Anda di halaman 1dari 47

REGULASI INTERNAL

MANAJEMEN FASILITAS
DAN KESEHATAN
WORKSHOP MFK
9 JULI 2021

Drg TRITARAYATI, S.H,.MHKes


DASAR HUKUM
01 UU No 24 Tahun 2007 ttg Penanggulangan
Bencana;
02 UU 36 Tahun 2009 ttg Kesehatan;

03
PP Mo 74 Tahun 2001 ttg Pengelolaan Bahan
Berbahaya dan Beracun (B3);
04 PP No 47 Tahun 2016 ttg Fasilitas Pelayanan
Kesehatan;
05 PP No 88 Tahun 2019 ttg Kesehatan Kerja;

06 Permenaker Keselamatan dan Kesehatan Kerja


No 2 Tahun 1983 ttg Proteksi Kebakaran;
DASAR HUKUM
07 Permenkes No 9 Tahun 2014 ttg Klinik;

08
Permenkes No 52 Tahun 2018 ttg Keselamatan
dan Kesehatan Kerja;

09 Permenkes No 43 Tahun 2019 ttg Pusat


Kesehatan Masyarakat;

10 Permenkes No 25 Tahun 2019 ttg Penerapan


Manajemen Risiko Terintegrasi dilingkungan
Kemkes.
MANAJEMEN FASILITAS DAN KESELAMATAN

• Pengelolaan fasilitas dan keselamatan untuk menjamin berfungsinya,


kenyaman, keamanan, keselamatan, dan efisiensi dari fasilitas dan
lingkungannya bagi pasien, pengunjung, karyawan dan fasilitas
pelayanan kesehatan tersebut.
• Suatu proses multidisiplin untuk memastikan berfungsinya fasilitas
dan lingkungannya dengan aman, nyaman, efisien dengan
mengintegrasikan karyawan, tempat pelayanan, proses dan tehnologi
MANAJEMEN FASILITAS & KESELAMATAN

1 • Keselamatan dan keamanan


2 • Pengelolaan bahan dan limbah berbahaya
3 • Manajemen emergency (kedaruratan)
4 • Pengamanan kebakaran
5 • Peralatan kesehatan
6 • Sistem utilitas
• Pendidikan dan pelatihan petugas
I. KETENTUAN UMUM
II. PRINSIP PENYELENGGARAAN, TUGAS, FUNGSI DAN WEWENANG
III. PERSYARATAN
IV. KATEGORI PUSKESMAS
V. PERIZINAN DAN REGISTRASI
VI. ORGANISASI DAN TATA HUBUNGAN KERJA
VII. PENYELENGGARAAN
VIII. PENDANAAN
IX. SISTEM INFORMASI PUSKESMAS
X. PEMBINAAN DAN PENGAWASAN
XI. KETENTUAN PERALIHAN
XII. KETENTUAN PENUTUP
Persyaratan Puskesmas

- Puskesmas harus didirikan pada setiap


kecamatan
- Pada 1 kecamatan dapat didirikan lebih
dari 1 Puskesmas berdasarkan
pertimbangan kebutuhan pelayanan, jumlah
penduduk, dan aksesibilitas
- Puskesmas harus memenuhi persyaratan
Lokasi, Bangunan, Prasarana,
Peralatan, Ketenagaan, Kefarmasian,
Laboratorium Klinik
Persyaratan Puskesmas
Ruang Kantor Ruang Pelayanan Ruang Penunjang

