Anda di halaman 1dari 151

TUGAS AUDITING II SOAL LATIHAN DAN PILIHAN

BERGANDA

Disusun Oleh :

Anggraini Mifta Ilma (170522032)


Regina Ria Yohana Siahaan (170522044)
Risky Putri (170522050)

Mata Kuliah : Auditing II


Dosen : Drs. Hasan Sakti Siregar, M.Si, Ak
Program Studi : Akuntansi Ekstensi

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

2019
BAB 12- Model Belajar-Mengajar Metodelogi Audit
SOAL LATIHAN
1. Sebutkan dua hal penting yang harus diperhatikan dalam belajar-mengajar
metodelogi auditing.
Jawab :
1. Belajar mengajar metodelogi auditing memerlukan sebuah peta sistem informasi
akuntansi di tangan mahasiswa dan dosen.
2. Berbagai metodelogi audit yang tercantum dalam buku teks didasari oleh suatu
model sistem informasi akuntansi tertentu. (hal : 4)

2. Jelaskan mengapa sistem informasi akuntansi menempati peran penting dalam


belajar mengajar perancangan program audit untuk pengujian pengendalian
dan untuk pengujian subtantif.
Jawab : karena auditing pada dasarnya merupakan audit sistematik terhadap informasi
yang disajikan dalam laporan keuangan , yang merupakan hasil dari sistem informasi
akuntansi. Maka, tidaklah mungkin orang dapat melakukan audit terhadap laporan
keuangan, tanpa memahami sistem informasi akuntansi yang digunakan sebagai alat
untuk mengahsilkan laporan tersebut. (hal :5)

3. Sebut dan jelaskan secara ringkas lima tahap perancangan program audit
untuk pengujian pengendalian.
Jawab :
1. Pemahaman terhadap sistem informasi akuntansi untuk pelaksanaan transaksi,
untuk merancang program audit untuk menguji pengendalian perlu adanya
pemahaman sistem informasi akuntansi yang memberikan gambaran bagaimana
entitas melaksanakan transaksi bisnis, bagaimana entitas mengolah informasi
yang dihasilkan dari transaksi bisnis yang diajalankan.
2. Penetuan kemungkinan salah saji potensial dalam setiap tahap pelaksanaan
transaksi,setiap transaksi bisnis selalu didalamnya ada resiko terjadi salah saji
maka auditor perlu memahami hal yang beresiko terdapat kesalahan tersebut.
3. Penentuan aktivitas pengendalian yang diperlukan untuk mendeteksi dan
mencegah salah saji potensial dalam setiap pelaksanaan transaksi,pemahaman
auditor terhadap aktivitas pengendalian sangat diperlukan untuk mendeteksi
kemungkinan adanya salah saji.
4. Penentuan prosedur audit untuk mendeteksi efektivitas aktivias
pengendalian,untuk setiap aktivitas pengendalian yang diperlukan untuk
mendeteksi dan mencegah salah saji potensial, auditor menentukan prosedur
audit untuk pengujian pengendalian yang diperlukan.
5. Penyusunan program audit untuk pengujian pengendalian terhadap transaksi ,
dari tahapan prosedur audit pengjian pengendalian yang dihasilkan dari langkah-
langkah auditor kemudian mengelompokkan kembali prosedur audit untuk
pengujian pengendalian menurut aserasi yang dituju : keberadaan atau kejadian,
kelengkapan, penilaian atau alokasi. (hal : 7)

4. Sebutkan dan jelaskan secara singkat tiga tahap perancangan program audit
untuk pengujian subtantif.
Jawab :
1. Menentukan tujuan audit khusus untuk setiap asersi yang berkaitan dnegan saldo
akun, yang terdiri dari, menentukan keberadaan dan keterjadian, kelengkapan,
hak dan kewajiban, penilaian atau alokasi, penyajian dan pengungkapan
2. Menentukan prosedur audit dalam pengujian subtantif untuk mncapai tujuan audit
khusus yang telah ditetapkan.
3. Menyusun program audit dengan mengelompokkan prosedur audit dalam
pengujian subtantif yang dimulai dari : prosedur audit awal, prosedur analitik,
pengujian terhadap transaksi rinci , pengujian terhadap saldo akun rinci,
pemeriksaan terhadap penyajian dan pengungkapan. (hal : 22)

5. Dalam belajar perancangan program pengujian pengendalian, mahasiswa perlu


memahami informasi akuntansi yang menjadi modelnya.
a- Sebutkan manfaat yang diperoleh entitas dari sistem informasi akuntansi.
b- Apa yang akan terjadi jika orang belajar perancangan program audit untuk
pengujian pengendalian dan menguji subtantif tanpa menggunakan sistem
informasi akuntansi sebagai model.
Jawab :
a. Manfaat yang diperoleh entitas terjadinya efektifitas terhadap pengelolaan setiap
transaksi bisnis yang terjadi, dimulai dari melakukan identifikasi dan pencatatan
hanya transaksi yang sah, maka adanya asersi keberadaan atau keterjadian
transaksi yang jelas, indentifikasi terhadap kelengkapan dari transaksi dengan
sistem informasi akuntansi, memberikan keyakinan bahwa aktiva yang dicatat
merupakan hak dan kewajiban dari entitas, memberikan kemudahan penilaian
dan alokasi pada penyajian laporan keuangan, mencakup secara rinci laporan
keuangan yaitu dalam penyajian dan pengungkapan.
b. Perancangan program audit tanpa adanya sistem informasi akuntansi maka
kemungkinan akan memakan waktu untuk menyajikan laporan keuangan atau
kurang efektif jika dilakukan dengan manual, kemungkinan terjadinya salah saji,
dan Penyalahgunaan bukti transaksi untuk melakukan penggelapan transaksi bisa
terjadi . (hal : 7)

6. Sebutkan enam siklus transaksi suatu perusahaan manufaktur dan sebutkan


pula berbagai sistem informasi akuntansi yang terdapat dalam masing-masing
siklus transaksi tersebut.
Jawab :
1. Siklus pendapatan, dimana mencakup transaksi penjualan, penerimaan kas, dan
adjusmen penjualan.
2. Siklus pengeluaran , mencakup transaksi pembelian dan pengeluaran kas
3. Siklus produksi, mencakup biaya produksi
4. Siklus jasa personel, mencakup gaji dan upah karyawan.
5. Siklus investasi, mencakup investasi jangka panjang maupu investasi sementara
yang diterima entitas.
6. Siklus pembelanjaan, yang mencakup utang jangka panjang yang dimiliki, dan
ekuitas dari pemegang saham. (hal :3)

7. Dalam perancangan program audit untuk pengujian pengendalian, auditor


perlu memperkirakan salah saji potensial, dalam setiap pelaksanaan transaksi
dan penentuan aktivitas pengendalian. Sebutkan aktivitas pengendalian apa
saja yang perlu dipertimbangkan dalam penentuan unsur pengendalian intern
tersebut dalam setiap tahap pelaksanaan transaksi.
Jawab :
1. Pengendalian pengelolaan informasi, yang mencakup :
a. Otorisasi semestinya terhadap transaksi.
b. Dokumen dan catatan.
c. Pengecekan independen
2. Pemisahan tugas.
3. Pengendalian fisik.
4. Review terhadap kinerja. (hal : 8)

8. Dalam pengejuan pengendalian terhadap sistem penjualan tunai suatu toko


buku, auditor memilih sampel faktur penjualan tunai dan kemudian melakukan
serangkaian prosedur pemerikasaan.
a. Sebutkan rangkaian prosedur audit yang bersangkutan dengan
pengambilan sampel faktur penjualan tunai tersebut.
b. Di bagian apa auditor melakukan pengambilan sampel faktur penjualan
tunai tersebut?
Jawab :
a. Prosedur audit yang berkaitan dalam pengambilan sampel faktur penjualan.
- Periksa otorisasi dari fungsi penjualan yang tercantum didalamnya.
- Periksa cap “lunas” yang tercantum di dalamnya.
- Periksa pita register kas yang dilampirkan pada faktur tersebut.
- Periksa cap “sudah diserahkkan” yang dibubuhkan oleh fungsi pengiriman
barang.
- Periksa tanda tangan otorisasi pencatatan faktur tersebut ke dalam catatan
akuntansi.
- Periksa apakah bernomor urut atau acak
- Periksa pertanggungjawaban penggunaan nomor urut tercetaknya.
b. Auditor melakukan pengambilan sampel faktur pada bagian pengiriman buku pada
saat penyerahan buku, jika terjadi barang tidak diotorisasi oleh berwenang maka
auditor perlu memeriksa sampel faktur penjualan tunai dam memeriksa cap “sudah
diserahkan” yang tercantum didalamnya.(hal: 17 dan 11)

9. Dalam pengujian pengendalian terhadap sistem penjualan tnai suatu toko buku,
auditor memilih sampel bukti setor bank dan kemudian melakukan serangkaian
prosedur audit.
a. Sebutkan rangkaian prosedur audit yang bersangkutan dengan
pengambilan sampel bukti setor bank tersebut.
b. Di bagian-bagian apa saja auditor tersebut melakukan berbagai prosedur
audit tersebut?
Jawab :
a. Rangkaian prosedur audit yang bersangkutan dengan pengambilan sampel bukti
setor bank.
- Pilih sampel bukti setor bank, bandingkan bukti setor bank tersebut dengan pita
hasil pembacaan register kas.
- Bandingkan jumlah kas yang tercantum dalam bukti setor bank dengan jumlah
penerimaan kas yang dicatat dalam jurnal penerimaan kas.
b. Auditor mengambil sampel bukti setor pada bagian kas pada saat menerima uang,
mengoperasikan register kas, mengisibukti setor kas hingga menyerahkan bukti
setor tersebut ke bank. (hal : 11)

10. Dalam pengujian pengendalian terhadap sistem penjualan tunai suatu toko
buku, auditor memilih sampel rekonsiliasi bank dan kemudian
melakukanserangkaian prosedur audit.
a. Sebutkan rangkaian prosedur audit yang bersangkutan dengan mengambil
sampel rekonsiliasi bank tersebut.
b. Di bagian apa auditor melakukan pengambilan sampel rekonsiliasi bank
tersebut?
Jawab :
a. Rangkaian prosedur audit yang bersangkutan dengan sampel rekonsiliasi
- Pilih sampel rekonsiliasi yang dibuat klien kemudian periksa rekonsiliasi bank
yang dibuat oleh fungsi audit intern.
- Bandingkan informasi dalam rekonsiliasi bank dengan jurnal kas dan rekening
Koran yang bersangkutan.
b. Auditor mengambil sampel dibagian penerimaan kas.
(hal : 18)

11. Sebutkan prinsip akuntansi berterima umum dalam penyajian kas di neraca
1. Kas adalah uang tunai atau unsur lain yang dapat diungkapkan pada nilai
nominalnya dan saldo simpanan entitas di bank pada tanggal neraca, yang dapat
digunakan setiap saat tanpa batasan dari bank atau perjanjian lain.
2. Saldo rekening giro dalam mata uang asing disajikan dalam neraca pada nilai
kursnya pada tanggal neraca.
3. Bank overdraft harus disajikan dalam kelompok utang lancar. (hal : 27)

12. Sebutkan tujuan yang hendak dicapai dalam pengujian substansif terhadap kas.
1. Memperoleh keyakinan keandalan catatn akuntansi yang bersangkutan dengan
kas.
2. Membuktikan keberadaan kas dan keterjadian transaksi yang berkaitan dengan
kas yang tercantum di neraca.
3. Membuktikan hak kepemilikan klien atas kas tercantumkan di neraca.
4. Membuktikan kewajaran penilaian kas yang dicantumkan di neraca.
5. Membuktikan kewajaran penyajian dan pengungkapan kas di neraca.

SOAL PILIHAN GANDA


1. Berikut ini adalah tahap – tahap perancangan program audit untuk pengujian
pengendalian, kecuali :
D. Pengumpulan informasi untuk memahami pengendalian intern yang
diberlakukan dalam entitas klien.

2. Faktor yang mendasari perancangan program audit untuk pengujian pengendalian


dan untuk pengujian subtantif adalah :
C. Sistem informasi akuntansi.

3. Berikut ini adalah tahap-tahap perancangan program audit untuk pengujian


subtantif, kecuali :
D. Penentuan aktivitas pengendalian yang diperlukan untuk mendeteksi dan
mencegahsalah saji dalam setiap tahap pelaksanaan transaksi.

4. Dalam menyusun kuesioner pengendalian intern, auditor harus merinci lebih


dahulu aktivitas pengendalian yang seharusnya terdapat dalam sistem informasi
akuntansi yang menjadi objek pemeriksaannya. Berikut ini adalah aktivitas
pengendalian yang biasanya dirinci oleh auditor dalam rangka mengembangkan
kuesioner pengendalian intern, kecuali:
D. Prosedur audit untuk mendeteksi efektivitas aktivitas pengendalian intern.

5. Dalam kuesioner pengendalian internya auditor mengajukan pertanyaan “apakah


faktur penjualan tunai bernomor urut tercetak, dan pemakaiannya
dipertanggungjawabkan oleh yang berwenang?” dalam pertanyaan ini auditor
mengumpulkan informasi aktivitas pengendalian :
A. Dokumen dan catatan.
6. Dalam kuesioner pengendalian internnya auditor mengajukan pertanyaan:
“apakah fungsi penjualan terpisah dari fungsi akuntansi?” dalam pertanyaan ini
auditor mengumpulkan informasi aktivitas pengendalian :
B. Pemisahan tugas

7. Dalam kuesioner pengendalian internnya auditor mengajukan pertanyaan :


“Apakah faktur penjualan tunai diotorisasi oleh yang berwenang dan dilampiri
dengan dokumen pendukung yang sah?” dalam pernyataan ini auditor
mengumpulkan informasi unsur pokok pengendalian intern :
A. Pengendalian fisik

8. Dalam program pengujian pengendalian terhadap sistem penjualan tunai auditor


menempuh prosedur audit : “lakukan pengamatan pemisahan fungsi akuntansi
dan dungsi-fungsi penerimaan kas, penjualan, dan fungsi penyerahan barang.”
Dalam prosedur audit ini auditor membuktikan adanya aktivitas pengendalian
berikut ini :
A. Pemisahan tugas

9. Berikut ini adalah bukti documenter yang diperiksa oleh auditor dalam pengujian
pengendalian terhadap sistem penjualan tunai, kecuali :
B. Surat order pembelian.

10. Dalam program pengujian pengendalian terhadap sistem penjualan tunai auditor
menempuh prosedur audit : “Pilih sampel bukti setor bank, kemudian bandingkan
jumlah kas yang tercantum dalam bukti setor dengan jumlah kas yang dicatat
dalam jurnal penerimaan kas.” Dalam prosedur audit ini , auditor membuktikan
adanya pengendalian terhadap kas berikut ini :
A. Jumlah kas yang diterima dari penjualan tunai disetor seluruhnya ke bank
pada hari yang sama atau hari kerja berikutnya (asersi kelengkapan).
BAB 13- Audit Terhadap Siklus Pendapatan: Pengujian Pengendalian

SOAL LATIHAN

1. Sebutkan berbagai sistem informasi akuntansi yang membentuk siklus pendapatan


dalam suatu perusahaan manufaktur.
Jawaban :

1. Sistem penjualan kredit


2. Sistem penjualan tunai
3. Sistem retur penjualan
4. Sistem pencadangan kerugian piutang
5. Sistem penghapusan piutang

Sumber : Halaman 36

2. Sebutkan berbagai prosedur yang termasuk dalam sistem informasi akuntansi berikut
ini :
a. Penjualan kredit
b. Retur penjualan
c. Pencadangan kerugian piutang
d. Penghapusan piutang

Jawaban :

A. Sistem Penjualan Kredit, terdiri dari berbagai prosedur :


a. Prosedur order penjualan
b. Prosedur persetujuan kredit
c. Prosedur pengiriman barang
d. Prosedur penagihan
e. Prosedur pencatatan piutang
f. Prosedur pencatatan pendapatan penjualan kredit
g. Prosedur pencatatan kos produk jadi yang dijual
B. Sistem Retur Penjualan, terdiri dari berbagai prosedur :
a. Prosedur penerimaan barang
b. Prosedur pencatatan piutang usaha
c. Prosedur pencatatan retur penjualan
C. Sistem Pencadangan Kerugian Piutang, terdiri dari berbagai prosedur :
a. Prosedur pembuatan bukti memorial
b. Prosedur pencatatan cadangan kerugian piutang
D. Sistem Penghapusan Piutang, terdiri dari berbagai prosedur :
a. Prosedur pembuatan bukti memorial
b. Prosedur pencatatan penghapusan piutang
3. Sebutkan tujuan audit terhadap siklus pendapatan.
Jawaban :

Kelompok Asersi Tujuan Audit Terhadap Tujuan Audit Terhadap


Golongan Transaksi Saldo Akun
Keberadaan atau Transaksi penjualan kredit Piutang usaha
Keterjadian dan tunai mencerminkan mencerminkan jumlah
produk yang diserahkan yang terutang oleh
kepada customer selama customer yang ada pada
periode yang diaudit. tanggal neraca.

Transaksi adjustment
penjualan mencerminkan
pengurangan penjualan
karena retur penjualan,
pencadangan kerugian
piurtang, dan penghapusan
piutang yang diotorisasi
selama periode yang
diaudit.
Kelengkapan Semua transaksi penjualan Piutang usaha mencakup
dan adjustment terhadap semua klaim kepada
penjualan yang terjadi customers pada tanggal
selama periode yang neraca.
diaudit telah dicatat.
Hak dan Kewajiban Entitas memiliki hak atas Piutang usaha pada
piutang usaha dan kas tanggal neraca
sebagai hasil dari transaksimencerminkan klaim
dalam siklus pendapatan. resmi, entitas kepada
customers.
Penilaian atau alokasi Semua transaksi penjualan Piutang usaha
dan adjusment penjualan mencerminkan klaim
telah dicatat dalam jurnal, yang baik pada tanggal
diringkas, dan diposting ke neraca dan sesuai dengan
dalam akun dengan benar. jumlah buku pembantu
piutang.

Cadangan kerugian
piutang mencerminkan
estimasi yang masuk akal
beda antara jumlah
piutang bruto dengan nilai
piutang usaha bersih yang
dapat direalisasikan.
Penyajian dan Rincian transaksi penjualan Piutang usaha
pengungkapan. dan adjustment penjualan diidentifikasi dan
mendukung penyajian diklasifikasi dengan
angka penjualan dan semestinya dalam neraca.
piutang usaha dalam
laporan keuangan, baik Pengungkapan memadai
klasifikasinya maupun telah dibuat berkaitan
pengungkapannya. dengan piutang usaha
yang digadaikan atau
dianjakkan.

4. Untuk merancang program audit untuk pengujian pengendalian, sebutkan tahap –


tahap yang harus dilalui oleh auditor.
Jawaban:

1. Persetujuan surat order pengiriman yang dilaksanakan oleh fungsi penjualan.


2. Pengiriman barang yang dilaksanakan oleh fungsi pengiriman barang.
3. Penagihan customer yang dilaksanakan oleh fungsi penagihan.
4. Pengiriman pernyataan piutang bulanan dan penindaklanjutan keluhan dari
customer yang dilaksanakan oleh fungsi pencatatan piutang.
Sumber : Hal 53.

5. Sebutkan fungsi – fungsi yang terkait dalam sistem penjualan kredit suatu perusahaan
manufaktur. Sebutkan pula unit – unit organisasi yang bertanggungjawab atas masing
– masing fungsi tersebut dan jelaskan pula perannya masing – masing.
Jawaban :

Nama Fungsi Unit Organisasi Pemegang Fungsi


Fungsi penjualan Bagian Order Penjualan
Fungsi pemberi otorisasi kredit Bagian Kredit
Fungsi penyimpanan barang Bagian Gudang
Fungsi pengiriman barang Bagian pengiriman
Fungsi penagihan Bagian Penagihan
Fungsi pencatatan piutang Bagian Piutang
Fungsi akuntansi biaya Bagian Akuntansi Biaya
Fungsi akuntansi umum Bagian Akuntansi Umum
Fungsi penerimaan barang Bagian Penerimaan Barang
Sumber : Halaman 39

6. Sebutkan nama-nama dokumen penting dalam pelaksanaan transaksi penjualan kredit


dan jelaskan pula fungsinya masing – masing.
Jawaban:

a. Surat order pengiriman. Dokumen ini merupakan lembar pertama surat order
pengiriman yang memberikan otorisasi kepada funsgi pengiriman untuk
mengirimkan jenis barang dengan jumlah dan spesifikasi seperti yang tertera di
atas dokumen tersebut.
b. Tembusan kredit (credits copy). Merupakan dokumen yang digunakan untuk
memperoleh status kredit customers dan untuk mendapatkan otorisasi penjualan
kredit dari fungsi pemberi otorisasi kredit.
c. Surat pengakuan (acknowledgement copy). Dokumen ini dikirimkan oleh fungsi
penjualan kepada customer untuk memberitahu bahwa ordernya telah diterima
dan dalam proses pengiriman.
d. Surat muat (bill of lading). Tembusan surat muat ini merupakan dokumen yang
digunakan sebagai bukti penyerahan barang dari perusahaan kepada perusahaan
angkutan umum, dan satu lembar disimpan oleh perusahaan setelah
ditandatangani oleh wakil perusahaan angkutan umum tersebut.
e. Slip pembungkus (packing slip). Dokumen ini ditempelkan pada pembungkus
barang untuk memudahkan fungsi penerimaan customer mengidentifikasi barang
– barang yang diterimanya.
f. Tembusan gudang (warehouse copy). Merupakan tembusan surat order
pengiriman yang dikirim ke fungsi gudang untuk menyiapakan jenis barang
dengan jumlah seperti yang tercantum di dalamnya, agar penyerahan barang
tersebut ke fungsi pengiriman, dan untuk mencatat barang yang dijual dalam
kartu gudang.
g. Arsip pengawasan pengiriman (sales order follow-up copy). Merupakan
tembusan surat order pengiriman yang diarsipakan oleh fungsi penjualan menurut
tanggal pengiriman yang dijanjikan. Jika fungsi penjualan telah menerima
tembusan surat order pengiriman dari fungsi pengiriman yang merupakan bukti
telah dilaksanakan pengiriman barang, arsip pengawasan pengiriman ini
kemudian diambil dan dipindahkan ke arsip order pengiriman yang telah
dipenuhi. Arsip pengawasan pengiriman merupakan sumber informasi untuk
membuat laporan mengenai pesanan customer yang belum dipenuhi (order
backlogs).
h. Arsip indeks silang (cross-index file copy). Merupakan tembusan surat order
pengiriman yang diarsipakn secara alfabetik menurut nama customer untuk
memudahkan menjawab pertanyaan-pertanyaan dari customer mengenai status
pesanannya.

Sumber : Halaman 41-42

7. Sebutkan nama berbagai tembusan surat order pengiriman dan jelaskan pula fungsi
setiap tembusan tersebut.
Jawaban:

a. Surat order pengiriman. Dokumen ini merupakan lembar pertama surat order
pengiriman yang memberikan otorisasi kepada funsgi pengiriman untuk
mengirimkan jenis barang dengan jumlah dan spesifikasi seperti yang tertera di
atas dokumen tersebut.
b. Tembusan kredit (credits copy). Merupakan dokumen yang digunakan untuk
memperoleh status kredit customers dan untuk mendapatkan otorisasi penjualan
kredit dari fungsi pemberi otorisasi kredit.
c. Surat pengakuan (acknowledgement copy). Dokumen ini dikirimkan oleh fungsi
penjualan kepada customer untuk memberitahu bahwa ordernya telah diterima
dan dalam proses pengiriman.
d. Surat muat (bill of lading). Tembusan surat muat ini merupakan dokumen yang
digunakan sebagai bukti penyerahan barang dari perusahaan kepada perusahaan
angkutan umum, dan satu lembar disimpan oleh perusahaan setelah
ditandatangani oleh wakil perusahaan angkutan umum tersebut.
e. Slip pembungkus (packing slip). Dokumen ini ditempelkan pada pembungkus
barang untuk memudahkan fungsi penerimaan customer mengidentifikasi barang
– barang yang diterimanya.
f. Tembusan gudang (warehouse copy). Merupakan tembusan surat order
pengiriman yang dikirim ke fungsi gudang untuk menyiapakan jenis barang
dengan jumlah seperti yang tercantum di dalamnya, agar penyerahan barang
tersebut ke fungsi pengiriman, dan untuk mencatat barang yang dijual dalam
kartu gudang.
g. Arsip pengawasan pengiriman (sales order follow-up copy). Merupakan
tembusan surat order pengiriman yang diarsipakan oleh fungsi penjualan menurut
tanggal pengiriman yang dijanjikan. Jika fungsi penjualan telah menerima
tembusan surat order pengiriman dari fungsi pengiriman yang merupakan bukti
telah dilaksanakan pengiriman barang, arsip pengawasan pengiriman ini
kemudian diambil dan dipindahkan ke arsip order pengiriman yang telah
dipenuhi. Arsip pengawasan pengiriman merupakan sumber informasi untuk
membuat laporan mengenai pesanan customer yang belum dipenuhi (order
backlogs).
h. Arsip indeks silang (cross-index file copy). Merupakan tembusan surat order
pengiriman yang diarsipakn secara alfabetik menurut nama customer untuk
memudahkan menjawab pertanyaan-pertanyaan dari customer mengenai status
pesanannya.

Sumber : Halaman 41-42

8. Sebutkan nama berbagai tembusan faktur penjualan dan jelaskan pula fungsi setiap
tembusan tersebut.
Jawaban :

Faktur penjualan merupakan dokumen yang dipakai sebagai dasar untuk mencatat

timbulnya piutang. Berbagai tembusan faktur penjualan terdiri dari :

a. Faktur penjualan (customer’s copies). Dokumen ini merupakan lembar pertama


yang dikirim kepada customer. Jumlah lembar faktur penjualan yang dikirim
kepada cutomer adalah tergantung dari permintaan customer.
b. Tembusan piutang (accounts receivable copy). Merupakan tembusan faktur
penjualan yang dikirimkan ke fungsi pencatat piutang sebagai dasar untuk
mencatat piutang dalam buku pembantu piutang.
c. Tembusan jurnal penjualan (sales journal copy). Merupakan tembusan yang
dikirimkan ke fungsi akuntansi umum sebagai dasar untuk mencatat transaksi
penjualan ke dalam jurnal penjualan.
d. Tembusan analisis (analysis copy). Merupakan tembusan yang dikirim ke fungsi
akuntansi biaya sebagai dasar untuk menghitung kos produk yang dijual yang
dicatat dalam buku pembantu sediaan, untuk analisis penjualan, dan untuk
perhitungan komisi wiraniaga (salesperson).
e. Tembusan wiraniaga (salesperson copy). Dikirimkan kepada wiraniaga untuk
memberitahu bahwa order dari customer yang lewat di tangannya telah dipenuhi
sehingga memungkinkannya menghitung komisi penjualan yang menjadi haknya.

Sumber : halaman 42

9. Sebutkan nama – nama catatan akuntansi yang digunakan dalam sistem penjualan
kredit.
Jawaban :

- Jurnal penjualan
- Jurnal umum
- Buku pembantu piutang
- Buku pembantu sediaan
- Buku besar

Sumber : halaman 43-44

10. Sebutkan salah saji potensial dan aktivitas pengendalian yang diperlukan dalam dua
tahap transaksi penjualan kredit berikut ini:
Jawaban:

Tahap Transaksi Salah Saji Potensial Aktivitas Pengendalian yang


Diperlukan
Tahap Pengiriman Barang dikeluarkan dari Barang dikeluarkan dari
Barang gudang untuk orde yang gudang hanya atau dasar
tidak sah surat order pengiriman yang
telah diotorisasi
Barang yang dikirim
tidak sama dengan barang Pengecekan barang yang
yang dipesan dikirim dengan surat orde
pengiriman
Pengiriman barang yang
tidak diotorisasi dapat Pemisahan fungsi
terjadi pengiriman barang dengan
fungsi penjualan

Pembuatan dokumen
pengiriman untuk setiap
pengiriman barang
Tahap Penagihan Penagihan dibuat untuk Setiap faktur penjualan
transaksi fiktif harus dilampiri dengan surat
order penjualan yang telah
diotorisasi dan dokumen
pengiriman

Pengiriman barang tidak Pencocokan faktur


diikuti dengan penagihan penjualan dengan dokumen
pengiriman

Faktur penjualan berisi Pertanggungjawaban secara


harga yang periodik dokumen
pengiriman.

Pengecekan independen
pemberian harga dalam
faktur penjualan.

11. Dalam tahap pencatatan transaksi penjualan kredit:


a. Sebutkan salah saji potensial yang dapat terjadi.
b. Sebutkan aktivitas pengendalian yang diperlukan untuk mendeteksi dan
mencegah salah saji tersebut.
c. Sebutkan pengujian pengendalian yang dapat digunakan oleh auditor untuk
mendeteksi adanya aktivitas pengendalian yang saudara sebutkan pada butir b
tersebut.

Jawaban:

Tahap Transaksi Salah Saji Aktivitas Pengendalian Pengujian


Potensial yang diperlukan Pengendalian yang
Dapat
Dilaksanakan
Pencatatan Transaksi Setiap pencatatan harus Lakukan
penjualan dilandasi dokumen pemeriksaan
kredit fiktif sumber faktur penjualan terhadap dokumen
dicatat dan dokumen pendukung pendukung
yang lengkap

Pengecekan secara
independen penting
kedalam buku pembantu Review bukti
Dengan akun adanya pengecekan
Faktur Kontrol piutang dalam indepen
penjualan tidak buku besar
dicatat ke
Piutang Pertanggungjawaban
customer semua faktur penjualan
secara periodik Lakukan
pengamatan
terhadap prosedur
Panduan akun dan review pelaksanaan
pemberian kode akun kembali

Lakukan
pengamatan
Pengiriman pernyataan terhadap prosedur
piutang bulanan kepada pelaksanaan
debitur kembali

Lakukan
pengamatan
pengiriman
pernyataan piutang
bulanan

Sumber : Halaman 50

12. Untuk mendeteksi dan mencegah terjadinya penjualan kredit yang tidak diotorisasi,
sebutkan aktivitas pengendalian yang diperlukan. Jelaskan mengapa dua aktivitas
pengendalian yang saudara sebutkan dapat mendeteksi dan mencegah terjadinya salah
saji tersebut.
Jawaban :

1. Bagian kredit mengecek semua customer baru.


2. Pengecekan batas kredit sebelum penjualan kredit dilaksanakan.

Sumber : Hal 50.

13. Untuk mendeteksi dan mencegah terjadinya salah saji dalam tahap pencatatan
transaksi penjualan kredit, sebutkan aktivitas pengendalian yang diperlukan. Jelaskan
mengapa aktivitas pengendalian yang saudara sebutkan dapat mendeteksi dan
mencegah terjadinya salah saji tersebut.
Jawaban :

1. Penggunaannya surat order penjualan yang diotorisasi untuk setiap penjualan.


2. Fungsi pemberi otorisasi kredit mengecek semua customer baru.
3. Penentuan bahwa customer berada dalam daftar custumer yang telah disetujui.
4. Pengecekan batas kredit sebelum penjualan kredit dilaksanakan.
5. Barang dikeluarkan dari gudang hanya atas dasar surat order pengiriman yang
telah diotorisasi.
6. Pengecekan barang yang dikirim dengan surat order pengiriman.
7. Pemisahan fungsi pengiriman barang dari fungsi penjualan.
8. Pembuatan dokumen pengiriman untuk setiap pengiriman barang.
9. Setiap faktur penjualan harus dilampiri dengan surat order pengiriman yang telah
diotorisasi dan dokumen pengiriman.
10. Pencocokan faktur penjualan dengan dokumen pengiriman.
11. Pertanggungjawaban secara periodik dokumen pengiriman.
12. Pengecekan independen terhadap pemberian harga dalam faktur penjualan.
13. Setiap pencatatan harus dilandasi dokumen sumber faktur penjualan dan
dokumen pendukung yang lengkap.
14. Pengecekan secara independen posting ke dalam buku pembantu piutang dengan
akun kontrol piutang dalam buku besar.
15. Pertanggungjawaban semua faktur penjualan secara periodik.
16. Panduan akun dan review terhadap pemberian kode akun.
17. Pengiriman pernyataan piutang bulanan kepada debitur.

Sumber : Hal 48.

14. Sebut dan jelaskan prosedur audit yang ditempuh oleh auditor untuk membuktikan
asersi keberadaan atau keterjadian transaksi penjualan kredit.
Jawaban :

Keberadaan atau Keterjadian

1. Lakukan pengamatan terhadap (termasuk pengamatan terhadap pemisahan


fungsi):
a. Persetujuan surat order pengiriman
b. Pengiriman barang
c. Penagihan customer
d. Pengiriman pernyataan piutang bulanan dan penindaklanjutan keluhan dari
customer.
2. Ambil sampel transaksi penjualan dari jurnal penjualan dan lakukan verifikasi
terhadap tanggal, nama customer, dan jumlah moneter dan nonmoneter. Lakukan
pula pemeriksaan terhadap dokumen pendukung berikut ini :
a. Faktur penjualan
b. Laporan pengiriman barang
c. Surat pengiriman barang yang telah diotorisasi

Sumber : Halaman 54

15. Sebut dan jelaskan prosedur audit yang ditempuh oleh auditor untuk membuktikan
asersi kelengkapan transaksi penjualan kredit
Jawaban :

Kelengkapan

1. Periksa bukti digunakannya formulir bernomor urut tercetak dan


pertanggungjawaban pemakaian formulir tersebut (surat order pengiriman,
laporan pengiriman barang, faktur penjualan). Periksa secara selintas nomor urut
faktur penjualan yang dicatat dalam jurnal penjualan.
2. Ambil sampel surat order pengiriman yang disetujui dan lakukan pengusutan ke
dokumen dan catatan akuntansi berikut ini :
a. Laporan pengiriman barang
b. Faktur penjualan
c. Pencatatan ke dalam jurnal penjualan

Sumber : Halaman 54

16. Sebut dan jelaskan prosedur auditor untuk membuktikan asersi penilaian atau alokasi
transaksi penjualan kredit.
Jawaban :

1. Untuk sampel yang diambil pada langkah ke-2 diatas, periksa bukti adanya :
a. Persetujuan kredit semestinya untuk setiap transaksi penjualan kredit.
b. Pengecekan independen terhadap pencantuman harga barang dalam faktur
penjualan.
c. Pengecekan independen terhadap keakuratan perhitungan dalam faktur
penjualan.
2. Periksa adanya pengecekan independen terhadap posting ke buku pembantu dan
jurnal untuk memperoleh keyakinan bahwa tidak terjadi kekeliruan posting
jumlah moneter atau akun.

Sumber : Halaman 54

17. Sebutkan fungsi-fungsi yang terkait dalam sistem retur penjualan suatu perusahaan
manufaktur. Sebutkan pula unit – unit organisasi yang bertanggung jawab atas
masing – masing fungsi tersebut dan jelaskan pula perannya masing – masing
Jawaban :

Nama Fungsi Unit Organisasi Pemegang Fungsi


1. Fungsi penjualan Bagian Order Penjualan
2. Fungsi penyimpanan barang Bagian Gudang
3. Fungsi pengiriman barang Bagian Pengiriman
4. Fungsi penagihan Bagian Penagihan
5. Fungsi pencatatan piutang Bagian Piutang
6. Fungsi akuntansi biaya Bagian Akuntansi Biaya
7. Fungsi akuntansi umum Bagian Akuntansi Umum
8. Fungsi penerimaan barang Bagian Penerimaan Barang

Tanggung jawab setiap fungsi yang terkait dalam transaksi retur penjualan tersebut

diuraikan berikut ini.

- Fungsi Penjualan.
Dalam transaksi retur penjualan, fungsi ini bertanggungjawab untuk memberikan

otorisasi retur penjualan dengan dokumen memo kredit.

- Fungsi Gudang.
Dalam transaksi retur penjualan, fungsi ini bertanggungjawab untuk menyimpan

kembali barang dikembalikan oleh customer via fungsi penerimaan barang.

- Fungsi Piutang.
Dalam transaksi retur penjualan, fungsi ini bertanggung jawab untuk mencatat

berkurangnya piutang karena transaksi retur penjualan.

- Fungsi Akuntansi Biaya.


Dalam transaksi retur penjualan, fungsi ini bertanggung jawab mencatat

bertambahnya kos produk jadi yang dijual dalam buku pembantu sediaan.

- Fungsi Akuntansi Umum.


Fungsi ini bertanggungjawab untuk mencatat transaksi retur penjualan dalam

jurnal umum.

- Fungsi Penerimaan Barng.


Fungsi ini bertanggungjawab untuk menerima barang yang berasal dari transaksi

retur penjualan.

Sumber : Halaman 56 – 57

18. Sebutkan nama – nama dokumen penting dalam pelaksanaan transaksi retur penjualan
dan jelaskan pula fungsinya masing – masing.
Jawaban :

Memo Kredit.

Dokumen ini dibuat oleh fungsi penjualan untuk memberikan otorisasi kepada fungsi

penerimaan barang untuk menerima barang yang dikembalikan oleh customer.

