (hari)
yang sama dengan tanggal (hari) diadakannya transaksi (kontrak). Cara
penyelesaian ini juga disebut same day settlement atau cash settlement.
b. Value Tomorrow (Value Tom) yaitu penyerahan dana dilakukan pada hari
kerja berikutnya atau hari kerja setelah diadakannya kontrak atau one day
sattlement.
c. Value spot yaitu penyerahan dilakukan dua hari kerja setelah tanggal
transaksi.

6
2. Pasar Forward

Kurs forward adalah nilai tukar suatu valuta dengan valuta lain pada suatu
waktu di masa depan yang dikuotasikan oleh bank-bank. Kemudian yang
dimaksud pasar forward adalah pasar yang memfasilitasi perdagangan kontrak
forward mata uang. Waktu antara ditetapkannya kontrak dan pertukaran mata
uang yang sebenarnya terjadi dapat bervariasi dari dua minggu hingga satu tahun.
Kurs ditetapkan pada waktu kontrak dilakukan, tetapi pembayaran dan
penyerahan baru dilakukan pada pada saat kontrak jatuh tempo. Transaksi forward
ini biasanya sering digunakan untuk tujuan hedging dan spekulasi. Hedging akibat
terjadinya perubahan kurs.

3. Pasar Currencies Future

Pasar currency futures merupakan pasar yang memfasilitasi perdagangan


kontrak currency futures. Suatu kontrak currency futures menetapkan suatu
volume standar dari suatu valuta tertentu yang akan ditukarkan pada tanggal
penyelesaian (settlement date) tertentu di masa depan. Sebuah MNC (multi
national corporation) yang ingin meng-hedge hutangnya akan membeli kontrak
currency futures untuk mengunci harga suatu valuta di masa depan.

4. Pasar Currency Options

Pasar currency options merupakan pasar yang memfasilitasi perdagangan


kontrak currency options. Kontrak currency options dapat diklasifikasikan sebagai
call atau put. Suatu currency call options menyediakan hak untuk membeli suatu
valuta tertentu dengan harga tertentu dalam suatu periode waktu tertentu.
Currency call options digunakan untuk meng-hedge hutang-hutang valas yang
harus dibayarkan di masa depan. Currency put options memberikan hak untuk
menjual suatu valuta asing dengan harga tertentu dalam suatu periode waktu
tertentu. Currency put options digunakan untuk meng-hedge piutang-piutang valas
yang akan diterima di masa depan.

7
5. Pasar barter (SWAP)

Transaksi swap dalam pasar antarbank adalah pembelian dan penjualan


secara bersamaan sejumlah tertentu mata uang dengan tanggal valuta
(penyerahan) yang berbeda. Jenis transaksi swap yang umum adalah “spot
terhadap forward”. Dealer membeli suatu mata uang dengan transaksi spot dan
secara simultan menjual kembali jumlah yang sama kepada bank lain dengan
kontrak forward.

F. Penjelasan Mengenai Hedging

Pada umumnya hedging ini mengarah pada pengurangan atau


penghapusan kerugian yang ditimbulkan dari resiko perubahan nilai kurs.
Sedangkan transaksinya mengarah kepada kemungkinan pengaruhnya terhadap
arus kas yang diakibatkan dari fluktuasi nilai kurs atau tarif bunga dalam transaksi
yang dilakukan badan usaha. Hedging dapat dikelompokkan menjadi tiga, yaitu:
a. Straight Hedge yaitu upaya untuk membuat simetris antara arus kas aset
dan instrument hedge nya.
b. Opinion Hedge yaitu seperti kita membeli asuransi (asuransi di sini adalah
dilihat dari sisi fungsi dan bukannya dari sisi kelembagaan).
c. Spekulative Hedge yaitu merupakan yang tinggi resikonya karena
merupakan gabungan antara beberapa aset instrument hedge di mana arus
kasnya dapat tidak sistematis satu dengan yang lainnya.
Hedging atau lindung nilai adalah merupakan suatu mekanisme yang
dilaksanakan Bursa Berjangka dengan membuka suatu kontrak beli atau jual atas
suatu komoditi yang akan diperdagangkan di pasar fisik. Hedging ini bertujuan
memperkecil atau menghilangkan resiko kerugian atas ketidakpastian harga yang
mungkin terjadi saat transaksi di pasar fisik nantinya. Jadi dengan
melakukan hedging kerugian yang terjadi akan ditutupi oleh keuntungan yang
diperoleh atas transaksi yang dilakukan di bursa berjangka. Para
pelaku hedging ini biasa disebut hedger, yang terdiri atas hedger pembeli (hedge
long) dan hedger penjual (hedge short). Hedger pembeli umumnya berencana
akan membeli komoditas di pasar fisik di masa yang akan datang untuk

