Anda di halaman 1dari 17

RANCANGAN AKTUALISASI

PENINGKATAN LAYANAN YANKESLING (KLINIK SANITASI)


DENGAN MEMANFAATKAN MEDIA CETAK (LEAFLAT) DAN MEDIA
SOSIAL BERBASIS DIGITAL DI UPT PUSKESMAS WATES
PEMERINTAH KABUPATEN BLITAR

DISUSUN OLEH
Nama : Helvi Muttiyasari, A.Md.Kes
Angkatan :X
Nomor Presensi : 34

PELATIHAN DASAR CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL ANGKATAN X


PUSAT PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA
KEMENTERIAN DALAM NEGERI
REGIONAL YOGYAKARTA
2021
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Puskesmas selaku salah satu penyedia jasa pelayanan kesehatan dituntut
untuk selalu meningkatkan keprofesionalan dari para pegawainya serta
meningkatkan fasilitas/sarana kesehatannya untuk memberikan kepuasan
kepada masyarakat pengguna jasa layanan kesehatan.
Dalam meningkatkan mutu pelayanan di puskesmas pelayanan kesehatan
lingkungan masuk kedalam standar pelayanan minimal yang harus terealisasi
secara optimal dengan melibatkan lintas program dan lintas sektor. Peningkatan
mutu pelayanan puskesmas dapat dilakukan dengan langkah awal yaittu
mengidentifikasi isu pelayanan yang ada di UPT Puskesmas Wates, dari hasil
identifikasi didapatkan isu yang paling aktual khususnya pada unit kesehatan
lingkungan yaitu Pelayanan Yankesling belum terealisasi dengan baik.
Banyak dijumpai permasalahan penyakit berbasis lingkungan hingga saat ini.
ISPA dan diare yang merupakan penyakit berbasis lingkungan selalu masuk
dalam 10 besar penyakit di hampir seluruh Puskesmas di Indonesia. Menurut
Pedoman Arah Kebijakan Program Kesehatan Lingkungan Pada Tahun 2008
menyatakan bahwa Indonesia masih memiliki penyakit menular yang berbasis
lingkungan yang masih menonjol seperti DBD, TB paru, malaria, diare, infeksi
saluran pernafasan, HIV/AIDS, Filariasis, Cacingan, Penyakit Kulit, Keracunan
dan Keluhan akibat Lingkungan Kerja yang buruk. Dan pada tahun 2020
ditambah dengan munculnya penyakit yang disebabkan oleh virus Covid-19
yang manjadi pandemi di seluruh dunia hingga saat ini.
Pada capaian PKP (penilaian kinerja puskesmas) tahun 2020 pelayanan
yankesling (klinik sanitasi) belum terealisasi dengan baik dengan target capaian
yaitu 10% dari target sedangkan capaiannya 0%, dan dari data bulan juni 2021
sebanyak 121 pasien datang ke puskesmas dengan keluhan penyakit berbasis
lingkungan dan semuanya tidak mendapatkan konseling di klinik sanitas, selain
ketidak tahuan masyarakat tentang pelayanan kesehatan lingkungan juga
puskesmas belum memiliki ruangan khusus untuk pelayanan klinik sanitasi.
Selain itu personal hygiene yang tidak baik akan mempermudah tubuh terserang
berbagai penyakit, seperti penyakit kulit, penyakit infeksi penyakit mulut,
penyakit saluran cerna dan dapat menghilangkan fungsi bagian tubuh tertentu,
seperti halnya kulit. Hal ini dipengaruhi oleh pengetahuan minim masyarakat
tentang pentingnya menjaga kebersihan.
Pelayanan Yankesling belum terealisasi dengan baik akan berdampak
kepada kesehatan masyarakat jika tidak segera diselesaikan, yaitu:
1. Masyarakat mudah terserang berbagai penyakit, seperti penyakit kulit,
penyakit infeksi penyakit mulut, penyakit saluran cerna dan dapat
menghilangkan fungsi bagian tubuh tertentu, seperti halnya kulit.
2. Personal hygiene yang buruk dapat mempermudah penyakit dalam
penularannya.
3. Menurunkan produktifitas masyarakat.
Adannya masalah dalam pelayanan Yankesling (klinik sanitasi) tersebut
diperlukan adanya pemecahan masalah yaitu Melakukan pelayanan klinik
sanitasi dan sosialisasi kepada pasien PBL dan masyarakat luas dengan media
cetak (leaflat) maupun media sosial berbasis digital. Hal ini menjadi trobosan di
masa pandemi ini sehingga masyarakat tetap terlayani secara optimal.
Adapun kelebihan dari sosialisasi dengan media leaflat adalah
Berdasarkan gagasan dan tujuan tersebut, maka penulis merumuskan judul
aktualisasi yaitu: “Peningkatan Layanan Yankesling (Klinik Sanitasi) dengan
Memanfaatkan Media Cetak (leaflat) dan Media Sosial Berbasis Digital di UPT
Puskesmas Wates Pemerintah Kabupaten Blitar”.
B. Tujuan dan Manfaat Aktualisasi
1. Tujuan Aktualisasi
a. Tujuan Umum
Meningkatkan pelayanan kesehatan lingkungan (klinik sanitasi)
b. Tujuan Khusus
1) Meningkatkan pelayanan kesehatan lingkungan khusunya klinik
sanitasi
2) Realisasi pelayanan klinik sanitasi optimal
3) Meningkatkan kunjungan klinik sanitasi
2. Manfaat Aktualisasi
a. Bagi Peserta Pelatihan Dasar CPNS
1) Mampu mengaktualisasi nilai-nilai dasar ASN dalam meningkatkan
mutu pelayanan kesehatan lingkungan.
2) Mampu bekerja secara optimal sesuai dengan tupoksi dan program
yan diberikan.
3) Mampu melayani masyarakat dengan memanfaatkan media cetak
dan media sosial sehingga masyarakat terlayani secara efektif dan
efisien.
b. Bagi UPT Puskesmas Wates
1) Mendukung terwujudnya visi dan misi UPT Puskesmas Wates.
2) Mendukung tugas pokok dan fungsi UPT Puskesmas Wates.
3) Meningkatkan mutu pelayanan UPT Puskesmas Wates.
4) Meningkatkan target capaian SPM (standar pelayanan minimal) UPT
Puskesmas Wates.
c. Bagi Masyarakat
1) Mendapatkan hak pelayanan yang optima
2) Meningkatnya pengetahuan tentang personal hygiene dan hygiene
sanitation sehingga terwujud derajat kesehatan masyarakat yang
optimal.
C. RUANG LINGKUP
Ruang lingkup dari kegiatan aktualisasi ini berada di lingkungan UPT
puskesmas Wates Pemerintah Kabupaten Blitar Khususnya Unit Pelayanan
Kesehatan Lingkungan. Kegiatan aktualisasi yang dilakukan diantaranya
membuat media sosialisasi cetak (leaflat) dan berbasis digital, membuat SOP
klinik sanitasi kepada petugas terkait (BP, KIA, IGD, dan Rawat Inap),
Sosialisasi tentang Klinik Sanitasi kepada pasien. Pelaksanaan kegiatan
aktualisasi ini dimulai dari tanggal 26 Juli 2021 sampai dengan 5 September
2021.
BAB II
GAMBARAN UMUM INSTANSI

