Anda di halaman 1dari 46

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Berdasarkan Peraturan Kepala Lembaga Administrasi Negara No. 38 Tahun
2014 tentang Pedoman Penyelenggaraan Diklat Prajabatan Calon Pegawai Negeri
Sipil adalah membentuk Pegawai yang mampu melaksanakan tugas dan perannya
sebagai pelayan masyarakat. Kompetensi yang dibangun dalam Diklat Prajabatan
CPNS adalah kompetensi PNS/ASN sebagai pelayan masyarakat yang profesional, yang
diindikasikan dengan kemampuan mengaktualisasikan lima nilai dasar.
Untuk mencapai kompetensi PNS/ASN yang profesional, peserta Diklat
Prajabatan CPNS Golongan III dibekali dengan nilai-nilai dasar yang dibutuhkan
dalam menjalankan tugas jabatan Profesi PNS/ASN secara profesional sebagai
pelayan masyarakat yang meliputi : Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik,
Komitmen Mutu, dan Anti Korupsi. Kelima nilai-nilai dasar ini untuk selanjutnya
diakronimkan dengan ANEKA.
Keberhasilan pembekalan nilai-nilai dasar profesi PNS/ASN pada Diklat
Prajabatan ini bukan hanya diukur melalui pemahaman kelima dasar profesi itu,
tetapi juga diukur dari kemampuan mengaktualisasikan nilai-nilai dasar dalam
konteks pekerjaan di tempat kerja atau di instansi yang ditunjuk sebagai tempat
kerja peserta. Tahap aktualisasi nilai-nilai dasar PNS/ASN adalah merupakan
komponen utama pelaksanaan diklat prajabatan.
Pemahaman yang lengkap tentang kelima nilai dasar profesi PNS/ASN
tersebut akan menjadi modal yang sangat berarti dalam pengaktualisasiannya.
Pemahaman tersebut akan diproses dalam suatu rangkaian kegiatan aktualisasi,
Mengaktualisasikan hasil rancangan di tempat kerja, melaporkan hasil aktualisasi
dalam seminar dan membuat rencana aksi penyempurnaan aktualisasi.
Pengaktualisasian nilai-nilai dasar profesi PNS/ASN tersebut sebagai
internalisasi materi yang diterima selama mengikuti Diklat Prajabatan harus memiliki
keterkaitan yang kuat antara materi yang diberikan selama pembelajaran dengan
implementasi nilai-nilai dasar profesi PNS/ASN yang akan dibuat/direncanakan, harus

1
memiliki nilai strategis yang tinggi terutama dalam mengimplementasikan rancangan
aktualisasi yang akan dilaksanakan oleh setiap peserta pada lingkup unit kerjanya.
Menurut Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014, Aparatur Sipil Negara (ASN)
adalah profesi bagi pegawai negeri sipil dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja
yang bekerja pada instansi pemerintah. ASN berfungsi sebagai perencana, sebagai
pelaksana sekaligus sebagai pengawas dan pengendali dalam pelaksanaan pembangunan
bangsa.ASN melaksanakan kebijakan publik yang dibuat oleh pejabat pembina
kepegawaian sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, memberikan
pelayanan publik yang profesional dan berkualitas serta mempererat persatuan dan
kesatuan bangsa.
Sesuai Peraturan Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Nomor 25
Tahun 2017 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri
Sipil Golongan III, maka Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan (DIKLAT) Prajabatan
dilaksanakan dengan nomenklatur baru ialah Pelatihan Dasar Kader PNS, sebagai salah
satu jenis Pelatihan yang strategis pasca UU ASN dalam rangka pembentukan kemampuan
bersikap dan bertindak profesional yang berlandaskan pada nilai-nilai dasar yang meliputi :
AKUNTABILITAS, NASIONALISME, ETIKA PUBLIK, KOMITMEN MUTU, dan
ANTI KORUPSI, serta di sinkronkan dengan nilai-nilai dasar NKRI yang meliputi :
MANAJEMEN ASN, WHOLE OF GOVERNMENT dan PELAYANAN PUBLIK.
Setelah mempelajari nilai-nilai dasar ANEKA dan nilai-nilai dasar NKRI, maka
peserta diklat dituntut untuk memiliki nilai-nilai dasar tersebut sebagai prinsip yang
menjadi landasan dalam menjalankan profesi sebagai ASN. Agar Aktualisasi dapat
dilaksanakan dengan baik maka peserta diklat perlu membuat rancangan aktualisasi dan
kemudian dituangkan dalam suatu dokumen rancangan aktualisasi yang akan dilaksanakan
di tempat Habituasi. Pelaksanaan habituasi (off-class) merupakan implementasi dari teori-
teori selama proses pembelajaran (on-class) yang saling terkait.
Kegiatan aktualisasi yang perlu dijadikan sebagai kebiasaaan sebagai pelayan
publik adalah adanya kreasi-kreasi baru yang berkaitan dengan dokumentasi dan informasi
yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat, mengingat semakin meningkatnya kebutuhan
masyarakat akan informasi di era teknologi informasi yang berkembang sangat pesat
seperti sekarang ini.
Kurang optimalnya informasi yang diberikan kepada masyarakat dalam menunjang
pembangunan sarana dan prasarana merupakan salah satu permasalah yang perlu untuk di

2
evaluasi. Maka untuk mengoptimalkan penyediaan informasi di Dinas Pekerjaan Umum
dan Penataan Ruang Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi, perlu dilakukan inovasi untuk
memberikan informasi secara jelas dan lengkap kepada masyarakat.

1.2 Deskripsi Lokus


1.2.1 Gambaran Organisasi

Kabupaten Muaro Jambi adalah salah satu kabupaten di Provinsi Jambi,


Indonesia. Kabupaten ini merupakan salah satu Kabupaten pemekaran dari
Kabupaten Batanghari berdasarkan Undang-undang nomor 54 Tahun 1999, dengan
luas wilayah 5.246 km², secara administratif terdiri dari 11 Kecamatan, 150 Desa
dan 5 kelurahan, dengan jumlah penduduk 342.952 jiwa dengan tingkat
pertumbuhan 3,93 persen per tahun.

Gambar 2.1 Peta Muaro Jambi

Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Muaro Jambi adalah unsur pelaksana


Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi yang dibentuk berdasarkan Peraturan
Pemerintah Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 2007 tentang Pedoman
Organisasi Perangkat Daerah dan sesuai Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor
57 Tahun 2007 tentang Petunjuk Teknik Penataan Organisasi Perangkat Daerah
serta Peraturan Daerah Kabupaten Muaro Jambi Nomor 07 Tahun 2008 tentang
Organisasi dan Tata Kerja Dinas Daerah.

3
Dinas Pekerjaan Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan rumah
tangga daerah di bidang bina marga, pengairan dan cipta karya dalam rangka
penyelenggaran azas otonomi dan tugas pembantuan. Untuk melaksanakan
tugasnya, Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Muaro Jambi mempunyai fungsi
sebagai berikut :

1. perumusan kebijakan teknis di bidang bina marga, pengairan dan cipta karya.
2. penyusunan rencana teknis di bidang bina marga, pengairan dan cipta karya.
3. bimbingan dan pengawasan teknis di bidang bina marga, pengairan dan cipta
karya.
4. pengelolaan peralatan dan pengujian di bidang bina marga, pengairan dan cipta
karya.

1.2.2 Visi dan Misi Organisasi


Adapun Visi dan Misi Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang
Kabupaten Muaro Jambi adalah,

A. VISI
“Mewujudkan ketersediaan infrastruktur dan pelayanan pransarana dan
sarana pekerjaan umum yang profesional secara berkelanjutan, berwawas
lingkungan, serta memberdayakan masyarakat dalam mendukung pertumbuhan
wilayah Kabupaten Muaro Jambi”

B. MISI
1. Meningkatkan kinerja Aparatur Sipil serta kelembagaan yang mampu
memberikan pelayanan kepada masyarakat secara proffesional.
2. Meningkat sistem perencanaan dan pengawasan serta penyediaan pengembangan
data/informasi dalam rangka menunjang pelayanan ke-Puan.
3. Meningkatkan Sistem Jaringan Jalan dan Jembatan yang ada dalam mendukung
interkoneksi antar kawasan produksi dan jalur distribusi.
4. Mewujudkan penyediaan prasarana dan sarana dasar infrastruktur pedesaan dan
penataan bangunan

4
5. Meningkatkan pendayagunaan sumberdaya air untuk pemenuhan jaringan irigasi
serta pembangunan infrastruktur pada kawasan banjir.

