Anda di halaman 1dari 29

MAKALAH

ALAM PIKIRAN MANUSIA DAN PERKEMBANGANNYA

MATA KULIAH : ILMU KEALAMAN DASAR (IKD)


DOSEN PENGAJAR : SANTI KURNIA M.Pd
WAKTU KBM : KAMIS, 17.00-18.40
Disusun oleh :
KELOMPOK 3
1. Rotua Tamara Elisabeth (2019031016)
2. Annisa Rahmadayanti (2019031022)
3. Shelyn Novy Aryanty (2019031031)
4. Citra Hafsari (2019031043)
5. Ghina Mardhiyah M (2020031071)
6. M. Arya Kamandanu (2019031072)
7. Muhammad Rafly (2019031071)
8. Putri Ayu Wandira (2019031078)
9. Nisrina Maulani (2019031084)
10. Ernawati Wahyuni (2019031100)

SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI YAI


PROGRAM STUDI S-1 AKUNTANSI
JAKARTA
2020
KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum wr.wb.

Puji syukur kita ucapkan kepada Allah SWT. Karena dengan kasih dan sayangNya kita
diberikan nikmat sehat, sehingga kita dapat melaksanaan pembelajaran pada Ilmu Kealaman
Dasar (IKD) pada semester ini, kamipun dapat menyelesaikan tugas pembuatan makalah
sebagai materi pembelajaran tepat waktu.

Shalawat serta salam kita kirimkan kepada Nabi Muhammad SAW. Karena dengan
perjuangan beliau beserta sahabatnya yang membawa kita dari zaman jahiliyah menuju zaman
yang penuh dengan ilmu pengetahuan. Dan semoga dengan shawalat kita bisa mendapatkan
Syafaat dari beliau.

Terimakasih kepada dosen pengajar kami, ibu Santi Kurnia yang telah memberikan
kepercayaan kepada kami untuk membuat makalah mengenai “Alam Pikiran Manusia dan
Perkembangannya” sehingga kami mendapatkan pengetahuan juga ilmu-ilmu baru yang
sebelumnya tidak kami ketahui.

Mohon maaf dari kami pembuat makalah kepada pembaca makalah ini, apabila di dalam
makalah ini di jumpai kesalahan-kesalahan baik salah kata maupun yang lainnya. Kami sadari
bahwa kami tak luput dari kesalahan, maka dengan sangat kerendahan hati apabila terdapat
koreksi mengenai makalah ini, dengan senang hati kami terima untuk lebih baik lagi
kedepannya.

Wassalamu’alaikum wr.wrb

Jakarta, 29 September 2020

Penulis
KELOMPOK 3

ALAM PIKIRAN MANUSIA


DAN 2
PERKEMBANGANNYA
DAFTAR ISI

COVER ......................................................................................................................... 1
KATA PENGANTAR .................................................................................................. 2
DAFTAR ISI ................................................................................................................. 3
BAB I PENDAHULUAN ............................................................................................. 4
1.1 Latar belakang ...................................................................................................... 4
1.2 Rumusan Masalah ................................................................................................. 5
1.3 Tujuan dan Manfaat Penulisan ............................................................................. 5
1.3.1 Tujuan Penulisan ................................................................................... 5
1.3.2 Manfaat Penulisan ................................................................................. 5

BAB II PEMBAHASAN .............................................................................................. 6


2.1 Hakikat Manusia dan Sifat keingintahuan ............................................................ 6
2.1.1 Manusia ...................................................................................................... 6
2.1.2 Hakikat Manusia ......................................................................................... 7
a. Hakikat Manusia Sebagai Mahluk yang Kuat ........................................ 8
b. Hakikat Manusia Sebagai Mahluk yang Bertanggung Jawab ................ 9
c. Hakikat Manusia Dalam Wujud dan Sifatnya ........................................ 9
2.1.3 Sifat Keingintahuan Manusia ...................................................................... 12
a. Ilmu Pengetahuan Alam Bagi Manusia .................................................. 12
b. Fungsi Ilmu Alamiah Bagi Manusia....................................................... 13
2.2 Perkembangan Fisik, Sifat, dan Pikiran Manusia ................................................. 15
2.2.1 Perkembangan Fisik Manusia ..................................................................... 15
2.2.2 Perkembangan Sifat, dan Pikiran Manusia ................................................. 18
2.2.3 Penalaran Manusia ...................................................................................... 20
2.2.4 Cara Memperoleh Pengetahuan Pada Manusia ........................................... 21
2.3 Sejarah Pengetahuan Manusia .............................................................................. 25

BAB III PENUTUPAN ..................................................................................................... 28


3.1 Kesimpulan ............................................................................................................. 28
KELOMPOK 3

3.2 Saran ....................................................................................................................... 28


DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................................ 29

ALAM PIKIRAN MANUSIA


DAN 3
PERKEMBANGANNYA
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Manusia, hewan, hewan serta benda-benda yang ada dialam semesta merupakan ciptaan
dari yang Maha Kuasa. Namun, diantara semua ciptaanya manusia merupakan mahluk
tuhan yang paling sempurna. Hal ini dikarenakan, manusia dibekali akal dan pikiran,
sehingga manusia memiliki rasa keinginan yang tinggi. Rasa keinginan itu bisa berupa
keinginan menggapa sesuatu seperti cita-cita; keinginan melakakukan sesuatu; dan bisa
juga rasa keinginan untuk mengetahui sesuatu, keinginan ini di sebut sebagai rasa
keingintahuan.
Rasa keingintahuan juga pada dasarnya dimiliki oleh hewan, akan tetapi rasa ini tidak
berkembang atau disebut “idle curiousity” atau “instinct”, rasa insting ini hanya bertujuan
untuk melestarikan hidupnya saja seperti untuk mencari makan, melindungi diri, dan
berkembang biak. Namun, pada manusia rasa keingintahuan dalam dirinya berkembang,
yang kemudian jawaban yang manusia dapat dari rasa ingin tahu ini disebut pengetahuan.
Dengan apa yang telah diperoleh manusia, biasanya manusia tidak akan pernah puas
tentang bagaimana, apa, mengapa. Hal ini menyebabkan manusia selalu memiliki
pertanyaan dan selalu ingin mencari jawaban.
Dari jawaban-jawaban yang telah ditemukan manusia, di lakukanlah penelitian-
penelitian dengan tujuan memanfaatkan pengetahuannya untuk memperbaiki kualitas dan
pemenuhan kebutuhan hidup manusia. Salah satu yang telah menjadi hasil penelitian
manusia yaitu terciptanya Ilmu kealaman Dasar.
Ilmu kealaman dasar merupakan ilmu pengetahuan yang mengkaji gejala-gejala dalam
alam semesta, sehingga terbentuk konsep dan prinsip, termasuk manusia. Dalam makalah
ini akan dibalas secara detail mengengai manusia.
Selain untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Ilmu Kealaman Dasar, penulisan ini
dilakukan untuk mengetahui lebih lanjut mengenai manusia dari segi pemikiran dan
perkembangannya. Maka dari itu judul makalah ini ialah “Alam Pikiran Manusia dan
Perkembangannya”
KELOMPOK 3

ALAM PIKIRAN MANUSIA


DAN 4
PERKEMBANGANNYA
1.2 Rumusan Masalah
1. Apa saja yang menjadi hakikat manusia ?
2. Bagaimanakah perkembangan fisik, sifat, dan pikiran pada manusia ?
3. Bagaimanakah sejarah pengetahuan manusia ?

1.3 Tujuan dan Manfaat Penulisan


1.3.1 Tujuan Penulisan
1. Untuk mengetahui sebagai manusia, apa saja hakikat yang kita miliki
2. Untuk mengetahui bagaimana perkembangan fisik, sifat, dan pikiran yang
terdapat pada manusia .
3. Untuk mengetahui sejarah pengetahuan manusia.

1.3.2 Manfaat Penulisan


1. Dapat mengetahui hakikat yang lekat pada manusia
2. Dapat mengetahui perkembangan yang terjadi manusia dari segi fisik, sifat dan
pikiran.
3. Dapat mengetahui proses panjang hingga terbentuk pengetahuan manusia.

