Anda di halaman 1dari 31

PROPOSAL

BANTUAN PEMERINTAH PENGEMBANGAN


SMK PUSAT KEUNGGULAN (SMK PK)
PRIORITAS SEKTOR HOSPITALITY
(AKOMODASI PERHOTELAN)

SMK : SMK NEGERI 7 KOTA BENGKULU


KECAMATAN : RATU AGUNG
KABUPATEN/KOTA : KOTA BENGKULU
PROVINSI : BENGKULU

TAHUN 2021

KOMPETENSI KEAHLIAN :
AKOMODASI PERHOTELAN
USAHA PERJALANAN WISATA
TATA BOGA

SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN (SMK) NEGERI 7 KOTA BENGKULU


Alamat : Jalan Kuala Lempuing, No.10, Lempuing, Kecamatan Ratu Agung
Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu
IDENTITAS SMKN 7 KOTA BENGKULU

1. Nama Sekolah : SMKN 7 Kota Bengkulu


2. NPSN : 69888466
3. Bidang Keahlian : Pariwisata
4. Program Keahlian : Perhotelan & Jasa Pariwisata, Kuliner
5. Kompetensi Keahlian : 1. Usaha Perjalanan Wisata
2. Perhotelan
3. Jasa Boga
6. Akreditasi : Sertifikat Akreditasi B
7. Alamat Sekolah : Jl. Lempuing 10 Rt 05 Rw 01
Kelurahan : Lempuing
Kecamatan : Ratu Agung
Kota : Bengkulu
Provinsi : Bengkulu
Kode Pos : 38223
8. Telepon : (0736) 7327647
9. Email : smkn7kualabkl@gmail.com
10. Tahun berdiri/dibuka : 2014
11. Waktu Penyelenggaraan : Pagi
12. Tempat Penyelenggaraan : Sekolah
13. Nama Kepala Sekolah : Destiana, M.Pd
14. N I P : 19691220 200502 2 001
15. No. SK Pengangkatan : SK. 821 – B.38 TAHUN 2019
16. TMT SK Pengangkatan : 09 Januari 2019
17. NPWP SMKN 7 : 66.082.102.6 – 311.000
LEMBAR PENGESAHAN

BANTUAN PEMERINTAH PENGEMBANGAN


SMK PUSAT KEUNGGULAN (SMK PK)
PRIORITAS SEKTOR HOSPITALITY
(AKOMODASI PERHOTELAN)

TAHUN 2021

Mengetahui, Menyetujui,
Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kepala SMKN 7 Kota Bengkulu
Provinsi Bengkulu

Drs. Eri Yulian Hidayat, M.Pd Destiana, M.Pd


NIP. 19670725 199303 1 004 NIP. 19691220 200502 2 001
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadapan Tuhan Yang Maha Esa, karena atas Rahmat dan
Anugerah-Nya, Proposal Bantuan Pemerintah Pengembangan SMK Pusat Keunggulan
(SMK PK) Prioritas Sektor Hospitality (Akomodasi Perhotelan) SMKN 7 Kota
Bengkulu Tahun 2021 dapat kami susun dan kami ajukan kepada Direktur Jenderal
Pendidikan Vokasi, Sudit Penyelarasan Kejuruan dan Kerjasama Industri Kompleks
Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.
Selesainya penyusunan Proposal ini tidak terlepas dari bantuan semua pihak baik bantuan
moril maupun spirituil. Oleh karena itu, dalam kesempatan ini tim penyususn ingin
menyampaikan terima kasih kepada:
1. Bapak Drs. Eri Yulian Hidayat, M.Pd, selaku Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan
Kebudayaan Provinsi Bengkulu
2. Bapat Drs. Buslan, selaku Kepala Bidang Pembinaan SMK Dinas Pendidikan dan
Kebudayaan Provinsi Bengkulu
3. Ibu Destiana, M.Pd, Selaku Kepala SMKN 7 Kota Bengkulu
4. Bapak ibu Tim Panitia
5. Serta semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu yang telah banyak membantu
terselenggaranya kegiatan ini.
Untuk mewujudkan program SMK Pusat Keunggulan, pemerintah melalui Direktur
Jenderal Pendidikan Vokasi akan berupaya semaksimal mungkin untuk mencapai standar
kerja yang berkualitas sesuai dengan yang dipersyaratkan oleh IDUKA agar mampu bersaing
baik untuk level Nasional maupun Internasional. Selain itu minat masyarakat untuk
bersekolah ke SMK Negeri 7 Kota Bengkulu setiap tahun semakin meningkat. Pihak
manajemen sekolah selalu berupaya membuat program dan berinovasi untuk memenuhi
animo masyarakat tersebut. Salah satu usaha yang dilakukan adalah mengakses dan
menindaklanjuti program-program yang direncanakan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan
Vokasi Kemdikbud.
Sehubungan dengan hal tersebut, maka SMKN 7 Kota Bengkulu mengajukan
Proposal Bantuan Pemerintah Pengembangan SMK Pusat Keunggulan (SMK PK)
Prioritas Sektor Hospitality (Akomodasi Perhotelan) Tahun 2021 dengan harapan
program-program di SMK Negeri 7 Kota Bengkulu dapat terlaksana sesuai rencana. Besar
harapan kami agar proposal ini dapat di evaluasi dan selanjutnya dapat disetujui untuk
mendapatkan bantuan dana/alat tersebut.
Penyusunan Proposal ini masih jauh dari kata sempurna, oleh karena itu kritik dan saran
yang membangun dari semua pihak sangat kami harapkan demi penyempurnaan dimasa yang
akan datang. Terima kasih

