Anda di halaman 1dari 3

1.

Pro : Para Pembuat Kebijakan Harus Mencoba Menstabilkan Ekonomi


Dibiarkan begitu saja, ekonomi cenderung berfluktuasi. Ketika rumah tangga dan
perusahaan menjadi pesimis, mereka akan mengurangi pengeluaran, hal ini akan
mengurangi permintaan agregat untuk barang dan jasa. Penurunan permintaan
agregat kemudian perusahaan mengurangi produksi barang dan jasa. Perusahaan
pun akan memecat para pegawainya sehingga tingkat pengangguran menjadi naik
atau meningkat.
Resesi seperti itu tidak memiliki manfaat sama sekali bagi masyarakat dan
membuang sumber-sumber daya secara percuma.
Tidak ada alasan bagi masyarakat untuk menderita selama lonjakan dan kegagalan
siklus bisnis. Perkembangan teori ekonomi makro telah menunjukan kepada para
pembuat kebijakan bagaiman caranya mengurangi keesktreman fluktuasi ekonomi.
Kebijakan Moneter dan Fiskal dapat menstabilkan permintaan agregat demikian juga
dengan produksi dan ketenagakerjaan.
Ketika permintaan agregat turun atau tidak cukup untuk memastikan
ketenagakerjaan penuh, para pembuat kebijakan harus menaikkan pengeluaran
pemerintah,mengurangi pajak, dan memperluas ketersediaan uang. Ketika
permintaan agregat berlebih, dan beresiko memunculkan inflasi yang lebih tinggi,
para pembuat kebijakan harus memotong pengeluaran pemerintah, menaikkan
pajak, dan mengurangi ketersediaan uang.

Kontra : Meskipun kebijakan moneter dan fiscal dapat digunakan untuk


menstabilkan ekonomi secara teori, terdapat penghalang yang kokoh terhadap
penggunaan kebijakan-kebijakan tersebut pada praktiknya.
a) kebijakan moneter dan fiscal tidak dapat memengaruhi ekonomi dengan segera.
Tetapi bekerja dalam waktu yang lambat. Kebijakan moneter memengaruhi
permintaan agregat dengan mengubah tingkat suku bunga,yang selanjutnya
memengaruhi pengeluaran,khususnya investasi residensial dan bisnis. Tetapi,
kebanyakan rumah tangga dan perusahaan menetapkan rencana pengeluaran
mereka sebelumnya. Akibatnya, butuh waktu untuk perubahan tingkat suku
bunga untuk mengubah permintaan agregat barang dan jasa.
b) Kebijakan moneter hanya memiliki efek yang kecil terhadap permintaan agregat
sampai kira-kira enam bulan setelah perubahan dibuat.
c) Kebijakan Fiskal bekerja lambat dikarenakan oleh proses politik yang Panjang
yang menentukan perubahan pada pengeluaran dan pajak.
d) Karena keterlambatan- keterlambatan tersebut, para pembuat kebijakan yang
ingin menstabilkan ekonomi perlu memperhatikan kondisi ekonomi yang
mungkin muncul saat Tindakan mereka dimulai, Namun sayangnya, perkiraan
ekonomi tidak pasti.
e) Sering kali, para pembuat kebijakan yang mencoba menstabilkan ekonomi malah
melakukan hal yang sebaliknya. Kondisi ekonomi dengan mudah berubah dari
waktu ke waktu saat suatu kebijakan dimulai dan saat kebijakan tersebut mulai
terasa . Karena hal ini, para pembuat kebijakan bisa tanpa sengaja memperburuk
bukannya mengurangi besarnya fluktuasi.
2. Pro : Kunci untuk mengakhiri resesi adalah untuk mengembalikan permintaan agregat ke
konsistensi level di mana terdapat ketenagakerjaan yang cukup dari angkatan kerja
ekonomi. Untuk memastikan, kebijakan moneter adalah alat utama untuk melawan
anjloknya perekonomian. Dengan meningkatkan penawaran uang, bank sentral menurunkan
suku bunga. Tingkat suku bunga yang lebih rendah pada akhirnya menurunkan biaya
peminjaman kepada proyek investasi keuangan,seperti perusahaan dan perumahan baru.
Peningkatan belanja pada investasi menambah permintaan agregat dan membantu
mengembalikan tingkat normal produksi dan tenaga kerja.
Kebijakan Fiskal dapat menyediakan perangkat tambahan untuk melawan resesi. Ketika
pemerintah memotong pajak, hal tersebut meningkatkan pendapatan rumah tangga, yang
mendorong mereka untuk meningkatkan belanja konsumsi. Ketika pemerintah membeli
barang dan jasa, hal itu ditambahkan secara langsung permintaan agregat.
Menurut Teori Keynes, Peningkatan dalam pembelanjaan pemerintah adalah perangkat yang
lebih potensial daripada penurunan pajak. Ketika pemerintah mengeluarkan dana dalam
pemotongan pajak untuk rumah tangga, sebagian dana mungkin disimpan daripada
dihabiskan. Bagian dari dana yang disimpan itu tidak berkontribusi pada permintaan agregat
untuk barang dan jasa. Sebaliknya, Ketika pemerintah menghabiskan dana untuk membeli
barang dan jasa, dana tersebut secara cepat ditambahkan ke dalam permintaan agregat.

