Anda di halaman 1dari 5

TUGAS TUTORIAL KE-3

PROGRAM STUDI AKUNTANSI

Nama Mata Kuliah : Sistem Pengendalian Manajemen


Kode Mata Kuliah : EKSI 4416
Jumlah sks : 3 sks
Nama Pengembang : Dr. Erika Amelia, SE., M. Si
Nama Penelaah :
Status Pengembangan : Baru/Revisi*
Tahun Pengembangan : 2021
Edisi Ke- : 3 (tiga)
Nama : Nandia Karya Jiwa
NIM : 042106818

No Tugas Tutorial Skor Maksimal Sumber Tugas Tutorial


1 Jelaskan cara 25 Modul 8 Sistem Pengendalian
mengendalikan Manajemen Produksi, Kegiatan
persediaan dan Belajar 1, bagian D. Pengelolaan
berikan contohnya! persediaan, hal. 8.5.
2 Mengapa inovasi 25 Modul 8 Sistem Pengendalian
melalui penelitian Manajemen Produksi, Kegiatan
dan pengembangan Belajar 1 bagian, C. Penelitin
penting? dan Pengembangan, hal. 8.4
3 Jelaskan 4 bauran 25 Modul 7 Sistem Pengendalian
pemasaran dan Manajemen Pemasaram, Kegiatan
berikan contohnya! Belajar 1, bagian B. Bauran
Pemasaran hal. 7.4
4 Jelaskan 4 bidang 25 Modul 7 Sistem Pengendalian
komunikasi bisnis Manajemen Pemasaran, Kegiatan
dan berikan Belajar 1, bagian C. Elektronisasi
contohnya! Komunikasi, hal. 7.7
* coret yang tidak sesuai

1. Cara mengendalikan persediaan dan berikan contohnya


a. Pengorganisasian pembelian bahan baku, salah satunya dilakukan dengan cara
menghitung secara tepat bahan baku yang dibutuhkan. Dengan perhitungan secara tepat,
diharapkan tidak terjadi ketidakefisienan pembelian bahan baku dengan pembelian yang
berlebih. Di samping itu, kekurangan dalam pembelian bahan baku juga dapat
mengakibatkan proses produksi tidak efisien. Ketidakefisienan yang dapat terjadi dari
kedua kejadian tersebut dapat berkaitan dengan masalah waktu, biaya, personil
pelaksana, dan faktor-faktor lainnya.
b. Pada proses pemroduksian (pembuatan) juga perlu dilakukan pengendalian berkaitan
dengan pelaksanaan manajemen persediaan. Proses pembuatan produk sebaiknya
didahului dengan perencanaan produksi yang matang, sehingga hal ini dapat
meminimalisir terjadinya proses produksi yang tidak efisien mengakibatkan banyak
tersisanya material-material sisa produksi yang masih dapat dimanfaatkan. Proses
produksi juga sebaiknya dilukukan sesuai kebutuhan aktual, agar tidak terjadinya
penumpukan stok persediaan di gudang.
c. Pengiriman persediaan sedapat mungkin dilakukan pada saat yang tepat ketika material
tersebut sudah dibutuhkan, tidak terlampau terlalu cepat dan tidak terlambat. Ketepatan
pengiriman persediaan dapat meningkatkan nilai manfaat atas barang yang dikirimkan.
Di samping itu masalah keamanan pengirirnan barang juga perlu diperhatikan, risiko
yang mungkin bisa timbul pada saat proses pengiriman barang di antaranya, risiko
kerusakan dan pencurian.
d. Pengelolaan penyimpanan persediaan juga perlu dilakukan agar barang yang dimiliki
dapat terjaga kualitas serta kuantitasnya dan risiko kesalahan dan kecurangan yang dapat
mengganggu keberadaan persediaan.
Contoh :
Beberapa metode pengelolaan persediaan yang sudah dikenal luas diantaranya adalah
Economic Order Quantity (EOQ), Material Requirement Planning (MRP) dan Just In
Time (JIT).
a. Metode EOQ adalah salah satu metode manajemen persediaan yang klasik dan
sederhana. Metode ini bertujuan untuk menghasilkan jumlah persediaan yang harus
dipesan dalam jumlah optimal dengan menghitung minimalisasi total biaya persediaan
berdasarkan persamaan tingkat atau titik ekuilibrium kurva biaya simpan dan biaya
pesan. Data yang diperlukan dalam metode EOQ adalah titik batas jumlah minimum
untuk memesan persediaan kembali (reorder point), Biaya penyimpanan, Biaya Pesan,
dan Tingkat permintaan (demand).
b. Material Requirements Planning (M R P) didefinisikan sebagai suatu teknik atau set
prosedur yang sistematis untuk penentuan kuantitas serta waktu dalam proses
perencanaan dan pengendalian kebutuhan bahan terhadap komponen-komponen
permintaan yang saling bergantungan (dependent demand items). Romney & Steinbart
(2015) menyaakan bahwa MRP berusaha untuk mengefisiensikan persediaan yang
dibutuhkan dengan cara menjadwalkan produksi, bukan memperkirakan kebutuhan.
MRP adalah cara untuk menentukan jumlah parts, komponen, dan material yang
dibutuhkan untuk memproduksi suatu produk. MRP menyediakan informasi jadwal
waktu guna mengatur kapan & berapa banyak tiap material, parts, dan komponen
dipesan atau diproduksi.
c. Pada metode JIT, barang dipesan atau diproduksi sebagai tanggapan atas permintaan
produksi. Artinya dalam metode JIT ini kegiatan produksi terjadi sebagai tindak lanjut
dari pesanan. Strategi ini juga memungkinkan pemasok merencanakan pengiriman
produk mereka pada waktu dan jumlah yang tepat sesuai kebutuhun. Konsep JIT tersebut
serupa dengan konsep Zero Inventory yang mengarah pada upaya untuk meniadakan
persediaan di gudang.