1.2.3 Tugas Pokok dan Fungsi


Berdasarkan Keputusan pengguna anggaran Dinas Pekerjaan Umum dan
Penataan Ruang Nomor : 800/19/KPTS-PA/DPUPR/2018, tentang penunjukan
pengawas lapangan untuk kegiatan fisik Bidang Bina Marga di Organisasi kerja
perangkat Daerah Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Muaro
Jambi Tahun Anggaran 2018. Pengawas lapangan mempunyai tugas dan wewenang
dan tanggung jawab sebagai berikut:
a. Mengawasi pelaksanaan kegiatan fisik di lapangan.
b. Memberikan/ membuat laporan pelaksanaan kegiatan baik, harian, mingguan
dan bulanan.
c. Bertanggung jawab atas pelaksanaan tugas-tugas tersebut di atas kepada
Pejabat Pelaksanaan Teknis Kegiatan (PPTK).

5
1.2.4 Struktur Organisasi

KEPALA DINAS

KELOMPOK JABATAN SEKRETARIS


FUNGSIONAL

Kasubbag Umum dan Keuangan

Kasubbag Perencanaan dan


Kepegawaian

KABID BINA PROGRAM TEKNIK DAN


KABID BINA MARGA KABID PENGAIRAN KABID CIPTA KARYA
JASA KONTRUKSI

KASI PERENCANAAN TEKNIK DAN KASI PEMELIHARAAN JALAN DAN KASI PEMBANGUNAN JARINGAN KASI TEKNIK PENYEHATAN
PENYUSUNAN PROGRAM JEMBATAN PENGAIRAN DAN SUMBER DAYA AIR LINGKUNGAN, DRAINASE DAN AIR
BERSIH

KASI SURVEY, PENGUKURAN, KASI PEMBANGUNAN JALAN DAN KASI OPERASIONAL DAN
PENGUJIAN, DAN PENGENDALIAN JEMBATAN PEMELIHARAAN KASI PENATAAN RUANG BANGUNAN
MUTU DAN LINGKUNGAN

KASI OPERASIONAL DAN KASI PEMANFAATAN IRIGASI, RAWA,


KASI JASA KONSTRUKSI SUNGAI DAN DANAU
PEMELIHARAAN JALAN DAN KASI SARANA DAN PRASARANA
MONITORING, EVALUASI DAN
PELAPORAN JEMBATAN PENDUKUNG PEMUKIMAN DAN
UPTD BANGUNAN GEDUNG
ALAT BERAT DAN PERALATAN

6
1.2.5 Role Model
Untuk melaksanakan habituasi di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan
Ruang, peserta menetapkan Role Model kepada:
Nama : M. Taufik Hidayat, S.T
NIP : 197907282002121005
Jabatan : Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR
Program dan langkah dalam mewujudkan ketersedian infrastruktur dan
sarana serta prasarana yang efisien dan efektif di Dinas Pekerjaan Umum
Kabupaten Muaro Jambi yang dilakukan atau diterapkan oleh Bapak Amat
Taufik sangat memberikan contoh dan panutan yang baik. Dengan selalu
memberikan contoh integritas atas pekerjaan yang sangat tinggi. Alasan penulis
menetapkan Bapak Taufik sebagai role model karena beliau mempunyai sikap
yang ramah, terbuka, teliti, disiplin, bertanggung jawa seeta memberi teladan
yang baik dan memiliki inovasi-inovasi baru untuk kemajuan kinerja para
pegawai untuk membuat bidang bina marga dinas pekerjaan umum dan
penataan ruang.

1.3 Perumusan dan Penetapan Isu

Berdasarkan beberapa isu yang telah dijelaskan, maka perlu ditentukan isu utama atau
isu pokok yang ada pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Pemerintah
Kabupaten Muaro Jambi untuk segera ditemukan pemecahan isu.

Metode pertama yang dipakai adalah metode APKL. Aktual adalah isu tersebut benar
– benar terjadi dan sedang hangat dibicarakan oleh masyrakat. Problematik merupakan isu
yang sangat kompleks sehingga perlu dicarikan solusinya. Kekhalayakan artinya isu
tersebut menyangkut hajat hidup orang banyaj. Kelayakan ditujukan kepada isu yang
masuk akal dan realistis serta relavan untuk dimunculkan inisiatif pemecahan masalahnya.

7
No
ISU STRATEGIS A P K L PRIORITAS
.
1 Belum optimalnya Media Informasi.
√ √ √ √ √
2 Belum optimalnya pengelolaan administrasi
√ √ - -
penunjang Kegiatan.
3 Rendahnya Sarana dan Prasarana.
√ - - -
Tabel 1.1 Kriteria APKL

A : Aktual; P : Problem; K : Kekhalayak; L : Layak

Berdasarkan hasil di atas maka dapat disimpulkan bahwa permasalahan utama yang
ada di Dinas Pekerjaan umum dan memerlukan pemecahan masalah yaitu belum
optimalnya media informasi, penulis mengidentifikasi beberapa isu yang di akibatkan oleh
permasalah tersebut yaitu,

1. Kurang Optimalnya Media Informasi terkait pelaksanaan kegiatan penyedian


barang dan jasa pada lingkungan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang
Bidang Bina Marga Kabupaten Muaro Jambi.
2. Kurang disiplinnya sistem pengadministrasian kesekertariatan pada lingkungan
Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan ruang Kabupaten Muaro
Jambi
3. Kurang Optimalnya Media informasi kepada para pegawai terkait data jalan dan
jembatan
4. Belum optimalnya koordinasi antar Pegawai dalam melaksanakan pekerjaan pada
bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang.

Beberapa isu di atas kemudian di analisa menggunakan USG, yaitu salah satu alat
yang digunakan untuk menyusun urutan prioritas isu yang akan diselesaikan. Metode ini
dilakukan dengan menentukan tingkat urgensi, keseriusan dan perkembangan isu dengan
menentukan angka skal (1-5). Isu yang memiliki skor tertinggi merupakan isu utama atau
isu pokok yang akan segera diselesaikan.

Skala Nilai

8
5 Sangat Besar
4 Besar
3 Sedang
2 Kurang
1 Kurang Sekali
Tabel 1.2 Skal USG

1. Urgency

Seberapa mendesak isu tersebut harus dibahas dikaitkan dengan waktu yang
tersedia serta seberapa keras tekanan waktu tersebut untuk memecahkan
masalah yang menyebabkan isu tersebut.

2. Seriousness

Seberapa serius isu tersebut perlu dibahas dikaitkan dengan akibat yang timbul
dengan penundaan pemecahan masalah yang menimbulkan isu tersebut atau
akibat yang menimbulkan masalah-masalah lain jika masalah penyebab isu
tidak dipecahkan. Perlu dimengerti bahwa dalam keadaan yang sama. Suatu
masalah yang dapat menimbulkan masalah lain adalah lebih serius bila
dibandingkan dengan suatu masalah lain yang berdiri sendiri.

3. Growth

Seberapa kemungkinan-kemungkinannya isu tersebut menjadi berkembang


dikaitkan kemungkinan masalah penyebab isu akan makin memburuk kalo
dibiarkan.
Seberapa kemungkinan – kemungkinan isu tersebut menjadi berkembang dikaitkan
ke dalam masalah penyebab isu akan makin memburuk kalau dibiarkan.