Dokumen ini merupakan dokumen sumber bagi pengkreditan akun piutang dan

pendebitan akun retur penjualan. Tembusan ini dikirimkan kepada debitur sebagai

pemberitahuan pengurangan utangnya kepada perusahaan.

Sumber :Halaman 57

19. Sebutkan nama – nama catatan akuntansi yang digunakan dalam sistem retur
penjualan
Jawaban:
1. Jurnal umum
2. Buku pembantu piutang
3. Buku pembantu sediaan
4. Buku besar

Sumber :Halaman 57

20. Sebutkan salah saji potensial dan aktivitas pengendalian yang diperlukan dalam dua
tahap transaksi retur penjualan berikut ini:
a. Tahap otorisasi retur penjualan
b. Tahap penerimaan barang

Tahap Salah SajiPotensial AktivitasPengendalian yang Diperlukan


Otorisasi retur Retur penjualan yang Penggunaan memo kredit yang diotorisasi untuk
penjualan tidak diotorisasi setiap retur penjualan
Penerimaan Barang diterima dari Barang diterima kembali hanya astas otorisasi retur
Barang customer tanpa penjualan.
otorisasi retur.

Barang yang diterima Pengecekan barang yang diterima dengan memo


tidak sama dengan kredit.
barang yang dibeli
semua oleh
customer.
Sumber :Halaman 60

21. Dalam tahap pencatatan transaksi retur penjualan:


a. Sebutkan salah saji potensial yang dapat terjadi.
b. Sebutkan aktivitas pengendalian yang diperlukan untuk mendeteksi dan
mencegah salah saji tersebut.
c. Sebutkan pengujian pengendalian yang dapat digunakan oleh auditor untuk
mendeteksi adanya pengendalian yang Saudara sebutkan pada butir b tersebut.

Jawaban:

Tahap Salah Saji Aktivitas Pengendalian Pengujian


Potensial yang Diperlukan Pengendalian yang
Dapat
Dilaksanakan
Pencatatan Transaksi retur Setiap pencatatan harus Lakukan
penjualan fiktif dilandasi dokumen pemeriksaan
dicatat. sumber memo kredit dam terhadap dokumen
dokumen pendukung pendukung.
yang lengkap.

Pengecekan secara
independen posting ke
Memo kredit dalam buku pembantu Review bukti
tidak dicatat ke piutang dengan akun adanya pengecekan
akun piutang kontrol piutang dalam independen.
customer. buku besar.
Pertanggungjawaban
semua memo kredit
secara kredit.
Lakukan
pengamatan
terhadap prosedur;
pelaksanaan
Panduan akun dan review kembali.
pemberian kode akun.
Laukan
Memo kredit pengamatan
dicatat dalam terhadap prosedur;
akun yang pelaksanaan
salah. kembali.
Sumber : Hal 60.

22. Untuk mendeteksi dan mencegah terjadinya retur penjualan yang tidak diotorisasi,
sebutkan aktivitas pengendalian yang diperlukan. Jelaskan mengapa dua aktivitas
pengendalian yang Saudara sebutkan dapat mendeteksi dan mencegah terjanya salah
saji tersebut.
Jawaban:

Tahap AktivitasPengendalian yang PengujianPengendalian


Diperlukan yang DapatDilaksanakan
Otorisasi retur Penggunaan memo kredit Lakukan pengamatan
penjualan. yang diotorisasi untuk terhadap prosedur;
setiap retur penjualan. pelaksanaan kembali
prosedur.

Periksa memo kredit.

Sumber: Hal 60

23. Untuk mendeteksi dan mencegah terjadinya salah saji dalam tahap pencatatan
transaksi retur penjualan, sebutkan aktivitas pengendalian yang diperlukan. Jelaskan
mengapa aktivitas pengendalian yang Saudara sebutkan dapat mendeteksi dan
mencegah terjadinya salah saji tersebut.
Jawaban:

Tahap Aktivitas Pengendalian yang Diperlukan


Pencatatan Setiap pencatatan harus dilandasi
dokumen sumber memo kredit dan
dokumen pendukung yang lengkap.

Pengecekan secara independen posting ke


dalam buku pembantu piutang dengan
akun kontrol piutang dalam buku besar.

Pertanggungjawaban semua memo kredit


secara periodik.

Panduan akun dan review pemberian kode


akun.

Sumber : Hal 60.

24. Sebut dan jelaskan prosedur audit yang ditempuh oleh auditor untuk membuktikan
asersi keberadaan atau keterjadian transaksi retur penjualan.

Jawaban :

A. Lakukan pengamatan terhadap prosedur persetujuan retur penjualan.


Pengamatan ini ditujukan untuk membuktikan: (1) adanya pemisahan tiga fungsi
pokok: fungsi operasi, fungsi penyimpanan, dan fungsi akuntansi dalam
penanganan sistem retur penjualan, (2) setiap transaksi retur penjualan
dilaksanakan oleh lebih dari unit organisasi sehingga tercipta adanya pengecekan
intern dalam setiap pelaksanaan transaksi tersebut. Pengamatan dilaksanakan
dengan mengikuti pelaksanaan transaksi retur penjualan atau dengan cara
memeriksa tanda tangan otorisasi yang tercantum dalam dokumen sumber dan
dokumen pendukung transaksi penjualan kredit. Dalam pengamatan terhadap
pelaksanaan transaksi retur penjualan ini auditor melakukan pengamatan
terhadap:
- Persetujuan memo kredit yang dilaksanakan oleh fungsi penjualan.
- Penerimaan barang yang dilaksanakan oleh fungsi penerimaan barang.
B. Ambil sampel transaksi retur penjualan dari jurnal umum dan lakukan
pemeriksaan terhadap dokumen pendukung.
Auditor mengambil sampel memo kredit dari arsip dokumen tersebut yang

diselenggarakan oleh fungsi akuntansi umum. Aktivitas pengendalian yang

diperiksa oleh auditor dalam pemeriksaan terhadap memo kredit tersebut adalah

- Penggunaan formulir memo kredit yang bernomor urut tercetak.


- Adanya pertanggungjawaban penggunaan formulir memo kredit yang bernomor
urut tercetak tercebut
- Tanda tangan otorisasi atas memo kredit dari yang berwenang
- Kesesuaian informasi yang dicantumkan dalam memo kredit dengan informasi
yang tercantum dalam dokumen pendukungnya(misalnya informasi nama
customer, nama dan spesifikasi barang, kuantitas yang dikirimkan, dan satuan
barang)
- Kelengkapan dokumen pendukung memo kredit (laporan penerimaan barang)
- Tanda tangan otorisasi atas dokumen pendukung dari yang berwenang
- Ketelitian pencatatan informasi yang tercantum dalam memo kredit ke dalam
buku pembantu piutang dan jurnal umum.

25. Sebut dan jelaskan prosedur audit yang ditempuh oleh auditor untuk membuktikan
asersi kelengkapan transaksi retur penjualan.
Jawaban :

A. Periksa bukti digunakannya formulir bernomor urut tercetak dan


pertanggungjawaban pemakaian formulir tersebur.
Dalam transaksi retur penjualan, formulir memo kredit dan laporan penerimaan

barang harus bernomor urut tercetak dan pemakaian formulir tersebut

dipertanggungjawabkan melalui pemakaian nomor urut tercetak tersebut. Auditor

memeriksa apakah klien menggunakan formulir bernomor urut tercetak pada

waktu auditor mengambil sampel memo kredit dan laporan penerimaan barang.

B. Ambil sampel memo kredit yang disetujui dan lakukan pengusutan ke


dokumen dan catatan akuntansi yang bersangkutan.
Untuk membuktikan bahwa setiap transaksi retur penjualan didahului dengan

adanya otorisasi dari fungsinya penjualan, auditor mengambil sampel memo

kredit dari arsip dokumen tersebut yang disimpan oleh fungsi akuntansi umum.

Memo kredit dalam arsip tersebut yang dilampiri dengan laporan penerimaan

barang yang membuktikan telah disetujuinya retur penjualan dari dari customer

yang bersangkutan dan telah diterimanya barang yang dikembalikan oleh

customer tersebut. Dalam pemeriksan dalam terhadap memo kredit tersebut,

auditor melakukan pemeriksaan terhadap memo kredit tersebut, auditor

melakukan pemeriksaan terhap memo kredit tersebut. Dalam pemeriksaan

terhadap memo kredit tersebut, auditor melakukan pemeriksaan terhadap

penggunaan nomor urut tercetak pada memo kredit dan pertanggungjawaban

penggunaan dokumen bernomor urut tercetak tersebut. Jika pemeriksaan dalam

memo kredit tersebut auditor menjumpai adanya nomor memo kredit yang tidak

ada, auditor meminta pertanggungjawaban mengenai hal tersebut dari fungsi

penjualan. Jika fungsi penjualan dapat mempertanggungjawabkan tidak adanya


nomor memo kredit tersebut, auditor dapat memperoleh keyakinan mengenai

adanya unsur pengendalian intern yang baik dalam sistem retur penjualan. Di

samping ini, auditor juga melakukan pemeriksaan terhadap tanda tangan otorisasi

yang tercantum dalam memo kredit. Auditor juga mengusut posting data dalam

memo kredit ke laporan penerimaan barang, buku pembantu piutang, dan jurnal

umum.

Sumber : Halaman 63 – 64

26. Sebutkan dan jelaskan prosedur audit yang ditempuh oleh auditor untuk
membuktikan asersi penilaian atau alokasi transaksi retur penjualan.
Jawban:

Periksa adanya pengecekan independen terhadap posting ke buku pembantu dan

jurnal.

Untuk menguji keandalan prosedur pencatatan transaksi retur penjualan, auditor

menguji ketelitian posting ringkasan jurnal umum ke dalam akun yang bersangkutan

dalam buku besar (misalnya akun Piutang Usaha dan akun Pendapatan Penjualan).

Auditor mengambil sampel rekapitulasi bulanan jurnal umum dan

membandingkannya dengan jumlah yang di-posting dalam akun yang bersangkutan

dalam buku besar.

Sumber : Halaman 64

27. Sebutkan fungsi – fungsi yang terkait dalam sistem pencadangan kerugian piutang.
Sebutkan pula unit – unit organisasi yang bertanggungjawab atas masing – masing
fungsi tersebut dan jelaskan pula perannya masing – masing.
Jawaban:

No Nama Fungsi Unit Organisasi Pemegang Fungsi


1 Fungsi pencatatat piutang Bagian Piutang
2 Fungsi akuntansi biaya Bagian Akuntansi Biaya
3 Fungsi akuntansi umum Bagian Akuntansi Umum

Fungsi pencatatan piutang. Dalam transaksi pencatatan kerugian, fungsi ini

bertanggung jawab membuat daftar umum piutang yang dipakai sebagai dasar untuk

mengestimasi jumlah piutang yang diperkirakan tidak dapat ditagih. Berdasarkan

estimasi jumlah kerugian piutang tersebut, fungsi pencatat piutang membuat bukti

memorial, yang setelah diotorisasi oleh manajer yang berwenang, dipakai sebagai

dokumen sumber dalam pencatatan kerugian piutang untuk periode akuntansi

tertentu.

Fungsi akuntansi biaya. Dalam transaksi pencadangan kerugian piutang, fungsi ini

bertanggungjawab mencatat biaya kerugian piutang yang dibebankan dalam periode

akuntansi tertentu.

Fungsi akuntansi umum. Fungsi ini bertanggung jawab mencatat transaksi kerugian

piutang dalam jurnal umum.

Sumber : Halaman 65

28. Sebutkan nama – nama dokumen penting dalam pelaksanaan transaksi penghapusan
piutang dan jelaskan pula fungsinya masing – masing.
Jawaban :

Transaksi Dokumen sumber Dokumen Pendukung


Penghapusan piutang Bukti memorial Surat keputusan manajer
yang berwenang tentang
penghapusan piutang.

Bukti memorial. Dokumen ini dibuat oleh fungsi pemberi otorisasi kredit sebagai

perintah kepada fungsi pencatat piutang untuk mengkredit buku pembantu piutang
dengan adanya penghapusan piutang kepada debitur tertentu. Bukti memorial

merupakan dokumen sumber sebagai dasar pencatatan transaksi – transaksi ke dalam

jurnal umum.

Surat kepitusan manajer yang berwenang tetang penghapusan piutang.

Penghapusan piutang memerlukan otorisasi dari pejabat yang tinggi wewenangnya.

Biasanya penghapusan piutang memerlukan otorisasi dari direktur keuangan, dan

bahkan dalam perusahaan tertentu memerlukan otorisasi dari Dewan Komisaris. Surat

keputusan manajer yang berwenang tentang penghapusan piutang merupakan

dokumen pendukung bukti memorial.

Sumber : Halaman 72

29. Sebutkan nama – nama catatan akuntansi yang digunakan dalam sistem pencadangan
kerugian piutang.
Jawaban:

1. Jurnal umum
2. Buku besar

Sumber : Halaman 66

30. Sebutkan salah saji potensial dan aktivitas pengendalian yang diperlukan dalam dua
tahap transaksi penghapusan piutang berikut ini :
a. Tahap otorisasi penghapusan piutang.
b. Tahap pencatatan.

Jawaban:

Tahap Transaksi Salah Saji Potensial Aktivitas Pengendalian yang


Diperlukan
Otorisasi penghapusan Penghapusan piutang yang Penggunaan bukti memorial
piutang tidak diotorisasi yang diotorisasi untuk setiap
penghapusan piutang
Pencatatan Transaksi penghapusan Setiap pencatatan harus
piutang fiktif dicatat dilandasi dokumen sumber
bukti memorial dan dokumen
pendukung yang lengkap

Pengecekan secara
Bukti memorial tidak independen posting ke dalam
dicatat ke akun biaya dan buku pembantu piutang
piutang dengan akun kontrol piutang
dalam buku besar

Pertanggungjawaban semua
bukti memorial secara
periodik

Bukti memorial dicatat Lakukan pengamatan terhadp


dalam akun yang salah prosedur; pelaksanaan
kembali.
Sumber : Halaman 74

31. Dalam tahap pencatatan transaksi pencadangan kerugian piutang:


a. Sebutkan salah saji potensial yang dapat terjadi.
b. Sebutkan aktivitas pengendalian yang diperlukan untuk mendeteksi dan
mencegah salah saji tersebut.
c. Sebutkan pengujian pengendalian yang dapat digunakan oleh auditor untuk
mendeteksi adanya aktivitas pengendalian yang Saudara sebutkan pada butir b
tersebut.

Jawaban :

Tahap Transaksi Salah Saji Potensial Aktivitas Pengendalian yang


Diperlukan
Otorisasi Pembebanan kerugian Penggunaan bukti memorial yang
pencadangan piutang yang tidak diotorisasi untuk setiap
kerugian piutang diotorisasi pencadangan kerugian piutang
Pencatat Transaksi pembebanan Setiap pencatatan harus dilandasi
kerugian piutang fiktif dokumen sumber bukti memorial
dicatat dan dokemen pendukung yang
lengkap
Bukti memorial tidak
dicatat ke akun biaya Pengecekan secara independen
dan cadangan kerugian posting ke dalam buku pembantu
piutang piutang dengan akun kontrol
piutang dalam buku besar

Pertanggungjawaban semua bukti


Buku memorial dicatat memorial secara periodik
dalam akun yang salah
Panduan akun dan review
pemberian kode akun
Sumber : Halaman 68 – 69

32. Untuk mendeteksi dan mencegah terjadinya penghapusan piutang yang tidak
diotorisasi, sebutkan aktivitas pengendalian yang diperlukan. Jelaskan mengapa dua
aktivitas pengendalian yang Saudara sebutkan dapat mendeteksi dan mencegah
terjadinya salah saji tersebut.
Jawaban:

Tahap Transaksi Aktivitas Pengendalian yang Diperlukan


Otorisasi penghapusan Penggunaan bukti memorial yang diotorisasi untuk setiap
piutang penghapusan piutang.
Pencatatan Setiap pencatatan harus dilandasi dokumen sumber bukti
memorial dan dokumen pendukung yang lengkap.

Pengecekan secara independen posting ke dalam buku


pembantu piutang dengan akun kontrol piutang ke dalam
buku besar.

Pertanggungjawaban ke semua bukti memorial secara


periodik

Panduan akun dan review pemberian kode akun.


Sumber : Halaman 74

33. Untuk mendeteksi dan mencegah terjadinya salah saji dalam tahap pencatatan
transaksi pencadangan kerugian piutang, sebutkan aktivitas pengendalian yang
diperlukan. Jelaskan mengapa aktivitas pengendalian yang saudara sebutkan dapat
mendeteksi dan mencegah terjadinya salah saji tersebut.
Jawaban :

Tahap Transaksi Aktivitas Pengendalian yang Diperlukan


Otorisasi penghapusan Penggunaan bukti memorial yang diotorisasi untuk setiap
piutang pencadangan kerugian piutang.
Pencatatan Setiap pencatatan harus dilandasi dokumen sumber bukti
memorial dan dokumen pendukung yang lengkap.

Pengecekan secara independen posting ke dalam buku


pembantu piutang dengan akun kontrol piutang ke dalam
buku besar.

Pertanggungjawaban ke semua bukti memorial secara


periodik

Panduan akun dan review pemberian kode akun.


Sumber : Halaman 68
34. Sebut dan jelaskan prosedur audit yang ditempuh oleh auditor untuk membuktikan
asersi keberadaan atau keterjadian transaksi penghapusan piutang.
Jawaban:

Prosedur Audit.

1. Lakukan pengamatan terhadap (termasuk pengamatan terhadap pemisahan


fungsi):
a. Persetujuan bukti memorial.

Dalam pengamatan terhadap pelaksanaan perhitungan dan pencatatan

pembebanan kerugian piutang ini, auditor melakukan pengamatan terhadap:

- Perhitungan umur piutang yang dipakai sebagai dasar penentuan jumlah kerugian
piutang yang dibebankan ke tahun yang diaudit.
- Persetujuan bukti memorial oleh manajer yang berwenang.
2. Lakukan pula pemeriksaan terhadap dokumen pendukung berikut ini :
a. Bukti memorial.
b. Surat keputusan penghapusan piutang.

Auditor mengambil bukti memorial dari arsip dokumen tersebut yang

diselenggarakan oleh fungsi akuntansi umum. Aktivitas pengendalian yang

diperiksa oleh auditor dalam pemeriksaan terhadap bukti memorial tersebut

adalah

- Penggunaan formulir bukti memorial yang bernomor urut tercetak


- Adanya pertanggungjawaban penggunaan formulir bukti memorial yang
bernomor urut tercetak tersebut.
- Tanda tangan otorisasi atas bukti memorial dari yang berwenang.
- Kesesuaian informasi yang dicantumkan dalam bukti memorial dengan informasi
yang tercantum dalam dokumen pendukungnya

35. Sebutkan dan jelaskan prosedur audit yang ditempuh oleh auditor untuk
membuktikan asersi kelengkapan transaksi pencadangan kerugian piutang.
Jawaban:

Periksa bukti digunakannya formulir bernomor urut tercetak dari

pertanggungjawaban pemakaian formulir tersebut (bukti memorial).

Dalam transaksi pencadangan kerugian piutang, formulir bukti memorial harus

bernomor urut tercetak dan pemakaian formulir tersebut dipertanggungjawabkan

melalui pemakaian nomor urut tercetak tersebut. Auditor memeriksa apakah klien
menggunakan formulir bernomor urut tercetak pada waktu auditor memeriksa bukti

memorial.

Sumber: halaman 70 – 71

36. Sebut dan jelaskan prosedur audit yang ditempuh oleh auditor untuk membuktikan
asersi penilaian atau alokasi transaksi penghapusan piutang.
Jawaban :

Untuk dokumen yang diperiksa pada langkah ke-2 diatas, periksa bukti adanya:

persetujuan penentuan piutang yang dihapus.

Pilgan Bab 13.

1. Berikut ini adalah berbagai sistem yang termasuk dalam siklus pendapatan, kecuali:
D. Sistem penerimaan kas dari piutang.

2. Dokumen sumber yang dipakai sebagai dasar pencatatan timbulnya piutang adalah:
C. Faktur Penjualan

3. Dokumen sumber yang dipakai sebagai dasar penghapusan piutang:


A. Bukti memorial

4. Dokumen sumber yang dipakai sebagai dasar pencatatan retur penjualan adalah:
D. Memo kredit

5. Dokumen pendukung yang melampiri bukti memorial sebagai dasar pencatatan kos
produk yang dijual adalah :
A. Rekapitulasi ko produk yang dijual

6. Dokumen yang dipakai sebagai bukti adanya otorisasi kredit dalam penjualan kredit
adalah:
D. Credit copy
7. Manakah di antara aktivitas pengendalian berikut ini diperlukan untuk mendeteksi
dan mencegah kemungkinan salah saji: “pengiriman barang tidak diikuti dengan
penagihan” dalam transaksi penjualan?
B. Pencocokan faktur penjualan dengan dokumen pengiriman.

8. Manakah di antara aktivitas pengendalian berikut ini diperlukan untuk mendeteksi


dan mencegah kemungkinan salah saji: “bukti memorial dicatat dalam akun yang
salah” dalam transaksi penghapusan piutang?
C. Pertanggung jawaban semua bukti memorial secara periodik

9. Pemisahan fungsi pencatat piutang dari fungsi kredit akan dapat mengurangi
kemungkinan terjadinya:

10. Otorisasi persetujuan kredit diberikan oleh fungsi:


B. Pemberi otorisasi kredit

11. Otorisasi persetujuan kredit dicantumkan dalam formulir:


C. Tembusan kredit (credit copy)

12. Berikut ini adalah makna adanya tanda tangan otorisasi oleh fungsi penagihan pada
faktur penjualan, kecuali:
D. Piutang yang timbul dari penjualan kredit terjamin penagihannya.

13. Pengiriman secara periodik surat pernyataan piutang oleh klien kepada para
debiturnya merupakan kegiatan pengendalian yang baik, karena:
c. Mendorong efisiensi pengelolaan piutang

14. Dalam pengujian pengendalian terhadap sistem penjualan kredit, salah satu prosedur
audit yang dilaksanakan oleh auditor adalah: “Ambil sampel arsip surat order
pengiriman.” Berikut ini adalah berbagai prosedur audit yang dilaksanakan oleh
auditor terhadap sampel surat order pengiriman tersebut, kecuali:
d. periksa adanya otorisasi penjualan kredit dari fungsi kredit.

15. Dalam pengujian pengendalian terhadap sistem penjualan kredit, salah satu prosedur
audit yang dilaksanakan oleh auditor adalah: “Ambil sampel arsip faktur penjualan.”
Berikut ini adalah berbagai prosedur audit yang dilaksanakan oleh auditor terhadap
sampel faktur penjualan tersebut, kecuali:
d. Periksa adanya otorisasi penjualan kredit dari fungsi kredit
Bab 14 -Audit terhadap Siklus Pendapatan: Pengujian Subtantif terhadap

Saldo Piutang Usaha

Soal Latihan
1. Jelaskan yang dimaksud dengan piutang usaha dan piutang non usaha
Jawaban :
 Piutang usaha adalah piutang yang timbul dari transaksi penjualan barang atau
jasa dalam kegiatan normal perusahaan. Piutang usaha ini umumnya
merupakan jumlah yang materil di neraca bila dibandingkan dengan piutang
nonusaha.
 Piutang nonusaha adalah piutang yang timbul dari transaksi selainpenjualan
barang dan jasa kepada pihak luar, seperti misalnya piutang kepada karyawan,
piutang penjualan saham, piutang klaim asuransi, piutang pengembalian pajak,
piutang dividen dan bunga.
Sumber halaman 8

2. Sebutkan prinsip akuntansi berterima umum yang diterapkan dalam penyajian


piutang di neraca
Jawaban :
a. Piutang usaha harus disajikan di neraca sebesar jumlah yang diperkirakan
dapat ditagih dari debitur pada tanggal neraca. Piutang usaha disajikan di
neraca dalam jumlah bruto dikurangi dengan taksiran krugian dengan tidak
tertagihnya piutang.
b. Jika perusahaan tidak membentuk cadangan kerugian piutang usaha, harus
dicantumkan pengungkapannya di neraca bahawa saldo piutang usaha
tersebut adalah jumlah bersih (neto)
c. Jika piutang usaha bersaldo materil pada tanggal neraca, harus disajikan
rinciannya dineraca
d. Piutang usaha yang bersaldo kredit (terdapat di dalam kartu piutang) pada
tanggal neraca harus disajikan dalam kelompok utang lancar
e. Jika jumlahnya materil, piutang nonusaha harus disajikan terpisah dari
piutang usaha.(Sumber halaman 88)

3. Sebutkan dan jelaskan tujuan pengujian subtantif terhadap piutang


Jawaban :
Tujuan pengujian subtantif terhadap piutang adalah :
a. Memperoleh keyakinan tentang keandalan catatan akuntansi yang
bersangkutan dengan piutang usaha
b. Membuktikan keberadaan piutang usaha dan keterjadiaan transaksi yang
berkaitan dengan piutang usaha yang dicantumkan di neraca
c. Membuktikan kelengkapan transaksi yang dicatat dalam catatan akuntansi
dan kelengkapan saldo piutang usaha yang disajikan dalam neraca.
d. Membuktikan hak kepemilikan klien atas piutang usaha yang dicantumkan di
neraca
e. Membuktikan kewajaran penmilaian piutang usaha yang dicantumkan di
neraca
f. Membuktikan kewajaran penyajian dan pengungkapan piutnag usaha di
neraca.
(Sumber halaman 89)

4. Untuk membuktikan bahwa unsur piutang yang dicantumkan di neraca didukung


dengan catatan akuntansi yang memadai, prosedur audit apakah yang ditempuh
oleh auditor
Jawaban :
a. Pengujian analitik
b. Pemeriksaan bukti pendukung transaksi yang berkaitan dengan piutang
c. Pemeriksaan pisah batas transaksi yang berkaitan dengan piutang usaha
d. Konfirmasi piutang usaha
(Sumber halaman 90)

5. Untuk membuktikan asersi keberadaan saldo,piutnag usaha yang dicantumkan


oleh klien di neraca dan asersi kertejadian transaksi yang berkaitan dengan
piutang usaha dalam tahun yang diaudit, prosedur audit apakah yang ditempuh
oleh auditor
Jawaban :
a. Pengujian analitik
b. Pemeriksaan bukti pendukung transaksi yang berkaitan dengan piutang
c. Pemeriksaan pisah batas transaksi yang berkaitan dengan piutang usaha
d. Konfirmasi piutang usaha
(Sumber halaman 90)

6. Untuk membuktikan asersi hak kelengkapan saldo piutang usaha yang


dicantumkan di dalam neracanya dan transaksi yang berkaitan dengan piutang
usaha, prosedur audit apakah yang ditempuh oleh auditor
Jawaban :
a. Pemeriksaan bukti pendukung transaksi yang berkaitan dengan piutang usaha
b. Konfirmasi piutang usaha
(Sumber halaman 90)

7. Untuk membuktikan asersi penilaian piutang usaha yang dicantumkan di dalam


neracanya, prosedur audit apakah yang ditempuh oleh auditor
Jawaban :
a. Prosedur audit awal
b. Pengujian analitik
c. Pemeriksaan bukti pendukung transaksi yang berkaitna dengan piutang usaha
d. Konfirmasi piutang
e. Penilaian terhadap kecukupan akun cadangan kerugian piutang
f. Pembanding penyajian piutang usaha di neraca dengan prinsip akuntansi
berterima umum
(Sumber halaman 91)
8. Untuk membuktikan asersi penyajian dan pengungkapan saldo piutang usaha
yang dicantumkan di dalam nercanya, prosedur audit apakah yang ditempuh oleh
auditor
Jawaban :
Membandingkan penyajian dan pengungkapan piutang usaha di neraca yang di
audit dengan prinsip akuntansi berterima umum
(Sumber halaman 91)

9. Jelaskan apa yang dimaksud dengan konfirmasi positif dan jelaskan pula
kegunaannya bagi auditor
Jawaban :
Metode konfirmasi positif adalan metode konfirmasi yang auditornya meminta
jawaban penergasan dari debitur, baik dalam hal terdapat kesesuaian maupun
ketidaksesuaian antara saldo utang debitur menurut catatan akuntansinya dengan
saldo utangnya yang tercantum di dalam surat konfirmasi tersebut.
Metode konfrimasi positif umumnya digunakan jika auditor menghadapi :
a. Saldo piutang klien kepada debitur secara individual berjumlah besar
b. Auditor mempunyai dugaan bahwa terdapat banyak akun piutang usaha yang
disengketakan antara klien dengan debiturnya, atau terdapat ketidaktelitian
atau kecurangan saldo akun piutang usaha.
Dengan menggunakan metode konfirmasi positif, auditor akan dapat memperoleh
informasi mengenai piutang kliean kepada debiturnya.
(Sumber halaman 101)

10. Jelaskan apa yang dimaksud dengan konfirmasi negatif dan jelaskan pula
kegunaannya bagi auditor
Jawaban :
Metode konfirmasi negatif adalah metode konfirmasin yang auditornya meminta
jawaban penegasan dari debitur hanya jika terdapat ketidaksesuaian antara saldo
utang debitur menurut catatan akuntansinya dengan saldo utangnya yang
tercantum didalam surat konfirmasi tersebut.
Metode konfirmasi negatif umumnya digunakan auditor jika :
a. Pengendalian intern terhadap piutang usaha dinilai baik oleh auditor
b. Akun piutang klien berjumlah banyak dengan saldo piutang usaha yang
secara individual kecil
c. Auditor memperkirakan bahwa debitur yang merima konfirmasi tidak akan
menaruh perhatian terhadap surat konfirmasi yang diterimanya.
(Sumber halaman 101)

11. Beri contoh surat konfrimasi positif


Jawaban :
Dengan hormat,

Kami minta Saudara memberitahu auditor kami, Rimendi & Rekan, mengenai
benar atau tidaknya saldo utang Saudara kepada kami seperti yang kami
cantumkan di dalam formulir di bagian bawah surat ini. Jika mendapat
ketidakcocokan antara catatan kami dengan catatan Saudara, silahkan
menjelaskan penyebabnya.

Jawaban segera kam harapkan dari Saudara dengan mengembalikan bagian


bawah surat ini di dalam amplop berperangko yang kami sertakan bersama surat
ini, langsung kepada auditor kami tersebut di atas. Jawaban Saudara sangat kami
perlukan untuk penyelesaian audit atas laporan keuangan kami.

Terima kasih banyak atas bantuan Saudara.

PT. Eliona
Oki Sasongko
Direktur Keuangan

SURAT INI BUKAN PERMINTAAN UNTUK PEMBAYARAN UTANG


SAUDARA NAMUN HANYA MERUPAKAN KONFIRMASI SALDO AKUN
UTANG SAUDARA KEPADA KAMI
...................................................................................................................................
................................................
No. Konfirmasi
Kantor Akuntan
Rimendi & Rekan
Jln. Suroto 3
Yogyakarta

Dengan hormat,
Pernyataan Saudara bahwa saldo utang kami kepada Saudara pada
tanggal......sebesar Rp......adalah benar/salah*), dengan penjelasan seperti berikut
ini.

Hormat saya

Tanggal
Perkecualian

(Sumber halaman 102)

12. Beri contoh surat konfirmasi negatif


Jawaban :
PERHATIAN
Dalam rangka audit periodik terhadap laporan keuangan kami, pernyataan
piutang yang kami sertakan bersama ini menunjukan saldo utang Saudara kepada
kami pada tanggal yang tertera disitu. Setelah meneliti catatan, jika Saudara
ternyata tidak setuju dengan saldo tersebut, silahkan menjelaskan perbedaannya
langsung kepada auditor kami Rimendi & Rekan, Jln. Sutoro 3, Yogyakarta.

Jika jawaban saudara tidak kami terima dalam jangka waktu 10 hari, kami anggap
saldo yang tertera di dalam pernyataan piutang kami ini benar. Jangan mengirim
pembayaran saudara kepada auditor kami.
(Sumber halaman 103)

13. Jika auditor tidak memperoleh jawaban dari debitur atas konfirmasi positif yang
dikirimkan kepada debitur tersebut, prosedur audit alternatif apakah yang
ditempuh oleh auditor
Jawaban :
a. Periksa dokumen yang mendukung pencatatan penerimaan kas dari debitur
yang terjadi setelah tanggal neraca
b. Periksa dokumen yang mendukung pendebitan dan pengkreditan akun
piutang usaha kepada debitur yang bersangkutan
(Sumber halaman 103)

14. Untuk menguji kesesuaian penyajian piutang di neraca dengan prinsip akuntansi
berterima umum, prosedur audit alternatif apakah yang ditempuh oleh auditor
Jawaban :
a. Memeriksa klasifikasi piutang ke dalam kelompok aktiva lancar dan aktiva
tidak lancar
b. Memeriksa klasifikasi piutang ke dalam kelompok piutang usaha dan
piutang nonusaha
c. Menentukan kecukupan pengungkapan dan akuntnasi untuk transaksi
antarpihak yang mememiliki hubungan istimewa, piutnag yang digadaikan,
piutang yang telah dianjakkan ke prusahaan anjak piutang
(Sumber halaman 108)

15. Dalam memverifikasi hak pemilikan klien atas piutang usaha yang dicantumkan
di neraca, auditor menerima klien untuk membuat surat representasi piutang.
Apakah tujuan auditor meminta surat representasi tersebut. Beri contoh surat
representasi klien mengenai piutang
Jawaban :
Surat representasi digunakan oleh auditor untuk menyadarkan klien bahwa
tanggung jawab atas kewajaran informasi yang disajikan di dalam laporan
keuangan berada di tangan klien, bukan di tangan auditor.
Contoh surat representasi piutang adalah sebagai berikut
Kepada
Yth. Kantor Akuntan Rimendi & Rekan
Jln. Sawa CT VIII/94 Karanggayam

Dengan hormat,

Dalam rangka audit terhadap laporan keuangan PT...................... dengan ini kami
membuat pernyataan yang berkenaan dengan piutang usaha dan piutang wesel
yang tercantum di neraca tanggal 31 Desember 20X1.....yang bersaldo Rp......
1. Semua piutang usaha dan piutang wesel merupakan klaim yang sah kepada
debitur untuk transaksi penjualan atau beban lain yang terjadi sebelum atau
padda tanggal 31 Desember,
2. Piutang usaha dan piutang wesel merupakan aktiva perusahaan yang tidak
dijaminkan dalam penarikan utang
3. Barang yang dijual dengan konsinyasi telah dipisahkan di dalam neraca dan
tidak dimasukan kedalam piutang usaha
4. Semua piutang usaha dan piutang wesel yang telah kami ketahui tidak dapat
kami tagih telah kami hapus
5. Jumlah cadangan kerugian piutang sebesar Rp......menurut pertimbangan
kami cukup untuk menutup kerugian yang kami perkirakan akan timbul
karena tidak tertagihnya piuatng usaha dan piutang wesel.