8
melindungi transaksinya dari fluktuasi. Hedger pembeli biasanya dilakukan oleh
kalangan eksportir.

G. Sistem Valas
Saat ini, ada tiga sistem Valas yang dikenal secara umum di dunia bisnis
dan perdagangan. Ketiga sistem Valas tersebut adalah sistem Kurs Bebas, sistem
Kurs Tetap, dan sistem Kurs Terkendali. Berikut ini adalah penjelasan masing-
masing sistem valuta asing yang berlaku di sebuah negara.

1. Sistem Kurs Bebas (Floating)

Sistem Kurs Bebas dalam Valas dapat diartikan sebagai pembuatan kurs
yang hanya berlaku pada tempat terjadinya transaksi. Besarannya bisa berbeda
tergantung pada permintaan dan penawaran mata uang dalam tempat transaksi
tersebut.

Dalam sistem ini, pemerintah suatu negara tidak memiliki andil dan ikut
campur dalam penentuan kurs mata uang yang akan dipertukarkan tersebut.
Sehingga nilai kurs mata uang tersebut benar-benar bebas dan mengambang.
Sebagai ilustrasi, sebuah marketplace hanya menerima mata uang dolar sebagai
alat transaksi.

Sebagai warga negara Indonesia dengan mata uang rupiah diharuskan


untuk menukarkan mata uang rupiah menjadi dolar.  Namun, besaran kurs
pertukaran mata uang dalam marketplace tersebut tidak diatur oleh negara. Secara
mutlak diatur berdasarkan permintaan dan penawaran dalam marketplace tersebut.

Dengan kebebasan penentuan kurs tersebut, menyebabkan nilai kurs mata


uang yang terdapat dalam marketplace tersebut sangat fluktuatif. Nilainya bisa
berubah sewaktu-waktu sesuai dengan faktor yang mempengaruhinya.

9
2. Sistem Kurs Tetap

Sebaliknya, dalam sistem kurs tetap, justru pemerintah suatu negara


menentukan nilai kurs mata uangnya terhadap mata uang lain secara mutlak.
Penelitian ini dilakukan oleh pemerintah sebagai upaya untuk meredam
pergerakan harga yang sangat fluktuatif.

Caranya adalah dengan membuat bank sentral suatu negara terlibat secara
aktif dalam transaksi Valas di negara tersebut. Ketika dalam suatu kondisi
terdapat kelebihan pasokan Valas yang ada di negara tersebut, maka agar nilai
tidak jatuh, pemerintah akan membeli Valas tersebut.

Sebaliknya jika terjadi kekurangan, maka pemerintah melalui bank sentral


akan menjual Valas yang ia miliki. Meski menjanjikan kestabilan, tetapi dengan
sistem kurs ini menuntut pemerintah negara memiliki cadangan devisa yang
sangat besar.

3. Sistem Kurs Terkendali

Sistem ketiga yang dikenal dalam Valas adalah sistem kurs terkendali.
Dalam sistem ini melibatkan pemerintah melalui bank sentralnya untuk
menentukan alokasi pemakaian valuta asing yang tersedia di negaranya.

