Anda di halaman 1dari 6

JPK 5(1), 2019: 60-65

Jurnal Profesi Keguruan


https://journal.unnes.ac.id/nju/index.php/jpk

Keefektifan Model Pembelajaran Make a Match Terhadap Hasil Belajar Ilmu


Pengetahuan Alam Siswa Kelas V SD Negeri 03 Wonosari Batang
Aristianto

Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Ilmu Pendidikan,


Universitas PGRI Semarang
Email: efindasari@gmail.com

Received: March 2019; Accepted: March 2019; Published: June 2019

Abstrak
Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah Untuk mengetahui apakah model Make a
Match efektif terhadap hasil belajar Ilmu Pengetahuan Alam siswa kelas V SD Negeri Wonosri 03.
Metode penelitian kuantitatif dalam bentuk Pre-Experimental Design dengan teknik One-Group Pretest-
Posttest Design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas V SD Negeri Wonosri 03 Tahun
Pelajaran 2018/2019. Sampel yang diambil adalah 30 siswa kelas V dengan menggunakan tekni
Sampling Jenuh. Data penelitian ini diperoleh melalui instrumen penelitian pretest, posttest,
dokumentasi dan wawancara. Berdasarkan hasil perhitungan nilai pretest yang dilakukan diperoleh
kesimpulan bahwa kelas V SD Negeri Wonosari 03 Kabupaten Batang berdistribusi normal karena nilai
yaitu 0,148 < 0,161 dengan n = 30 dan taraf nyata α = 0,05. Pada tahap akhir berikutnya
dilakukan kembali uji normalitas dengan menggunakan nilai posttest. Berdasarkan perhitungan
diperoleh = 0,137 dengan n = 30 dan taraf nyata α = 0,05, dari daftar nilai kritis L didapat L tabel =
0,161. Karena yaitu 0,137 < 0,161, maka diterima sehingga dapat disimpulkan bahwa
sampel berasal dari populasi berdistribusi normal. Selain nilai pretest dan posttest yang nantinya
digunakan sebagai nilai aspek kognitif, dari pertemuan ke-1 sampai dengan pertemuan ke-3. Setelah
dilakukan pengujian hipotesis dengan analisis hasil belajar siswa materi panas dan perpindahannya
ranah kognitif diperoleh nilai rata-rata kelas untuk pretest sebesar 58,8 dan posttest sebesar 74 dengan
n=30 jadi db= N-1 yang diperoleh thitung = 16,078 dengan taraf signifikan 5% didapat nilai ttabel = 2,045.
Karena t hitung > t tabel yaitu 16,078 > 2,028 maka H0 ditolak dan Ha diterima. Sehingga dapat dikatakan
bahwa model Make a Match berpengaruh terhadap Hasil Belajar siswa materi panas dan
perpindahannya kelas V SD Negeri Wonosari 03 Kabupaten Batang..

Kata kunci: Model Make a Match , Hasil Belajar, Ilmu Pengetahuan Alam.

Abstract
The aim to be achieved in this study is to find out whether the Make a Match model is effective against
the learning outcomes of Natural Sciences in fifth grade students of SD Negeri Wonosri 03. Quantitative
research methods in the form of Pre-Experimental Design with One-Group Pretest-Posttest Design
techniques. The study population was all fifth grade students of Wonosri State Elementary School 03
Academic Year 2018/2019. The samples taken were 30 grade V students using Saturated sampling
techniques. The data of this study were obtained through pretest, posttest, documentation and interview
research instruments. Based on the results of the calculation of the pretest value done, it was concluded
that the fifth grade of SD Negeri Wonosari 03 Batang Regency was normally distributed because the
value of L0 < Ltabel was 0.148 < 0.161 with n = 30 and the real level α = 0.05. In the next final stage, the
normality test is carried out again using the posttest value. Based on the calculation obtained L0 = 0.137
with n = 30 and the real level α = 0.05, from the list of L critical values obtained Ltable = 0.161. Because
L0 < Ltabel is 0.137 < 0.161, then H0 is accepted so it can be concluded that the sample comes from a
population with normal distribution. In addition to the value of the pretest and posttest which will later be
used as cognitive aspect values, from the 1st meeting to the 3rd meeting. After testing the hypothesis
by analyzing the learning outcomes of hot material students and the transfer of cognitive domains
obtained the value of the average class for the pretest of 58.8 and posttest of 74 with n = 30 so db = N-1
obtained tcount = 16,078 with a significant level of 5 % obtained value ttable = 2.045. Because tcount > ttable
that is 16,078 > 2,028 then H0 is rejected and Ha is accepted. So that it can be said that the Make a
Match model influences the Learning Outcomes of hot material students and their displacement in
class V of SD Negeri Wonosari 03 Batang Regency.