No
ISU STRATEGIS U S G RANKING
.
1 Kurang Optimalnya Media Informasi terkait
pelaksanaan kegiatan penyedian barang dan
jasa pada lingkungan Dinas Pekerjaan Umum 5 5 4 1
dan Penataan Ruang Bidang Bina Marga
Kabupaten Muaro Jambi.
2 Kurang disiplinnya sistem pengadministrasian
5 5 3 2
kesekertariatan pada lingkungan Bidang Bina

9
Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan
ruang Kabupaten Muaro Jambi.
3 Belum optimalnya koordinasi antar Pegawai
dalam melaksanakan pekerjaan pada bidang
5 4 3 3
Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan
Penataan Ruang.
Tabel 1.3 Matriks Penentuan Isu Utama dan Metode USG

Berdasarkan hasil analisis di atas dapat disimpulkan bahwa permasalahan prioritas


yang bersifat mendesak dan serius serta memerlukan solusi pemecahan masalah yaitu
“Kurang Optimalnya Penggunaan Media Informasi terkait pelaksanaan kegiatan
penyedian barang dan jasa pada lingkungan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan
Ruang Bidang Bina Marga Kabupaten Muaro Jambi.” Melalui pencermatan kondisi
sebagaimana tersebut di atas perlu dilakukan upaya untuk Penambahan Media Informasi
Terkait Pelaksanaan Kegiatan Penyedian barang dan jasa Pada Lingkungan Dinas
Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Bidang Bina Marga Kabupaten Muaro Jambi.

10
BAB II
RANCANGAN AKTUALISASI

2.1 Rancangan Aktualisasi


Unit Kerja : Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Bidang Bina Marga Kabupaten Muaro Jambi.
Isu yang Diangkat : Kurang Optimalnya Media Informasi terkait pelaksanaan kegiatan penyediaan barang dan jasa pada
lingkungan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Bidang Bina Marga Kabupaten Muaro Jambi
Gagasan Pemecahan Isu : Penambahan Media Informasi Terkait Pelaksanaan Kegiatan penyediaan barang dan jasa Pada
Lingkungan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Bidang Bina Marga Kabupaten Muaro Jambi.

Output/ Hasil Keterkaitan Substansi Kontribusi Terhadap Visi Penguatan Nilai - nilai
No Kegiatan Tahapan Kegiatan
Kegiatan Mata Pelatihan dan Misi Organisasi Organisasi
.
 1. Melakukan   Mendiskusika  Rencana Akuntabilitas Melakukan konsultasi Inovatif, yaitu dalam melakukan
Konsultasi dan n rencana Kegiatan yang dengan atasan dilakukan pemecahan masalah memiliki
Melaksanakan tugas
meminta kegiatan telah disetujui untuk ide ide baru dan
dengan penuh tanggung
Persetujuan dari aktualisasi oleh kepala “Meningkatkan kinerja dikomunikasikan dengan
jawab.
Kepala Bidang.  Mencatat hasil bidang. Aparatur serta pimpinan
konsultasi Nasionalisme kelembagaan yang mampu
dengan atasan. memberikan pelayanan
Pada saat berkonsultasi

11
saya akan menggunakan
bahasa Indonesia yang
baik dan benar.

Etika Publik

Saya akan berkoordinasi


dengan atasan secara
sopan dan santun

Komitmen Mutu
kepada masyarakat secara
Saya akan profesional”
mengoptimalkan waktu
seefektif mungkin

Anti Korupsi

Saya melakukan konsultasi


dengan Kepala bidang
disaat waktu senggang
kerja agar tidak melanggar
disiplin kerja.

2 Membuat list daftar  Berkonsultasi  Daftar Akuntabilitas Membuat list daftar Profesional, yaitu bekerja

12
informasi apa saja dengan kepala informasi yang melakukan dan informasi apa saja yang dengan
yang akan dimuat bidang. akan di muat melaksanakan koordinasi akan dimuat ke dalam semangat,cermat,akuntabel,akur
ke dalam Banner  Menyusun list mengenai kegiatan banner untuk at dan tuntas atas dasar SOP
daftar optimalisasi media “memperjelas terkait dengan penuh tanggung
informasi informasi dengan penyediaan/pengembanga jawab, komitmen yang tinggi.
 Mencari dasar bertanggung jawab dan n data/ informasi dalam
acuan untuk sejelas mungkin rangka menunjang
memperkuat pelayanan ke-Puan”
keabsahan Etika Publik
informasi Berkomunikasi dengan
 Membuat pimpinan menggunakan
Format bahasa yang baik dan
informasi sopan sesuai tata
kesopanan

Nasionalisme
Berkomunikasi dengan
atasan, serta membuat
format informasi
menggunakan bahasa
indonesia yang baik dan

13
benar

Komitmen Mutu
Saya akan membuat
format informasi dengan
memperhatikan SOP
terkait pelaksanaan
kegiatan penyedian barang
dan jasa agar dapat lebih
efektif dan efisien.
 3 Merancang desain  Mencari tahu  Desain Banner Akuntabilitas  Dengan merancang desain Kreatif, yaitu harus mempunyai
Banner, sebagai informasi sebagai media Saya akan mencari banner sebagai media kemampuan dalam melakukan
media utama terkait utama informasi terkait utama informasi terkait terobosan-terobosan sebagai
informasi terkait pembuatan penyampaian pembuatan desain banner pelaksanaan kegiatan upaya dalam meningkatkan
pelakasaan rancangan informasi dengan penuh tanggung diharapkan “kelembagaan kualitas pelayanan maka akan
kegiatan penyedian desain banner jawab dan jelas sehingga mampu memberikan tercipta pelayanan publik yang
barang dan jasa  Membuat informasi tersebut bisa di pelayanan dan optimal.
rancangan mengerti oleh masyarakat ketersediaan informasi
desain Banner dan para staff. kepada masyarakat secara
menggunakan optimal”
Photoshop Nasionalisme

14
Saya akan menggunakan
bahasa indonesia yang
baik dan benar saat
memuat kata didalam
banner.

atau menyewa
Komitmen Mutu
tenaga ahli
Mencetuskan sebuah
inovasi yang dimaksudkan
untuk optimalisasi
publikasi informasi terkait
pelaksanaan kegiatan
penyedian barang dan jasa.
 4 Membuat Standing  Mencetak  Standing Anti Korupsi  Dengan mencetak banner Kreatif, yaitu harus mempunyai
Banner, dan Standing Banner Saya mencetak banner sebagai media utama kemampuan dalam melakukan
dipasang di depan Banner. dengan dana sendiri dan informasi terkait terobosan-terobosan sebagai
pintu masuk kantor  Mengatur tidak mempergunakan pelaksanaan kegiatan upaya dalam meningkatkan
Bina Marga. Tata letak dana instansi diharapkan “kelembagaan kualitas pelayanan yang optimal.
standing mampu memberikan
banner agar Akuntabilitas pelayanan dan
dapat dilihat Saya akan mencetak ketersediaan informasi

15
banner dan memasangnya
dengan penuh tanggung
jawab.
semua pihak,
memasang
Komitmen Mutu
banner pada kepada masyarakat secara
Memberikan informasi-
tempat – optimal”
informasi yang baik dan
tempat
benar, mudah dipahami
strategis
oleh pembaca sehingga
tercipta sebuah informasi
yang efektif.
 5 Mencetak Alur  Mencari  Prosedur yang Nasionalisme Dengan menyediakan  Kreatif, yaitu harus mempunyai
Proses penyedian Informasi telah dicetak Saya akan menggunakan prosedur alur yang telah kemampuan dalam melakukan
barang dan jasa Terkait dalam ukuran bahasa indonesia yang dicetak sebagai salah satu terobosan-terobosan sebagai
dengan format Standar kertas A4 dan baik dan benar saat media informasi terkait upaya dalam meningkatkan
kertas A4  Prosedur dan di laminating memuat kata di dalam pelaksanaan kegiatan kualitas pelayanan maka akan
Proses serta Prosedur. diharapkan “kelembagaan tercipta pelayanan publik yang
Proses ataupun aparatur mampu optimal.
pelelangan Komitmen Mutu memberikan pelayanan
yang telah Saya akan membuat dan ketersediaan
disepakati format informasi dengan informasi kepada

16
memperhatikan SOP
terkait pelaksanaan
 Mencetak kegiatan penyedian barang
informasi dan jasa agar dapat
yang telah di diterima secara lebih
dapat efektif dan efisien oleh
 Menempel staff maupun masyarakat.
prosedur yang Anti Korupsi
telah Saya menyiapkan prosedur
berbentuk dengan dana sendiri dan
masyarakat secara
Hardcopy di tidak mempergunakan
optimal”
tempat yang dana instansi
strategis dan
dapat dilihat
banyak orang, Akuntabilitas
khususnya Saya akan membuat dan
penyedia jasa mencetak prosedur dengan
agar tepat jelas dan penuh tanggung
sasaran. jawab, serta integritas
penuh dalam
pelaksanaannya.