Sistem ini merupakan kombinasi dua sistem sebelumnya, sehingga nilai


tukar Valas dapat bergerak naik dan turun secara bebas dengan intervensi
pemerintah untuk mencegah pergerakan yang terlalu ekstrim. Intervensi
pemerintah dalam mengendalikan sistem kurs ini ada dua jenis yang dikenal
sebagai Dirty Floating dan Clean Floating.

Dirty Floating adalah sebuah kondisi saat pemerintah akan melakukan


intervensi secara langsung terhadap transaksi Valas. Sementara Clean Floating,

10
merupakan intervensi pemerintah yang dilakukan secara tidak langsung. Caranya
bisa dengan mengatur besaran suku bunga pada negara tersebut.

H. Perkembangan Pasar Valuta Asing


Adapun yang menyebabkan pasar valuta asing bertumbuh dengan pesat antara lain
adalah:
1. Pergerakan nilai valuta asing yang mengalami pergerakan cukup
signifikan sehingga menarik bagi beberapa kalangan tertentu untuk
berkecimpung di dalam pasar valuta asing.
2. Bisnis yang semakin mengglobal. Dengan semakin sengitnya persaingan
bisnis membuat perusahaan harus mencari sumber daya baru yang lebih
murah, dan tersebar di seluruh dunia sehingga menimbulkan permintaan
akan mata uang suatu negara tertentu.
3. Perkembangan telekomunikasi yang begitu cepat dengan adanya sarana
telepon, telex, faaximile,  internet maka memudahkan para pelaku pasar
untuk berkomunikasi sehingga transaksi lebih mudah di lakukan.
4. Keuntungan yang di peroleh di pasar valuta yang cenderung besar
meningkatakan keinginan berbagai pihak berusaha memperoleh gain dari
pergerakan valuta asing.

I. Pelaku Pasar Valas

Pelaku ekonomi yang utama dalam pasar valas dapat digolongkan menjadi:

a. Perusahaan
Untuk meningkatkan daya saing dan menekan biaya produksi, perusahaan
selalu melakukan eksplorasi terhadap berbagai sumber-sumber daya yang baru
dan yang lebih murah. Ada kegiatan impor dan ekspor yang dilakukan perusahaan
kadang memerlukan mata uang negara lain dengan jumlah yang cukup besar.
b. Individu
Masyarakat atau perorangan melakukan transaksi valuta asing di sebabkan
oleh beberapa faktor. Faktor yang pertama adalah kegiatan spekulasi, yaitu
dengan memanfaatkan fluktuasi pergerakan nilai valuta asing untuk memperoleh

11
keuntungan. Faktor kedua adalah kebutuhan konsumsi pada saat berada di luar
negeri.

c. Bank Umum dan Perbankan


Bank umum melakukan transaksi jual beli valas untuk berbagai keperluan
antara lain melayani nasabah yang ingin menukarkan uangnya dalam bentuk mata
uang lain. Perbankan adalah pelaku pasar valas yang terbesar dan paling aktif.
Perbankan beroperasi dalam pasar valas lewat para pedagangnya.
d. Pialang  Pasar Valas atau Broker
Pialang pasar valas adalah perantara yang menghubungkan antara pihak
yang membutuhkan dan menawarkan valas di pasar valas. Untuk jasa perantara,
pialang mengenakan biaya yang telah disepakati, yang disebut brokerage. Salah
satu modal dasar dasar pialang adalah penguasaannya atas informasi pasar.
Informasi sempurna karena dapat mempertemukan berbagai pelaku pasar valas
inilah yang membuat pasar valas menjadi pasar yang efisien.
e. Pemerintah
Pemerintah melakukan transaksi valuta asing untuk berbagai tujuan antara
lain membayar hutang luar negeri, menerima pendapatan dari luar negeri yang
harus di tukarkan lagi kedalam mata uang lokal.
f. Bank Sentral
Biasanya bank sentral melakukan jual beli valuta asing dalam rangka
menstabilkan nilai tukar mata uang.
g. Spekulan dan Arbitraser
Arbitraser adalah orang yang mengeksploitasi perbedaan kurs antar valas.
Peran serta spekulan dan arbitraser dalam pasar valas semata-mata didorong oleh
motif mengejar keuntungan. Mereka justru menuai laba dari fluktuasi drastis yang
terjadi di pasar valas. Dengan kata lain, mereka tidak mempunyai transaksi bisnis
atau komersial yang perlu dilindungi di pasar valas.
h. Institusi
Institusi yang dimaksud disini adalah institusi-institusi keuangan yang
mempunyai investasi internasional, meliputi dana pensiun, perusahaan asuransi,
mutual fund, dan bank investasi.