A. Deskripsi Organisasi
1. Dasar Hukum
Menurut Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 75
Tahun 2014 tentang Pusat Kesehatan Masyarakat, Pusat Kesehatan
Masyarakat yang selanjutnya disebut Puskesmas adalah fasilitas pelayanan
kesehatan yang menyelenggarakan upaya kesehatan masyarakat dan
upaya kesehatan perseorangan tingkat pertama, dengan lebih
mengutamakan upaya promotif dan preventif, untuk mencapai derajat
kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya di wilayah kerjanya.
bahwa untuk mewujudkan kualitas lingkungan yang sehat dan
mencegah penyakit dan/atau gangguan kesehatan dari faktor risiko
lingkungan serta dalam rangka mendukung pencapaian standar pelayanan
minimal kabupaten/kota bidang kesehatan, perlu diselenggarakan pelayanan
kesehatan lingkungan di Puskesmas, dalam peraturan menteri kesehatan
republik Indonesia nomor 13 tahun 2015 tentang penyelenggaraan
pelayanan kesehatan lingkungan di puskesmas bahwa Pelayanan
Kesehatan Lingkungan adalah kegiatan atau serangkaian kegiatan yang
ditujukan untuk mewujudkan kualitas lingkungan yang sehat baik dari aspek
fisik, kimia, biologi, maupun sosial guna mencegah penyakit dan/atau
gangguan kesehatan yang diakibatkan oleh faktor risiko lingkungan.
2. Data Umum UPT Puskesmas Wates
Nama Puskesmas : UPT Puskesmas Wates
Kepala Puskesmas : dr. Indah Amalia
Alamat Puskesmas
a. Jalan : Jl. Merdeka No.12
b. Kelurahan : Wates
c. Kecamatan : Wates
d. Kabupaten : Blitar
e. Provinsi : Jawa Timur
f. No. telepon : (0342) 351068
g. Email : pkmwates@yahoo.co.id
3. Struktur Organisasi UPT Puskesmas Wates
Gambar 1. Struktur Organisasi UPT Puskesmas Wates
KEPALA PUSKESMAS
dr. INDAH AMALIA

