Anda di halaman 1dari 3

RS.

BINA KASIH SPO PEMULARASAN JENAZAH PASIEN COVID-19

No. Dokumen : Revisi : Halaman :


Jl. Samanhudi no. 3-5 24/SPO/009 01 1/2
Pekanbaru
Ditetapkan Oleh :
Direktur RS. BINA KASIH
PROSEDUR TETAP Tanggal Terbit :
PELAYANAN MEDIS
15 Juli 2020
Dr. H. Noorchalis Asnawi, M. Kes
Serangkain tindakan penanganan jenazah pasien yang menderita penyakit
PENGERTIAN menular covid -19 baik suspek, probable atau konfirmasi dengan menerapkan
kewaspadaan standar.
Sebagai acuan dalam penerapan atau langkah-langkah tindakan penanganan
TUJUAN jenazah pasien yang menderita penyakit menular covid -19 baik suspek,
probable atau konfirmasi dengan menerapkan kewaspadaan standar
- Kebijakan WHO terhadap penyakit covid sebagai global pandemic
- Pedoman pencegahan dan pengendalilan covid-19 revisi ke 5
KEBIJAKAN - Undang-undnag Nomor 4 tahun 1984
- Undnag-undnag Nomor 6 tahun 2018
- Surat edaran dirjen P2P Nomor 483 tahun 2020
PROSEDUR A. Cara pemulasaran jenazah
1. Tindakan dianjurkan dilakukan di kamar jenazah atau di ruangan
tertutup.
2. Pemandian jenazah hanya dilakukan dengan desinfeksi.
3. Petugas di batasi hanya 2 orang.
4. Petugas menggunakan APD sesuai standar (level 3).
5. Menutup semua lubang atau luka yang ada pada jenazah, seperti
mulut,hidung,telinga, lubang dubur dan trakeotomi menggunakan bola
kipas atau kain kasa yang di celupkan ke dalam desinfektan 3000-
5000mg/l yangmenggandung klorin.
6. Jenazah di amndikan sesuai agama dan kepercayaan yang dianut.
Jenazah perempuan dimandikan oleh petugas perembpuan dan
sebaliknya, jika petugas yang memandikan tidak ada jenis kelamin
yang sama, maka dimandikan oleh petugas yang ada dengan syarat
jenazah dimandikan tetep memakai pakain. Jka tidak, maka
ditayammmunkan.
7. Setelah jenazah di desinfeksi atau di mandikan lalu di kafani, jenazah
dibungkus dengan plastik yang rapat, dan dimasukkan ke dalam
kantongjenazah (body bag).
8. Jenazah yang sudah dimasukan ke kantong jenazah, dimasukkan ke
dalam peti jenazah yang dibuat dari kayu yang juat, rapat, dengan
ketebalan minimal 3 cm dan ditutup rapat pinggiran peti disegel dengan
sealan/silikon, dan dipaku dangan jarak masing-masing 20cm.
9. Pemakaman jenazah dilakukan segerah mungkin dengan melibatkan
pihak RS dan dinas pertanaman setempat.
10. Jika pemakaman tidak dapat dilakukan segerah, maka jenazah
disimpan ke dalam ruangan oendingin (cool room) tanpa peti jenazahm
hingga dapat dipastikan tempat pemakamanya.
B. Transfortasi jenazah
1. Jenazah dapat ditransfortasi keluar daearah dengan
menggunakan jalur darat dengan menggunakan mobil jenazah
2. Jenazah akan di transfortasi sudah menjalani prosedur
pemulasaran jenazah covid-19.
C. Desinfeksi lingkungan
1. Alat medis yang telah digunakan, didesinfeksi.
2. Langkah-langkah desinfeksi:
a) Cairan yang digunakan untuk desinfeksi yaitu : alkohol 70
% atau klorin dengan pengenceran 1:50
b) Petugas myang melakukan desinfeksi lingkungan
menggunakan APD lengkap (level 3)
3. Penyemprotan dilakukan pada daerah-daerah yang terpapar
4. Definfeksi permukaan branker, meja pemeriksaan, permukaan
dalam mobil jenazah dan seluruh permukaan yang berkontak
dengan jenazah dilakukan setiap selesai digunakan
5. Definfeksi alat-alat yang tidak berkontak langsung dengan
jenazah, dilakukan perhari
6. Definfeksi mobil jenazah dilakukan dengan menyemprotkan
cairan desinfektan secara menyeluruh ke permukaan dalam
mobil jenazah.

D. Edukasi
Petugas harus memberi penjelasan kepada keluarga :
1. Tentang penangan khusus bagi jenazah yang meningggal
akibat covid-19 dengan memperhatikan sensivitas agama,
adat istiadat dan budaya
2. Jenazah yang sudah dibungkus tidak boleh dibuka lagi
3. Jika keluarga pasien ingij melihat jenazah, di ijinkan untuk
melakukan sebelum jenazah dimasukan kedalam kantung
jenazah dengan menggunakan APD lengkap
4. Jenazah hendaknya disegerakan untuk dikubur atau dikremasi
sesuai dengan agama dan kepercayaan yang dianutnya dalam
waktu tidak lebih dari 24 jam
5. Setelah diberangkatkan dari rumah sakit, jenazah langsung
menuju lokasi penguburan atau kreamatorium
6. Pelayat yang menghadiri pemakanan tetap menjaga jarak
sehingga jarak aman minimal 2 meter
7. Pada kasus yang menunggu peastian pemakanan keluarga
diminta untuk mengusahakan dan mengkonfirmasi tempat
pemakanan tempat terkait.
1. PINERE
2. AMBULANCE
UNIT TERKAIT
3. PETUGAS PEMULASARAN JENAZAH
4. CLEANING SERVICE

Anda mungkin juga menyukai