Anda di halaman 1dari 17

Proposal Hidroponik

Proposal Pembuatan Hidroponik Kangkung dan Analisis Usahanya

Oleh kelompok 1 :
Diego Stefvannof : 20231051
Nurul Laili : 20231028
Sherly Gustina : 20231032
Silvi Jafreli : 20231033
Siti Maryam : 20231034
Sopia helwinda : 20231035
Suci Suhada : 20231036
Wulan dari : 20231041

PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
2021
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami terhadap kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan
Rahmat serta karunia-Nya. Sehingga kami dapat menyelesaikan proposal usaha ini
dengan tepat pada waktunya, untuk melengkapi tugas mata kuliah sciene
netreupreunership . Dimana proposal bisnis yang kami buat bernama “Proposal
Pembuatan Hidroponik Kangkung dan Analisis Usahanya” Proposal ini berisikan
tentang rancangan bagaimana kita untuk membuka suatu usaha bisnis dalam
hidroponik Yang dimana untuk menentukan lokasi ,penanaman sampai dari modal
usaha akan di bahas. Diharapkan proposal ini dapat memberikan informasi kepada
kita semua. kami menyadari bahwa proposal ini masih jauh dari sempurna, oleh
karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami
harapkan demi kesempurnaan proposal ini. Akhir kata, kami ucapkan terima kasih
kepada Dosen mata kuliah ini Ibuk Tuti lestari, S.Si., M.Si. dan kepada semua pihak
yang telah membantu dalam penyusunan proposal ini. Semoga Tuhan Yang Maha
Esa senantiasa melindungi kita semua dari segala usaha kita. Aamiin
.
Padang, 26 Oktober 2021

Penulis
Daftar Pustaka
BAB I PENDAHULUAN.........................................................................................................................4
1.1 latar belakang...........................................................................................................................4
1.2 Rumusan Masalah ....................................................................................................................4
1.3 Tujuan ......................................................................................................................................5
1.4 Luaran yang diharapkan ............................................................................................................5
1.5 Manfaat ...................................................................................................................................5
BAB II ................................................................................................................................................6
PEMBAHASAN ...................................................................................................................................6
2.1 Profil Usaha ..............................................................................................................................6
2.2 Analisis Peluang usaha ..............................................................................................................6
2.3 Analisis Pesaing ........................................................................................................................7
2.4 Analisis kelayakan Usaha ..........................................................................................................7
2.5 Analisis Lingkungan Bisnis .........................................................................................................8
2.6 Strategi Promosi dan Pemasaran ...............................................................................................9
2.7 Break Event Point (BEP) .......................................................................................................... 10
BAB IV ........................................................................................................................................... 13
BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN ......................................................................................... 13
4.1 Alokasi Dana dan Modal ........................................................................................................ 13
4.2 Penentuan Harga Jual ............................................................................................................. 13
4.3 Perhitungan Laba/Rugi ........................................................................................................... 13
4.4 Jadwal Kegiatan ...................................................................................................................... 14
BAB V .............................................................................................................................................. 15
PENUTUP ......................................................................................................................................... 15
5.1. Kesimpulan............................................................................................................................ 15
5.2. Saran ..................................................................................................................................... 15
Daftar pustaka ................................................................................................................................ 16
BAB I

