Anda di halaman 1dari 30

27/10/2021

Persyaratan Detailing Berbagai Sistem


Struktur Beton Bertulang Tahan
Gempa
Prof. Iswandi Imran

Pendahuluan
• Struktur penahan gempa dapat berupa Sistem Rangka
Penahan Momen atau Sistem Dinding Struktural atau
kombinasinya  diatur dalam pasal 18
• Ketentuan SRPM dan SDS untuk beton pracetak juga
diatur dalam Pasal 18
• Tingkat daktilitas sistem struktur dibagi atas biasa,
menengah, atau khusus (dibedakan oleh persyaratan
detailing)
• Hal yang diatur, terutama untuk sistem yang khusus:
- memunculkan perilaku daktil sebagai sekring
- menyembunyikan perilaku yang kurang daktil

1
27/10/2021

Pendahuluan

Perlu detailing

Dampak Detailing Seismik yang Kurang Tepat

Penggunaan Kait 90° sebagai tulangan


pengekang.
HOOK

CONFINEMENT

Tulangan Pengekang yang Tidak


Memadai:
 Diameter kecil
 Spasi vertikal terlalu renggang
4

2
27/10/2021

Dampak Pemasangan Detailing Seismik yang


Kurang Tepat

Tulangan sengkang
tertutup yang tidak
komplit

Tulangan pengekang yang


tidak memadai dan posisi
sambungan yang kurang
Tulangan sengkang join
tepat
yang tidak dipasang

Contoh Promosi Perilaku Daktil

• Pembatasan kuat lebih material baja tulangan


• Daktilitas lentur ditingkatkan melalui:
- pemenuhan batasan tulangan minimum
- pembatasan nilai rasio tulangan maksimum (lebih
ketat dibandingkan dengan batasan untuk beban
gravitasi)
- persyaratan jumlah tulangan tekan minimum
- persyaratan tulangan pengekang
- persyaratan rasio minimum kuat tarik baja

3
27/10/2021

Suppress Perilaku Non-Daktil

• Perilaku non-daktil dihindari melalui:


- penempatan sambungan tulangan diluar zona plastis
- penerapan hirarki dalam desain geser dan
mekanisme lainnya yang bersifat non-daktil:
- penerapan faktor kuat lebih
- penalti faktor reduksi kekuatan
- penerapan desain kapasitas
- meningkatkan integritas elemen struktur (tulangan
longitudinal menerus)
- pemasangan tulangan pengekang pada kolom

Rangkuman Persyaratan Detailing

4
27/10/2021

Contoh Ketentuan Detailing Non-Seismik Kolom


(SNI 2847 Pasal 25.7.2)

Persyaratan SRPMB

6. 1, 2 D  1, 0 Ev  1, 0 Eh  L
7. 0, 9 D  1, 0 Ev  1, 0 Eh
Dengan faktor kuat lebih = 3

5
27/10/2021

Persyaratan SRPMB

Persyaratan SRPMM

M- ≥ ⅕ maks (M-)

M+ ≥ ⅕ maks (M-)
M+ ≥ ⅓M-

M+ ≥ ⅓M-

6
27/10/2021

Beberapa Ketentuan SRPMM


Ketentuan elemen struktur SRPMM yang perlu menjadi
catatan:
- Geser perlu pada balok ditinjau sebagai nilai geser terkait
momen nominal balok atau sebagai nilai geser untuk
kombinasi gempa yang diperbesar dengan faktor 2 (ambil
nilai terkecil)
- Geser perlu pada kolom ditinjau sebagai nilai geser
terkait momen nominal kolom atau sebagai nilai geser
untuk kombinasi gempa yang diperbesar dengan faktor
kuat lebih = 3 (ambil nilai terkecil)

Geser Perlu Balok dan Kolom SRPMM

7
27/10/2021

Penulangan Sengkang pada Balok dan


Kolom SRPMM

Ketentuan SRPMM untuk Pelat tanpa Balok

• Untuk sistem pelat tanpa balok ada pembatasan geser 2


arah maksimum akibat gravitasi sebesar 0.4φVc (bila
lebih besar  dibatasi hanya untuk penahan gravitasi) 
bila geser berlebihan, drift system menjadi terbatas.
• Pembatasan lebar efektif untuk kolom tepi dan kolom
sudut pada sistem pelat tanpa balok
• SRPMM tidak boleh digunakan di KDS D walaupun
sebagai sistem ganda bersama SDSK (tidak sinkron
dengan ketentuan SNI 1726)