17
 6 Menyiapkan buku  Mendiskusika  Buku Tamu  Etika Publik Dengan menyediakan Kreatif, yaitu harus mempunyai
tamu bagi n dengan Berkomunikasi dengan buku tamu untuk kemampuan dalam melakukan
pelaksana kegiatan kepala bidang. pimpinan menggunakan masyarakat yang terlibat terobosan-terobosan sebagai
(pihak ketiga)  Mencari bahasa yang baik dan langsung dengan kegiatan, upaya dalam meningkatkan
penyedian barang referensi sopan sesuai tata dihararapkan kualitas pelayanan maka akan
dan jasa, untuk bentuk buku kesopanan “Meningkatkan Kinerja tercipta pelayanan publik yang
memudahkan yang akan Aparatur serta optimal.
pendataan dan digunakan Nasionalisme kelembagaan yang mampu
komunikaasi jika  Menyiapkan Berkomunikasi dengan memberikan pelayanan
ada informasi alat dan bahan atasan, serta membuat kepada masyarakat secara
tambahan. dalam format informasi proffesional”
pembuatan menggunakan bahasa
 
buku indonesia yang baik dan

 Melakukan benar

proses
pembuatan Komitmen Mutu

buku tamu. Saya akan


mempergunakan sarana
dan prasarana yang \telah
ada di kantor seefektif dan
seefisien mungkin dalam

18
proses pembuatan buku.
Akuntabilitas
Saya akan mengerjakan
proses pembuatan buku
dengan penuh tanggung
jawab.

 7 Menyediakan  Mendiskusika  Contact  Etika Publik Dengan menyediakan Kreatif dan kerjasama yaitu
Contact Person n dengan Person yang Berkomunikasi dengan contact person sebagai harus mempunyai kemampuan
yang bertanggung kepala bidang akan di pimpinan menggunakan salah satu media informasi dalam melakukan terobosan-
jawab atas setiap  Membuat list cantumkan bahasa yang baik dan terkait pelaksanaan terobosan sebagai upaya dalam
pelaksanaan , agar contact person pada media – sopan sesuai tata kegiatan diharapkan meningkatkan kualitas
informasi di dapat yang media kesopanan. “kelembagaan ataupun pelayanan maka akan tercipta
secara terpercaya  bertanggung  Informasi aparatur mampu pelayanan publik yang optimal,
jawab pada Nasionalisme memberikan pelayanan serta bekerja sama dengan para
setiap Berkomunikasi dengan dan ketersediaan aparatur lainnya dengan baik.
pelaksanaan atasan, serta membuat informasi kepada
format informasi masyarakat secara
menggunakan bahasa optimal”
indonesia yang baik dan
benar

19
Akuntabilitas
Saya akan memberikan
daftar contact secara
transparan dan dapat
dipertanggung jawabkan.

20
2.2 Penjadwalan

Tabel 2.2. Jadwal Pelaksanaan Kegiatan dan Tahapan

B U L A N
Kegiatan dan Tahapan Kegiatan April Mei J uni Juli
2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5
Melakukan Konsultasi dan meminta
Persetujuan dari Kepala Bidang.
1.  Mendiskusikan rencana kegiatan
aktualisasi
 Mencatat hasil konsultasi dengan atasan.
Membuat list daftar informasi apa saja
yang akan dimuat ke dalam Banner.
 Berkonsultasi dengan kepala bidang.
2.
 Menyusun list daftar informasi
 Mencari dasar acuan untuk memperkuat
keabsahan informasi
 Membuat Format informasi
Merancang desain Banner, sebagai media
utama informasi terkait pelakasaan
kegiatan penyedian barang dan jasa
3.  Mencari tahu informasi terkait
pembuatan rancangan desain banner
 Membuat rancangan desain Banner
menggunakan Photoshop atau menyewa
tenaga ahli
Membuat Standing Banner, dan dipasang
di depan pintu masuk kantor Bina Marga.
 Mencetak Standing Banner.
4.  Mengatur Tata letak standing banner
agar dapat dilihat semua pihak,
memasang banner pada tempat – tempat
strategis
Mencetak Alur Proses penyedian barang
dan jasa dengan format kertas A4 
 Mencari Informasi Terkait Standar
Prosedur dan Proses serta Proses
pelelangan yang telah disepakati
5.  Mencetak informasi yang telah di dapat
 Menempel prosedur yang telah
berbentuk Hardcopy di tempat yang
strategis dan dapat dilihat banyak
orang, khususnya penyedia jasa agar
tepat sasaran.
6. Menyiapkan buku tamu bagi pelaksana
21
kegiatan (pihak ketiga) penyedian barang
dan jasa, untuk memudahkan pendataan
dan komunikaasi jika ada informasi
tambahan.
 Mendiskusikan dengan kepala bidang.
 Mencari referensi bentuk buku yang
akan digunakan
 Menyiapkan alat dan bahan dalam
pembuatan buku.
 Melakukan proses pembuatan buku
tamu.
Menyediakan Contact Person yang
bertanggung jawab atas setiap
pelaksanaan , agar informasi di dapat
secara terpercaya 
 Mendiskusikan dengan kepala bidang
7.
 Membuat list contact person yang
bertanggung jawab pada setiap
pelaksanaan
 Menentukankriteriadutaliterasi
Memilihsiswa yang
layakuntukdijadikandutaliterasisekolah

Keterangan :

: Pelaksanaan LATSAR CPNS

: Pelaksanaan Kegiatan

: Pelaksanaan Tahapan

22
BAB III

REALISASI AKTUALISASI

3.1 Realisasi Kegiatan dan Output

Setelah melakukan kegiatan yang dibimbing dan dikendalikan oleh coach dan
mentor, kegiatan dilaporkan beserta lampiran berupa bukti bahwa kegiatan benar-benar
dilakukan, lampiran seperti foto, lembar implementasi, dan lembar dari hasil kegiatan
tersebut. Berikut ini adalah tabel realisasi dan output dari kegiatan aktualisasi yang telah
dilakukan:
Kegiatan 1 Melakukan Konsultasi dan meminta Persetujuan dari Kepala
Bidang.
Waktu 7 Mei 2019
Tahapan Kegiatan 1. Mendiskusikan rencana kegiatan aktualisasi

Gambar 3.1.1 : Konsultasi dengan ketua bidang

23
2. Mencatat Hasil Konsultasi dengan atasan.
Output 1. Rencana Kegiatan yang telah disetujui oleh kepala
bidang

Kegiatan 2 Membuat list daftar informasi apa saja yang akan dimuat ke
dalam media informasi.
Waktu 7 Mei 2019
Tahapan Kegiatan 1. Berkonsultasi dengan kepala bidang

Gambar 3.2.1 Berkonsultasi dengan kepala bidang


2. Menyusun list daftar informasi

Gambar 3.2.2 Menyusun list daftar informasi


3. Mencari Dasar Acuan untuk memperkuat keabsahan
informasi.

24
Gambar 3.2.3 : Mencari dasar Acuan
4. Membuat Format informasi

Gambar 3.2.4 : Membuat Format informasi


Output Dokumentasi, Daftar informasi yang akan dimuat

Kegiatan 3 Merancang Design Banner, sebagai media utama informasi


terkait pelaksanaan kegiatan penyedia barang dan jasa.