................................,....................19...........
Tanda tangan manajer

Nama perusahaa
16. Dalam memverifikasi penilaian piutang usaha auditor meminta daftar umur
piutang usaha dari klien. Prosedur audit apakah yang ditempuh oleh auditor atas
daftar umur piutang usaha tersebut
Jawaban :
a. Lakukan footing dan cross footing terhadap daftar piutang usaha tersebut
b. Bandingkan jumlah piutnag usaha menurut daftar umur piutang ke akun
piutang usaha di dalam buku besar
c. Untuk saldo piutang usaha kepada setiap debitur kedalam kartu piutang yang
bersangkutan
d. Periksa penentuan umur piutang kapda setiap debitur
(Sumber halaman 106)

17. Dalam memeriksa kebenaran penentuan umur piutang usaha yang dibuat oleh
klien, informasi apakah yang dikumpulkan oleh auditor
Jawaban :
a. Periksa syarat penjualan yang berlaku
b. Periksa tanggal faktur yang belum dibuat oleh debitur pada tanggal neraca
c. Hitung kembali umur piutang kepada setiap debitur sejak tanggal faktur
tersebut pada butir 3b sampai dengan tanggal neraca
(Sumber halama 106)

Soal Pilihan Ganda


1. Manakah di antara pernyataan berikut ini yang merupakan prinsip akuntansi
bertierima umum dalam penyajian piutang usaha di neraca
C. piutang usaha disajikan di neraca sebesar jumlah yang diperkirakan dapat
ditagih dari debitut pada tanggal neraca.
2. Berikut ini merupakan prinsip akuntansi berterima umum dalam penyajian
piutang di neraca, kecuali
C. Piutang usaha disajikan di neraca sebesar nilai nominalnya
3. Prosedur audit berikut ini merupakan prosedur yang ditunjukkan untuk
membuktikan keberadaan piutang usaha pada tanggal neraca dan keterjadian
transaksi yang berkaitan dengan piutang usaha dalam tahun yang diaudit, kecuali
C. Penilaian terhadap kecukupan akan cadangan kerugian piutang
4. Jika konfirmasi positif piutang yang dikirimkan kepada debitur tidak diperoleh
jawabannya oleh auditr, prosedur auditor alternatif untuk memverifikasi
keberadaan piutang adalah
B. Periksa dokumen yang mendukung pencatatan penerimaan kas dari debitur
yang terjadi setelkah tanggal neraca
5. Manakah di antara pernyataan berikut ini yang merupakan pernyataan yang benar
yang bersangkutan dengan konfrimasi positif
C. Konfirmasi positif merupakan konfirmasi yang auditor meminta jawaban
penegasan dari debitur, baik dalam hal terdapat kesesuaian maupun
ketidaksesuaian antara saldo utang debitur menurut catatan akuntansinya
dengan saldo utangnya yang tercantum di dalam surat konfirmasi.
6. Manakah di antara pernyataan berikut ini yang merupakan pernyataan yang benar
mengenai konfirmasi piutang
C. Konfirmasi piutang dibagi menjadi dua : (1) konfirmasi positif, yang auditor
meminta jawaban penegasan dari debitur hanya jika terdapat ketidaksesuaian
antara saldo utang debitur menurut akuntansinya dengan saldo utangnya
yang tercantum di dalam surat konfirmasi, dan (2) konfirmasi negatif yang
auditornya meminta jawaban penegasan dari debitur menurut catatan
akuntansinya dengan saldo utangnya yang tercantum di dalam surat
konfirmasi
7. Dalam memverifikasi pisah batas piutang, auditor melaksanakan prosedur audit
berikut ini : “Periksa dokumen yang mendukung timbulnya piutang dalam
minggu terakhir tahun yang diaudit dan minggu pertama setelah tanggal neraca.”
Dalam prosedur audit ini auditor melakukan :
C. Pembandingan tanggal faktur penjualan, tanggal laporan ppengiriman
barang, dan syarat penjualan yang tercantum di dalam faktur penjualan
8. Dalam memverifikasi pisah batas piutang, auditor melaksanakan prosedur berikut
ini :”Periksa dokumen yang mendukung penerimaan kas dalam minggu terakhir
tahun yang diaudit dan minggu pertama setelah tanggal neraca.” Dalam prosedur
audit ini auditor melakukan :
B. Pemeriksaan terhadap penerimaan kas dari debitur setelah tanggal neraca
untuk menentukan keberadaan piutang usaha pada tanggal neraca.
9. Untuk menentukan kewajaran saldo cadangan kerugian piutang usaha yang
digunakan sebagai penilai piutang usaha yang dicantumkan di neraca, auditor
menempuh prosedur audit berikut ini, kecuali :
B. Hitung tingkat perputaran piutang
10. Dalam memeriksa penentuan umur piutang usaha yang dibuat oleh klien auditor
menempuh prosedur audit berikut, kecuali :
D. Unsur saldo piutang usaha kepada debitur yang tercantum di dalam daftar
umur piutang usaha ke dalam kartu piutang yang bersangkutan
11. Surat reprentasi piutang diminta oleh auditr dari kliennya
C. Untuk menyadarkan klien bahwa tanggung jawab atas kewajaran informasi
piutang usaha yang dicantumkan di neraca berada di tangan klien
12. Konfirmasi positif merupakan
A. Konfirmasi yang auditor meminta jawaban penegasan dari debitur, baik
dalam hal terdapat kesesuaian maupun ketidaksesuaian antara saldo utang
debitur menurut catatan akuntansinya dengan saldo utangnya yang tercantum
di dalam surat konfirmasi
13. Dalam memverifikasi pisah batas piutang usaha, salah satu prosedur audit yang
ditempuh oleh auditor adalah: “Periksa dokumen yang mendukung timbulnya
piutang usaha dalam minggu terakhir tahun yang diaudit dan minggu pertama
setelah tanggal neraca.” Berikut ini adalah dokumen yang diaudit oleh auditor
dalam prosedur audit tersebut, kecuali :
D. Bukti kas masuk
14. Mengapa konfirmasi merupakan prosedur audit yang dipilij untuk membuktikan
keberadaan piutang usaha yang dicantumkan di neraca klien?
B. Karena dokumen yang mendukung timbulnya piutang usaha berupa dokumen
yang dibuat oleh klien yang kompetensinya rendah dibandingkan dengan
dokumen yang berasal dari pihak luar yang diterima langsung oleh auditor
15. Manakah di antara pernyataan yang bersangkutan dengan cadangan kerugian
piutang usaha berikut ini yang benar ?
A. Jika klien tidak membentuk cadangan kerugian piutang usaha, harus
dicantumkan pengungkapannya di neraca bahwa saldo piutang usaha tersebut
merupakan jumlah bersih
BAB 15- Audit Terhadap Siklus Pengeluaran: Pengujian Pengendalian
SOAL LATIHAN
1. Sebutkan berbagai sistem informasi akuntansi yang membentuk siklus
pengeluaran dalam suatu perusahaan manufaktur.
- Sistem informasi akuntansi di sistem pembelian
- Sistem informasi akuntansi di sistem pengeluaran kas.
(hal 116)
2. Sebutkan berbagai prosedur yang termasuk dalam sistem informasi kauntansi
berikut ini (a) pembelian, (b) penegluaran kas.
Sistem pembelian terdiri dari berbagai prosedur yaitu :
- Prosedur permintaan pembelian.
- Prosedur order pembelian.
- Prosedur penerimaan barang.
- Prosedur penyimpanan barang.
- Prosedur pembuatan bukti kas keluar.
- Prosedur pencatatan utang.
Sistem pengeluaran kas yang terdiri dari :
- Prosedur pembayaran bukti kas keluar.
- Prosedur pencatatan pengeluaran kas. (hal : 116)
3. Sebutkan tujuan audit terhadap siklus pengeluaran.
Kelompok asersi keberadaan atau keterjadian.
 Tujuan audit terhadap golongan transaksi.
1) Transaksi pembelian mencerminkan barang dan jasa yang diterima dari
pemasok selama periode audit.
2) Transaksi pengeluaran kas mencerminkan pembayaran yg dilakukan kepada
pemasok selama periode audit.
 Tujuan audit terhadap saldo akun.
1) Utang usaha yang tercatat mencerminkan jumlah kewajiban entitas yg ada
pada tanggal neraca.
2) Aktiva tetap mencerminkan aktiva produktif yg masih dimanfaatkan pada
tanggal neraca.
3) Aktiva tidak berwujud mencerminkan aktiva produktif yg masih
dimanfaatkan pada tanggal neraca.
Kelompok asersi kelengkapan.
 Tujuan audit terhadap golongan transaksi.
1) Semua transaksi pembelian dan pengeluaran kas yang terjadi selama periode
yang diaudit telah dicatat.
 Tujuan audit terhadap saldo akun
1) Utang usaha mencakup semua jumlah yang terutang kepada pemasok barang
dan jasa pada tanggal neraca.
2) Saldo aktiva tetap mencakup semua transaksi perubahan yang terjadi selama
periode yang diaudit.
3) Saldo aktiva tidak berwujud mencakup semua transaksi perubahan yang
terjadi selama periode yang diaudit.
Kelompok asersi hak dan kewajiban.
 Tujuan audit terhadap golongan transaksi.
1) Entitas memiliki kewajiban sebagai akibat transaksi pembelian yang dicatat
dalam periode yg diaudit.
2) Entitas memiliki hak atas aktiva tetap sebagai akibat transaksi pembelian
yang tercatat dalam periode yang diaudit.
3) Entitas memiliki hak atas aktiva tidak berwujud sebagai akibat transaksi
pembelian yang tercatat dalam periode yang diaudit.
 Tujuan audit terhadap saldo akun.
1) Utang usaha pada tanggal neraca mencerminkan kewajiban entitas kepada
pemasok.
2) Entitas memilikihak atas aktiva tetap yg tercatat pada tanggal neraca.
3) Entitas memiliki hak atas aktiva tidak berwujud yg tercatat pada tanggal
neraca.
Kelompok asersi penilaian atau alokasi.
 Tujuan audit terhadap golongan transaksi.
1) Semua transaksi pembelian dan pengeluaran kas tela dicatat dalam jurnal,
diringkas, dan diposting ke dalam kaun dengan benar.
 Tujuan audit terhadap saldo akun.
1) Utang usaha dinyatakan dalam jumlah yg benar kewajiban entitas pada
tanggal neraca.
2) Aktiva tetap dinyatakan pada kos dikurangi dengan depresiasi akumulasi.
3) Aktiva tidak berwujud dinyatakan dalam kos atau kos dikurangi dengan
amortisasi akumulasi.
4) Biaya yang berkaitan dengan aktiva tetap dan kativa tidak berwujud dicatat
sesuai dengan prinsip akuntansi berterima umum.
Kelompok asersi penyajian dan pengungkapan.
 Tujuan audit terhadap golongan transaksi.
1) Rincian transaksi pembelian dan pengeluaran las mendukung penyajian akun
yang berkaitan dalam laporan keuangan , baik klasifikasinya maupun
pengungkapannya,
 Tujuan audit terhadap saldo akun.
1) Utang usaha, aktiva tetap, dan kativa tidak berwujud diidentifikasi dan
diklasifikasi dengan semestinya dalam neraca.
2) Pengungkapan memadai telah dibuat berkaitan dengan utang usaha, aktiva
tetap dan kativ atidak berwujud. (hal :117)
4. Untuk merancang program audit untuk pengujian pengendalian, sebutkan
tahap-tahap yang harus dilalui auditor.
Siklus pengeluaran terdiri dari tahap :
1. Fungsi dokumen terkait.
2. Dokumen.
3. Catatan akuntansi.
4. Bagan alir sistem informasi akuntansi.
5. Salah saji potensial, aktivitas pengendalian yg diperlukan, dan prosedur audit
untuk pengujian pengendalian yg dapat digunakan oleh auditor.
6. Penjelasan aktivitas pengendalian yg diperlukan.
7. Penyusunan program audit untuk pengujian pengendalian terhadap transaksi yg
bersangkutan.
8. Penjelasan program audit untuk pengujian pengendalian terhadap transaksi yg
bersangkutan. (hal : 119)
5. Sebutkan fungsi-fungsi yg terkait dalam sistem pembelian suatu perusahaan
manufaktur.sebutkan pula unit-unit organisasi yg bertanggung jawab atas
masing-masing fungsi tersebut dan jelaskan pula perannya maisng-masing.
Fungsi yang terkait dalam transaksi pembelian :

Nama fungsi Unit organisasi pemegang fungsi


Fungsi gudang Bagian gudang
Fungsi pembelian Bagian pembelian
Fungsi penerimaan barang Bagian penerimaan barang
Fungsi pencatatan utang Bagian utang
Fungsi akuntansi biaya Bagian akuntansi biaya
Fungsi akuntansi umum Bagian akuntansi umum
Fungsi penerima kas Bagian kasa
- Fungsi gudang, bertanggungjawab untuk mengajukan permintaan pembelian
sesuai dengan posisi yg ada di gudang dan untuk menyimpan barang yg telah
diterima oleh fungsi penerimaan.
- Fungsi pembelian , bertanggungjawab untuk memperoleh informasi mengenai
harga barang menentukan pemasok dalam pengadaan barang.
- Fungsi pencatatan utang, bertanggunjawab untuk mencatat transaksi pembelian
ke dalam register bukti kas keluar dan untuk menyelenggaran arsip dokumen
sumber.
- Fungsi akuntansi biaya, bertanggungjawab untuk mencatat sediaan dan aktiva
tetap.(hal: 119-120)
6. Sebutkan nama-nama dokumen penting dalam pelaksanaan transaksi
pembelian dan jelaskan pula fungsinya masing-masing.

Transaksi Dokumen sumber Dokumen pendukung


Pembelian Bukti kas keluar
Surat permintaan pembelian
Surat permintaan otorisasi investasi
Surat permintaan otoriasai reparasi
Surat permintaan penawaran harga
Surat order pembelian
Laporan penerimaan barang
Surat perubahan order
Faktur dari pemasok
- Surat permintaan pembelian, formulir yang diisi fungsi gudang, pemakai barang
untuk meminta fungsi pembelian melakukan pembelian barang dengan
jenis,jumlah, dan mutu.
- Surat permintaan otorisasi, dokumen yang digunakan untuk meminta persetujuan
pelaksanaan investasi.
- Surat permintaan penawaran harga, untuk meminta penawaran harga barang yg
pengadaannya tidak bersifat berulang kali, yang menyangkut jumlah pembelian
yang besar.
- Surat order pembelian, yg digunakan untuk memesarn barang pada pemasok,.
- Laporan penerimaan barang, untuk menunjukkan bahwa barang yg diterima dari
pemasok telah memenuhi jenis, spesifikasi, mutu dan kuantitas sesuai dengan
surat order pembelian.
- Surat perubahan order pembelian. Yang berisi berubahan terhadap isi surat order
pembelian yang sebelumnya telah diterbitkan.
- Bukti kas keluar, bukti untuk pencatatan perintah pengeluaran kas, untuk
pembayaran utang sekaligus berfungsi sebagai pemebritahuan kepada kreditur.
- Faktur dari pemasok, yang berisi jenis,kuantitas, dan harga barang yang menjadi
kewajiban perusahaan kepada pemasok. (hal : 122-123)
7. Sebutkan nama berbagai tembusan surat order pembelian dan jelaskan pula
fungsi setiap tembusan tersebut.
 Surat order pembelian, dokumen ini merupakan lemabar pertama surat order yg
dikirim ke pemasok sebagai order resmi.
 Tembusan pengakuan oleh pemasok, tembusan surat order yg dikirim pemasok
diminta tanda tangan dari pemasok tersebut dan dikirim kembali ke perusahaan
sebagai disetujuinya order pembelian.
 Tembusan fungsi peminta barang, tembusan dikirimkan kepada fungsi yg
meminta pembelian bahwa barang yang dimintanya telah dipesan.
 Arsip tanggal penerimaan, tembusan order pembelian disimpan menurut tanggal
penerimaan barang yg diharapkan sebagai arsip jika barang tidak datang sesuai
waktu yg ditetapkan.
 Arsip pemasok, tembusan surat order pembelian disimpan oelh fungsi
pemebelian menurut nama pemasok, sebagai dasar untuk mencari pemasok.
 Tembusna fungsi penerimaan, tembusan surat order pembelian dikirim ke fungsi
penerimaan sebagai otorisasi untuk menerima jenis, spesifikasi, mutu, kuantitas,
dan pemasoknya seperti yg tercabtum dalam dokumen tersebut.
 Tembusan fungsi akuntansi, tembusan surat order pembelian dikrim ke fungsi
akuntansi sebagai salah satu dasar mencatat kewajiban yyg timbul dalam
transaksi pembelian. (hal : 122)
8. Sebutkan dokumen yang menjadi dokumen pendukung pencatatan transaksi
pembelian.
Dokumen pendukung transaksi pembelian.
Surat permintaan pembellian, surat permintaan otorisasi investasi, surat permintaan
otorisasi reparasi,, surat permintaan penawaran harga, surat order pembelian, laporan
penerimaan barang, surat perubahan order, faktur dari pemasok. (hal :121)
9. Sebutkan nama-nama catatan akuntansi yang digunakan dalam sistem
pembellian.
Catatan akuntansi yang digunakan untuk mencatat transaksi pembelian :
- Register bukti kas keluar.
- Jurnal pembelian
- Buku pembantu utang
- Buku pembantu sediaan. (hal : 123)
10. Sebutkan salah saji potensial dan aktivitas pengendalian yang diperlukan dalam
dua tahap transaksi pembelian berikut ini : (a) tahap order pembelian, (b) tahap
penerimaan barang.
 pembuatan surat order pembelian
salah saji potensial :
o pembelian dapat terjadi dengan tujuan yang tidak semestinya.
Aktivitas pengendalian yang diperlukan :
o setiap order pembelian harus didasarkan pada surat permintaan
pembelian yang telah diotorisasi.
 Tahap penerimaan barang.
Salah saji potensial :
o Setiap penerimaan barang harus terdapat surat order pembelian yang
telah diotorisasi.
o Fungsi penerimaan barang menghitung, menginspeksi, dan
membandingkan barang yang diterima dengan surat order pembelian.
Aktivitas pengendalian yang diperlukan :
o Lakukan pemeriksaan terhadap laporan penerimaan barang dengan
surat order pembelian yang berasangkutan.
o Lakukan pengamatan pelaksanaan prosedur oleh fungsi penerimaan
barang. (hal 128)
11. Dalam tahap pencatatan transaksi pembelian :
a. Sebutkan salah saji potensial yang dapat terjadi.
b. Sebutkan aktivitas pengendalian yang diperlukan untuk mendeteksi dan
mencegah salah saji tersebut.
c. Sebutkan pengujian yang dapat digunakan oleh auditor untuk mendeteksi
adanya aktivitas pengendalian yang saudara sebutkan pada butir b tersebut.

a. Salah saji potensial : barang dapat diminta untuk tujuan atau kuantitas yang tidak
semestinya.
b. Aktivitas pengendalian yang diperlukan :otorisasi umum dan khsusus yang
diperlukan untuk setiap barang yang akan dibeli.
c. Pengujian pengendalian yang dapat dilakukan : minta keterangan tentang
prosedur otorisasi permintaan pembelian. (hal 128)
12. untuk mendeteksi dan mencegah terjadinya pembelian yang tidak di otorisasi,
sebutkan aktivitas pengendalian yang diperlukan. Jelaskan mengapa dua
aktivitas tersebut dapat mendeteksi dan mencegah terjadinya salah saji
tersebut.
Aktivitas mencegah terjadinya pembelian tidak tidak diotorisasi,
o setiap penerimaan barang harus terdapat surat order pembelian yang sudah
terotorisasi, bertujuan untuk menjamin asersi keberradaan dan atau
keterjadian barang.
o Fungsi penerimaan barang menghitung, menginspeksi, dan membandingkan
barang yang diterima dengan data barang yang tercantum dalam surat order
pembelian, karena laporan penerimaan barang merupakan salah atu dokumen
penting yang dipakai sebagai dasar pembuatan bukti kas keluar. Makam data
yang tercantum dalam laporan penerimaan barang harus mencerminkan
kecermatan dengan menghitung kembali dan memeriksa dengan baik sebagai
jaminan atas keberadaan atau keterjadian dari pembelian. (hal : 128)
13. Untuk mendeteksi dan mencegah terjadinya salah saji dalam tahap pencatatan
transaksi pembelian, sebutkan aktivitas pengendalian yang diperlukan. Jelaskan
mengapa aktivitas pengendalian yang saudara sebutkan dapat mendeteksi dan
mencegah terjadinya salah saji tersebut.
Untuk mencegah adanya salah saji tahap pencatatan transaksi pembelian, maka
dilakukan aktivitas pengendalian :
o Setiap order pembelian harus didasarkan pada surat permintaan pemeblian
yang telah diotorisasi
Agar proses pencatatan tidal terjadi salah saji, maka fungsi penerimaan
barangpun tidak boleh menerima barang jika fungsi tersebut tidak menerima
tembusan surat order pembelian dari fungsi pembelian.(hal : 128)
14. Sebutkan dan jelaskan prosedur audit yang ditempuh oleh auditor untuk
membuktikan asersi keberadaan atau keterjadian atas transaksi pembelian.
Prosedur audit yang dilakukan, keberadaan dan keterjadian.
1) Lakukan pengamatan terhadap (termasuk pengamatan terhadap pemisahan
fungsi) :
a. Persetujuan atas surat permintaan pembelian
b. Order pembelian
c. Penerimaan barang
d. Pembuatan bukti atas kas keluar
2) Ambil sampel transaksi pembelian dari register bukti kas keluar dan lakukan
verifikasi terhadap tanggal, nama pemasok, dan jumlah moneter dan nonmoneter.
Lakukan pula pemeriksaan terhadap dokumen pendukung berikut ini :
a. Bukti kas keluar
b. Laporan penerimaan barang
c. Surat order pembelian yang diotorisasi
d. Surat permintaan pembelian yang telah diotorisasi
e. Faktur dari pemasok.
Penjelasannya,bentuk program audit yang nomor 1,ditujukan untuk membuktikan
adanya pemisahan tiga fungsi pokok, fungsi operasi, fungsi penyimpanan, dan
fungsi akuntansi dalam pengaatan sistem pembelian. Dimana setiap transaksi
pembelian dilaksanakan lebih dari unit organisasi sehingga
terciptanyapengecekan intern antar pelaksanaan transaksi tersebut agar
terbentuknya pengendalian internal.
Pada bentuk program audit nomor 2, bukti dokumen keluar diperiksa dengan
bukti pendukung lain untuk memastikan formulir bukti bernomor urut tercetak,
tanda tangan diotorisasi oleh pihak yang berwenang, sesuai antara informasi yg
dicantumkan dengan bukti lainnya, kelengkapan dari dokumen pendukung , dan
ketelitian atas pencatatan informasi yg tercantum dalam bukti kas keluar.
(hal : 131)

15. Sebut dan jelaskan prosedur audit yang ditempuh oleh auditor untuk
membuktikan asersi kelengkapan transaksi pembelian.
Prosedur audit untuk asersi kelengkapan transaksi pembelian :
1) Periksa bukti digunakannya formulir bernomor urut tercetak dan
pertanggungjawabkan pemakaian formulir tersebut (surat order pembelian,
laporan penerimaan barang, bukti kas keluar). Periksa secara selintas nomor bukti
yang keluar yang dicatat didalam register kas keluar.
2) Ambil sampel bukti kas keluar yang disetujui dan lakukan pengsuustan ke
dokumen dan catatan akuntansi berikut ini
o Laporan penerimaan barang
o Faktur dari pemasok
o Surat order pembelian
o Pencatatan ke dalam register bukti kas keluar.
Penjelasan, untuk prosedur nomor 1, penggunaan dari nomor urut tercetak
menjaminkelengkapan transaksi pembelian yang dicatat dalam catattan akuntansi.
Prosedur aduit nomor 2, untuk membuktikan bahwa transaksi pembelian didahului
adanya otorisasi pembelian barang, atau jasa auditor mengambil sampel bukti kas
keluar dari asrsip dokumen yang disimpan pada fungsi utang yang disimpan fungsi
akuntansi biaya, yang terdiri dari laporan penerimaan barang, faktur dari pemasok,
surat order pembelian, pencatatan ke dalam register bukti kas keluar dengan
melakukan pemeriksaan agar dokumen tersebut dapat dipertanggungjawabkan.
(hal : 132)
16. Sebuutkan dan jelaskan prosedur audit yang ditempuh oleh auditor untuk
membuktikan asersi penilaian atau alokasi transaksi pembelian.
Prosedur audit untuk asersi penilaian atau alokasi
1) Untuk sampel yang diambil periksa bukti adanya :
o Persetujuan pembelian semestinya untuk setiap transaksi pembelian
o Pengecekan independen terhadap pencantuman harga barang dalam bukti
kas keluar.
o Pengecekan independen terhadap keakuratan perhitungan dalam bukti
kas keluar.
2) Periksa adanya pengecekan independen terhadap posting ke buku pembantun dan
jurnal untuk memperoleh keyakinan bahwa tidak terjadi kekeliruan posting
jumlah moneter atau akun.
Penjelasannya , periksa dan pengecekan independen terhadap kas keluar ke buku
pembantu jurnal. Untuk menguji kelayakan prosedur pencatatan transaksi pembelian
auditor menguji ketelitian posting, ringkasan register bukti kas keluar kedalam akun
yang bersangkutan dalam buku besar.Auditor mengambil rekapitulasi bulanan dan
membandingkannya dengan jumlah yang diposting dalam akun yang bersangkutan.
(hal :132)

17. Sebutkan fungsi-fungsi yang terkait dalam sistem pengeluaran kas suatu
perusahaan manufaktur. Sebutkan pula untit-unit organisasi yang
bertanggunjawab atas masing-masing fungsi tersebut dan jelaskan perannya
masing-masing.

Nama fungsi Unit organisasi pemegang fungsi


Fungsi yang memerlukan pengeluaran Bagian pemasaran atau bagian – bagian
kas lain .
Fungsi pencatatan utang Bagian utang
Fungsi keuangan Bagian kas
Fungsi akuntansi biaya Bagian akuntansi biaya
Fungsi akuntansi umum Bagian akuntansi umum
Fungsi audit intern Bagian audit intern
Fungsi penerimaan kas Bagian kasa
- Fungsi yang memerlukan pengeluaran kas, fungsi penegeluaran kas mislanya
untuk pembelian jasa dan untuk biaya perjalanan dinas.
- Fungsi pencatat utang, fungsi yang bertanggung jawab atas bukti kas keluar yang
memberikan otorisasi kepada fungsi keuangan dalam mengeluarkan cek sebesar
yang tercantum dalam dokumen tersebut.
- Fungsi keuangan, fungsi yang bertanggung ajwab untuk mengisis cek, meminta
otorisasi atas cek, dan mengirimkan cek kepada kreditur via pos atau
membeyarkan langsung kepada kreditur.
- Fungsi akuntansi biaya, bertanggung jawab atas pencatatan pengeluaran kas yang
menyangkut biaya dan sediaan.
- Fungsi akuntansi umum, bertanggung jawab atas pencatatan transaksi
pengeluaran kas dan jurnal pengeluaran kas atau register cek.
- Fungsi audit inter, bertanggung jawab untuk melakukan perhitungan kas secara
periodik dan mencocokkan hasil penghitungannya dengan saldo kas menurut
catatan akuntansi. (hal : 134)
18. Sebutkan nama dokumen-dokumen penting dalam pelaksanaan transaksi
pengeluaran kas dan jelaskan pula fungsinya masing-masing.
Transaksi Dokumen sumber Dokumen pendukung
Pengeluaran kas Bukti kas keluar Permintaan cek
Kuitansi
Cek
Penjelasan fungsi dokumen :
- Permintaan cek : berfungsi sebagai permintaaan dari fungsi yang memerlukan
pengeluaran kas kepada fungsi pencatatan utang untuk membuat bukti kas keluar.
- Bukti kas keluar : berfungsi sebgaai perintah pengeluaran kas kepada fungsi
keuangan sebesar yang tercantum dalam dokumen tersebut.
- Cek : merupakan dokumen yang digunakan untuk memerintahkan bank
melakukan pembayaran sejumlah uang kepada orang atau organisasi yang
namanya tercantum pada cek.
- Kuitansi : bukti tanda tanda terima cek dari penerimacek pembayaran. (hal : 135)
19. Sebutkan nama-nama catatan akuntansi yang digunakan dalam sistem
pengeluaran kas.
Catatan akuntansi yang digunakan dalam sistem akuntansi pengeluaran kas :
1. Register cek (check register)
2. Buku besar (general ledger). (hal : 137)
20. Sebutkan salah saji potensial dan aktivitas pengendalian yang diperlukan dalam
dua tahap transaksi pengeluaran kas berikut ini : (a) tahap otorisasi
pengeluaran kas, (b) tahap pencatatan pengeluaran kas.
(a) Tahap otorisasi pengeluaran kas.
 salah saji potensial terhadap otorisasi pengeluaran kas.
 Cek yang dikeluarkan untuk pembelian yang tidak diotorisasi
 Bukti keluar dibayar lebih dari satu kali
 Cek yang dikeluarkan dengan jumlah yang salah.
 Aktivitas pengendalian yang diperlukan :
 Penandatanganan cek harus meriview bukti kas keluar dan kelengkapan
dokumen pendukungnya.
 Bubuhkan cap “lunas” terhadap buku kas keluar yang telah dibayar beserta
dokumen pendukungnya.
 Pengecekan independen antara cek dengan bukti kas keluar.
(b) Tahap pencatatan pengeluaran kas.
 Salah saji potensial
 Cek yang dikeluarkan tidak dicatat
 Kesalahan dalam pencatatan cek
 Cek tidak dicatat segera.
 Aktivitas pengendalian yang diperlukan
 Pertanggungjawabkan semua nomor urut cek
 Pengecekan secara independen posting jurnal dengan akun kontrol kas dalam
buku besar.
 Rekonsiliasi bank secara periodik oleh pihak independen.
 Pengecekanindependen terhadap tanggal yang tercantum dalam bonggol cek
(cheque stub) dengan tanggal pencatatannya. (hal : 139)
21. Dalam tahap pencatatan transaksi pengeluaran kas :
a. Sebutkan salah saji potensial yang dapat terjadi.
b. Sebutkan aktivitas pengendalian yang diperlukan untuk mendeteksi dan
mencegah salah saji tersebut.
c. Sebutkan pengujia pengendalian yang dapat digunakan oleh auditor untuk
mendeteksi adanya aktivitas pengendalian yang saudara sebutkan pada
butir b tersebut.
Jawab :
a. Salah saji potensial :
- Cek yang dikeluarkan untuk pembelian yang tidak diotorisasi
- Bukti keluar dibayar lebih dari satu kali
- Cek yang dikeluarkan dengan jumlah yang salah.
b. Aktivitas pengendalian yang diperlukan untuk mendeteksi dan mencegah salah
saji tersebut :
- Penandatanganan cek harus meriview bukti kas keluar dan kelengkapan dokumen
pendukungnya.
- Bubuhkan cap “lunas” terhadap buku kas keluar yang telah dibayar beserta
dokumen pendukungnya.
- Pengecekan independen antara cek dengan bukti kas keluar.
c. Pengujian pengendalian yang digunakan auditor :
- Lakukan pengamatan terhadap prosedurt
- Periksa cap “lunas” yang tercantum dalam bukti kas keluar yang telah dibayar
beserta dokumen- dokumen pendukungnya.
- Pelaksanaan kembali pengecekan independen. (hal : 139)

22. Untuk mendeteksi dan mencegah terjadinya pengeluaran kas yang tidak
diotorisasi, sebutkan aktivitas pengendalian yang diperlukan. Jelaskan mengapa
dua aktivitas pengendalian yang saudara sebutkan dapat mendeteksi dan
mencegah terjadinya salah saji tersebut.
Untuk mencegah terjadinya pengeluaran kas yang tidak diotorisasi, maka
pengendalian yang dilakukan
- meriview bukti kas keluar dan dokumen pendukungnya
- melakukan pengamatan terhadap prosedur.
Dua hal tersebut dilakukan untuk menjamin bahwa cek yang dikeluarkan telah
disetujui, maka dilakukan review ulang untuk memeriksa bukti kas keluar
sebelum menandatangani cek. (hal : 139)
23. Untuk mendeteksi mencegah terjadinya salah saji dalam tahap pencatatan
transaksi pengelularan kas, sebutkan aktivitas pengendalian yang diperlukan.
Jelaskan mengapa aktivitas pengendalian yang saudara sebutkan dapat
mendeteksi dan mencegah terjadinya salah saji tersebut.
Aktivitas pengendalian yang diperlukan mencegah terjadi salah saji pencatatan
transaksi pengeluaran kas.
 Pertanggungjawabkan semua nomor urut cek
 Pengecekan secara independen posting kedalam jurnal dengan akun control
kas dalam buku besar.
 Rekonsiliasi bank secara periodik oleh pihak independen.
 Pengecekan independen terhadap tanggal yang tercantum dalam bonggol cek
(cheque stub) dengan tanggal pencatatannya.
Aktivitas pengendalian tersebut perlu dilakukan, dalam pertanggungjawaban
nomor cek secara urut akan mencegah kekeliruan dalam pembayaran cek.
Pengecekan independen posting ke dalam jurnal ke dalam catatan akuntansi
digunakan untuk mengecek ketelitian data akuntansi yang dicatat akun control
utang usaha dalam buku besar. Rekonsiliasi bank secara periodik oleh pihak
ketiga secara independen, dilakukan untuk menjamin asersi keberadaan atau
keterjadian atau kelengkapan dan pengungkapan transaksi pengeluaran,
pengecekan secara independen terhadap tanggal yg tercantum dalam bonggol cek
bagian dari fungsi audit intern untuk melakukan cek agar terjaminnya asersi
keberadaan keterjadian dan kelengkapan yang sesuai dengan transaksi
pengeluaran kas. (hal : 139)
24. Sebutkan dan jelaskan prosedur audit yang ditempuh oleh auditor untuk
membuktikan asersi keberadaan atau keterjadian transaksi pengeluaran kas.

asersi keberadaan atau keterjadian


1. Lakukan pengamatan terhadap (termasuk pengamatan terhadap pemisahan
fungsi)
a. Pembuatan cek
b. Pencatatan cek ke dalam register cek.
Dalam pengamatan ini dituujukan untuk membuktikan adanya pemisahan fungsi
pokok fungsi penyimpanan san fungsi kauntansi dalam pengeluaran kas, setiap
transaksi dilaksanakan oleh unit yang bertanggungjawab sehingga terciptanya
pengecekan intern, setiap pengeluaran kas segera dicatat kedalam catatan
akuntansi yg bersangkutan .untuk pembuatan cek, maka dilakuakn review atas
kas keluar dan dokumen pendukung sebelum penulisan cek, review atas otorisasi
yang tercantum hal ini digunakan untuk menjamin klien melakukan pencatatan
dengan benar.
2. Ambil sampel transaksi pengeluaran kas dari register cek dan lakukan verifikasi
terhadap tanggal, nama debitur, dan jumlah moneter dan nonmoneter. Lakukan
pula pemeriksaan terhadap dokumen pendukung berikut ini :
a. Permintaan cek
b. Bukti kas keluar
c. Kuitansi (hal : 141-142)
25. Sebut dan jelaskan prosedur yang ditempuh oelh auditor untuk membuktikan
asersi kelengkapan transaksi pengeluaran kas.
Asersi kelengkapan
1. Periksa bukti digunakannya formulir cek bernomor urut tercetak dan
pertanggungjawabkan pemakaian formulir tersebut.
 Auditor memeriksa apakah klien menggunakan formulir yang bernomor urut
tercetak pada waktu auditor mengambil bukti kas keluar dan pada waktu
melakukan inspeksi terhadap formulir sebelum dipakai.
2. Ambil sampel bukti kas keluar yang telah dibayar dan lakukan pengsutan ke
dokumen dan catatan akuntansi berikut ini :
a. Permintaan cek
b. Kuitansi
c. Pencatatan ke dalam register cek.
 Untuk membuktikan bahwa setiap transaksi pengeluaran kas telah didahului
dengan otorisasi dari fungsi keuangan, auditor mengambil sampel bukti kas
keluar yang telah dibayar dari arsip dokume berupa permintaan cek, kuitansi,
pencatatan ke dalam register cek. (hal: 142)
26. Sebut dan jelaskan prosedur audit yang ditempuh oelh auditor untuk
membuktikan asersi penilaian atau alokasi transaksi pengeluaran kas.
Asersi penilaian atau alokasi :
1. Untuk sampel yang diambil pada langkah sebelumnya periksa bukti adanya :
a. Persetujuan semestinya untuk tiap transaksi pengeluaran kas
b. Pengecekan independen terhadap penulisan cek dengan bukti kas keluar
 Pengecekan ulang perlu dilakukan secara independen dari pihak ketiga.
2. Periksa adanya pengecekan independen terhadap posting ke buku pembantu
utang dan register cek untuk memperoleh keyakinan bahwa tidak terjadi
kekeliruan posting jumlah moneter atau akun.
 Disini auditor akan mengambil sampel rekapitulasi bulanan register cek dan
membandingkannya dengan jumlah yang diposting dalam akun di buku besar.
(hal: 142)
SOAL PILIHAN GANDA
1. Berbagai sistem yang termasuk dalam siklus pengeluaran adalah
A .sistem pembelian dan sistem pengeluaran kas

2. Dokumen sumber yang dipakai sebagai dasar pencatatan timbulnya utang usaha
adalah :
D .Bukti kas keluar.

3. Dokumen berikut ini adalah dokumen pendukung dalam pencatatan transaksi


pembelian kecuali :
B .Memo kredit.

4. Berikut ini adalah tujuan auditor menguji asersi hak dan kewajiban dalam
pengujian pengendalian terhadap siklus pengeluaran. Kecuali ;
A .semua transaksi pembelian dan pengeluaran kas yang terjadi dalam periode
yang telah dicatat.

5. Berikut ini adalah fungsi yang bertanggungjawab dalam pelaksanaan transaksi


pengeluaran kas, kecuali :
C .fungsi keuangan.

6. Berikut ini adalah fungsi yang bertanggung jawab dalam pelaksanaan transaksi
pengeluaran kas kecuali :
C . Fungsi Keuangan.

7. Manakah diantara aktivitas pengendalian berikut ini diperlukan untuk mendeteksi


dan mencegah kemungkinan salah saji: “bukti kas keluar dicatat dalam akun yang
salah” dalam transaksi pembelian?
A .Pertanggungjawaban semua formulir bernomor urut dan tercetak.

8. Untuk mencegah atau mendeteksi salah saji sebagai akibat terjadinya pembelian
untuk tujuan yang tidak semestinya, aktivitas pengendalian yang diperlukan
adalah:
A .setiap pembelian harus didasarkan surat permintaan pembelian yang
diotorisasi oleh manajer yang berwenang.

9. Salah satu prosedur audit untuk membuktikan asersi “kelengkapan” yang


digunakan auditor dalam pengujian pengendalian terhadap transaksi pembelian
adalah: “ambil sampel bukti kas keluar yang disetujui dan lakukan pengusutan ke
dokumen pendukung dan catatan akuntansi bersangkutan.” Sampel bukti atas kas
keluar tersebut diambil auditor dari:
A .Unpaid voucher file yang diselenggarakan oleh fungsi pencatat utang dan paid
voucher file yang diselenggarakan oleh fungsi akuntansi umum.