Keywords: Make a Match Model, Learning Outcomes, Natural Sciences.

60
PENDAHULUAN hal baru dalam proses pembelajaran karana
Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) adalah oleh karena itu sebagian besar siswa belum
ilmu yang mempelajari tentang kejadian, mampu mencapai kompetensi individual yang
proses, ataupun gejala alam yang disusun diperlukan untuk mengikuti pelajaran lanjutan.
secara sistematis berdasarkan pada hasil Rendahnya ketuntasan belajar siswa ini di-
percobaan dan pengamatan yang dilakukan sebabkan oleh rendahnya hasil belajar siswa
oleh manusia. Hal ini dikemukakan oleh mengenai materi panas dan perpindahannya
Powler (dalam Samatowa, 2010) bahwa IPA yang diajarkan oleh guru. Dalam proses pem-
merupakan ilmu yang berhubungan dengan belajaran kurangnya pemanfaatan model pem-
gejala-gejala alam dan kebendaan yang sis- belajaran sehingga hasil belajar siswa kurang
tematis yang tersusun secara teratur, berlaku maksimal. Guru masih cenderung menggu-
umum yang berupa kumpulan dari hasil nakan model ceramah dalam penyampaian
observasi dan eksperimen. materi, sehingga pembelajaran masih berpu-
Berdasarkan hasil wawancara yang te- sat pada guru. Oleh karena itu, suatu model
lah dilakukan pada guru kelas V tentang pem- yang bervariatif perlu diterapkan dalam proses
belajaran Ilmu Pengetahuan Alam materi yang pembelajaran.
sudah dipelajari siswa menunjukan hasil pem- Terkait belum optimalnya hasil belajar
belajaran siswa belum maksimal. Hal ini dapat Ilmu Pengetahuan Alam siswa kelas V SD
dibuktikan dari perolehan nilai ulangan harian Negeri Wonosri 03 maka dalam penelitian
sebanyak 7 siswa yang tuntas dan 23 siswa akan menerapkan model Make a Match
yang belum tuntas dalam pembelajaran Ilmu sebagai salah satu alternatif pembelajaran
Pengetahuan Alam, bahwa siswa yang nilai- yang bermakna pada pembelajaran aktif, kre-
nya belum mencapai KKM yang ditetapakan atif, efektif, dan menyenangkan. Model Make a
untuk mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam Match merupakan refleksi pentingnya guru
di SD Negeri Wonosari 03 yaitu 70. dalam mengelola suatu proses pembelajaran
Siswa masih mengalami kesulitan pada yang nyaman sehingga siswa menjadi lebih
mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam. Hal antusias dalam proses pembelajaran.
itu disebabkan cara mengajar guru yang masih Menurut Slameto (2010:2) belajar ada-
menngunakan metode ceramah, Alasanya sis- lah suatu proses usaha yang dilakukan sese-
wa kurang aktif dan merasa bosan dalam orang untuk memperoleh suatu perubahan
proses pembelajaran yang berlangsung di da- tingkah laku yang baru secara keseluruhan,
lam kelas karena proses pembelajaran yang sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam
kurang bervaraisi dan kurang efektif. Guru interaksi dengan lingkungannya. Jadi belajar
menjadi salah satu faktor penentu dalam ke- adalah perubahan tingkah laku yang terjadi
berhasilan proses pembelajaran, guru seha- karena adanya respon dari luar sebagai usaha
rusnya dapat menyajikan pembelajaran yang untuk memperoleh motivasi dan kepandaian
menarik dengan suasana yang menyenang- yang sifatnya progresif sebagai hasil peng-
kan. Sehingga guru harus merancang suatu alamannya sendiri.
pembelajaran dengan baik untuk menunjang Menurut Slameto (2013) hasil belajar
keberhasilan suatu proses pembelajaran. merupakan hal yang dapat dipandang dari dua
Pendidikan nasional adalah pendidikan sisi yaitu sisi siswa dan dari sisi guru.Dari sisi
yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Un- siswa, hasil belajar merupakan tingkat per-
dang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun kembangan mental yang lebih baik bila di-
1945 yang berakar pada nilai-nilai agama, ke- bandingkan pada saat sebelum belajar.Tingkat
budayaan nasional Indonesia, dan tanggap perkembangan mental tersebut terwujud pada
terhadap tuntutan perubahan zaman. Tujuan jenis-jenis ranah kognitif, afektif dan psiko-
pendidikan nasional sebagaimana tercantum motor.
di dalam UU No. 20 Tahun 2003 Bab II Pasal Berdasarkan penjelasan diatas dapat
3 adalah usaha sadar dan terencana untuk disimpulkan bahwa hasil belajar adalah bila
mewujudkan suasana belajar dan proses pem- seseorang telah belajar akan terjadi peruba-
belajaran agar peserta didik secara aktif me- han tingkah laku pada orang tersebut, misal-
ngembangkan potensi dirinya untuk memiliki nya dari tidak tahu menjadi tahu, dan dari tidak
kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian mengerti menjadi mengerti.
diri, keperibadian, kecerdasan, akhlak mulia, Ilmu Pengetahuan Alam merupkan Per-
serta keterampilan yang diperlukan dirinya, istiwa alam dimana kejadian alam yang benar-
masyarakat, bangsa dan negara. benar terjadi disebabkan oleh dua faktor aktivi-
Berdasarkan studi awal dapat disimpul- tas yaitu peristiwa alam/bencana alam yang
kan bahwa selama proses pembelajaran, guru dapat ditimbulkan atau disebabkan oleh perila-
belum menggunakan model dan metode pem- ku manuisa, seperti: banjir, tanah longsor, ke-
belajaran yang tepat dan guru belum mencoba bakaran hutan, dan persitiwa alam/bencana