PENDAHULUAN
1.1 latar belakang
Tanaman kangkung (Ipomea reptans) tergolong jenis sayuran yang sangat populer
dikonsumsi masyarakat. Tanaman ini berasal dari India yang kemudian menyebar ke Malaysia,
Indonesia, Cina Selatan, Australia dan bagian negara Afrika. Kangkung dapat ditanam di dataran
rendah dan dataran tinggi. Kangkung terdiri dari 2 (dua) varietas, yaitu Kangkung darat (/. reptans)
dan kangkung air (/. aquatica). Kangkung darat (/. reptans) merupakan salah satu tanaman sayuran
yang digemari oleh seluruh lapisan masyarakat. Bagian tanaman kangkung yang paling penting
dan biasa dikonsumsi adalah batang muda dan pucuk-pucuknya sebagai bahan sayur-mayur. Selain
untuk sayuran, kangkung yang mengandung senyawa tertentu juga bermanfaat dalam industry
farmasi (Yenni dan Luthfy, 2006: 30).
Perkembangan teknologi dalam bidang pertanian semakin tahun semakin pesat, masyarakat
khususnya petani yang tertinggal dalam memanfaatkan kemajuan teknologi tidak akan
memperoleh keuntungan yang maksimal dari kegiatan usaha yang dilakukannya. Cara bercocok
tanam secara hidroponik sebenarnya sudah banyak dipakai oleh beberapa masyarakat untuk
memanfaatkan lahan yang tidak terlalu luas (Ida, 2010: 44).
Hidroponik merupakan metode bercocok tanam dengan menggunakan media air. Hidroponik
muncul pertama kali yaitu untuk menyiasati keterbatasan lahan, waktu, dan cara pemeliharaan
tanaman. Tidak hanya itu budidaya kangkung menggunakan sistem hidroponik ini juga merupakan
alternatif dalam pemanfaatan lahan sempit dan juga salah satu cara untuk menerapkan konsep Goo
Green (Lingkungan Hijau). Dengan hidroponik kita dengan mudah mengontrol pH, nutrisi dan
kepekatan dari nutrisi tersebut, nutrisi yang digunakan biasanya nutrisi AB-mix karena
mengandung unsur hara esensial yang dibutuhkan oleh tanaman.

1.2 Rumusan Masalah


1. Bagaimanakah cara memanfaatkan lahan yang sempit sebagai peluang usaha budidaya
kangkung menggunakan sistem hidroponik?
2. Bagaimana cara pelaksanaan produksi budidaya kangkung menggunakan sistem hidroponik?

1.3 Tujuan
1. Untuk mengetahui cara memanfaatkan lahan yang sempit sebagai peluang usaha budidaya
kangkung menggunakan sistem hidroponik.
2 Untuk mengetahui cara pelaksanaan produksi budidaya kangkung menggunakan sistem
hidroponik.

1.4 Luaran yang diharapkan


Adapun luaran yang diharapkan yaitu terbentuknya usaha mandiri sebagai produsen produksi
budidaya kangkung menggunakan sistem hidroponik yang bernilai ekonomis sehingga dapat dijual
secara komersial dan menghasilkan keuntungan. Dan tersedia lapangan kerja baru bagi masyarakat
paada umumnya dan mahasiswa pada khususnya setelah menyelesaikan studi diperguruan tinggi
serta dapat menghasilkan sebuah artikel
Yang berkaitan tentang kewirausahawan baru di bidang pertanian khususnya menggunakan sistem
hidroponik.

1.5 Manfaat
Adapun kegunaan dari Program Kreatifitas Mahasiswa ini sebagai berikut :
1. Bagi Masyarakat
a. Meningkatkan pendapatan masyarakat dengan adanya peluang usaha baru.
b. Mengurangi pengganguran di Indonesia.
c. Memberikan pengetahuan baru kepada masyarakat terkait budidaya tanaman
menggunakan sistem hidroponik.
2. Bagi Mahasiswa
a. Program kegiatan ini dapat mengasah keterampilan mahasiswa untuk bercocok tanam.
b. Menumbuhkan semangat berwirausaha mahasiswa.
c. Melatih kemampuna kerja sama tim.
d. Dapat mengenal sistem tanam tanpa menngunakan media tanah.
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Profil Usaha

Hidroponik adalah salah satu metode dalam budidaya menanam dengan memanfaatkan air
tanpa menggunakan media tanah dengan menekankan pada pemenuhan kebutuhan hara nutrisi
bagi tanaman. Kebutuhan air pada hidroponik lebih sedikit daripada kebutuhan air pada budidaya
dengan tanah. Hidroponik menggunakan air yang lebih efisien, jadi cocok diterapkan pada daerah
yang memiliki pasokan air yang terbatas.