10. Dalam membuktikan asersi kelengkapan transaksi pembelian, auditor melakukan


tracing (pengusutan) dari informasi dalam dokumen sumber ke dokumen
pendukung dan catatan akuntansi yang bersangkutan.
B .Pengusutan dilakukan ke dokumen pendukung, surat order pembelian, laporan
penerimaan barang, dan faktur dari pemasok.

11. Dalam membuktikan asersi kelengkapan transaksi pengeluaran kas, auditor


melakukan tracing (pengusutan) dari informasi dalam dokumen pendukung dan
catatan akuntansi yang bersangkutan.
D .Pengusutan dilakukan ke catatan akuntansi, register bukti kas keluar.

12. Berikut ini adalah makna adanya tanda tangan otorisasi oleh fungsi pencatat
utang pada bukti kas keluar, kecuali :
A .fungsi pencatat utang telah memeriksa kelengkapan dan validitas bukti
pendukung bukti kas keluar (berupa copy surat order pembelian dari fungsi
pembelian, laporan penerimaan barang dari fungsi penerimaan barang dan faktur
dari pemasok.
13. Untuk mencegah pembayaran bukti kas keluar lebih dari satu kali, aktivitas
pengendalian yg diperlukan adalah :
D .Setiap bukti kas keluar yang telah dibayar beserta dokumen pendukungnya
harus dibubuhi cap “lunas”

14. Dalam pengujian pengen dalian terhadap transaksi pengeluaran kas, salah satu
prosedur audit yang dilaksanakan oleh auditor adalah : “Ambil sampel bukti kas
keluar yang telah dibayar” berikut ini adalah berbagai prosedur audit yang
dilaksanakan oleh auditor terhadap sampel bukti kas keluar yang dibayar tersebut,
kecuali :
C .Bandingkan informasi yang tercantum dalam bukti kas keluar dengan
informasi yang tercantum dalam permintaan cek, bonggol cek, dan kuitansi dari
pemasok.

15. Formulir yang digunakan untuk menjamin bahwa semua pemerolehan aktiva
tetap dilakukan semsestinya adalah :
C .Bukti kas keluar.

BAB 16 – Audit Terhadap Siklus Pengeluaran : Pengujian subtantif Terhadap


Saldo Utang Usaha
SOAL LATIHAN
1. Jelaskan yang dimaksud dengan utang lancar.
Utang lancar meliputi semua kewajiban yang akan dilunasi dalam periode jangka
pendek (satu tahun kurang dari tanggal neraca atau dalam siklus kegiatan normal
perusahaan) dengan cara mengurangi aktiva yang dikelompokkan dalam aktiva lancar
yang lain. (hal :151)

2. Jelaskan perbedaan karakteristik utang lancar dengan karakteristik aktiva


lancar dan pengaruhnya terhadap pengujian subtantif terhadap utang lancar.
 Dalam penyajian aktiva lancar, klien berkecenderungan umum untuk menyajikan
aktiva tersebut lebih tinggi dari jumlah yang senyatanya. Kecenderungan ini
sering kali didorong oleh motif untuk memberikan gambaran modal kerja yang
lebih baik sehingga kelihatannya perusahaan memiliki likuiditas yang
baik.Gambaran modal kerja yang baik ini juga dapat ditempuh dengan
menurunkan nilai hutang lancar, yaitu umumnya dengan cara tidak mencatat
hutang lancar sehingga terdapat hutang yang tidak tercatat tanggal neraca.
 Dalam penyajian aktiva lancar klien menghadapi masalah penilaian unsur- nsur
aktiva lancar per tanggal neraca. (hal :152)

3. Sebutkan prinsip akuntansi berterima umum yang diterapkan dalam penyajian


utang lancar di neraca.
prinsip akuntansi berterima umum dalam penyajian utang lancar di neraca
berikut ini:
 Setiap jenis utang usaha lancar harus disjikan secara terpisah, jika jumlahnya
material.
 Utang kepada perusahaan afiliasi, pemegang saham, dan karyawan perusahaan
harus dipisahkan dari utang kepada pihak ketiga yang independen.
 Aktiva yang dijaminkan dalam penarikan utang lancar harus diungkapkan dalam
laporan keuangan.
 Aktiva dan utang tidak boleh digabungkan penyajiannya dalam jumlah neto.
 Utang bersyarat harus dijelaskan dalam neraca. (hal :154)

4. Sebut dan jelaskan tujuan pengujian substantive terhadap utang lancar.


 Memperoleh keyakinan tentang keandalan catatan akuntansi yang bersangkutan
dengan utang usaha : prngujian mengenai kewajaran saldo utang usaha harus
memperoleh keyakinan mengenai ketelitian dan keandalan catatan akuntansi
yang mendukung informasi usaha, maka auditor melakukan rekonsiliasi antara
saldo utang usaha yang dicantumkan dalam neraca dengan saldo utang usahab
dalam buku besar, selanjutnya ke register kas keluar dan register cek.
 Membuktikan asersi keberadaan dan keterjadian utang usaha yang dicantumkan
di neraca : untuk membuktikan asersi keberadaan yang mencegah terjadinya
unrecorded lialibilities.
 Membuktikan asersi kelengkapan utang udaha yang dicantumkan di neraca :
utang usaha yang disajikan di neraca pada jumlah kewajiban pada klien pada
tanggal neraca, untuk membuktikan asersi penilaian tidak berlaku terhadap saldo
utang usaha pada tanggal neraca pembuktian kelengkapan untuk mencari adanya
unrecorded lialibilities.
 Membuktikan asersi kewajiban klien atas utang usaha yang divantumkan di
neraca : untuk membuktikan kewajiban klien tercermin dalam utang usaha yang
dicantumkan di neraca.
 Membuktikan asersi penyajian dan pengungkapan utang usaha di neraca :untuk
membuktikan apakah unsur utang di sajikan dan diungkapkan klien di neraca
sesuai prinsip akuntansi berterima umum. (hal : 155)

5. Untuk membuktikan bahwa unsur utang lancar yang dicantumkan di neraca


didukung dengan catatan akuntansi yang memadai , prosedur audit apakah
yang ditempuh auditor?
Prosedur yang dilakukan, adalah prosedur audit awal.

6. Untuk membuktikan keberadaan saldo utang usaha yang dicantumkan klien di


neraca dan asersi keterjadian transaksi yang berkaitan dengan utang usaha
dalam tahun yang diaudit, prosedur audit apakah yang ditempuh auditor?
Prosedur yang dilakukan untuk membuktikan asersi keberadaan dan keterjadian
 Prosedur analitik, mengitung rasio, melakukan analisis hasil prosedur analitik
pada data masa lalu, dan bandingkan akun biaya tahun lalu dan yg dianggarkan.
 Periksa bukti pendukung transaksi yang berkaitan dengan utang usaha, periksa
pengkreditan akun dan pendebitan akun.
 Periksa pisah batas transaksi yang berkaitan denganutang usaha,periksa dokumen
pembelian dan dokumen pembayaran utang usaha.
 Konfirmasi piutang usaha identivikasi bukti kas keluar
 Rekonsiliasi utang yang tidak dikonfirmasi ke pernyataan piutang yang diterima
oleh klien ke krediturnya.( hal :159)
7. Untuk membuktikan asersi hak kelengkapan saldo utang usaha yang
dicantumkan di dalam neracanya dan transaksi yang berkaitan dengan utang
usaha, prosedur audit apakah yang ditempuh oleh auditor?
 Prosedur analitik, mengitung rasio, melakukan analisis hasil prosedur analitik
pada data masa lalu, dan bandingkan akun biaya tahun lalu dan yg dianggarkan.
 Periksa bukti pendukung transaksi yang berkaitan dengan utang usaha, periksa
pengkreditan akun dan pendebitan akun.
 Periksa pisah batas transaksi yang berkaitan denganutang usaha,periksa dokumen
pembelian dan dokumen pembayaran utang usaha.
 Konfirmasi piutang usaha identivikasi bukti kas keluar
 Rekonsiliasi utang yang tidak dikonfirmasi ke pernyataan piutang yang diterima
oleh klien ke krediturnya.( hal :159)

8. Untuk membuktikan asersi penilaian utang usaha yang dicantumkan di dalam


neracanya, prosedur audit apakah yang ditempuh oelh auditor?
 Periksa pisah batas transaksi yang berkaitan denganutang usaha,periksa dokumen
pembelian dan dokumen pembayaran utang usaha.
 Konfirmasi piutang usaha identivikasi bukti kas keluar
 Rekonsiliasi utang yang tidak dikonfirmasi ke pernyataan piutang yang diterima
oleh klien ke krediturnya.( hal :160)

9. Untuk membuktikan asersi penyajian dan pengungkapan saldo utang usaha


yang dicantumkan didalam neracanya, prosedur audit apakah yang ditempuh
oleh auditor?
- Periksa klasifikasi utang usaha di neraca
- Periksa pengungkapan yang bersangkutan dengan utang non usaha
- Periksa pengungkapan yang bersangkutan dengan utang usaha
- Mintalah informasi klien untuk menentukan komitmen yang belum diungkapkan
dalam utang bersyarat. (hal :169)

10. Untuk membuktikan ketepatan pisah batas transaksi yang bersangkutan


dengan utang lancar, prosedur audit apakah yang ditempuh auditor?
- Lakukan verifikasi pisah batas transaksi pembelian dan retur pembelian
- Periksa dokumen yang mendukung timbulnya utang usaha dalam minggu terakhir
tahun yang diaudit dan minggu pertama setelah tanggal neraca.
- Periksa dokumen yang mendukung berkurangnya utang usaha dalam minggu
terakhir tahun yang diaudit dan minggu pertama setelah tanggal neraca.
- Lakukan verifikasi pisah batas transaksi pengeluaran kas.
- Periksa adanya utang usaha tidak dicatat. (hal :164)

11. Jelaskan yang dimaksud dengan utang bersyarat da sebutkan cara penyajian
utang bersyarat tersebut di neraca.
Untang bersyarat (contingent lialibilities) merupakan kewajiban potensial yang
mempunyai kemungkinan akan sungguh – sungguh menjadi utang atau akan dapat
diselesaikan tanpa pengeluaran uang di masa yang akan datang.
Utang bersyarat ini dicantumkan di neraca dengan salah satu dari tiga cara
berikut ini :
 Utang bersyarat dicantumkan di dalam tanda kurung, dalam kelompok utang
lancar. Jumlah utang bersyarat ini tidak ditambahkan kepada utang lancar yang
lain.
 Utang bersyarat dicantumkan di bawah judul “utang bersyarat” di neraca. Jumlah
utang bersyarat tidak diperhitungkan dalam menjumlah utang lancar.
 Jika memerlukan penjelasan yang panjang, utang bersyarat disajikan di bagian
penjelasan laporan keuangan (notes to financial steatment) (hal : 170)

12. Sebutkan prosedur audit untuk mendapatkan informasi mengenai utang


bersyarat.
Dilakukan pada prosedur verifikasi dan pengungkapan
- Bandingkan penyajian utang usaha dengan prinsip akuntansi berterima umum
- Periksa klasifikasi utang usaha di neraca
- Periksa pengungkapan yang bersangkutan dengan utang usaha
- Periksa pengungkapan yang bersangkutan dengan utang non usaha
- Mintalah informasi klien untuk menemukan komitmen yang belum diungkapkan .
(hal : 159)

13. Untuk menguji kesesuaian penyajian utang di neraca dengan prinsip akuntansi
berterima umum, prosedur audit apakah yang akan ditempuh auditor?
prosedur audit awal, prosedur analitik, prosedur terhadap transaksi rinci, pengujian
terhadap saldo akun rinci, verifikasi terhadap penyajian dan pengungkapan (hal :
157).
14. Tujuan pokok pengujian substantif terhadap utang lancar adalah untuk
menemukan utang yang belum dicatat (unrecorded lialibilites) pada tanggal
neraca. Sebut dan jelaskan prosedur audit untuk menemukan adanya utang
yang tidak dicatat pada tanggal neraca.
Prosedur audit untuk menemukan adanya utang yang belum dicatat pada tanggal
neraca :
 Periksa bukti-bukti yang mendukung transaksi pengeluaran kas yang dicatat
setelah tanggal neraca.
 Periksa bukti kas keluar yang dibuat setelah tanggal neraca
 Periksa catatan sediaan barang konsinyiasi masuk.
 Pelajari peraturan perpajakan yang menyangkut bisnis klien
 Lakukan review terhadap anggaran modal . (hal : 165)

15. Jika auditor menemukan adanya utang yang belum dicatat oleh klien pada
tanggal neraca, apa yang harus dilakukan oleh auditor tersebut?
Ada dua jalan yang dapat ditempuh auditor
- Mengusulkan adjustment kepada klien, untuk mencatat utang tersebut
- Tidak mengusulkan adjustment kepada klien, dan membiarkanutang tersebut
tidak tercatat. (hal :165)

16. Pada keadaan bagaimana auditor mengusulkan adjustment untuk mencatat


utang yang belum dicatat oleh klien pada tanggal neraca? Kriteria apakah yang
dipakai auditor untuk mengusulkan adjustment tersebut beri contoh.
Auditor mengusulkan adjustment mengenai utang yang belum dicatat :
- Apakah dengan tidak dicatatnya utang tersebut, penentuan laba- rugi di dalam
tahun yang diaudit akan terpengaruh secara material? Jika jawaban ya, maka
auditor mengsulkan kepada klien untuk mencatat utang yang belum dicatat
tersebut.
- Apakah dengan tidak dicatatnya utang tersebut akan mempengaruhi jumlah
modal kerja secara material? Jika jawabannya ya, maka auditor harus
mengusulkan jurnal adjustment untuk mencatat utang tersebut.
Contoh :
Faktur pembelian aktiva tetap sebesar 70.000.000 bertanggal 31 desember 20x1
diterima oleh klien pada tanggal 15 januari 20x2. Aktiva tetap telah diterima oleh
klien pada tanggal 20x1.
Jika utang pembelian aktiva tetap tersebut tidak dicatat pada tanggal neraca,
akibatnya adalah modal kerjabersih akan berpengaruh, tetapi tidak mempengaruhi
penentuan laba klien. Umumnya dalam menghadapi utang ini, auditor tidak
menyarankan adjustment.

SOAL PILIHAN GANDA


1. Manakah dari penyajian utang lancar berikut ini yang tidak sesuai dengan prinsip
akuntansi berterima umum dalam penyajian utang lancar di neraca?
C . Aktiva dan utang dapat digabungkan penyajian dalam jumlah bersih.

2. Berikut ini merupakan prinsip akuntansi berterima umum dalam penyajian utang
lancer di neraca :
A . jika jumlah material, setiap jenis utang lancar harus disajikan di neraca secara
terpisah.

3. Perbedaan pengujian substantive utang lancar dengan pengujian substatif aktiva


lancar adalah :
C . Pengujian substenatif aktiva lancar bertujuan untuk menemukan penyajian
aktiva lancar yang lebih tinggi dari saldo aktiva tersebut sebenarnya pada tanggal
neraca. Sedangkan pengujian substantive utang lancar bertujuan untuk
menemukan penyajian utang lancar yang lebih rendah dari kewajiban klien yang
sebenarnya pada tanggal neraca.

4. Perbedaan karakteristik utang lancar dengan aktiva lancar yang berdampak


terhadap pengujian substantive terhadap utang lancar adalah :
A . Dalam menyajikan aktiva lancar, klien mengahadapi masalah penilaian (nilai
bersih yang direalisasikan) aktiva lancar pada tanggal neraca, sedangkan dalam
menyajikan utang lancar klien menghadapi fakta mengenai kewajiban klien yang
pada tanggal neraca.

5. Berikut ini adalah perbedaan pengujian substantif utang lancar dengan pengujian
substantive aktiva lancar, kecuali :
A . jumlah waktu dikonsumsi untuk melaksanakan pengujian substatif aktiva
tetap relative lebih sedikit dibanding dengan waktu pengujian subtantif yang
digunakan bagi aktiva lancar.

6. Manakah dari prosedur audit berikut ini yang merupakan prosedur audit yang
ditujukan untuk membuktikan eksistensi utang lancar yang merupakan kewajiban
klien pda tanggal neraca?
B .Periksa dokumen yg mendukung transaksi pembayaran utang lancar setelah
tanggal neraca

7. Berikut ini adalah prosedur audit untuk memverifikasi eksistensi utang lancar yg
menjadi kewajiban klien pada tanggal neraca, kecuali :
B .Periksa dokumen yg mendukung pembayaran utang setelah tanggal neraca.

8. Dalam memverifikasi ekistensi utang usaha yg menjadi kewajiban klien pada


tanggal nerca, salah satu prosedur audit yang ditempuh oleh auditor adalah :
“lakukan pemeriksaan untuk menemukan adanya unrecorded lialibilities.”
Berikut ini adalah prosedur audit yg dilaksanakan oleh auditor dalam prosedur
tersebut, kecuali :
C .Mintalah konfirmasi saldo utang pada tanggal neraca dari kreditur.

9. Manakah dari prosedur audit berikut ini yang tidak ditujukan untuk memperoleh
keyakinan tentang keandalan catatan akuntansi yg bersangkutan dengan utang
usaha?
B .Periksa dokumen yg mendukung pembayaran utang usaha setelah tanggal
neraca.

10. Penyebab timbulnya utang tidak dicatat pada tanggal neraca adalah :
D .Klien menggunakan basis tunai (cash basis) di dalam voucher system-nya.
BAB 17- Audit Terhadap Siklus Pengeluaran: Pengujian Substantif Terhadap
Aktiva Tetap
SOAL LATIHAN
1. Jelaskan yang dimaksud dengan aktiva tetap.
Aktiva tetap adalah kekayaan perusahaan yang memiliki wujud, mempunyai manfaat
ekonomis lebih dari satu tahin, dan diperoleh perusahaan untuk melaksanakan
kegiatan perusahaan, bukan untuk dijual kembali.(hal :179)

2. Sebutkan transaksi –transaksi yang berkaitan dengan aktiva tetap dan jelaskan
pula jurnalnya.
Aktiva tetap
Pemerolehan Penghematan pemakaian
Pengeluaran modal penjualan
Revaluasi Pertukaran.
pertukaran
Depresiasi akumulasi aktiva tetap
Penghentian pemakaian Derpresiasi
Penjualan
pertukaran
Jurnal –jurnal transaksi yang menyangkut aktiva tetap :
 Transaksi pemerolehan aktiva tetap.
Aktiva tetap xx
Kas xx
 Transaksi pengeluaran modal
Aktiva tetap xx
Kas xx
 Transaksi depresiasi aktiva tetap
Biaya depresiasi xx
Depresiasi akumulasi aktiva tetap xx
 Transaksi penghentian pemakaian aktiva tetap
Depresiasi akumulasi aktiva tetap xx
Rugi penghentian pemakaian aktiva tetap xx
Aktiva tetap xx
 Transaksi reparasi dan pemeliharaan aktiva tetap
Biaya reparasi dan pemeliharaan aktiva tetap xx
Kas xx
Sediaan suku cadang xx
Gaji dan upah xx
Biaya overhead pabrik yg dibebankan xx
(hal: 180)

3. Jelaskan perbedaan karakteristik aktiva tetap bila dibandingkan dengan


karakteristik aktiva lancar dan jelaskan pula dampak perbedaan karakteristik
tersebut terhadap pengujian substantive terhadap dua golongan aktiva tersebut.
Perbedaan karakteristik aktiva tetap dan kativa lancar :
- Akun aktiva tetap mempunyai saldo yang besar didalam neraca, transaksi
perubahannya relative sangat sedikit namun umunya menyangkut jumlah rupiah
yang besar
- Kesalahan pisah batas transaksi yg bersangkutan dengan aktiva tetap mempunyai
pengaruh kecil terhadap perhitungan rugi-laba, sedangkan kesalahan pisah batas
transaksi bersangkutan dengan aktiv alancar berpengaruh langsung terhadap
perhitungan rug-laba yang diaudit.
- Aktiva tetap disajikan di neraca pada kosnya dikurangi dengan depresiasi
akumulasian,sedangkan aktiva lancar disajikan di neraca pada nilai bersih yang
dapat direalisasikan pada tanggal neraca.
Perbedaan karakteristik aktiva tetap dan lancar mengakibatkan perbedaan pengujian
subtantif.
- Jumlah waktu yang dikonsumsi untuk pengujian substantif terhadap aktiva tetap
relatif lebih sedikit bilal dibandingkan dengan waktu yang digunakan untuk
pengujian substatif terhadap aktiva lancar.
- Ketepatan pisah batas transaksi aktiva tetap sedikit pengaruhnya terhadap
perhitungan rugi-laba, sedangkan aktiv alncar auditor memusatkan pengujian
terhadap pisah batas.
- Uji substatif aktiva tetap dititikberatkan pada verifikasi mutasi aktiva tetap yg
terjadi dalam tahun audit, tetapi aktiva tetap tanggal neraca sesuai dengan kosnya.
Sedangkan aktiva lancar dititikbertkan pada saldo aktiva lancar pada tanggal
neraca. (hal :181)
4. Apa yang harus dilakukan oleh auditor dalam pengujian substatif terhadap
aktiva tetap jika audit tersbeut merupakan audit pertama kalinya atas laporan
keuangan klien.
Auditor mempunyai kewajiban untuk memverifikasi saldo awal aktiva tetap, dan
semua bukti pendukung harus diverifikasi auditor. (hal 182)

5. Sebutkan prinsip akuntansi berterima umum yang diterapkan dalam penyajian


aktiva tetap di neraca.
Prinsip akuntansi beterima umum untuk aktiva tetap di neraca :
 Dasar penilaian aktiva tetap harus dicantumkan di dalam neraca.
 Aktiva tetap yang digadaikan harus dijelaskan
 Jumlah depersiasi akumulasi biaya depresiasi untuk tahun kini harus ditunjukkan
di dalam laporan keuangan.
 Metode yang digunakan dalam perhitungan depresiasi golongan besar aktivatetap
harus diungkapkan dalam laporan keuangan.
 Aktiva tetap harus dipecah kedalam golongan yang terpisah jika jumlahnya
material
 Aktiva tetap yanb telah habis didepresiasi namun masih digunakan untuk
beroperasi, jika jumlahnya material, harus dijelaskan. (hal :183)

6. Sebut dan jelaskan tujuan pengujuan subtantif aktiva tetap.


 Memperoleh keyakinan tentang keandalan catatan akuntansi yang bersangkutan
dengan aktiva tetap. Untuk memperoleh keyakinan mengenai ketelitian dan
keandalan catatan akuntansi yang mendukung informasi saldo dan mutasi aktiva
tetap.
 Membuktikan asersi keberadaan aktiva tetap dan asersi keterjadian transaksi yang
berkaitan dengan aktiva tetap dicantumkan di neraca, pengujian ini diarahkan
untuk mencapai tujuan membuktikan keberadaan aktiva yang dicantumkan di
neraca dan keterjadian transaksi penambahan, pengurangan, penghentian
pemakaian aktiva tetap dalam tahun yg diaudit.
 Membuktikan asersi kelengkapan aktiva tetap yang dicantumkan di neraca,
bahwasannya aktiva tetap yg tercantum mencakup semua transaksi yang
berkaitan dengan aktiva tetap dalam tahun yg diaudit.
 Membuktikan asersi hak kepemilikan klien atas aktiva tetap yg dicantumkan di
neraca, berisi pembuktian hak kepemilikan klien atas aktiva yg dimiliki
 Membuktikan asersi penilaian aktiva tetap yg dicantumkan di neraca.dimana
untuk membuktikan kewajaran penentuan jumlah akun depresiasi akumulasian
aktiva tetap.
 Membuktikan asersi penyajian dan pengungkapan aktiva tetap di neraca, untuk
mencapai tujuan dan membuktikan apakah aktiva tetap telah disajikan dan
diungkapkan oleh klien sesuai dengan prinsip akuntansi berterima umum.
(hal : 183)

7. Untuk membuktikan bahwa unsur aktiva tetap didalam neraca didukung


dengan catatan akuntansi yg memadai , jelaskan prosedur audit yg ditempuh.
Prosedur yang dilakukan :
 Usut saldo aktiva tetap yang tercantum di neraca ke saldo akun aktiva tetap
yang bersangkutan ke buku besar.
 Hitung kembali saldo akun aktiva tetap ke kertas kerja tahun lalu
 Lakukan review terhadap mutasi luar biasa dalam jumlah dan sumber posting
dalam akun aktiva tetap dan depresiasi akumulasinya.
 Usut posting pendebetan dan pengkreditan akun aktiva tetap ke jurnal yg
bersangkutan .
 Lakukan rekonsiliasi buku pembantu aktiva tetap dengan akun kontrol aktiva
tetap di buku besar. (hal : 187)

8. Untuk membuktikan ekistensi saldo aktiva tetap yang dicantumkan oleh klien di
dalam neraca, prosedur audit apakah yg ditempuh oleh auditor?
Prosedur yang dilakukan , pengujian terhadap transaksi rinci.
 Periksa tambahan aktiva tetap ke dokumen yang mendukung transaksi
pemerolehan aktiva tetap
 Periksa berkurangnya aktiva tetap ke dokumen tersebut.
 Periksa ketepatan pisah batas transaksi aktiva tetap
 Lakukan review terhadap akun biaya reparasi dan pemeliharaan aktiva tetap.
(hal : 190)
9. Untuk membuktikan hak dan kepemilikan klien atas aktiva tetap yang
dicantumkan oleh klien di dalam neracanya, prosedur audit apakah yg
ditempuh auditor?
Prosedur audit yang dilakukan ada pada pengujian terhadap saldo rinci mengenai hak
kepemilikan klien atas aktiva tetap, dengan melakukan :
 Memeriksa dokumen yang mendukung pemerolehan dan penghentian
pemakaian aktiva tetap.
 Memeriksa dokumen yang mendukung traansaksi pembayaran sewa
 Memeriksa polisasuransi aktiva tetap
 Meminta informasimengenai aktiva tetap yang dijaminkan dalam penarikan
utang
 Melakukan inspeksi terhadap perjanjian persewaan.(hal :192)

10. Verifikasi pisah batas terhadap transaksi yang bersangkutan dengan aktiva
tetap bukan merupakan fokus pengujian substantif terhadap aktiva tetap.
Jelaskan mengapa demikian?
Karena verifikasi pisah batas sedikit pengaruhnya terhadap perhitungan laba-rugi
auditor tidak mengarahkan perhatian terhadap masalah ketelitian pisah batas karena
pencatatan aktiva tetap telah tercantum sesuai dengan kosnya. (hal :182)

11. Jika auditor melakukan pengujian terhadap pisah batas transaksi yang
bersangkutan dengan aktiva tetap, informasi apakah yang ingin didapatkan
oleh auditor tersebut? Jelaskan pula prosedur pemeriksaannya.
Auditor melakukan pengujian pisah batas untuk memastikan bahwa klien
menggunakan pisah batas yang konsisten terhadap transaksi penghentian pemakaian
aktiva tetap dengan memeriksa bukti memorial dan kemudian membandingkan bukti
memorial ke tanggal laporan penerimaan barang, apakah transaksi berkurangnya
aktiva tetap terjadi karena pengehentian pada sebelum atau sesudah tanggal neraca,
untuk melihat apakah telah dicatat pada periode yang seharusnya.(hal :191).

12. Sebut dan jelaskan prosedur audit yang umumnya ditempuh oleh auditor untuk
menemukan adanya unrecorded retirement aktiva tetap.
Berikut ini adalah prosedur yang dilakukan auditor.
- Carilah informasi mengenai adanya tambahan aktiva tetap yang jumlahnya
material di dalam tahun yg diaudit untuk menetukan apakah aktiva tetap yang
lama telah ditukarkan dan telah diganti dengan aktiva yang baru tersebut.
- Lakukan analisis terhadap akun pendapatan di luar usaha untuk menemukan
adanya penerimaan kas dari penjualan aktiva tetap. Jika klien tidak mencatat
penghentian pemakaian aktiva tetapnya, jurnal yang biasa dibuat klien hanyalah
jurnal penerimaan kas dari penjualan aktiva tetap yang telah dihentikan
pemakaiannya tersebut.
- Jika dalam tahun yang diaudit terdapat penghentian produksi produk tertentu,
selidikilah perlakuan terhadap aktiva tetap yang semula digunakan untuk
memproduksi produk tersebut.
- Periksa perintah kerja atau dokumen lain yang menunjukkan adanya otorisasi
pengehntian pemakaian aktiva tetap.
- Selidikilah adanya penurunan jumlah pertanggungan asuransi untuk menentukan
kemungkinan adanya penghentian pemakaian aktiva tetap. (hal :191)

13. Untuk menguji kesesuaian penyajian aktiva tetap didalam neraca dengan
prinsip akuntansi berterima umum, prosedur audit apakah yang ditempuh oleh
auditor?
Prosedur yang dilakukan :
 Prosedur audit awal
 Prosedur analitik
 Prosedur terhadap transaksi rinci
 Pengujian terhadap saldo rinci
 Verifikasi penyajian dan pengungkapan. (hal :185)

SOAL PILIHAN BERGANDA


1. Manakah diantara penyajian aktiva tetap berikut ini yang tidak sesuai dengan
prinsip akuntansi berterima umum dalam penyajian aktiva tetap di neraca?
D . Aktiva tetap harus disajikan di dalam neraca sebesar kas dikurangi dengan
biaya depresiasi.

2. Brikut ini merupakan prinsip akuntansi berterima umum dalam penyajiab aktiva
tetap di neraca:
D .Aktiva teta yang telah habis didepresiasi, namun masih digunakan dalam
kegiatan perusahaan, harus segera direvaluasi.

3. Manakah di antara prosedur audit ini yang merupakan prosedur audit yang
ditujukan untuk membuktikan eksistensi aktiva tetap yang berada di tangan klien
pada tangal neraca?
C .Periksa dokumen yang mendukung pemerolehan dan penghentian pemakiaian
aktiva tetap yang dimiliki klien pada tanggal neraca.

4. Berikut ini adalah prosedur audit untuk memverifikasi pemilikan klien atas aktiva
tetap yang tercantum dalam neraca, kecuali:
D .Mintalah informasi mengenai aktiva tetap yang dijadikan jaminan dalam
penarikan utang.

5. Dalam memverifikasi eksistensi aktiva tetap yang tercantum di dalam neraca


klien, salah satu prosedur audit yang ditempuh oleh auditor adalah : “lakukan
inspeksi terhadap tambahan aktiva tetap dalam tahun yang diaudit”. Berikut ini
adalah prosedur audit yang dilaksanakan oleh auditor dalam inspeksi tersebut,
kecuali :
D .Periksalah dokumen yang bersangkutan dengan biaya sewa.

6. Manakah di antara prosedur audit berikut ini yang bukan ditujukan untuk
memperoleh keyakinan tentang keandalan catatan akuntansi yang bersangkutan
dengan aktiva tetap?
B .Lakukan inspeksi terhadap polis asuransi.

7. Jika auditor melakukan audit terhadap laporan keuangan klien yang baru pertama
kalinya diaudit oleh auditor independen, auditor perlu melakukan prosedur audit
tambahan dalam memeriksa aktiva tetap. Prosedur audit tambahan apa yang perlu
dilaksanakan oleh auditor tersebut?
B .Auditor harus memperoleh keyakinan mengenai hak milik klien terhadap
aktiva tetapyang tercantum didalam neraca.

8. Dalam memverifikasi penilaian aktiva tetap, salah satu prosedur audit yang
dilakukan oleh auditor adalah : “lakukan pemeriksaaan untuk menemukan adanya
penghentian pemakaian aktiva tetap dalam tahun yang diaudit”. Berikut ini
adalah prosedur audit untuk menemukan penghentian pemakaian aktiva tetap
yang tidak dicatat klien, kecuali :
C .Carilah informasi mengenai adanya penghentian produksi produk tertentu
dalam tahun yang diaudit.

9. Perbedaan karakteristik aktiva tetap dengan aktiva lancar yang berdampak


terhadap pengujian substantive terhadap aktiva tetap adalah:
B .Aktiva lancar disajikan didalam neraca pada nilai bersih yang dapat
direalisasikan (net realizable value) pada tanggal neraca, sedangkan aktiva tetap
disajikan didalam neraca pada kos historis dikurangi depresiasi akumulasian.

10. Berikut ini adalah perbedaan pengujian substantif aktiva tetap dengan pengujian
substantive aktiva lancar, kecuali :
D .Pengujian substantive terhadap aktiva tetap difokuskan pada mutasi aktiva
tetap dalam tahun yang diaudit, sedangkan pengujian substantive aktiva lancar
dititikbertkan pada verifikasi saldo aktiva lancar pda tanggal neraca.
BAB 18- Audit Terhadap Siklus Pengeluaran : Pengujian Substantif Terhadap
Aktiva Tidak Berwujud.
SOAL LATIHAN
1. Jelaskan yang dimaksud dengan aktiva tidak berwujud.
Aktiva tidak berwujud merupakan keistimewaan yang melekat pada produk , proses
atau lokasi, keistimewaan yang bersifat eksklusif mungkin diperoleh dari pemerintah
(misalnya, paten), atau mungkin diciptakan (misalnya goodwill) atau mungkin
diperoleh dari pemiliknya (misalnya laeasehold). (hal : 201)

2. Sebutkan prinsip akuntansi berterima umum yang diterapkan dalam penyajian


aktiva tidak berwujud di neraca.
 Aktiva tidak berwujud harus disajikan secara terpisah dalam neraca.
 Jika mungkin, aktiva tidak berwujud yang mempunyai umur ekonomis yang
terbatas harus disajikan terpisah dari aktiva tidak berwujud yang mempunyai
umur ekonomis tidak terbatas
 Dasar penilaian aktiva tidak berwujud harud di sebutkan dan metode
amortisasinya harus dijelaskan dalam laporan keuangan. (hal :203)

3. Sebut dan jelaskan tujuan pengujian substantif terhadap aktiva tidak berwujud.
 Memperoleh keyakinan tentang keandalan catatan akuntansi yang bersangkutan
dengan aktiva tidak berwujud. Auditor melakukan pengujian mengenai kewajaran
saldo aktiva tidak berwujud yang dicantumkan di neraca dan mutasinya selam
atahun audit. Maka auditor melakukan rekonsiliasi antara saldo aktiva tidak
berwujud dengan akun aktiva tidak berwujud yang bersangkutan di buku besar
dan selanjutnya ke jurnal pengeluaran kas,dan jurnal umum.
 Membuktikan asersi keberadaan aktiv atidak berwujud dan keterjadian trabsaksi
yang berkaitan dengan aktiva tidak berwujud di neraca. Membuktikan
keberadaan aktiva tidak berwujud dalam neraca keterjadian, penambahan,
pengurangan dan penghentian terhadap aktiva tidak berwujud.
 Membuktikan hak kepemilikan klien atas aktiva tidak berwujud yg dicantumkan
di neraca, dengan memeriksa bukti pendukung yg terkait. Inspeksi terhadap
aktiva tidka berwujud, pemeriksaan terhadap dokumen hak milik dan kontrak.
 Membuktikan kewajaran penilaian aktiva tidak berwujud yang dicantumkan di
neraca, auditor memverifikasi kewajaran amortisasi aktiv atidak berwujud klien
yg mempunyai umur ekonomis terbatas, untuk membuktikan kewajaran
penentuan jumlah akun akumulasi amortisasi tidak berwujud yg dicantumkan di
neraca.
 Membuktikan penyajian dan pengungkapan aktiva tidak berwujud di neraca,
pengujuian substantif untuk membuktikan asersi penyajian dan pengungkapan
aktiva tida berwujud di neraca dengan prinsip akuntansi berterima umum.
(hal : 205)

4. Untuk membuktikan bahwa unsur aktiva tidak berwujud yang dicntumkan di


neraca didiukung dengan catatan akuntansi yang memadai, prosedur audit
apakah yg ditempuh auditor?
Prosedur audit yang dilakukan auditor, adalah prosedur audit awal dimana, auditor
melakukan rekonsiliasi antara informasi aktiva tidak berwujud yang dicantumkan di
neraca dengan catatan akuntansi pendukungnya. Rekonsiliasi ini penting untuk
dilakukan agar auditor memperoleh keyakinan bahwa informasi tidka berwujud yg
dicantumkan neraca didukung dengan catatan akuntansi yg dapat dipercaya.
(hal : 206)

5. Untuk membuktikan eksistensi aktiva tidak berwujud yang dicantumkan klien


di neraca, prosedur audit apakah yg ditempuh auditor?
Auditor melakukan analisis pendebitan akun- akun tidak berwujud dan kemudian
mengusutnya kedalam bukti-bukti yg mendukung aktiva tidak berwujud tersebut,
untuk aktiva tidak berwujud diperoleh dengan cara membeli, auditor dapat
memeriksa register bukti kas keluar dan bukti kas keluar berwujud tersebut, auditor
memeriksa bukti memorial dan dokumen pendukungnya mengenai kapitalisasi biaya
sebagai kos aktiva tidak berwujud. (hal : 210)

6. Untuk membuktikan hak kepemilikian klien atas aktiva tidak berwujud yang
dicantumkan oleh neracanya, prosedur audit apakah yg ditempuh auditor?
 Memeriksa bukti pendukung transaksi yg berkaitan dengan aktiva tidak
berwujud
 Inspeksi terhadap aktiva tidak berwujud
 Pemeriksaaan terhadap dokumen milik dan kontrak (hal : 205)
7. Untuk menguji kesesuaian penyajian aktiva tidak berwujud di neraca dengan
prinsip akuntansi berterima umum, prosedur audit apakah yang ditempuh
auditor?
Prosedur yang digunakan, melakukan verifikasi dan pengungkapan,
- Membandingkan penyajian aktiva tidak berwujud dengan prinsip akuntansi
berterima umum
 Lakukan periksa klasifikasi aktiva tidak berwujud berdasarkan manfaat
ekonomisnya.
 Periksa pengungkapan yang bersangkutan dengan aktiva tidak berwujud.
(hal : 208)

8. Untuk menentukan kos aktiva tidak berwujud biaya apa saja yang biasanya
dipertimbangkan?
 Untuk penentuan aktiva tidak berwujud berupa, paten dasar penentuan kos
terdiri dari harga beli paten, biaya pengadilan untuk mempertahankan
tuntutan paten di pengadilan (biasanya pengembangan paten yang dilakukan
oelh perusahaan umumnya dibebankan sebagai biaya pada tahun terjadinya)
 Jenis aktiva tidak berwujud Hak cipta , dasar penentuan kosnya terdiri :
pengeluaran untuk pendaftaran hak cipta, biaya penasihat hukum(seperti
halnya dengan paten, biaya riset untuk mendapatkan hak cipta umunya
dibebankan sebagai biaya pada tahun terjadinya).
 Jenis aktiva tidak berwujud Nama dan Merk dagang, dasar pengenaan kos
terdiri dari : pengeluaran untuk nasihat hukum, biaya pendaftaran, dan biaya
lain yang langsung bersangkutan dengan pemerolehannya.
 Jenis aktiva tidak berwujud franchise, dasar penentuan kos terdiri dari : biaya
franchise, termasuk di dalamnya biaya penasihat hukum.