8
27/10/2021

Ketentuan SRPMM untuk Pelat tanpa Balok

Ketentuan Sistem Struktur


Flat-Plate/ Flat-Slab pada KDS D

Berdasarkan SNI 2847-2019, detailing sistem struktur Flat-Plate dan


Flat-Slab (tanpa balok) maksimum hanya berupa SRPMM. Oleh
karena itu, untuk KDS D, sistem ini:

 Tidak diijinkan sebagai Sistem Tunggal (Berfungsi sebagai


penahan gravitasi dan gempa)
 Diijinkan sebagai bagian dari Sistem Rangka Bangunan yang
terdiri atas sistem kaku seperti dinding SDSK (sebagai
penahan gempa) + sistem Flat-Plate/Slab (sebagai penahan
gravitasi)  dengan batasan ketinggian
 Tidak diijinkan sebagai bagian dari Sistem Ganda (Rangka
SRPMM + Dinding SDSK), dua-duanya menahan baik
gravitasi maupun gempa

9
27/10/2021

Persyaratan Detailing SRPMK

Persyaratan Balok SRPMK

10
27/10/2021

Persyaratan Tulangan Lentur Balok SRPMK

fc’ bwd
0,025 bwd ≥ (As– atau As+) ≥
Mn,l– Minimal dua tulangan kontinyu 4fy Mn,r–

1,4 bwd
Mn,l+ ≥ ½ Mn,l– Mn,r+≥½ Mn,r–
fy

(Mn+ atau Mn–) di setiap penampang ≥ ¼ (Mn maksimum


di masing-masing join)

Ketentuan Mengenai Sengkang Pengekang


(Hoop) pada Balok SRPMK

11
27/10/2021

Persyaratan Sengkang Tertutup (Closed Hoop)


dan Pengikat Silang (Cross Tie)

Geser Desain Balok SRPMK

12
27/10/2021

Persyaratan Kolom SRPMK

Kekuatan Lentur Minimum Kolom:

(Mnt + Mnb) ≥ 6/5 (Mnr + Mnl)

Persyaratan Kolom SRPMK

lo

Sambungan lewatan
tarik

lo

13
27/10/2021

Tulangan Minimum untuk Pengekang Persegi

Lebih besar dari h1 s/2


h1/4
atau h2
lo h2/4
1/6 bentang bersih s* ≤
6db Ash
18 in. = 45 cm
sx
hc
(a) 6db (b)
s** ≤
Sengkang tertutup 6 in. = 15 cm Tulangan pengekang
persegi 35 – hx
15 cm ≥ sx = 10 + ≥ 10 cm
3
h2 Ag fc’
0,3 shc –1
Ach fyh
Ash ≥
fc’
0,09 shc
h1 fyh

Contoh Ketentuan Detailing Seismik Kolom


(SNI 2847 Pasal 18.7.5)
Ikat silang berturutan yang
mengikat tulangan longitudinal
yang sama, harus memiliki kait
90o dipasang pada sisi kolom
yang berlawanan
6db pemanjangan
6db ≥ 75 mm Ash2

xi
bc2
xi
Ash1

xi xi xi

bc1

Dimensi xi antara sumbu-sumbu penampang


tulangan longitudinal yang ditopang secara
lateral tidak melebihi 350 mm. Nilai hx dalam
Pers. (18.7.5.3) diambil sebagai nilai terbesar
dari xi.

14
27/10/2021

Tulangan Minimum untuk Pengekang Spiral

Contoh Ketentuan Detailing Seismik Kolom


(SNI 2847 Pasal 18.7.5)

15
27/10/2021

Geser Desain Kolom SRPMK

Mpr kolom tidak perlu > Mpr balok yang merangka pada hubungan
balok-kolom yang sama. Ve tidak boleh lebih kecil daripada nilai
geser perlu hasil analisis struktur.

