Anda di halaman 1dari 8

Administrasi perkantoran

Inti dari manajemen adalah kepemimpinan. Oleh karena itu keberadaan pemimpin dalam organisasi
menjadi sangat penting dalam mewujudkan tujuan organisasi. Para ahli manajemen pun melahirkan
banyak teori terkait kepmimpinan ini. Silakan kemukakan pendapat Anda tentang teori kepemimpinan
yang tepat diterapkan di Indonesia, dengan memperhatikan karakteristik dan budaya yang dimiliki
Indonesia.

Seorang yang dapat dikatakan sebagai pemimpin dengan gaya transformasional akan mengarahkan
pengikutnya ke nilai moral yang baik, dapat mengarahkan pengikutnya untuk dapat berkomitmen pada
nilai – nilai organisasi, dapat menghargai pengikutnya, mendorong pengikutnya bersikap kreatif dan
menginspirasi pengikutnya untuk mencapai tujuan (Politis, 2004). Karenanya, sesungguhnya seorang
pemimpin harus dapat meramalkan masa depan suatu organisasi, mengarahkan anggotanya untuk
dapat berkomitmen dan mencapai tujuanorganisasiBarbuto (1997)

Sosok seorang pemimpin transformasional sangat diharapkan kehadirannya di dalam sebuah negara


dengan kondisi seperti Indonesia.Sebagaimana fakta yang terjadi, masih banyak terdapat berbagai
sosok-sosok yang memimpin suatu institusi/organisasi bahkan negara sekalipun menerapkan gaya
kepemimpinannya secara otoriter, semena-mena dan tidak bijak sana bukannya menjadi solusi bagi
suatu permasalahan agar organisasi/negara agar berkembang dan maju,bahkan banyak diantara
merekamalah menghambat perkembangan organisasi dengan cara pengambilan kebijakan yang
merugikan anggota organisasinya dan bangkan menerapkan sistem kerja yang sangat birokratif.

Gaya kepemimpinan transformasional dapat menginspirasi perubahan positif pada mereka (anggota)
yang mengikuti. Para pemimpin jenis ini memperhatikan dan terlibat langsung dalam proses termasuk
dalam hal membantu para anggota kelompok untuk berhasil menyelesaikan tugas mereka.

Pemimpin cenderung memiliki semangat yang positif untuk para bawahannya sehingga semangatnya
tersebut dapat berpengaruh pada para anggotanya untuk lebih energik. Pemimpin akan sangat
mempedulikan kesejahteraan dan kemajuan setiap anak buahnya.

https://www.kompasiana.com/jarjisfadri/552029f6813311bd729de192/indonesia-butuh-gaya-
kepemimpinan-seperti-ini
https://www.finansialku.com/gaya-kepemimpinan-dalam-organisasi-teori-kepemimpinan/

MSDM

Mengingat pentingnya pengetahuan tentang analisis jabatan, tentu Anda harus memahami benar apa
itu analisis jabatan. Untuk itu, saya minta Anda dapat menjelaskan apa itu analisis jabatan. Selain itu,
dalam materi Inisiasi sudah dikatakan bahwa analisis jabatan merupakan dasar dari aktivitas MSDM,
dapatkah  Anda jelaskan apa hasil dari analisis jabatan dan bagaimana kita menggunakan hasil analisis
jabatan tersebut pada proses seleksi dan penempatan?
Analisis Jabatan atau job analysis ini adalah sebuah proses untuk mengidentifikasikan dan menentukan
secara rinci tugas dan persyaratan pekerjaan tertentu serta kepentingan yang berkaitan dengan tugas-
tugas pada jabatan atau pekerjaan tertentu. Penempatan pegawai merupakan salah satu usaha untuk
menyalurkan kemampuan pegawai sebaik-baiknya dengan jalan menempatkan pegawai pada posisi atau
jabatan yang paling sesuai untuk memperoleh prestasi kerja yang optimal. Menggunakan analisis
jabatan pada pross seleksi dan penempatan juga diperlukan untuk membantu manajemen untuk
menentukan jenis orang yang dibutuhkan untuk mengisi jabatan atau melakukan pekerjaan tertentu.
Analisis jabatan menunjukan kualifikasi pendidikan, pengalaman kerja, keterampilan teknis, fisik,
emosional serta keahlian pribadi seseorang untuk bisa melakukan pekerjaan dan mengisi posisi yang
dibutuhkan.

Digunakannya prosedur job analysis  ini bertujuan untuk mendapatkan SDM yang tepat untuk mengisi
posisi sebuah jabatan ataupun pekerjaan yang tepat dan sesuai.

Manfaat Analisis Jabatan :

1. Menetapkan dasar-dasar rasional pengupahan dan penggajian yang obyektif.

2. Menghapuskan persyaratan-persyaratan kerja yang dapat me nyebabkan diskriminasi dalam


pengadaan karyawan.

3. Merencanakan kebutuhan-kebutuhan sumber daya manusia  di waktu yang akan datang dan
sebagai basis perencanaannya.

4. Menentukan lamaran-lamaran dengan lowongan-lowongan  pekerjaan yang tersedia.

5. Menentukan dasar-dasar dan kebutuhan penyelenggaraan  latihan baik bagi karyawan baru
maupun karyawan lama.

6. Menentukan pola atau pokok-pokok sistem pengembangan  karier karyawan yang tepat dan
menyeluruh.

7. Menetapkan standar-standar prestasi kerja yang realistic

8. Menempatkan karyawan pada pekerjaan-pekerjaan yang sesuai dengan keterampilannya secara


efektif.