KELOMPOK 3

ALAM PIKIRAN MANUSIA


DAN 5
PERKEMBANGANNYA
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Hakikat Manusia dan Sifat Keingintahuan


2.1.1 Manusia
Manusia adalah makhluk paling sempurna yang pernah di ciptakan tuhan yang
maha esa Kesempurnaan yang dimiliki manusia merupakan suatu konsekuensi
fungsi dan tugas mereka sebagai khalifah atau pemimpin dimuka bumi ini.
Secara istilah manusia dapat diartikan sebuah konsep atau sebuah fakta, sebuah
gagasan atau realitas, sebuah kelompok (genus) atau seorang individu.Manusia juga
dapat diartikan berbeda-beda baik menurut sudut pandang biologis, rohani, dan
istilah kebudayaan, atau secara campuran. Secara biologis, manusia diklasifikasikan
sebagai Homo sapiens (Bahasa Latin untuk manusia), sebuah spesies primata dari
golongan mamalia yang dilengkapi otak berkemampuan tinggi. Dalam hal
kerohanian, mereka dijelaskan menggunakan konsep jiwa yang bervariasi di mana,
dalam agama, dimengerti dalam hubungannya dengan kekuatan ketuhanan atau
makhluk hidup; dalam mitos, mereka juga seringkali dibandingkan dengan ras lain.
Manusia merupakan makhluk hidup ciptaan tuhan dengan segala fungsi dan
potensinya yang tunduk kepada aturan hukum alam, mengalami kelahiran,
pertumbuhan, perkembangan, mati, dan seterusnya, serta terkait dan berinteraksi
dengan alam dan lingkungannya dalam sebuah hubungan timbal balik positif
maupun negatif. Manusia adalah makhluk yang terbukti berteknologi tinggi. Ini
karena manusia memiliki perbandingan massa otak dengan massa tubuh terbesar
diantara semua makhluk yang ada di bumi. Manusia sebagai makhluk yang memiliki
kelebihan dibandingkan dengan penghuni bumi lainnya. Beberapa kelebihan
manusia dari pada makhluk lainnya antara lain:
a. Manusia sebagai makhluk berpikir dan bijaksana (Homo sapiens) yang
dicerminkan dalam tindakan dan perilakunya terhadap lingkungannya.
b. Manusia sebagai pembuat alat karena sadar akan keterbatasan inderanya.
(Homo Feber).
c. Manusia dapat berbicara (Homo Langues) baik secara lisan maupun tulisan.
KELOMPOK 3

d. Manusia dapat hidup bermasyarakat (Homo sosius) dan berbudaya (Homo


Humanis).
e. Manusia dapat mengadakan usaha (Homo Economicus).
ALAM PIKIRAN MANUSIA
DAN 6
PERKEMBANGANNYA
f. Manusia mempunyai kepercayaan dan beragama (Homo religious).
Manusia yang Bersifat Unik. Ciri-ciri Manusia:
1. Organ tubuhnya komplek dan sangat khusus, terutama otaknya
2. Mengadakan metabolism atau penyususnan zat
3. Memberikan tanggapan terhadap rangsangan dari dalam dan luar
4. Memiliki potensi untuk berkembang
5. Tumbuh dan berkembang
6. Berinteraksi dengan lingkungan
7. Bergerak Perbedaan manusia dengan makhluk lain yaitu memiliki akal
budi dan kemauan keras.
Ada beberapa pandangan para filsafat mengenai manusia, manusia memiliki 2
elemen dalam dirinya, yaitu jiwa dan tubuh, yang keduanya merupakan elemen yang
berdiri sendiri, yang satu lepas dari yang lain. Jiwa berada di dalam tubuh layaknya
dalam sebuah penjara seperti yang diungkapkan oleh plato (428-348 SM) bahwa
tubuh adalah musuh jiwa karena tubuh penuh dengan berbagai kejahatan dan jiwa
berada dalam tubuh yang demikian itu, maka tubuh merupakan penjara jiwa.
Menurut pemikiran plato jiwa manusia terdiri dari tiga bagian,
yaitu nous (akal), thumos (semangat), ephitumia (nafsu), karena pengaruh nafsu,
jiwa manusia terpenjara dalam tubuh. Hanya kematian yang akan melepaskan jiwa
dari belenggu tersebut. Lalu Demokritos (460-370) mengajarkan bahwa manusia
adalah materi. Jiwapun adalah materi yang terdiri dari atom-atom khusus yang
bundar, halis dan licin, oleh sebab itu tidak saling mengait satu sama lain. Demikian
juga atom-atom yang berbentuk lain.

2.1.2 Hakikat Manusia


Menurut bahasa, hakikat berarti kebenaran atau sesuatu yang sebenar- benarnya
atau asal segala sesuatu. Dapat juga dikatakan hakikat itu adalah inti dari segala
sesuatu. Dikalangan tasawuf orang mencari hakikat diri manusia yang sebenarnya,
karena itu muncul kata-kata diri mencai sebenar- benar diri. Sama dengan pengertian
itu mencari hakikat jasad, hati, roh, nyawa, dan rahasia.
Sedangkan arti hakikat manusia itu sendiri dari pandangan umum, manusia adalah
KELOMPOK 3

makhluk yang memiliki jiwa. Jiwa merupakkan hal yang essensial dari diri manusia
dan kemanusiaannya. Dengan jiwa inilah, manusia dapat berkehendak, berpikir,
berkemauan, dan nalar intelektual. Nalar intelektual ini pula yang membuat manusia

ALAM PIKIRAN MANUSIA


DAN 7
PERKEMBANGANNYA
dapat membedakan antara yang baik dan yang jelek, antara yang salah dan yang
benar.
Hakikat Manusia adalah makhluk yang kuat, ada juga yang menyebut hakikat
manusia adalah makhluk yang sempurna , ada juga yang menyebutnya makhluk
paling cerdas dari semua itu menunjukan bahwa hakikat manusia adalah mahkluk
yang positif. Manusia dengan segala sifat dan karakternya, diciptakan dengan
sebegitu sempurnanya. Hakikat manusia adalah sebagai berikut :
1. Makhluk yang memiliki tenaga dalam yang dapat menggerakkan hidupnya untuk
memenuhi kebutuhan-kebutuhannya.
2. Individu yang memiliki sifat rasional yang bertanggung jawab atas tingkah laku
intelektual dan sosial.
3. Mampu mengarahkan dirinya ke tujuan yang positif mampu mengatur dan
mengontrol dirinya dan mampu menentukan nasibnya.
4. Makhluk yang dalam proses menjadi berkembang dan terus berkembang tidak
pernah selesai (tuntas) selama hidupnya.
5. Individu yang dalam hidupnya selalu melibatkan dirinya dalam usaha untuk
mewujudkan dirinya sendiri, membantu orang lain dan membuat dunia lebih baik
untuk ditempati.
6. Suatu keberadaan yang berpotensi yang perwujudanya merupakan
ketakterdugaan dengan potensi yang tak terbatas.
7. Makhluk Tuhan yang berarti ia adalah makhluk yang mengandung kemungkinan
baik dan jahat.
8. Individu yang sangat dipengaruhi oleh lingkungan turutama lingkungan sosial,
bahkan ia tidak bisa berkembang sesuai dengan martabat kemanusiaannya tanpa
hidup di dalam lingkungan sosial.
Disisi lain, terdapat 3 hakikat manusia, yaitu :
a. Manusia Sebagai Mahluk yang Kuat
Hakikat manusia sebagai mahluk yang kuat tentu karena manusia dicipta
dengan diberikan akal. Dengan akalnya manusia bisa mengalahkan terbangnya
burung yang terbang ke angkasa, dengan akalnya manusia bisa berenang di
dasar laut seperti ikan. Dibanding makhluk lainnya manusai mempunyai
KELOMPOK 3

kelebihan-kelebihan yang membedakan manusia dengan makhluk lainnya.