Keuntungan teknik hidroponik


a. Tidak membutuhkan tanah
b. Air akan terus bersirkulasi di dalam sistem dan bisa digunakan untuk keperluan lain,
misalnya dijadikan akuarium
c. Pengendalian nutrisi lebih sederhana sehingga nutrisi dapat diberikan secara lebih
efektif dan efisien
d. Relatif tidak menghasilkan polusi nutrisi ke lingkungan
e. Memberikan hasil yang lebih banyak
f. Mudah dalam memanen hasil
g. Steril dan bersih
h. Media tanam dapat digunakan berulang kali
i. Bebas dari tumbuhan pengganggu/gulma
j. Tanaman tumbuh lebih cepat

Pertumbuhan penduduk yang semakin padat dan sektor industri yang semakin berkembang
berdampak terhadap terjadinya penyempitan lahan pertanian. Lahan pertanian semakin banyak
berubah fungsi menjadi daerah permukiman dan industri. Indonesia yang dulunya dikenal sebagai
Negara Agraris kini sudah mulai pupus. Dampaknya adalah Indonesia yang dahulunya dikenal
sebagai Negara Exporter, namun sekarang sudah banyak mengimpor produk-produk pertanian
terutama pangan. Untuk itu bercocok tanam dengan metode hidroponik diharapkan dapat
meningkatkan pasokan sayuran hijau yang berkualitas dan bebas dari pestisida. Sehingga
konsumen dapat menemukan sayuran yang berkualitas baik untuk dikonsumsi sendiri maupun
untuk di pasarkan ke toko-toko maunpun di rumah makan.

2.2 Analisis Peluang usaha


1. Jenis kegiatan

a. Nama Produk : Budidaya Sayuran hijau menggunakan sistem hidroponik (tanaman


kangkung)
b. Bentuk Produk : Sayuran segar berkualitas dan bebas pestisida.
c. Bentuk Usaha : Usaha berkelompok
d. Karakteristik Kegiatan :
1) Pembuatan media tanam menggunakan sistem hidroponik
2) Penjualan produk hidroponik.
3) Promosi produk
e. Keunggulan kegiatan :
1) Produk organik yang menghasilkan sayuran segar berkualitas dan kaya manfaat.
2) Berkembangnya teknologi pertanian yang ramah lingkungan dan tidak memakan
tempat yang banyak.
f. Target yang dituju : Masyarakat Umum dan Mahasiswa Universitas Negeri Padang.

2.3 Analisis Pesaing

Didalam mengembangkan bisnis budidaya sayuran menggunakan sistem hidroponik ini untuk
didaerah kota padang masih sedikit, hanya saja kami akan bersaing dengan produsen sayuran
konvensional, namun dengan keunggulan dan keunikan pengemasan sehingga memungkinkan
sekali usaha ini akan berkembang dengan baik

2.4 Analisis kelayakan Usaha

2.4.1 Internal Rate Retrun (IRR)

a. Bahan Baku
Bahan baku yang dibutuhkan untuk budidaya sayuran hijau menggunakan sistem hidroponik
ini ialah menggunakan benih dari sayuran yang akan di tanam seperti benih kangkung.

b. Target Pasar
1. Place
Pada awal usaha poduk akan dijual mulai dari lingkungan kampus Universitas Negeri Padang
dan dilanjutkan ke pasar-pasar terdekat dan setelah lulus uji di LPPOM MUI akan dijual di
minimarket dan swalayan terdekat, serta poduk dijual melalui jejaring sosial.

