Anda di halaman 1dari 4

PT BIMA memiliki informasi keuangan sebagai berikut

Rasio Utang (debt ratio) 5%


Quick ratio 0,8 kali
Asset turnover 1.5 kali
Average collection period 36 hari
Gross profit margin 25%
Inventory turnover 5 kali

berdasarkan informasi keuangantersebut anda diminta untuk melengkapi neraca dan laporan
laba rugu berikut ini, dan tunjukkan perhitungannya

Gross profit margin = Penjualan - HPP


Penjualan
25% = 300,000 - HPP
300,000
0.25 . 300,000 = 300,000 - HPP
75,000 = 300,000 - HPP
HPP = 300,000 - 75,000
HPP = 225,000

Inventory turnover = HPP


Persediaan
5= 225,000
Persediaan

Persediaan = 225,000
5
Persediaan = 45,000

Average collection period = Piutang x 360


Penjualan
36 = Piutang x 360
300,000
36 . 300,000 = Piutang x 360
10,800,000 = Piutang x 360
Piutang = 10,800,000
360
Piutang = 30,000

Aset Turnover = penjualan


Total Aset
1.5 = 300,000
Total Aset
Total Aset = 300,000
1.5
Total Aset = 200,000
Ratio Hutang = Total utang
Total Aset
50% = Total utang
200,000
0.5 = Total utang
200,000
Total utang = 200,000 . 0.5
Total utang = 100,000

Utang jangka pendek = Total Utang - Utang jangka pangjang


Utang jangka pendek = 100,000 - 60,000
Utang jangka pendek = 40,000

Quick Ratio = Aset Lancar - persediaan


Kewajiban Lancar
0.8 = Aset Lancar - 45,000
40,000
0.8 . 40,000 = Aset Lancar - 45,000
32,000 = Aset Lancar - 45,000
Aset Lancar = 32,000 + 45,000
Aset Lancar = 77,000

PT BIMA
NERACA

Kas Rp 2,000
Piutang Rp 30,000
Persediaan Rp 45,000
Aset Lancar Rp 77,000
Aktiva tetap Rp 123,000
Total aktiva Rp 200,000

Utang jangka pendek Rp 40,000


Utang jangka panjang Rp 60,000
Total Utang Rp 100,000
saham biasa Rp 2,500
Laba ditahan Rp 97,500
Total Utang dan Modal Rp 200,000

PT. BIMA
LAPORAN LABA RUGI

Penjualan Rp 300,000
HPP Rp 225,000
Laba Tahun berjalan Rp 75,000
Berikut informasi keuangan PT.ABC

Keterangan 2008 2009


penjualan Rp 3,790 Rp 3,990
Hpp Rp 2,043 Rp 2,137
depresiasi Rp 975 Rp 1,018
biaya Bunga Rp 225 Rp 267
dividen Rp 200 Rp 225
aktiva lancar Rp 2,140 Rp 2,346
aktiva tetap bersih Rp 6,770 Rp 7,087
utang lancar Rp 994 Rp 1,126
utang jangka panjang Rp 2,869 Rp 2,956

PT. ABC
NERACA
UNTUK TAHUN 2008 - 2009
2008 2009
Aktiva Lancar Rp 2,140 Rp 2,346
Aktiva Tetap Bersih Rp 6,770 Rp 7,087
Total Aset Rp 8,910 Rp 9,433
Hutang Lancar Rp 994 Rp 1,126
Hutang Jangka Panjang Rp 2,869 Rp 2,956
Dividen Rp 200 Rp 225
Total Utang dan Modal Rp 3,663 Rp 3,857

PT ABC
LAPORAN LABA RUGI
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 2009
Penjualan Rp 3,990
Harga pokok penjualan Rp 2,137
Laba Kotor Rp 1,853
Dikurang Biaya-biya:
Biaya Bunga Rp 1,018
Biaya depresiasi Rp 267
Rp 1,285
Laba Bersih Rp 568
Berikut ini adalah informasi yang tersedia terkait neraca dan laporan laba rugi
perusahaan citra
Informasi neraca
● kas Rp 138,356,000
● persediaan Rp 61,807,000
● piutang Rp 12,284,000
● Ativa tetap bersih Rp 94,601,000
● Equity Multiplier 1.654
Total Aset Rp 307,048,000

informasi laba rugi


● Penjualan Rp 734,868,000
● harga pokok penjualan Rp 505,152,000
● Biaya Administrasi dan penjualan Rp 141,520,000
● Biaya Bunga Rp 760,000
● Pajak Rp 34,702,000
Laba Bersih Rp 52,734,000

ROE = Laba Bersih penjualan


x x
Penjualan Total Aset Equity Multiplier
ROE = Rp 52,734,000 Rp 734,868,000
x x 1.654
Rp 734,868,000 Rp 307,048,000
ROE = 0.072 x 2.393 x 1.654
ROE = 0.28

Dupont Analysis merupakan suatu analisis yang digunakan untuk mengevaluasi indikator-
indikator utama dari ROE beserta ROE-nya. Hal ini membuat investor mengetahui kegiatan
keuangan apa yang paling berkontribusi terhadap perubahan ROE pada perusahan tersebut.

Anda mungkin juga menyukai