Contoh Detailing Kolom yang “Benar“ (1)

6db (≥ 75 cm) 6db

x x x
x ≤ 350 mm

16
27/10/2021

Contoh Detailing Kolom yang “Benar“ (2)

Pelaksanaan yang tidak mudah khususnya untuk kolom yang


berdimensi besar

Contoh Detailing Join dan Kolom yang “Benar“ (3)

17
27/10/2021

Persyaratan Dinding Struktural


Khusus

Ketentuan Desain Segmen Vertikal Dinding

18
27/10/2021

Penulangan Badan
Tul min. masing masing arah = 0.0025
Spasi tul maksimum = 450 mm
Dua lapis tul bila gaya geser bidang terfaktor
melebihi (1/6)Acv√fc’ atau hw/lw ≥ 2

Komponen batas

Perencanaan Geser
Geser rencana Vu harus didapat dari analisis beban lateral
dengan menggunakan kombinasi beban terfaktor.
Kuat geser nominal Vn harus tidak lebih dari:
Vn  Acv(ac f c'   n f y )
Dimana:
a c  0,25 for hw  1,5
lw
a c  0,17 for hw  2,0
lw
 n  rasio tulangan horizontal
Jika rasio h w / l w  tidak melebihi 2,0, v tidak boleh kurang
dari n.

19
27/10/2021

Desain terhadap Beban Lentur dan Aksial

Dinding struktural yang memikul beban lentur dan aksial harus


direncanakan sesuai 22.4.

Beton dan tulangan longitudinal dalam lebar efektif sayap, komponen


batas, dan badan dinding harus dianggap efektif.

Lebar efektif sayap adalah web ditambah nilai terkecil dari setengah
jarak bersih antara dinding-dinding yang bersebelahan atau
seperempat tinggi total dinding.

Elemen Batas Khusus

Daerah tekan harus diberi elemen batas


khusus bilamana

Besaran u/hw tidak kurang dari 0,005.

20
27/10/2021

Ketentuan Elemen Batas Khusus


(pasal 18.10.6.2 )

Sebagai alternatif, dinding struktural harus


diberi elemen batas khusus di sekeliling sisi
luarnya dan di tepi-tepi bukaan dinding
dimana tegangan tekan tepi pada serat
terluar, akibat beban-beban terfaktor
termasuk pengaruh beban gempa,
melampaui 0,2 fc’.

Elemen batas khusus boleh dihentikan pada


tempat dimana tegangan tekan kurang
daripada 0,15 fc’.. Tegangan-tegangan
tersebut harus dihitung untuk beban-beban
terfaktor dengan menggunakan hubungan
tegangan-regangan elastis linier dan luas
penampang bruto.

21
27/10/2021

Ketentuan Dinding Khusus

Sengkang
pengekang ρ < 2,8/fy

berdasarkan 18.10.6.2
tidak diperlukan

Penampang kritis
Sengkang
pengekang
berdasarkan ρ ≥ 2,8/fy
18.10.6.5
ℓw b ≥ hu/16
Elemen batas khusus maks ≥ jika c/ℓw ≥ 3/8,
≥ 300 mm Mu maka b ≥ 300 mm
4Vu Penampang
kritis

≥ ℓd untuk 1,25 fy Elemen batas yang


(atau kait sesuai yang dekat tepi fondasi atau
diperlukan) tumpuan lainnya
Elemen batas yang
tidak dekat tepi fondasi

(a) Dinding dengan hw /ℓw ≥ 2.0 dan satu penampang kritis terkontrol
beban lentur dan aksial yang didesain menggunakan 18.10.6.2,
18.10.6.4, dan 18.10.6.5

Ketentuan Dinding Khusus

σ < 0,15fc’
σ ≥ 0,2fc’ ρ ≤ 2,8/fy
Elemen batas khusus Sengkang pengekang tidak
diperlukan diperlukan
Penyaluran untuk fy
yang melewati σ < 0,15fc’
bukaan, di atas dan
di bawah ρ > 2,8/fy
σ ≤ 0,2fC’
Sengkang pengekang berdasarkan 18.10.6.5
ρ > 2,8/fy
Sengkang σ > 0,2fc’ Elemen batas khusus
pengekang b ≥ hu/16 diperlukan, lihat Catatan
per 18.10.6.5

