Anda di halaman 1dari 9

Diskusi I

Adm pemerintahan desa


Diskusikan  tentang makna otonomi dan berikan argumentasi berkaitan otonomi di desa ? dan
adakah Otonomi desa Tersebut...?

Otonomi dalam KBBI adalah pemerintahan sendiri. Otonomi atau autonomy berasal


dari bahasa Yunani, auto yang berarti sendiri dan nomous yang berarti hukum atau
peraturan, otonomi dalam pengertian orisinil adalah the legal self sufficiency of social
body and its actual independence. Jadi ada 2 ciri hakikat dari otonomi yakni legal self
sufficiency dan actual independence.
Atau menurut saya otonomi merupakan definisi kemandirian terbatas suatu daerah atau
kelompok social dalam mengatur pemerintahnya.
Sedangkan otomoni daerah adalah suatu daerah yang memiliki wewenang, hak serta
kewajiban untuk mengatur dan mengurus segala urusan pemerintahan dan kepentingan
masyarat setempat sesusi dengan peraturan undang - undang.
Penyelenggaraan pemerintahan desa tidak terpisahkan dari penyelenggaraan otonomi
daerah. untuk memperkuat desa (Pemerintah Desa dan Lembaga Kemasyarakatan)
merupakan langkah mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat sebagai
tujuan otonomi daerah. Otonomi desa yang merupakan otonomi asli telah diamanatkan
dalam Konstitusi Republik Indonesia yakni dalam Undang-Undang Dasar 1945 Pasal
18B ayat (2). Selanjutnya Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 yang sekarang
menjadi Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008, juga mengakui hak otonomi asli yang
melekat pada Desa.
Pengakuan terhadap otonomi desa, tidak terlepas dari adanya hak asal-usul desa,
karena desa telah ada sejak sebelum Kolonial Belanda Masuk Ke Indonesia.
Pemberian Otonomi Kepada Desa, bukan hanya diberikan kepada desa yang definitif
atau dengan kata lain Desa asli, melainkan pemberian otonomi desa juga di berikan
oleh Undang-Undang baik itu Undang-Undang Dasar 1945 maupun Undang-Undang
Nomor 12 Tahun 2008 Tentang Perubahan Kedua Undang-Undang Nomor 32 Tahun
2004 Tentang Pemerintahan Daerah kepada Desa administratis.
Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 juga mengakui adanya otonomi yang dimiliki
oleh desa ataupun sebutan lainnya dan kepada desa melalui pemerintah desa dapat
diberikan penugasan ataupun pendelegasian dari pemerintah ataupun pemerintah
daerah untuk melaksanakan urusan pemerintah tertentu. Sementara itu, terhadap desa
di luar desa geneologis yaitu desa yang bersifat administrasi seperti desa yang dibentuk
karena pemekaran desa ataupun karena transmigrasi ataupun karena alasan lain yang
warganya pluralistis, majemuk, ataupun heterogen, maka otonomi desa akan diberikan
kesempatan untuk tumbuh dan berkembang mengikuti perkembangan dari desa itu
sendiri.
bagaimana hubungan Pemerintah Daerah dan Desa pasca reformasi, sebelum dan
sesudah ditetapkannya UU No.6 Tahun 2014? Kedua, sudah relevankah desain
hubungan Pemerintah Daerah dan Desa dalam UU No.6 Tahun 2014, jika dilihat dari
konsep NKRI?
Pengaturan Desa dalam UU No.22 Tahun 1999, dan UU No.32 Tahun 2004 tidak
mengalami perubahan yang begitu signifikan. Sehingga pengaturan tersebut
berimplikasi pada Pemerintahan Desa yang meliputi, kewenangan, sistem organisasi
pemerintahan, dan keuangan Desa serta pengelolaan aset dan sumber daya alam
Desa. Kedua, hubungan Pemerintahan Daerah dan Desa terutama dalam UU No.22
Tahun 1999, dan UU No.32 Tahun 2004, semakin tidak jelas dan cenderung parsial.
Karena pada dasarnya Desa dan Daerah adalah sub sistem dari Pemerintah yang
memiliki pemerintahan tersendiri. Justeru sebaliknya diatur dalam satu Undang-undang,
sehingga esensi Desa sebagai kesatuan masyarakat hukum menjadi kabur. Ketiga,
desain UU No.6 Tahun 2014 Tentang Desa, tidak bertentangan dengan konsep NKRI.
Keberadaan Desa justru memperkuat sistem negara kesatuan dengan menghormati
dan mengakui keberadaannya. Keberadaan Desa dan Desa Adat sebagai kesatuan
masyarakat hukum, serta otonomi Desa memiliki landasan konstitusional. Kedudukan
desa bukan sebagai susunan Pemerintah terendah, melainkan sub sistem dari
Pemerintah. karena Desa menurut Undang-undang ini adalah penggabungan dua unsur
penting, yakni self-local governing community dan local self goverment yang dijalankan
berdasarkan asas rekognisi dan subsidiaritas.