KASUBBAG TATA USAHA


AGUS WIDODO, S.Kep. Ners

KEPEGAWAIAN KEUANGAN PERENCANAAN DAN SISTEM RUMAH TANGGA


AGUS WIDODO, S.Kep. Ners MIMIN ARISTIANI, A.Md.Kep INFORMASI PUSKESMAS PUTRI MARGARETA, Farm.Apt
OKY AYU WULANDARI,A.Md.Kep

PENANGGUNG JAWAB UKM ESENSIAL PENANGGUNG JAWAB UKM PENANGGUNG JAWAB UKP, KEFARMASIAN PENANGGUNG JAWAB JEJARING PELAYANAN
DAN KEPERAWATAN KESEHATAN MASYARAKAT PENGEMBANGAN DAN LABORAT KESMAS DAN FASYANKES
YAYUK WIDIASTUTIK,S.ST SRI WAHYUNI, S.ST dr. ARIESTA DEWI MARATUL QOTIMAH, A.Md.Keb

KESLING
HELVI MUTTIYASARI, A.Md.Kes KESEHATAN JIWA RUANG PERIKSA UMUM PUSLING PUSTU JEJARING FASYANKES PONKESDES POLINDES
DIAN AGUNG P.,A.Md.Kep DIAN AGUNG P.,A.Md.Kep ANTON DWIARDA.,A.Md.Kep MARATUL QOTI MAH,A.Md.Ke b
P2P
ANTON DWIARDA C., A.Md.Kep KESEHATAN INDRA RUANG GAWAT DARURAT TUGUREJO SUKOREJO TULUNGREJO
ANI SA NURKHOLI FAH,A.Md.Kep ANTON DWIARDA,A.Md.Kep LUCYANA SADAVI N,A.Md.Ke b RS RUJUKAN SRI WAHYUNI , S.ST. YAYUK WI DI ASTUTIK, A.M.Keb
RSUD NGUDI WALUYO TAFSIRUN N,A.Md.Kep
IMUNISASI DAN SURVAILENS KESEHATAN LANSIA KEFARMASIAN RINGINREJO SUMBERARUM
RINI PURWANTI, STr.Keb LUCYANA SADAVI N,A.Md.Keb PUTRI M,S.Farm.Apt MARATUL Q. A.Md.Keb KLINIK MITRA HUSADA KHUZAIMATU NUR,A.Md.Keb
ANISA N., A.Md.Kep
ANTON DWIARDA C., A.Md.Kep
BATRA LABORAT PURWOREJO MOJOREJO
P2 ISPA, DIARE,HEPATITIS TAFSIRUN N,A.Md.Kep YANUAR RIKI N, A.Md.Kes ENDANG S, A.Md. Kep. KRI STI AN W, S.ST.
BIDAN PRAKTEK MANDIRI
MIMIN ARISTIANI,A.Md.Kep NI SA YULI A R., A.Md.Keb
KESEHATAN OLAHRAGA KIA/KB
P2 DBD , MALARIA HELVI MUTTIYASARI ,A.Md.Ke s SITI.M, A.Md.Keb
PERAWAT PRAKTEK MANDIRI
ENDANG SUNARSIH,A.Md.Kep
NISA YULIA R., A.Md.Keb KESEHATAN KERJA KESEHATAN GILUT
HELVI MUTTIYASARI ,A.Md.Ke s drg. PRAYUDA SAGA H
LABORATORIUM SWASTA
P2 KUSTA
NISA YULIA RAHMANI, A.Md.Keb GIGI MASYARAKAT RAWAT INAP
drg. PRAYUDHA SAGA H. SITI MUSLIKAH,A.Md.Kep
P2 TB
DIAN AGUNG P, A.Md.Kep PTM GIZI
SRI WAHYUNI, S.ST YUDHISTI RA , A.Md.GZ
HIV/AIDS
ANIS KHOIRUN NISAK,A.Md.Kep MATRA RUANG PERSALINAN
SITI MUSLIKAH, A.Md. Kep RINI PURWANTI, STr.Keb
GIZI
YUDHISTIRA ANGGA, A.Md.GZ RUANG REKAM MEDIK
SYAZKIRA NABILA A.,A.Md
KIA/KB
SITI MUYASAROH, A.Md.Keb RUANG LOKET
SYAZKIRA NABILA A.,A.Md