• R. administrasi • R. pendaftaran & RM • R. tunggu


Ruang • R. kantor untuk • R. pemeriksaan umum • R. ASI
Puskesmas karyawan • R. tindakan dan gadar • R. sterilisasi
• R. kepala Puskesmas • R. KIA, KB dan imunisasi* • R. cuci linen
Jumlah dan jenis
• R. rapat/ diskusi • R. Pemeriksaan khusus • R. Penyelenggaraan
ditentukan melalui
analisis kebutuhan • R. kesehatan gilut makanan
ruang berdasarkan • R. KIE (dapur/pantry)
pelayanan yang • R. farmasi • R. jaga petugas**
diselenggarakan dan • R. persalinan • Gudang umum
ketersediaan sumber • R. rawat pasca persalinan • KM/WC (laki-laki dan
daya • R. rawat inap** perempuan terpisah)
• R. Laboratorium • Rumah dinas nakes
• Parkir kendaraan roda
Keterangan: 2 dan 4 serta garasi
• *) Pada Puskesmas rawat inap, dibuat 2 ruang terpisah yaitu: 1) ruang
kesehatan ibu dan KB dan 2) ruang kesehatan anak dan imunisasi untuk ambulans dan
• **) hanya untuk Puskesmas rawat inap Pusling
Persyaratan Puskesmas

PRASARANA PERALATAN
• Sistem penghawaan (ventilasi) • Jumlah dan jenis sesuai kebutuhan
• Sistem pencahayaan pelayanan
• Dapat berubah sesuai perkembangan
Bangunan dan • Sistem air bersih, sanitasi, dan hygiene iptek, kebijakan, kebutuhan, kompetensi,
prasarana harus • Sistem kelistrikan kewenangan, dan ketentuan peraturan
dilakukan • Sistem komunikasi • Dapat menyesuaikan dgn alat lain yg
pemeliharaan, • Sistem gas medik fungsinya sama (pada kondisi
infrastruktur belum memadai)
perawatan , dan • Sistem proteksi petir • Kelengkapan izin edar sesuai ketentuan
pemeriksaan secara • Sistem proteksi kebakaran peraturan perundangan
berkala agar tetap • Sarana evakuasi • Standar mutu, keamanan, keselamatan
laik fungsi • Sistem pengendalian kebisingan • Diuji dan dikalibrasi secara berkala
• Kendaraan Puskesmas keliling, dapat
dilengkapi dengan ambulans dan
kendaraan lainnya
Persyaratan Puskesmas

Sistem
Air
Bersih,
Sanitasi,
dan
Higiene
Pasal 8 KLINIK
PERSYARATAN PRASARANA

Instalasi sanitasi, listrik, pencegahan


ppengenda;ian kebakaran, system gas
medik, tata udara, pencahayaan,
prasarana lainnya, Ambulance khusus
untuk klinikyang menyelenggarakan
rawat inap.
DOKUMEN MFK DI FKTP

MENGATUR

DOKUMEN 1. Kebijakan
2. Rencana Lima Tahunan
INTERNAL 3. Pedoman/manual MFK
4. Pedoman/panduan teknis
yang terkait dengan MFK
Peraturan perundang- 5. SOP
undangan yang dibuat 6. PTP (RUK dan RPK)
oleh kemenkes, dinkes,
DOKUMEN 7. Kerangka Acuan Kegiatan
dan organisasi profesi EKSTERNAL
BUKTI KEGIATAN

Rekam implementasi, dokumen


pendukung lain seperti: sertifikat
pelatihan, kalibrasi, Monitoring dll
PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN TERKAIT
MANAJEMEN FASILITAS KESEHATAN
UU No. 36 TENTANG KESEHATAN

PERATURAN PEMERINTAH No. 47 TAHUN 2016 TENTANG FASILITAS PELAYANAN KESEHATAN

PERATURAN PEMERINTAH NO 88 TAHUN 2019 TENTANG KESEHATAN KERJA

Permenkes No 52 Tahun Permenkes No 11 tahun 2017


2018 Tentang Keselamatan tentang Keselamatan Pasien
dan Kesehatan Kerja Permenkes No 43 Tahun
2019 tentang Pusat
— Permenkes No 25 Tahun 2019 Kesehatan Masyarakat Permenkes No 27 Tahun 2017
tentang Penerapan tentang Pedoman
Manajemen Risiko Pencegahan dan
Terintegrasi dilingkungan Pengendalian Infeksi
Kemkes
Organisasi Puskesmas