https://suduthukum.com/2017/09/otonomi-desa.html

https://dspace.uii.ac.id/handle/123456789/2408

Administrasi perkantoran

1. Coba Anda kemukakan bagaimana cara Anda bisa memahami Buku Materi Pokok ADPU 4331
Administrasi Perkantoran sehingga mencapai tujuan kompetensi matakuliah ini? Selanjutnya
manfaat apa yang Anda peroleh dari hasil belajar matakuliah ini (dalam hal ini coba Anda kaji
ruang lingkup kajian matakuliah administrasi perkantoran ini!

2. Jelaskan bagaimanakah pandangan Anda tentang konsep administrasi dan manajemen. Berikan
argumentasi yang jelas! 
1. Saya mencoba memahami Buku Materi Pokok ADPU 4331 Administrasi Perkantoran iini dengan
membaca ringkas serta mencatat semua point – point utama atau penting untuk pemahan saya.
Seperti:

1. pengertian administrasi;

2. pengertian manajemen;

3. pengertian kantor;

4. ruang lingkup administrasi perkantoran;

5. pengertian manajemen perkantoran.

Saya juga menggunakan sumber atau refrensi lain seperti dari internet atau buku lain sebagai bahan
untuk meluaskan wawasan saya mengenai administrasi perkantoran.

2. Didalam kelompok, manusia melakukan administrasi dalam bentuk kerja sama. Dan di dalam
administrasi terjadi proses pengaturan. Proses pengaturan inilah disebut dengan manajemen.
Dalam lokasinya administrasi lebih cocok digunakan untuk lembaga-lembaga pemerintah yang
bersifat lebih mengutamakan kepentingan sosial sehingga pelaksananya disebut administrator.
Sedangkan manajemen lebih cocok untuk lembaga-lembaga swasta yang bersifat lebih
mengutamakan kepentingan komersial sehingga pemimpinnya disebut manajer.  Administrasi
berarti proses mengelola keseluruhan organisasi secara efektif. Manajemen adalah tindakan
menyelesaikan pekerjaan melalui yang lainnya. Dalam konsepnya yang menjadi perbandingan
administrasi dan manajemen adalah:

Manajemen Administrasi
Arti Cara yang teratur dari Proses mengelola suatu organisasi oleh
mengelola orang dan berbagai sekelompok orang disebut
hal dari suatu bisnis organisasi administrasi.
disebut manajemen.
Kewenangan Level menengah dan bawah Level atas
Peran Pelaksana Menentukan
Wilayah operasi Bekerja di bawah administrasi Memiliki control penuh atas aktivitas di
organisasi
Bisa diterapkan pada Organisasi yang menghasilkan Kantor pemerintah, militer, klub,
profit, contohnya organisasi perusahaan bisnis, rumah sakit,
bisnis organisasi agama, dan organisasi
pendidikan
Menentukan Siapa yang melakukan Apa yang harus diselesaikan? Dan
pekerjaan? Bagaimana kapan pekerjaan tersebut
pekerjaan tersebut terselesaikan?
diselesaikan?
Pekerjaan Menerapkan rencana dan Formulasi dari rencana, menuyusun
kebijakan sebagai aksi kebijakan, dan menentukan tujuan
Berpusat pada Melaksanakan pekerjaan Menentukan alokasi terbaik yang
memungkinkan dari sumber daya yang
terbatas.
Juru kunci Manajer Administrator
Mewakili Karyawan; yang bekerja untuk Pemilik; yang mendapatkan imbalan
pemberian upah pada modal yang diinvestasikan oleh
mereka
https://apaperbedaan.com/manajemen-dan-administrasi/

Kesimpulannya adalah dalam konsepnya administrasi dan manajemen dalam sebuah organisasi,
Sederhananya administrasi adalah upaya membentuk kerja sama yang sistematis dalam upaya
pencapaian tujuan.  