Kelebihan manusia adalah kemampuan untuk bergerak dalam ruang yang

ALAM PIKIRAN MANUSIA


DAN 8
PERKEMBANGANNYA
bagaimanapun, baik didarat, dilaut, maupun diudara. Sedangkan binatang
bergerak diruang yang terbatas. Walaupun ada binatang yang bergerak didarat
dan dilaut, namun tetap saja mempunyai keterbatasan dan tidak bisa
melampaui manusia.

b. Manusia Sebagai Makluk yang Bertanggungjawab


Sesungguhnya hakikat manusia adalah mahluk yang bertanggung jawab
atas tindakannya dan manusia diberi naluri. Naluri adalah semacam dorongan
alamiah dari dalam diri manusia untuk memikirkan serta menyatakan suatu
tindakan. Setiap makluk hidup memiliki dorongan yang dapat diekspresikan
secara spontan sebagai tanggapannya kepada stimulus yang muncul dari dalam
diri atau dari luar dirinya. Naluri ini tidak setiap waktu muncul yang baik tetapi
kadang muncul naluri kejahata. Namun pada hakikatnya atas tindakan
kebaikan maupun kejahatan manusia memiliki tanggung jawab.

c. Manusia Dalam Wujud dan Sifatnya


Sesungguhnya hakikat manusia adalah mahluk yang bertanggung jawab
atas tindakannya dan manusia diberi naluri. Naluri adalah semacam dorongan
alamiah dari dalam diri manusia untuk memikirkan serta menyatakan suatu
tindakan. Setiap makluk hidup memiliki dorongan yang dapat diekspresikan
secara spontan sebagai tanggapannya kepada stimulus yang muncul dari dalam
diri atau dari luar dirinya. Naluri ini tidak setiap waktu muncul yang baik tetapi
kadang muncul naluri kejahata. Namun pada hakikatnya atas tindakan
kebaikan maupun kejahatan manusia memiliki tanggung jawab.

Mengenai wujud sifat hakikat manusia (yang tidak dimiliki oleh hewan),
akan dipaparkan oleh paham eksistensialisme dengan tujuan agar menjadi
masukan dalam membenahi konsep pendidikan, yaitu:
1. Kemampuan Menyadari Diri
Kaum rasional menunjuk kunci perbedaan manusia dengan hewan pada
adanya kemampuan menyadari diri yang dimiliki oleh manusia. Berkat
adanya kemampuan menyadari diri yang dimiliki oleh manusia, maka
manusia menyadari bahwa dirinya memiliki ciri khas atau karakteristik diri.
KELOMPOK 3

Hal ini menyebabkan manusia dapat membedakan dirinya dengan yang lain
dan dengan lingkungan fisik di sekitarnya.

ALAM PIKIRAN MANUSIA


DAN 9
PERKEMBANGANNYA
2. Kemampuan Bereksistensi
Kemampuan bereksistensi adalah kemampuan menempatkan diri dan
menerobos. Justru karena manusia memiliki kemampuan bereksistensi
inilah maka pada manusia terdapat unsur kebebasan. Dengan kata lain,
adanya manusia bukan ”berada” seperti hewan dan tumbuh-tumbuhan,
melainkan “meng-ada” di muka bumi. Jika seandainya pada diri manusia
ini tidak terdapat kebebasan, maka manusia itu tidak lebih dari hanya
sekedar “esensi” belaka, artinya ada hanya sekedar “ber-ada” dan tidak
pernah “meng-ada” atau “ber-eksistensi”. Adanya kemampuan
bereksistensi inilah yang membedakan manusia sebagai makhluk human
dari hewan selaku mahkluk infra human, dimana hewan menjadi orderdil
dari lingkungan, sedangkan manusia menjadi manajer terhadap
lingkungannya.
3. Kata Hati
Kata hati atau conscience of man juga sering disebut dengan istilah hati
nurani, lubuk hati, suara hati, pelita hati, dan sebagainya. Conscience ialah
“pengertian yang ikut serta” atau “pengertian yang mengikut perbuatan”.
Manusia memiliki pengertian yang menyertai tentang apa yang akan, yang
sedang, dan yang telah dibuatnya, bahkan mengerti juga akibatnya, bagi
manusia sebagai manusia.
4. Moral
Jika kata hati diartikan sebagai bentuk pengertian yang menyertai
perbuatan, maka yang dimaksud dengan moral (yang sering juga disebut
etika) adalah perbuatan itu sendiri. Disini tampak bahwa masih ada jarak
antara kata hati dengan moral. Artinya seseorang yang telah memiliki kata
hatiyang tajam belum otomatis perbuatannya merupakan realisasi dari
kata hatinya itu. Untuk menjembatani jarak yang mengantarai keduanya
masih ada aspek yang diperlukan yaitu kemauan. Bukankah banyak orang
yang memiliki kecerdasan akal tetapi tidak cukup memiliki moral. Itulah
sebabnya maka pendidikan moral juga sering disebut pendidikan kemauan.
5. Tanggung Jawab
KELOMPOK 3

Kesedian untuk menanggung segenap akibat dari perbuatan yang


menuntut tanggung jawab, merupakan pertanda dari sifat orang yang

ALAM PIKIRAN MANUSIA


DAN 10
PERKEMBANGANNYA
bertanggung jawab. Wujud bertanggung jawab bermacam-macam. Ada
tanggung jawab kepada diri sendiri, tanggung jawab kepada masyarakat,
dan tanggung jawab kepada Tuhan. Dengan demikian tanggung jawab
dapat diartikan sebagai keberanian untuk menentukan bahwa sesuatu
perbuatan sesuai dengan tuntunan kodrat manusia, dan bahwa hanya karena
itu perbuatan tersebut dilakukan, sehingga sanksi apapun yang dituntutkan
(oleh kata hati, masyarakat, norma-norma agama), diterima dengan penuh
kesadaran dan kerelaan.
6. Rasa Kebebasan
Merdeka adalah rasa bebas (tidak merasa terikat oleh sesuatu), tetapi
sesuai dengan tuntunan kodrat manusia. Kemerdekaan dalam arti yang
sebenarnya memang berlangsung dalam keterikatan. Artinya, bebas berbuat
sepanjang tidak bertentangan dengan tuntunan kodrat manusia.
Kemerdekaan berkaitan erat dengan kata hati dan moral. Seseorang
mengalami rasa merdeka apabila segenap perbuatanya (moralnya) sesuai
dengan apa yang dikatakan oleh kata hatinya, yaitu kata hati yang sesuai
dengan kodrat manusia.
7. Kewajiban dan Hak
Pada dasarnya hak itu adalah sesuatu yang masih kosong. Artinya
meskipun hak tentang sesuatu itu ada. Belum tentu seseorang
mengetahuinya (misalnya hak memperoleh perlindungan hukum).
Pemenuhan hak dan pelaksanaan kewajiban bertalian erat dengan soal
keadilan. Dalam hubungan ini dapat dikatakan bahwa keadilan terwujud
bila hak sejalan dengan kewajiban karena pemenuhan hak dan pelaksaaan
kewajiban dibatasi oleh situasi kondisi yang berarti tidak semua hak dapat
terpenuhi dan tidak segenap kewajiban dapat sepenuhnya dilakukan.
8. Kemampuan Menghayati Kebahagian
Pada saat orang menghayati kebahagian, aspek rasa lebih berperan dari
pada aspek nalar. Oleh karena, itu dikatakan bahwa kebahagian itu sifatnya
irasional. Kebahagian itu ternyata tidak terletak pada keadaanya sendiri
secara factual (lulus sebagai sarjana, mendapat pekerjaan dan seterusnya)
KELOMPOK 3

atau pun pada rangkaian prosesnya, maupun pada perasaan yang


diakibatkannya tetapi terletak pada kesangguapan menghayati semuanya

ALAM PIKIRAN MANUSIA


DAN 11
PERKEMBANGANNYA
itu dengan keheningan jiwa, dan mendudukkan hal-hal tersebut didalam
rangkaian atau ikatan tiga hal yaitu, usaha, norma-norma, dan takdir.
Manusia yang menghayati kebahagian adalah pribadi manusia dengan
segenap keadaan dan kemampuannya. Manusia menghayati
kebahagaian apabila jiwanya bersih dan stabil, jujur, bertanggung jawab,
mempunyai pandangan hidup dan keyakinan hidup yang kukuh dan
bertekad untuk merealisasikan dengan cara yang realistis.