61
alam yang terjadi secara alamiah, seperti: Dokumentasi
gunung meletus, gempa bumi, tsunami. Dokumentasi bertujuan untuk menangkap
Menurut Prabandari (2007) peristiwa fakta pada saat pelaksanaan penelitian beru-
alam adalah segala kejadian yang timbul aki- pa data-data sekunder (daftar nama siswa
bat kegiatan yang dilakukan di alam. Peristiwa serta hasil nilai pretest dan posttest) dan
alam biasanya ditandai dengan adanya gelaja dokumentasi pelaksanaan pembelajaran saat
alam. Gejala alam yang muncul sehingga penelitian.
menjadi sebuah peristiwa alam yang sifatnya Wawancara
merugikan kehidupan manusia disebut ben- Wawancara digunakan untuk menemukan
cana alam. permasalahan yang harus diteliti, dan juga
Model pembelajaran merupakan lan- apabila peneliti ingin mengetahui hal-hal dari
dasan praktik pembelajaran hasil penurunan responden yang lebih mendalam dan jumlah
teori psikologi pendidikan dan teori belajar respondennya sedikit/kecil. Peneliti sudah me-
yang dirancang berdasarkan analisis terhadap lakukan wawancara dengan menggunakan
implementasi kurikulum dan implikasinya pada pedoman wawancara yang sudah dibuat sebe-
tingkat operasional di kelas. lumnya terhadap guru kelas V SDN Wonosari
Model Make a Match adalah siswa 03 guna mendapatkan informasi awal tentang
diminta mencari pasangan kartu yang merupa- berbagai permasalah yang ada pada pembe-
kan jawaban atau pertanyaan materi tertentu lajaran khusunya mata pelajaran Ilmu Peng-
dalam pembelajaran. Salah satu keunggulan etahuan Alam.
teknik ini adalah siswa mencari pasangan Teknik Tes
sambil belajar mengenai suatu konsep atau Tes yang dilakukan dalam penelitian ini dibagi
topik dalam suasana yng menyenangkan. menjadi dua yaitu pretest dan posttest. Pretest
Teknik ini bisa digunakan dalam semua mata adalah tes yang dilakukan sebelum dilaksa-
pelajaran dan untuk semua tingkatan usia nakan proses pembelajaran, sedangkan post-
(Isjoni, 2010:78) test adalah tes yang dilakukan setelah proses
pembelajaran. Menggunakan metode tes ini
METODE PENELITIAN dapat diperoleh data hasil belajar siswa yang
Desain penelitian dirancang untuk men- diambil dari hasil evaluasi siswa. Adapun
jawab pertanyaan atau mengetes hipotesis materi tes dalam penelitian ini adalah materi
penelitian.Penelitian ini menggunakan Pre yang disesuaikan dengan kompetensi dasar
Eksperimental Designs bentuk One-Group pada Kurikulum 2013. pada mata pelajaran
Pretest-Posttest Design. Pada desain ini llmu Pengetahuan Alam kelas V. Bentuk soal
terdapat pretest, sebelum diberi perlakuan. yang digunakan adalah pilihan ganda.
Dengan demikian hasil perlakuan dapat dike-
tahui lebih akurat, karena dapat memban- HASIL DAN PEMBAHASAN
dingkan dengan keadaan sebelum diberi per- Berdasarkan data hasil pretest dan
lakuan (Sugiyono, 2014). Adapun desain pe- posttest siswa kelas V SD Negeri Wonosari 03
nelitian One Group Pretest-Posttest dapat Kabupaten Batang tahun ajaran 2018/2019 se-
digambarkan sebagai berikut: bagai subjek penelitian maka dilakukan uji
hipotesis, untuk menguji perbedaan rata-rata
Tabel 3.Desain/rancangan penelitian hasil pretest dan posttest digunakan uji t.
Pretest Perlakuan Postest Hipotesis yang diuji adalah sebagai berikut:
01 X 02 Ha = thitung > ttabel model pembelajaran
Make a Match berpengaruh terhadap hasil
Teknik Pengumpulan Data belajar Ilmu pengetahuan alam kelas kelas V
Teknik Non-tes SD Negeri Wonosari 03 Kabupaten Batang.
Penelitian ini teknik non-tes H0 = thitung < ttabel model pembelajaran
digunakakan untuk mengetahui data yang Make a Match tidak berpengaruh terhadap
tidak secara langsung.Teknik nontes yang hasil belajar Ilmu pengetahuan alam kelas V
digunakan dalam penelitian ini adalah SD Negeri Wonosari 03 Kabupaten Batang.
dokumentasi. Dokumentasi dalam penelitian
ini untuk mencari data mengenai hal-hal atau Tabel 4.Hasil Perhitungan Uji t
Hasil
variabel yang berupa catatan, transkip, buku Subjek Belaj
Rata-
N Md ∑
dan sebagainya. Jadi metode dokumentasi rata
ar
dalam penelitian ini digunakan untuk kelas V
SD
mendapatkan dokumen tentang data Negeri Pre-
58,8
penelitian yang dibutuhkan dalam penelitian. Wonos test
30
15,1 774,1 16,07 2,0
ari 03 67 67 8 45
Dokumentasi juga dapat digunakan untuk bukti Kabupa
konkret saat melakukan penelitian. ten Post-
74
Batang test

