Anda di halaman 1dari 18

LAPORAN

VIRTUALISAS DAN KOMPUTASI AWAN

“INSTALASI VPS KVM dan OpenVS”

DISUSUN OLEH:

ADRIANSI LANTANG

42618001

TEKNIK ELEKTRO

TEKNIK MULTIMEDIA DAN JARINGAN

POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG


I. TUJUAN
1. Mahasiswa mampu memahami materi Virtual Private Server
2. Mahasiswa dapat menginstall KVM dan OpenVZ
3. Mahasiswa dapat mengetahui command Proxmox

II. DASAR TEORI


a. Virtualisasi KVM
KVM (Kernel-Based Virtual Machine) adalah salah satu teknologi
virtualisasi full hardware atau yang sudah bisa berdiri sendiri. Dengan adanya
KVM, maka user dapat dengan leluasa menggunakan OS apapun yang mereka
inginkan seperti linux, windows maupun yang lainnya.
Bahkan KVM juga sering dikenal dengan istilah semi dedicated server.
Itulah mengapa KVM memiliki performa yang baik dan tidak mengganggu VPS
lain. Akan tetapi jika ingin merubah ukuran RAM, HDD dan lainnya, maka ini
harus direstart terlebih dahulu. Sedangkan harga yang ditawarkan oleh penyedia
KVM biasanya lebih mahal karena pada VPS KVM tidak dapat melakukan
overselling.
Kernel-Based Virtual Machine diimplementasikan sebagai modul kernel
loadable yang mengubah kernel linux menjadi bare metal hypervisor. Dalam hal
ini tentunya ada dua prinsip desain utama yang diadopsi oleh KVM. Tujuan dari
hal tersebut adalah agar KVM menjadi hypervisor dengan kinerja tinggi dan dapat
melampaui open source hypervisor lainnya. Dua prinsip tersebut adalah;
1. KVM didesain setelah munculnya teknologi virtualisasi yang dibantu perangkat
keras (hardware assisted virtualization). Dalam hal ini KVM tidak perlu
mengimplementasikan fitur yang sudah disediakan oleh perangkat keras. Tapi
di sisi lain KVM juga membutuhkan prosesor Intel VT-X atau AMD-V dan
menggunakan fitur tersebut untuk virtualisasi CPU.
Berhubung KVM ini memanfaatkan dukungan perangkat keras yang telah
tersedia, maka KVM mampu merancang solusi hypervisor yang optimal tanpa
memerlukan beban yang mendukung perangkat keras dan tidak perlu lagi
modifikasi untuk mendukung sistem operasi guest.
2. KVM menerapkan sebuah pepatah yang berbunyi “Don’t reinvent the wheel”.
Hal ini karena memiliki banyak komponen yang dibutuhkan oleh hypervisor
agar KVM mempu memvirtualisasi CPU dan memori, seperti pengatur memori,
penjadwal proses, I/O stack, device drivers, pengatur keamanan, network stack
dan lain sebagainya.
b. OpenVS
OpenVZ merupakan virtualisasi berbasis container pada sistem operasi linux.
Teknologi ini didasarkan pada kernel dan OS Linux sehingga tidak bisa menginstall sistem
operasi lain, seperti windows dan lain-lain. Virtualisasi di sini adalah suatu teknologi yang
membangun suatu sistem seperti komputer yang bekerja dalam mesin virtual. OpenVZ ini
adalah jenis virtualisasi yang sering ditawarkan oleh penyedia VPS karena OpenVZ ini
terbilang murah.
Kelebihan OpenVZ:
 Bisa meminjam space HDD dan RAM (Over Selling)
 Lebih hemat biaya
 Penggunaan memory, CPU, disk dan lain-lain dapat dapat di setup
atau diubah ketika kondisi VPS sedang running
Kekurangan OpenVZ:
 Dapat mempengaruhi kinerja VPS lain jika menggunakan resource berlebih
 Hanya bisa diinstal sistem operasi linux dengan beberapa distro saja. Tidak
bisa install Windows
 Beberapa pengaturan ada yang dibatasi node
 Tidak support SWAP
III. LANGKAH PRAKTIKUM
1. Login ke web Proxmox
2. Upload file ISO Ubuntu di local > content > upload

3. Pilih ISO Image pada content kemudian klik “Select File…”

4. Pilih file ISO Ubuntu


5. Upload kembali file Ubuntu untuk Container dan pilih “Container template” pada
menu Content kemudian pilih upload

6. Setelah mengunggah file Ubuntu, install Open VZ/Container.


7. Isi kotak dialog Node, CT ID, dan juga Password.
8. Pilih file yang telah di upload sebelumnya yang tersimpan di storage local.

9. Pilih Storage “local-lvm” dan setting Disk size sebanyak 8.

10. Kemudian ubah Cores menjadi 1.


11. Setting Memory dan Swap sebanyak 512

12. Pada tab Network ubah IPv4 menjadi DHCP.


13. Masukkan DNS domain dan servers

14. Pada tab confirm, klik finish.


15. Tunggu proses install dan jika berhasil maka akan muncul teks “TASK OK”

16. klik menu Create VM untuk membuat KVM

17. Input node, VM ID


18. Pilih file ISO Ubuntu yang telah diupload pada storage local
19. Pada tab system atur settingan menjadi default kemudian Next

20. Pada pengaturan Hard Disk ikuti seperti gambar dibawah ini
21. Pada tab CPU, ubah Cores menjadi 1

22. Pada tab memory, atur settingan menjadi default


23. Pada tab Network atur settingan menjadi default seperti gambar dibawah ini

24. Lali klik Finish


25. Sebelum KVM dijalankan, klik Virtual Machine yang telah dibuat dimana
kemudian masuk ke menu Options lalu ubah KVM hardware virtualization menjadi
“No”.

26. Klik kanan Virtual Machine Container dan pilih Start


27. Memilih consele untuk melihat screen Ubuntu

28. Memilih bahasa yang akan digunakan lalu memilih install ubuntu.

29. Lalu memilih continue untuk melanjutkan pemasangan.


30. Lalu memilih Erase disk and install ubuntu.

31. Tunggu hingga proses instalasi selesai.


IV. ANALISA
Pada saat melakukan penginstalan virtual kvm, perlu memastikan update dari
proxmox telah selesai, karena apabila proxmox tidak terupdate maka vitual yang di
pasang tidak dapat terhubung dengan proxmox pada virtualbox. Selain itu, cpu pada
virtual kvm dan cpu yang ada pada virtualbox harus sama, jika pada virtual kvm kita
mengatur coresnya sebanyak 1 maka pada proxmox virtual box juga di atur menjadi 1.
Pada saat melakukan penginstalan virtual OpenVZ file ISO yang diunggah
berformat .rar . Kemudian pada tahap pengaturan container yang akan dibuat, pada tab
general menghapuskan centang unprivileged container karena dengan menggunakan
unprivileged container pengguna non root tidak bisa membuat container. OpenVZ
masih bergantung dengan karnel host, sehingga tidak akan bisa menginstall sistem
operasi lain, seperi windows dan lain sebagainya.

V. KESIMPULAN
Pada praktikum ini dapat disimpulkan bahwa pada proxmox dapat dilakukan 2 jenis
virtualisasi yaitu, virtualisasi KVM dan OpenVz. Kedua virualisasi tersebut memiliki
kekurangan dan kelebihan masing-masing dimana untuk KVM dapat menggunakan OS
apapun namun setupnya terbilang rumit sedangkan untuk OpenVz setupnya terbilang
lebih mudah namun OS yang digunakan bergantung pada kernel hosnyat dimana kernel
pada proxmox adalah linux.