2.1.3 Sifat Keingintahuan Manusia


a. Ilmu Pengetahuan Bagi Manusia

Ilmu pengetahuan alam itu, bermula dari rasa ingin tahu yang merupakan ciri
khas manusia. Rasa ingin tahu itu, tidak dimiliki oleh makhluk lain. Hal ini seperti
tumbuhan dan hewan. Sebatang pohon misalnya,menunjukkan tanda-tanda
pertumbuhan dan gerak, namun gerak itu terbatas pada mempertahankan
kelestarian hidupnyayang bersifat tetap.
Sedangkan pada hewan semiasal monyet, ternyata kehendak mereka
mengeksplorasialamsangat besar. Hal itu didorong oleh rasa ingin tahu yang
tetap sepanjang zaman atau yang oleh issac Asimov (1920) disebut instinck.
Insting itu berpusat pada satu hal saja,yakni untuk mempertahankan hidup. Selain
monyet, hewan burung-burung bergerak dari satu tempat didorong oleh suatu
keinginan, antara lain rasa ingin tahu. Ingin tahu apakah di sana ada cukup
makanan untuk disantap sendiri atau bersama yang lain. Ingin tahu apakah disuatu
tempat cukup aman untuk membuat sarang. Namun rasa ingin tahu mereka tidak
berkembang, hanya sebatang mempertahankan hidup, melindungi diri, dan
berkembang biak.
Manusia juga memiliki insting seperti yang dimiliki oleh hewan dan tumbuh-
tumbuhan. Namun, manusia dapat mengembangkan insting tersebut. Dengan
kemampuannya berbahasa, manusia memberikan nama pada setiap benda yang
dikenalnya, sehingga dalam berkomunikasi dengan manusi lain, dapat
menggunakan pengertian dan peristilahan yang sama. Dari benda-benda alam
berdasarkan pengalaman, diketahui sifat-sifatdan kegunaannya bagi kehidupan
KELOMPOK 3

manusia. Namun dengan pertolongan akal budinya, manusia


menemukanberbagai cara untuk melindungi diri terhadap pengaruh lingkungan
yang merugikan dan juga menimbuulkan rasa ingin tahu yang selalu berkembang.
ALAM PIKIRAN MANUSIA
DAN 12
PERKEMBANGANNYA
Rasa ingin tahu yang terus berkembang dan seolah-olah tanpa batas itu
menimbulkan perbendaharaan pengetahuan pada manusia itu sendiri. Hal ini
tidak saja meliputi kebutuhan-kebutuhan praktis untuk hidupnya sehari-hari
seperti bercocok tanam atau membuat panah atau lembing yang lebih efektif
untuk berburu, tetapi pengetahuan manusia juga berkembang sampai kepada hal-
hal yang menyangkut keindahan.
Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) bermula dari rasa ingin tahu, yang merupakan
suatu ciri khas manusia. Manusia mempunyai rasa ingin tahu tentang benda-
benda di sekelilingnya, alam sekitarnya, angkasa luar, bahkan tentang dirinya
sendiri.Rasa ingin tahu seperti itu tidak dimiliki oleh makhluk lain. Jelas kiranya
bahwa rasa ingin tahu itu tidak dimiliki oleh benda-benda tak hidup seperti batu,
tanah, api, angin, dan sebagainya. Air dan udara memang bergerak dari satu
tempat ke tempat lain, namun gerakannya itu bukan atas kehendaknya tetapi
sekedar akibat dari pengaruh alamiah yang bersifat kekal.

b. Fungsi Ilmu Alamiah bagi Manusia


Ilmu pengetahuan alam itu, bermula dari rasa ingin tahu yang merupakan ciri
khas manusia. Rasa ingin tahu itu, tidak dimiliki oleh makhluk lain. Hal ini seperti
tumbuhan dan hewan. Sebatang pohon misalnya,menunjukkan tanda-tanda
pertumbuhan dan gerak, namun gerak itu terbatas pada mempertahankan
kelestarian hidupnyayang bersifat tetap.
Sedangkan pada hewan semiasal monyet, ternyata kehendak mereka
mengeksplorasialamsangat besar. Hal itu didorong oleh rasa ingin tahu yang
tetap sepanjang zaman atau yang oleh issac Asimov (1920) disebut instinck.
Insting itu berpusat pada satu hal saja,yakni untuk mempertahankan hidup. Selain
monyet, hewan burung-burung bergerak dari satu tempat didorong oleh suatu
keinginan, antara lain rasa ingin tahu. Ingin tahu apakah di sana ada cukup
makanan untuk disantap sendiri atau bersama yang lain. Ingin tahu apakah disuatu
tempat cukup aman untuk membuat sarang. Namun rasa ingin tahu mereka tidak
berkembang, hanya sebatang mempertahankan hidup, melindungi diri, dan
berkembang biak.
KELOMPOK 3

Manusia juga memiliki insting seperti yang dimiliki oleh hewan dan tumbuh-
tumbuhan. Namun, manusia dapat mengembangkan insting tersebut. Dengan
kemampuannya berbahasa, manusia memberikan nama pada setiap benda yang

ALAM PIKIRAN MANUSIA


DAN 13
PERKEMBANGANNYA
dikenalnya, sehingga dalam berkomunikasi dengan manusi lain, dapat
menggunakan pengertian dan peristilahan yang sama. Dari benda-benda alam
berdasarkan pengalaman, diketahui sifat-sifatdan kegunaannya bagi kehidupan
manusia. Namun dengan pertolongan akal budinya, manusia
menemukanberbagai cara untuk melindungi diri terhadap pengaruh lingkungan
yang merugikan dan juga menimbuulkan rasa ingin tahu yang selalu berkembang.
Rasa ingin tahu yang terus berkembang dan seolah-olah tanpa batas itu
menimbulkan perbendaharaan pengetahuan pada manusia itu sendiri. Hal ini
tidak saja meliputi kebutuhan-kebutuhan praktis untuk hidupnya sehari-hari
seperti bercocok tanam atau membuat panah atau lembing yang lebih efektif
untuk berburu, tetapi pengetahuan manusia juga berkembang sampai kepada hal-
hal yang menyangkut keindahan.
Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) bermula dari rasa ingin tahu, yang merupakan
suatu ciri khas manusia. Manusia mempunyai rasa ingin tahu tentang benda-
benda di sekelilingnya, alam sekitarnya, angkasa luar, bahkan tentang dirinya
sendiri.Rasa ingin tahu seperti itu tidak dimiliki oleh makhluk lain. Jelas kiranya
bahwa rasa ingin tahu itu tidak dimiliki oleh benda-benda tak hidup seperti batu,
tanah, api, angin, dan sebagainya. Air dan udara memang bergerak dari satu
tempat ke tempat lain, namun gerakannya itu bukan atas kehendaknya tetapi
sekedar akibat dari pengaruh alamiah yang bersifat kekal.