KESEHATAN IBU
SITI MUYASAROH, A.Md.Keb

KB
KHUZAIMATU NUR A.,A.Md.Keb

KESPRO
KHUZAIMATU NUR A.,A.Md.Keb

MTBS
DWI PURNAMA DEWI, A.Md.Keb

PERKESMAS
ANISA NURKHOLIFAH, A.Md.Kep

PROMKES
ANIS KHOIRIN NISAK, A.MdKep
ERVINA DWI JAYANTI, SKM

UKS
KRISTIAN WAHYU S., S.ST

UKGS
drg. PRAYUDA SAGA H

POSKESTREN
ERVINA DWI JAYANTI, SKM
4. Visi dan Misi UPT Puskesmas Wates
a. Visi
Menuju Kecamatan Wates lebih sejahtera, maju dan berdaya saing.
b. Misi
a) Mengembangkan dan meningkatkan penyelenggaraan upaya
kesehatan masyarakat
b) Mengembangkan dan meningkatkan penyelenggaraan upaya
kesehatan perorangan
c) Meningkatkan kemitraan dan jejaring fasyankes
d) Meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dan pengelolaan
manajerial.
5. Tujuan Puskesmas
Puskesmas bertujuan untuk mewujudkan masyarakat yang:
memiliki perilaku sehat yang meliputi kesadaran, kemauan dan
kemampuan hidup sehat, mampu menjangkau pelayanan kesehatan
yang bermutu, hidup dalam lingkungan sehat serta memiliki derajat
kesehatan yang optimal, baik individu, keluarga, kelompok dan
masyarakat.
6. Tata Nilai UPT Puskesmas Wates
Tata nilai Puskesmas Wates adalah “WATES” yaitu :
W : Mewujudkan pelayanan yang berkualitas
A : Amanah
T : Tanggung Jawab
E : Empati
S : Sadar Mutu
7. Jenis pelayanan
B. Tugas dan fungsi unit kerja
1. Tugas UPT Puskesmas
Dibawah ini merupakan tugas pokok puskesmas yaitu:
a) Melaksanakan pelayanan, pembinaan dan pengembangan upaya
kesehatan kepada masyarakat diwilayah kerjanya.
b) Puskesmas juga harus melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh
Dinas Kesehatan.
2. Fungsi UPT Puskesmas
Sesuai dengan fungsinya Puskesmas adalah :
a) Pelayanan kesehatan perorangan (private good)/ UKP,adapun upaya
pelayanan yang dimaksud mencangkup :
1) Menyelenggarakan pelayanan kesehatan dasar secara
komprehensif, berkesinambungan dan bermutu
2) Menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang
mengutamakan upaya promotif dan preventif
3) Menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang berorientasi
pada individu, keluarga, kelompok dan masyarakat
4) Menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang
mengutamakan keamanan dan keselamatan pasien, petugas
dan pengunjung
5) Menyelenggarakan pelayanan kesehatan dengan prinsip
koordinatif dan kerjasama inter dan antar profesi
6) Melaksanakan rekam medis
7) Melaksanakan pencatatan, pelaporan dan evaluasi terhadap
mutu dan akses pelayanan kesehatan
8) Mengkoordinasikan dan melaksanakan pembinaan fasilitas
pelayanan kesehatan tingkat pertama di wilayah kerjanya
9) Melaksanakan penapisan rujukan sesuai dengan indikasi
medis dan sistem rujukan.
b) Pelayanan Kesehatan Masyarakat / UKM
Dalam menyelenggarakan fungsi tersebut, Puskesmas
berwewenang untuk:
1) Melaksanakan perencanaan berdasarkan analisis masalah
kesehatan masyarakat dan analisis kebutuhan pelayanan
yang diperlukan
2) Melaksanakan advokasi dan sosialisasi kebijakan kesehatan
3) Melaksanakan komunikasi, informasi, edukasi, dan
pemberdayaan masyarakat dalam bidang kesehatan
4) Menggerakkan masyarakat untuk mengidentifikasi dan
menyelesaikan masalah kesehatan pada setiap tingkat
perkembangan masyarakat yang bekerjasama dengan sektor
lain terkait
5) Melaksanakan pembinaan teknis terhadap jaringan pelayanan
dan upaya kesehatan berbasis masyarakat
6) Melaksanakan peningkatan kompetensi sumber daya manusia
Puskesmas
7) Memantau pelaksanaan pembangunan agar berwawasan
kesehatan
8) Melaksanakan pencatatan, pelaporan dan evaluasi terhadap
akses, mutu dan cakupan pelayanan kesehatan
9) Memberikan rekomendasi terkait masalah kesehatan