Waktu 13 Mei – 14 Mei 2019


Tahapan Kegiatan 1. Mencari Tahu informasi terkait pembuatan rancangan
desain banner.
2. Membuat rancangan desain banner menggunakan photo
shop atau menyewa tenaga ahli.

25
Gambar 3.3.1 konsultasi dengan tenaga ahli dalam mendesain
banner

Gambar 3.3.2 : Konsultasi dengan tenaga ahli Via Whatsapp.


Output 1. Desain Banner Sebagai Media Utama Penyampaian
Informasi
2. Dokumentasi

Kegiatan 4 Membuat Standing Banner, dan dipasang di depan pintu


masuk kantor Bina Marga.
Waktu 17 Mei 2019
Tahapan Kegiatan 1. Mencetak dan merangkai Standing Banner

Gambar 3.4.1 : merangkai standing banner


2. Mengatur Tata letak standing banner agar dapat dilihat
semua pihak, memasang banner pada tempat – tempat
strategis.

26
Gambar 3.4.2 : Meletakan Banner di tempat strategis
Output Dokumentasi, Standing Banner

Kegiatan 5 Mencetak Alur Proses penyedian barang dan jasa dengan


format kertas A4 
Waktu 20 Mei – 21 Mei 2019
Tahapan Kegiatan 1. Mencari Informasi Terkait Standar Prosedur dan Proses
serta Proses pelelangan yang telah disepakati

Gambar 3.5.1 : Mencari informasi seputar Prosedur Penyedian


barang dan jasa
2. Mencetak Informasi yang telah didapat
3. menempel prosedur yang telah berbentuk Hardcopy di

27
tempat yang strategis dan dapat dilihat banyak orang,
khususnya penyedia jasa agar tepat sasaran.

Gambar 3.5.2 : Menempel Prosedur pada tempat strategis


Output 1. Prosedur yang telah dicetak dalam ukuran kertas A4
2. Dokumentasi

Kegiatan 6 Menyiapkan buku tamu bagi pelaksana kegiatan (pihak ketiga)


penyedian barang dan jasa, untuk memudahkan pendataan dan

28
komunikaasi jika ada informasi tambahan
Waktu 25 Mei 2019
Tahapan Kegiatan 1. Mendiskusikan rancangan buku tamu yang akan digunakan
dengan kepala bidang.
2. Mencari Referensi bentuk buku yang akan digunakan.

Gambar 3.6.1: Referensi buku tamu dari receptionist


3. menyiapkan alat dan bahan dalam pembuatan buku
4. Melakukan Proses pembuatan buku

Gambar 3.6.2 : Proses Pembuatan Buku Tamu

29
Gambar 3.6.3 : Hasil Buku Tamu
Output 1. Buku Tamu
2. Dokumentasi

Kegiatan 7 Menyediakan Contact Person yang bertanggung jawab atas


setiap pelaksanaan , agar informasi di dapat secara terpercaya 
Waktu 25 Mei 2019
Tahapan Kegiatan 1. Mendiskusikan dengan kepala bidang.
2. Membuat List contact person yang bertanggung jawab pada
setiap pelaksanaan.

Gambar 3.7.1 Proses Pengumpulan Data PPTK dan Data


Paket

30
Gambar 3.7.2 : List Contact Person
Output 1. List Contact person yang akan dicantumkan untuk
informasi terkait pelaksanaan kegiatan penyediaan barang
dan jasa.

3.1.1 Lembar Kendali Mentor

Nama Hurmain
Instansi dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kab. Muaro Jambi
Tempat
Aktualisasi
No Paraf
Waktu Kegiatan Output Media
. Mentor
1 Selasa, 7 Mei Melakukan Konsultasi Rencana
2019 dan meminta Persetujuan
Kegiatan
dari Kepala Bidang.
yang telah
Tatap muka
disetujui oleh
kepala
bidang.
Selasa, 7 Membuat list daftar
2
Mei 2019 informasi apa saja yang
akan dimuat ke dalam Daftar
Banner. informasi Tatap muka
yang akan di
muat

Selasa, 7 Mei Merancang desain Desain Tatap muka


3
2019 Banner, sebagai media
Banner
utama informasi terkait
s/d pelakasaan kegiatan sebagai

31
penyedian barang dan
14 Mei 2019 jasa media utama
penyampaian
informasi

Jum’at, 17 Membuat Standing Tatap muka


4
Mei 2019 Banner, dan dipasang di Standing
depan pintu masuk
kantor Bina Marga. Banner

Selasa, 7 Mei Mencetak Alur Proses Prosedur Tatap muka


5
penyedian barang dan
jasa dengan format kertas yang telah
A4  dicetak dalam
s/d
ukuran kertas
Selasa, 21 A4 dan di
Mei 2019
laminating
Jumat, Menyiapkan buku tamu Tatap muka
6
25 Mei 2019 bagi pelaksana kegiatan
(pihak ketiga) penyedian
barang dan jasa, untuk Buku Tamu
memudahkan pendataan
dan komunikaasi jika ada
informasi tambahan.

Jum’at, Menyediakan Contact Contact Tatap muka


7
25 Mei 2019 Person yang bertanggung
Person yang
jawab atas setiap
pelaksanaan , agar akan di
informasi di dapat secara
cantumkan
terpercaya 
pada media –
media
Informasi

3.1.2 Lembar Kendali Coach

Nama Bailah, S. Si, Apt, M.Si


Instansi dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kab. Muaro Jambi
Tempat Aktualisasi
No Waktu Kegiatan Output Media Paraf
Coach

32
1 Selasa, 7 Mei Melakukan Konsultasi Rencana
Whatsapp
2019 dan meminta Kegiatan yang
Kamis, 7 Mei
Persetujuan dari Kepala telah disetujui
2019
Bidang. oleh kepala
Pukul 15.10
bidang.
2 Selasa, 7 Membuat list daftar Whatsapp
Daftar
Mei 2019 informasi apa saja yang Selasa, 7 Mei
informasi yang
akan dimuat ke dalam 2019
akan di muat
Banner. Pukul 13.05
3 Kamis 13 - Merancang desain Whatsapp
14 Mei 2019 Banner, sebagai media Desain Banner Kamis, 13 -
utama informasi terkait sebagai media 14 Mei 2019
pelakasaan kegiatan utama Pukul 17.00
penyedian barang dan penyampaian
jasa informasi

4 Jum’at, 17 Membuat Standing Whatsapp


Mei 2019 Banner, dan dipasang di Standing Jumat, 17
depan pintu masuk Banner Mei 2019
kantor Bina Marga. Pukul 13.00

5 Jum’at Mencetak Alur Proses Prosedur yang Whatsapp


20 - 21 Mei penyedian barang dan telah dicetak Jumat 20 - 21
2019 jasa dengan format dalam ukuran Mei 2019
kertas A4  kertas A4 dan Pukul 17.03
di laminating
6 Jumat, Menyiapkan buku tamu Whatsapp
25 Mei 2019 bagi pelaksana kegiatan Jumat, 25
(pihak ketiga) Mei 2019
penyedian barang dan Pukul 13.30
jasa, untuk Buku Tamu
memudahkan pendataan
dan komunikaasi jika
ada informasi
tambahan.