Dan untuk  mencapai kerja sama yang harmoni dan sinergis, dibutuhkan sistem pengatur yang pada
intinya terdiri dari aturan-aturan dan pengatur pihak yang menjalankan dan menegakkan aturan. Aturan
berisi sejumlah keharusan dan larangan yang harus di taati dalam hubungan kerja sama. Aturan dalam
konteks organisasi, berbentuk kebijakan-kebijakan, penentuan tata kerja, dan tata tertib yang harus
dipatuhi oleh anggota organisasi yang disebut manajemen. Sedangkan pengatur merupakan pihak yang
bertanggung jawab terhadap tegaknya peraturan.

Manajemen sumber daya manusia

Sehubungan dengan tantangan di masa depan, peran MSDM harus berubah dari yang bersifat
tradisional ke arah yang lebih strategis. Untuk itu, menurut Anda, apa yang harus dilakukan organisasi
untuk mendukung perubahan peran MSDM tsb?

1. Pandangan bahwa SDM itu langsung operasional dan kegiatan SDM sama sekali tidak strategic

2. Pandangan yang lebih canggih SDM hanya untuk mencocokkan strategi perusahaan

3. MSDM merupakan suatu mitra sejajar dalam proses perencanaan strategi

 Memberikan tugas spesifik kepada setiap bawahan, membuat devisi-devisi, mendelegasikan wewenang
kepada bawahan, meembuat jalur wewenang. dan komunikasi, dan mengoordinasikan pekerjaan
bawahan.

 persiapan dilakukan perencanaan kebutuhan akan sumber daya manusia dengan menentukan
berbagai pekerjaan yang mungkin timbul.
 Merekrut atau mencari calon atau kandidat pegawai, karyawan, buruh, manajer, atau tenaga
kerja baru untuk memenuhi kebutuhan sdm oraganisasi atau perusahaan.
  tenaga kerja yang tepat dari sekian banyak kandidat atau calon yang ada.
 Tenaga kerja yang bekerja pada organisasi atau perusahaan harus menguasai pekerjaan yang
menjadi tugas dan tanggungjawabnya. Untuk itu diperlukan suatu pembekalan agar tenaga kerja
yang ada dapat lebih menguasai dan ahli di bidangnya masing-masing serta meningkatkan
kinerja yang ada. Dengan begitu proses pengembangan dan evaluasi karyawan menjadi sangat
penting mulai dari karyawan pada tingkat rendah maupun yang tinggi.
 imbalan atas kontribusi kerja pegawai secara teratur dari organisasi atau perusahaan.
Kompensasi yang tepat sangat penting dan disesuaikan dengan kondisi pasar tenaga kerja yang
ada pada lingkungan eksternal.
 Proteksi juga perlu diberikan kepada pekerja agar dapat melaksanakan pekerjaannya dengan
tenang sehingga kinerja dan kontribusi perkerja tersebut dapat tetap maksimal dari waktu ke
waktu

Cakupan MSDM

1. Melakukan analisis jabatan

2. Merencanakan kebutuhan tenaga kerja dan merekrut calon tenaga kerja

3. Menyeleksi calon tenaga kerja

4. Memberikan orientasi dan pelatihan bagi karyawan baru

5. Menata olah upah dan gaji

6. Menyediakan insentif dan kesejahteraan

7. Menilai kinerja

8. Mengkomunikasikan (wawancara, penyuluhan, pendisiplinan).

9. Pelatihan dan pengembangan.

10. Membangun komitmen karyawan

https://ikachessmeilana.wordpress.com/2013/06/01/peran-strategis-manajemen-sumber-daya-
manusia/

Pengantar ilmu ekonomi

Apa yang dimaksud dengan:


1. Perilaku rumah tangga konsumen 
2. Perilaku rumah tangga produsen dan
3. Perilaku pasar secara individual, coba saudara jelaskan ?

1. Perilaku rumah tangga konsuen adalah orang yang menggunakan, memiliki permintaan barang
atau jasa dalam jumlah dan waktu tertentu yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginan.
2. Rumah Tangga Produsen adalah orang yang menghasilkan barang atau jasa untuk dijual atau
dipasarkan, sedangkan Produksi adalah usaha untuk menciptakan dan meningkatkan kegunaan
suatu barang untuk memenuhi kebutuhan. Dengan pengertian lain Produksi merupakan konsep
arus (flow consept), bahwa kegiatan produksi diukur dari jumlah barang-barang atau jasa yang
dihasilkan  dalam suatu periode waktu tertentu, sedangkan kualitas barang atau jasa yang
dihasilkan tidak berubah.
3. Perilaku pasar secara individual adalah perilaku yang menggambarkan individu – individu
tertentu. Dalam factor – factor seperti halnya: factor personal, factor psikologis,. Kedua factor
tersebut yang akan menentukan perilaku seorang individu dalam mengambil keputusan
pembelian suatu produk.