Ilmu alamiah sering disebut ilmu pengetahuan atau ilmu kealaman. Dalam
bahasa inggris disebut natural science. Ilmu ini merupakan ilmu pengetahuan
yang mengkaji gejala-gejala alam semesta,termasuk bumi sehingga terbentuk
konsep dan prinsip. Ilmu alamiah dasar (basic science) hanya mengkaji konsep-
konsep dan prinsip-prinsip dasar esensial.
Fungsi ilmu alamiah bagi manusia didasarkan pada hal-hal berikut:
1. Manusia tercipta dalam keadaan tidak memiliki ilmu pengetahuan.
2. Manusia terlahir dalam keadaan fitrah.
3. Manusia diwajibkan mencari ilmu
4. Semua ilmu bersumber dari alam, dan
KELOMPOK 3

5. Alam berasal dari Tuhan.


Lima alasan diatas merupakan titik tolak dan prinsip lahirnya ilmu
pengetahuan. Hal ini karena dengan lima pandangan tersebut, manusia tidak

ALAM PIKIRAN MANUSIA


DAN 14
PERKEMBANGANNYA
berhenti mengembangkan pendidikan, baik secara praktis, sehingga pendidikan
semakin berkembang dan alam semakin eksistensinya.
Adapun fungsi ilmu pengetahuan alam bagi manusia :
1. Meningkatan pola hidup manusia di muka bumi.
2. Meningkatkan kebudayaan masyarakat dalam merekayasa dan
mengeksploitasi alam.
3. Meningkatkan kemandirian manusia dalam bertahan hidup,
4. Memelihara kelangsungan repoduksi alam.
5. Mewaspadai gejala alam yang akan menimbulkan petaka bagi manusia.
6. Memelihara dirinya dari ancaman penyakit.
7. Mampu beradaptasi dengan kondisi alam yang berubah-ubah.
8. Meningkatkan harkat dan martabat manusia dari segi pendidikan kealaman.
9. Sarana pengabdian kepada tuhan.
Tujuan ilmu alamiah menurut para ahli adalah mencari kebenaran tentang
objek tertentu yang bersifat relatif. Alam semesta sebagai objek penyelidikan
mempunyai aspek yang sangat luas, misalnya aspek kimiawi, aspek biologis,
aspek ekonomis, dan sebagainya. Oleh karena itu, tidak mungkin ilmu alamiah
dapat mencapai seluruh kebenaran mengenai objeknya. Kebenaran yang dapat
dicapai oleh ilmu alamiah hanya satu atau beberapa aspek saja sehingga aspek
lain belum diketahui. Tetapi yang terpenting adalah mencapai kebenaran objektif,
yakni kebenarannya dicapai melalui keputusan atas objeknya, dan dirumuskan
secara sistematis.

2.2 Perkembangan Fisik, Sifat, dan Pikiran Manusia


2.2.1 Perkembangan Fisik Manusia
Tubuh manusia berubah sejak sel sederhana yang selanjutnya secara bertahap
menjadai manusia sempurna. Sel sederhana berasal dari sel kromosom sperma yang
identic dengan kromososm sel telur yang telah melakukan fertilisasi (pembuahan),
dari hasil pembuahan ini akan terbetuk menjadi zigot. Saat menjadi zigot, terdapat
perubahan-perubahan fisik, yaitu : morulla, blastula, gastrula, dan embrio. Pada saat
KELOMPOK 3

hasil peleburan sperma dan ovum telah berubah fisik menjadi embrio, maka inilah
yang disebut sebagai calon individu baru.
Selama masa embrio, terdapat perubahan-perubahan fisik yang terjadi yaitu :

ALAM PIKIRAN MANUSIA


DAN 15
PERKEMBANGANNYA
Umur 4 minggu, organ penting seperti jantung sudah terbentuk, dan mulai tampak
telinga dan mata.
Umur 8 minggu, embrio sudah mirip seperti bayi dengan ukuran kepala yang relative
besar, hidung, mata, telinga, tangan, dan kaki mulai tampak jelas bentuknya.
Umur 10 minggu, panjang janin mencapai 6 cm dan sudah terlihat seperti bayi.
Ukuran kepala lebih besar jika dibandingkan dengan ukuran badannya. Selain itu,
perkembangan mata, telinga, hidung, jari kaki dan jadi tangan sudah semakin
sempurna.
Umur 7 bulan, perkembangan janin sudah sempurna secara fisik, namun jika bayi
lahir pada usia kandungan ini maka bayi tersebut lahir dalam kondisi premature
(kurang bulan.
Umur 8 bulan, ukuran bayi semakin besar yakni mencapi 40 cm.
Umur 40 minggu, ukuran bayi dapat mencapai 50cm atau bahkan lebih (biasanya 3-
5 cm) dan berat mencapai 3 hingga 3,5 kg. pada waktu ini, bayi telah siap untuk
dilahirkan.
Setelah manusia dilahirkan, maka pada usia 0-11 tahun manusia akan mengalami
perubahan fisik hanya secara tinggi dan berat badan. Kemudian pada 11-18 tahun,
perubahan fisik manusia yang terjadi tidak hanya tinggi dan berat badan. Pada masa
inilah yang disebut masa pubertas. Perubahan fisik pada masa pubertas antara laki-
laki dan perempuan mengalami perbedaan.
a. Laki-laki
Masa puber seorang laki-laki dimulai ketika organ-organ reproduksi laki-laki
telah befungsi. Masa puber ini di tandai dengan peristiwa mimpi basah. Adapun
ciri-ciri sekundernya yaitu :
1. Dada membesar/membidang
2. Suara membesar dan berat
3. Tumbuhnya rambut pada ketiak dan sekitar kemaluan
4. Jakun membesar
b. Perempuan
Masa puber seorang perempuan dimulai ketika organ-organ reproduksinya telah
berfungsi. Masa puber inii ditandai dengan mulai datangnya haid/menstruasi.
KELOMPOK 3

Dengan ciri-ciri sekundernya yaitu :


1. Payudara dan pinggu membesar

ALAM PIKIRAN MANUSIA


DAN 16
PERKEMBANGANNYA
2. Kulit menjadi halus
3. Suara kecil dan lembut
4. Tumbuh jenggot dan kumis
5. Tumbuh rambut di ketiak dan sekitar kemaluan
Kemudian pada usia manusia menginjak 50 tahun keatas, ini di sebut sebagai
Manula, ciri-ciri manula ialah :
1. Penurunan fungsi organ-organ tubuh, seperti pendengaran, pengelihatan dll
2. Gerakan menjadi lambat karena persendian kaku dan tulang keropos
(osteoporosis)
3. Tbuh cepat letih dan daya tahan tubuh terhadap penyakit menurun.
4. Pada wanita mengalami menopause.
Perkembangan fisik manusia dipengaruhi factor internal dan eksternal. Antara lain :
 Faktor internal
1. Gen
Gen sangat berpengaruh terhadap tumbuh kembang manusia. Gen merupakan
materi pembawa sifat dari orang tua yang diturunkan kepada anaknya seperti
tinggi badan, warna kulit, bentuk hidung, mata alis, dan lain sebagainya.
2. Hormon
Hormon merupakan zat yang mengendalikan fungsi dalam tubuh manusia yang
berpengaruh pada tumbuh kembang manusia. Dalam diri manusia terdapat
berbagai hormon yang menentukan baik tidaknya pertumbuhan dan
perkembangan manusia itu sendiri.

 Faktor eksternal
1. Makanan
Gizi yang terkandung dalam makanan harus diperhatikan agar manusia dapat
bertumbuh kembang dengan sempurna. Manusia sebaiknya mengkonsumi
makanan 4 sehat 5 sempurna yang mengandung karbohidrat, protein, vitamin,
mineral, dan kalsium.