2. Product
Produk yang dihasilkan menonjolkan nilai yang berbeda diantaranya menekankan pada
kehigienisan pengemasan produk atau Pack Aging nya lalu kualitas dari produk sayuran yang
bebas dari pestisida. Selain itu dalam pengemasan nanti kami akan mencantumkan label halal dari
LPPOM MUI untuk menghindari kekhawatiran dari konsumen dan sekaligus untuk mendapat
kepercayaan dari konsumen.

3. Price
Produk sayuran segar ini akan dijual degan harga terjangkau oleh masyarakat yakni
ditargetkan dengan harga Rp. 2.500 satu ikat jika di titipkan diwarung dan Rp. 3.000 jika dijual
secara langsung. Penentuan harga disesuaikan dengan modal yang dikeluarkan untuk
memproduksi barang dan jasa disesuaikan dengan target konsumen dari berbabagai lapisan
masyarakat.

2.5 Analisis Lingkungan Bisnis

a. Strenght

Produk : Dapat menghasilkan sayuran yang segar, bebas dari pestisida dan kaya
manfaat
Pelayanan : Konsumen dapat menikmati layanan pembelian secara langsung maupun
media sosial
Harga Jual : Konsumen dapat melakukan penawaran produk terhadap harga produk
yang kami lakukan sesuai dengan besar jumlah pembelian

b. Weakness
Keamanan Produk : Belum memiliki label halal dan aman dari (LPPOM) MUI
secepatnya akan diurus
Produksi : Dalam melakukan produksi masih terbatas karena bahan utama yang
diperoleh berada diluar daerah.
Pemasaran : Sulit dalam melakukan promosi kepada konsumen dikarenakan baru
pertama memulai.

c. Oppurtinitis
Peluang pasar : produk budidaya sayuran segar ini adalah pengetahuan baru dalam
pertanuan terutama dengan sistem hidroponik
Kemasan : menggunakan plastik pembungkus yang steril dan ramah lingkungan
Harga : hatrga yang terjangkau dengan kualitas terbaik menambah minat konsumen
untuk membeli produk ini.

d. Threats
Modal : terbatasnya modal menyebabkan tersendatnya proses produksi sehingga
jumlah produksi sehingga jumlah prosuksi tidak sesuai dengan target
Promosi : promosi yang tidak efektif akan menyebabkan penjualan prosuk tidak
sesuai dengan target yang telah ditentukan
Pesaing : konsep mudah ditiru oleh pesaing

2.6 Strategi Promosi dan Pemasaran

Pemasaran kita lakukan dengan cara mempromosikan prodok kepada masyarakat luas. Media
yang dapat kita gunakan promosi adalah brosur yang dibagikan kepada orang-orang sekitar dan
kita dapat menempelkan plamfet ditempat yang ramai. Selain itu kita dapat memasarkan produk
yang kita buat melalui jejaring sosial seperti instagram, Fecebook, Whatsapp, twitter, dan media
sosial lainya agar masyarakat mengetahui dan memperoleh informasi tentang produk yang kami
kembangkan.
2.7 Break Event Point (BEP)

a. Rincian Rencana Biaya

Diperkirakan biaya pembelian bahan

Anggaran kegiatan
1. Alokasi dana / modal
1. Benih kangkung 30.000
2. Kain flannel 20.000
3. Pompa aaquarium 60.000
4. Nutrisi 30.000
5. Spons 10.000
6. Transportasi 10.000
7. Biaya lain-lain 5.000
8. Pipa (dianggap tidak ada)
9. Ember (dianggap tidak ada)

Totalnya Rp. 160.000


Jumlah ikat sayur 80 ikat
160/80 = 2.000

b. Prediksi Pendapatan

Harga jual :
1. 2.500 (nitip warung)
2. 3.000 (jual langsung)