SOAL PILIHAN GANDA

1. Manakah diantara definisi paten berikut ini yang benar?


A .Hak istimewa yang bersifat eksklusif yang diberikan emerintah kepada
seseorang atau perusahaan untuk memproduksi dan menjual atau memanfaatkan
penemuan atau proses.
2. Manakah di antara definisi merk dagang berikut ini yang benar?
D . Tanda, symbol, rancangan dan merk produk (brand name) yang diciptakan
sedemikian rupa sehingga memudahkan pembeli mengidentifikasikan produk
tersebut.

3. Manakah di antara definisi hak cipta (copyright) berikut ini yang benar?
C . Hak istimewa yang bersifat eksklusif yang diberikan oleh pemeritah untuk
mereproduksi dan menjual atau menggunakan pemanfaatan yang lain tulisan,
gambar, komposisi music, peta, kaya seni dan lain-lain.

4. Manakah di antara definisi leashold berikut ini yang benar?


B .Hak untuk menggunakan kekayaan tetap untuk jangka waktu yang tersebut di
dalam kontrak.

5. Berikut ini merupakan prinsip akuntansi berterima umum dalam penyajian aktiva
tidak berwujud di neraca :
D .Dasar penilaian aktiva tidak berwujud harus disebutkan dan metode
amortisasinya harus dijelaskan di dalam laporan keuangan.

6. Berikut ini merupakan prinsip akuntansi berterima umum dalam penyajian aktiva
tidak berwujud di neraca, kecuali :
B .Aktiva tidak berwujud disajikan pada kos dikurangi dengan akumulasi
amortisasi aktiva tidak berwujud.

7. Manakah diantara prosedur audit berikut inin yang bukan merupakan prosedur
audir yang ditujukan untuk membuktikan eksistensi aktiva tidak berwujud yang
tercantum di neraca?
D .Mintalah informasi dari klien atau sumber lain mengenai manfaat aktiva tidak
berwujud bagi klien di masa yang akan datang.

8. Berikut ini adalah prosedur audit untuk memverifikasi pemilikan klien atas aktiva
tidak berwujud yang tercantum di neraca.
D . Mintalah informasi dari klien atau sumber lain mengenai manfaat aktiva tidak
berwujud bagi klien di masa yang akan datang.
9. Hilangnya manfaat ekonomis aktiv atidak berwujud disebabkan oleh :
A .Berlakunya aturan perundangan yang dikeluarkan oleh pemerintah.

10. Berikut ini adalah prosedur audit untuk memverifikasi penilaian klien atas aktiva
tidak berwujud yang tercantum di neraca:
C .Usut posting pendebitan dan pengkreditan akun aktiva tidka berwujud didalam
jurnal yang bersangkutan.
BAB 19- Audit Terhadap Siklus Produksi : Pengujian Substantif

SOAL LATIHAN

1. Sebutkan berbagai sistem informasi akuntansi yang membentuk siklus produksi


dalam suatu perusahaan manufaktur.
Jawaban:

Jaringan prosedur yang membentuk transaksi manufaktur adalah:

1. Prosedur order produksi.


2. Prosedur permintaan dan pengeluaran barang gudang.
3. Prosedur pengembalian barang gudang.
4. Prosedur pencatatan biaya tenaga kerja langsung.
5. Prosedur pencatatan pembebanan biaya overhead pabrik dan kos produk selesai.
6. Prosedur pencatatan biaya overhead pabrik sesungguhnya, biaya pemasaran, dan
biaya administrasi dan umum.

Sumber : halaman 218.

2. Sebutkan berbagai prosedur yang termasuk dalam sistem informasi akuntansi berikut
ini :
a. Manufaktur
b. Penghitungan fisik persediaan

Jawaban:

Jaringan prosedur yang membentuk transaksi manufaktur adalah:

1. Prosedur order produksi.


2. Prosedur permintaan dan pengeluaran barang gudang.
3. Prosedur pengembalian barang gudang.
4. Prosedur pencatatan biaya tenaga kerja langsung.
5. Prosedur pencatatan pembebanan biaya overhead pabrik dan kos produk selesai.
6. Prosedur pencatatan biaya overhead pabrik sesungguhnya, biaya pemasaran, dan
biaya administrasi dan umum.

Jaringan prosedur yang membentuk aktivitas penghitungan fisik sediaan adalah:

1. Prosedur penghitungan fisik.


2. Prosedur kompilasi.
3. Prosedur penentuan kos sediaan.
4. Prosedur adjustment kos sediaan.

Sumber : Halaman 218.


3. Sebutkan tujuan audit terhadap siklus produksi.
Jawaban:

Kelompok Asersi Tujuan Audit terhadap Golongan Transaksi


Keberadaan atau keterjadian Transaksi manufaktur yang dicatat mencerminkan
bahan baku, tenaga kerja langsung, dan overhead
yang dikonsumsi dalam produksi produk selama
periode yang diaudit.
Kelengkapan Semua transaksi manufaktur yang terjadi selama
periode yang diaudit telah dicatat.
Hak dan kewajiban Entitas memiliki hak atau sediaan sebagai akibat
transaksi manufaktur yang tercatat dalam periode
yang diaudit.
Penilaian atau alokasi Semua transaksi manufaktur telah dicatat dalam
jurnal, diringkas, dan diposting ke dalam akun
dengan benar.
Penyajian dan pengungkapan Rincian transaksi manufaktur mendukung penyajian
akun yang berkaitan dalam laporan keuangan, baik
klarifikasinya maupun pengungkapannya.
Sumber : Halaman 219

4. Untuk merancang program audit untuk pengujian pengendalian, sebutkan tahap –


tahap yang harus dilakui oleh auditor.
Jawaban:

Keberadaan atau Keterjadiaan.

1. Lakukan pengamatan terhadap pemisahan fungsi.


2. Ambil sampel kartu kos produk yang produknya telah selesai diproduksi.
3. Ambil sampel kartu biaya.

Kelengkapan.

4. Periksa bukti digunakannya formulir cek bernomor urut tercetak dan


pertanggungjawaban pemakaian formulir tersebut.
5. Ambil sampel dokumen sumber dan lakukan pengusutan ke catatan akuntansi
berikut ini:
A. Kartu biaya
B. Kartu kos produk
C. Pencatatan ke dalam jurnal umum

Penilaian atau Alokasi

6. Untuk sampel yang diambil pada langkah ke-2 di atas, periksa bukti adanya:
a. Persetujuan semestinya untuk setiap transaksai pemakaian bahan baku. Biaya
tenaga kerja langsung, dan pembebanan biaya overhead pabrik.
b. Pengecekan independen terhadap dokumen sumber.
7. Periksa adanya pengecekan independen terhadap posting ke buku pembantu biaya
dan register bukti kas keluar dan jurnal umum untuk memperoleh keyakinan
bahwa tidak terjadi kekeliuran posting jumlah moneter atau akun.

Sumber : Hal 240.

5. Sebutkan fungsi-fungsi yang terkait dalam sistem manufaktur. Sebutkan pula unit –
unit organisasi yang bertanggungjawab atas masing – masing fungsi tersebut dan
jelaskan pula perannya masing – masing.
Jawaban:

Nama Fungsi Unit Organisasi Pemegang Fungsi


Fungsi penjualan Bagian Penjualan
Fungsi otorisasi produksi Departemen Produksi
Fungsi produksi Bagian Produksi
Fungsi perencanaan dan pengendalian Bagian perencanaan dan Pengawasan
produksi Produksi
Fungsi gudang Bagian Gudang
Fungsi akuntansi biaya Bagian Akuntansi Biaya
Fungsi akuntansi umum Bagian Akuntansi Umum

Fungsi penjualan. Di dalam perusahaan yang diproduksinya berdasarkan pesanan

dari pembeli, bagian order penjualan berfungsi menerima order dari customer dan

meneruskan order tersebut ke Departemen Produksi. Jika order dari pelanggan ditulis

di dalam formulir yang disediakan oleh perusahaan, order dari pelanggan ini langsung

dapat diserahkan oleh fungsi penjualan ke fungsi produksi untuk dapat segera

diproses. Jika order dari pelanggan belum berisi informasi yang lengkap, fungsi

penjualan berkewajiban untuk menambahkan informasi lengkap bagi kepentingan

fungsi produksi. Di dalam perusahaan yang berproduksi secara massa, order produksi

umumnya ditentukan bersama dalam rapat bulanan antara fungsi pemasaran, fungsi

produksi, dan fungsi teknik. Fungsi penjualan melayani order dari customer

berdasarkan sediaan produk jadi yang ada di gudang.

Fungsi otorisasi produksi. Fungsi ini bertanggungjawab untuk membuat perintah

produksi bagi bagian – bagian yang ada di bawahnya yang akan terkait dalam
pelaksanaan proses produksi dari fungsi penjualan. Di dalam perusahaan yang besar,

fungsi otorisasi produksi dari fungsi berada di tangan Departemen Produksi dan

biasanya dibantu oleh fungsi perencanaan dan pengawasan produksi dalam

pembuatan order produksi tersebut. Order produksi tersebut dituangkan dalam bentuk

tertulis berupa dokumen yang disebut surat order produksi. Surat order produksi ini

dilampiri surat kebutuhan bahan dan daftar kegiatan produksi.

Fungsi produksi. Fungsi ini bertanggungjawab untuk melaksanakan produksi sesuai

dengan surat order produksi yang diterima dari Departemen Produksi dan daftar

kebutuhan bahan serta daftar kegiatan produksi yang melampiri surat order produksi

tersebut.

Fungsi perencanaan dan pengawasan produksi. Fungsi ini bertanggung jawab

untuk membantu Departemen Produksi dalam merencanakan dan mengawasi

kegiatan produksi. Fungsi ini bukan merupakan fungsi garis, melainkan fungsi staf.

Fungsi gudang. Dalam siklus produksi ini, fungsi gudang bertanggung jawab untuk

melayani permintaan bahan baku dan bahan atau barang yang lain yang disimpan di

gudang. Fungsi ini juga berfungsi untuk menerima produk jadi yang diserahkan oleh

fungsi produksi.

Fungsi akuntansi biaya. Dalam siklus produksi, fungsi akuntansi biaya bertanggung

jawab untuk mencatat biaya produksi langsung, biaya produksi tidak langsung, dan

biaya non produksi dalam buku pembantu biaya.

Fungsi akuntansi umum. Dalam siklus produksi, fungsi akuntansi umum

bertanggung jawab untuk mencatat transaksi terjadinya biaya bahan baku, biaya

tenaga kerja, biaya overhead pabrik dan biaya nonproduksi ke dalam jurnal

pemakaian bahan baku dan jurnal umum.

Sumber : Halaman 221


6. Sebutkan nama – nama dokumen penting dalam pelaksanaan transaksi manufaktur
dan jelaskan pula fungsinya masing – masing.
Jawaban:

Transaksi Dokumen Sumber Dokumen Pendukung


Pemakaian bahan baku Bukti permintaan dan
pengeluaran barang
gudang
Pengembalian barang ke Bukti pengembalian
gudang barang gudang
Pencatatan biaya tenaga Bukti kas keluar Rekap daftar upah
kerja langsung Kartu jam kerja
Pencatatan pembebanan Bukti memorial
biaya overhead pabrik
Pencatatan kos produk Bukti memorial Laporan produk selesai
selesai
Pencatatan biaya overhead Bukti permintaan dan
pabrik sesungguhnya, pengeluaran barang
biaya pemasaran, biaya gudang
administrasi dan umum
yang berasal dari
pemakaian barang gudang
Pencatatan biaya overhead Bukti kas keluar Rekap daftar gaji dan
pabrik sesungguhnya, upah
biaya pemasaran, biaya
administrasi dan umum Daftar gaji dan upah
yang berasal dari Faktur dari pemasok
pengeluaran kas

Surat order produksi. Dokumen ini merupakan surat perintah yang dikeluarkan oleh

Departemen Produksi, yang ditujukan kepada bagian – bagian yang terkait dengan

proses pengelolahan produk untuk memproduksi sejumlah produk dengan spesifikasi,

cara produksi, fasilitas produksi dan jangka waktu seperti yang tercantum di dalam

surat order produksi tersebut.

kartu jam kerja. Dokumen ini merupakan kartu untuk mencatat jam kerja tenaga

kerja langsung yang dikonsumsi untuk memproduksi produk yang tercantum di

dalam surat order produksi.


Bukti permintaan dan pengeluaran barang gudang. Dokumen ini merupakan

formulir yang digunakan oleh fungsi produksi untuk meminta bahan baku dan bahan

penolong untuk memproduksi produk yang tercantum di dalam surat order produksi.

Dokumen ini juga berfungsi sebagai bukti pengeluaran barang dari gudang.

Bukti pengembalian barang ke gudang. Dokumen ini merupakan formulir yang

digunakan oleh fungsi produksi untuk mengembalikan bahan baku dan bahan

penolong ke fungsi gudang. Pengembalian bahan ini umumnya disebabkan adanya

sisa bahan baku dan penolong yang tidak dipakai dalam proses produksi.

Bukti memorial (journal voucher). Dokumen ini merupakan dokumen yang

digunakan sebagai dasar pencatatan depriasi aktiva tetap berwujud, amortisasi sewa

dan aktiva tidak berwujud, dan pembebanan biaya overhead pabrik kepada produk

berdasarkan tarif yang ditentukan di muka.

Bukti kas keluar. Merupakan dokumen yang digunakan untuk mencatat biaya –

biaya yang dibayar lewat kas.

Laporan produk selesai. Laporan produk selesai dibuat oleh fungsi produksi untuk

memberitahukan selesainya produksi pesanan tertentu.

Sumber : halaman 222 – 223

7. Sebutkan nama – nama catatan akuntansi yang digunakan dalam sistem manufaktur.
Jawaban:

- Jurnal pemakaian bahan baku.


- Jurnal umum.
- Register bukti kas keluar.
- Kartu kos produk.
- Buku pembantu sediaan.
- Buku pembantu biaya.
Sumber : halaman 224

8. Sebutkan salah saji potensial dan aktivitas pengendalian yang diperlukan dalam dua
tahap transaksi manufaktur berikut ini:
a. Tahap perencanaan dan pengawasan produksi.
b. Tahap pengelolahan produk dalam produksi.

Jawaban:

Tahap Transaksi Salah Saji Potensial Aktivitas Pengendalian


yang Diperlukan
Perencanaan dan Order produksi yang Pemisahan fungsi.
pengawasan produksi. berlebihan
Otorisasi order produksi
oleh kepala fungsi
produksi.
Pengelolahan produk Biaya tenaga kerja Penggunaan kartu jam
dalam produksi. langsung tidak dibebankan kerja.
kepada kos produk.

Biaya overhead pabrik


tidak dibebankan kepada Penggunaan tarif biaya
kos produk. overhead pabrik.

Biaya overhead
sesungguhnya tidak Penggunaan bukti kas
dicatat. keluar dan bukti memorial
yang diotorisasi oleh
manajer yang berwenang
Sumber : halaman 234

9. Dalam tahap pencatatan biaya produksi transaksi maufaktur:


a. Sebutkan salah saji potensial yang dapat terjadi.
b. Sebutkan aktivitas pengendalian yang diperlukan untuk mendeteksi dan
mencegah salah saji tersebut.
c. Sebutkan pengujian pengendalian yang dapat digunakan oleh auditor untuk
mendeteksi adanya aktivtas pengendalian yang Saudara sebutkan pada butir b
tersebut.

Jawaban

Tahap Salah Saji Aktivitas Pengujian


Transaksi Potensial Pengendalian yang Pengendalian yang
Diperlukan Dapat
Dilaksanakan
Pencatatan Biaya produksi Penggunaan panduan Periksa ketersediaan
biaya produksi dicatat ke dalam akun; pelaporan biaya panduan akun dan
akun yang salah. produksi pada waktu amati
yang tepat. penggunaannya,
minta keterangan
tentang laporan
Pertanggungjawaban biaya produksi.
semua formulir
bernomor urut tercetak: Lakukan
BPPB, bukti kas keluar, pengamatan
bukti memorial. terhadap prosedur;
pelaksanaan
Catatan biaya Rekonsiliasi periodik kembali.
dalam buku buku pembantu biaya
pembantu biaya dengan akun kontrol
tidak sama yang bersangkutan
dengan akun dalam buku besar. Lakukan
kontrol biaya pengamatan
yang terhadap prosedur;
bersangkutan pelaksanaan
dalam buku kembali
besar.

Sumber : halaman 234

10. Untuk mendeteksi dan mencegah terjadinya produksi yang tidak diotorisasi, sebutkan
aktivitas pengendalian yang diperlukan. Jelaskan mengapa dua aktivitas pengendalian
yang Saudara sebutkan dapat mendeteksi dan mencegah terjadinya salah saji tersebut.
Jawaban:

Aktivitas Pengendalian yang Diperlukan


Setiap bahan baku yang dipakai dalam produksi harus
didasarkan atas bukti permintaan dan pengeluaran barang
gudang yang telah diotorisasi untuk order produksi yang sah.
Sumber : Halaman 234

11. Untuk mendeteksi dan mencegah terjadinya salah saji dalam tahap pencatatan biaya
produksi transaksi manufaktur, sebutkan aktivitas pengendalian yang diperlukan.
Jelaskan mengapa transaksi pengendalian yang Saudara sebutkan dapat mendeteksi
dan mencegah terjadinya salah saji tersebut.
Jawaban :

Aktivitas Pengendalian yang Diperlukan


Penggunaan panduan akun; pelaporan biaya produksi pada waktu yang tepat.
Pertanggungjawaban semua formulir bernomor urut tercetak: BPPB, bukti kas keluar,
bukti memorial.

Rekonsiliasi periodik buku pembantu biaya dengan akun kontrol yang bersangkutan
dalam buku besar.

Sumber : Halaman 234

12. Sebut dan jelaskan prosedur audit yang ditempuh oleh auditor untuk membuktikan
asersi keberadaan atau keterjadian transaksi manufaktur.
Jawaban:

Keberadaan atau Keterjadian.

1. Lakukan pengamatan terhadap pemisahan fungsi akuntansi dari fungsi


produksi, fungsi penyusunan anggaran biaya, dan fungsi penyimpanan
gudang. Akan menjamin keandalan data biaya yang dicatat di dalam catatan
akuntansi. Oleh karena itu, auditor perlu melakukan pengamatan terhadap
pemisahan fungsi akuntansi biaya dari fungsi produksi dan fungsi gudang.
2. Ambil sampel kartu kos produk yang produknya telah selesai diproduksi.
Dalam melaksanakan prosedur pemeriksaan ini, auditor mengambil sampel arsip
kartu kos produk untuk produk yang telah selesai diproduksi yang disimpan oleh
fungsi akuntansi biaya,prosedur order produksi, Prosedur Permintaan dan
Pengeluaran Barang Gudang, Prosedur Pengembalian Barang Gudang, Prosedur
Pencatatan Jam Kerja dan Biaya Tenaga Kerja, Prosedur Produk Selesai dan
Pencatatan Biaya Overhead Sesungguhnya yang Berasal dari Pemakaian Barang
Gudang, Prosedur Pencatatan Biaya Overhead Sesungguhnya yang Berasal dari
Pengeluaran Kas.
3. Ambil sampel kartu biaya. Untuk memperoleh keyakinan mengenai ketelitian
dan keandalan pencatatan biaya overhead pabrik yang sesungguhnya terjadi,
biaya administrasi dan umum, serta biaya pemasaran, auditor mengambil sampel
kartu biaya dari arsip yang diselenggarakan oleh fungsi akuntansi biaya.

Sumber : Halaman 240.

13. Sebut dan jelaskan prosedur audit yang ditempuh oleh auditor untuk membuktikan
asersi kelengkapan transaksi manufaktur.
Jawaban:

Kelengkapan.

1. Periksa bukti digunakannya formulir cek bernomor urut tercetak dan


pertanggungjawaban pemakaian formulir tersebut. Dalam transaksi
manufaktur, formulir bukti permintaan dan pengeluaran barang gudang, bukti
pengembalian barang gudang, kartu jam kerja, bukti kas keluar, dan bukti
memorial harus bernomor urut tercetak dan pemakaian formulir tersebut
dipertanggungjawabkan melalui pemakaian nomor urut tersebut. Auditor
memeriksa apakah klien menggunakan formulir bernomor urut tercetak pada
waktu auditor mengambil sampel bukti – bukti tersebut dan pada waktu
melakukan inspeksi terhadap formulir yang belum dipakai.
2. Ambil sampel dokumen sumber dan lakukan pengusutan ke catatan
akuntansi berikut ini:
a. Kartu biaya
b. Kartu kos produk
c. Pencatatan ke dalam jurnal umum

Untuk memperoleh keyakinan mengenai ketelitian dan keandalan pencatatan

biaya overhead pabrik yang sesungguhnya terjadi, biaya administrasi dan umum,

serta biaya pemasaran, auditor mengambil sampel kartu biaya dari arsip yang

diselenggarakan oleh fungsi akuntansi biaya.

Sumber : Halaman 240 – 241.

14. Sebut dan jelaskan prosedur audit yang ditempuh oleh auditor untuk membuktikan
asersi penilaian atau alokasi transaksi manufaktur.
Jawaban :

Penilaian atau alokasi

1. Untuk sampel yang diambil pada langkah ke-2 diatas, periksa bukti adanya.
a. Persetujuan semestinya untuk setiap transaksi pemakaian bahan baku,
biaya tenaga kerja langsung, dan pembebanan biaya overhead pabrik.
b. Pengecekan independen terhadap dokumen sumber.
2. Periksa adanya pengecekan independen terhadap posting ke buku
pembantu biaya dan register bukti kas keluar dan jurnal umum untuk
memperoleh keyakinan bahwa tidak terjadi kekeliruan posting jumlah
moneter atau akun.
Untuk menguji keandalan prosedur pencatatan transaksi manufaktur, auditor

menguji ketelitian posting ringkasan jurnal umum dan register bukti kas keluar ke

dalam akun yang bersangkutan dalam buku besar. Auditor mengambil sampel

rekapitulasi bulanan jurnal umum dan register bukti kas keluar dan

membandingkannya dengan jumlah yang di-posting dalam akun yang

bersangkutan dalam buku besar.


Sumber : Halaman 241 – 242

15. Sebutkan fungsi – fungsi yang terkait dalam sistem penghitungan fisik sediaan suatu
perusahaan manufaktur. Sebutkan pula unit – unit organisasi yang bertanggungjawab
atas masing – masing fungsi tersebut dan jelaskan pula perannya masing – masing.
Jawaban:

Nama Fungsi Unit Organisasi Pemegang Fungsi


Fungsi penghitungan fisik Tim Penghitungan Fisik Sediaan
Fungsi akuntansi biaya Bagian Akuntansi Biaya
Fungsi akuntansi umum Bagian Akuntansi Umum
16. Sebutkan nama – nama dokumen penting dalam pelaksanaan transaksi penghitungan
fisik sediaan dan jelaskan pula fungsinya masing – masing.
Jawaban:

Transaksi Dokumen Sumber Dokumen Pendukung


Penghitungan fisik sediaan
Kartu penghitungan fisik
(inventory tag)
Adjustment catatan Bukti memorial Daftar hasil penghitungan
akuntansi fisik (inventory summary
sheet)
Kartu penghitungan fisik. Dokumen ini digunakan untuk merekam hasil

penghitungan fisik sediaan, baik yang dilakukan oleh penghitung (counter) maupun

oleh pengecek (checker).

Bukti memorial (journal voucher). Dokumen ini merupakan dokumen yang

digunakan sebagai dasar pencatatan depresiasi aktiva tetap berwujud, amortisasi,

sewa dan aktiva tidak berwujud, dan pembebanan biaya overhead pabrik kepada

produk berdasarkan tarif yang ditentukan di muka.

Daftar hasil pengitungan fisik. Hasil penghitungan fisik sediaan yang telah

terkumpul di dalam kartu penghitungan fisik kemudian dicatat di dalam daftar hasil

penghitungan fisik untuk ditentukan harga pokok satuan dan kos total setiap jenis

yang dihitung. Atas dasar harga pokok total setiap jenis sediaan yang tercantum di

dalam daftar hasil penghitungan fisik ini, kartu sediaan yang bersangkutan

disesuaikan kosnya.

sumber : Halaman 243 – 241.


17. Sebutkan nama – nama catatan akuntansi yang digunakan dalam sistem penghitungan
fisik sediaan.
Jawaban :

a. Buku pembantu sediaan.


b. Jurnal umum.

Sumber : Halaman 244.

18. Sebutkan salah saji potensial dan aktivitas pengendalian yang diperlukan dalam dua
tahap transaksi penghitungan fisik sediaan berikut ini :
a. Tahap penghitungan fisik.
b. Tahap komplikasi.
c. Tahap penentuan kos.
d. Tahap adjustment.

Jawaban:

Tahap Aktivitas Salah Saji Potensial Aktivitas Pengendalian yang


Diperlukan
Penghitungan fisik Sediaan dihitung Pemisahan penghitung dengan
salah. pengecek.

Penggunaan peralatan dan metode


penghitungan yang andal.

Penggunaan kartu penghitungan


fisik sediaan bernomor urut
Sediaan dihitung lebih tercetak.
dari satu kali.
Komplikasi Tidak semua hasil Pemegang kartu penghitungan
penghitungan fisik fisik harus
dicatat dalam daftar mempertanggungjawabkan
hasil penghitungan pemakaian kartu dan
fisik sediaan. pencatatannya ke dalam daftar
hasil penghitungan fisik sediaan.
Penentuan kos Kos barang Pengecekan independen
dicantumkan salah pencantuman kos sediaan ke dalam
dalam daftar hasil daftar hasil penghitungan fisik.
penghitungan fisik.
Pengecekan independen terhadap
perkalian antara kuantitas dan kos
Salah perhitungan per unit dalam daftar hasil
perkalian kuantitas penghitungan fisik.
dengan harga pada
daftar hasil
penghitungan fisik.
Adjustment Buku pembantu Pengecekan secara independen
sediaan tidak diadjust posting ke dalam buku pembantu
berdasarkan fisik sediaan berdasarkan daftar hasil
sediaan. penghitungan fisik sediaan.

Pertanggungjawaban kartu
penghitungan fisik bernomor urut
Daftar hasil tercetak.
penghitungan fisik
sediaan diposting ke Panduan akun dan review
akun sediaan yang pemberian kode akun.
salah.

Sumber : Halaman 247

19. Dalam tahap komplikasi aktivitas penghitungan fisik sediaan :


a. Sebutkan salah saji potensial yang dapat terjadi.
b. Sebutkan aktivitas pengendalian yang diperlukan untuk mendeteksi dan
mencegah salah saji tersebut.
c. Sebutkan pengujian pengendalian yang dapat digunakan oleh auditor untuk
mendeteksi adanya aktivitas pengendalian yang Saudara sebutkan pada butir b
tersebut.

Jawaban:

Tahap Salah Saji Aktivitas Pengendalian Pengujian


Aktivitas Potensial yang Diperlukan Pengendalian
yang Dapat
Dilaksanakan
Komplikasi Tidak semua Pemegang kartu Lakukan
hasil penghitungan fisik harus pengujian
penghitungan mempertanggungjawabkan komplikasi.
fisik dicatat pemakaian kartu dan
dalam daftar pencatatannya ke dalam
hasil daftar hasil penghitungan
penghitungan fisik sediaan.
fisik sediaan.
Sumber : Halaman 247.

20. Dalam tahap adjustment aktivitas penghitungan fisik sediaan :


a. Sebutkan salah saji potensial yang dapat terjadi.
b. Sebutkan aktivitas pengendalian yang diperlukan untuk mendeteksi dan
mencegah salah saji tersebut.
c. Sebutkan pengujian pengendalian yang dapat digunakan oleh auditor untuk
mendeteksi adanya aktivitas pengendalian yang Saudara sebutkan pada butir b
tersebut.

Jawaban:

Tahap Salah Saji Aktivitas Pengujian


Aktivitas Potensial Pengendalian yang Pengendalian
Diperlukan yang Dapat
Dilaksanakan
Adjustment Buku pembantu Pengecekan secara Lakukan
sediaan tidak independen posting ke adjustment test.
diadjust dalam buku pembantu
berdasarkan fisik sediaan berdasarkan
sediaan. daftar hasil
penghitungan fisik
sediaan.
Lakukan
Daftar hasil Pertanggungjawaban pengamatan
penghitungan kartu penghitungan fisik terhadap prosedur;
fisik sediaan bernomor urut tercetak. pelaksanaan
diposting ke akun kembali.
sediaan yang Panduan akun dan
salah. review pemberian kode Lakukan
akun. pengamatan
terhadap prosedur;
pelaksanaan
kembali.

Sumber : Halaman 247

21. Untuk mendeteksi dan mencegah terjadinya salah saji dalam tahap penentuan kos
sediaan aktivitas penghitungan fisik sediaan, sebutkan aktivitas pengendalian yang
diperlukan. Jelaskan mengapa aktivitas pengendalian yang Saudara sebutkan dapat
mendeteksi dan mencegah terjadinya salah saji tersebut.
Jawaban :

Tahap Aktivitas Aktivitas Pengendalian yang


Diperlukan
Penentuan Kos. Pengecekan independen pencantuman kos
sediaan ke dalam daftar hasil
penghitungan fisik.

Pengecekan independen terhadap


perkalian antara kuantitas dan kos per unit
dalam daftar hasil penghitungan fisik.
Pengecekan independen pencantuman kos sediaan ke dalam daftar hasil

penghitungan fisik. Daftar hasil penghitungan fisik sediaan digunakan untuk

meringkas data yang telah direkam dalam bagian ke-2 kartu penghitungan fisik.

Data yang disalin dari bagian ke-2 kartu penghitungan fisik ke dalam daftar ini

adalah: nomor kartu penghitungan fisik, nomor kode sediaan, nama sediaan,

kuantitas, dan satuan. Dokumen ini diisi dengan kos persatuan dan kos total

setiap jenis sediaan oleh fungsi akuntansi biaya berdasarkan data yang dicatat

dalam kartu sediaan. Pemegang kartu penghitungan fisik sediaan melakukan

pengecekan secara independen pencantuman kos satuan sediaan ke dalam daftar

hasil penghitungan fisik sediaan yang dilakukan oleh fungsi akuntansi biaya.

Pengecekan independen terhadap perkalian antara kuantitas dan kos per

unit dalam daftar hasil penghitungan fisik. Kos satuan dikalikan dengan

kuantitas sediaan dari hasil penghitungan fisik sediaan yang tercantum dalam

daftar hasil penghitungan fisik sediaan untuk mendapatkan kos total.

Sumber : Halaman 248 – 249

22. Sebut dan jelaskan prosedur audit yang ditempuh oleh auditor untuk membuktikan
asersi keberadaan atau keterjadian aktivitas penghitungan fisik sediaan.
Jawaban:

Keberadaan atau Keterjadian.

1. Pelajari instruktur yang dibuat untuk penghitungan fisik sediaan. Sebaiknya


auditor ikut serta dalam penyusunan instruktur tertulis untuk penghitungan fisik
sediaan, agar instruksi yang dibuat oleh klien cukup menjamin dihasilkannya data
sediaan yang teliti dan dapat diandalkan. Auditor perlu mempelajari instruktur
tertulis penghitungan fisik sediaan yang disusun oleh klien untuk memperoleh
keyakinan mengenai:
a. Independensi karyawan yang diikutsertakan dalam panitia penghitungan
fisik sediaan dari fungsi penyimpanan barang dan fungsi akuntansi
sediaan.
b. Ketelitian metode yang digunakan untuk pengukuran sediaan.
2. Lakukan pengamatan terhadap penghitungan fisik sediaan. Auditor harus
menghadiri dan mengamati penghitungan fisik sediaan yang dilakukan oleh klien.
Dalam pengamatan terhadap penghitungan fisik sediaan tersebut auditor
melakukan kegiatan:
a. Mengamati pemisahan fungsi penghitung, pengecek, dan pemegang kartu
penghitungan fisik dalam Tim Penghitungan Fisik Sediaan.
b. Mengamati karyawan yang ditugasi untuk melakukan penghitungan fisik
sediaan, yang seharusnya bukan karyawan yang bertanggungjawab atas
penyimpanan barang di gudang dan pencatatan sediaan di fungsi akuntansi.
c. Mengamati alat yang digunakan sebagai pengukur dan metode yang
digunakan dalam penghitungan sediaan.
d. Mengambil sampel kartu penghitungan fisik yang sudah digunakan yang
disimpan sementara oleh pemegang kartu penghitungan fisik dan memeriksa
nomor urut tercetaknya dan pertanggungjawaban pemakaian nomor urutnya.
3. Lakukan hitung uji (test count). Hitung uji ini dilakukan oleh auditor untuk
memperoleh keyakinan mengenai ketelitian dan keandalan hasil penghitungan
fisik sediaan yang dilaksanakan oleh klien. Auditor melakukan penghitungan
fisik terhadap sebagian sediaan barang yang telah dihitung oleh Tim Penghitung
Fisik Sediaan dan kemudian membandingkan hasil penghitungan tersebut dengan
hasil penghitungan fisik yang dicatat di dalam kartu penghitungan fisik.
Sumber : Hal 250 – 251.

23. Sebut dan jelaskan prosedur audit yang ditempuh oleh auditor untuk membuktikan
asersi kelengkapan aktivitas penghitungan fisik sediaan.
Jawaban :

Lakukan pengujian komplikasi (compilation test). Pengujian komplikasi ditujukan

untuk memperoleh keyakinan mengenai ketelitian penyalinan data dari kartu

penghitungan fisik ke dalam daftar hasil penghitungan fisik. Dalam pengujian

komplikasi ini auditor melakukan kegiatan :

1. Memilih unsur sediaan yang dicatat di dalam daftar hasil penghitungan fisik
kemudian megusut informasi tersebut ke dalam kartu penghitungan fisik yang
bersangkutan.
2. Memperoleh kepastian bahwa semua kartu penghitungan fisik sudah dicatat di
dalam daftar hasil penghitungan fisik.

Sumber : halaman 251.

24. Sebut dan jelaskan prosedur audit yang ditempuh oleh auditor untuk membuktikan
asersi penilaian atau alokasi aktivitas penghitungan fisik sediaan.
Jawaban :

Penilaian atau Alokasi.

1. Lakukan pengujian kos (pricing test). Pengujian kos ditujukan untuk


memperoleh keyakinan mengenai ketelitian penyalinan kos per satuan setiap
sediaan yang dihitung dari kartu sediaan ke daftar hasil penghitungan fisik
sediaan dan ketelitian penghitungan kos total yang tercantum di dalam daftar
hasil penghitungan fisik. Dalam pengujian harga ini auditor melakukan kegiatan :
a. Memilih unsur sediaan dan ketelitian penghitungan fisik dan kemudian mengusut
kos satuan yang dicantumkan di dalam hasil penghitungan fisik ke dalam kartu
sediaan yang bersangkutan.
b. Memeriksa ketelitian perkalian kuantitas dan harga satuan di dalam daftar jasil
penghitungan fisik.
2. Lakukan pengujian adjustment (Adjustment test). Dilakukan oleh auditor
untuk memperoleh keyakinan mengenai digunakannya data hasil penghitungan
fisik sediaan untuk meng-adjust catatan akuntansi sediaan. Dalam adjustment test
auditor melakukan kegiatan :
a. Memilih unsur sediaan tertentu yang tercantum di dalam daftar hasil
penghitungan fisik dan kemudian mengusut adjustment yang didasarkan atas
informasi di dalam daftar hasil penghitungan fisik terhadap kartu sediaan yang
bersangkutan.
b. Memastikan bahwa semua kartu sediaan yang bersangkutan telah di adjust
berdasarkan informasi di dalam daftar hasil penghitungan fisik.