Kontra : Pemotongan pajak memiliki dampak yang kuat terhadap permintaan dan
penawaran agregat. Hal tersebut meningkatkan permintaan agregat dengan meningkatkan
pendapatan rumah tangga. Namun,pemotongan pajak juga dapat meningkatkan permintaan
agregat dengan mengubah intensif.
Pada saat yang bersamaan di mana pemotongan pajak meningkatkan permintaan agregat,
pemotongan pajak juga dapat meningkatkan penawaran agregat. Meningkatkan penawaran
agregat, bersamaan dengan meningkatkan permintaan agregat, berarti bahwa produksi
barang dan jasa dapat berlanjut tanpa menambahkan beban pada tingkat inflasi.

Terdapat beberapa masalah dengan peningkatan belanja pemerintahan selama resesi :


a) Konsumen memahami bahwa belanja pemerintah yang lebih tinggi,bersamaan dengan
pinjaman pemerintah yang harus mebiayai hal tersebut. Hal ini akan menimbulkan pajak
yang lebih tinggi di masa depan.
b) Masih belum jelas apakah pemerintah dapat menghabiskan dana secara bijak dan cepat.

3. Pro : Diskresi pada saat menjalankan kebijakan moneter memiliki dua masalah :
a) Diskresi tidak membatasi ketidakcakapan dan penyalahgunaan kekuasaan.
b) Kebijakan tersebut kemungkinan mengarah kepada inflasi yang lebih daripada yang
diinginkan.
Salah satu cara untuk menghindari kedua masalah terkait dengan kebebasan dalam
menjalankan kebijakan adalah memastikan atau mengikat bank sentral pada aturan
kebijakan. Contoh : missal satu aturan dipatuhi jika bank sentral meningkatkan
ketersediaan uang tepatnya tiga persen pertahun. Aturan seperti itu akan
menghilangkan ketidak cakepan dan penyalahgunaan kekuasaan pada pihak bank
sentral, dan ini akan membuat siklus bisnis politik menjadi mustahil. Selain itu, kebijakan
tidak boleh lagi menjadi tidak konsisten soal waktu.

Kontra : Meskipun ada lubang lubang perangkap atas kebijakan moneter diskresioner,
ada juga manfaat penting dari kebijakan itu yaitu fleksibilitas. Selain itu, permasalahan
yang dituduhkan pada diskresi Sebagian besar masih hipotesis. Arti penting praktis dari
siklus bisnis politik,misalnya, jauh dari kejelasan.