Bengkulu, Januari 2021


Tim Penyusun
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Penjelasan Pasal 15 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem
Pendidikan Nasional menyatakan bahwa pendidikan kejuruan merupakan pendidikan
menengah yang mempersiapkan peserta didik terutama untuk bekerja dalam bidang
tertentu. Sebagai bagian dari Sistem Pendidikan Nasional, SMK/MAK bertujuan untuk
menghasilkan tenaga kerja terampil yang memiliki kemampuan sesuai dengan tuntutan
kebutuhan dan persyaratan lapangan kerja, serta mampu mengembangkan potensi dirinya
dalam mengadopsi dan beradaptasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi,
dan seni.
Pelaksanaan pembelajaran dalam pendidikan nasional berpusat pada peserta didik
agar mampu: (a) belajar untuk beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, (b)
belajar untuk memahami dan menghayati, (c) belajar untuk mampu melaksanakan dan
berbuat secara efektif, (d) belajar untuk hidup bersama dan berguna bagi orang lain, dan
(e) belajar untuk membangun dan menemukan jati diri melalui proses belajar yang aktif,
kreatif, efektif, dan menyenangkan. Dalam rangka mewujudkan amanat tujuan
pendidikan kejuruan tersebut, salah satu strategi yang akan dilaksanakan oleh Direktorat
SMK adalah fokus pada peningkatan kualitas pendidikan SMK sebagai pusat
pengembangan pusat keunggulan yang nantinya dapat menjadi Sekolah Penggerak yang
mampu mendemonstrasikan kepemimpinan pembelajaran (instructional leadership)
terutama dari kepala sekolah beserta guru di dalamnya. Sekolah-sekolah ini akan menjadi
penggerak untuk meningkatkan kualitas hasil belajar siswa. Untuk dapat mewujudkan hal
tersebut diperlukan sarana dan prasarana yang memadai untuk mendukung terlaksananya
kegiatan pembelajaran bermutu.
Dengan tersedianya sarana dan prasarana pendidikan kejuruan ini, pusat
keunggulan SMK ini diharapkan mampu mengembangkan pendidikan kejuruan yang
semakin relevan dengan tuntutan kebutuhan masyarakat yang senantiasa berubah sesuai
perkembangan dunia usaha/industri dan mampu untuk mendukung proses pembelajaran
secara teratur dan berkelanjutan. Pusat Keunggulan SMK adalah upaya pengembangan
SMK dengan program keahlian tertentu agar mengalami peningkatan kualitas dan kinerja,
yang diperkuat melalui kemitraan dan penyelarasan dengan IDUKA, serta menjadi SMK
rujukan dan pusat peningkatan kualitas dan kinerja SMK lainnya.
Pengembangan SMK yang menjadi Pusat Keunggulan dilakukan secara holistik
yang mencakup:
1. Keterlibatan IDUKA yang menyeluruh dalam pengembangan SMK;
2. Guru berkapasitas dan bersertifikasi yang diakui IDUKA;
3. Kepala SMK yang inovatif dan mampu mengembangkan SMK menjadi Pusat
Keunggulan yang diakui IDUKA;
4. SMK memiliki sarana dan prasarana yang yang berstandar IDUKA;
5. SMK memiliki rekam jejak tingkat penyerapan lulusan di IDUKA baik;
6. SMK menjadi rujukan (antara lain metode pembelajaran peserta didik, pelatihan
pendidik dan tenaga kependidikan, spesifikasi sarana dan prasarana, dll) bagi SMK
lainnya;
SMKN 7 Kota Bengkulu sebagai salah satu SMK yang fokus pada kompetensi
keahlian bidang pariwisata memandang perlu untuk ikut berperan dalam mengembangkan
kualitas SDM bidang pariwisata secara terus menerus dan berkesinambungan dengan
melibatkan peran IDUKA dalam menyelaraskan kurikulum di SMK dengan kebutuhan
dan kompetensi yang diinginkan oleh pihak IDUKA. Berdasarkan hal tersebut, maka
SMKN 7 Kota Bengkulu sangat berharap menjadi salah satu sekolah yang menerima
bantuan Pengembangan SMK yang menjadi SMK Pusat Keunggulan ( SMK PK).

B. Visi SMKN 7 Kota Bengkulu sebagai SMK Pusat-PK


Terbentuknya Insan dan Ekosistem Pendidikan Kejuruan yang berkarakter dan berbudaya
kerja dengan berlandaskan IMTAQ dan IPTEK sehingga mampu menghasilkan lulusan
SMK yang mandiri, terampil, dan berjiwa Entrepreneurship dan siap bekerja di IDUKA.

C. Misi SMKN 7 Kota Bengkulu sebagai SMK-PK


1. Penyempurnaan dan penyelarasan kurikulum SMK dengan kompetensi sesuai dengan
kebutuhan IDUKA (Link and Match)
2. Meningkatkan kompetensi bagi tenaga pendidik dan kependidikan
3. Meningkatkan kerja sama dan hubungan kemitraan dengan IDUKA
4. Meningkatkan sertifikasi lulusan SMK dan Areditasi SMK.
5. Menghasilkan tamatan yang professional sebagai tenaga kerja yang kompeten dan
wirausaha yang sukses.

D. Tujuan Tujuan SMKN 7 Kota Bengkulu sebagai SMK-PK


SMKN 7 Kota Bengkulu sangat berharap menjadi salah satu SMK yang akan mendapat
bantuan pemerintah Pengembangan SMK Pusat Keunggulan (SMK PK), tujuan nya
adalah:
1. Mendorong peningkatan kualitas pendidikan kejuruan sesuai bidang keahlian yang
dikembangkan menjadi Pusat Keunggulan;
2. Meningkatkan kualitas fasilitas pendidikan kejuruan SMK sesuai dengan standar
kebutuhan kompetensi keahlian dan standar IDUKA, sehingga menjadi Pusat
Keunggulan yang lebih berkualitas dan berdaya saing;
3. Terpenuhinya aspek keselamatan, kesehatan, kenyamanan dan kemudahan dari
prasyarat teknis fasilitas pendidikan kejuruan, oleh pengguna dan pengelola SMK
sesuai dengan kebutuhan IDUKA;
4. Membangun citra baru SMK dengan menciptakan proses pembelajaran praktik
kejuruan yang berkualitas sehingga dapat menjadi sekolah penggerak bagi
pengembangan SMK lainnya sesuai dengan kebutuhan IDUKA.

E. Hasil Yang Diharapkan


1. Tercapainya tujuan peningkatan kualitas dan kinerja SMKN 7 Kota Bengkulu untuk
menjadi pusat keunggulan sesuai dengan kebutuhan IDUKA, dengan rancangan
kurikulum yang dikembangkan bersama IDUKA yang dapat berbentuk Pembelajaran
Berbasis Proyek (Project Based Learning) atau Pembelajaran Berbasis Industri
(melalui Praktek Kerja Industri), dan/ atau meliputi:
a. Kurikulum yang dikembangkan bersama IDUKA;
b. Peningkatan persentase guru yang bersertifikasi yang diakui IDUKA;
c. Pelatihan Guru dan Kepala SMK;
d. Praktek kerja lapangan yang dikembangkan bersama IDUKA;
e. Guru/Instruktur dari IDUKA;
f. Sarana prasarana yang sesuai kebutuhan IDUKA;
g. Persentase lulusan yang terserap IDUKA 1 tahun setelah lulus minimal 60%.
2. Adanya rencana pengembangan dan keberlanjutan Pusat Keunggulan (Center of
Excellence), termasuk pengembangan pelatih Pusat Keunggulan (Center of
Excellence).
3. Terpenuhinya aspek keselamatan, kesehatan, kenyamanan dan kemudahan dari
prasyarat teknis fasilitas Pendidikan Kejuruan, oleh pengguna dan pengelola SMK
sesuai dengan kebutuhan IDUKA sektor Hospitality;
4. Membangun citra baru SMK dengan menciptakan proses pembelajaran praktik
kejuruan yang berkualitas sehingga dapat menjadi sekolah penggerak bagi
pengembangan SMK lainnya sesuai dengan kebutuhan IDUKA sektor Hospitaliyi;
BAB II
KOMPETENSI KEAHLIAN DAN DATA SISWA

