Anda di halaman 1dari 3

TUGAS 1

ADBI4432.07
8 November 2021

Oleh : Gerry Nathaniel Rumolop


NIM : 031079101
Kasus:

Kawasan perdagangan bebas atau Free Trade Area (FTA) merupakan salah satu bentuk
integrasi ekonomi di dunia dengan memberikan perlakukan khusus kepada negara mitra
dagang yang masuk dalam FTA. Salah satu peningkatan kerjasama ekonomi antar kawasan
ASEAN yaitu ASEAN-China Free Trade Area (ACFTA) yang diberlakukan sejak tahun 2004.
Pemberlakuan FTA dapat berdampak pada perdagangan Indonesia dengan negara-negara di
kawasan ACFTA berupa trade creation dan trade diversion, khususnya pada arus impor.
Hasil empiris menunjukkan bahwa setelah ACFTA diberlakukan, nilai impor Indonesia dari
negara-negara anggota ACFTA meningkat, terutama impor dari negara Cina. Nilai impor
Indonesia secara signifikan dipengaruhi secara positif oleh GDP per kapita Indonesia, GDP
per kapita mitra dagang (negara ACFTA + 3), jarak ekonomi, dan dummy kebijakan FTA.
Sementara nilai tukar riil antar negara akan memengaruhi negatif terhadap nilai impor
Indonesia (Khamila dkk, 2009)
1. Jelaskan faktor penyebab berkembangnya perdagangan internasional berdasarkan
kasus tersebut !
2. Jelaskan dampak negatifnya terhadap Indonesia !
3. Jelaskan dampak positifnya terhadap Indonesia !

JAWAB
1. Free Trade Area yang di buat dalam bentuk perjanjian bersa ASEAN dan China adalah
sebuah bentuk perjanjian yang sangat membantu bagi kegiatan investasi dan hukum
investasi yang disesuaikan dengan ketentuan – ketentuan dalam ACFTA dalam peran
Indonesia dalam hubungan internasional. Sebab pemberlakuan ACFTA akan
mempengaruhi perkembangan investasi dan hukum investasi di masa – masa
mendatang. Dampak perjanjian ACFTA bisa semakin dirasakan setelah globalisasi
ekonomi semakin berkembang dengan prinsip liberalisasi perdagangan lainnya yang
sudah dijalin antara negara – negara di dunia. Di masa sekarang ini, arus globalisasi
mau tidak mau harus diikuti karena cenderung berkembang melalui perjanjian dan
perundingan internasional.
2. - Datangnya serbuan produk asing yang terutama berasal dari Cina yang dapat
mengakibatkan hancurnya sektor – sektor ekonomi.
- Kondisi perekonomian dalam negeri bisa semakin menjadi lemah karena dampak
perjanjian ACFTA. Bisa saja Indonesia akan harus menggantungkan segalanya
kepada pihak asing bahkan untuk produk yang paling remeh sekalipun atau
berupa bahan mentah.
- Sektor produksi manufaktur dan usaha kecil menengah juga akan beresiko
digantikan dengan komoditas impor. Hal ini akan berimbas kepada dampak
perjanjian ACFTA berupa menurunnya lapangan kerja.
- Sektor perdagangan atau industri yang produknya sejenis dengan produk Cina
yang dipasarkan di dalam negeri. Tingkat daya saing pada produsen yang kurang
kompetitif juga akan memperparah kondisi ini.
- Kondisi perekonomian Indonesia yang terbuka bisa terpengaruh dengan prinsip
ekonomi global dan liberalisasi perdagangan, karena ekonomi Indonesia akan
langsung berhadapan dengan negara lain yang menjadi mitra dagang Indonesia
dalam bidang ekspor impor, investasi langsung dan tidak langsung, serta pinjam
meminjam.

3. - Membuka peluang untuk menarik investasi yang hasilnya bisa diputar kembali
untuk melakukan ekspor pada barang – barang ke negara yang tidak ikut serta dalam
ACFTA.
- Kendala di dunia perdagangan bisa berkurang dan memotivasi produsen dan
importir untuk meningkatkan volume perdagangannya.
- Kemungkinan dampak perjanjian ACFTA yang positif pada proyeksi laba BUMN
tahun 2010 sebagai salah satu peran Indonesia dalam globalisasi, namun faktor
laba bersih, prosentase pay out ratio atas laba juga akan menentukan besarnya
dividen dari laba BUMN. Dengan adanya ACFTA, BUMN akan bisa memanfaatkan
barang modal yang lebih murah dan menjualnya ke Cina dengan tarif yang lebih
rendah.

Sumber : https://sejarahlengkap.com/indonesia/dampak-perjanjian-acfta

Anda mungkin juga menyukai