Sumber : Hal 251 – 252.

PILIHAN BERGANDA BAB 19.

1. Berbagai sistem yang termasuk dalam siklus produksi adalah:


D. Sistem produksi, sistem penggajian dan pengupahan, dan sistem pemakaian
barang gudang.

2. Dokumen sumber yang dipakai sebagai dasar pencatatan pembebanan biaya bahan
baku kepada kartu produk tertentu adalah :
d. Bukti memorial.

3. Dokumen sumber yang dipakai sebagai dasar pencatatan biaya tenaga kerja tidak
langsung yang sesungguhnya terjadi adalah:
B. Rekap daftar gaji dan upah.

4. Dokumen sumber yang dipakau sebagai dasar pencatatan biaya tenaga kerja langsung
ke dalam kartu kos produk pesanan tertentu adalah:
C. Bukti kas keluar.

5. Bukti memorial merupaka dokumen sumber sebagai dasar pencatatan kos produk
yang telah selesai diproduksi dan ditransfer ke gudang. Dokumen pendukung yang
melampiri bukti memorial tersebut adalah:
B. Laporan produk selesai dan harga pokok produk.

6. Dokumen yang dipakai untuk dasar adjustment terhadap kartu sediaan sebagai akibat
hasil penghitungan fisik sediaan adalah:
C. Daftar hasil penghitungan fisik.

7. Pemisahan fungsi pencatat biaya dari fungsi produksi akan dapat mengurangi
kemungkinan terjadinya :
A. Pencatatan biaya yang sebenarnya tidak terjadi.

8. Otorisasi order produksi diberikan oleh :


c. Kepala fungsi produksi.

9. Otorisasi persetujuan pemakaian bahan baku dicantumkan di dalam formulir :


D. Daftar kebutuhan bahan.

10. Manakah diantara fungsi berikut ini yang tidak seharunya diikutsertakan dalam tim
penghitungan fisik sediaan ditinjau dari sudut pengendalian intern?
b. Fungsi produksi.

11. Berikut ini adalah aktivitas pengendalain intern dalam sistem penghitungan fisik
sediaan. Aktivitas pengendalian intern manakah yang memiliki potensi untuk
menjamin bahwa semua hasil penghitungan fisik sediaan yang dilakukan oleh para
penghitung dan para pengecek telah seluruhnya dicatat di dalam daftar hasil
penghitingan fisik?
E. Adjustment terhadap kartu sediaan didasarkan atas informasi setiap jenis sediaan
yang tercantum di dalam daftar hasil penghitungan fisik.

12. Dalam pengujian pengendalian terhadap transaksi manufaktur, salah satu prosedur
audit yang dilaksanakan oleh auditor adalah: “Ambil sampel kartu kos produk yang
produknya telah selesai di produksi”. Berikut ini adalah berbagai prosedur audit yang
dilaksanakan oleh auditor terhadap sampel kartu kos produk tersebut kecuali:
D.Lakukan inspeksi terhadap produk yang telah selesai diproduksi yang bersangkutan

dengan kartu kos tersebut.


13. Dalam pengujian pengendalian terhadap sistem penghitungan fisik sediaan, salah satu
prosedur audit yang dilaksanakan oleh auditor adalah : “Lakukan pengujian
komplikasi.” Berikut ini adalah prosedur audit yang dilaksanakan oleh auditor dalam
pengujian komplikasi :
F. Pilih unsur sediaan yang dicatat di dalam daftar hasil penghitungan fisik dan
unsur adjustment kos total unsur sediaan yang tercantum di dalam daftar tersebut
ke dalam kartu sediaan yang bersangkutan.

14. Dalam pengujian pengendalian terhadap sistem penghitungan fisik sediaan, salah satu
prosedur audit yang dilaksanakan oleh auditor adalah: “Lakukan pengujian kos
(pricing tets).’ Berikut ini adalah prosedur audit yang dilaksanakan oleh auditor
dalam pengujian kos:
c. Pilih unsur sediaan yang dicatat di dalam daftar hasil penghitungan fisik dan usut
adjustment kos total unsur sediaan yang tercantum di dalam daftar tersebut ke
dalam kartu sediaan yang bersangkutan.

15. Dalam pengujian pengendalian terhadap sistem penghitungan fisik sediaan, salah satu
prosedur audit yang dilaksanakan oleh auditor adalah: “Lakukan adjustment test.”
Berikut ini adalah prosedur audit yang dilaksanakan oleh auditor dalam adjustment
tets:
A. Pilih unsur sediaan yang dicatat di dalam daftar hasil penghitungan fisik dan usut
adjustment kos total unsur sediaan yang tercantum di dalam daftar tersebut ke
dalam kartu sediaan yang bersangkutan.

16. Dalam pengujian pengendalian terhadap sistem penghitungan fisik sediaan, salah satu
prosedur audit yang dilaksanakan oleh auditor adalah: “Lakukan test count.” Berikut
ini adalah prosedur pemeriksaan yang dilaksanakan oleh auditor dalam test count:
c. Pilih unsur sediaan yang dicatat di dalam daftar hasil penghitungan fisik dan usut
adjustment kos total unsur sediaan yang tercantum di dalam daftar tersebut ke
dalam kartu sediaan yang bersangkutan.
BAB 20 –Audit Terhadap Siklus Produksi : Pengujian substantive Terhadap Saldo

Sediaan

SOAL LATIHAN

1. Jelaskan yang dimaksud dengan sediaan dan pengelompokan sediaan di neraca


perusahaan manufaktur.
Jawaban:

Sediaan merupakan unsur aktiva yang disimpan dengan tujuan untuk dijual dalam

kegiatan bisnis yang normal atau barang – barang yang akan dikonsumsi dalam

pengolahan produk yang akan dijual. Dalam perusahaan manufaktur, sediaan terdiri

dari sediaan bahan baku dan bahan penolong, sediaan produk dalam proses, sediaan

produk jadi, sediaan suku cadang, dan bahan habis pakai pabrik.

Sumber: Halaman 261.

2. Sebutkan alasan mengapa auditor menaruh perhatian yang besar dalam pengujian
substantif terhadap sediaan.
Jawaban:

Sediaan umumnya mendapat perhatian yang lebih besar dari auditor di dalam

auditnya karena berbagai alasan berikut ini :

- Umumnya sediaan merupakan komponen aktiva lancar yang jumlahnya cukup


material dan merupakan objek manipulasi serta tempat terjadinya kesalahan –
kesalahan besar.
- Penentuan besarnya nilai sediaan secara langsung mempengaruhi kos barang
yang dijual (cost of good sold) sehingga berpengaruh pula terhadap perhitungan
laba tahun yang bersangkutan.
- Verifikasi kuantitas, kondisi, dan nilai sediaan merupakan tugas yang lebih
kompleks dan sulit dibanding dengan verifikasi sebagian besar unsur laporan
keuangan yang lain.
- Seringkali sediaan di simpan di berbagai tempat sehingga menyulitkan
pengawasan dan penghitungan fisiknya.
- Adanya berbagai macam sediaan menimbulkan kesultan bagi auditor dalam
melaksanakan auditnya.

Sumber : Hal 262.


3. Sebutkan prinsip akuntansi berterima umum yang diterapkan dalam penyajian
sediaan di neraca.
Jawaban:

Prinsip akuntansi berterima umum yang diterapkan dalam penyajian sediaan di

neraca:

- Laporan keuangan harus menjelaskan bahwa sediaan dinilai dengan lower of cost
or market dan harus menyebutkan metode yang digunakan dalam menentukan
kos sediaan.
- Jika sediaan dinyatakan pada kosnya, nilai pasarnya pada tanggal neraca harus
dicantumkan dalam tanda kurung, dan jika sediaan diturunkan nilainya pada
harga pasarnya, kosnya harus dicantumkan dalam laporan keuangan untuk
sediaan yang kosnya ditentukan berdasarkan metode masuk terkahir, keluar
pertama.
- Akibat perubahan metode penilaian sediaan terhadap perhitungan rugi laba tahun
yang diaudit harus dijelaskan dalam laporan keuangan dan auditor harus
menyatakan perkecualian mengenai konsistensi penerapan prinsip akuntansi
berterima umum dalam laporan audit.
- Penjelasan yang lengkap harus dibuat dalam laporan keuangan jika sediaan
digadaikan sebagai jaminan uang yang ditarik oleh klien.
- Jika jumlahnya material, sedaan dalam perusahaan manufaktur harus
dikelompokkan menurut kelompok utama berikut ini: sediaan produk dalam
proses, dan sediaan bahan baku. Penyajian kelompok sediaan tersebut dalam
neraca berdasarkan urutan likuiditasnya.
- Perjanjian pembelian harus dijelaskan dalam laporan keuangan, jika jumlahnya
material atau bersifat luar biasa.
- Cadangan untuk menghadapi kemungkinan turunnya harga sediaan setelah
tanggal neraca harus dibentuk dengan meyisihkan sebagian laba yang ditahan.
Cadangan ini tidak boleh dikurangkan dari sediaan, namun harus disajikan
sebagai pengurang akun laba Ditahan.
Sumber : Hal 262 – 263.

4. Sebut dan jelaskan tujuan pengujian substantif terhadap sediaan.


Jawaban:

Tujuan audit terhadap sediaan :

- Memperoleh keyakinan tentang keandalan catatan akuntansi yang bersangkutan


dengan sediaan.
- Membuktikan asersi keberadaan sediaan yang dicantumkan di neraca dan
keterjadian transaksi yang berkaitan dengan sediaan.
- Membuktikan asersi kelengkapan transaksi yang berkaitan dengan sediaan yang
dicatat dalam catatan akuntansi dan kelengkapan saldo sediaan yang disajiakan di
neraca.
- Membuktikan asersi penilaian sediaan yang dicantumkan di neraca.
- Membuktikan asersi penyajian dan pengungkapan sediaan di neraca.

Sumber : Hal 263.

5. Untuk membuktikan bahwa unsur sediaan yang dicantumkan di neraca didukung


dengan catatan akuntansi yang memadai, prosedur audit apakah yang ditempuh oleh
auditor?
Jawaban:

Auditor melakukan berbagai pengujian substantif berikut ini:

- Pengujian analitik.
- Pemeriksaan bukti pendukung transaksi yang berkaitan dengan sediaan.
- Pengujian pisah batas transaksi yang berkaitan dengan sediaan.
- Pengamatan terhadap penghitungan fisik sediaan.
- Konformasi sediaan yang berada di tangan pihak luar.

Sumber : Hal 265.

6. Untuk membuktikan eksistensi saldo sediaan yang dicantumkan oleh klien di neraca,
prosedur audit apakah yang ditempuh oleh auditor?
Jawaban:

Auditor melakukan berbagai pengujian substantif berikut ini:

- Pengujian analitik.
- Pemeriksaan bukti pendukung transaksi yang berkaitan dengan sediaan.
- Pengujian pisah batas transaksi yang berkaitan dengan sediaan.
- Pengamatan terhadap penghitungan fisik sediaan.
- Konformasi sediaan yang berada di tangan pihak luar.

Sumber : Hal 265.

7. Untuk membuktikan hak kepemilikan klien atas sediaan yang dicantumkan oleh klien
di neraca, prosedur audit apakah yang ditempuh oleh auditor?
Jawaban:

Auditor melakukan pengujian sunstantif berikut ini:

- Pemeriksaan bukti pendukung transaksi yang berkaitan dengan sediaan.


- Pengujian pisah batas transaksi yang berkaitan dengan sediaan.
- Konfirmasi sediaan yang berada di tangan pihak luar.
- Pemeriksaan perjanjian konsinyasi.

Sumber : Hal 265.

8. Untuk memverifikasi pisah batas transaksi yang bersangkutan dengan sediaan,


prosedur audit apakah yang ditempuh oleh auditor?
Jawaban:
- Periksa dokumen yang mendukung transaksi pembelian dalam minggu terkhir
tahun yang diaudit dan minggu pertama setelah tanggal neraca.
- Periksa dokumen yang mendukung berkurangnya sediaan (karena transaksi
penjualan atau pemakain sendiri) dalam minggu terakhir tahun yang diaudit dan
minggu pertama setelah tanggal neraca.

Sumber : Hal 271 – 272.

9. Untuk memverifikasi penilaian sediaan di neraca, prosedur audit apakah yang


ditempuh oleh auditor?
Jawaban:

Auditor melakukan pengujian substantif berikut ini:

- Pengujian analitik.
- Pemeriksaan bukti pendukung transaksi yang berkaitan dengan sediaan.
- Pengamatan terhadap penghitungan fisik sediaan.
- Permintaan informasi mengenai metode penilaian sediaan yang digunakan oleh
klien.
- Pemeriksaan kesesuaian kos per satuan sediaan dengan prinsip akuntansi
berterima umum.
- Pemeriksaan catatan pendukung yang berkaitan dengan data kos per satuan
sediaan.
- Pelaksanaan gross-profit test.
- Meminta surat representasi sediaan dari klien.

Sumber : Hal 266.

10. Dalam memvertifikasi penilaian sediaan yang dicantumkan di neraca, auditor


meminta klien untuk membuat surat representasi sediaan. Apakah tujuan auditor
meminta surat representasi sediaan. Apakah tujuan auditor meminta surat representasi
klien mengenai sediaan.
Jawaban:

Tujuan auditor meminta surat representasi klien mengenai sediaan yaitu untuk

menyadarkan klien bahwa tanggung jawab atas kewajaran informasi yang disajikan di

dalam laporan keuangan berada di tangan klien mengenai sediaan yang di dajikan di

neraca.

Sumber : Hal 276.

11. Dalam pengujian substantif terhadap sediaan auditor menggunakan pengujian


bertujuan ganda (dual purpose test). Sebutkan dan jelaskan prosedur audit tersebut.
Jawaban:
Yaitu pengujian yang mempunyai tujuan ganda seperti adanya dua tujuan (1) untuk

menguji efektivitas pengendalian intern terhadap sediaan dan (2) untuk menguji

kewajaran informasi sediaan di neraca. Pengamatan terhadap penghitungan fisik

sediaan dalam pengujian substantif ini bertujuan untuk membuktikan bahwa klien

meng-adjust catatan akuntansi berdasarkan data hasil penghitungan fisik sediaan yang

andal.

Sumber : Hal 273.

PILIHAN BERGANDA BAB 20.

1. Manakah di antara pernyataan berikut ini yang bukan merupakan prinsip akuntansi
berterima umum dalam penyajian sediaan di neraca?
D. Sediaan harus dicantumkan di dalam laporan keuangan pada kosnya pada tanggal
neraca dan metode penentuan kos tersebut harus disebutkan di dalam laporan
keuangan.

2. Berikut ini merupakan prinsip akuntansi berterima umum dalam penyajian sediaan di
neraca:
A. Cadangan untuk menghadapi kemungkinan turunnya harga sediaan setelah
tanggal neraca harus dibentuk dengan menyisihkan sebagian laba yang ditahan.
Cadangan ini tidak boleh dikurangkan dari sediaan, namun harus disajikan
sebagai pengurang akun Laba Ditahan.

3. Manakah di antara prosedur audit berikut ini yang merupakan prosedur audit yang
ditujukan untuk membuktikan eksistensi sediaan yang berada di gudang klien pada
tanggal neraca?
D. Lakukan pengamatan terhadap penghitungan fisik sediaan yang dilakukan
oleh klien.

4. Salah satu prosedur audit untuk memverifikasi ekstensi sediaan yang tercantum di
neraca adalah: “Lakukan pengamatan terhadap penghitungan fisik sediaan yang
dilakukan oleh klien.” Berikut ini adalah kegiatan yang dilakukan oleh auditor dalam
melaksanakan prosedur tersebut, kecuali:
C. Lakukan rekonsiliasi kartu sediaan dengan akun kontrol sediaan yang
bersangkutan di dalam buku besar.
5. Manakah di antara pernyataan berikut ini yang merupakan pernyataan yang benar
yang bersangkutan dengan prosedur audit pengamatan terhadap penghitungan fisik
sediaan?
c. Merupakan dual purpose test, yaitu pengujian yang bertujuan ganda: untuk
menguji efektivitas sistem pengawasan intern terhadap sediaan dan untuk
menguji kewajaran data sediaan yang dicantumkan di neraca.

6. Manakah di antara prosedur audit berikut ini yang bukan ditujukan untuk
memperoleh leyakinan tentang keandalan catatan akuntansi yang bersangkutan
dengan sediaan?
A. Usut saldo sediaan yang dicantumkan di neraca saldo ke saldo akun sediaan di
dalam buku besar.

7. Dalam memverifikasi pisah batas sediaan, auditor melaksanakan prosedur berikut ini:
“Periksa dokumen yang mendukung transaksi pembelian dalam minggu terkahir

tahun yang diaudit dan minggu pertama setelah tanggal neraca.” Dalam prosedur

audit tersebut auditor mengumpulakan informasi berikut ini, kecuali:

A. Tanggal pengiriman barang yang tercantum dalam laporan pengiriman barang.

8. Dalam memverifikasi pisah batas sediaan, auditor melaksanakan prosedur berikut ini:
“Periksa dokumen yang mendukung berkurangnya sediaan (karena transaksi

penjualan atau pemakaian sendiri) dalam minggu terkahir tahun yang diaudit dan

minggu pertama setelah tanggal neraca.” Dalam prosedur audit tersebut auditor

mengumpulakan informasi berikut ini, kecuali:

c. Tanggal pembuatan faktur penjualan.

9. Untuk menentukan kewajaran nilai sediaan yang dicantumkan di dalam neraca,


auditor menempuh prosedur audit berikut ini, kecuali:
d. Bandingkan laba bruto tahun yang diaudit dengan laba bruto tahun sebelumnya.

10. Dalam pemeriksaan terhadap sediaan, auditor meminta surat representasi sediaan dari
klien. Bagi auditor, surat representasi tersebut berfungsi untuk:
c. Menyadarkan klien bahwa tanggung jawab atau kewajaran informasi sediaan
yang disajikan di dalam laporan keuanagn berada di tangan klien.
11. Dalam pengamatan terhadap penghitungan fisik sediaan, salah satu prosedur audit
yang ditempuh oleh auditor adalah: “Lakukan pengujian komplikasi (complicatin
test).” Dalam prosedur audit tersebut auditor melakukan:
A. Pengujian ketelitian penyalinan data di dalam kartu penghitungan fisik ke dalam
daftar hasil penghitungan fisik.
12. Dalam pengamatan terhadap penghitungan fisik sediaan, salah satu prosedur audit
yang ditempuh oleh auditor adalah: “Lakukan pengujian adjustment (adjustment
test).” Dalam prosedur audit tersebut auditor melakukan:
d. Pengujian ketelitian adjustment yang dilakukan oleh klien terhadap data sediaan
di dalam kartu sediaan atas dasar data yang tercantum di dalam daftar hasil
penghitungan fisik.

13. Dalam pengamatan terhadap penghitungan fisik sediaan, salah satu prosedur audit
yang ditempuh oleh auditor adalah: “Lakukan pengujian harga (pricing test).” Dalam
prosedur audit tersebut auditor melakukan:
c. pengujian ketelitian pencantuman kos per satuan tiap jenis sediaan yang

dicantumkan di dalam daftar hasil penghitungan fisik dan perkalian kos per satua

tersebut dengan kuantitas hasil penghitungan fisik sediaan.

14. Manakah di antara prosedur audit ini yang digunakan oleh auditor untuk
membuktikan akstensi sediaan klien yang berada di tangan pihak luar?
B. Pengiriman konfirmasi.
BAB 21 – Audit Terhadap Siklus Jasa Personel : Pengujian Pengendalian dan

Pengujian Substantif.

SOAL LATIHAN

1. Sebutkan berbagai sistem informasi yang membentuk siklus jasa personel dalam
suatu perusahaan manufaktur.
Jawaban:

Akun yang dipengaruhi oleh siklus jasa personel adalah :

- Barang dalam proses – tenaga kerja langsung.


- Biaya overhead pabrik sesungguhnya.
- Biaya pemasaran.
- Biaya administrasi dan umum.
- Utang pajak penghasilan karyawan.
- Utang dana pensiun.

Sumber : Hal 286.

2. Sebutkan berbagai prosedur yang termasuk dalam sistem informasi akuntansi berikut
ini : (a) penggajian (b) pengupahan.
Jawaban:

Sistem informasi akuntansi penggajian, yang terdiri dari jaringan prosedur berikut ini:

- Prosedur pencatatan waktu hadir.


- Prosedur pembuatan daftar gaji.
- Prosedur pembayaran gaji.
- Prosedur distribusi biaya gaji.

Sistem informasi akuntansi pengupahan, yang terdiri dari jaringan prosedur berikut

ini:

- Prosedur pencatatan waktu hadir.


- Prosedur pencatatan waktu kerja.
- Prosedur pembuatan daftar upah.
- Prosedur pembayaran biaya upah.
- Prosedur distribusi upah.

Sumber : Hal 286.


3. Sebutkan tujuan audit terhadap siklus jasa personel.
Jawaban:

Kelompok Asersi Tujuan Audit terhadap Tujuan Audit terhadap


Golongan Transaksi Saldo Akun
Keberadaan atau Biaya gaji dan upah, biaya Saldo utang gaji dan upah
keterjadian pajak atas gaji dan upah dan utang pajak
karyawan yang tercatat penghasilan karyawan
berkaitan dengan mencerminkan jumlah
kompensasi jasa yang yang terutang oleh
diserahkan oleh karyawan perusahaan pada tanggal
selama periode yang neraca.
diaudit.
Kelengkapan Semua biaya gaji dan upah Saldo utang gaji dan upah
dan biaya pajak atas gaji pajak penghasilan
dan upah mencakup semua karyawan mencakup
biaya yang terjadi untuk semua kewajiban kepada
jasa personel selama personel dan pemerintah
periode yang diaudit. pada tanggal neraca.
Hak dan kewajiban Utang gaji dan upah dan
utang pajak penghasilan
karyawan merupakan
kewajiban perusahaan
pada tanggal neraca.
Penilaian atau alokasi. Semua transaksi yang Biaya gaji dan upah dan
berkaitan dengan jasa biaya pajak penghasilan
personel telah dicatat karyawan telah dihitung
dalam jurnal, diringkas, dan dicatat dengan benar.
dan diposting ke dalam
akun dengan benar. Utang gaji dan upah dan
utang pajak penghasilan
karyawan telah dihitung
dan dicatat dengan benar.

Distribusi biaya overhead


pabrik telah dihitung dan
dicatat dengan benar.

Penyajian dan Rincian transaksi yang Biaya gaji dan upah dan
pengungkapan. berkaitan dengan jasa biaya pajak penghasilan
personel mendukung karyawan telah
penyajian akun yang diidentifikasi dan
berkaitan dalam laporan diklasifikasi dengan
keuangan, baik semestinya dalam neraca.
klasifikasinya, maupun
pengungkapannya. Utang gaji dan upah dan
utang pajak penghasilan
karyawan telah
diidentifikasi dan
diklasifikasi dengan
semestinya dalam neraca.

4. Untuk merancang program auditing untuk pengujian pengendalian, sebutkan tahap –


tahap yang harus dilalui oleh auitor.
Jawaban :

1. Lakukan pengamatan terhadap pembayaran gaji dan upah dan pemisahan fungsi.
2. Lakukan pengamatan terhadap pencatatan waktu hadir dan jam kerja.
3. Ambil sampel daftar gaji dan upah, kartu jam hadir karyawa, dan kartu jam kerja
karyawan, dan lakukan pemeriksaan terhadap:
a. Kesalahan nama karyawan yang tercantum dalam dokumen tersebut.
Bukti adanya pengecekan independen terhadap pembuatan dokumen tersebut

1. Periksa bukti digunakannya formulir kartu jam kerja dan kartu jam hadir
bernomor urut tercetak dan pertanggungjawaban pemakaian formulir tersebut.
2. Ambil sampel dokumen sumber bukti kas keluar dan lakukan pengusutan ke
catatan akuntansi berikut ini:
a. Daftar gaji dan upah karyawan
b. Kartu kos produk
c. Pencatatan ke dalam register bukti kas keluar dan jurnal umum.
1. Untuk sampel yang diambil pada langkah ke-3 di atas,
Periksa bukti adanya:

a. Persetujuan semestinya untuk setiap aktivitas tenaga kerja langsung dan tidak
langsung.
b. Pengecekan independen terhadap dokumen sumber (bukti kas keluar dan
bukti memorial).
2. Periksa adanya pengecekan independen terhadap posting ke buku pembantu biaya
dan register bukti kas keluar dan jurnal umum untuk memperoleh keyakinan
bahwa tidak terjadi kekeliuran posting jumlah moneter atau akun.
Sumber : Hal 305.

5. Sebutkan fungsi – fungsi yang terkait dalam sistem informasi akuntansi penggajian
suatu perusahaan manufaktur. Sebutkan pula unit – unit organisasi yang
bertanggungjawab atas masing – masing fungsi tersebut dan jelaskan pula perannya
masing – masing.
Jawaban:

Fungsi Nama Unit Organisasi Pemegang


Fungsi
Fungsi penerima pegawai Bagian Kepegawaian
Fungsi pencatat waktu Bagian Pencatatan Waktu
Fungsi pembuat daftar gaji dan upah Bagian Gaji dan Upah
Fungsi pembuat bukti kas keluar Bagian Utang
Fungsi pembayar gaji dan upah Bagian Kasa
Fungsi akuntansi biaya Bagian Akuntansi Biaya
Fungsi akuntansi umum Bagian Akuntansi Umum
Fungsi penerima pegawai. Bertanggung jawab untuk mencari karyawan baru,

menyeleksi calon karyawan, memutuskan penempatan karyawan baru, membuat surat

keputusan tarif gaji dan upah karyawan, kenaikan pangkat dan golongan gaji, mutasi

karyawan dan pemberhentian karyawan.

Fungsi pencatatan waktu. Bertanggung jawab untuk menyelenggarakan catatan

waktu hadir bagi semua karyawan perusahaan. Pengendalian intern yang baik

mensyaratkan fungsi pencatatan waktu hadir karyawan tidak boleh dilaksanakan oleh

penyelia atau oleh karyawan yang bertanggungjawan atas pembuatan daftar gaji dan

upah.

Fungsi pembuatan daftar gaji dan upah. Bertanggungjawab menghitung

penghasilan setiap karyawan selama jangka waktu pembayaran gaji dan upah. Hasil

perhitungan ini dituangkan dalam daftar gaji dan upah untuk kemudian diserahkan

kepada fungsi pembuat bukti kas keluar guna pembuatan bukti kas keluar yang

dipakai sebagai dasar untuk pembayaran gaji dan upah kepada karyawan.

Fungsi pembuat bukti kas keluar. Bertanggung jawab membuat perintah

pengeluaran kas untuk pembayaran gaji dan upah seperti yang tercantum dalam daftar

gaji dan upah. Fungsi ini membuat bukti kas keluar yang memberi otorisasi kepada

fungsi keuangan untuk membayarkan gaji dan upah kepada karyawan seperti yang

dicantum dalam daftar gaji dan upah tersebut.

Fungsi pembayar gaji dan upah. Bertanggung jawab mengisi cek guna pembayaran

gaji dan upah dan menguangkan cek tersebut ke bank. Uang tunai tersebut kemudian

dimasukkan ke dalam amplop gaji dan upah setiap karyawan, untuk selanjutnya

dibagikan kepada karyawan yang berhak.

Fungsi akuntansi biaya. Bertanggung jawab mencatat distribusi biaya ke dalam

kartu kos produk dan kartu biaya berdasarkan rekap daftar gaji dan upah dan kartu

jam kerja (untuk tenaga kerja langsung pabrik).


Fungsi akuntansi umum. Bertanggung jawab untuk mencatat gaji dan upah dalam

jurnal umum.

Sumber : Hal 289 – 290.

6. Sebutkan nama – nama dokumen penting dalam pelaksanaan dalam pelaksanaan


sistem informasi akuntansi penggajian dan jelaskan pula fungsinya masing – masing.
Jawaban:

Dokumen Transaksi Dokumen Sumber


Pencatatan biaya gaji dan upah Bukti kas keluar
Pencatatan pembayaran gaji dan upah Bukti kas keluar

Sumber : Hal 290.

7. Jelaskan fungsi kartu penghasilan karyawan.


Jawaban:

Yaitu catatan mengenai penghasilan dan berbagai potongannya yang diterima oleh

setiap karyawan. Informasi dalam kartu penghasilan ini dipakai sebagai dasar

perhitungan PPh Pasal 21 yang menjadi beban setiap karyawan. Di samping itu, kartu

penghasilan karyawan ini digunakan sebagai tanda terima gaji dan upah karyawan

dengan ditandatanganinya kartu tersebut oleh karyawan yang bersangkutan.

Dokumen sumber untuk pencatatan ke dalam kartu penghasilan karyawan adalah

daftar gaji dan upah.

Sumber : Hal 292

8. Sebutkan dokumen yang menjadi dokumen pendukung pencatatan transaksi


penggajian dan pengupahan.
Jawaban:

Yaitu Rekap daftar gaji dan upah.

Sumber : Hal 290.

9. Sebutkan nama – nama catatan akuntansi yang digunakan dalam sistem informasi
akuntansi penggajian dan pengupahan.
Jawaban:

- Jurnal umum.
- Kartu kos produk.
- Buku pembantu biaya.
- Kartu penghasilan karyawan.

Sumber : Hal 292.

10. Sebutkan salah saji potensial dan aktivitas pengendalian yang diperlukan dalam dua
tahap transaksi pembelian berikut ini: (a) tahap pembuatan daftar gaji dan upah, (b)
tahap pembuatan bukti kas keluar untuk gaji dan upah.
Jawaban:

Tahap Transaksi Salah Saji Potensial Aktivitas Pengendalian


yang Diperlukan
Pembuatan daftar gaji dan Orang yang tidak Pemisahan fungsi.
upah diotorisasi masuk ke dalam
daftar gaji dan upah. Orang yang namanya
tercantum dalam daftar
gaji dan upah adalah orang
yang memiliki surat
keputusan pengangkatan
dari manajer berwenang.

Perubahan informasi Otorisasi dari manajer


dalam daftar gaji dan upah yang berwenang atas
tidak diotorisasi oleh daftar gaji dan upah serta
manajer yang berwenang. dokumen pendukung
perubahan daftar gaji dan
upah.
Salah perhitungan gaji dan
upah. Pengecekan independen
atas penghitungan gaji dan
upah dan pajak
penghasilan yang
berkaitan.

Pembuatan bukti kas Pembayaran gaji dan upah Setiap bukti kas keluar
keluar yang tidak diotorisasi. untuk pembayaran gaji dan
upah harus didasarkan
pada daftar gaji dan upah
yang telah diotorisasi oleh
manajer berwenang.

Biaya tenaga kerja Penggunaan kartu jam


langsung tidak dibebankan kerja.
kepada kos produk.

Biaya overhead
sesungguhnya tidak Penggunaan bukti kas
dicatat. keluar dan bukti memorial
yang diotorisasi oleh
manajer berwenang.

Salah salam pembuatan Pengecekan independen


bukti kas keluar. atas pembuatan bukti kas
keluar berdasarkan daftar
gaji dan upah.

Sumber : Hal 300.

11. Dalam tahap pencatatan biaya gaji dan upah serta kewajiban yang berkaitan:
a. Sebutkan salah saji potensial yang dapat terjadi.
b. Sebutkan aktivitas pengendalian yang diperlukan untuk mendeteksi dan
mencegah salah saji tersebut.
c. Sebutkan pengujian pengendalian yang dapat digunakan oleh auditor untuk
mendeteksi adanya aktivitas pengendalian yang Saudara sebutkan pada butir b
tersebut.

Jawaban:

Tahap Salah Saji Aktivitas Pengujian


Transaksi Potensial Pengendalian yang Pengendalian
Diperlukan yang Dapat
Dilaksanakan
P Biaya gaji dan Penggunaan panduan Periksa
encatat upah dicatat ke akun; pelaporan biaya ketersediaan
an dalam akun yang gaji dan upah pada panduan akun dan
biaya salah. waktu yang tepat. amati
gaji penggunaanya:
dan minta keterangan
upah tentang laporan
serta Pertanggungjawaban biaya gaji dan
kewaji semua formulirupah.
ban bernomor urut tercetak:
yang kartu jam kerja, kartu Lakukan
berkait jam hadir, bukti kas pengamatan
an keluar, bukti memorial. terhadap prosedur;
pelaksanaan
Rekonsiliasi periodik kembali.
buku pembantu biaya
dengan akun kontrol
yang bersangkutan
Catatan biaya dalam buku besar.
dalam buku Lakukan
pembantu biaya pengamatan
tidak sama terhadap prosedur;
dengan akun pelaksanaan
kontrol biaya kembali.
yang
bersangkutan
dalam buku
besar.

Sumber: Hal 300.

12. Untuk mendeteksi dan mencegah terjadinya pembayaran gaji dan upah kepada
karyawan yang tidak berhak menerimanya, sebutkan aktivitas pengendalian yang
diperlukan. Jelaskan mengapa aktivitas pengendalian yang Saudara sebutkan dapat
mendeteksi dan mencegah terjadinya salah saji terbut.
Jawaban:

Tahap Transaksi Aktivtas Pengendalian yang


diperlukan
Pembayaran gaji dan upah Hanya karyawan yang memiliki identitas
yang sah yang berhak menerima gaji dan
upah.
Sumber : Hal 300.

13. Untuk mendeteksi dan mencegah terjadinya salah saji dalam tahap pencatatan siklus
jasa personel, sebutkan aktivitas pengendalian yang diperlukan. Jelaskan mengapa
aktivitas pengendalian yang Saudara sebutkan dapat mendeteksi dan mencegah
terjadinya salah saji tersebut.
Jawaban:

Tahap Transaksi Aktivitas Pengendalian yang Diperlukan


Pencatatan biaya gaji dan upah serta Penggunaan panduan akun; pelaporan biaya
kewajiban yang berkaitan gaji dan upah pada waktu yang tepat.

Pertanggungjawaban semua formulir


bernomor urut tercetak: kartu jam kerja,
kartu jam hadir, bukti kas keluar, bukti
memorial.

Rekonsiliasi periodik buku pembantu biaya


dengan akun kontrol yang bersangkutan
dalam buku besar.
Sumber : Hal 300.

14. Sebut dan jelaskan prosedur audit yang ditempuh oleh auditot untuk membuktikan
asersi keberadaan atau keterjadian siklus jasa personel.
Jawaban:

4. Lakukan pengamatan terhadap pembayaran gaji dan upah dan pemisahan fungsi.
5. Lakukan pengamatan terhadap pencatatan waktu hadir dan jam kerja.
6. Ambil sampel daftar gaji dan upah, kartu jam hadir karyawa, dan kartu jam kerja
karyawan, dan lakukan pemeriksaan terhadap:
b. Kesalahan nama karyawan yang tercantum dalam dokumen tersebut.
c. Bukti adanya pengecekan independen terhadap pembuatan dokumen tersebut.

Sumber : Hal 305.

15. Sebut dan jelaskan prosedur audit yang ditempuh oleh auditor untuk membuktikan
asersi kelengkapan siklus jasa personel.
Jawaban:

3. Periksa bukti digunakannya formulir kartu jam kerja dan kartu jam hadir
bernomor urut tercetak dan pertanggungjawaban pemakaian formulir tersebut.
4. Ambil sampel dokumen sumber bukti kas keluar dan lakukan pengusutan ke
catatan akuntansi berikut ini:
d. Daftar gaji dan upah karyawan
e. Kartu kos produk
f. Pencatatan ke dalam register bukti kas keluar dan jurnal umum.

Sumber : Hal 305.

16. Sebut dan jelaskan prosedur audit yang ditempuh oleh auditor untuk membuktikan
asersi penilaian atau alokasi siklus jasa personel.
Jawaban:

3. Untuk sampel yang diambil pada langkah ke-3 di atas,


Periksa bukti adanya:

c. Persetujuan semestinya untuk setiap aktivitas tenaga kerja langsung dan tidak
langsung.
d. Pengecekan independen terhadap dokumen sumber (bukti kas keluar dan
bukti memorial).
4. Periksa adanya pengecekan independen terhadap posting ke buku pembantu biaya
dan register bukti kas keluar dan jurnal umum untuk memperoleh keyakinan
bahwa tidak terjadi kekeliuran posting jumlah moneter atau akun.

Sumber : Hal 305.