A. Kompetensi Keahlian yang Dibuka


SMK Negeri 7 Kota Bengkulu merupakan sekolah kejuruan Bidang Keahlian
Pariwisata yang membuka 3 (tiga) kompetensi keahlian sesuai dengan kebutuhan industri
dan dunia kerja serta animo masyarakat disekitar sekolah yaitu:
1. Kompetensi Keahlian Akomodasi Perhotelan
2. Kompetensi Keahlian Usaha Perjalanan Wisata, dan
3. Kompetensi Keahlian Tata Boga

B. Kompetensi Keahlian yang Akan Dikembangkan


Kompetensi Keahlian yang dikembangkan di SMK Negeri 7 Kota Bengkulu Tahun
Pelajaran 2020/2021 melalui kegiatan SMK Pusat Keunggulan (SMK PK) ini adalah
Kompetensi Keahlian Akomodasi Perhotelan, dengan program pembelajaran berbasis
Teaching Factory. Hal ini disebabkan karena kompetensi tersebut sangat relevan dengan
Provinsi Bengkulu.
Bengkulu dengan programnya “Menuju Wonderful Bengkulu 2020” sangatlah layak
berharap sektor pariwisatanya dapat menjadi pengungkit, mengingat sektor tersebut
melibatkan sektor lain secara bersamaan. Kegiatan pariwisata berintegrasi langsung
dengan sector transportasi, akomodasi, jasa keuangan, jasa persewaan dan lain-lain.
Potensi provinsi Bengkulu pada sektor pariwisata ini tentu harus diikuti dengan
peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia nya. Perlu dipersiapkan SDM yang memiliki
standar kompetensi yang sesuai dengan standar IDUKA. Begitu juga di bidang perhotelan
sebagai salah satu pendukung untuk memajukan industri pariwisata. Oleh karena itu
kompetensi Akomodasi Perhotelan SMKN 7 kota Bengkulu memandang perlu
meningkatkan kualitas SDM bidang perhotelan sehingga lulusan dari jurusan akomodasi
perhotelan SMKN 7 Kota Bengkulu dapat bersaing dan sesuai dengan kriteria IDUKA
bidang perhotelan.

C. Data Siswa Kompetensi Akomodasi Perhotelan SMKN 7 Kota Bengkulu


SMK Negeri 7 Kota Bengkulu merupakan satu-satunya SMK bidang Pariwisata yang
ada di Kota Bengkulu yang sangat diminati oleh masyarakat. Salah satu kompetensi
Keahlian yang paling banyak diminati di SMKN 7 Kota Bengkulu adalah Akomodasi
Perhotelan. Hal ini ditunjukkan dengan semakin meningkatnya jumlah siswa pada
kompetensi keahlian akomodasi perjotelan tersebut. Seperti terlihat pada tabel berikut ini:
Tabel 1. Data Siswa Kompetensi Keahlian Akomodasi Perhotelan 3 Tahun Terakhir
JUMLAH SISWA AKOMODASI
NO TAHUN PELAJARAN
PERHOTELAN
1 2018/2019 356 SISWA
2 2019/2020 397 SISWA
3 2020/2021 430 SISWA
SMKN Kota Bengkulu berdiri pada tahun 2014 dengan jumlah rombel untuk jurusan
perhotelan sebanyak 3 rombel dan jumlah siswa 115 orang. Pada tahun pelajaran
2020/2021 terjadi kenaikan yang sangat signifikan dari jumlah rombel dan jumlah siswa
untuk jurusan perhotelan yaitu 13 jumlah rombel dan 430 jumlah siswa. Ini menunjukkan
minat yang sangat tinggi dari masyarakat baik orang tua maupun calon peserta didik untuk
masuk dan melanjutkan pendidikan di SMKN 7 Kota Bengkulu khususnya jurusan
Akomodasi Perhotelan.

BAB III
REFOKUS BIDANG/PROGRAM DAN KOMPETENSI KEAHLIAN
A. Kajian Kesesuaian Kompetensi Keahlian terhadap Kebutuhan Tenaga Kerja
Pembangunan pariwisata memiliki arti yang sangat penting jika ditinjau dari
berbagai aspek. Dari sisi ekonomi, dalam beberapa tahun terakhir, pariwisata memberikan
kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), baik melalui devisa maupun
perputaran ekonomi. Sektor pariwisata juga membuka peluang usaha jasa pariwisata, baik
langsung maupun tidak langsung, serta membuka banyak peluang kerja. Dari berbagai
negara, menunjukkan industri pariwisata selalu menempati urutan ke-4 atau ke-5
penghasil devisa bagi negara.
Di Provinsi Bengkulu, sektor pariwisata telah menyumbangkan Pendapatan asli
Daerah yang signifikan. Pada tahun Anggaran 2018, Pendapatan Asli Daerah(PAD) dari
sektor wisata yang ada di Provinsi Bengkulu sudah hampir mencapai target, bahkan
diperkirakan akan melebihi targe Tercatat Dinas Pariwisata Provinsi Bengkulu
menargetkan PAD dalam kurun waktu setahun itu sebesar Rp.115 juta.
Kegiatan pariwisata berintegrasi langsung dengan sector transportasi, akomodasi,
jasa keuangan, jasa persewaan dan lain-lain. Berbicara objek wisata kita mengenal
adanya teori 5 A. Accesibility, Accomodation, Attraction, Activities, dan ameneties. Di
bidang Accommodation, tersedianya tempat untuk menginap yang nyaman dan
terpenuhinya kebutuhan makanan bagi para wisatawan menjadi hal yang penting. Tahun
2019 di Bengkulu ada 10 hotel berbintang yang semua berada di Kota Bengkulu dan 176
hotel non bintang tersebar di 10 Kab/kota di Provinsi Bengkulu. Dengan ketersediaan
kamar sebanyak 591 dan tempat tidur 899 untuk hotel berbintang, dan hotel non bintang
tersedia 3.218 kamar dengan 4.414 tempat tidur.
Melihat kondisi ini, tentu menjadi peluang bagi SDM bidang perhotelan untuk dapat
mengisi peluang-peluang tersebut. Namun tentunya SDM harus dibekali dengan
kompetensi yang sesuai dengan standar IDUKA bidang perhotelan. Maju tidaknya sebuah
industri perhotelan salah satunya sangat ditentukan oleh SDM yang ada diindustri
tersebut. Seperti kita ketahui bahwa industri perhotelan lebih bergerak di bidang layanan
jasa (Hospitality), dimana kepuasan pelanggan merupakan hal yang sangat diprioritaskan.
SMKN 7 kota Bengkulu melihat potensi tersebut dengan berbenah mempersiapkan
alumni nya khususnya alumni bidang perhotelan yang siap kerja, memiliki skill dan
kompetensi yang sesuai dengan standar IDUKA perhotelan, serta penyiapan alumni yang
memiliki Soft Skill dan budaya kerja yang sesuai dengan harapan dunia perhotelan. Saat
ini alumni SMKN 7 kota Bengkulu sudah tersebar bekerja di bidang perhotelan dan
bidang lain serta berwirausaha. Beberapa alumni bahkan sudah bekerja di bidang
perhotelan baik di luar negeri maupun di lingkup lokal Indoneisa.. berikut ini disajikan
data Tracer Study (penelusuran alumni) 3 tahun terakhir seprti yang tercantum dalam table
berikut:
Tabel 2. Data Penelusuran Alumni SMKN 7 Kota Bengkulu 3 Tahun Terakhir
TAHUN PELAJARAN: 2017
JUMLAH BELUM
N KOMPETENSI LULUSA BEKERJ KULIA WIRAUSAH BEKERJ TIDAK
O KEAHLIAN N A H A A TERDATA
AKOMODASI
1 PERHOTELAN 79 23 12 4 6 43
USAHA PERJALANAN
2 WISATA 25 3 1 1 0 20
3 TATA BOGA 0 0 0 0 0 0
    104 25% 13% 5% 6% 51%