• Puskesmas merupakan unit


organisasi yg bersifat
FUNGSIONAL dan unit
layanan yg bekerja
PROFESIONAL.
• Puskesmas berkedudukan
sebagai unit pelaksana
teknis yang berada di
bawah dan bertanggung
jawab kepada kadinkes
kabupaten/kota sesuai
ketentuan peraturan
perundang-undangan.
PENGORGANISASIAN DI PUSKESMAS
A S I
E D IT
A K R 015 )
A R K (2
ND M F
A
ST RKAI T
TE
KRITERIA 8.5.3 PERENCANAAN DAN PELAKSANAAN PROGRAM YANG EFEKTIF UNTUK
MENJAMIN KEAMANAN LINGKUNGAN FISIK DIKELOLA OLEH PETUGAS YANG
KOMPETEN
• Pokok Pikiran:
• Untuk mengelola risiko di lingkungan dimana pasien dirawat dan staf bekerja memerlukan perencanaan. Rencana
tahunan dalam mengelola lingkungan perlu disusun meliputi:
v Keselamatan dan Keamanan. Keselamatan adalah suatu keadaan tertentu dimana gedung, halaman, tempat parkir,
dan peralatan klinik tidak menimbulkan bahaya atau risiko bagi pasien, staf dan pengunjung. Keamanan adalah
proteksi dari kehilangan, pengrusakan dan kerusakan, atau akses serta penggunaan oleh mereka yang tidak
berwenang
v Bahan berbahaya, yang meliputi: penanganan, penyimpanan dan penggunaan bahan berbahaya lainnya harus
dikendalikan dan limbah bahan berbahaya dibuang secara aman.
v Manajemen emergensi, yaitu tanggapan terhadap wabah, bencana dan keadaan emergensi direncanakan dan efektif
v Pengamanan kebakaran: klinik wajib melindung properti dan penghuninya dari kebakaran dan asap.
v Peralatan medis: untuk mengurangi risiko, peralatan dipilih, dipelihara dan digunakan sesuai dengan ketentuan.
v Sistem utilitas, meliputi listrik, air dan sistem pendukung lainnya dipelihara untuk meminimalkan risiko kegagalan
pengoperasian
8.5.3. PERENCANAAN DAN PELAKSANAAN PROGRAM YANG EFEKTIF UNTUK MENJAMIN
KEAMANAN LINGKUNGAN FISIK DIKELOLA OLEH PETUGAS YANG KOMPETEN