62
Data hasil pretest dan posttest kemu- peneliti sesuai dengan langkah-langkah yang
dian dianalisis menggunakan uji t. dapat dilihat telah diuraikan di atas. Langkah petama yaitu
dari Tabel 4.9 bahwa rata-rata siswa pada memilih satu keterampilan yang akan dipelajari
kondisi awal sebelum perlakuan dengan me- siswa. Disini keterampilan yang dipelaajari
nggunakan model pembelajaran Make a yaitu tentang materi panas dan perpinda-
Match sebesar 58,8, sedangkan rata-rata sis- hannya. Langkah kedua guru menyiapkan be-
wa sesudah diberi perlakuan dengan meng- berapa kartu yang berisi beberapa konsep
gunakan model pembelajaran Make a Match atau topik yang dipelajari siswa untuk sesi
sebesar 74. Dari data analisis uji t diperoleh review, sebaliknya satu bagian kartu yang
thitung = 16,078 selanjutnya dibandingkan berisi soal dan bagian kartu lainya berisi
dengan ttabel = 2,045 dengan db = 30-1 pada jawaban. Lang-kah ketiga setiap siswa yang
taraf signifikan α = 5%. Hasil ini menunjukkan mendapatkan kartu yang berisi soal/ jawaban
bahwa thitung>ttabel yaitu 12,890 > 2,0639 maka mendapat satu anank satu buah kartu. Lang-
H0 ditolak dan Ha diterima. Sehingga dapat kah keempat tiap siswa yang telah men-
dikatakan bahwa model pembelajaran Make a dapatkan satu buah kartu memkirkan jawab-
Match berpengaruh terhadap hasil belajar sis- an/soal dari kartu yang dipegang,untuk nanti
wa pada mata pelajaran llmu Pengetahuan mencari pasangan kartu yang di dapatkan.
Alam kelas V SD Negeri Wonosari 03 Langkah kelima setiap siswa harus mencari
Kabupaten Batang pasangan dari kartu yang di pegang untuk
Penelitian ini dilaksanakan pada semes- mencari kartua yang cocok dengan kartunya
ter genap tahun ajaran 2018/2019. Penelitian (soal jawaban). Langkah keenam setiap siswa
ini dilaksanakan di kelas V dengan jumlah 30 yang dapat mencocokan kartunya sebelum
siswa. Sebelum melaksanakan penelitian, pe- batas waktu diberi, diharapkan untuk siswa
neliti melaksanakan wawancara dengan guru maju kedepan untuk menyampaikan pasangan
kelas V untuk mengetahui permasalahan yang dari soal dan jawaban yang telah di dapat.
ada di kelas dan diperoleh informasi bahwa Langkah ketujuh guru memberikan poin atau
dalam proses pembelajaran llmu Pengetahuan reword kepada siswa yang cepat menco-
Alam di kelas V serta guru masih menggu- cokan soal dan jawaban. Langkah kedelapan
nakan model ceramah. Sehingga pembelajar- setelah satu babak selesai, guru mengkocok