masyarakat, termasuk dukungan terhadap sistem
kewaspadaan dini dan respon penanggulangan penyakit.
c) Sebagai wahana pendidikan
C. Tugas Sanitarian
Berdasarkan keputusan menteri kesehatan republic Indonesia nomor
373/Menkes/SK/III/2007 tentang standar profesi sanitarian disebutkan
standar kompetensi sanitarian untuk jenjang pendidikan diploma III sebagai
berikut :
1) Melakukan pemeriksaan kualitas fisik air dan limbah cair
2) Melakukan pemeriksaan kualitas kimia air dan limbah cair
3) Melakukan pemeriksaan kualitas mikrobiologi air dan limbah cair
4) Melakukan pemeriksaan kualitas fisik udara/kebising-
an/getaran/kelembaban udara/kecepatan angina dan radiasi
5) Melakukan pemeriksaan kualitas kimia udara
6) Melakukan pemeriksaan kualitas mikrobiologi udara
7) Melakukan pemeriksaan kualitas fisik tanah dan limbah padat
8) Melakukan pemeriksaan kualitas kimia tanah dan limbah padat
9) Melakukan pemeriksaan kualitas mikrobiologi dan parasitology tanah
dan limbah padat
10) Melakukan pemeriksaan kualitas fisik makanan dan minuman
11) Melakukan pemeriksaan kualitas kimia makanan dan minuman
12) Melakukan pemeriksaan kualitas mikrobiologi dan parasitology
makanan dan minuman
13) Melakukan pemeriksaan kualitas mikrobiologi dan parasitology sampel
usap alat makanan dan minuman dan rectum
14) Melakukan survey vector dan binatang penganggu
15) Melakukan pengukuran kuanitas (debit) air dan air limbah
16) Mengidentifikasi makro dan mikro bentos di badan air
17) Melakukan pemeriksaan sampel toksikan dan biomonitoring
18) Melakukan pemeriksaan analisis dampak kesehatan lingkungan
19) Mengelola program hygiene industry, kesehatan dan keselamatan kerja
20) Merancang, mengoprasikan dan memeliharaan peralatan
pengelolaan sampah
21) Mengoerasikan alat pengeboran air tanah
22) Melakukan pengeboran air tanah untuk pembangunan sarana air bersih
23) Melakukan pendugaan air tanah
24) Mengkalibrasi dan memlihara peralatan pengujian
25) Mengoprasikan alat-alat aplikasi pengendalian vector
26) Mengelola alat-alat pengambil sampel udara
27) Melakukan kegiatan penyuuhan dan pelatihan
28) Mengawasi sanitasi penglolaan linen
29) Melakukan pengelolaan limbah padat
30) Melakukan pengendalian vector dan binatang penganggu
31) Melakukan pengelolaan pembuangan tinja
32) Mengawasi sanitasi pengelolaan limbah bahan berbahaya beracun
33) Melakukan surveilan penyakit berbasis lingkungan
34) Melakukan pemberdayaan masyarakat dalam bidang kesehatan
lingkungan
35) Menilai kondisi kesehatan perumahan (kepadatan huni, lantai,
dinding, atap, ventilasi, jendela, dan penataan ruangan/bangunan)
36) Mengawasi sanitasi tempat pembuatan, penjualan
penyimpanan, pengangkutan, dan penggunaan pestisida
37) Mengawasi sanitasi tempat-tempat umum, industry,
pariwisata, permukiman dan sarana transportasi
38) Menerapkan prinsip HACCP dalam pengelolaan makanan
39) Melakukan intervensi administrative sesuai hasil analisi sampel air,
tanah, udara, limbah, makanan dan minuman, vector dan binatang
peganggu.
40) Merancang teknologi tepat guna dan ramah lingkungan
41) Mengelola klinik sanitasi.
Dari uraian tugas sanitarian diatas, rancangan aktualisasi tentang
Peningkatan Layanan Yankesling (Klinik Sanitasi) dengan Memanfaatkan
Media Cetak (leaflat) dan Media Sosial Berbasis Digital di UPT Puskesmas
Wates Pemerintah Kabupaten Blitar memiliki keterkaitan yaitu mengelola
klinik sanitasi, maka permasalahan yang diangkat dalam aktualisasi ini
sudah sesuai dengan tugas pokok dari sanitarian di tingkat puskesmas.
Peningkatan pelayanan klinik sanitasi ini menjadi salah satu parameter guna
meningkatkan mutu pelayanan program kesehatan lingkungan.