2. Mengapa inovasi melalui penelitian dan pengembangan penting


Proses analisis yang baik terhadap penggunaan faktor produksi tentu dapat
mempengaruhi upaya inovasi atas produk-produk yang dihasilkan merupakan suatu
keharusan. Inovasi dilakukan untuk mempertahankan maupun mengembangkan prestasi
yang sudah dimiliki, di samping itu inovasi juga dilakukan untuk menghindari dampak-
dampak buruk yang dapat ditimbulkan dari stagnasi proses yang monoton. Pada
kaitannya dengan kegiatan pemroduksian produk, inovasi bertujuan untuk melakukan
pengembangan atas produk yang dihasilkan. Upaya inovasi dilakukan untuk
menghasilkan produk baru, melakukan modifikasi produk, maupun membuat proses
produksi menjadi lebih efektif dan efisien. Kondisi persaingan yang semakin ketat pada
berbagai lini organisasi membuat proses inovasi menjadi sebuah hal yang wajib untuk
dilakukan agar organisasi dapat bersaing dengan para pesaingnya, baik itu organisasi
bisnis maupun organisasi non-bisnis.
Upaya inovasi harus dilakukan secara terstruktur dan sistematis, agar manfaat dan
proses inovasi dapat diperoleh secara maksimal. Salah satu upaya utama untuk
melakukan inovasi agar hasil yang diperoleh dapat menjadi maksimal adalah dengan
terlebih dahulu melakukan proses penelitian dan pengembangan.
Penelitian merupakan suatu cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan
kegunaan tertentu yang didasarkan atas rasionalitas, sehingga terjangkau oleh penalaran
manusia, empiris, dapat diamati, dan diketahui cara-cara yang digunakan dan sistematis,
menggunakan langkah-langkah yang bersifat logis. (Sugiono, 2004). Pada suatu proses
produksi, penelitian dimaksudkan untuk menyelidiki dan mengumpulkan data-data yang
terkait dengan rencana inovasi produk yang akan dikembangkan. Sehingga hasil inovasi
benar-benar memiliki ukuran yang presisi dan optimal.
Sebagai contoh, sebuah divisi produksi kendaraan perlu melakukan penelitian yang
mendalam agar kualitas kendaraan yang dihasilkan memiliki komposisi yang tepat dan
up to date. Output dan kegiatan penelitian biasanya baru sebatas gambaran umum atas
suatu inovasi didasarkan atas data-data yang valid. Berdasarkan hasil penelitian yang
mendalam tersebut, baru kemudian dilakukan pengembangan atas grand design yang
sudah dibuat. Pada tahap pengembangan inilah dilakukan pendalaman dan perluasan
dimensi satuan produk dalam ukuran yang sesungguhnya. Setiap organisasi umumnya
memiliki pola pengembangan produknya masing-masing, akan tetapi secara umum pola
yang diilakukan hampir serupa yaitu melakukan desain produk awal yang terus dilakukan
pengujian agar didapatkan desain produk akhir yang memenuhi harapan pihak terkait.