Catatan: Persyaratan elemen batas khusus dipicu apabila maksimum


tegangan tekan serat terluar σ ≥ 0,2f’c. Sekali dipicu, elemen batas
khusus diperpanjang sampai σ < 0,15f’c. Bilamana hw/ℓw ≤ 2,0,
18.10.6.4(c) menjadi tidak berlaku

(b) Dinding dan pilar dinding yang didesain menggunakan 18.10.6.3,


18.10.6.4, dan 18.10.6.5

22
27/10/2021

Ketentuan Dinding Khusus

Ketentuan Dinding Khusus


Panjang penyaluran tulangan horizontal dinding dalam elemen batas
yang terkekang

berkepala
Tulangan badan horizontal Av

Inti terkekang lbe


Tulangan badan
bc1 Tulangan elemen
horizontal, Av
batas, Ash

b bc2

≥ ldh atau ldt ≥ ld dari tulangan


sebagaimana mestinya ≤ 150 mm badan horizontal
≤ 150 mm
(a) (b)
Pilihan dengan kait standar atau tulangan
berkepala Pilihan dengan penyaluran lurus tulangan

23
27/10/2021

Sistem Dinding Berangkai

• Sumber disipasi:
- Balok kopel (spandrel)
- Penampang dasar dinding
• Persyaratan detailing
mengikuti SNI 2847-19
Pasal 18.10.7

Persyaratan Detailing Balok Perangkai

• Balok perangkai dengan perbandingan Ln/h≥4 dapat


didesain sesuai persyaratan balok SRPMK
• Balok perangkai dengan perbandingan Ln/d<4
diperkenankan untuk ditulangi dengan kelompok
tulangan yang disusun secara diagonal dalam dua arah
berlawanan secara simetris.
• Balok perangkai dengan perbandingan Ln/h<2 dan
dengan gaya geser terfaktor Vu melebihi ⅓√(fc′) Acv harus
ditulangi dengan kelompok tulangan yang disusun secara
diagonal dalam dua arah berlawanan secara simetris

24
27/10/2021

Detailing Balok Perangkai

Persyaratan Tulangan Diagonal


• Setiap unit tul diagonal harus tda min. empat
tulangan yang disusun dalam suatu inti.
• Sisi inti tsb berukuran min. bw/2 dalam arah tegak
lurus bidang balok dan bw/5 dalam arah
ortogonalnya, dimana bw adalah lebar badan balok
• Gaya geser nominal yang dihasilkan tulangan
diagonal tersebut dapat dihitung sbb:

25
27/10/2021

Persyaratan Tulangan Balok Perangkai


• Tulangan diagonal harus dikekang sesuai persyaratan
untuk kolom SRPMK.
• Untuk keperluan perhitungan tul pengekang, Ag dapat
dihitung dengan menggunakan ketentuan ketebalan
selimut minimum di keempat sisi setiap kelompok
tulangan diagonal.
• Setiap kelompok tulangan diagonal harus disalurkan
sebagai tulangan tarik ke dalam dinding struktural
(sejauh 1,25x panjang penyaluran untuk fy).
• Setiap kelompok tulangan diagonal harus
diperhitungkan dalam menentukan kuat lentur nominal
balok perangkai.

Tulangan Pengekang

SNI 2847-2019 Pasal 18.10.7.4 mengharuskan persyaratan tul


trasversal SRPMK dipenuhi untuk desain tulangan transversal pada
inti tulangan diagonal, yaitu:

Total luas penampang hoop tidak kurang dari salah satu yang
terbesar antara

 sh f '  Ag  0,09 shc f c '


Ash  0,3 c c   1 dan Ash 
 f  A f yh
 yh  ch 

26
27/10/2021

Tulangan Kekangan pada Balok Kopel

Tulangan Kekangan pada Balok Kopel

27
27/10/2021

Persyaratan Detailing Pondasi,


Balok Sloof dan Pile Cap

Penanaman Kedalam Pile Cap

Kolom/komponen batas

Tul. longitudinal hrs


disalurkan

Tul atas untuk uplift

Sengkang dipasang
sejauh Ld

Kait 90o dgn ujung tul mengarah


ke bagian center kolom

28
27/10/2021

Balok Sloof

Tiang Pondasi

29
27/10/2021

Terimakasih

30

Anda mungkin juga menyukai