2. Lingkungan
Keadaan lingkungan juga dapat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan
KELOMPOK 3

perkembangan. Manusia yang hidup di lingkungan baik akan tumbuh dan


berkembang menjadi pribadi yang baik pula. Lingkungan baik bisa berasal dari
keluarga maupun lingkungan rumah.
ALAM PIKIRAN MANUSIA
DAN 17
PERKEMBANGANNYA
2.2.2 Perkembangan Sifat dan Pikiran Manusia
Sifat ingin tahu manusia berkembang seiring dengan perkembangan umur dan
waktu, dimana manusia tersebut hidup. Ada dua macam perkembangan alam pikiran
manusia, yakni perkembangan alam pikiran manusia sejak lahir sampai akhir
hayatnya dan perkembangan alam pikiran manusia sejak zaman purba hingga
modern ini.
Manusia memiliki rasa ingin tahu yang sangat tinggi dengan alam, apa yang
terjadi pada alam serta apa yang terdapat di alam. Manusia seringkali mencari
jawaban melalui pengalamannya, namun manusia tidak pernah puas akan jawaban
yang diperoleh hanya dari pengalaman. Di era yang maju ini, manusia bisa
menemukan jawaban atas apa yang mereka cari. Namun terkadang belum juga dapat
memuaskan rasa keingintahuan manusia, sehingga hal ini lah yang menyebabkan
pikiran manusia terus-menerus mengalami perkembangan.
Manusia selalu memiliki pertanyaan yang timbul atas dasar keingintahuaannya,
sehingga ilmu pengetahuan terus mengalami pembaruan. Factor yang mendukung
adanya perkembangan pengetahuan, bukan hanya dari rasa keingintahuan manusia,
melainkan karena sifat manusia yang selalu ingin maju, tidak puas, dan ingin terus
menjadi lebih baik. Sifat ini yang dimiliki manusia ini membedakan antara manusia
dan mahluk lainnya, sehingga dikatakan bahwa manusia mahluk paling sempurna.
Manusia mengembangkan ilmu pengetahuan bukan hanya sekedar untuk memenuhi
kebutuhan yang menyangkut kelangsungan hidupnya saja, tetapi juga untuk
mengatahui akan kebenaran.
Manusia memperoleh banyak sekali pengetahuan yang pada awalnya terkadang
muncul dari kombinasi antara pengalaman dan kepercayaan, seperti mitos, legenda,
dan cerita rakyat. Mitos dapat diterima karena keterbatasaan penginderaan,
penalaran, dan keinginan untuk memenuhi rasa ingin tahu. Salah satu mitos yang
kemudian menjadi pengetahuan dan menjadi ilmu ialah mengenai ekleptika yakni
matahari berputar 1 kali dalam setahun, dalam 1 tahun berisikan 365,25v hari.
Namun pengetahuan dari babillonia ini setengahnya merupakan dugaan, imajinasi
dan mitos sehingga hal ini disebut sebagai peuso science (sains palsu). Akibatnya
ada tokoh-tokoh Yunani dan lainnya ikut menyumbangkan pikiran, yaitu :
KELOMPOK 3

1. Anaximander, langit yang kita lihat adalah setengahnya saja, langit dan isinya
beredar mengelilingi bumi dan ia juga mengajarkan membuat jam dan tongkat.

ALAM PIKIRAN MANUSIA


DAN 18
PERKEMBANGANNYA
2. Anaximenes, mengatakan unsur-unsur pembentukan semua benda adalah air,
seperti pendapat Thales yang mengatakan bahwa air adalah salah satu bentuk
benda bila merenggang menjadi api dan bila memadat menjadi tanah.
3. Herakleitos, pengkoresi pendapat anaximenes, justru apila yang menyebabkan
transmutasi, tanpa ada api benda-benda akan seperti apa adanya.
4. Pythagoras, mengatakan semua unsur benda adalah tanah, api, udara, dan air. Ia
juga mengungkapkan dalil Pythagoras 𝐶 2 = 𝐴2 + 𝐵 2, sehubungan dengan alam
semesta, ia mengatakan bahwa bumi bulat dan seolah olag benda lain mengitari
bumi termasuk matahari.
5. Demokritos, bila benda dibagi terus maka pada suatu saat akan sampai pada
bagian terkecil yang disebut atom, yang tetap dipakai sampai saat ini namun ada
perubahan konsep.
6. Empedokles, menyempurnakan pendapat Pythagoras, ia memperkenalkan
tentanng tenaga penyekat atau daya tarik-menarik dan tolak-menolak. Kedua
tenaga ini dapat mempersatukan atau memisahkan unsur-unsur.
7. Plato, yang mempunyai pemikiran yang berbeda dengan orang sebelumnya, ia
mengatakan bahwa keanekaragaman yang tampak ini sebenarnya hanya satu
duplikat saja dari semua kekal dan imam trial. Seperti serangga yang
beranekaragam, itu merupakan duplikat yang tidsk sempurna, yang benar adalah
idea serangga.
8. Aristoteles, merupakan ahli piker, ia membuat intisari dari pelajaran orang
sebelumnya, ia membuang ajaran yang tidak masuk aal dan memasukan
pendapatnya sendiri. Ia mengajarkan bahwa unsur dasar alam yang disebut hule.
Zat ini tergantung kondisi sehingga dapat berwujud tanah, air, udara, atau api.
Terjadi transmutasi disebabkan oleh kondisi, angina, lembab, panas, dan kering.
9. Ptolomeus, mengatakan bahwa bumi adalah pusat tata surya (goesentris),
berbentuk bulat diam seimbang tanpa tiang penyangga.
10. Avicenna, merupakan ahli di bidang kedokteran, selain itu ahli lain dari dunis
Islam yaitu Al-Biruni seorang ahli ilmu kedokteran asli dan kontemporer.
Dengan semakin majunya zaman, maka semakin banyak juga penelitian-
penelitian yang telah dilakukan hingga pikiran manusia juga semakin berkembang.
KELOMPOK 3

Salah satunya yaitu mengetahui pengembangan pengetahuan pada manusia. Hasil


penelitiannya yaitu :

ALAM PIKIRAN MANUSIA


DAN 19
PERKEMBANGANNYA
 Masa bayi (0-2 tahun), disebut sebagai periode sensorik motoric, pada periode ini
perkembangan kecerdasan bayi sangat cepat
 Masa kanak-kanak (3-5 tahun), disebut sebagai periode praoperasional. Pada
periode ini, dorongan keingintahuan anak sangat besar, sehingga banyak orang
mengatakan bahwa anak pada periode ini adalah “masa bertanya”
 Masa usia sekolah (6-12 tahun), periode operasional nyata. Pada masa ini anak
sangat aktif, di tandai demngan perkembangan fisik dan motoric yang baik. Masa
ini juga merupakan “masa tenang” karena proses perkembangan emosional anak
telah mendapat kepuasan maksmimal sesuai dengan kemampuannya.
 Masa remaja (13-20 tahun), disebut periode preoperasional formal. Mas ini
merupakan masa pertentangan (konflik), baik dengan dirinya sendiri maupun
orang dewasa.
 Masa dewasa (>20 tahun), dimana masa ini ditandai dengan kemampuan individu
unutk berdiri sendiri. Mereka mampu mengendalikan perilakunya dengan baik,
menempatkan dirinya sebagai anggota dalam kelompok merupakan individu yang
bertanggung jawab.

2.2.3 Penalaran Manusia


Penalaran adalah kemampuan manusia untuk melihat dan memberikan tanggapan
tentang apa yang dia lihat. Karena manusia adalah yang mengembangkan
pengetahuan dengan cara bersungguh-sungguh, dengan pengetahuan ini dia mampu
membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Penalaran juga merupakan
kemampuan berpikir cepat, tepat, dan mantap. Selain itu penalaran merupakan
proses berpikir dan menarik kesimpulan berupa pengetahuan.
Manusia dalam kehidupannya dia akan selalu berusaha memenuhi kebutuhan
kelangsungan hidupnya, contohnya manusia akan selalu memikirkan hal yang baru,
mengembangkan budaya, dan memberikan makna dalam kehidupan
Berpikir merupakan suatu kegiatan untuk menemukan pengetahuan yang benar.
Apa yang disebut benar bagi tiap orang adalah tidak sama, maka oleh sebab itu
kegiatan proses berpikir untuk menghasilkan pengetahuan yang benar itu pun juga
berbeda-beda. Dapat dikatakan bahwa tiap jalan pikiran mempunyai apa yang
KELOMPOK 3

disebut sebagai kriteria kebenaran, dan kriteria kebenaran ini merupakan landasan
bagi proses penemuan kebenaran tersebut. Penalaran merupakan suatu proses

ALAM PIKIRAN MANUSIA


DAN 20
PERKEMBANGANNYA
penemuan kebenaran di mana tiap-tiap jenis penalaran mempunyai kriteria
kebenarannya masing-masing.
Sebagai suatu kegiatan berpikir maka penalaran mempunyai ciri-ciri tertentu:
1. Pertama ialah adanya suatu pola berpikir yang secara luas dapat disebut logika.
Dalam hal ini maka dapat kita katakan bahwa tiap bentuk penalaran mempunyai
logikanya tersendiri. suatu penalaran harus memenuhi unsur logis,
artinya pemikiran yang ditimbang secara objektif dan didasarkan pada data yang
sahih.
2. Sifat analitik dari proses berpikir. Analisis pada hakikatnya merupakan suatu
kegiatan berpikir berdasarkan langkah-langkah tertentu. Perasaan intuisi
merupakan cara berpikir secara analitik. Analitis, berarti bahwa kegiatan
penalaran tidak terlepas dari daya imajinatif seseorang dalam merangkai,
menyusun atau menghubungkan petunjuk-petunjuk akal pikirannya ke dalam
suatu pola tertentu.
3. Rasional, artinya adalah apa yang sedang di nalar merupakan suatu fakta atau
kenyataan yang memang dapat dipikirkan secara mendalam.