TAHUN PELAJARAN: 2018


JUMLAH BELUM
N KOMPETENSI LULUSA BEKERJ KULIA WIRAUSAH BEKERJ TIDAK
O KEAHLIAN N A H A A TERDATA
AKOMODASI
1 PERHOTELAN 76 41 5 5 7 18
USAHA PERJALANAN
2 WISATA 14 2 1 0 0 11
3 TATA BOGA 0 0 0 0 0 0
    90 47% 7% 6% 8% 32%

TAHUN PELAJARAN: 2019


JUMLAH BELUM
N KOMPETENSI LULUSA BEKERJ KULIA WIRAUSAH BEKERJ TIDAK
O KEAHLIAN N A H A A TERDATA
AKOMODASI
1 PERHOTELAN 93 49 14 9 7 14
USAHA PERJALANAN
2 WISATA 22 11 6 1 4 0
3 TATA BOGA 0 0 0 0 0 0
    115 52% 17% 9% 10% 12%
Kondisi dimana banyaknya alumni jurusan akomodasi perhotelan yang terserap pada
IDUKA, membuat minat masyarakat baik orang tua maupun calon siswa untuk
melanjutkan jenjang pendidikan di SMKN 7 Kota Bengkulu khususnya pada kompetensi
keahlian akomodasi perhotelan semakain tinggi. Hal ini tentu menuntut pihak sekolah
untuk berbenah meningkatkan sarana penunjang proses pembelajaran sehingga tercipta
proses pembelajaran yang berkualitas, seperti ketercukupan tenaga guru produktif, ruang
kelas, ruang praktik siswa, dan alat-alat praktik siswa. Melalui program SMK Pusat
Keunggulan (SMK PK) ini, diharapkan hal tersebut dapat terwujud.
Pada tahun 2020, SMKN 7 Kota Bengkulu ditunjuk untuk menerima beberapa
bantuan dari Pemerintah Pusat, yaitu Banper Pembentukan Pusat Pengembangan Karir
Siswa (PPKS), Banper Budaya Kerja, dan penunjukan sebagai piloting Program Pelajar
Pancasila. Hal ini tentunya menjadi faktor pendukung bagi SMKN 7 Kota Bengkulu
untuk menjadi SMK Pusat Keunggulan (SMK PK).
B. URAIAN PROGRAM KEGIATAN
1. Rencana Pemenuhan Kebutuhan Laboratorium Hotel dan Bangunan Penunjang
serta Peralatan Praktik Keterampilan Kejuruan (Bantuan Fisik).
SMK Negeri 7 Kota Bengkulu telah memiliki beberapa fasilitas bangunan
yang digunakan sebagai tempat pembelajaran, namun kondisi saat ini sekolah sangat
memerlukan pengembangan dan penataan lingkungan kembali sehingga sejalan
dengan perkembangan Standar Industri Perhotelan di Indonesia. Banyak fasilitas
bangunan dan alat parktik siswa yang harus diperbaharui.
Untuk memenuhi tujuan SMK menjadi SMK Pusat Keunggulan (SMK PK)
tersebut dan mengoptimalkan proses yang akan dijalankan, bantuan pengadaan
pemenuhan kebutuhan yang menjadi sarana dan prasarana utama dan pendukung yang
terstandar IDUKA sangatlah diperlukan. Sarana dan prasarana tersebut nantinya akan
digunakan oleh siswa dan guru untuk bisa meningkatkan kompetensi masing - masing
secara holistik, sehingga mampu memenuhi tuntutan dan menghasilkan output lulusan
yang mampu bersaing di dunia kerja, sesuai dengan tuntutan kompetensi yang
diinginkan. Adapun sarana dan prasarana yg diperlukan seperti:
a. Program kegiatan pembangunan Laboratorium Perhotelan dan Bangunan
Penunjang serta pemenuhan alat-alat praktik bidang perhotelan.
SMK Negeri 7 Kota Bengkulu saat ini hanya memiliki ruang praktik dan
alat dengan kriteria standar minimal. Agar sekolah dapat menciptakan dan
menghasilkan lulusan yang sesuai dengan kebutuhan industri perhotelan, maka
sekolah memprogramkan untuk membangun Laboratorium Perhotelan serta
Bangunan Penunjang yang sesuai dengan tuntutan industri perhotelan dan
dilengkapi dengan alat-alat praktik bidang perhotelan yang update sesuai dengan
kondisi dunia perhotelan saat ini.
Dalam pembelajaran pada kompetensi keahlian perhotelan meliputi Front
office, Housekeeping, F&B dan Laundry, siswa diharapkan mampu memiliki
keterampilan dalam semua bidang tersebut. Oleh karena itu sangat dibutuhkan
laboratorium perhotelan yang sesuai dengan standar IDUKA Perhotelan saat ini.
Oleh karena itu SMKN 7 Kota Bengkulu mengajukan program
pembangunan laboratorium perhotelan yang dilengkapi dengan fasilitas
pendukungnya. Adapun fasilitas pendukung tersebut diantaranya: Mainentrance,
Front Office, Bell Desk Area, Lobby, Resto & Bar, Room (Standar, Superior,
Deluxe, dan Suite), Meeting Room, Pantry, Laundry, Back Office serta Area
dengan berbagai jenis lantai. Dengan dibangunnya laboratorium perhotelan ini,
diharapkan siswa akan lebih kompeten dalam hard skill dan soft skill di bidang
perhotelan.
b. Pembangunan Ruang Adminitrasi Sekolah dan Ruang Guru.
Saat ini SMK Negeri 7 Kota Bengkulu masih menggunakan satu bangunan yaitu
ruang guru, sedangkan ruang pimpinan dan ruang admintrasi (TU) masih
menumpang di ruang guru, sedangkan jumlah tenaga guru dan tenaga adminitrasi
tidak sesuai kapasitas ruangan yang ada. Sehingga beberapa tenaga pengajar dan
Tata usaha ditempatkan di ruang lain, seperti ruang RPS dan Perpustakaan sambil
menunggu tersedianya ruangan yang layak. Dalam mendukung SMKN 7 kota
Bengkulu menjadi SMK Pusat Keunggulan (SMK PK), maka pembangunan ruang
administrasi sekolah dan ruang guru yang layak menjadi sangat penting untuk
dilaksanakan.
c. Pembangunan Ruang Kelas.
SMK Negeri 7 Kota Bengkulu mempunyai ruang belajar yang belum sesuai
dengan jumlah siswa yang ada sehingga dalam kondisi normal proses belajar
mengajar menggunakan ruangan lain. Ruang kelas hanya mampu mengadakan
proses tatap muka normal pada saat ada sebagian siswa yang melaksanakan
kegiatan prakrind, karena beberapa rombel tidak menggunakan ruang kelas dalam
proses belajar mengajar sehari-hari. Adapun program yang akan diusulkan untuk