12
J. Nilai Tukar Valuta Asing dan Harga Penawaran
Nilai tukar valas ini selalu berubah-ubah setiap waktu. Pergerakan nilai
tukar valas atau (rate valas) ini banyak hal yang mendasarinya, diantaranya
adalah:
1. Devaluasi/Depresiasi dan Revaluasi/Apresiasi
Devaluasi dan depresiasi adalah penurunan nilai tukar mata uang negara
tertentu terhadap nilai mata uang negara lain, dimana depresiasi penurunannya
tidak terlalu besar dan bersifat sementara sedangkan devaluasi penurunannya
besar dan biasanya diumumkan secara resmi oleh pemerintah negara yang
bersangkutan, begitu pula sebaliknya.
2. Nilai nominal dan nilai intrinsik mata uang
Nilai yang tertera pada mata uang disebut nilai nominal / nilai ekstrinsik,
sedangkan nilai intrinsik adalah nilai yang terkandung dalam mata uang itu
sendiri, misalnya bahan yang digunakan untuk membuat mata uang itu (kertas,
tinta, ongkos pembuatan, dan lain lain).
3. Neraca Pembayaran (Balance of Payment)
Balance of Payment (BOP) ini dapat diartikan sebagai laporan keuangan
dari suatu negara yang menggambarkan aliran kas masuk dan keluar dari atau ke
negara lain selama periode satu tahun. Dalam hal transaksinya BOP ini dapat
dibedakan menjadi 2 yaitu transaksi yaitu transaksi kredit yang menimbulkan
kewajiban untuk membayar, misalnya transaksi impor, sedangkan transaksi debit
yang menimbulkan arus uang masuk atau hak penerimaan uang, misalnya,
transaksi ekspor.
4. Cadangan Devisa
Cadangan devisa ini dapat diartikan sebagai total dana dari suatu negara,
baik itu berupa uang, asset likuid atau fasilitas lainnya dalam bentuk mata uang
asing yang dimiliki oleh bank sentral suatu negara.
5. Tingkat Inflasi

13
Tingkat inflasi dapat diartikan sebagai tingkat kenaikan harga barang
konsumsi yang terjadi pada kurun waktu tertentu, biasanya dinyatakan dalam
persen pertahun.

6. Suku Bunga Nominal


Suku bunga nominal adalah suku bunga yang berlaku di suatu negara
sebelum dikurangi tingkat inflasi.
7. Suku Bunga Riil
Suku bunga riil adalah suku bunga yang berlaku di suatu negara setelah
dikurangi dengan tingkat inflasi negara itu.
Ada beberapa teori yang berkaitan dengan nilai tukar valuta asing,
diantaranya sebagai berikut:
1. Balance of Payment Approach
Pendapat ini berdasarkan pada pendapat bahwa nilai tukar valuta
ditentukan oleh kekuatan penawaran dan permintaan, dimana alat untuk mengukur
hal tersebut adalah Balance of Payment. Bila BOP suatu negara mengalami defisit
maka dapat diartikan bahwa penghasilan (arus uang masuk) lebih kecil dari
pengeluaran (arus uang keluar), maka permintaan akan valuta negara lain akan
meningkat untuk membayar defisit tersebut, nilai tukar valutanya akan cenderung
menurun, demikian pula sebaliknya. Jadi teori ini berusaha menggunaan BOP
sebagai faktor dominan yang menentukan nilai tukar valuta.
2. Purchasing Power Parity Theory
Berbeda dengan pendekatan sebelumnya, maka teori ini menghubungkan
nilai tukar valuta dengan daya belinya terhadap suatu barang atau jasa, dimana
dianggap bahwa barang dimanapun di dunia nilainya adalah sama, dengan
pendekatan Law of One Price sebagai dasar. Asumsinya adalah dua barang yang
sama dan identik seharusnya mempunyai harga yang sama di manapun di dunia.
3. Fisher Effect
Diperkenalkan oleh Irving Fisher, dimana dinyatakan bahwa tingkat bunga
nominal di suatu negara akan sama dengan tingkat suku bunga riil ditambah