Perkoprasian

Tema diskusi kita mengenai pengertian dan landasan konstitusi koperasi, deskripsikan opini anda
mengenai permasalahan berikut ini: 

Dengan tertulisnya kata "koperasi" dalam penjelasan ayat (1) Pasal 33 UUD 1945 maka pembangunan
koperasi memperoleh landasan konstitusional dan politis yang kuat dalam pengembangan koperasi
hingga menjadi kodisi saat ini. Namun sebagai akibat dari amandemen UUD 1945, kata "koperasi" tidak
lagi muncul pada penjelasan ayat (1) Pasal 33 UUD 1945.  diskusikan:

1. Bagaimana kronologisnya hingga hal tersebut di atas terjadi!

2. Bagaimana konsekuensi pengaruh yang dirasakan dalam pengembangan koperasi di Indonesia?

1. Dalam praktik amandemen UUD 1945 menjadi UUD pelaksanaan 2002 telah melanggar
Kesepakatan Sebelas Fraksi MPR. Setelah berjuang keras menentang dan menyakinkan
PAH I (dan kemudian juga terhadap Komisi Amandemen pada ST-MPR 2002, maka untuk
sementara memang kita boleh lega bahwa Ayat l, 2 dan 3 dari Pasal 33 UUD 1945 dalam
Rancangan Perubahan tidak diubah oleh PAH I BP MPR. Ketiga ayat asli ini tetap
dipertahankan, yang berarti kerja keras dari sekelompok pemikir ideologi kebangsaan
dan kerakyatan dapat berhasil menyakinkan (atau menuntut) perlunya
mempertahankan nilai dasar kebersamaan (mutualism) dan asas kekeluargaan
(brotherhood/ukhrwah) dalam Pasal33 UUD ini. Usaha menghilangkan perkataan
"koperasi" atau “bangun perusahaan koperasi" dari UUD 1945 harus ditolak. Gerakan
Koperasi Internasional (ICA) dan bahkan PBB justru sedang menegaskan ulang tentang
pentingnya koperasi untuk memajukan grass'roots economy, khususnya ekonomi
rakyat. iain daripada itu harus tetap kita ingat bahwa "asas kekeluargaan" tidak bisa
diganti dengan "asas keadilan", karena tidak akan ada keadilan yang genuine tanpa
berada dalam suasana kekeluargaan (ukhttwah wathoniah). Tanpa adanya asas
kekeluargaan maka keadilan akan berarti kekuasaan dan saling berebut, yang kuatlah
yang akan menentukan apa adil bagi si lemah. Sebaliknya dalam masyarakat yang
melaksanakan asas kekeluargaan, keadilan akan terwujud dengan sendirinya.

Dalam beberapa tahun terakhir ini (pada era Reformasi), terjadi perubahan penting
dalam kebijakan pembinaan koperasi. Pasal 33 UUD 1945, yang selama ini dijadikan
dasar hukum tertinggi dalam pembinaan koperasi di Indonesia telah diamandemen.
Amandemen yang terjadi pada Pasal 33 ini ialah dengan dihapuskannya penjelasan,
termasuk penjelasan ayat (1) yang berbunyi “Perekonomian disusun sebagai usaha
bersama berdasar atas asas kekeluargaan”. Dengan hapusnya penjelasan ayat (1)
tersebut maka kata koperasi yang semula dianggap sebagai bangun perusahaan yang
sesuai dengan asas kekeluargaan, ikut terhapus pula. Dengan hapusnya kata koperasi,
orang bebas menafsirkan “usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan”, bisa berarti
koperasi (seperti pernah dinyatakan oleh Bung Hatta), bisa pula bukan.