17. Salah satu prosedur audit untuk memverifikasi asersi keberadaan ataua keterjadian
siklus jasa personel, auditor menempuh: “Ambil sampel daftar gaji dan upah.”
Pemeriksaan apa yang dilakukan oleh auditor atas daftar gaji tersebut?
Jawaban:

Daftar gaji dan upah yang dipilih kemudian diperiksa mengenai:

1. Surat keputusan pengangkatan karyawan yang namanya tercantum dalam daftar


gaji dan upah tersebut.
2. Surat keputusan mengenai pengangkatan karyawan baru yang namanya
tercantum dalam daftar gaji dan upah.
3. Surat keputusan mengenai tarif gaji dan upah yang digunakan sebagai dasar
pembuatan daftar gaji dan upah.
4. Surat otorisasi pemotongan gaji dan upah.
5. Bukti pengecekan kebenaran dan ketelitian penghitungan gaji dan upah yang
tercantum dalam daftar gaji dan upah.
6. Tanda tangan otorisasi dari pejabat yang berwenang atas daftar gaji dan upah.
7. Kesesuaian data gaji dan upah yang tercantum dalam daftar gaji dan upah dengan
jumlah yang dicatat ke dalam jurnal umum.
8. Kesesuaian data gaji dan upah yang tercantum dalam daftar gaji dan upah dengan
yang tercantum dalam kartu penghasilan karyawan (dalam arsip kartu
penghasilan karyawan yang diselenggarakan oleh fungsi pembuatan daftar gaji
dan upah).

Sumber : Hal 306.

18. Salah satu prosedur audit untuk memverifikasi asersi keberadaan ataua keterjadian
siklus jasa personel, auditor menempuh: “Ambil sampel kartu jam hadir karyawan.”
Pemeriksaan apa yang dilakukan oleh auditor atas kartu jam hadir karyawan tersebut?
Jawaban:

Auditor mengambil sampel kartu jam hadir dan kemudian melakukan pemeriksaan

terhadap :

1. Surat perintah lembur jika dalam kartu jam hadir tersebut tercantum jam kerja
lembur.
2. Tanda tangan otorisasi kartu jam hadir oleh fungsi pencatatan waktu.
3. Kesesuaian data jam hadir karyawan dengan data jam kerja yang tercantum
dalam kartu jam kerja karyawan yang bersangkutan.

Sumber: Hal 307.

19. Salah satu prosedur audit untuk memverifikasi asersi keberadaan ataua keterjadian
siklus jasa personel, auditor menempuh: “Ambil sampel kartu jam kerja karyawan.”
Pemeriksaan apa yang dilakukan oleh auditor atas kartu jam kerja karyawan tersebut?
Jawaban:

Auditor mengambil sampel kartu jam kerja dan melakukan pemeriksaan terhadap:

1. Kebenaran tarif upah yang dicantumkan dalam kartu jam kerja karyawan.
2. Kebenaran distribusikan upah yang tercantum dalam rekap daftar upah dan
pencatatan upah langsung ke dalam kartu kos produk yang bersangkutan.

Sumber : Hal 307.


20. Dalam pengujian substantif terhadap berbagai saldo akun yang berkaitan dengan
siklus jasa personel, auditor melakukan prosedur analitik. Sebutkan apa yang
dilakukan oleh auditor dalam prosedur analitik tersebut.
Jawaban:

Penerapan prosedur analitik terhadap berbagai saldo utang yang berkaitan dengan

siklus jasa personel adalah:

1. Perbandingan biaya karyawan (gaji, upah, komisi, bonus, tunjangan, kompensasi


dan lain – lain) tahun yang diaudit dengan biaya karyawan tahun sebelumnya
(setelah di adjust dengan perbedaan tarif gaji dan upah) dan dengan biaya
karyawan menurut anggaran.
2. Perbandingan saldo utang yang berkaitan dengan siklus jasa personel yang
tercantum dalam neraca yang diaudit dengan saldo utang tersebut dalam neraca
tahun sebelumnya.
3. Perhitungan ratio biaya pajak penghasilan karyawan dengan total biaya karyawan
dan perbandingan ratio tersebut dengan ratio yang sama tahun sebelumnya.
4. Rekonsiliasi jumlah pajak penghasilan karyawan dengan jumlah yang tercantum
dalam SPT pajak penghasilan karyawan.

Sumber : Hal 309.

21. Dalam pengujian substantif terhadap berbagai saldo akun yang berkaitan dengan
siklus jasa personel, auditor melakukan:
a. Penghitungan kembali utang gaji dan upah (accrued payroll liabilities).
b. Verifikasi terhadap kompensasi eksekutif.

Sebutkan apa yang dilakukan oleh auditor dalam kedua prosedur audit tersebut.

Jawaban:

- Penghitungan kembali utang gaji dan upah (accrued payroll liabilities).


Auditor berkepentingan untuk memverifikasi kemungkinan adanya

understatement penyajian utang yang berkaitan dengan siklus jasa personel dan

konsistensi metode yang digunakan untuk menghitung utang tersebut. Utang

yang berkaitan dengan siklus jasa personel dibagai menjadi dua: utang kepada

karyawan dan utang kepada pemerintah sehubungan denga gaji, upah, dan

kompensasi lain yang dibayarkan kepada karyawan. Dalam memperoleh bukti

mengenai kewajaran utang yang berkaiatan dengan siklus personel, auditor harus

mereview perhitungan yang dilakukan oleh manajemen atas utang gaji, upah,
kompensasi, komisi, bonus, tunjangan rekreasi dan utang pajak penghasilan

karyawan. Cara lain yang dapat ditempuh auditor adalah dengan melakukan

perhitungan sendiri berbagai kewajiban perusahaan terhadap karyawan dan

negara pada tanggal neraca dan kemudian membandingkan hasil perhitungan

dengan utang yang berkaitan dengan siklus jasa personel yang tercatat. Bukti

tambahan dapat diperoleh auditor dengan memeriksa pembayaran yang dilakukan

oleh perusahaan untuk berbagai utang yang berkaitan denga siklus jasa personel

yang terjadi setelah tanggal neraca.

- Verifikasi terhadap kompensasi eksekutif.


Kompensasi bagi eksekutif merupakan objek audit yang paling sensitif karena

eksekutif berada pada posisi yang dapat mengabaikan aturan yang telah

diterapkan. Kompensasi eksekutif dapat berupa gaji, bonus, stock option, biaya

representasi (biaya yang disediakan bagi eksekutif untuk membangun hubungan

kemitraan dengan mitra bisnis). Oleh karena itu, dalam pemeriksaan terhadap

kompensasi bagi eksekutif, auditor melakukan verifikasi jumlah kompensasi

dengan cara membandingkan otorisasi tentang kompensasi dari dewan komisaris

dengan kompensasi yang dicatat.

Sumber : Hal 310.

PILGAN BAB 21
1. Berikut ini adlah berbagai sistem yang termasuk dalam siklus jasa personel, kecuali:
C. Sistem informasi akuntansi pengupahan dan sistem biaya.

2. Dokumen sumber yang dipakai sebagai dasar pencatatan distribusi biaya gaji
karyawan dan biaya upah tenaga kerja tidak langsung adalah:
A. Bukti kas keluar.

3. Dokumen sumber yang dipakai sebagai dasar distribusi biaya upah langsung ke
berbagai kartu kos produk adalah :
C. Rekap daftar upah.

4. Catatan yang dipakai sebagai dasar untuk menghitung pajak penghasilan yang
menjadi kewajiban setiap karyawan adalah:
C. Kartu penghasilan karyawan.

5. Manakah di antara fungsi berikut ini yang berkewajiban menghitung gaji dan upah
karyawan serta berbagai potongan terhadap gaji dan upah?
C. Fungsi pembuat daftar gaji dan upah.

6. Untuk mendeteksi dan mencegah gaji dan upah dibayarkan kepada orang yang tidak
berhak menerimanya, aktivtas pengendalian yang diperlukan adalah:
A. Hanya karyawan yang memiliki identitas yang sah yang berhak menerima gaji
dan upah.

7. Dalam pengujian pengendalian terhadap siklus jasa personel, salah satu prosedur
audit yang dilaksanakan oleh auditor adalah: “Ambil sampel daftar gaji dan upah.”
Berikut ini adalah berbagai prosedur pemeriksaan yang dilaksanakan oleh auditor
terhadap sampel daftar gaji dan upah tersebut, kecuali:
A. Periksa apakah daftar gaji dan upah tersebut bernomor urut tercetak.

8. Dalam pengujian pengendalian terhadap siklus jasa personel, salah satu prosedur
pemeriksaan yang dilaksanakan oleh auditor adalah: “Ambil sampel kartu jam hadir
karyawan.” Berikut ini adalah berbagai prosedur pemeriksaan yang dilaksanakan oleh
auditor terhadap sampel kartu jam hadir tersebut, kecuali :
D. Lakukan verifikasi kebenaran tarif upah yang tercantum dalam karu jam hadir.
BAB 22- Pengujian Substantif Terhadap Investasi

SOAL LATIHAN

1. Jelaskan yang dimaksud dengan investasi.


Jawaban:

Inverstasi merupakan penanaman uang di luar perusahaan, yang dapat berupa surat

berharga atau aktiva lain yang tidak digunakan secara langsung dalam kegiatan

produktif perusahaan.

Sumber: Hal 315.

2. Sebutkan prinsip akuntansi berterima umum yang diterapkan dalam penyajian


investasi di neraca.
Jawaban:

Prinsip akuntansi berterima umum yang diterapkan dalam penyajian investasi di

neraca:

- Investasi harus disajikan secara terpisah di neraca sesuai dengan tujuan investasi
tersebut.
- Investasi jangka pendek disajikan nilainya di neraca dengan salah satu dari dua
cara berikut ini :
a. Pada kosnya, dengan mencantumkan harga pasarnya di dalam tanda kurung.
b. Pada nilai mana yang lebih rendah antara harga pasar atau kos. Nilai yang
lebih tinggi harus dicantumkan di dalam tanda kurung.
- Investasi jangka panjang disajukan di neraca pada kosnya.
- Harus dicantumkan pengungkapan yang cukup jika investasi jangka pendek
digadaikan sebagai jaminan penarikan utang.
- Investasi dalam perusahaan afiliasi dan dalam nonconsolidated subsidiary
companies harus disajikan secara terpisah dari investasi yang lain dan harus
dicantumkan penjelasan yang cukup mengenai sifat hubungan antara perusahaan
– perusahaan tersebut.
- Obligasi atau saham yang dikeluarkan oleh klien, yang dibeli kembali sebagai
treasury bond, treasury stock, atau disimpan dalam dana khusus sebaiknya
disajikan sebagai pengurang utang obligasi atau modal saham.
- Jika investasi bukan sumber pendapatan perusahaan, maka penghasilan yang
timbul dari pemilikan investasi tersebut harus digolongkan dalam “Penghasilan di
Luar Usaha”.
- Jikan penghasilan bunga dan peghasilan dividen jumlahnya materil, keduanya
harus disajikan secara terpisah di dalam laporan rugi – laba.
- Laba atau rugi sebagai akibat penjualan investasi jangka pendek yang material
jumlahnya, harus disajikan secara terpisah di dalam laporan rugi – laba dalam
kelompok “Penghasilan di Luar Usaha”. Angka yang disajikan adalah jumlah
laba atau rugi setelah dikurangi pajak.
- Laba atau rugi yang timbul dari transaksi antarperusahaan yang belum
direalisasikan dalam hubungan antara induk dan anak perusahaan harus
dieliminasikan jika investasi dicatat dengan equity method.
- Laba atau rugi yang timbul dari transaksi yang bersangkutan dengan saham yang
dikeluarkan sendiri oleh perusahaan, tidak boleh diperhitungkan dalam penentuan
laba atau rugi perusahaan. Laba atau rugi ini diperlakukan sebagai tambahan atau
pengurangan unsur modal.
sumber : Hal 316 – 317.

3. Sebut dan jelaskan tujuan pengujian substantif terhadap investasi.


Jawaban:

Tujuan pengujian substantif terhadap investasi adalah :

- Memperoleh keyakinan tentang keandalan catatan akuntansi yang bersangkutan


dengan investasi.
- Membuktikan bahwa saldo investasi mencerminkan klien yang ada pada tanggal
neraca dan mencerminkan keterjadian transaksi yang berkaitan dengan investas
selama tahun yang diaudit.
- Membuktikan kelengkapan transaksi yang dicatat selama tahun yang diaudit dan
kelengkapan saldo investasi yang disajikan di neraca.
- Membuktikan bahwa saldo investasi yang dicantumkan di neraca merupakan
milik klien.
- Membuktikan kewajaran penilaian investasi yang dicantumkan di neraca.
- Membuktikan kewajaran penyajian dan pengungkapan investasi di neraca.
Sumber : Hal 317.

4. Untuk membuktikan bahwa unsur investasi yang dicantumkan di neraca didukung


dengan catatan akuntansi yang memadai, prosedur audit apakah yang ditempuh oleh
auditor?
Jawaban:

Untuk itu auditor melakukan rekonsiliasi antara saldo investasi yang dicantumkan di

neraca dengan akun investasi di dalam buku besar dan selanjutnya ke register bukti

kas keluar dan jurnal penerimaan kas, dan buku pembantu investasi.

Sumber : Hal 318.


5. Untuk membuktikan keberadaan saldo investasi yang dicantumkan oleh klien di
neraca, prosedur audit apakah yang ditempuh oleh auditor.
Jawaban:

Auditor melakukan berbagai pengujian substantif berikut ini:

- Pengujian analitik.
- Pemeriksaan bukti pendukung transaksi yang berkaitan dengan investasi.
- Inspeksi terhadap sekuritas yang ada di tangan klien.
- Konfirmasi sekuritas yang berada di tangan pihak luar.

Sumber : Hal 318.

6. Untuk membuktikan hak pemilikan klien atas investasi yang dicantumkan oleh di
dalam neracanya, prosedur audit apakah yang ditempuh oleh auditor?
Jawaban:

Auditor melakukan berbagai pengujian substantif berikut ini:

- Pemeriksaan bukti pendukung transaksi yang berkaitan dengan investasi.


- Konfirmasi sekuritas yang berada di tangan pihak luar.

Sumber : Hal 319.

7. Untuk menguji kesesuaian penyajian investasi di neraca dengan prinsip akuntansi


berterima umum di Indonesia, prosedur audit apakah yang ditempuh oleh auditor?
Jawaban:

Auditor melakukan berbagai pengujian substantif berikut ini:

- Pemeriksaan terhadap klasifikasi surat berharga sebagai investasi sementara dan


investasi jangka panjang.
- Pemeriksaan terhadap investasi jangka panjang mengenai kemungkinan sebagai
alat pengendalian perusahaan lain.

Sumber : Hal 319.


PILIHAN BERGANDA BAB 22.

1. Manakah diantara penyajian investasi berikut ini yang tidak sesuai dengan prinsip
akuntansi berterima umum dalam penyajian investasi di neraca?
D. Treasury stock dan treasury bond disajikan dalan kelompok investasi jangka
panjang.

2. Berikut ini merupakan prinsip akuntansi berterima umum dalam penyajian investasi
di neraca :
C. Harus dicantumkan penjelasan yang cukup jika investasi jangka pendek
digadaikan sebagai jaminan utang.

3. Manakah di antara prosedur berikut ini yang merupakan prosedur audit yang
ditujukan untuk membuktikan keberadaan investasi yang berada di tangan klien pada
tanggal neraca?
C. Periksa dokumen yang mendukung pemerolehan investasi yang dimiliki klien
pada tanggal neraca.

4. Berikut ini adalah prosedur audit untuk memverifikasi pemilikan klien atas investasi
yang tercantum di neraca, kecuali:
c. Pelajari notulen rapat pemegang saham dan notulen rapat direksi.

5. Dalam memverifikasi keberadaan investasi yang tercantum di neraca klien, salah satu
prosedur audit yang ditempuh oleh auditor adalah: “Mintalah daftar surat berharga
yang ada di tangan klien pada tanggal neraca dan lakukan penghitungan dan inspeksi
terhadap sertifikat surat berharga tersebut.” Berikut ini adalah prosudur audit yang
dilaksanakan oleh auditor terhadap daftar surat berharga tersebut, kecuali :
A. Hitung kembali laba dan rugi yang timbul dari transaksi penjualan surat berharga.

6. Manakah di antara prosedur audit berikut ini yang bukan ditujukan untuk
memperoleh keyakinan tentang keandalah catatan akuntansi yang bersangkutan
dengan investasi?
C. Hitung kembali saldo akun kontrol investasi di dalam buku besar.

7. Dalam memverifikasi pisah batas investasi, auditor melaksanakan prosedur audit


berikut ini : “Periksa dokumen yang mendukung transaksi pembelian surat berharga
dalam minggu terakhir tahun yang diperiksa dan minggu pertama setelah tanggal
neraca.” Dalam prosedur audit tersebut auditor mengumpulakn informasi berikut ini,
kecuali:
B. Tanggal penghitungan dan inspeksi terhadap surat berharga yang berada di
tangan klien.
8. Dalam memverifikasi penilaian investasi, auditor melaksanakan prosedur audit
berikut ini: “Periksa dokumen yang mendukung transaksi pemerolehan investasi.”
Dalam prosedur audit tersebut auditor mengumpulkan informasi berikut ini, kecuali:
A. Keputusan pemegang saham, dewan komisiaris, atau direksi yang tercantum di
dalam notulen rapat.

9. Untuk menentukan kewajaran nilai investasi yang dicantumkan di neraca, auditor


menempuh prosedur audit berikut ini, kecuali:
b. Bandingkan metode penilaian investasi yang digunakan oleh klien dengan prinsip
akuntansi berterima umum di Indonesia.

10. Dalam memverifikasi penghasilan di investasi, auditor menempuh prosedur audit


berikut ini, kecuali:
c. Lakukan rekonsiliasi buku pembantu investasi dengan akun kontrol investasi di
dalam buku besar.
BAB 23 -Pengujian Subtantif terhadap Utang Jangka Panjang
SOAL LATIHAN
1. Jelaskan yang dimaksud dengan utang jangka panjang berikan contohnya
Jawaban :
Utang jangka panjang adalah kewajiban sekarang yang timbul dari kegiatan atau
transaksi yang lalu, yang jatuh temponya lebih dari satu tahun ditinjau dari
tanggal neraca.
Contohnya keawajiab yang termasuk dalam kelompok utang jangka panjang
adalah utang jangka panjang dari bank (berupa kredit investasi), utang oblligasi,
utang kepada induk perusahaan, utang sewa jangka panjang, utang pensiun, utang
wesel jangka panjang
(Sumber halaman 333)
2. Jelaskan beberapa alasan yang menyebabkan dipilihnya uatng jangka panjang
sebagai cara pembelanjaan kegiatan perusahaan
Jawaban :
a. Sering kali perusahaan tidak dapat melunasi kewajban jangka pendeknya
dengan menggunakan aktiva lancarnya, sehingga alternatif yang masih
menguntungkan untuk dipilih adalah dengan menarik utang jangka panjang
guna melunasi utang jangka pendeknya tersebut
b. Utang jangka panjang sering kali tombull sebagai akibat dari kebutuhan dana
yang besar, yang pemegang saham tidak menghendaki pemenuhannya
dengan menambah saham yang beredar. Biasanya hal ini terjadi bila biaya
bunga diperkirakan akan lebih rendah bila dibandingkan dengan taksiran
tingkat laba yang akan diperoleh dari penggunaan tambahan dana tersebut
c. Kemungkinan pemenuhan kebutuhan dana akan lebih murah bila diperoleh
dari penarikan utang jangka panjang karena biaya bunga dapat dikurangkan
dalam perhitungan pajak penghasilan, sedangkan dividen yang dibayarkan
kepada pemegang saham tidak dapat mengurangi besarnya pajak penghsilan
yang harus dibayar oleh perusahaan
d. Serng kali lebih menguntungkan jika aktiva tetap diperoleh dengan cara
menyewa daripada membeli.
(Sumber halaman 334)
3. Sebutkan prinsip akuntansi berterima umum yang diterapkan dalam penyajian
uatang jangka panjang di neraca
Jawaban:
a. Utang jangka panjang harus dijelaskan dengan cukup dalam neraca
b. Umumnya uatng jangka panjang dipisahkan menjadi dua kelompok utang
jagka panjang yang ditarik dengan perjanjian tertulis dan utang jangka
panjang yang tidak disertai dengan perjanjian tertulis
c. Utang obligasi dapat disajikan dalam neraca pada nilai nominalnya, dan
dicantumkan pula tanggal jatuh tempo serta tarif bungannya
d. Obligasi yang dilunasi yang dibeli sebagai treasury bond, dan belum
dikeluarkan lagi, harus disajikan dalam neraca sebagai pengurang jumlah
obligasi yang diizinkan untuk dikeluarkan sebesar nilai nominalnya.
Treasury bond tidak boleh disajikan sebagai aktiva
Sumber halam 335
4. Sebut dan jelaskan tujuan pengujian subtantif terhadap utang jangka panjang
Jawaban :
a. Memperoleh keyakinan tentang keanda;an catatan akuntansi yang
bersangkutan dengan utang jangka panjang
b. Membuktikan bahwa saldo utang jangka panjang mencerminkan kepntingan
kreditur yang ada pada tanggal neraca dan mencerminkan keterjadian
transaksi yang berkaitan dengan utang jangka panjang selama tahun yang
diaudit
c. Membuktikan kelengkapan transaksi yang dicatat selama tahun yang diaudit
dan kelengkapan saldo utang jangka panjang yang disajikan dineraca
d. Membuktikan bahwa utang jangka panjang yang dicantumkan dineraca
merupakan klaim kreditur terhadap aktiva entitas
e. Membuktikan kewajaran penilaian utang jangka panjang yang dicantumkan
dineraca
f. Membuktikan kewajaran penyajian dan pengungkapan utang jangka panjang
di neraca
Sumber halaman 335
5. Untuk membuktikan bahwa unsur utang jangka panjang yang dicantumkan di
dalam neraca didukung dengan catatan akuntansi yang memadai, prosedur audit
apakah yang ditempuh oleh auditor
Jawaban :
Untuk itu auditor melakukan rekonsiliasi antara saldo utang jangka panjang bank,
utang obligasi, premi dan diskonto obligasi, utang sewa, utang pensiun, yang
dicantumkan di neraca akun utang jangka panjang bank, akun utang obligasi,
akun premi dan diskonto obligasi, akun utang wesel jangka panjang, akun utang
sewa, akun utang pensiun di dalam buku besar dan selanjutnya ke jurnal
penrimaan kas, check register
Sumber halaman 336
6. Untuk membuktikan eksistensi saldo utang jangka panjang yang dicantumkan
oleh klien di dalam neraca, prosedur audit apakah yang ditempuh oleh auditor
Jawaban :
a. Pemeriksaan bukti pendukung transaksi yang berkaitan dengan utang jangka
panjang dan biaya bunga
b. Review terhadap perjanjian utang jangka panjang dan pelajari pasal-pasal
yang terdapat didalamnya
Sumber halaman 337
7. Untuk membuktikan apakah penyajian utang jangka panjang di dalam neraca
klien sesuai dengan prinsip akuntansi berterima umum, prosedur audit apakah
yang ditempuh oleh auditor
Jawaban :
a. Prosedur audit awal
b. Pengujian anakitik
c. Pemeriksaan bukti pendukung transaksi yang berkaitan dengan utang jangka
panjang dan biaya bunga
d. Review terhadap perjanjian utang jangka panjang dan pelajari pasal-pasal
yang terdapat di dalamnya
e. Konfirmasi dari kreditur dan bond trustee
f. Penghitungan kembali biaya bunga
Sumber halaman 338
8. Dalam salah satu prosedur audit untuk membuktikan bahwa klien mematuhi
pasal-pasal yang tercantum di dalam surat perjanjian penarikan kredit, auditor
meminta copy surat perjanjian tersebut dan mempelajarinya. Informasi apa saja
yang perlu diketahui oleh auditor dari copy surat perjanjian penarikan kredit
tersebut
Jawaban :
a. Jumlah kredit yang disepakati untuk ditarik oleh klien
b. Pengunaan dana yang diperoleh dari kredit tersebut
c. Jangka waktu kredit
d. Tanggal jatuh tempo kredit
e. Tarif bunga dan tanggal pembayaran bunga
f. Kewajiban klien untuk memelihara aktiva yang dijaminkan dalam penarikan
kredit, seperti kewajiban mengasuransikan aktiva tersebut
g. Jenis dan nilai aktiva yang dijaminkan dalam penarikan kredit tersebut
h. Batasan yang dikenakan terhadap klien dalam hal :
 Penarikan kredit jangka panjang dari pihak lain’
 Pembagian dividen
 Kewajiban klien untuk mempertahankan modal kerja dalam jumlah
tertentu
Sumber halaman 346
9. Dalam salah satu prosedur audit untuk membuktikan bahwa klien mematuhi
pasal-pasal yang tercantum di dalam trust indenture, auditor meminta copy trust
indenture tersebut dan mempelajarinya. Informasi apa saja yang perlu diketahui
oleh auditor dari copy trust indeture penarikan kredit tersebut
Jawaban :
a. Jumlah lembar obligasi yang diizinkan untuk dikeluarkan dan nilai
nominalnya
b. Tanggal pengeluaran obligasi
c. Tanggal jatuh tempo obligasi
d. Tanggal pembayaran dan tarif
e. Aturan mengenai pelunasan obligasi sebelum saat jatuh temponya dan harga
obligasi tersebut pada saat dilunasinya nanti
f. Aturan mengenai kemungkinan perubahan obligasi menjadi saham
g. Penjelasan mengenai kekayaan yang dijaminkan dalam penarikan utang
obligasi
h. Autran mengenai pembentukan sinking fund
i. Pasal yang berhubungan dengam persyaratan jumlah modal kerja minimum
yang harus dipertahankan selama jangka waktu obligasi dan perbandigan
antara jumlah obligasi dengan modal saham pada saat tertentu
j. Pasal mengenai penggunaan uang yang diperoleh dari pengeluaran obligasi
k. Nama trustee, tugas, dan kewajiban dan tanggung jawabnya
Sumber halaman 347
10. Informsi apakah yang ingin diketahui oleh auditor berkenaan dengan aktiva yang
dijaminkan dalam penarikan uatng jangka panjang
Jawaban :
a. Jenis aktiva yang dijaminkan dalam penarikan utang jangka panjang
b. Nilai aktiva yang dijaminkan tersebut
c. Cukup atau tidaknya penjelasan di dalam laporan keuangan mengenai jenis
dan nilai aktiva yang telah dijaminkan dalam penarikan utang jangka panjang
d. Cukup atau tidaknya jumlah pertangguangan asuransi yang ditutup oleh klien
dalam rangka memenuhi persyaratan yang ditetapkan pleh kreditur di dalam
surat perjanjian penarikan kredit
Sumber halaman 344

Soal Pilihan Ganda


1. Berikut ini adalah cara yang umumnya digunkaan oleh perusahaan untuk
membelanjai kegiatan usahanya, kecuali
B. Merevaluasi aktiva tetap
2. Manakah diantara penyajian utang jangka panjang berikut ini yang tidak sesuai
dengan prinsip akuntansi berterima umum dalam penyajian utang jangka panjang
di neraca
C. Obligasi yang dilunasi, yang dibeli sebagai treasury bond, dan yang belum
dikeluarkan lagi harus disajikan di dalam neraca sebagai aktiva sebesar harga
pemerolehannya
3. Berikut ini merupakan prinsip akuntansi berterima umum dalam penyajian utang
jangka panjang di neraca
B. Utang obligasi disajikan pada nilai nominalnya ditambah dengan premi
obligasi yang belum diamortisasi atau dikurangi dengan diskonto obligasi
yang belum di amortisasi
4. Manakah diantara prosedur audit berikut ini yang bukan merupakan prosedur
audit yang ditunjukkan untuk membuktikan keberadaan utang jangka panjang
klien pada tanggal neraca
B. Lakukan analisis terhadap akun Modal Saham
5. Berikut ini adalah prosedur audit untuk memverifikasi penyajian utang jangka
panjang di dalam neraca, kecuali
B. Periksa semua sertifikat saha, yang dibatalkan pemakaiannya
6. Dalam memverifikasi eksistensi utang jangka panjang yang ter cantum di dalam
neraca klien, salah satu prosedur audit yang ditempuh oleh auditor adalah
“Mintalah copy suart perjanjian penarikan utang jangka panjang”. Berikut ini
adalah informasi yang dibutuhkan oleh auditor dari suart perjanjian penarikan
utang jangka panjang, kecuali
D. Otorisasi dari rapat umum pemegang saham
7. Manakah di antara prosedur audit berikut ini yang bukan ditunjukkan untuk
memperoleh keyakinan tentang keandalaan catatan akuntansi yang bersangkutan
dengan utang jangka panjang
C. Lakukan rekonsiliasi buku pembantu utang jangka panjang dengan akun
kontrolutang jangka panjang yang bersangkutan di dalam buku besar
8. Dalam memverifikasi keberadaan utang jangka panjang yang tercantum di dalam
neraca klien, salah satu prosedur audit yang ditempauh oleh auditor adalah
“periksa aktiva yang dijaminkan dalam penarikan utang jangka panjang”.
Berikut ini adalah informasi yang dibutuhkan oleh auditor dari prosedur audit
tersebut, kecuali
A. Akumulasi depresiasi aktiva tetap yang dijaminkan dalam penarikan utang
jangka panjang
9. Dalam memverifikasi keberadaan utang jangka panjang, salah satu prosedur audit
yang dilakukan oleh audit adalh “Periksa kepatuhan klien terhadap batasan yang
dikenakan oleh kreditur”. Berikut ini adalah informasi mengenai pembatasan
yang dikenakan oleh kreditur yang dibutuhkan oleh auditor dari prosedur audit
tersebut, kecuali
D. Pembatasan dalam jumlah produk yang dijual
10. Dalam memverifikasi keberadaan utang jangka panjang, salah satu prosedur audit
yang dilakukan oleh auditr adalah “Periksa kepatuhan klien terhadap batasan
yang dikenakan oleh kreditur”. Sumber informasi yang dapat dipakai oleh
auditor untuk memperoleh informasi mengenai pembatasan kreditur dalam
prosedur audit tersebut adalah
A. Akun utang jangka panjang di dalam buku besar
11. Dalam memverifikasi keberadaan utang jang panjang, salah satu prosedur audit
yang dilakukan oleh auditr adalah “Periksa dokumen yang mendukung transaksi
treasury bond“. Untuk melakukan prosedur audit tersebut auditor melaksanakan
langkah berikut ini, kecuali
B. Meminta dari klien atau membuat daftar treasury bond
BAB 24 Pengujian Subtantif terhadp Ekuitas Pemegang Saham
SOAL LATIHAN
1. Jelaskan yang dimaksud dengan ekuitas pemegang saham
Jawaban :
Jumlah kumulatif kontribusi yang diberikan oleh pemilik kepada perusahaan
sebagai suatu entitas, ditambah dengan laba yang diperoleh perusahaan yang
ditahan didalam perusahaan
Sumber halaman 354
2. Jelaskan perbedaan pengujian subtantif terhadap aktiva lancar dan utang lancar
dengan pengujian subtantif terhadap ekuitas pemegang saham
Jawaban :

Dalam pengujian subtantif terhadap aktiva lancar dan utang lancar, auditor

menghadapi transaksi perubahan unsur neraca yang frekuensi terjadinya tinggi

dengan jumlah rupiah setiap transaksi relatif kecil. Sedangkan dalam pengujian

subtantif terhadap ekuitas pemegang saham, auditor menghadapi transaksi

perubahan unsur neraca yang rendah frekuensi terjadinya, tetapi melibatkan

jumlah rupiah yang besar dalam setiap transaksinya.

Sumber halaman 354

3. Sebutkan prinsip akuntansi berterima umum yang diterapkan dalam penyajian


ekuitas pemegang saham di neraca
Jawaban
a. Modal saham
b. TreasuryStock
c. Saldo Laba

Sumber halaman 354

4. Sebut dan jelaskan tujuan pengujian subtantif terhadap ekuitas pemegang saham
Jawaban :

a. Memperoleh keyakinan tentang keandalan catatan akuntansi yang


bersangkutan dengan ekuitas pemegang saham
b. Membuktikan bahwa saldo modal saham mencerminkan kepentingan
pemegang saham yang ada pada tanggal neraca dan mencerminkan
keterjadian transaksi yang berkaitan dengan ekuitas pemegang saham selama
tahun yang diaudit
c. Membuktikan kelengkapan transaksi yang dicatat selama tahun yang diaudit
dan kelengkapan saldo ekuitas pemegang saham yang disajikan di neraca
d. Membuktikan bahwa saldo ekuitas pemegang saham yang dicantumkan di
neraca merupakan klaim terhadap aktiva entitas
e. Membuktikan kewajaran penilaian ekuitas pemegang saham yang
dicantumkan di neraca
f. Membuktikan kewajaran penyajian dan pengungkapan ekuitas pemegang
saham di neraca

Sumber halaman 355

5. Untuk membuktikan bahwa unsur ekuitas pemegang saham yang dicantumkan di


dalam neraca didukung dengan catatan akuntansi yang memadai, prosedur audit
apakah yang ditempuh oleh auditor
Jawaban :

Untuk itu auditor melakukan rekonsiliasi antara saldo modal saham, paid-in

capital, treasury stock, saldo laba, dan cadangan yang dicantumkan di neraca

dengan akun Modal saham, Paid- in Capita,Treasury Stock, Saldo Laba, dan

Cadanga di dalam buku besar dan selanjutnya ke jurnal penerimaan kas, check

register, dan jurnal umum

Sumber halaman 356

6. Untuk ,memverifikasi penilaian ekuitas pemegang saham, prosedur audit apakah


ditempuh oleh auditor
Jawaban :

a. Prosedur audit awal


b. Pengujian analitik
c. Pelajari anggaran dasar dan anggaran rumah tangga perusahaan klien, notulen
rapat pemegang saham dan dewan komisaris, dan kontrak underwritng dan
persyaratan emisi saham

Sumber saham 357

7. Untuk menguji kesesuaian penyajian ekuitas pemegang saham di dalam neraca


dengan prinsip akuntansi berterima umum di Indonesia, prosedur audit apakah
yang ditempuh oleh auditor
Jawaban :
a. Pemeriksaan atas pencatatan transaksi emisi saham untuk menentukan
pemisahaan jumlah modal saham dengan paid-in capital
b. Pemeriksaan atas penyajian treasury stock
c. Pemeriksaan atas penyisihan saldo laba dalam tahun yang diaudit
d. Pemeriksaan atas penjelasaan yang bersangkutan dengan unsur modal saham
Sumber halaman 358