Perhitungan laba/rugi
Laba + penerimaan kotor - total biaya
200.000 – 160.000 = 40.0000
Bab 3
Metode pelaksanaan
Pelaksanaan usaha berlokasikan di gedang terpadu IPA lantai 4 FMIPA UNP. Adapun kegiatan
yang dilakukan sebagai berikut:
1. Pembuatan proposal
Proposal ini berfungsi untuk memaparkan tentang kegiatan yang akan dilakukan dan
menjelaskan tentang gambaran umum usaha yang akan dijalankan serta analisis biaya yang
dibutuhkan
2. Persiapan bahan baku dan alat produksi
Memastikan bahwa bahan baku dan alat-alat produksi telah siap untuk digunakan
3. Pembuatan hidroponik
Setelah semua alat dan bahan tersedia, dilakukan lah proses pembuatan hidroponik, sistem yang
akan kami terapkan ialah sistem NFT merupakan kepanjangan dari (nutrien film technique),
konsep dasar sistem ini adalah mengalir kan nutrisi hidroponik ke akar tanaman secara tipis
(film). Tujuan dari pengaliran secara tipis ini adalah supaya akar tanaman bisa memperoleh
asupan air, oksigen dan nutrisi yang cukup. Adapun bahan-bahan penunjang yang dibutuhkan
untuk merakit hidroponik menggunakan sistem NFT adalah:
a. Gergaji
b. Palu
c. Paku
d. Pipa paralon ukuran 2,5 - 3 inci
e. TBA
f. Klem
g. Lem pipa
h. Bak nutrisi
i. Selang
j. Pompa air
k. Net pot
l. Rockwool
4. Penyemaian benih sayur
Penyemaian dilakukan didalam tray sebanyak 250 benih selama seminggu menggunakan media
Rockwool
5. Pemindahan bibit semai ke media hidroponik
Pemindahan dilakukan setelah tanaman berumur 1 minggu. Cara memindahkannya cukup ambil
bibit beserta rockwool nya ke net pot dan dimasukkan ke dalam tiap lubang yang ada di pipa
tadi.
6. Quality control
Pengamatan pertumbuhan tanaman dilakukan setiap hari, yaitu dilakukan pagi dan sore hari
untuk memastikan agar nutrisi pada tanaman tetap terjaga sehingga diperoleh sayuran dengan
kualitas yang baik dan siap dijual.
7. Pemanenan
Setelah 30 hari sayuran dapat dipanen dengan cara mengambil semua sayuran dan memisahkan
antara akar dengan bagian sayur yang bisa dikonsumsi kemudian di packing menggunakan
plastik yang sudah didesain dan diberi sedikit lubang udara agar terjaga kesegaranya.
8. Pemasaran dan promosi produk
Target pemasaran adalah masyarakat sekitar, minimarket, serta rumah makan
BAB IV
BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN

4.1 Alokasi Dana dan Modal


Berikut Biaya Alat dan Bahan :

NO Nama Bahan dan Alat Banyaknya Harga satuan Harga Total


1 Benihh kangkung 1 pcs Rp.30.000 Rp.30.000
2 Kain flanel 2 lembar Rp.10.000 Rp.20.000
3 Pompa Aquarium 1 buah Rp.60.000 Rp.60.000
4 Nutrisi 2 botol Rp.15.000 Rp.30.000
5 Spons 1 papan Rp.10.000 Rp.10.000
6 Ember 1 buah - -
7 Pipa hidriponik 4 buah - -
8 Transportasi - Rp.10.000 Rp.10.000
9 Biaya lain-lain - Rp.5.000 Rp.5.000
Total Biaya Rp.165.000

Jadi modal pada pembuataan hidroponik kangkung adalah Rp.165.000 untuk dalam satu kali
tanam untuk 1 pcs benih kangkung.