 Tahap-Tahap Penalaran
Menurut John Dewey, proses penalaran manusia dilakukan melalui beberapa
tahap berikut:
1. Timbul rasa sulit, baik dalam bentuk adaptasi terhadap alat, sulit mengenal
sifat, ataupun dalam menerangkan hal-hal yang muncul secara tiba-tiba.
2. Kemudian rasa sulit tersebut diberi definisi dalam bentuk permasalahan.
3. Timbul suatu kemungkinan pemecahan yang berupa reka-reka, hipotesis,
inferensi atau teori.
4. Ide-ide pemecahan diuraikan secara rasional melalui pembentukan implikasi
dengan cara mengumpulkan bukti-bukti (data).
5. Menguatkan pembuktian tentang ide-ide tersebut dan menyimpulkan melalui
keterangan-keterangan ataupun percobaan-percobaan.

2.2.4 Cara Manusia Memperoleh Pengetahuan


KELOMPOK 3

Manusia memperoleh ilmu pengetahuan dengan menggunakan :

ALAM PIKIRAN MANUSIA


DAN 21
PERKEMBANGANNYA
1. Metode Non Ilmiah
Metode non ilmiah hanya mengandalkan panca indera (mata, hidung, lidah,
telinga, dan kulit). Pengetahuan non ilmiah atau dikenal sains semu (Pseudo
Science) diperoleh terutama dengan mengandalkan dugaan, perasaan, keyakinan
dan tanpa diikuti proses pemikiran yang cermat.Oleh karenanya pencarian
pengetahuan dengan cara ini persentase kebenarannya rendah. Pengetahuan yang
diperoleh mungkin benar namun mungkin juga salah.
a. Mitos
Timbul karena keterbatasan indera manusia.
Mitos dari bahasa Inggris Myth dan bahasa Yunani Muthos yang artinya
suatu kepercayaan yang sangat dipahami dan dianggapsebagai acuan pola
kehidupan pada suatu kelompok atau tatanan sosial masyarakat tertentu.
Contohnya penyakit kusta adalah penyakit kutukan padahal penyakit kusta
bukan kutukan dan dapat disembuhkan. Penyebabnya yaitu Mirobacterium
lepra.

b. Wahyu
Pengetahuan yang disampaikan oleh Tuhan kepada manusia lewat para
nabi.
Wahyu merupakan kebenaran mutlak dan tidak dapat dipertanyakan dan
diperdebatkan kebenarannya dengan akal pikiran manusia namun dapat
dipelajari maksud atau makna yang terkandung didalamnya. Bahkan
mempelajari wahyu diwajibkan oleh sang pencipta untuk memperdalam kita
akan keberadaan Tuhan Yang Maha Esa pencipta alam semesta. Prilaku yang
tidak boleh dilakukan adalah mempertanyakan atau memperdebatkan wujud
zat dari Sang Pencipta Tuhan Yang Maha Esa sebagai pemilik wahyu.

c. Akal Sehat (Common Sense)


Menurut Conant yang dikutip Kerlinger (1973, hal 3) akal sehat adalah
serangkaian konsep dan bagian konseptual yang memuaskan untuk
penggunaan praktis bagi kemanusiaan. Konsep merupakan kata yang
dinyatakan abstrak dan dapat digeneralisasikan kepada hal-hal yang khusus.
KELOMPOK 3

Akal sehat ini dapat menunjukan hal yang benar, walaupun disisi lainnya dapat
pula menyesatkan.

ALAM PIKIRAN MANUSIA


DAN 22
PERKEMBANGANNYA
Contohnya pada abad ke- 19 menurut akal sehat yang diyakini oleh banyak
pendidik, hukuman adalah alat utama dalam pendidikan. Penemuan ilmiah
ternyata membantah kebenaran akal sehat tersebut. Hasil-hasil penelitian
dalam bidang psikologi dan pendidikan menunjukkan bahwa bukan hukuman
yang merupakan alat utama dalam pendidikan, melainkan ganjaran.

d. Prasangka/Prejudice
Pengetahuan yang dicapai secara akal sehat biasanya diikuti dengan
kepentingan orang yang melakukannya kemudian membuat orang
mengumumkan hal yang khusus menjadi terlalu luas. Dan menyebabkan akal
sehat ini berubah menjadi sebuah prasangka.
Prasangka berupa dugaan yang kemungkinannya benar atau mungkin juga
salah. Dengan prasangka orang sering mengambil keputusan atau kesimpulan
yang keliru. Cara ini hanya berguna untuk mencari kemungkinan lain tentang
konsep kebenaran.

e. Penemuan Kebetulan
Beberapa pengetahuan pada awalnya ditemukan secara kebetulan dan
beberapa diantaranya adalah sangat berguna.
Penemuan secara kebetulan yang penting adalah penemuan Newton tentang
hokum gaya-gaya yang melingkupi alam semesta dan segala benda-benda
angkasa lainnya, penemuan Archimedes tentang gaya angkut air
serta penemuan Flemming tentang obat penisilin, semuanya didasarkan pada
penemuan kebetulan.

f. Penemuan Coba-coba
Cara ini merupakan serangkaian percobaan asal atau coba-coba saja yang
tidak didasari oleh teori yang ada sebelumnya, sehingga tidak memungkinkan
diperolehnya kepastian pemecahan suatu masalah atau hal yang diketahui.
Contohnya Thomas Alfa Edison. Dalam kurun waktu dua tahun, Alfa
Edison menghabiskan seluruh dana dan waktunya untuk menciptakan lampu.
Hal ini dikarenakan lampu listrik sangat dibutuhkan untuk menerangi malam
yang saat itu masih memakai lampu minyak. Total penelitian yang dilakukan
KELOMPOK 3

adalah 6.000 uji coba untuk menemukan bahan yang tepat. Melalui usaha

ALAM PIKIRAN MANUSIA


DAN 23
PERKEMBANGANNYA
ekstra keras, tanggal 21 Oktober 1879, Alfa Edison melahirkan bohlam lampu
pijar yang mampu menyala selama 40 jam.

g. Pendekatan Intuisi
Cara ini merupakan salah satu kegiatan berfikir tertentu yang non analitik
(tanpa nalar), tidak berdasarkan pada pola berpikir tertentu yang analitik
rasional dan empiris, dan biasanya pendapat tersebut diperoleh dengan cepat
tanpa melalui proses yang dipikirkan terlebih dahulu. cara intuitif tidak
mempunyai logika atau pola berpikirtertentu serta langkah yang sistimatik dan
terkendali.
Contohnya adalah ramalan bintang (astrologi), seorang astrolog pada saat
meramal nasib seorang, disamping menggunakan rumusnya juga sering
menggunakan intuisinya.