SOAL PILIHAN GANDA


1. Berikut ini adalah nama akun yang termasuk dalam kelompok ekuitas pemegang
saham dalam perusahaan berbentuk perseroaan terbatas, kecuali
C. Prive
2. Manakah di antara penyajian ekuitas pemegang saham perusahaan berbentuk
perseroan terbatas berikut ini yang tidak sesuai dengan prinsip akuntansi
berterima umum dalam penyajian ekuitas pemegang saham di neraca
D. Treasury stock disajikan sebesar nilai nominalnya dalam kelompok modal
saham
3. Berikut ini merupakan prinsip akuntansi berterima umum dalam penyajian
ekuitas pemegang saham perusahaan berbentuk perseroan terbatas
B. Untuk modal saham istimewa harus dijelaskan sifat keistiwaan yang dimiliki
oleh pemegang saham
4. Manakah di antara prosedur audit berikut ini yang bukan merupakan prosedur
audit yang ditunjukkan untuk membuktikan eksistensi modal saham klien pada
tanggal neraca
Semua benar
5. Berikut ini adalah prosedur audit untuk memverifikasi penyajian ekuitas
pemegang saham di dalam neraca, kecuali
B. Periksa semua sertifikat saham yang dibatalkan pemakaiannya
6. Dalam memverifikasi eksistensi modal saham yang tercantum di dalam neraca
klien, salah satu prosedur audit yang ditempuh oleh auditor adalah “Pelajari
anggaran dasar dan anggaran rumah tangga perusahaan klien.” Berikut ini adalah
informasi yang dibutuhkan oleh auditor dari anggaran dasar dan anggaran rumah
tangga perusahaan kecuali
C. Tanggal jatuh tempo modal saham
7. Manakah diantara prosedur audit berikut ini yang bukan ditujukan untuk
memperoleh keyakinan tentang keandalan catatan akuntansi yang bersangkutan
dangan ekuitas pemegang saham
C. Lakukan rekonsiliasi buku pembantu pemegang saham, buku sertifikat saham
dengan akun kontrol Modal Saham di dalam buku besar
8. Dalam memverifikasi penilaian modal saham yang tercantum di dalam neraca
klien, salah satu prosedur pemeriksaan yang ditempuh oleh auditor adalah
“Lakukan analisis terhadap akun Modal Saham.” Berikut ini adalah informasi
yang dibutuhkan oleh auditor dari prosedur audit tersebut kecuali
A. Sifat perubahan akun Modal Saham yang terjadi dalam tahun yang diaudit
9. Berikut ini adalah berbagai prosedur audit yang dilaksanakan oleh auditor untuk
memverifikasi penilaian ekuitas pemgang saham, kecuali
D. Hitung kembali saldo akun ekuitas pemegang saham di dalam buku besar
10. Dalam memverifikasi eksistensi ekuitas pemegang saham salah satu prosedur
audit yang dilakukan oleh auditr adalah “Pelajari notulen rapat pegang saham dan
dewan komisaris”. Berikut ini adalah informasi yang dicari oleh auditor dari
notulen rapat tersebut, kecuali
D. Penentuan rugi atau laba penjualan kembali treasury stock
BAB 25- Pengujian Subtantif terhadap Saldo Kas
SOAL LATIHAN
1. Jelaskan yang dimaksud dengan kas
Jawaban
Kas terdiri dari uang tunai ( uang logam dan uang kertas), pos wesel, certified
check, cashier check, cek pribadi, dan bank draft, serta dana yang di simpan di
bank yang pengambilannya tidak dibatasi oeh bank atau perjanjian yang lain
Sumber halaman 373
2. Terdiri dari apa saja saldo unsur kas yang tercantum di neraca
Jawaban
a. Kas ditangan perusahaan, yang terdiri dari
- Penerimaan kas yang belum dicatat di bank, yang berupa uang tunai, pos
wesel, certified check, cashier check, cek pribadi dan bank draft
- Saldo dana kas kecil, yang berupa uang tunai yang ada ditangan
pemegang dana kas kecil
b. Kas di bank, yang berupa simpanan di bank berbentuk rekening giro
Sumber halaman 373
3. Sebutkan prinsip akuntansi berterima umum yang di terapkan dalam penyajian
kas di neraca
Jawaban
a. Kas yang dicantumkan di neraca adalah saldo kas yang ada dutangan
perusahaan pada tanggal tersebut dan saldo rekening giro di bank, yang
pengambilannya tidak dibatasi oleh bank atau perjanjian yang lain
b. Kas dalam bentuk vakuta asing harus dicantumkan di neraca sebesar nilai
kurs yang berlaku pada tanggal neraca
c. Unsur-unsur berikut ini harus disajikan secara terpisah dari unsur kas di
neraca jika jumlahnya material:
- Tabungan di bank
- Dana untuk perluasan pabrik, dana pelunasan utang, atau dana lain yang
tidak digunakan untuk keperluan modla kerja
- Saldo bank minimum yang disyaratkan oleh bank dalam suatu perjanjian
penarikan kredit
- Saldo di babk luar negeri yang tidak digunakan dalam hubungannya
dengan kegiatan bisnis di luar negeri dan tidak dapat segera diubah ke
dalam neraca mata uang rupiah karena batasan-batasan
- Persekot biaya perjalanan atau persekot lain kepada karyawan
Sumber halaman 374
4. Sebutkan dan jelaskan tujuan pengujian subtantif terhadap kas
Jawaban
a. Memperoleh keyakinan tentang keandalan catatan akuntansi yang
bersangkutan dengan kas
b. Membuktikan keberadaan kas dan keterjadian transaksi yang berkaitan
dengan kas yang dicantumkan di neraca
c. Membuktikan hak kepemilikan klien atas kas yang dicantumkan di neraca
d. Membuktikan kewajaran penilaian kas yang dicantumkan di neraca
e. Membuktikan kewajaran penyajian dan pengungkapan kas di neraca
Sumber halaman 374
5. Untuk membuktikan bahwa unsur kas yang dicantumkan di neraca didukung
dengan catatan akuntansi yang memadai, prosedur audit apakah yang ditempuh
oleh auditor
Jawaban
a. Pengujian analitik
b. Pemeriksaan bukti pendukung transaksi yang berkaitan dengan penerimaan
dan pengeluaran kas
c. Penghitungan terhadap kas di tangan pada tanggal neraca
d. Rekonsiliasi catatan kas dengan rekening koran bank
e. Konfirmasi kas di bank
Sumber halaman 375
6. Untuk membuktikan eksistensi saldo kas yang dicantumkan oleh klien di neraca
prosedur audit apakah yang ditempuh oleh auditor
Jawaban :
a. Pengujian analitik
b. Pemeriksaan bukti pendukung transaksi yang berkaitan dengan penerimaan
dan pengeluaran kas
c. Penghitungan terhadap kas di tangan
d. Rekonsiliasi catatan kas dengan rekening koran bank
e. Konfirmasi kas di bank
Sumber halaman 376
7. Jelaskan apa yang dimaksud dengan cutoff bank statement dan jelaskan pula
kegunaannya bagi auditor independen
Jawaban
Cutoff bank statement adalah, merupakan rekening koran bank yang mencakup
jangka waktu yang lebih pendek dari jangka waktu yang dicakup oleh rekening
koran yang reguler
Sumber halaman 380
8. Dalam pembuktian eksistensi kas di bank, auditor meminta rekonsiliasi bank
yang dibuat oleh klien pada tanggal neraca. Jelaskan prosedur audit yang
dilakukan oleh auditor terhadap rekonsiliasi bank tersebut
Jawaban :
Dalam memeriksa rekonsiliasi bank yang dibuat oleh klien pada tanggal neraca,
terdapat unsur-unsur yang masih belum diketahui secara pasti satusnya. Unsur-
unsur tersebut meliputi setoram dalam perjalanan dan cek yang beredar. Cak
yang ditempuh auditor adalah dengan meminta bank yang klien merupakan
nasabahnya untuk mengirimkan cutoff bankstatement, yang merupakan rekening
koran bank yang mencakup jangka waktu yang lebih pendek dari jangka waktu
yang dicakup oleh rekening koran yang reguler. Jika rekening koran reguler
biasanya mencakup jangka waktu yang lebih pendek dari jangka waktu yang
dicakup oleh rekening koran reguler. Jika mencakup jangka waktu kurang dari
satu bulan, biasanya 10 sampai 15 hari. Atas dasar cutoff bank statement tersebut
auditor membuat rekonsiliasi bank untuk membuktikan ketelitian catatan atas kas
klien dan membuktikan status seteron dalam perjalanan dan cek yang beredar
yang tercantum di dalam rekonsiliasi bank yang dibuat oleh klien pada tanggal
neraca
Sumber halaman 380
9. Dalam pembuktian eksistensi kas di tangan klien pada tanggal neraca, auditor
melakukan penghitungan kas pada tanggal neraca. Sebutkan berbagai hal penting
yang perlu diperhatikan oleh auditor dalam melakukan perhitungan kas tersebut
Jawaban
a. Penghitungan kas harus dilakukan oleh auditor di muka pejabat yang
bertanggung jawab atas penyimpanan kas (Kasir atau pemegang dan kas
kecil)
b. Hasil perhitungan kas harus dicatat di dalam Berita Acara Penghitungan Kas
yang harus segera ditandatangani oleh bejabat yang bertanggung jawab atas
penyimpanan kas sebagai tanda :
- Disetujui olehnya mengenai jumlah kas seperti hasil penghitungan kas
yang dilakukan oleh auditor
- Penerimaan kemblai jumlah kas yang dihitung sesuai dengan yang
tercantum didalam berita acara tersebut
c. Unsur-unsur yang tidak dimasukkan dalam unsur kas pada saat penghitungan
kas adalah :
- Cek mundur
- Perangko dan materai
- Kas bon
Sumber halaman 384
10. Jika auditor tidak dapat melakukan penghitungan kas pada tanggal neraca, maka
auditor akan melakukan penghitungan kas pada tanggal setelah tanggal neraca
dan kemudian melakukan work-back procedure untuk membuktikan eksistensi
kas yang dicantumkan di neraca. Jelaskan work-back procedure tersebut
Jawaban :
Work-back procedure adalah penghitungan kas yang dilakukan oleh auditor pada
tanggal tertentu setelah tanggal neraca dan kemudian membuktikan eksistensi kas
di tangan klien pada tanggal neraca dengan cara menarik mundur dengan work-
back procedure
Saldo kas pada tanggal penghitungan kas (misalnya tanggal 25 Februari 20X2)
Ditambah :
Pengeluaran kas tanggal 1 Januari s.d 25 Februari 20X2 xxx
Dikurnagi :
Penerimaan kas tanggal 1 Januari s.d 25 Februari 20X2 xxx
Saldo kas di tangan perusahaan tanggal 31 Desember 20X1 xxx
Sumber halaman 383
11. Sebutkan informasi yang bersangkutan dengan kas di bank apakah yang
dimintakan oleh auditor di dalam surat konfirmasi yang dikirimkan ke bank
Jawaban
1. Saldo tiap jenis rekening klien di bank pada tanggal neraca
2. Saldo tiap jenis utang klien ke bank pada tanggal neraca beserta tanggal jatuh
tempo, bunga dan jenis jaminan bersangkutan dengan utang tersebut
3. Saldo utang bersyarat yang mungkin menjadi kewajiban klien, karena klien
menanggung utang yang ditarik oleh pihak lain atau mendiskontolakn wesel
tagih
4. Batasan-batasan yang dikenakan terhadap rekening bank klien
Sumber halaman 384
12. Untuk menguji kesesuaian penyajian kas di neraca dengan prinsip akuntansi
berterima umum, prosedur audit apakah yang ditempuh oleh auditor
Jawaban :
Memeriksa jawaban konfirmasi dari bank mengenai batasan yang dikenakan
terhadap pemakaian rekening tertentu klien di bank dan membandingkan
penyajian dan pengungkapan kas dineraca yang diaudit dengan prinsip akuntansi
berterima umum
Sumber halaman 376
13. Sebutkan prosedur audit untuk menemukan kemungkinan penggelapan kas
Jawaban
Keberadaan kas yang dicantumkan di neraca dibuktikan oleh auditor dengan
menghitung kas yang ada di tangan klien pada tanggal neraca dan untuk kas klien
yang disimpan di bank dengan cara memeriksa rekonsiliasi bank yang dibuat oleh
klien pada tanggal neraca dan mengirim surat konfirmasi bank.
Sumber halaman 383

Soal Pilihan Ganda


1. Menurut prinsip akuntansi berterima umum dalam penyajian kas di neraca, unsur
berikut ini tidak seharusnya disajikan di neraca
B. Uang tunai yang pada tanggal neraca berada di tangan pemegang dana kas
kecil
2. Manakah diantara unsur berikut ini yang bukan merupakan kas di neraca menurut
prinsip akuntansi berterima umum
B. Uang tunai yang pada tanggal neraca berada di tnagan pemegang dan kas
kecil

3. Untuk memverifikasi eksistensi kas pada tanggal neraca, auditor melakukan


prosedur audit berikut ini :”Hitung kas yang ada ditangan.” Dalan penghitungan
ini auditor
B. Menghitung kas yang ada ditangan pemegang dana kas kecil dan kas yang
diterima dari penjualan tunai dan dari debitur yang belum di setor ke bank
4. Untuk memverifikasi eksistensi kas pada tanggal neraca, auditor melakukan
prosedur audit berikut ini :”Lakukan konfirmasi saldo kas”. Dalam prosedur audit
ini auditor berusaha amemperoleh informasi berikut ini dari bank, kecuali
C. Cek yang beredar dan setoran dalam perjalanan pada tanggal neraca
5. Untuk memverifikasi eksistensi kas pada tanggal neraca, auditor melakukan
prosedur audot berikut ini : “Rekonsiliasi catatan kas dengan rekening koran bank
yang bersangkutan.” Jika auditor memperoleh rekonsiliasi bank yang dibuat oleh
fungsi pemeriksaan intern, berikut ini adalah prosedur audit yang dilaksanakan
oleh auditor terhadap rekonsiliasi bank yang dibuat oleh klien, kecuali
B. Bandingkan setoran kas ke bank menurut jurnal penerimaan kas dengan cek
yang telah dibayar oleh bank di dalam rekening koran
6. Cutoff bank statement adalah
B. rekening koran bank yang mencakup jangka waktu tertentu yang ditentukan
oleh auditor yang lebih pendek dari jangka waktu rekening koran bank yang
reguler
7. Manakah diantara informasi berikut ini yang diperlukan oleh auditor dari cutoff
bank statement
D. Status setoran dalam perjalanan dan cek yang masih beredar pada tanggal
neraca
8. Berikut ini adalah prosedur audit yang dilaksanakan oleh auditor untuk
memverifikasi cutoff transaksi kas, kecuali :
C. Periksa jawaban konfirmasi dari bank mengenai batasan yang dikenakan
terhadap pemakaian rekening giro klien di bank

9. Berikut ini adalah prosedur audit yang dilaksanakan oleh klien dalam
memverifikasi penggelapan kas, kecuali
A. Buatlah daftar transfer bank dalam periode sebelum dan sesudah tanggal
neraca untuk menentukan kemungkinan terjadinya check kitting
10. Jika auditor tidak dapat datang di perusahaan pada tanggal neraca, namun
beberapa minggu setelah tanggal neraca, sehingga tidak dapat melakukan
penghitungan kas untuk memverifikasi saldo kas pada tanggal neraca, maka
prosedur audit untuk membuktikan eksistensi kas yang ada ditangan klien pada
tanggal neraca adalah
A. Melaksanakan work-back procedure
11. Berikut ini adalah unsur yang tidak boleh diperhitungkan sebagai kas pada saat
auditor melakukan cash count,kecuali
D. Cek yang diterima dari debitur
12. Berikut ini adalah faktor penting yang harus diperhatikan oleh auditor pada saat
melakukan perhitungan kas pada tanggal neraca, kecuali
C. Hasil cash count harus dibandingkan oleh auditor dengan saldo kas yang
tercantum di dalam rekening koran bank
BAB 26 - Penyelesaian Pekerjaan Audit
SOAL LATIHAN
1. Jelaskan bagaimana auditor mengorginasi kertas kerja yang dibuat dan
dikumpulkan selama auditnya
Jawaban di dalam kertas kerja ini, auditor mencantumkan penjelasan lengkap
mengapa jurnal adjusment tersebut diusulkan kepada klien untuk mengubah
penyajian akuntertentu yang tercantum didalam laporan keuangan klien
Sumber halaman 398

2. Jelaskan yang dimaksud dengan peristiwa kemudian dan jelaskan pula mengapa
auditor berkepentingan terhadap peristiwa tersebut
Jawaban
Peristiwa kemudian adalah peristiwa yang terjadi dalam periode sejak tanggal
neraca sampai dengan tanggal selesainya pekerjaan lapangan. Dalam periode
peristiwa kemudian kemungkinan terjadi peristiwa-peristiwa yang mempunyai
pengaruh yang material terhadap penyajian informasi yang tercantum di dalam
laporan keuangan. Auditor berkepentingan untuk menjelaskan terjadinya
peristiwa kemudian ini di dlaam laporan auditnya, jika dampak peristiwa tersebut
terhadap laporan keuangan auditan material sehingga diperkirakan jika auditor
tidak berbuat demikia, pemakau laporan keuangan akan melakukan keputusan
yang salah
Sumber halaman 397
3. Sebutkan dua kelompok peristiwa kemudian dan jelaskan bagaimana perlakuan
auditor terhadap dua kelompok peristiwa kemudian tersebut
Jawaban :
a. Peristiwa kemudian yang secara langsung mempengaruhi laporan keuangan
auditan, sehingga auditor berkewajiban mengusulkan adjusment terhadap
laporan keuangan tersebut kepada klien
b. Peristiwa kemudian yang tidak memerlukan addjusment terhadap laporan
keuangan auditan tetapi memerlukan komentar dalam bentuk catatan kaki di
dalam laporan keuangan klien atau komentar di dalam laporan audit
Sumber halaman 398
4. Dalam mempertimbangkan apakah suatu peristiwa kemudian perlu diusulkan
oleh auditor kepada klien untuk digunakan meng-adjust informasi di dalma
laporan keuangan klien, faktor apakah yang dipertimbangkan oleh auditor
tersebut
Jawaban
a. Apakah kondisi yang menyebabkan terjadinya peristiwa kemudian tersebut
telah ada sebelum atau pada tanggal neraca ? jika jawabannya “ya” maka
auditor berkewajiban untuk mengusulkan adjusment terhadap informasi yang
bersangkutan kepada klien
b. Jika keadaan yang menyebabkan terjadinya peristiwa kemudian tersebut tidak
ada sebelum pada tanggal neraca, maka peristiwa kemudian tersebut tidak
boleh digunakan untuk meng-adjust informasi di dalam laporan keuangan
klien
Sumber halaman 399
5. Berilah 3 contoh peristiwa kemudian yang berdampak langsung terhadap laporan
keuangan klien namun hanya memerlukan penjelasan di dalam laporan audit
Jawaban
a. Penurunan harga pasar surat berharga yang dimiliki klien sebagai investasi
semetara
b. Pengeluaran obligasi atau saham
c. Penyelesaian perkara pengadilan yang perisitiwa penyebabnya terjadi setelah
tanggal neraca
Sumber halaman 399
6. Sebutkan dan jelaskan 3 prosedur audit untuk menemukan peristiwa kemudian
Jawaban
a. Pelajari notulen rapat pemegang saham, dewan komisaris, dan komisi-komis
yang dibentuk dalam periode setalah tanggal neraca
b. Review laporan keuangan klien yang dibuat dalam jangka waktu antara
tanggal neraca auditan sampai dnegan tanggal penerbitan laporan audit
c. Adakan wawancara dengan pimpinan perusahaan menganai peristiwa yang
kemungkinan berdampak material terhadap penyajian laporan keuangan
d. Lakukan wawancara dengan penasihat hukun klien
e. Review penagihan piutang usaha yang terjadi setelah tanggal neraca
f. Review jurnal penerimaan kas terutama yang mengenai transaksi penerimaan
kas ddari penarikan kredit atau dari penjualan aktiva tetap yang jumlahnya
material
g. Review transaski yang material jumlahnya yang dicatat di dalam buku jurnal
memorial
Sumber halaman 401-202
7. Salah satu prosedur audit untuk menemukan adanya peristiwa kemuadian adalah
sebagai berikut;” Pelajari notuken rapat pemegang saham, dewan komisaris, dan
komisi-komisi yang dibentuk dalam periode setelah tanggal neraca.” Informasi
tentang peristiwa kemudian apakah yang diperoleh auditor darimprosedur audit
ini ? Bagaimanakah auditor memperlakukian peristiwa kemudian yang saudara
sebutkan tersebut
Jawaban
Untuk menentukan apakah dalam periode tersebut telah terjadi perisitiwa yang
akan mempunyai dampak terhadap apakah dalam periode tersebut telah terjadi
peristiwa yang akan mempunyai dmapak terhadap penyajian laporan keungan
klien. Kemungkinan setelah tanggal neraca dewan komisaris memutuskan
pembeliaan kembali saham perusahaan yang beredar untuk dimiliki perusahaan
sebagai stock treasury. Jika pembelian stock treasury ini material jumlahnya
maka auditor berkewajiban memberikan penjelasan di dalam laporan audi.
Kemungkinan lain adalah keputrusan rapat pemgang saham untuk mengadakan
emisi saham. Informasi ini harus dijelaskan di dalam laporan audit, mengingat
emisi saham ini akan mempunyai pengaruh terhadap struktur modal perusahaan
Sumber halaman 402

Soal Pilihan Ganda


1. Perisitiwa kemudian (subsequent event) adalah
D. Peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam periode antara tanggal neraca dengan
tanggal selesainya pekerjaan lapangan yang mempunyai dmpak terhadap
lapran keuangan auditan

2. Dalam periode kemuadia beberapa debitur klien yang mememiliki utang yang
besar kepada klien dinyatakan bangkrut usahanya oleh pengadilan. Peristiwa ini
akan diperlakukan oleh audtior sebagai berikut :
D. Auditor akan mengusulkan addjusment terhadap laporan keuang kiennya
3. Suatu peristiwa kemudian yang perlu diusulkan oleh auditor guna meng-adjust
laporan keuangan klien adalah
A. Peristiwa kemudian yang kondisi penyebabnya telah ada sebelum atau pada
tanggal neraca
4. Pada waktu diadakan penghitungan fisik sediaan, klien menemukan sedian
produk jadi yang rusak dalam penyimpanan, yang oleh klien ditaksir seharga
60% di bawah kosnya. Angka sedian tersebut yang dicantumkan di dalam neraca
adalah Rp 4.000.000,00. Dalam periode kemudian (subsequent periode) ternyata
sedian tersebut hanya laku dijual Rp1.500.00,00. Manakah dari perlakuan auditor
terhadap peristiwa kemudian ini yang benar
5. Manakah diantara tipe kertas kerta berikut ini yang dipakai sebagai sumber
infromasi bagi auditor publik dalam membicarakan berbagai jurnal adjusment
yang diusulkan kepada klien
D. Working trial balance
6. Informasi yang menjelaskan perbedaan antara laporan keuangan klien yang
belum diperiksa oleh auditor dengan laporan keuangan yang telah diperiksa oleh
auditor terdapat dalam tipe kertas kerja berikut ini
B. Skedul pendukung (supporting schedule)
7. ‘informsi yang menjelaskan perbedaan antara laporan keuangan klien yang belum
diaudit oleh auditor dengan laporan keuangan audit terdapat didalam tipe kertas
kerja berikut ini
B. Skedul pendukung (supporting schedule)
8. Untuk menyusun audit finacial statement, informasi yang dicatat oleh auditor
didalam skedul pendukung kemudian diringkas ke dalam tipe kertas kerja berikut
ini
D. Daftar utama (lead schedule)
9. Untuk penyusunan audited financial statement, informasi yang dicatat oleh
auditor di dalam skedul utama kemudian diringkas ke dalam tipe kertas kerja
berikut ini
A. Ringkasan jurnal adjusment
10. Tanggal yang dicantumkan di dalam laporan audit adalah
A. Tanggal selesainya pekerjaan lapangan
BAB 27 - Laporan Audit
SOAL LATIHAN
1. Sebutkan tiga bagian utama isi laporan audit bentuk pendek baku
Jawaban
Laporan audit bentuk pendek baku terdiri dari tiga paragraf yaitu :
a. Paragraf pengantar
b. Paragraf lingkup
c. Paragraf pendapat
Sumber halaman 410
2. Sebutkan kalimat-kalimat yang tercantum dalam laporan audit bentuk pendek
baku
Jawaban
Dalam penyajiannya laporan audit bentuk pendek ini dilampiri dengan laporan
keuangan auditan dan catatan atas laporan keuangan auditan tersebut
Sumber halaman 410
3. Tanggal apakah yang digunakan sebagai tanggal laporan audit ? Jelaskan
mengapa tanggal tersebut yang dipilih auditor
Jawaban
Pemberian tanggal atas laporan audit independen menyebtkan bahwa tanggal
selesainya pekerjaan lapangan harus digunakan oleh auditor sebagai tanggal
laporan auditnya. Setelah pekerjaan lapangan selesai dilakukan, auditor beserta
asisten auditor meninggalkan perusahaan klien, dan untuk selanjutnya
mengelolah penerbitan laporan audit dikantornya. Biasanya jarak waktu antara
selesainya pekerjaan lapangan ini dengan penerbitan laporan audit adalah pendek.
Setelah auditor meninggalkan pewrusahaan klien, auditor tidak lagi dalam posisi
dapat mengetahui dengan mudah perubahan-perubahan yang terjadi dalam
perusahaan yang diauditnya
Sumber halaman 413
4. Dalam dual dating, auditor menggunakan tanggal ganda dalam laporan audit.
Dalam keadaan apa auditor menggunakan tanggal ganda dalam laporan audit dan
jelaskan pula tujuan auditor menggunakan tanggal ganda tersebut
Jawaban
Dalam hal peristiwa yang memerlukan pengungkapan terjadinya setelah tanggal
laporan audit, namun sebelum penerbitan laporan audit, dan auditor mengetahui
adanya peristiwa tersebut, peristiwa tersebut harus diungkapkan oleh klien dalam
catatan atas laporan keuangan atau laporan audit
Sumber halaman 414
5. Dalam penggunaan tanggal kemudian, auditor tidak menggunakan tanggal
selesainya pekerjaan lapangan sebagai tanggal laporan auditnya
a. Tanggal apakah yang digunakan oleh auditor dalam laporan auditnya dalam
keadaan ini ?
Jawaban
Auditor menggunakan tanggal tunggal (bukan ganda) dengan mengundur
tanggal laporan audit, dari tanggal selesainya pekerjaan lapangan ke tanggal
terjadinya peristiwa yang menyebabkan auditor menggunakan tanggal
kemudian
b. Jelaskan beda luas tanggung jawab auditor terhadap peristiwa yang terjadi
dalam periode sejak tanggal selesainya pekerjaan lapangan sampai tanggal
penerbitan laporan audit dalam hal auditor menggunakan tanggal ganda dan
dalam menggunakan tanggal kemudian
Jawaban
Dalam penggunan tanggal ganda, terhadp peristiwa yang terjadi dalam
periode sejak tanggal selesainya pekerjaan lapangan sampai dengan tanggal
penerbitan laporan audit, auditor hanya bertanggung jawab atas peristiwa
yang secara spesifik tersebut. Dalam penggunaan tanggal kemudian, auditor
bertanggung jawab atas semua peristiwa yang terjadi dalam periode sejak
tanggal neraca sampai dengan tanggal selesaina pekerjaan lapangan ditambah
dengan semua peristiwa yang terjadi dalam periode sejak tanggal selesainya
pekerjaan lapangan sampai dengan tanggal peristiwa yang menyebabkan
auditor menggunakan tanggal kemudian.
Sumber halaman 415
6. Dalam paragraf lingkup audit, auditor menyebutkan bahwa auditnya dilakukan
berdasarkan standar auditing. Standar apa saja yang implisit dimaksudkan oleh
auditor dengan pernyataan tersebut
Jawaban
a. Auditor adalah terlatih dan ahli dalam auditong
b. Auditor adalah independen dalam hubungan dengan klien
c. Auditor telah menjalankan kemahiran profesionalnya dnegan seksama
d. Pekerjaan audit telah direncanakan dan disupervisi pelaksanaannya
e. Pengendalian intern klien telah dipahami dan dinilai
f. Telah diperoleh bukti kompeten dalam jumlah cukup
7. Dalam merumuskan pendapatnya, standar auditing apa yang digunakan sebagai
dasar oleh auditor. Sebutkan standar auditing tersebut
Jawaban
a. Laporan auditor harus menyatakan apakah laporan keuangan telah disusun
dengan prinsip akuntansi berlaku umum di Indonesia
b. Laporan auditor harus menunjukkan atau menyatakan, jika ada,
ketidakkonsistenan penerpan prinsip akuntansi dalam penyusunan laporan
keuangan periode berjalan dibandingkan dengan penerapan prinsip
akuntansso tersebut dalam periode sebelumnya
c. Pengungkapan informatif dalam laporan keuangan harus dipandang
memadai, kecuali dinyatakan lain dalam laporan auditor
d. Laporan auditor harus memuat suatu pernyataan pendapat mengenai laporan
keuangan secara keseluruhan atau sesuai asersi bahwa pernyataan demikian
tidak dapat diberikan.
8. Jelaskam perbedaan keadan yang dialami oleh auditor dalam hal ia tidak
memberikan pendapat dengan dalam ia memberikan pendapat tidak wajar
Jawaban
Auditor tidak memberikan pendapat atas laporan keuangan auditan, ia tidak
bertanggung jawab atas apapum yang berkaitan dengan kewajaran penyajian
laporan klien keuangan kliennya. Dalam hal ini auditor tidak mengetahui apakah
laporan keuangan klien wajar atau tidak dan tidak mengetahui apakah laporan
keuangan menyesatkan atau tidak bagi pemakain laporan.
Dalam hal auditor memberikan pendapat tidak wajar maka ia harus menjelaskan
mengapa ia memberikan pendapat semacam itu.
9. Dalam kondisi apa auditor menambahkan paragraf penjelasan setelah paragraf
pendapat dalam laporan audit yang berisi pendapat wajar tanpa pengecualian
Jawaban
a. Ketidakkonsistenan penerpan prinsip akuntansi berterima umum
b. Keraguan besar tentang kelangsungan hidup entitas
c. Auditor setuju dengan sutau penyimpangan dai prinsip akuntansi yang
dikeluarkan olelh Dewan Standar Akuntansi Keuangan
d. Penekanan atas suatu hal
e. Laporan audit yang melibatkan auditor lain
10. Dalam kondisi apa auditor memberikan pendapat wajar tanpa pengecualian
Jawaban
a. Semua laporan-neraca, laporan-laba rugi. Laporan perubahan ekuitas, dan
laporan-arus kas terdapt dalam laporan keuangan
b. Dalam pelaksanaan perikatan, seluruh standar umum dapat dipenuhi oleh
auditor
c. Bukti cukup
11. Jelaskan bagaimana dampak materialitas terhadap pendapat auditor atas laporan
keuangan auditan
Jawaban
Material atau tidaknya informasi mempengaruhi jenis pendapat yang akan
diberikan oleh auditor. Informasi yang tidak material atau tdak penting biasanya
diabaikan oleh auditor atau dianggap tidak pernah ada. Namun jika informasi
tersebut melampaui batasan materialitas, pendapat auditor akan terpengaruh
12. “Jika pendapat yang diberikan oleh auditor selain pendapat wajar tanpa
pengecualian, auditor harus menjelaskan alasnnya dalam paragraf yang
dicantumkan sebelum paragaraf pendapat.” Setujukah saudara dengan pernyataan
tersebut ? jelaskan jwaban saudara dengan memberikan contoh
Jawaban
Setuju, karena bila auditor menyatakan pendapat wajar dengan pengecualian, ia
harus menjelaskan semua alasan yang menyebabkan ia berkesimpulan bahwaq
terdapat penyimpanagn dari prinsip akuntansi berterima umum di Indonesia
dalam paragraf tambahan yang terpisah, sebelum paragraf pendapat dalam
laporan audit. Contohnya laporan audit dengan wajar dengan pengecualian
karena penyimpangan dari prinsip akuntansi berterima umum.
13. Dalam kondisi apa auditor menyarakan tidak memberikan pendapat atas laporan
keuangan yang diauditnya
Jawaban
Pernyataan tidak memberikan pendapat diberikan oleh audiotr jika auditor tidak
melaksanakan audot yang berlingkup memadai untuk memungkinkah auditor
memberikan pendapat atas laporan keuangan. Pernyataan tidak memberikan
pendapat juga dapat diberikan oleh klien jika ia dalam kondisi tidak independen
dalam hubungannya dengan klien.
14. Mungkinkah auditor memberikan pendapat tidak wajar atas laporan keuangan
auditan jika ia dibatasi lingkup auditnya oleh klien atau keadaan ? jelaskan
jawaban saudara
Jawaban
Pernyataan tidak memberikan pendapat disebabkan oleh pembatasan terhadap
lingkup audit telah mengakibatkan auditor tidak menyatakan bahwa audit yang
dilaksanakan oleh auditor sesuai dengan standar auditing yang ditetapkan oleh
Ikantan Akuntan Indonesia
15. “Menurut standar konsistensi, jika laporan keuangan auditan disusun sesusai
dengan prinsip akuntansi berterima umum yang diterapkan secara konsisten
dengan tahun sebelumnya, auditor harus mengungkapkan hal ini dalam paragraf
pendapat laporan audit baku”. Setujukah saudara dengan pernyataan ini ?
jelaskan jawaban saudar
16. Jika auditor diminta untuk menerbitkan laporan audit bentuk panjang informsi
apa saja yang dicakup oleh pendapt auditor ?
Jawaban
a. Laporan audit
b. Daftar rincian undsur-unsur tertentu yang dicantumkan dalam laporan
keuangan
c. Data statistik
d. Komentar yang bersifat penjelasan
e. Penjelasan mengenai lingkup audit

17. Jika auditor dibatasi lingkup auditnya sehinga ia tidak dapat memberikan
pendapat atas laporan keuangan auditan, bagaimana ia harus mengungkapkan hal
ini dalam pargraf pengatar, paragraf lingkup, dan paragraf pendapat dalam
laporan auditnya ? Berikan contoh laporan audit yang mengambarkan situasi
tersebut
Jawaban
Paragraf pengantar (pihak yang dituju oleh auditor)
Paragraf lingkup ( laporan audit baku tidak perlu dicantumkan)
Paragraf pendapat ( pernyataan tidak memberikan pendapat)
18. Jika auditor mengetahui bahwa klien menyimpang dari prinsip akuntansi
berterima umum yang berakibt material dan auditor telah gagal dalam membujuk
klien untuk menggunakan prinsip akuntansi berterim aumum dalam penyajian
laporan keuangan, bagaimana audtor mengungkapkan hal ini dalam laporan audit
Jawaban
Memberikan pendapat tidak wajar
19. Jelaskan faktor-faktor yang harus dipertimbangkan oleh auditor dalam keadaan ia
harus memberikan pendapat tidak wajar
Jawaban
Auditor harus mempertimbangkan material atau tidaknya akibat penyimpangan
dari prinsip akuntansi berterima umum terhadap laporan keuangan, jika akibat
penyimpangan tersebut merembes ke hampir semua informasi yang disajikan
dalam laporan keuangan, auditor memberikan pendapat tidak wajar
20. Jika auditor menghadapi situasi yang menujukkan keraguan besar tentang
kelangsungan hidup perusahaan klien sebagai going concern, bagaimana auditor
tersebut mengungkapkan situasi tersebut dalam laporan audit
21. Jika auditor mengetahui bahwa klien tidak konsisten dalam menerapkan prinsip
akuntansi berterima umum, namun menurut pertimbangan auditor penyimpangan
ini menjadikan laporan keuangan klien lebih mencerminkan keadaan keuangan
dan hasil usaha klien, bagaimanakah ia harus mengungkapkan hal ini dalam
paragraf pendapatnya
Jawaban
Dalam paragraf pendapatnya auditor menambahkan paragraf penjelasan setelah
paragraf pendapat
22. Jika auditor mengaudit laporan keuangan klien untuk dua tahun berturut-turut,
sedangkan laporan keuangan tahun sebelumnya sudah diaudit oleh auditor
tersebut, bagaimanakah bunyi laporan audit yang disusun oleh auditor tersebut
23. Jika auditor mengaudit laporan keuangan klien dua tahun berturut-turut,
sedangkan laporan keuangan tahun sebelumnya diaudit oleh auditor lain,
bagaimanakah bunyi laporan audit yang disusun oleh auditor tersebut
Jawaban
Laporan keuangan perusahaan KXT tahun buku 20x1 talah diaudit oleh auditor
indepen lain, yang laporannya bertanggal 1 Maret 20x2 berisi pendapat wajar
tanpa pengecualian atas laporan tersebut
24. Jika sebuah kantor akuntan merupakan kantor akuntan utama dalam melakukan
audit terhadap laporan keuangan konsolidasi suatu perusahaan, sedangkan
sebagaian kecil laporan keuangan perusahaan tersebut diausit oleh akuntan publik
lain, prosedur audit apakah yang harus dilakukan oleh kantor akuntan utama
tersebut
25. Jika sebuah kantor akuntan utama dalam melakukan audit terhadap laporan
keuangan konsolidasi suatu perusahaan, sedangkan sebagaian kecil laporan
keuangan perusahaan tersebut diaudit oleh akuntan publik lain, bagaimanakah
kantor akuntan utama tersebut mengungkapkan tanggung jawabnya dalam
laporan audit

Soal Pilihan Ganda


1. Berikut ini adalah tiga paragraf dalam laporan audit buku, kecuali
A. Paragraf pengecualian
2. Jika auditor menggunakan tanggal ganda di dalam laporan audit, berarti
B. Tanggal selesainya pekerjaan lapangan dicantumkan sebagai tanggal laporan
audit, sedangkan untuk peristiwa-peristiwa tertentu yang terjadi setelahnya
selesai pekerjaan lapangan yang memerlukan penjelasan, diberi tanggal
sesudahnya
3. Laporan audit dialamatkan kepada
A. Pemberi tugas
4. Tujuan auditor menggunakan tanggal ganda dalam laporan audit addalah
A. Memungkinkan auditor menyisipkan informasi penting dalam laporan
keuangan klien yang diketahui oleh auditor setelah selesainya pekerjaan
lapangan
5. Auditor menggunakan tanggal ganda dalam laporan audit dengan tujuan untuk
D. Memberitahu pemakai laporan audit bahwa auditor hanya bertanggung jawab
atas peristiwa kemudia yang terjadi setelah tanggal neraca sampai dengan
tanggal selesainya pekerjaan lapangan dan peristiwa yang secara spesifik
disebutkan dalam laporan audit
6. Dalam paragraf lingkup audit, auditor menyatakan bahwa pemeriksaannya
dilaksanakan sesuai dengan standar auditing. Berikut ini adalah ungkapan yang
secara implisit terkandung dalam pernyataan tersebut, kecual
7. Jika akuntan publik sangat dibatasi pemeriksaannya oleh klien sehingga ia tidak
dapat menilai kewajaran laporan keuangan auditan, maka auditor akan
D. Tidak memberikan pendapat
8. Jika dari hasil auditnya, auditor mengetahui bahwa laporan keuangan klien tidak
disusun sesuai dengan prinsip akuntansi bertierima umum yang berdampak
material terhadap informasi yang disajikan oleh klien dalam laporan keuangam,
maka auditor akan
C. Memberikan pendapat tidak wajar
9. Jika dari pemeriksaanya, terdapat ketidakpastian yang luar biasa mengenai
kelangsungan hidup perusahaan klien karen adanya gugatan atas perusahaan klien
di pengadilan, auditor akan
B. Pendapat wajar tanpa pengecualian
10. Jika dari hasil auditnya, auditor mengetahui bahwa terdapat penyimpangan dalam
penerpan prinsip akuntansi berterima umum oleh klien dalam penyusunan
laporan keuangan yang dampaknya tidak material, maka auditor akan
B. Memberikan pendapat wajar tanpa pengecualian

Anda mungkin juga menyukai