an yang dilakukan terkesan membuat siswa kartu kembali agar tiap siswa mendapat kartu
cepat merasa bosan. Akibat yang muncul yang berbeda dari sebelumnya. Demikian se-
karena permasalahan tersebut terlihat pada terusnya.
hasil nilai Ulangan Harian yang memiliki nilai Selesai memberikan materi dari per-
rata-rata rendah dan belum mencapai Kriteria temuan pertama dan kedua pada akhir per-
Ketuntasan Minimal (KKM) yang sudah di- temun pembelajaran siswa akan diberi soal
tentukan yaitu 70. Dari jumlah 30 siswa, 7 posttest sebagai alat evaluasi sehingga akan
siswa tuntas dan 23 siswa belum tuntas. diketahui apakah model pembelajaran Make a
Peneliti mempersiapkan rencana pelak- Match akan meningkatkan hasil belajar siswa
sanaan pembelajaran yang akan dilaksanakan pada mata pelajaran llmu Pengetahuan Alam
adalah 3 kali pertemuan. Rencana Pelaksa- kelas V di SD Negeri Wonosari 03 Kabupaten
naan Pembelajaran (RPP) dilaksanakan de- Batang.
ngan menggunakan model pembelajaran Berdasarkan perhitungan nilai pretest
Make a Match . Pada hari pertama peneliti yang dilakukan diperoleh kesimpulan bahwa
terlebih dahulu saling memperkenalkan dan kelas V SD Negeri Wonosari 03 Kabupaten
kemudian membagikan soal pilihan ganda Batang berdistribusi normal karena nilai L0 <
sebagai pretest kepada siswa untuk diker- Ltabel yaitu 0,148 < 0,161 dengan n = 30 dan
jakan. taraf nyata α = 0,05. Pada tahap akhir beri-
Model pembelajaran Make a Match me- kutnya dilakukan kembali uji normalitas
rupakan pembelajaran yang memberikan ke- dengan menggunakan nilai posttest. Berdasar-
sempatan kepada siswa untuk berlatih bekerja kan perhitungan diperoleh L0 = 0,137 dengan
sama dengan pasangannya. Berdasarkan situ- n = 30 dan taraf nyata α = 0,05, dari daftar nilai
asi nyata, siswa didorong untuk berlatih secara kritis L didapat Ltabel = 0,161. Karena L0 < Ltabel
berpasangan dengan temannya secara ber- yaitu 0,137 < 0,161, maka H0 diterima se-
gantian dengan menggunakan media kartu hingga dapat disimpulkan bahwa sampel be-
soal dan kartu jawaban yang telah disediakan rasal dari populasi berdistribusi normal.
oleh peneliti pada masing-masing kelompok, Selain nilai pretest dan posttest yang
sehingga siswa lebih mudah untuk memahami nantinya digunakan sebagai nilai aspek kogni-
tentang materi panas dan perpindahannya. tif, dari pertemuan ke-1 sampai dengan per-
Proses pembelajaran menggunakan model temuan ke-3. Setelah dilakukan pengujian hi-
pembelajaran Make a Match yang dilakukan potesis dengan analisis hasil belajar siswa ma-