2, Sebagai suatu sistem ekonomi, koperasi dapat dikatakan merupakan salah satu sistem
ekonomi campuran. Unsur sosialis tampak dominan dalam koperasi dengan dijunjung
tingginya prinsip kebersamaan serta kesamaan hak dan kewajiban bagi anggota
koperasi. Di samping itu, prinsip kekuasaan tertinggi di tangan anggota juga merupakan
prinsip sentralisasi kekuasaan yang demokratis. Di sisi lain, unsur liberal juga tampak
dalam koperasi dengan diakuinya prinsip keadilan (bagi anggota yang memiliki
partisipasi/prestasi tinggi dalam koperasi akan memperoleh bagian pendapatan yang
tinggi pula). Di samping itu, prinsip sukarela juga dapat diartikan sebagai suatu
kebebasan dalam melakukan kegiatan ekonomi dalam koperasi. Dengan demikian
sistem ekonomi koperasi merupakan suatu sistem ekonomi yang berbau sosialis dan
liberalis, meski bau sosialisnya cenderung lebih dominan dengan proses atau kegiatan
yang bersifat kekeluargaan, jika sistem ekonomi koperasi di terapkan dalam
perekonomian indonesia secara konsekuen dan berkesinambungan bukan tidak
mungkin dapat memberikan pengaruh positif terhadap kinerja perekonomian Indonesia
yang saat ini semakin tertinggal dari negara negara tetangga.

Koperasi mampu mewadahi kegiatan ekonomi kerakyatan yang pada umumnya adalah
merupakan golongan rakyat menengah kebawah (miskin), dengan adanya koperasi
diharapkan mereka dapat mengembangkan kegiatan ekonominya yang akan berdampak
pada meningkatnya jumlah pendapatan. Dengan pembinaan dan pelatihan yang serius
dan profesional serta berkelanjutan kepada rakyat kecil, sehingga mampu meningkatkan
kualitas sumberdaya manusia serta peningkatan pendapatan, bukan tidak mungkin
koperasi secara perlahan akan memberikan manfaat dalam menurunkan permasalahan
ekonomi yang paling mendasari yaitu kemiskinan.

System ekonomi Indonesia

Secara umum, sistem ekonomi dapat dimaknai sebagai suatu keseluruhan sistem yang tersusun dari
sub-sub sistem yang lebih kecil seperti pranata-pranata ekonomi, sosial politik dan ide-ide yang diantara
mereka saling berinteraksi untuk menumbuh-kembangkan perekonomian nasional.

Bagaimana dengan SEI?

1. Apakah kita sudah memiliki sistem ekonomi yang dibangun atas dasar nilai-nilai , tradisi dan
filosofi yang barakar dari masyarakat kita?