14
tingkat inflasi di negara itu. Menurut Fisher Effect bahwa tingkat suku bunga
nominal di dua negara dapat berbeda karena tingkat inflasi mereka juga berbeda.
4. International Fisher Effect
Pendapat ini didasari Fisher Effect seperti disebutkan diatas, pendapat ini
menyatakan bahwa pergerakan kurs di suatu negara disebabkan oleh perbedaan
suku bunga nominal yang ada di kedua negara tersebut. Implikasinya adalah
bahwa orang tidak bisa menikmati keuntungan hanya dengan menanamkan
dananya ke negara yang mempunyai suku bunga nominal tinggi karena nilai mata
uang negara yang suku bunga nominalnya tinggi tersebut akan terdepresiasi (turun
nilai) sebesar selisih bunga nominal negara yang tinggi dikurangi suku bunga
nominal negara yang rendah.

K. Kurs dan Kuotasi Valuta Asing


Kurs valuta asing adalah harga suatu mata uang yang dinyatakan dalam
mata uang lain. Sedangkan kuotasi (quotation) valas merupakan suatu peryataan
kesediaan melakukan transaksi jual beli valas pada suatu kurs yang diumumkan.
Kuotasi ini dapat dilakukan dengan cara:
1. Langsung atau direct quotation
Yaitu cara penentuan kurs suatu mata uang dimana satu mata uang asing
digunakan untuk menilai mata uang lokal. Oleh karena itu menurut metode direct
quotation, unit mata uang asing senantiasa tetap terhadap mata uang lokal.
2. Tidak langsung atau Indirect Quotation
Penentuan kurs berdasarkan indirect quotation merupakan kebalikan dari
direct quotation yaitu penentuan kurs dimana unit mata uang lokal digunakan
untuk menilai mata uang asing. Dalam indirect quotation unit mata uang lokal
selalu tetap terhadap mata uang asing.
3. USD Quotation
Dalam transaksi valas internasional, USD selalu dijadikan sebagai mata
uang referensi dalam penentuan kurs mata uang asing lain.

15
L. Kelebihan dan Kelemahan Pasar Valas
1. Kelebihan Pasar Valuta Asing
a. Transaksi 24 jam
Tidak seperti transaksi di pasar modal, pasar valas berjalan 24 jam sehari
selama 5 hari dalam seminggu.
b. Likuiditas
Banyaknya broker/dealer dalam pasar valas menjadikan pasar valas
menjadi sangat likuid sekaligus bisa menjadikan harga menjadi lebih stabil.
Dengan begitu, trader bisa membuka atau menutup posisi pada fair market price.
c. Rendahnya biaya transaksi
Biaya transaksi di pasar valas secara online tidak ada, namun hanya
dikenakan biaya yang jumlahnya cukup beragam salah satu contohnya adalah
biaya pada saat penarikan dana dari akun forex.
d. Keuntungan dari kenaikan dan penurunan harga
Para trader dapat menarik keuntungan dari kenaikan harga yaitu selisih
antara harga beli (ask/offer) dengan harga jual/harga penutupan (bid) pada
pesanan beli (buying order). Sedangkan pada pesanan jual (selling order),
keuntungan didapat dari selisih antara harga jual (bid) dengan harga
beli/penutupan (ask/offer).
e. Marjin perdagangan
Perdagangan dengan marjin dapat membuat daya beli investor melebihi
jumlah modal yang dimiliki.
f. Two way opportunities
Anda dapat menghasilkan keuntungan 2 arah, ketika market naik atau pun
ketika market turun. Hal ini tidak berlaku bagi investasi jenis lain (1 way
opportunity), sebagai contoh: saham.
g. Fungsi laverage (fungsi pengali/daya ungkit)