63
teri panas dan perpindahannya ranah kognitif lajaran Make a Match dilakukan pada
diperoleh nilai rata-rata kelas untuk pretest penelitian ini, peneliti membuat ide untuk me-
sebesar 58,8 dan posttest sebesar 74 dengan mecahkan masalah hasil belajar llmu Penge-
n=30 jadi db= N-1 yang diperoleh thitung = tahuan Alam SD Negeri Wonosari 03 Kabu-
16,078 dengan taraf signifikan 5% didapat nilai paten Batang materi panas dan perpinda-
ttabel = 2,045. Karena thitung > ttabel yaitu 16,078 hannya dengan praktek berpasangan me-
> 2,028 maka H0 ditolak dan Ha diterima. mainkan media kartu soal dan kartu jawaban
Sehingga dapat dikatakan bahwa mo-del yang telah disediakan pada masing-masing
Make a Match berpengaruh terhadap Hasil siswa secara bergantian mengambil kartu de-
Belajar siswa materi panas dan perpinda- ngan di desain ada kartu soal dan ada kartu
hannya kelas V SD Negeri Wonosari 03 Kabu- jawaban dengan sedemikian rupa hingga
paten Batang. dapat menarik perhatian siswa sehingga hasil
Suyono (2016) mengatakan Teori bela- yang di peroleh siswa dapat meningkat. Hal ini
jar Konstruktivisme melandasi pemikirannya terbukti dari hasil penelitian yang dilakukan
bahwa pengetahuan bukanlah sesuatu yang pada kelas V yang menunjukkan perbedaan
given dari alam karena hasil kontak manusia pada hasil belajar sebelum perlakuan nilai
dengan alam, tetapi pengetahuan merupakan pretest menunjukkan rata-rata sebesar 58,8
hasil konstruksi (bentukan) aktif manusia itu terdapat 7 siswa yang sudah mencapai KKM
sendiri. dan 23 siswa belum mencapai KKM, sedang-
Dengan demikian tujuan peneliti telah kan hasil belajar sesudah perlakuan nilai
tercapai yaitu peneliti telah membuktikan posttestmenunjukkan rata-rata sebesar 74
bahwa model pembelajaran Make a Match terdapat 24 siswa yang sudah men-capai KKM
berpengaruh terhadap hasil belajar pada mata dan 6 siswa yang belum mencapai KKM. Dari
pelajaran llmu Pengetahuan Alam kelas V SD hasil nilai pretest dan nilai posttest ini me-
Negeri Wonosari 03 Kabupaten Batang. nunjukkan bahwa ada peningkatan terhadap
Berdasarkan hasil Penelitian yang hasil belajar siswa sesudah perlakuan dengan
mengkaji tentang strategi pembelajaran model rata-rata 30%.
Make a Match, bahwa penelitian yang telah Persentase ketuntasan belajar siswa
dilaksanakan menunjukkan bahwa strategi yang menunjukkan pembelajaran tanpa meng-
Make a Match merupakan strategi pembelaja- gunakan model pembelajaran Make a Match
ran yang dapat meningkatkan hasil belajar sebanyak 7 siswa yang tuntas dengan per-