2. Metode Ilmiah
Metode ilmiah adalah mekanisme atau cara mendapatkan pengetahuan dengan
prosedur yang didasarkan pada suatu struktur logis yang terdiri atas tahapan
kerja yang disebut daur logico-hypothetico-verifikatif yaitu :

- Adanya kebutuhan objektif

- Perumusan masalah

- Pengumpulan teori

- Perumusan hipotesis

- Pengumpulan data/informasi/fakta

- Analisis data

- Penarikan kesimpulan

Dengan kata lain metode ilmiah adalah prosedur atau cara untuk mengetahui
sesuatu yang mempunyai langkah-langkah sistematis dan menggunakan cara
berfikir yang logis.
KELOMPOK 3

 Metode Ilmiah memiliki ciri-ciri keilmuan, yaitu :


1. Rasional yaitu sesuatu yang masuk akal dan terjangkau oleh penalaran
manusia
ALAM PIKIRAN MANUSIA
DAN 24
PERKEMBANGANNYA
2. Empiris yaitu menggunakan cara-cara tertentu yang dapat diamati dengan
menggunakan panca indera
3. Sistematis yaitu menggunakan proses dengan langkah-langkah logis.

 Pola Pikir Dalam Metode Ilmiah


 Induktif
Pengambilan kesimpulan dari kasus yang bersifat khusus menjadi hal
yang bersifat umum. Penalaran secara induktif dimulai dengan
mengemukakan pernyataan-pernyataan yang mempunyai ruang lingkup
terbatas dalam menyusun argumentasi dan terkait dengan empirisme. Dunia
empirik (induktif) yang obyektif dan berorientasi kepada fakta sebagai mana
adanya. Contoh :
Tumbuhan akan mati (khusus)
Hewan akan mati (khusus)
Manusia akan mati (khusus)
Kesimpulan : Semua makhluk hidup akan mati (umum)

 Deduktif
Pengambilan kesimpulan dari kasus yang bersifat umum menjadi hal yang
bersifat khusus. Penarikan kesimpulan secara deduktif biasanya
mempergunakan pola pikir silogismus dan terkait dengan rasionalisme.
Dunia rasional (deduktif) adalah koheren, logis, dan sistematis, dengan
logika deduktif sebagai sendi pengikatnya.
Contoh :
Semua manusia akan mati (umum)
Aris adalah manusia (khusus)
Kesimpulan : Aris akan mati (khusus)

2.3 Sejarah Pengetahuan Manusia


Menurut Auguste Comte (1798-1857), dalam sejarah perkembangan jiwa manusia, baik
sebagai individu maupun sebagai keseluruhan, berlangsung dalam tiga tahap (Heri
Purnama, 2008: 13):
1. Tahap Teologi atau Fiktif
KELOMPOK 3

Pada tahap teologi atau fiktif, berusaha untuk mencari dan menemukan sebab yang
pertama dan tujuan yang terakhir dari segala sesuatu, dan selalu dihubugkan dengan

ALAM PIKIRAN MANUSIA


DAN 25
PERKEMBANGANNYA
kekuatan gaib. Gejala alam yang menarik perhatiannya selalu diletakkan dalam
kaitannya dengan sumber yang mutlak. Mempunyai anggapan bahwa setiap gejala dan
peristiwa dikuasai dan diatur oleh para dewa atau kekuatan gaib lainnya.

2. Tahap Filsafat Atau Fisik atau Abstrak


Tahap metafisika atau abstrak merupakan tahap dimana manusia masih tetap
mencari sebab utama dan tujuan akhir, tetapi manusia tidak lagi menyadarkan diri
kepada kepercayaan akan adanya kekuatan gaib, melainkan pada akalnya sendiri, akal
yang telah mampu melakukan abstraksi guna menemukan hakekat segala sesuatu.

3. Tahap positif atau ilmiah riil


Tahap positif atau riil merupakan tahap dimana manusia telah mampu berpikir secara
positif atau riil atas dasar pengetahuan yang telah dicapainya yang dikembangkan
secara positif melalui pengamatan, percobaan dan perbandingan.
Ilmu pengetahuan juga berkembang sesuai dengan zamannya dan sejalan dengan
cara berpikir dan alat bantu yang ada pada saat itu. Sebagai contoh adalah pada zaman
Babilonia dan Yunani, karena keterbatasan alat indera manusia (sebagai alat bantu
utama) maka landasan ilmu pengetahuan zaman ini sebagian berasal dari pengamatan
maupun pengalaman namun sebagian lainnya berupa dugaan, imajinasi, kepercayaan
aataupun “mitos.” Sebagai contoh adalah tentang pertanyaan hujan yang sering dijawab
sebagai bocornya atap langit. Pengetahuan semacam ini disebut sebagai “pseudo
science” yaitu mirip sains tapi bukan sains (pengetahuan semu). Berikut ini
perkembangan pengetahuan manusia dari zaman purba sampai zaman modern:

 Zaman purba
Alat dari batu, masa bercocok tanam, dan beternak merupakan pengalaman dan
kemampuan untuk mengamati alam sekitar. pengetahuan yg diperoleh sampai zaman
Babilonia.

 Zaman Yunani (600-200 SM )


Beberapa pakar yang berpengaruh antara lain (Maskoeri Jasin, 2008: 7):
a. Thales (624-548) menyatakan bahwa bintang mengeluarkan sinar, bulan
memantulkan cahaya matahari.
KELOMPOK 3

b. Phytagoras(580-500) menyatakan bahwa bumi ini bulat yang terdiri atas 4 unsur
utama (air,api,udara,tanah)

ALAM PIKIRAN MANUSIA


DAN 26
PERKEMBANGANNYA
c. Socrates(470-399) dianggap sebagai tonggak ilmu pengetahuan Yunani penganut
faham logika dan sebagai pemula penyelidikan kehidupan manusia.
d. Aristotelles (384-322) menyatakan bahwa silogisme satu pikiran yg terdiri dari 3
premis.

 Zaman Pertengahan
Dikembangkan metode eksperimen menyangkut bidang kedokteran, farmasi,
astroniomi, kimia dan biolgi. Penulisan bilangan Arab dan desilmal memunculkan
ilmu aljbar.

 Zaman Modern
Banyak penemuan yg menghubah pola pikir yang dibantu dengan alat yg lebih
baik. Perubah yang radikal, geosentrisme ke heliosentrisme. Oleh Coppernicus (1447-
1543) dan didukung oleh Gallileo. Ini dianggap sebagai titik awal ilmu pengetahuan
modern dan membuka cara berpikir yg lebih maju.

KELOMPOK 3

ALAM PIKIRAN MANUSIA


DAN 27
PERKEMBANGANNYA
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Dari penjabaran materi pada Bab II Pembahasan, dapat di simpulkan bahwa setiap
mahluk hidup memiliki rasa keingintahuan. Tetapi, diantara semuanya hanya manusia
yang dapat mengembangkan ras ingin tahu itu menjadi pengetahuan, sehingga dapat
dilakukan penelitian dan memunculkan ilmu-ilmu baru yang dapat dimanfaatkan sehingga
menjadikan hidup manusia lebih baik lagi.

3.2 Saran
Pengembangan ras ingin tahu sangat penting untuk hidup yang lebih maju. Namun,
kami menyarankan agar akal dan pikiran manusia digunakan untuk melakukan
pengembangan dalam hal yang positif. Karena apabila dilakukan untuk hal negative, yang
ada bukan menjadikan hidup lebih baik namun sebaliknya.
Kemudian, kami juga menyarankan agar jangan pernah berhenti mencari tahu, agar kita
mengetahui bahwa masih terlalu banyak hal yang tidak kita ketahui.

KELOMPOK 3

ALAM PIKIRAN MANUSIA


DAN 28
PERKEMBANGANNYA
DAFTAR PUSTAKA
http://difanurasmaniah.blogspot.com/2017/03/pengertian-ilmu-alamiah-dasar.html?m=1
https://www.google.com/amp/s/assuyahada.wordpress.com/2013/03/29/perkembangan-fisik-
tubuh-manusia/amp/
https://www.google.com/amp/s/pembelajar.net/pertumbuhan-dan-perkembangan-
manusia/%3famp
https://www.google.com/amp/s/myworld3168.wordpress.com/2016/01/22/perkembangan-
sifat-dan-pikiran-manusia/amp/
http://difanurasmaniah.blogspot.com/2017/03/pengertian-ilmu-alamiah-dasar.html?m=1

KELOMPOK 3

ALAM PIKIRAN MANUSIA


DAN 29
PERKEMBANGANNYA

Anda mungkin juga menyukai