pembangunan lanjutan adalah melakukan renovasi ruang kelas menjadi bertingkat.
Hal ini dikarenakan keadaan lahan yang tidak tersedia lagi, maka jalan satu-
satunya membuat ruangan kelas menjadi bertingkat.
d. Program Kegiatan Penataan Lingkungan Sekolah.
Lingkungan sekolah yang asri dan indah merupakan faktor penunjang yang sangat
penting dalam menguatkan dan memotivasi siswa untuk senang belajar disekolah
dan merasa senang saat disekolah. Oleh karena itu sekolah memprogramkan
penataan lingkungan sekolah yang asri (aman, sehat, rindang dan indah).
2. Pengingkatan Kualitas SDM (Bantuan Non Fisik)
Pariwisata negeri ini tak melulu hanya mengembangkan dan mempromosikan
destinasi wisata yang tersebar di Tanah Air, namun juga perlu memerhatikan
peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di sektor pariwisata Indonesia.
Sumber daya manusia (SDM) bidang kepariwisataan masih perlu ditingkatkan seiring
dengan kemampuan sektor ini menyumbang devisa yang cukup besar bagi Negara.
Terlebih saat ini, perubahan dan perkembangan terus terjadi dalam era revolusi 4.0
dan sangat berpengaruh terhadap dunia pariwisata. Untuk itu, peningkatan kualitas
sumber daya manusia ini menjadi tantangan yang harus segera diatasi.
Dibidang perhotelan, kualitas SDM dalam pelayanan di sebuah hotel akan
sangat berpengaruh pada kualitas layanan hotel tersebut kepada para tamu pelanggan
pengguna jasa hotel. Pelanggan yang puas dengan pelayanan sebuah hotel tentu akan
memberikan kesan yang positif dan akan berdampak pada meningkatnya omset
pemasukan hotel tersebut.
Sebagai contoh misalnya pada departemen Housekeeping di sebuah hotel.
Standar pelayanan pada bidang ini mencakup Realibility, Responsiveness, Assurance,
Empathy, dan Tangibles. SDM yang diharapkan tentu memahami bagaimana
pelaksanaan dari lima standar pelayanan tersebut yang sesaui dengan harapan IDUKA
dan memberikan kepuasan pada pelanggan.
Contoh lain misalnya pada bidang Front Office. Front office adalah tempat
pertama tempat bertemu dengan tamu hotel. Untuk itu, bagian front office hotel harus
tahu seperti apa pelayanan prima diberikan. Agar pelayanan prima dapat tepat sasaran
diterima oleh tamu hotel, front office hotel harus memiliki penampilan yang rapi,
sopan, serta menarik. Pintar berkomunikasi dengan tamu hotel juga menjadi bagian
penting untuk memulai percakapan dengan mereka. Setiap kali front office hotel
melihat ada tamu hotel yang masuk, maka wajib untuk menyambut mereka. Seperti
mengucapkan kalimat sapa “Selamat datang”. Kemudian dengan sigap melayani apa
yang diperlukan oleh tamu hotel seperti memberikan pelayanan prima saat tamu hotel
check-in. dalam hal ini berarti kualitas SDM khususnya soft skill dan budaya kerja
menjadi prioritas.
Untuk mewujudkan kualitas SDM bidang perhotelan yang sesuai dengan
standar IDUKA, maka diperlukan Kepala Sekolah sebagai top manager, Guru, dan
tenaga kependidikan yang memiliki kompetensi, skill, pengetahuan dan sikap yang
sesuai dengan standar dunia perhotelan. Dengan demikian perlu dilakukan berbagai
upaya nyata agar hal tersebut dapat terwujud, diantaranya:
a. Pelatihan Kepala Sekolah
Menjadi Kepala Sekolah adalah pekerjaan menarik, menantang, dan tidak
gampang. Memang kualitas sekolah lebih banyak ditentukan oleh kualitas
gurunya. Namun, guru-guru terbaik sekalipun tidak akan bekerja dengan bagus
tanpa kepala sekolah yang bagus. Berikut ini adalah beberapa keterampilan
esensial yang dibutuhkan untuk menjadi kepala sekolah yang bagus.
1) Leadership Skills
Seorang Kepala Sekolah dituntut untuk memimpin para guru dan staf
non-guru di sekolah. Memimpin adalah mempengaruhi dan menggerakkan
sekelompok orang. Jadi, seorang kepala sekolah harus mampu mempengaruhi
dan menggerakkan guru dan staf di sekolahnya.
Kesulitan terbesar biasanya adalah apabila seorang Kepala Sekolah
berasal dari para guru sendiri. Tidak jarang para guru yang lebih senior atau
rekan kerja mencela atau menganggap remeh dan justru membuat kepala
sekolah tidak mampu bekerja dengan baik. Akan tetapi, seorang kepala sekolah
yang berasal dari luar organisasi sekolah pun memiliki tantangan tersendiri.
Antara lain, sikap anti atau mengambil jarak karena dia orang baru. Beberapa
Leadership Skills yang dibuthkan antara lain adalah kemampuan
berkomunikasi, mengungkapkan gagasan, dan mempengaruhi.
2) Managerial Skills
Bukan hanya mempengaruhi dan menggerakkan, seorang kepala sekolah
dituntut mampu mengelola operasional sekolah dalam tataran manajerial.
Mengadakan rapat, mengarahkan dan menempatkan orang di posisi yang tepat,
mengecek pekerjaan mereka, dan sebagainya adalah bagian dari keterampilan
manajerial. Tatkalah leadership skills seorang kepala sekolah bagus,
kemampuan manajerial yang kurang dapat ditutupi dengan menunjuk seorang
Wakil atau asisten yang mampu mengadministrasikan operasional sekolah.
3) Learning Skills
Menjadi kepala sekolah tidak otomatis menjadi orang sempurna. Adalah
sebuah kekeliruan jika guru atau pemilik sekolah menganggap bahwa seorang
kepala sekolah "sudah jadi" dan tidak perlu belajar. Sesungguhnya, seorang
kepala sekolah adalah seorang pembelajar sejati. Dia mampu menganalisis