siswa. Berikut penelitian-penelitian yang sentase 23,00% dan 23 siswa yang belum
meng-kaji strategi Make a Match. Sebuah tuntas dengan persentase 77,00%. Sedang-
penelitian yang dilakukan oleh Nurlia Astika. kan setelah diberi perlakuan (posttest) dengan
2012. De-ngan judul Keefektifan Model Pem- menggunakan model pembelajaran Make a
belajaran Kooperatif Tipe Make a Match Ter- Match yang tuntas ada 24 siswa dengan per-
hadap Hasil Belajar Siswa. Berdasarkan pem- sentase 80,00% dan 6 siswa yang belum
bahasan di atas, dapat diambil kesimpulan tuntas dengan persentase 20,00%.
bahwa: 1. Model pembelajaran kooperatif tipe Hasil analisis akhir yang telah dilakukan
make a-match lebih efektif untuk mening- dengan menggunakan uji t menunjukkan bah-
katkan hasil belajar siswa. 2. Berdasarkan da- wa hasil t_hitung>t_tabel yaitu 12,630> 2,0639
ta yang diperoleh, terlihat bahwa untuk aspek maka H0 ditolak dan Ha diterima, sehingga
pengetahuan (C1) secara umum prosentase dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran
Keefektifan lebih didominasi oleh kelas kontrol Make a Match efektif terhadap hasil belajar
yaitu 74% sedangkan kelas eksperimen 72%, siswa pada mata pelajaran llmu Pengetahuan
ini dikarenakan pada kelas kontrol tingkat Alam kelas V SD Negeri Wonosari 03 Kabu-
pengetahuannya lebih banyak karena siswa paten Batang. Penggunaan model pembe-
pada kelas kontol hanya menjadi pendengar lajaran Make a Match merupakan alternatif
ketika guru menjelaskan. Sedangkan untuk solusi dari pembelajaran yang tidak menggu-
aspek pemahaman (C2) dan aplikasi (C3) nakan media pembelajaran yang rumit. Model
prosentase Keefektifan lebih didominasi ole pembelajaran Make a Match mampu mendo-
kelas eksperimen yaitu 87% dan 93%. Hal rong siswa untuk aktif, dan merangsang siswa
tersebut dikarenakan pada kelas eksperimen, untuk maju berpendapat dengan teman-teman
siswa dapat belajar lebih efektif, karena lain. Proses pembelajaran menggunakan mo-
mereka dituntut aktif dengan model pembela- del pembelajaran Make a Match dapat men-
jaran yang digunakan sehingga tingkat pema- ciptakan suasana belajar yang menyenang-
haman merekapun lebih baik. kan, aktif, saling bekerja sama dan menum-
Dari beberapa penelitian yang sudah buhkan minat belajar siswa sehingga hasil be-
dilakukan oleh beberapa peneliti diatas pene- lajar siswa juga mengalami peningkatan.
litian dengan menggunakan model pembe- Berdasarkan analisis hasil belajar siswa