3. Jelaskan 4 bauran pemasaran dan berikan contohnya


a. Produk (Product). Produk bermakna sebagai sesuatu yang ditawarkan, baik berwujud
fisik maupun tidak, yang dapat ditawarkan kepada konsumen. Produk dihasilkan
dengan mempertimbangkan kebutuhan dan keinginan konsumen. Kebutuhan
mengarah kepada keperluan atas sesuatu yang perlu dipenuhi.
- Contoh : Seorang calon konsumen yang lehih berfokus pada fungsionalitas
produk, akan lebih tertarik untuk mengambil keputusan membeli suatu produk
alat komunikasi yang dapat memenuhi kebutuhannya untuk mempermudah proses
komunikasi dengan pihak lain, ketimbang alat komunikasi yang mempunyai
berbagai fungsi dan fitur tetapi tidak pernah dia butuhkan.
b. Harga (Price). Harga merupakan komponen nilai jual atas suatu produk yang
mempertimbangkan segala aspek yang berkaitan dengan upaya atau biaya yang telah
dikeluarkan untuk dapat menghasilkan suatu produk. ditambah dengan tambahan nilai
atas manfaat dan kegunaan dari suatu produk. Harga berkenaan dengan kebijakan
strategis dan taktis seperti tingkat harga, struktur diskon, syarat pembayaran, dan
tingkat diskriminasi harga diantara berbagai kelompok konsumen. Sama dengan
komponen bauran pemasaran lainnya, tingkat harga menjadi salah satu komponen
yang sangat sensitif, kadang kala tingkat harga dapat mempengaruhi secara
signifikan keputusan atas membeli atau tidak membeli suatu produk. Dengan kata lain
tingkat harga dapat menjadi faktor penggugur maupun pengambil keputusan atas jadi
atau tidaknya konsumen membeli suatu produk.
- Contoh : Sebuah perusahaan yang telah memiliki kualitas produk, strategi
promosi, dan strategi penempatan yang baik mengalami kegagalan dalam menjual
produk disebabkan oleh kesalahan menentukan tingkat harga, yang
mengakibatkan harga jual produk menjadi tidak rasional.
c. Tempat (place). Tempat berkaitan dengan di mana produk tersedia dalam sejumlah
saluran distribusi yang memungkinkan konsumen dapat dengan mudah memperoleh
suatu produk. Pemulihan tempat yang baik harus mengombinasikan berbagai dasar
pertimbangan. Beberapa aspek yang berkaitan dengan tempat seperti cara mengakses,
ruang lingkup, lokasi, transportasi, dan komponen lainnya yang tidak kalah penting.
Di samping itu terdapat pula dasar yang tidak boleh dilupakan, yaitu pertimbangan
berkaitan dengan manfaat yang dapat diperoleh serta biaya yang perlu dikeluarkan.
- Contoh : tingkat penjualan air minum mineral dalam kemasan di daerah yang
beriklim panas sewajarnya akan lebih tinggi dibandingkan dengan penjualan di
daerah yang beriklim dingin.
d. Promosi (promotion). Promosi merupakan suatu upaya untuk memperkenalkan
produk kepada konsumen. Promosi dapat dilakukan secara langsung maupun tidak
langsung. Inti dari kegiatan promosi yaitu proses komunikasi secara efektif. Makna
yang terkandung pada kegiatan komunikasi efektif dalam kaitannya dengan kegiatan
pemasaran, yaitu bagaimana organisasi dapat mengomunikasikan kelebihan-
kelebihan atas produk yang ditawarkan dan sesuai dengan kebutuhan serta keinginan
konsumen sehingga dapat mempengaruhi pandangannya atas produk yang
ditawarkan. Pada dasarnya organisasi tidak harus mengadakan program promosi yang
mewah, tetapi yang dibutuhkan adalah makna dari kegiatan promosi yang dilakukan
apakah dapat mempengaruhi calon konsumen dalam mengambil keputusan atau tidak.
Contoh : adanya promosi/iklan yang ditayangkan di televisi dapat memberikan
pemahaman kepada calon konsumen akan produk yang akan dibeli oleh konsumen.
4. Jelaskan 4 bidang komunikasi bisnis dan berikan contohnya
a. Komunikasi bisnis ke konsumen (Business to consumer – B2C).
Merupakan bentuk layanan penjualan organisasi secara langsung kepada konsumen
melalui proses transaksi barang atau jasa, dimana pemesanan dapat langsung
dilakukan oleh konsumen.
Contoh : jasa laundry, berjualan makanan, ojek, dan salon.
b. Komunikasi bisnis ke bisnis (business to business – B2B).
Transaksi secara elektronik antara organisasi atau obyek bisnis yang satu ke obyek
bisnis lainnya. Biasa disebut juga transaksi antarperusahaan.
Contoh : importir spare part mesin yang menjual barangnya ke pabrik tekstil. Bisa
juga penjualan VPS, SSL, dan web hosting ke web agency.
c. Komunikasi konsumen ke konsumen ( consumer to consumer – C2C).
Transaksi elektronis yang dilakukan antar individu, tanpa melalui institusi organisasi.
Contoh : Customer membeli baju dari seller melalui aplikasi shopee.
d. Komunikasi konsumen ke bisnis (Consumer to business- C2B).
Transaksi yang dilakukan individu dalam menjual produk barang atau jasa kepada
organisasi.
Contoh : website istockphoto.com yang menjadi media bagi para fotografer individu
untuk mendapatkan royalti apabila ada yang menggunakan fotonya.

Sumber : EKSI4416 – Sistem Pengendalian Manajemen (Edisi 3)