Sistem ekonomi Indonesia haruslah berlandaskan Sistem Ekonomi Pancasila yaitu


sebuah sistem perekonomian yang didasarkan pada lima sila dalam Pancasila. Ekonomi
Pancasila adalah suatu konsep kebijaksanaan ekonomi, setelah mengalami pergerakan
seperti bandul jam dari kiri ke kanan, hingga mencapai titik keseimbangan. Ke kanan
artinya bebas mengikuti aturan pasar, sedangkan ke kiri artinya mengalami intervensi
negara dalam bentuk perencanaan terpusat.  Secara sederhana, Ekonomi Pancasila
dapat disebut sebagai sebuah sistem ekonomi pasar dengan pengendalian pemerintah
atau "ekonomi pasar terkendali". Mungkin ada istilah-istilah lain yang mendekati
pengertian "Ekonomi Pancasila", yaitu sistem ekonomi campuran, maksudnya campuran
antara sistem kapitalisme dan sosialisme atau sistem ekonomi jalan ketiga. Sistem
ekonomi Indonesia haruslah berlandaskan Sistem Ekonomi Pancasila yaitu
sebuah sistem perekonomian yang didasarkan pada lima sila dalam Pancasila. Ekonomi
Pancasila adalah suatu konsep kebijaksanaan ekonomi, setelah mengalami pergerakan
seperti bandul jam dari kiri ke kanan, hingga mencapai titik keseimbangan. Ke kanan
artinya bebas mengikuti aturan pasar, sedangkan ke kiri artinya mengalami intervensi
negara dalam bentuk perencanaan terpusat.  Secara sederhana, Ekonomi Pancasila
dapat disebut sebagai sebuah sistem ekonomi pasar dengan pengendalian pemerintah
atau "ekonomi pasar terkendali". Mungkin ada istilah-istilah lain yang mendekati
pengertian "Ekonomi Pancasila", yaitu sistem ekonomi campuran, maksudnya campuran
antara sistem kapitalisme dan sosialisme atau sistem ekonomi jalan ketiga.
2. Menurut anda SEI yang ada sekarang apakah bisa bersaing dengan Sistem Ekonomi
negara lain di tengah pasar bebas saat ini? 
Sistem ekonomi Indonesia yang diterapkan saat ini adalah Sistem Perekonomian Pancasila,
atau disebut juga dengan Sistem Ekonomi Demokrasi. Artinya, landasan sistem ekonomi di
Indonesia secara normatif adalah Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.
Landasa ekonomi Indonesia sendiri telah diatur dalam UUD 1945 pasal 33 ayat 1.
Mengapa Indonesia menerapkan siastem ekonomi Pancasila?
Ada banyak faktor yang mempengaruhi proses pembangunan sistem ekonomi di suatu negara,
baik itu faktor internal maupun eksternal. Beberapa faktor internal misalnya lokasi geografi,
sumber daya alam dan manusia, dan lain-lain. Sedangkan faktor-faktor eksternal misalnya
kondisi ekonomi dunia, kondisi politik dunia, perkembangan teknologi, dan lain sebagainya.
Sistem ekonomi Pancasila diterapkan di Indonesia karena di dalamnya terdapat makna
demokrasi ekonomi dan dianggap paling sesuai dengan kondisi Indonesia.
indonesia berada persis ditengah pasar bebas dan terikat dengan berbagai perjanjian dagang
baik di level regional maupun internasional. Dalam jangka yang lebih pendek, selain telah
membangun komitmen untuk mewujudkan asia tenggara sebagai pasar bebas pada tahun
2015, indonesia juga berkomitmen dalam perjanjian serupa dengan negara-negara asia pasifik (
APEC ). Dengan kesepakatan-kesepakatan tersebut, kemudian mencermati situasi
sosial, politik, dan ekonomi domestik saat ini, tak seorangpun yang tidak akan gelisah
membayangkan Indonesia kedepan.
  Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) 2015 merupakan realisasi pasar bebas di Asia Tenggara
yang telah dilakukan secara bertahap mulai KTT ASEAN di Singapura pada tahun 1992. Tujuan
dibentuknya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) untuk meningkatkan stabilitas  perekonomian
di kawasan ASEAN, serta diharapkan mampu mengatasi masalah-masalah di bidang ekonomi
antar negara ASEAN. Konsekuensi atas kesepakatan MEA tersebut berupa aliran bebas barang bagi
negara-negara ASEAN, dampak arus bebas jasa, dampak arus bebas investasi, dampak arus tenaga kerja
terampil, dan dampak arus bebas modal.

pemerintah Indonesia

diharapkan dapat mempersiapkan langkah strategis dalam sektor tenaga kerja, sektor infrastuktur, dan
sektor industri. Dalam menghadapi MEA, Pemerintah Indonesia menyiapkan respon kebijakan yang
berkaitan dengan Pengembangan Industri Nasional, Pengembangan Infrastruktur, Pengembangan
Logistik, Pengembangan Investasi, dan Pengembangan Perdagangan (www.fiskal.depkeu.go.id). Selain
hal tersebut masing-masing Kementrian dan Lembaga berusaha mengantisipasi MEA dengan langkah-
langkah strategis.

            Pemerintah berusaha mengubah paradigma kebijakan yang lebih mengarah ke kewirausahaan


dengan mengedepankan kepentingan nasional. Untuk bisa menghadapi persaingan MEA, tidak hanya
swasta (pelaku usaha) yang dituntut harus siap namun juga pemerintah dalam bentuk kebijakan yang
pro pengusaha.

Negara lain sudah berpikir secara entrepreneurial (wirausaha), bagaimana agar pemerintah  berjalan dan


berfungsi laksana seubah organisasi entrepreneurship yang berorientasi pada hasil. Maka dengan
momentum MEA ini sudah tiba saatnya pemerintah Indonesia mengubah pola pikir lama yang
cenderung birokratis dengan pola pikir entrepreneurship yang lebih taktis, efektif dan efisien. Sebagai
contohnya adalah kebijakan subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) sebesar Rp 300 triliun (US$ 30 miliar)
yang kurang produktif diarahkan kepada pembiayayaan yang lebih produktif misalnya investasi
infrastruktur.

https://bppk.kemenkeu.go.id/id/publikasi/artikel/150-artikel-keuangan-umum/20545-masyarakat-
ekonomi-asean-AEC-dan-perekonomian-indonesia