4.2 Penentuan Harga Jual


4.2.1 Harga Jual
Harga jual yang kami tetapkan yaitu Rp 3.000 / ikat kangkung.

4.2.2 Penerimaan kotor

Jumlah Satuan Total


(per ikat ) (Rp) (Rp)

65 3.000 195.000

Total (Rp) 195.000

4.3 Perhitungan Laba/Rugi


Pendapatan bersih (laba)pada penjualan kangkung ini adalah :
Pendapatan bersih = penerimaan kotor - total biaya
= Rp195.000 – Rp 165.000
= Rp 30.000
Sehingga, dalam usaha ini kami mendapatkan pendapatan bersih atau laba
senilai Rp30.000. Sehingga, usaha kami tidak mengalami kerugian.

4.4 Jadwal Kegiatan

bulan
No Jenis Kegiatan Oktober November Desember
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4

1. Persiapan alat, bahan dan tempat


hidroponik

2. Pelaksanaan pembibitan dan pemanenan

3. Promosi dan pemasaran

4. evaluasi

5. Pembuatan laporan
BAB V

PENUTUP

5.1. Kesimpulan
Melakukan budidaya sayuran secara hidroponik lebih efisien dibandingkan dengan
melakukan budidaya sayuran secara konvensional, hal ini dapat dilihat dari penggunaan luas
lahan dan produktifitasnya. Sehingga sistem hidroponik sangat cocok diterapkan sebagai upaya
dalam menerapkan sistem pertanian perkotaan.
Kegiatan ini merupakan suatu kegiatan yang telah menjadi satu bagian progam pembelajaran
yang di laksanakn oleh Mahasiswa universitas negeri Padang. Kegiatan ini juga merupakan
pelatihan pembuatan proposal dan program pelatihan secara langsung khususnya untuk mata
kuliah science entrepreneurship. Kangkung merupakan salah satu jenis sayuran yang sering
dikonsumsi oleh masyarakat di negeri ini. Dan proses penanamannya juga tak begitu sulit maka
tak jarang banyak petani hidroponik yang menanam kangkung saat ini, dan keuntungannya pun
tak sedikit juga yang di dapatkan, selain itu para konsumen hampir sebagian orang merupakan
penggila kangkung yang di konsumsi menjadi makanan, brownies, tumis, santan dan lain-lain.
Dan sangat banyak konsumen yang membeli kangkung hidroponik walau mahal harganya
karena konsumen sekarang mengutamakan mutu dan kualitas terutama konsumen di kota kota
besar . Jadi pada kegiatan kali ini di simpulkan antara lain :
 Pratek ini adalah sarana pelatihan
 Untuk memenuhi program pembelajaran
 Melatik kewirausahaan
 Membuat peluang usaha

5.2. Saran
Proses menanam hidroponik membutuhkan waktu yang lama yaitu sekitar 4 sampai 6 minggu
atau tidak satu kali pertemuan saja, maka perlu perencanaan yang matang dan evaluasi terus
menerus sehingga hasil sesuai dengan yang diharapkan.
Daftar pustaka

https://id.wikipedia.org/wiki/Hidroponik
https://www.academia.edu/41082673/PROPOSAL_PROGRAM_KREATIVITAS_MAHASISW
A_KANG_SASWI_BUDIDAYA_SAYURAN_KANGKUNG_SELADA_DAN_SAWI_MENG
GUNAKAN_SISTEM_HIDROPONIK_BIDANG_KEGIATAN_PKM_KEWIRAUSAHAAN_P
KM_K
lampiran pembagian tugas

Sopia helwinda : alokasi dana dan modal,

Nurul laili : harga jual dan laba rugi

Siti Maryam : jadwal kegiatan dan bab penutup

Silvi Jafreli: Metode Pelaksanaan

Diego Stefvannof : Metode Pelaksanaan

Wulan dari : semua yang ada pada BAB 1

Sherly Gustina : BAB 2 bagian profil usaha, analisis peluang usaha, analisis pesaing, analisis kelayakan
usaha.

Suci Suhada : BAB 2 bagian analisis lingkungan bisnis, strategi promosi dan pemasaran, break even
poit(BEP)