Anda di halaman 1dari 5

LAPORAN PRAKTIKUM

KEANEKARAGAMAN HAYATI
(KEANEKARAGAMAN GENETIK: VARIABILITAS DIANTARA
INDIVIDU DALAM SPESIES YANG SAMA)

Disusun oleh
FARADILLAH KOMALASARI
21901061040

Dosen Pengampu
Dr. Dra. Ari Hayati, M. P.

JURUSAN BIOLOGI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS ISLAM MALANG
2021/2021
A. Latihan 2: Variabilitas diantara individu dalam spesies yang sama

B. Tujuan: Mengetahui analisi kuantitatif variabilitas diantara individu dalam


spesies yang sama pada tumbuhan dan hewan

C. Dasar Teori
Menurut Sutoyo, (2010) dalam Pramesti, (2019) Keanekaragaman hayati
ialah suatu istilah yang mencakup semua bentuk kehidupan yang mencakup gen,
sepesies tumbuhan, hewan dan mikroorganisme serta ekosistem dan proses-proses
ekologi.
Keanekaragaman dapat terjadi karena dipengaruhi oleh faktor genetik dan
faktor lingkungan. Faktor genetik atau atau keturunan adalah sifat dari makhluk
hidup itu sendiri yang diperoleh dari induknya. Faktor genetik ditentukan oleh gen
atau pembawa sifat. Faktor lingkungan adalah faktor dari luar makhluk hidup
yang meliputi lingkungan fisik, lingkungan kimia, dan lingkungan biotik.
Lingkungan biotik misalnya: suhu, kelembapan cahaya, dan tekanan udara.
Lingkungan kimia misalnya: makanan, mineral, keasaman, dan zat kimia buatan.
Lingkungan biotik misalnya: mikroorganisme, tumbuhan, hewan, dan manusia.
Setiap makhluk hidup memiliki komponen pembawa sifat menurun.
Komponen tersebut tersusun atas ribuan faktor kebakaan yang mengatur
bagaimana sifat-sifat tersebut diwariskan. Faktor itulah yang disebut sebagai gen.
Itulah sebabnya individu-individu yang terdapat dalam satu jenis keturunan dapat
memiliki ciri-ciri dan sifat yang berbeda.
Menurut Indrawan, dkk (2007) dalam Carlen, dkk (2015)
Keanekaragaman gen adalah segala perbedaan yang ditemui pada makhluk hidup
dalam satu spesies. Secara umum keanekaragaman genetik dari suatu populasi
dapat terjadi karena adanya mutasi, rekombinasi, atau migrasi gen dari satu tempat
ke tempat lain.
Oleh karena itu perlu adanya pengamatan lebih lanjut pada tumbuhan
ataupun hewan untuk mengetahui keanekaragan gen dari satu spesies dan
mengetaui hubungan kekerabatan dari tiap spesies.
D. Lokasi
Pengamatan dilakukan di sekitar rumah tempat tinggal dan sekitar kampus

E. Alat dan bahan


 Individu tumbuhan
 Individu hewan
 Peralatan tulis
 Alat dokumentasi (kamera hp)
 Alat ukur (penggaris)
 Kertas grafik
 Alat timbang

F. Cara kerja
1. Dicari satu spesies tumbuhan yang memiliki karakter duduk daun berseling,
kemudian temukan satu individu tanaman yang akan dianalisis. Diukur
panjang dan lebar daun yang duduk di urutan ke-5, kemudian diletakkan
permukaan daun tersebut pada kertas grafik, dihitung jumlah luas mm2 , untuk
pengukuran luas daun. Dicatat hasil pengukuran ke-33 variabel (panjang,
lebar, luas) pada tabel. Dilakukan sebayak 10 kali pengukuran sebagai
ulangan.
2. Dicari beberapa individu dari spesies hewan (bekicot). Dilakukan pengukuran
tinggi (dari puncak sampai ke dasar cangkang). Ditimbang setiap individu
hewan (di laboratorium atau lapangan). Dilakukan pengukuran 5-10 kali
sebagai ulangan.
3. Hasil pengamatan ditabulasikan dalam tabel, kemudian dilakukan analisis
regresi untuk mengetahui hubungan antara variabel terukur dengan karakter
fisiologis (luas daun dan berat hewan), contoh antara variabel panjang (Y)
dengan luas daun (X).
4. Dilakukan pembahasan dan dirumuskan kesimpulan dari hasil yang sudah
diperoleh.
G. Hasil Pengamatan
Tabel Hasil Pengamatan

Pembahasan
Daftar Pustaka

Carlen, dkk. 2015. Keanekaragaman Hayati Tingkat Gen. Malang: Universitas Negeri
Malang.
Umah, F. K. 2015. Pengaruh Pemberian Pupuk Hayati (Biofertilizer) dan Media Tanam Yang
Berbeda Pada Pertumbuhan dan Produkvitas Tanaman Cabai Rawit (Capsicum
frutedcens L.) di Polybag. Surabaya: Universitas Airlangga.
Mariandayanti, H. N. 2012. Keragaman Kucing Domestik (Felis domesticus.) Berdasarkan
Morfogenik. Jurnal Perternakan Surabaya Vol. 1, No. 1.
Pramesti, A. H. 2019. Keanekaragaman Hayati. Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta.