Anda di halaman 1dari 1

PERILAKU KAWIN PERILAKU MAKAN

PERILAKU SOSIAL
[100]
Gajah merupakan hewan poligini, merupakan mamalia terrestrial
dan kopulasi paling sering terjadi Di habitat alamnya, gajah hidup yang aktif baik di siang maupun
pada puncak musim hujan.[101] Gajah berkelompok (gregarius). Perilaku malam hari. Namun, sebagian
betina yang sedang mengalami siklus berkelompok ini merupakan besar dari mereka aktif dari 2 jam
estrus mengeluarkan feromon di air perilaku sosial yang sangat penting sebelum petang sampai 2 jam
seni dan sekresi vaginal lainnya untuk peranannya dalam melindungi setelah fajar untuk mencari
menunjukkan kesiapannya dalam anggota kelompoknya. Besarnya makan. Hal ini sependapat bahwa,
berkawin. Gajah jantan akan anggota setiap kelompok sangat gajah sering mencari makan
mengikuti pasangan potensial dan bervariasi tergantung pada musim sambil berjalan di malam hari
menilai keadaannya dengan dan kondisi sumber daya habitatnya selama 16-18 jam setiap hari. la
melakukan respons flehmen, yaitu terutama makanan dan luas wilayah bukan satwa yang hemat terhadap
ketika sang jantan mengumpulkan jelajah yang tersedia. Jumlah pakan sehingga cenderung
sampel kimiawi dengan menggunakan anggota satu kelompok gajah meninggalkan banyak sisa
belalainya dan membawanya ke organ Sumatera berkisar 20-35 ekor, atau makanan bila masih terdapat
vomeronasal.[102] Siklus oestrus gajah berkisar,3-23.ekor. makanan yang lebih baik. 
betina berlangsung selama 14–16 Setiap kelompok gajah Sumatera
minggu dengan fase folikular selama dipimpin oleh induk betina yang
4–6 minggu dan fase luteal selama 8– paling besar, sementara yang jantan
10 minggu. Pada fase folikular, gajah dewasa hanya tinggal pada periode
mengalami dua kali peningkatan tertentu untuk kawin dengan
kadar hormon pelutein, sementara beberapa betina pada kelompok
sebagian besar mamalia hanya tersebut. Gajah yang sudah tua akan
mengalami satu kali saja hidup menyendiri karena tidak