persoalan, mendengarkan pendapat, mengelola emosi, serta membaca banyak
buku untuk belajar.
Sekolah adalah salah satu institusi dengan perkembangan content
knowledge tercepat. Ilmu pengetahuan berkembang setiap hari. Jika seorang
kepala sekolah tidak mau belajar dari buku atau dari orang lain, maka dapat
dipastikan bahwa institusi sekolah tidak akan mencapai tingkat yang lebih
berkualitas. Dengan tiga kemampuan esensial tersebut, maka seseorang akan
dikatakan siap untuk menjadi kepala sekolah. Dan, perlu kita perhatikan
bersama bahwa skills seorang kepala sekolah sangat berbeda dengan skills
seorang guru. Jadi, jika Anda adalah guru dan menganggap bahwa kenaikan
karir seorang guru adalah untuk menjadi seorang kepala sekolah, mungkin
Anda harus berpikir ulang. Sebab, kemampuan keduanya berbeda.(Sigit
Setyawan. Operational Director Sekolah Notre Dame Jakarta).
Kegiatan pelatihan Kepala Sekolah ini akan ditindak lanjuti setelah
dilakukan komunikasi dengan pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dan
LPMP untuk menentukan formulasi bentuk pelatihan kepala sekolah, agar hasil
yang diperoleh lebih sinkron.
b. Pemenuhan Kekurangan Guru Kejuruan dan Pelatihan Guru Kejuruan
Saat ini jumlah guru produktif bidang perhotelan masih sangat kurang.
Berdasarkan hasil analisis kebutuhan tenaga pendidik dan kependidikan SMKN 7
Kota Bengkulu tahun pelajaran 2019/2020, khusus untuk guru produktif perhotelan
dapat dilihat pada data berikut:
 Jumlah Jam Produktif Perhotelan : 361 jam
 Jumlah Rombel : 13 Rombel
 Jumlah Guru Produktif Perhotelan yang ada : 7 orang
 Jumlah Guru Produktif Perhotelan yang dibutuhkan : 15 orang
 Jumlah Kekurangan Guru Produktif Perhotelan : 8 orang
Kompetensi keahlian Akomodasi Perhotelan di SMN 7 sampai saat ini
memiliki 7 orang guru produktif perhotelan. Kondisinya 5 dari 7 orang guru
produktif perhotelan tersebut merupakan guru bersertifikat keahlian ganda, artinya
kompetensi dan skill para guru perlu di upgrade secara kontinyu dan
berkesinambungan. Kegiatan upgrade ini dapat dilakukan dalam bentuk pelatihan
guru produktif, kegiatan OJT di IDUKA baik tingkat daerah maupun nasional
bahkan international. Kemudian guru yang telah dilatih dan mengikuti kegiatan
OJT tersebut diharapkan dapat mengikuti kegiatan diklat asesor yang sangat
berguna dalam kegitan uji kompetensi siswa dan pembentukan LSP-1.
Melalui kegiatan ini diharapkan dapat semakin meningkatkan kualitas dan
kompetensi guru terutama guru produktif perhotelan, sehingga akan berpengaruh
pada kualitas pembelajaran di kelas bersama peserta didik. Kondisi ini diharapkan
akan berdampak pada meningkatnya kompetensi siswa yang sesuai dengan
tuntutan IDUKA.
3. Pelatihan Kurikulum/Pembelajaran Dengan Paradigma Baru (Bantuan Non
Fisik)
a. Workshop Penyelarasan Kurikulum
SMKN 7 Kota Bengkulu sudah melakukan penyelarasan kurikulum dengan
IDUKA, yaitu dengan Hotel Mercure untuk kompetensi keahlian akomodasi
perhotelan dan Aleska Wisata untuk kompetensi keahlian usaha perjalanan wisata.
Kurikulum SMKN 7 Kota Bengkulu sudah menerapkan kurikulum yang sesuai
dengan kebutuhan di IDUKA agar tercipta Link And Match dan kompetensi yang
dimiliki oleh siswa sesuai dengan kebutuhan IDUKA.
Strategi penerapan dan penyelarasan kurikulum ini dilakukan dengan
beberapa program kerja yang sesuai dengan MOU antara SMKN 7 Kota Bengkulu
dengan IDUKA, diantaranya:
1) Kelas Industri, dimana siswa ditempatkan di IDUKA untuk jangka waktu
tertentu dan melaksanakan pembelajaran langsung di industry.
2) Guru Tamu, dimana pihak IDUKA siap untuk menjadi guru langsung di kelas.
3) Narasumber, dimana IDUKA bersedia menjadi narasumber dalam kegiatan-
kegiatan di sekolah.
b. Workshop Pelaksanaan Pembelajaran Terpadu/Terintegrasi
Pembelajaran terpadu adalah upaya memadukan berbagai materi belajar
yang berkaitan, baik dalam satu displin ilmu maupun antar disiplin ilmu dengan
kehidupan dan kebutuhan nyata para siswa, sehingga proses belajar anak menjadi
sesuatu yang bermakna dan menyenangkan anak. Pembelajaran terpadu mengacu
kepada dua hal pokok, yaitu : 1) keterkaitan materi belajar antar disiplin ilmu
relevan dengan diikat/disatukan melalui tema pokok, dan 2) keterhubungan tema
pokok tersebut dengan kebutuhan dan kehidupan aktual para siswa. Dengan
demikian tingkat keterpaduannya tergantung kepada strategi dalam mengaitkan
dan menghubungkan materi belajar dengan pengalaman nyata para siswa.
Pada semester genap tahun pelajaran 2020/2021, SMKN 7 Kota Bengkulu
mulai menerapkan kurikulum pembelajaran terpadu dan disesuaikan dengan hasil
penyelarasan bersama IDUKA. Harapan dari kegiatan ini adalah selain
mendapatkan meteri pembelajaran, siswa diharapkan juga paham tentang budaya
kerja dan profil pelajar pancasila.
c. Workshop Penyusunan Bahan Ajar
Workshop tersebut menjelaskaan tentang teknis penyusunan bahan ajar serta
berbagai format bahan ajar yang ada. Semua pihak memahami konsep penyusunan
bahan ajar serta dipilihnya satu format bahan ajar manual yang akan digunakan.
Workshop tersebut dilanjutkan dengan rapat penyusunan bahan ajar untuk
kompetensi keahlian perhotelan.
Output dari kegiatan ini adalah dihasilkan sejumlah bahan ajar untuk