Elemen Penilaian:
• 1. Ada rencana program untuk menjamin lingkungan fisik yang aman
• 2. Ditetapkan petugas yang bertanggungjawab dalam perencanaan dan
pelaksanaan program untuk menjamin lingkungan fisik yang aman
• 3. Program tersebut mencakup perencanaan, pelaksanaan, pendidikan dan
pelatihan petugas, pemantauan, dan evaluasi
• 4. Dilakukan monitoring, evaluasi dan tindak lanjut terhadap pelaksanaan
program tersebut.
I TA SI
A K R ED
N DA R K
I SI STA I T M F
T R EV TE R KA
F
DRA USKESMA S
P
KRITERIA
1.4.1
Disusun dan diterapkan program Manajemen Fasilitas dan Keselamatan
(MFK) yang meliputi manajemen keselamatan dan keamanan fasilitas,
manajemen Bahan Berbahaya Beracun (B3) dan Limbah B3, manajemen
keadaan darurat dan bencana, manajemen pengamanan kebakaran,
manajemen alat kesehatan dan manajemen sistem utilitas.
POKOK PIKIRAN
• Puskesmas sebagai Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama yang memberikan pelayanan kepada masyarakat
mempunyai kewajiban untuk mematuhi ketentuan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan
bangunan, prasarana, peralatan dan menyediakan lingkungan yang aman bagi pengunjung, petugas, dan
masyarakat.
• Puskesmas perlu menyusun dan menerapkan program Manajemen Fasilitas dan Keselamatan (MFK) untuk
menyediakan lingkungan yang aman bagi pengguna layanan, pengunjung, petugas dan masyarakat.
• Program MFK meliputi:
1. Manajemen Keselamatan dan keamanan.
2. Manajemen Bahan dan Limbah Berbahaya dan Beracun (B3)
3. Manajemen Bencana/disaster
4. Manajemen Pengamanan Kebakaran
5. Manajemen Alat kesehatan
6. Manajemen Sistem utilitas
7. Edukasi /pendidikan petugas tentang Manajemen MFK.
• Untuk menyediakan lingkungan yang aman bagi pengguna layanan, pengunjung, petugas dan
masyarakat dilakukan identifikasi dan pembuatan peta terhadap area berisiko
yang meliputi poin a sampai dengan f.
• Rencana tersebut dikaji, diperbaharui dan didokumentasikan yang merefleksikan
keadaan-keadaan terkini dalam lingkungan Puskesmas.
• Untuk menjalankan program MFK maka diperlukan tim dan atau penanggung jawab
yang ditunjuk oleh Kepala Puskesmas.
• Program MFK perlu dievaluasi minimal per tri wulan untuk memastikan bahwa
Puskesmas telah melakukan upaya penyediaan lingkungan yang aman bagi pengguna
layanan, pengunjung, petugas, dan masyarakat sesuai dengan rencana.
ELEMEN PENILAIAN
1. Terdapat petugas yang bertanggung jawab dalam MFK serta
tersedia program MFK yang ditetapkan setiap tahun berdasarkan
identifikasi risiko. (R)
2. Dilakukan identifikasi terhadap area-area berisiko yang meliputi
huruf a sampai huruf f pada pokok pikiran. (D,W)
3. Dilakukan evaluasi dan tindak lanjut per tri wulan terhadap
pelaksanaan program MFK meliputi huruf a sampai huruf f pada pokok
pikiran. (D)
REGULASI DAN DOKUMEN
MANAJEMEN FASILITAS DAN
KESELAMATAN (MFK)
DOKUMEN YANG MENGATUR
Kebijakan, Pedoman/panduan, SOP
merupakan kelompok dokumen yang
mengatur, sebagai acuan untuk
melaksanakan kegiatan.

o Kebijakan pimpinan FKTP


KEBIJAKAN merupakan regulasi tertinggi di
PIMPINAN FKTP
PEDOMAN FKTP o Pedoman/Panduan harus mengacu
/PANDUAN pada kebijakan yang sudah
dikeluarkan oleh Fasyankes.
STANDAR o Penyusunan SOP harus mengacu
OPERASIONAL kepada kebijakan dan
PROSEDUR pedoman/panduan
PEDOMAN/PANDUAN
o Dasar untuk
menentukan/melaksanakan
kegiatan
o Mengatur beberapa hal 1. Disusun berdasarkan
kebijakan pimpinan FKTP
2. Mengacu kepada pedoman
yang disusun oleh
Kemenkes/sesuai
kebutuhan berdasarkan
PEDOMAN pedoman lain yang telah
ada
3. Dievaluasi setiap 2-3 tahun
PANDUAN sekali
4. Substasnsi
pedoman/panduan yang
disusun disesuaikan
dengan elemen penilaian
o Petunjuk melaksanakan dalam akreditasi
kegiatan
o Mengatur satu kegiatan
CONTOH REGULASI YANG HARUS DISUSUN