64
dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Rinerka Cipta.
Make a Match efektif dalam kegiatan pembe- Slameto. (2010). Belajar Dan Faktor-faktor
lajaran dan berhasil meningkatkan hasil bela- Yang Mempengeruhinya. Jakarta:
jar siswa pada mata pelajaran llmu Penge- Rinerka Cipta.
tahuan Alam kelas V SD Negeri Wonosari 03 Sudjana, N. (2005). Metode statistika.
Kabupaten Batang. Bandung: TARSITO.
Sugiyono. (2015). Metode Penelitian
PENUTUP Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif,
Simpulan Kualitatif dan R&D). Bandung: Alfabeta.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahas-
an, dapat diambil kesimpulan bahwa peng-
gunaan model Make a Match efekif terhadap
hasil belajar IPA siswa kelas V SD Negeri
Wonosari 03 Kabupaten Batang.

Saran
Berdasarkan hasil penelitian yang di-
peroleh, agar proses pembelajaran dapat
memberikan hasil yang maksimal maka
peneliti menyampaikan saran sebagai berikut:
1. Bagi guru
Saran untuk guru yaitu guru harus lebih
kreatif dalam memilih model pembelajaran
yang tepat dan disesuaikan dengan materi
yang akan diajarkan kepada siswa agar hasil
belajar siswa meningkat. Pembelajaran
dengan menggunakan model Make a Match
berbantu dalam kegiatan belajar mengajar
sehingga siswa tidak jenuh dan tidak monoton,
dan siswa lebih aktif dalam pembelajaran.
Model Make a Match sudah terbukti dapat
meningkatkan hasil belajar siswa.
2. Bagi pembaca
Model Make a Match direkomendasikan
penulis untuk terus dikembangkan pada mata
pelajaran IPA agar siswa tertarik dan aktif.
Model dan media pembelajaran lain juga dapat
dilakukan untuk menciptakan pembelajaran
yang menarik dan menyenangkan. Model
Make a Match juga dapat digunakan pada
mata pelajaran lainnya dengan menyesuaikan
materi pembelajarannya.

DAFTAR PUSTAKA
Anggraini, R.D., dan Isjoni. (2010).
Cooperative Learning. Bandung:
Alfabeta.
Prabandari, E. (2007). Ilmu Pengetahuan Alam
5. Jakarta: Bumi Aksara.
Riyanto. (2012). Paradigma Baru
Pembelajaran. Jakarta: Kencana
Prenada Media Group.
Samatowa, U. (2010). Pembelajaran llmu
Pengetahuan Alam di Sekolah Dasar.
Jakarta: PT Indeks.
Shoimin, A. (2014). Model Pembelajaran
Inovatif dalam Kurikulum 2013.
Yogyakarta: AR-RUZZ MEDIA.
Slameto. (2013). Belajar Dan Faktor-faktor
Yang Mempengeruhinya. Jakarta:

65