kompetensi keahlian perhotelan . Bahan ajar yang dikembangkan adalah bahan
ajar manual dengan materi yang diambil adalah materi hasil penyelarasan
kurikulum. Bahan ajar yang dikembangkan adalah bahan ajar yang materinya
termasuk baru sebagai dampak penyelarasan kurikulum dari iduka.
d. Workshop Perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian PKL bersama Iduka
Workshop tersebut menjelaskaan tentang berbagai teknis pelaksanaan PKL
serta berbagai administrasi yang diperlukan. Semua pihak memahami konsep
penyusunan program PKL. Workshop tersebut dilanjutkan dengan rapat
penyusunan program PKL.
Melalui aktivitas tersebut, dihasilkan tiga model PKL yang dilaksanakan
pada massa pandemic ini, yaitu : Project work, kewirausahaan, dan observasi.
Selain itu, teknis pelaksanaan PKL secara normal juga tetap menjadi salah satu
pilihan untuk dilakukan pada periode berikutnya sepanjang segala persayaratannya
terpenuhi. workshop tersebut juga menghasilkan berbagai administrasi yang
menunjang pelaksanaan PKL tersebut.
Ddi SMKN 7 Kota Bengkulu, program PKL untuk kompetensi keahlian
perhotelan selama ini dilaksanakan oleh siswa kelas XI selama minimal 6 bulan
diberbagai hotel baik di Provinsi Bengkulu maupun di beberapa kota besar
lainnya. Beberapa hotel yang menjadi tempat pelaksanaan PKL siswa selama ini
seperti Novotel, Grage Horizon, Grand Hyatt Bali, Radison, Santika dan lain
sebagainya.
Untuk selanjutnya, kegiatan PKL akan dilaksanakan oleh siswa kelas XII
selama 6 bulan baik di hotel lingkup lokal, nasional, bahkan internasional.
Perubahan PKL dari kelas XI ke kelas XII ini dilakukan mengingat untuk siswa
kelas XII sudah memenuhi persyaratan minimal dalam mengikuti program PKL
dan setelah program PKL tersebut selesai, siswa tersebut diharapkan dapat
langsung terserap oleh IDUKA. Selain itu secara sotf skill, siswa kelas XII
diharapkan akan lebih siap. Untuk menunjang kelancaran program PKL ini,
sebelum pelaksanaan PKL dimulai, pada kelas XI siswa sudah dilatih dan dibekali
sehingga siswa tersebut telah mendapatkan kemampuan hard skill dan soft skill
yang sesuai dengan standar IDUKA.
e. Workshop Perencanaan Sertifikasi Kompetensi Siswa dan Pembentukan
LSP-P1
Workshop tersebut menjelaskaan tentang berbagai teknis pelaksanaan
sertifikasi kompetensi yang mungkin dilakukan kepada siswa serta berbagai
administrasi yang diperlukan. Semua pihak memahami konsep pelaksanaan
sertifikasi kompetensi siswa oleh Iduka. Workshop tersebut dilanjutkan dengan
diskusi model pelaksanaan sertifikasi kompetensi nanti.
Melalui aktivitas tersebut, dihasilkan model sertifikasi kompetensi yang
akan dilakukan nanti kepada siswa. Iduka diharapkan siap untuk bersinergi dengan
LSP P1 dalam melaksanakan uji sertifikasi siswa. Sertifikasi kompetensi yang
dilaksanakan oleh Iduka ini diharapkan mampu menghasilkan kualitas yang lebih
baik serta meningkatkan daya serap lulusan di indutri.
f. Workshop Soft Skil dan Budaya Kerja Industri
Workshop tersebut menjelaskaan tentang berbagai bentuk soft skil dan
budaya kerja yang harus dimiliki oleh siswa yang sesuai dengan tuntutan Iduka.
Hal ini menjadi penting dilaksanakan agar siswa memahami jenis sotf skill apa
yang harus dimiliki jika sudah terjun ke industry. Tertanamnya soft skill ini
menjadi prioritas utama selain Higt Skill yang menjadi kunci sukses keberhasilan
siswa pada dunia kerja. Selain soft skill, kesiapan budaya kerja juga menjadi factor
utama agar siswa siap memasuki dunia kerja.
4. Pelatihan Digitalisasi Sekolah
“Dengan era revolusi industri 4.0, zamannya digital, kemudian bagaimana
menghadapi pasar karena ada perubahan trend. Kita tidak bisa hanya fokus dalam
pola-pola yang lama. Saat ini Kemendikbud ingin mengembangkan program
digitalisasi sekolah. Program ini bertujuan agar semua sekolah dimanapun berada
memiliki akses informasi dan konten pengajaran yang lebih mudah dengan sistem
digital. Program ini adalah untuk memberikan akses kemerdekaan untuk mendapat
akses informasi dan konten kesetaraan.
Program ini juga untuk membantu sekolah dalam mengembangkan manajemen
sekolah, optimalisasi anggaran dan juga kurikulum online sehingga kurikulum yang
tadinya hanya diajarkan offline atau tatap muka kini bisa lebih interaktif di sistem
pembelajaran online. Program digitalisasi sekolah ini ada berbagai macam. Ada
program yang berjalan terus seperti penguatan platform digital untuk membantu
sekolah sebagai upaya Kemendikbud dalam pembenahan manajemen sekolah,
optimasi anggaran, kurikulum online dan lainnya. Termasuk untuk membuat model
bahan belajar dan konten digital, sehingga kurikulum yang tadinya hanya offline, bisa
available di online. Selain itu, digitalisasi sekolah juga dimaksudkan untuk
meningkatkan mutu dan kualitas sekolah dengan meningkatkan akses berkolaborasi.
Meningkatkan channel-channel pembelajaran untuk meningkatkan kolaborasi dengan
guru-guru lain, dengan kursus-kursus atau tempat-tempat pelatihan lain, dengan
berbagai macam organisasi. SMKN 7 Kota Bengkulu bertekad akan menjadi SMK
Pusat Keunggulan dan menjadi SMK yang berbasis digital.
BAB IV
PENDANAAN DAN RENCANA AKSI PENGEMBANGAN SMK-PK
TAHUN 2021-2024