Manajemen Fasilitas & Keselamatan


• Kebijakan Manajemen Fasilitas & Keselamatan
• SK Tim Manajemen Fasilitas & Keselamatan
• Pedoman Manajemen Fasilitas & Keselamatan
• Panduan: Manajemen Fasilitas & Keselamatan
• Kerangka acuan: misal kerangka acuan Simulasi Kebakaran
• Program Mutu dan Keselamatan Pasien
• SOP-SOP terkait dengan MFK
Contoh:
• SOP Pemeliharaan Alat
• SOP Pemeliharaan system utilitas
• SOP Penggunaan APAR
• SOP Tindakan korektif
• SOP Kalibrasi Alat
• SOP Pelabelan B3 dan Limbag B3
• SOP Pengujian dan Pemeliharaan Sistem Proteksi dan Sarana Evakuasi
T OH PROGRAM PERALATAN KESEHATAN:
CO N
• Pedoman Pengelolaan Alat Kesehatan.
• Penetapan petugas yang bertanggung jawab.
• Invententarisasi, pemeliharaan, perbaikan serta Identifikasi Risiko.
• Penetapan Pengujian dan Kalibrasi Alkes. (Uji Fungsi)
• Standar Operasional Prosedur (SOP)
Contoh : SOP pemeliharaan alat,
SOP pelaporan kerusakan alat,
SOP perbaikan alat, dsb
SOP Kalibarasi, SOP penarikan alat dll
T OH PENGELOLAAN BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN /B3:
CO N
• Identifikasi dan inventarisasi bahan dan limbah B3.
• Memastikan adanya penyimpanan, pewadahan dan perawatan bahan.
• Tersedianya lembar data keselamatan sesuai karakteristik bahan.
• Tersedia sistem kedaruratan tumpahan/bocoran bahan dan limbah B3.
• Standar Operasional Prosedur (SOP) menjamin keamanan kerja
Contoh : SOP pengelolaan bahan dan limbah B3 (pemilahan,
penyimpanan, pengangkutan, penguburan dan/atau
penimbunan bahan).
T OH PENGELOLAAN PENGAMANAN KEBAKARAN:
CO N
• Program Pengamanan Kebakaran.
• Identifikasi risiko area berisiko kebakaran.
• Pengujian dan Pemeliharaan Sistem Proteksi.
• Simulasi, Evaluasi Tahunan.
• Kebijakan Larangan Merokok
• Pemantauan Kepatuhan
• Standar Operasional Prosedur (SOP) menjamin keamanan kerja
Contoh : SOP Pemantauan Kepatuhan Larangan Merokok
SOP Pengujian dan Pemeliharaan Sistem Proteksi dan Sarana Evakuasi.
T OH
CO N
DOKUMEN-DOKUMEN BUKTI PELAKSANAAN PROGRAM
DAN MONITORINGNYA:
• Bukti pelaksanaan identifikasi pengunjung
• Bukti identifikasi area berisiko keamanan
• Bukti laporan kekerasan fisik dan tindak lanjutnya
• Bukti identifikasi/inventarisasi B3 dan limbah B3 dan
penempatannya
• Bukti laporan tumpahan dan tindak lanjutnya
• Bukti penyusunan disaster plan
• Bukti simulasi disaster/kebakaran
• Bukti penyusunan HVA
• Bukti monitoring penerapan larangan merokok dan tindak
lanjutnya
T OH
CO N
• Bukti pemeliharaan system utilitas
• Bukti pemeliharaan peralatan
• Bukti laporan dan tindak lanjut kerusakan system utilitas
• Bukti laporan dan tindak lanjut kerusakan alat
• Bukti kalibrasi
• Bukti ketersediaan APAR yang tidak expired
• Bukti recall alat (kalau ada)
• Bukti ketersediaan listrik, air dan gas medis
• Bukti tindak lanjut jika terjadi kegagalan listrik/air
• Bukti pelaksanaan diklat terkait dengan MFK
ISI KEBIJAKAN MFK
(DITUANGKAN DALAM SK KEPALA PUSKESMAS TENTANG
KEBIJAKAN MFK)
• Pimpinan Puskesmas harus membentuk tim Manajemen Fasilitas dan Keselamatan
• Pedoman Manajemen Fasilitas dan Keselamatan harus disusun sebagai acuan dalam
pengelolaan Manajemen Fasilitas dan Keselamatan
• Program Manajemen Fasilitas dan Keselamatan disusun secara kolaboratif merupakan
bagian tidak terpisahkan dari perencanaan puskesmas
• Sumber daya untuk kegiatan program Manajemen Fasilitas dan Keselamatan disediakan
sesuai dengan kebutuhan Puskesmas
• Dilakukan koordinasi lintas program dan lintas sektor dalam upaya Dilakukan koordinasi
lintas program dan lintas sektor dalam program Manajemen Fasilitas dan Keselamatan
• Manajemen risiko diterapkan dalam mengelola Fasilitas dan Keselamatan.
• Identifikasi dan penetapan area berisiko.
• Penyusunan Hazard Vulnerability Assessment.
• Dilakukan monitoring dan evaluasi secara periodik terhadap pengelolaan
fasilitas dan keselamatan diterapkan dalam upaya peningkatan mutu dan
keselamatan pasien.
• Dilakukan analisis dan tindak lanjut perbaikan fasilitas dan keselamatan
diterapkan dalam upaya peningkatan mutu dan keselamatan pasien
• Pelaporan program Fasilitas dan Keselamatan diterapkan dalam upaya
peningkatan mutu dan keselamatan pasien.
PENYUSUNAN PEDOMAN
MANAJEMEN FASILITAS
DAN KESELAMATAN
DI FKTP
T OH SISTEMATIKA PEDOMAN
N
C O MANAJEMEN FASILITAS DAN
KESELAMATAN
1. Pendahuluan
2. Latar belakang
3. Tujuan
4. Pengertian
5. Kebijakan
6. Pengorganisasian
7. Kegiatan
8. Metode
9. Pencatatan dan Pelaporan
10. Monitoring dan Evaluasi
11. Penutup
FORMAT KEBIJAKAN PIMPINAN FKTP