7 Jum’at, Menyediakan Contact Contact Person Whatsapp


25 Mei 2019 Person yang yang akan di Jumat, 25
bertanggung jawab atas cantumkan Mei 2019
setiap pelaksanaan , pada media – Pukul 13.30
agar informasi di dapat media
secara terpercaya  Informasi

3.2 Faktor Pendukung Realisasi Aktualisasi


1) Komitmen Instansi

33
Pihak instansi yang diwakili oleh Kepala bidang Bina Marga, ASN Senior dan
Kepala Seksi sangat mendukung dengan adanya kegiataan-kegiatan yang dilakukan
untuk meningkatkan pengoptimalisasian penyampaian media informasi terkait
penyediaan barang dan jasa di lingkungan Dinas Pekerjaan dan Penataan Ruang
Kabupaten Muaro Jambi. dan siswa yang sifatnya untuk aktualisasikan nilai-nilai
ANEKA yang telah dipelajari sebelumnya dengan tidak melenceng dengan aturan
yang berlaku di Indonesia. Hal yang diwujudkan oleh pihak dinas yang tetap
mendukung kebijakan kegiatan pengoptimalisasiaan media informasi di lingkungan
dinas PUPR guna untuk memperlancar kegiatan pengadaan barang dan jasa.

3.3 Faktor Penghambat Realisasi Aktualisasi


Kendala utama yang ditemui dalam kegiatan aktualisasi ini adalah waktu
melakukan kegiatan aktualisasi ini pada bulan Ramadhan sehingga para pejabat
sebagai eselon 3 dan 4 sebagai coach dan mentor sedang dalam intensitas pekerjaan
yang tinggi dalam pelaksanaan pekerjaan dan jadwal kegiatannya sangat padat
dimana sedang melakukan banyak pekerjaan di luar kantor, sehingga susah untuk
ditemui di dalam kantor. Antisipasi yang dilakukann adalah dengan melakukan
penjadwalan bertemu dengan mentor dan coach disesuaikan dengan kehadiran
beliau di kantor atau melakukan bimbingan lewat Telepon atau Email. Selain itu
waktu yang terbatas karena terpotong libur hari raya juga menjadi salah satu
kendala.

BAB IV

ANALISA

4.1 Realisasi Aktualisasi dan Keterkaitan dengan Substansi Mata Pelatihan

34
Berikut ini merupakan tabel kegiatan aktualisasi beserta keterkaitannya dengan
substansi mata pelatihan:

No Kegiatan Aktualisasi Keterkaitan dengan Substansi Mata


Pelatihan
1 Melakukan Konsultasi dan meminta Akuntabilitas
Persetujuan dari Kepala Bidang Bina Dalam melaksanakan tugas saya telah
Marga Dinas Pekerjaan Umum dan melakukannya dengan penuh semangat
Penataan Ruang Kabupaten Muaro dan tanggung jawab.
Jambi. Nasionalisme
Pada saat berkonsultasi saya akan
menggunakan bahasa Indonesia yang
baik dan benar
Etika Publik
Saya berkoordinasi dengan Ketua bidang
dan mentor secara sopan, santun dan
rendah hati.
Komitmen Mutu
Dalam berkonsultasi dengan Kepala
Bidang Saya menggunakan waktu secara
Efektif dan Efisien.
Anti Korupsi
Saya melakukan konsultasi dengan Kepala
bidang disaat waktu senggang kerja agar
tidak melanggar disiplin kerja.
Dampak Apabila nilai-nilai ANEKA tidak
diterapkan maka akan terjadi
kesalahpahaman dalam mendapatkan
persetujuan dari Kepala Bidang.
2 Membuat list daftar informasi apa Akuntabilitas
saja yang akan dimuat ke dalam Saya sudah melakukan dan melaksanakan
Banner koordinasi mengenai kegiatan optimalisasi
media informasi serta membuat list daftar
informasi dengan bertanggung jawab
dan sejelas mungkin
Nasionalisme
Berkomunikasi dengan atasan, serta
membuat format informasi menggunakan
bahasa indonesia yang baik dan benar
Etika Publik
Berkomunikasi dengan pimpinan
menggunakan bahasa yang baik dan
sopan santun sesuai tata kesopanan serta
penuh semangat.

35
Komitmen Mutu
Saya telah membuat format informasi
dengan memperhatikan SOP terkait
pelaksanaan kegiatan penyedian barang
dan jasa agar dapat lebih efektif dan
efisien.
Dampak Apabila nila – nilai ANEKA tidak
diterapkan maka, informasi-informasi yang
di dapat tidak konsep yang jelas untuk
kemudian informasi tersebut di terima oleh
masyarakat.
3 Merancang desain Banner, sebagai Akuntabilitas
media utama informasi terkait Saya mencari informasi terkait pembuatan
pelakasaan kegiatan penyedian desain banner dengan penuh tanggung
barang dan jasa jawab dan jelas sehingga informasi
tersebut bisa di mengerti oleh masyarakat
dan para staff.
Nasionalisme
Saya menggunakan bahasa indonesia
yang baik dan benar saat memuat kata
didalam banner.
Etika Publik
Saya telah berkoordinasi dengan penyedia
jasa dengan sopan sesuai dengan tata
kesopanan.
Komitmen Mutu
Saya telah mencetuskan sebuah inovasi
yang dimaksudkan untuk optimalisasi
publikasi informasi terkait pelaksanaan
kegiatan penyedian barang dan jasa.
Dampak Apabila Nilai – nilai ANEKA tidak
diterapkan, maka akan kurangnya inovasi
– inovasi dalam penyampaian media
informasi kepada masyarakat.
4 Membuat Standing Banner, dan Akuntabilitas
dipasang di depan pintu masuk Saya telah mencetak banner dan
kantor Bina Marga. memasangnya dengan penuh tanggung
jawab.
Anti Korupsi
Saya telah mencetak banner dengan dana
sendiri dan tidak mempergunakan dana
instansi.
Komitmen Mutu
Saya telah memberikan informasi-

36
informasi yang baik dan benar, mudah
dipahami oleh pembaca sehingga tercipta
sebuah informasi yang efektif..
Dampak Apabila nilai – nilai ANEKA tidak
diterapkan maka informasi yang diterima
oleh masyarakat tidak didapat secara
maksimal.
5 Mencetak Alur Proses penyedian Akuntabilitas
barang dan jasa dengan format kertas Saya telah membuat dan mencetak
A4  prosedur dengan jelas dan penuh
tanggung jawab, serta integritas penuh
dalam pelaksanaannya.
Nasionalisme
Saya telah menggunakan bahasa
indonesia yang baik dan benar saat
memuat kata di dalam Prosedur dan saat
berkonsultasi dengan mentor
Anti Korupsi
Saya telah menyiapkan prosedur dengan
dana sendiri dan tidak mempergunakan
dana instansi
Komitmen Mutu
Saya telah membuat format informasi
dengan memperhatikan SOP terkait
pelaksanaan kegiatan penyedian barang
dan jasa agar dapat diterima secara lebih
efektif dan efisien oleh staff maupun
masyarakat.
Dampak Apabila nila – nilai ANEKA tidak
diterapkan maka, informasi-informasi yang
di dapat tidak memiliki dasar yang jelas
untuk kemudian informasi tersebut di
terima oleh masyarakat.
6 Menyiapkan buku tamu bagi Akuntabilitas
pelaksana kegiatan (pihak ketiga) Saya telah mengerjakan proses pembuatan
penyedian barang dan jasa, untuk buku dengan penuh tanggung jawab.
memudahkan pendataan dan Nasionalisme
komunikaasi jika ada informasi Saya telah berkomunikasi dengan atasan,
tambahan serta membuat format informasi
menggunakan bahasa indonesia yang
baik dan benar.
Komitmen Mutu
Saya telah mempergunakan sarana dan
prasarana yang\telah ada di kantor

37
seefektif dan seefisien mungkin dalam
proses pembuatan buku.
Etika Publik
Saya telah berkomunikasi dengan
pimpinan menggunakan bahasa yang baik
dan sopan sesuai tata kesopanan.
Dampak Apabila nilai – nilai ANEKA tidak
diterapkan penyampaian informasi kepada
masyarakat akan kurang optimal.
7 Menyediakan Contact Person yang Akuntabilitas
bertanggung jawab atas setiap Saya telah memberikan daftar contact
pelaksanaan , agar informasi di dapat secara transparan dan dapat
secara terpercaya. dipertanggung jawabkan.
Nasionalisme
Saya telah berkomunikasi dengan atasan,
serta membuat format informasi
menggunakan bahasa indonesia yang
baik dan benar.
Etika Publik
Saya telah Berkomunikasi dengan
pimpinan menggunakan bahasa yang baik
dan sopan sesuai tata kesopanan.
Dampak Apabila nilai-nilai ANEKA tidak
diterapkan maka akan terjadi
kesalahpahaman dalam penerimaan
informasi oleh masyarakat.