16
Dengan modal relatif kecil anda dapat menghasilkan keuntungan yang
jauh lebih besar. Contoh : tanpa leverage anda hanya akan mendapatkan
$0.01/point dengan modal $100. Tapi dengan leverage 1:100 maka anda dapat
menghasilkan $1/point dengan modal yang sama ($100).

2. Kelemahan Pasar Valuta Asing


a. Risiko kurs pertukaran (exchange rate risk)
Risiko ini timbul sebagai akibat dari naik-turunnya nilai tukar (kurs) valas.
b. Risiko negara asal
Risiko ini timbul dari akibat campur tangan pemerintah yang mata
uangnya di perdagangkan di pasar valas contohnya seperti intervensi bank sentral
di negara tersebut dengan menaikkan tingkat suku bunga, melepas obligasi
pemerintah, pembelian valuta asing secara besar-besaran oleh pemerintah dan
sebagainya.

M. Kasus Pasar Valas


Kegiatan dalam pasar valuta asing tidak selalu berjalan dengan lancar. Ada
kalanya pasar valuta asing dilanda kasus yang menyebabkan kegiatan di pasar
valuta asing menjadi tidak stabil. Dilansir dalam resmi Bank Indonesia, ada
sembilan kasus yang pernah melanda pasar valuta asing, yaitu:
1. Krisis Malaysia (1985)
2. Black Wednesday (1992)
3. Runtuhnya Bank Barings (1995)
4. Krisis Finansial Asia (1997-1998)
5. Dot.com Crisis (2000)
6. Krisis Finansial Global (2008)
7. Krisis Utang Eurozone (2009)
8. Skandal Libor (2012)
9. Manipulasi NDF Singapura (2013)

17
Daftar Pustaka:
2009.Pasar Valuta Asing di http://jurnal-sdm.blogspot.com/2009/04/pasar-valuta-asing-
valas.html (diakses tanggal 13 Desember 2020)
2014.pasar uang dan pasar valas (makalah blkbb) di
http://akuuswa.blogspot.com/2014/11/pasar-uang-dan-pasar-valas-makalah-blkbb.html?
m=1 (diakses tanggal 13 Desember 2020)
Ayunda.2020.Valuta Asing: Pengertian, Sejarah, Sistem dan Fungsinya Bagi Bisnis di
https://accurate.id/ekonomi-keuangan/valuta-asing/#:~:text=Saat%20ini%2C%20ada
%20tiga%20sistem,Tetap%2C%20dan%20sistem%20Kurs%20Terkendali. (diakses
tanggal 13 Desember 2020)
Rahman.2013.Pasar Valuta Asing di http://rahman8194.blogspot.com/2013/11/pasar-
valuta-asing.html (diakses tanggal 13 Desember 2020)
Pasar Valuta Asing di https://www.scribd.com/doc/226469426/Makalah-Pasar-Valuta-
Asing (diakses tanggal 13 Desember 2020)
2017.Makalah Valuta Asing di https://www.papermakalah.com/2017/10/makalah-valuta-
asing.html (diakses tanggal 13 Desember 2020)
Amanitanovi.Bab 15 Pasar Valuta Asing di
http://staffnew.uny.ac.id/upload/132318570/pendidikan/pasar-valuta-asing.pdf (diakses
tanggal 13 Desember 2020)
Cahya Dicky Pratama.2020. Pasar Valuta Asing: Konsep dan Fungsinya di
https://www.kompas.com/skola/read/2020/11/02/183253169/pasar-valuta-asing-konsep-
dan-fungsinya (diakses tanggal 13 Desember 2020)

18