1 enter
Huruf bookman old Di tulis dalam huruf
style, font 12 Kapital diletakkan
1 enter
ditengah margin
1 enter
Uraian singkat
latar belakang
penyusunan
kebijakan

Berisi perturan
perundang-
undangan yang
berlaku.
Disusun
berdasarkan
hirarki
peraturan
perundang-
undangan
Sesuai dengan
judul kebijakan

Disesuaikan dengan
kebutuhan

Tempat dan tanggal


penetapan

Nama FKTP, dan nama


pimpinan FKTP
Lampiran dapat
disusun jika
Pada sisi kanan
dibutuhkan margin

Judul lampiran

Isi lampiran sesuai


dengan tata cara
penulisan pada
makalah pada
umumnya

Nama FKTP dan nama


pimpinan FKTP
T OH
CO N
CONTOH
IDENTIFIKASI MFK
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR

SOP merupakan suatu perangkat Dasar Hukum penyusunan SOP


instruksi/langkah-langkah yang dibakukan Permenpan RB No. 35 Tahun 2012
untuk menyelesaikan proses kerja rutin tentang Pedoman Penyusunan SOP
tertentu Administrasi Pemerintahan

Tujuan penyusunan SOP : Agar berbagai proses


kerja rutin terlaksana dengan efisien, efektif, SOP disusun oleh tenaga FKTP yang
konsisten/ seragam dan aman, dalam rangka melakukan pekerjaan tersebut atau
meningkatkan mutu pelayanan melalui oleh unit kerja tersebut
pemenuhan standar yang berlaku

Manfaat SOP; memenuhi persyaratan SOP harus jelas, ringkas dan mudah
standar FKTP, mendokumentasikan dilaksankan, harus menggunakan
langkah-langkah kegiatan, dan kalimat perintah/instruksi.
memastikan staf FKTPmemahami Menjelaskan siapa melakukan apa
bagaimana melaksanakan kegiatannya dan dimana
Jika SOP disusun lebih dari satu
halaman, pada halaman kedua dan
seterusnya dibuat tanpa
menyertakan kop/heading

Logo pemerintah daerah


kab/kota dan lambang
Puskesmas
Heading
hanya
dihalaman
pertama

Logo klinik
pratama/prak
tik mandiri
dokter/dokter
gigi
Definisi judul SOP, dan definisi istilah yang
membutuhkan penjelasan

Berisi tujuan pelaksanaan SOP secara spesifik

Berisi kebijakan pimpinan FKTP yang menjadi


dasar penyususnan SOP

Berisi acuan penyusunan SOP seperti dokumen


eksternal, bahan kepustakaan lain

Bagian utama Berisi langkah kegiatan untuk


menyelesaikan kegiatan

Prosuder/instruksi kerja berupa simbol-


simbol (diagram alir makro dan diagram alir Berisi unit/prosedur terkait dengan proses
mikro) kerja tersebut
Contoh bagan alir
T OH
CO N
TERIMA KASIH

Anda mungkin juga menyukai