4.2 Realisasi Aktualisasi dan Kontribusi Terhadap Visi dan Misi

Berikut ini merupakan tabel kegiatan aktualisasi beserta kontribusi terhadap visi dan
misi:

No Kegiatan Aktualisasi Kontribusi Terhadap Visi dan Misi


1 Melakukan Konsultasi dan meminta Melakukan konsultasi dengan atasan
Persetujuan dari Kepala Bidang. dilakukan untuk
“Meningkatkan kinerja Aparatur serta
kelembagaan yang mampu memberikan

38
pelayanan kepada masyarakat secara
profesional”
Membuat list daftar informasi apa saja yang
Membuat list daftar informasi apa
akan dimuat ke dalam banner untuk
saja yang akan dimuat ke dalam
2 “memperjelas penyediaan/pengembangan
Banner
data/ informasi dalam rangka menunjang
pelayanan ke-Puan”
Dengan merancang desain banner sebagai
Merancang desain Banner, sebagai media utama informasi terkait pelaksanaan
media utama informasi terkait kegiatan diharapkan “kelembagaan mampu
3
pelakasaan kegiatan penyedian memberikan pelayanan dan ketersediaan
barang dan jasa informasi kepada masyarakat secara
optimal”
 Dengan mencetak banner sebagai media
utama informasi terkait pelaksanaan
Membuat Standing Banner, dan
kegiatan diharapkan “kelembagaan mampu
4 dipasang di depan pintu masuk
memberikan pelayanan dan ketersediaan
kantor Bina Marga.
informasi kepada masyarakat secara
optimal”
Dengan menyediakan prosedur alur yang
telah dicetak sebagai salah satu media
Mencetak Alur Proses penyedian informasi terkait pelaksanaan kegiatan
5 barang dan jasa dengan format diharapkan “kelembagaan ataupun
kertas A4  aparatur mampu memberikan pelayanan
dan ketersediaan informasi kepada
masyarakat secara optimal”
Menyiapkan buku tamu bagi
Dengan menyediakan buku tamu untuk
pelaksana kegiatan (pihak ketiga)
masyarakat yang terlibat langsung dengan
penyedian barang dan jasa, untuk
kegiatan, dihararapkan “Meningkatkan
6 memudahkan pendataan dan
Kinerja Aparatur serta kelembagaan yang
komunikaasi jika ada informasi
mampu memberikan pelayanan kepada
tambahan.
masyarakat secara proffesional”
 
Dengan menyediakan contact person
sebagai salah satu media informasi terkait
Menyediakan Contact Person yang
pelaksanaan kegiatan diharapkan
bertanggung jawab atas setiap
7 “kelembagaan ataupun aparatur mampu
pelaksanaan , agar informasi di
memberikan pelayanan dan ketersediaan
dapat secara terpercaya 
informasi kepada masyarakat secara
optimal”

4.3 Realisasi Aktualisasi dan Penguatan Nilai Organisasi

Berikut ini merupakan tabel kegiatan aktualisasi beserta penguatan nilai organisasi:

No Kegiatan Aktualisasi Penguatan Nilai Organisasi


1 Melakukan Konsultasi dan meminta Inovatif, yaitu dalam melakukan pemecahan

39
masalah memiliki ide ide baru dan
Persetujuan dari Kepala Bidang.
dikomunikasikan dengan pimpinan
Membuat list daftar informasi apa Profesional, yaitu bekerja dengan
saja yang akan dimuat ke dalam semangat,cermat,akuntabel,akurat dan tuntas
2
Banner atas dasar SOP terkait dengan penuh
tanggung jawab, komitmen yang tinggi.
Kreatif, yaitu harus mempunyai
Merancang desain Banner, sebagai
kemampuan dalam melakukan terobosan-
media utama informasi terkait
3 terobosan sebagai upaya dalam
pelakasaan kegiatan penyedian
meningkatkan kualitas pelayanan maka akan
barang dan jasa
tercipta pelayanan publik yang optimal.
Kreatif, yaitu harus mempunyai
Membuat Standing Banner, dan kemampuan dalam melakukan terobosan-
4 dipasang di depan pintu masuk terobosan sebagai upaya dalam
kantor Bina Marga. meningkatkan kualitas pelayanan yang
optimal.
Kreatif, yaitu harus mempunyai
Mencetak Alur Proses penyedian kemampuan dalam melakukan terobosan-
5 barang dan jasa dengan format terobosan sebagai upaya dalam
kertas A4 meningkatkan kualitas pelayanan maka akan
tercipta pelayanan publik yang optimal.
Menyiapkan buku tamu bagi
Kreatif, yaitu harus mempunyai
pelaksana kegiatan (pihak ketiga)
kemampuan dalam melakukan terobosan-
penyedian barang dan jasa, untuk
6 terobosan sebagai upaya dalam
memudahkan pendataan dan
meningkatkan kualitas pelayanan maka akan
komunikaasi jika ada informasi
tercipta pelayanan publik yang optimal.
tambahan.
Kreatif dan kerjasama yaitu harus
mempunyai kemampuan dalam melakukan
Menyediakan Contact Person yang
terobosan-terobosan sebagai upaya dalam
bertanggung jawab atas setiap
7 meningkatkan kualitas pelayanan maka akan
pelaksanaan , agar informasi di
tercipta pelayanan publik yang optimal, serta
dapat secara terpercaya
bekerja sama dengan para aparatur lainnya
dengan baik.

4.4 Komitmen

Setelah menjalankan semua rangkaian kegiatan aktualisasi, penulis berkomitmen akan


terus menerapkan semua nilai-nilai ASN dalam kegiatan sehari-hari terutama dalam
kegiatan penyediaan barang dan jasa. Adapun nilai-nilai ASN yang harus diterapkan
penulis adalah sebagai berikut :

1. Akuntabilitas
Akuntabilitas merujuk pada kewajiban setiap individu, kelompok atau institusi
untuk memenuhi tanggung jawab yang menjadi amanahnya. Untuk menciptakan

40
lingkungan kerja yang akuntabel, seorang ASN diharapkan dapat mewujudkan nilai-nilai
berikut:

a. Kepemimpinan f. Kepercayaan
b. Transparansi g. Keseimbangan
c. Integritas h. Kejelasan
d. Tanggungjawab i. Konsistensi
e. Keadilan
Sebagai seorang ASN berkewajiban untuk menjalankan nilai-nilai diatas yaitu
bersifat transparan dalam , selalu bersikap adil, dapat dipercaya, jelas dalam
menyampaikan informasi, berintegritas dan bertanggung jawab dalam melaksanakan
segala kewajiban yang merupakan kebijakan pemerintah dalam bidang penyedia barang
dan jasa.

2. Nasionalisme
Nasionalisme sangat penting dimiliki oleh setiap ASN. Bahkan tidak sekedar
wawasan saja tetapi kemampuan mengaktualisasikan nasionalisme dalam menjalankan
fungsi dan tugasnya merupakan hal yang lebih penting. Dengan nasionalisme yang kuat,
diharapkan setiap ASN memiliki orientasi berpikir mementingkan kepentingan publik,
bangsa dan Negara.
Setiap ASN wajib memiliki jiwa nasionalisme Pancasila yang kuat dalam
menjalankan fungsi dan tugasnya. Jiwa nasionalisme Pancasila harus menjadi dasar dan
mengilhami setiap gerak langkah dan semangat bekerja untuk bangsa dan Negara. Untuk
itu setiap ASN harus senantiasa taat dan menjalankan nilai-nilai Pancasila dan
mengaktualisasikannya dengan semangat nasionalisme yang kuat menjalankan tugasnya
sebagai pelaksana kebijakan public, pelayan public dan perekat pemersatu bangsa.