BAB III
RENCANA AKTUALISASI

A. Deskripsi Isu Terpilih


B. Matrik Rancangan Aktualisasi
Table 1. Matrik Rancangan Aktualisasi
no Nama kegiatan Tahapan kegiatan Output/hasil Keterkaitan substansi mata Keterkaitan Penguatan
pelatihan dengan Visi Misi nilai
Organisasi organisasi
1 2 3 4 5 6 7
1 Membuat 1. Koordinasi dengan 1. Data analisis Akuntabilitas :
media kepala puskesmas situasi klinik Materi yang digunakan dapat
sosialisasi selaku Mentor sanitasi dan dipertanggungjawabkan
2. Mencari materi tentang kondisi klinik kebenarannya
pelayanan klinik sanitasi saat ini
sanitasi 2. Data literatur Nasionalisme :
3. Membantu pembuatan materi dan Media sosialisasi
SOP alur klinik sanitasi regulasi terkait
4. Membuat leflat klinik klinik sanitasi
sanitasi 3. SOP alur klinik
5. Membuat poster untuk sanitasi
sosialisasi melalui 4. Leaflat
media digital 5. Postingan dan
broadcast
2 Membuat
surat
pemberitahua
n tentang
penerapan
alur klinik
sanitasi
3 Sosialisasi
penerapan
alur klinik
sanitasi
kepada
petugas terkait
(BP, KIA, IGD
dan Rawat
Inap)
4 Sosialisasi
tentang klinik
sanitasi
kepada pasien