A. PEMBERI BANTUAN
Pemberian bantuan Pelaksanaan SMK yang Dikembangkan Menjadi SMK Pusat
Keunggulan (SMK PK) Prioritas Sektor Hospitality adalah Direktorat Jenderal Pendidikan
Vokasi melalui Direktorat SMK melalui DIPA Satuan Kerja Direktorat SMK Tahun 2021.

B. RENCANA PENGGUNAAN DANA


Program SMK Pusat Keunggulan ini akan dilaksanakan selama 5 tahun. Rencana
Penggunaan Dana (RPD) sudah termasuk pajak yang berlaku, secara garis besar
disampaikan sebagai berikut:
Rencana Anggaran
No Uraian Biaya
(Rp)
1 Rencana Dana Pembangunan Laboratorium Perhotelan 14.382.491.000
dan Bangunan Penunjang
2 Rencana Pembelian Kebutuhan Alat Praktek Akomodasi 100.000.000
Perhotelan dan Hotel System
3 Rencana Dana Pembangunan Ruang Administrasi 2.000.000.000
Sekolah dan Ruang Guru
4 Rencana Dana Program Penataan Lingkungan Sekolah 300.000.000
5 Rencana Dana Pembangunan Ruang Kelas 5.200.000000
6 Program Pelatihan dan Magang Kepala Sekolah dan 250.000.000
Guru Kejuruan
7 Pelatihan Kurikulum/Pembelajaran dengan Paradigma
Baru
a. Workshop Penyelarasan Kurikulum 12.100.000
b. Workshop Pelaksanaan Pembelajaran Terpadu 12.100.000
c. Workshop Penyusunan Bahan Ajar 15.000.000
d. Workshop Perencanaan, Pelaksanaan, dan Penilaian 30.000.000
PKL bersama IDUKA
e. Workshop Perencanaan Sertifikasi Kompetensi 50.000.000
Siswa dan Pembentukan LSP-P1
f. Workshop Soft Skill dan Budaya Kerja Indsutri 100.000.000
8 Pelatihan Digitalisasi dan Website Sekolah 30.000.000
Total 22.481.691.000

Terbilang : Dua Puluh Dua Miliar Empat Ratus Delapan Puluh Satu Juta Enam Ratus Sembilan
Puluh Satu Ribu Rupiah
C. RENCANA AKSI PENGEMBANGAN SMK-PK

N TAHUN
KEGIATAN KETERANGAN
O 2021-2022 2022-2023 2023-2024

KEGIATAN FISIK

1 Rencana Pemenuhan Kebutuhan Ruang Praktik Siswa (RPS) dan Peralatan Praktik Keterampilan Kejuruan (Bantuan Fisik).

e. Program kegiatan pembangunan ruang praktik siswa


(Lab Perhotelan) dan pemenuhan alat-alat praktik √
bidang perhotelan.
f. Pembangunan Ruang Adminitrasi Sekolah dan Ruang √
Guru.
g. Pembangunan Ruang Kelas. √

h. Program Kegiatan Penataan Lingkungan Sekolah.

 Penataan Lapangan, Kantin, dan Taman √

 Rehab Gedung Yang telah berumur 5 tahun keatas √

i.

KEGIATAN NON FISIK

1 Peningkatan Kualitas SDM

a. Pelatihan Kepala Sekolah


 Leadership Skills √
 Managerial Skills
 Learning Skills
b. Pemenuhan Kekurangan Guru Kejuruan dan √
Pelatihan Guru Kejuruan
2 Pelatihan Kurikulum/Pembelajaran Dengan
Paradigma Baru

a. Workshop Penyelarasan Kurikulum √

b. Workshop Pelaksanaan Pembelajaran √


Terpadu/Terintegrasi
c. Workshop Penyusunan Bahan Ajar √

d. Workshop Perencanaan, Pelaksanaan, dan Penilaian



PKL bersama IDUKA
e. Workshop Perencanaan Sertifikasi Kompetensi Siswa √
dan Pembentukan LSP-P1
f. Workshop Soft Skill dan Budaya Kerja Industri √

3 Pelatihan Digitalisasi Sekolah √


BAB V
PENUTUP

SMKN 7 Kota Bengkulu dengan segala potensi, keunggulan dan sumber daya yang
dimiliki sangat berkomitmen untuk membangun SMK yang berkualitas, berkarakter,
berbudaya kerja dan berprofil pancasila serta memiliki Link and Match dengan IDUKA
sehingga dapat menyiapkan alumni yang sesuai dengan tuntuan dan standar IDUKA dengan
dibekali kompetensi, Hard Skill dan Soft Skill sehingga tamatan SMKN 7 Kota Bengkulu
dapat terserap pada IDUKA serta membekali siswa dengan jiwa entrepreneurship dan skill
kewirausahaan sehingga dapat menjadikan wirausaha sebagai pilihan dan alternatif lain bagi
alumni SMKN 7 Kota Bengkulu.

Untuk mewujudkan hal tersebut, SMKN 7 Kota Bengkulu sangat berharap menjadi
salah satu SMK yang akan menerima Banper Program Fasilitas Pengembangan SMK
Menjadi SMK Pusat Keunggulan (SMK PK) Prioritas Sektor Hospitality Tahun Anggaran
2021. Demikian yang disampaikan semoga proposal ini dapat disetujui. Atas perhatian dan
bantuan yang diberikan diucapkan terimakasih.
Lampiran
1. Fotokopi SK Pengangkatan Kepala Sekolah;
2. Foto Copy Sertifikat Tanah
3. Fotokopi ijin operasional/ijin pendirian sekolah/sertifikat akreditasi sekolah;
4. Data Penerimaan Siswa Baru 2020/2021
5. Data Tracer Study 3 Tahun Terakhir
6. Jumlah Keadaan Seluruh Siswa SMK Negeri 7 Kota Bengkulu
7. Foto Lokasi Pembangunan RPS
8. Sertifikat Pelatihan Guru Produktif Perhotelan
FOTO PENDUKUNG

Anda mungkin juga menyukai