3. Etika Publik

Etika publik adalah refleksi tentang standar/norma yang menentukan baik/buruk,


benar/salah perilaku, tindakan dan keputusan untuk mengarahkan kebijakan publik dalam
rangka menjalankan tanggungjawab pelayan publik.
Etika publik yang harus selalu diterapkan oleh seorang ASN juga berkaitan dengan
kode etik ASN dalam bermasyarakat sebagai berikut:

41
1. Memberikan pelayanan dengan empati, hormat, dan santun tanpa pamrih dan tanpa
unsur pemaksaan.
2. Memberikan pelayanan secara cepat, tepat, terbuka, dan adil serta tidak
diskriminatif.
3. Tanggap terhadap keadaan lingkungan masyarakat.
4. berorientasi kepada peningkatan kesejahtera masyarakat dalam melaksanakan
tugas.

4. Komitemen Mutu

Kompetensi dasar yang harus dimiliki oleh ASN yaitu mampu membedakan
tindakan yang menghargai efektivitas, efisiensi, inovasi, dan kinerja berorientasi mutu,
khususnya dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik. Adapun
kompetensi dasar yang harus dicapai oleh ASN adalah sebagai berikut:

a. Menciptakan berbagai tindakan kreatif dalam memberikan layanan public.


b. Menunjukkan perilaku kreatif dan inovatif dalam menampilkan kinerja dan
memberikan layanan yang komitmen terhadap mutu.
c. Mampu menjalankan fungsi dan perannya sebagai aparatur yang bertanggung
jawab.
Dalam menjalankan nilai-nilai komitmen mutu sebagai seorang staff yaitu sebagai
berikut:

a. Staff secara bersama-sama memberikan berbagai macam ide serta inovasi-inovasi


untuk mengoptimalisasikan penyampaian informasi terkait berbagai macam
kegiatan pengadaan barang dan jasa.
b. Staff secara bersama-sama memelihara, membina dan meningkatkan mutu
organisasi secara profesional sebagai sarana pengabdiannya.

Dalam upaya meningkatkan pengoptimalisasian Media informasi para staff


berupaya untuk kreatif dan inovatif ketika membuat berbagai macam media, sehingga akan
tercipta media yang dapat diterima oleh berbagai macam pihak.

5. Anti Korupsi
Menurut UU No. 31/1999 jo UU No. 20/2001 terdapat 7 kelompok tindak pidana
korupsi yang terdiri dari:

42
1. Kerugian keuangan negara,
2. Suap-menyuap,
3. Pemerasan,
4. Perbuatan curang,
5. Penggelapan dalam jabatan,
6. Benturan kepentingan dalam pengadaan, dan
7. Gratifikasi.

Anti korupsi berarti menjauhi perilaku korupsi, memiliki niat, semangat, dan
komitmen melakukan pemberantasan korupsi dan bergerak membangun Indonesia yang
bebas dari korupsi. Selain itu, sebagai seorang ASN yang baik juga harus menanamkan
nilai-nilai anti korupsi itu kepada semua pihak.

Mengetahui
Mentor Penulis

HURMAIN ADE SEPTA YANI, S.ST


NIP. 196507161987121004 NIP. 199411122019032002

BAB V
PENUTUP

5.1 Kesimpulan
Pelaksanaan Diklat Prajabatan Calon Pegawai Negeri Sipil Golongan III pada
lingkungan kabupaten Muaro Jambi, bertujuan untuk membentuk PNS yang profesional
yaitu PNS yang mampu melaksanakan tugas dan perannya sebagai pelayanan masyarakat
dan memenuhi standar kompetensi jabatannya, yang diindikasikan dengan kemampuan
mengaktualisasikan lima nilai dasar yaitu:
1. Mewujudkan akuntabilitas dalam melaksanakan tugas jabatannya.
2. Mengedepankan kepentingan nasional dalam pelaksanaan tugas
jabatannnya.
3. Menjunjung tinggi standar etika publik dalam pelaksanaan tugas
jabatannya.
4. Berinovasi untuk peningkatan mutu pelaksanaan tugas jabatannya.

43
5. Mampu untuk tidak korupsi dan mendorong percepatan pemberantasan korupsi di
lingkungan instansinya.
1.2 Saran
Aktualisasi nilai-nilai dasar Profesi PNS hendaknya tetap terus dilakukan meskipun
Pelatihan Dasar (LATSAR) telah selesai dilaksanakan. Setiap PNS harus senantiasa
menerpkan nilai-nilai dasar Profesi PNS yang terdiri dari dari Akuntabilitas, Nasionalisme,
Etika Publik, Komitmen Mutu, dan Anti Korupsi (ANEKA) dalam melakukan tugas pokok
dan fungsi sebagai pelayan masyarakat.
Dalam upaya menerapkan nilai-nilai dasar ANEKA tersebut dengan baik, tentunya
akan selalu ada hambatan dan rintangan dari lingkungan sekitar yang memang harus
dihadapi oleh seorang PNS. Akan tetapi seorang PNS yang profesional tentunya harus
mampu menyikapi berbagai mabcam hambatan dan rintangan tersebut sebagai upaya
memotivasi diri demi perubahan pelayanan yang lebih baik lagi kepada masyarakat.

DAFTAR PUSTAKA

1. Lembaga Administrasi Negara, 2014, Peraturan Kepala LAN Nomor 38 Tahun


2013 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan Prajabatan
Golongan III Pola Baru, LAN-RI, Jakarta
2. Lembaga Administrasi Negara, 2014, Modul Akuntabilitas PNS Prajabatan
Golongan III, LAN-RI, Jakarta
3. Lembaga Administrasi Negara, 2014, Modul Nasionalismes PNS Prajabatan
Golongan III, LAN-RI, Jakarta
4. Lembaga Administrasi Negara, 2014, Modul Etika Publik Prajabatan Golongan
III, LAN-RI, Jakarta
5. Lembaga Administrasi Negara, 2014, Modul Komitmen Mutu Prajabatan
Golongan III, LAN-RI, Jakarta

44
6. Lembaga Administrasi Negara, 2014, Modul
Anti-Korupsi Prajabatan Golongan III,
LAN-RI, Jakarta

Biodata Penulis

Ade Septa Yani, S.ST Lahir di Tanjung Sakti pada tanggal 12 November 1994 adalah
seorang lulusan sarjana Teknik di salah satu Perguruan Tinggi berbasis Politeknik yang ada
di kota Palembang, mengenyam pendidikan sekolah dasar selama 6 Tahun di SDN 136
Palembang, kemudian melanjutkan Sekolah Menengah Pertama di SMPN 52 Palembang
dan Sekolah Menengah Atas di SMAN 1 Talang Kelapa, dan menamatkan pendidikan
tertinggi di Politeknik Negeri Sriwijaya pada Program Studi Perancangan Jalan dan
Jembatan Jurusan Teknik Sipil sejak 2012 hingga 2016.
Penulis memiliki pengalaman kerja di beberapa Proyek konstruksi antara lain,
pembangunan jalan tol Palembang– Betung Seksi III Zona D dan Lontar Extension CFSPP 1
X 315 MW Project – PLTU BANTEN 3 LONTAR for PT. PLN Persero

45
Penulis yang berdomisili Asli di Perumnas Talang Palembang ini, saat ini tengah
menjalani aktivitas sebagai salah satu Calon Pegawai Negeri Sipil di Dinas Pekerjaan
Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Muaro Jambi sebagai seorang staff Pengawas
lapangan pada bidang Bina Marga.

46

Anda mungkin juga menyukai