9. Penataan jabatan dan pengembangan organisasi.

10. Membantu kemudahan dalam memahami tugas terutama bagi karyawan baru.

11. Memperbaiki aliran atau alur kerja

12. Memperlancar hubungan kerjasama dan saling pengertian antar  karyawan dan antarsatuan
organisasi.

  Selain itu, ada banyak hal yang harus di perhatikan oleh si penganalisis ini dalam penempatan pegawai
apalagi harus menemukan orang cocok untuk menempati suatu bidang jabatan di sebuah perusahaan
seperti faktor akademis, sikap, kemampuan, pengalaman, dan kesehatan fisik dan mental karena faktor
– faktor tersebut juga akan mempengaruhi si pemegang jabatan ini dalam melaksanakan tugas dan
kewajibannya di perusahaan yang ia tempati. Jika faktor – faktor tersebut terpenuhi dengan baik maka si
pemegang jabatan akan terlihat profesional dan berkualitas dalam menjalani tugasnya di jabatan
tersebut namun jika ada faktor – faktor tidak terpenuhi semuanya maka si pemegang jabatan ini akan
terlihat enggan atau malas dalam menjalani tugasnya di jabatan tersebut dan di sinilah peran analisis
jabatan berfungsi untuk memilah – milah orang yang cocok dengan jabatan tersebut sehingga
perusahaan tidak perlu mengalami kehancuran akibat orang – orang tidak berqualified di bidagnya.

https://jojonomic.com/blog/analisis-jabatan/

https://srianasihombing.wordpress.com/2015/07/30/analisis-jabatan/

Pengantar ilmu ekonomi

Ada dua (2) barang; A dan B, barang A harganya 3x barang B sedangkan nilai guna marginalnya sama
antara nilai barang A dan B. Syarat lain dari pemaksimuman nilai guna adalah apabila perbandingan
harga dan nilai guna masing-masing barang tersebut adalah sama. Misalnya makanan dan pakaian,1 unit
makanan harganya 500 dan 1 unit pakaian harganya 50.000 nilai guna marginal keduanya untuk
makanan adalah 10 dan unuk pakaian adalah 50. Andai kata konsumen tesebut mempunyai uang 50.000
kepada barang apakah akan dibelanjakan?

Margin Utility Makanan (MUx) = 10

Harga Makanan (Px)    = 500

Margin Utility Pakaian (MUy) = 50

Harga Pakaian (Py) = 50.000

MUx/Px = MUy/Py

10/500 = 50/50.000

0,02 > 0,001

Jadi, Berdasarkan perhitungan margin utility diatas maka dapat diketahui jika Konsumen akan
membelanjakan uangnya 50.000 pada makanan

PxQx + PyQy

50.000 = 500 Qx + 50.000

Qy 50 = 5Qx + 5 Qy

1 unit makanan harganya 500

10 makanan = 10 X 500 = 5.000

50.000 : 5.000 = 10 unit makanan

1 unit pakaian harganya 50.000

50 unit pakaian = 50 x 50.000 = 2.500.000


2.500.000 : 50.000 = 50 unit pakaian

Jadi, konsumen akan membelanjakan uang Rp. 50.000,- untuk membeli makanan

Perkoprasian

Tema diskusi kita mengenai Koperasi Indonesia saat ini. Pada tahun 2012 muncul UU perkoperasian
yang baru, yakni UU 17 Tahun 2012. Tetapi pada Bulan Mei 2014, undang-undang ini dibatalkan oleh
MK. Deskripsikan opini anda mengenai:                                              

1. Apa yang menjadi alasan MK membatalkan pemberlakuan UU yang baru?

karena berjiwa korporasi, UU Perkoperasian telah menghilangkan asas kekeluargaan dan gotong
royong yang menjadi ciri khas koperasi. Menurut Mahkamah, UU Perkoperasian 2012
bertentangan dengan UUD 1945, dan menjadi tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat
setelah putusan ini.

2. Bagaimana pendapat anda menyikapi perubahan ini, yang mengharuskan landasan hukum
perkoperasian harus kembali ke UU 25 Tahun 1992?

Menurut Undang-undang No. 25 tahun 1992 Pasal 4 dijelaskan bahwa koperasi memiliki fungsi
dan peranan antara lain yaitu mengembangkan potensi dan kemampuan ekonomi anggota dan
masyarakat, berupaya mempertinggi kualitas kehidupan manusia, memperkokoh
perekonomian rakyat, mengembangkan perekonomian nasional, serta mengembangkan
kreativitas dan jiwa berorganisasi bagi pelajar bangsa. Selain untuk menghindari kekosongan
hukum, juga sebagai pengingat bahwa Koperasi merupakan kumpulan orang dan bukan
kumpulan modal. Koperasi harus betul-betul mengabdi kepada kepentingan perikemanusiaan
semata-mata dan bukan kepada kebendaan. Kerjasama dalam koperasi didasarkan pada rasa
persamaan derajat, dan kesadaran para anggotanya. Koperasi merupakan wadah demokrasi
ekonomi dan sosial. Koperasi adalah milik bersama para anggota, pengurus maupun pengelola.
Usaha tersebut diatur sesuai dengan keinginan para anggota melalui musyawarah rapat
anggota.

3. Jelaskan mengapa koperasi selama ini masih jauh dari harapan dan belum bisa mengikuti
perkembangan jaman?

karena Sistem administrasi koperasi di Indonesia masih tergolong buruk sehingga membuat
koperasi sulit didongkrak untuk menjadi bisnis berskala besar. Administrasi koperasi yang belum
tertata dengan baik, menurut dia, sudah saatnya diakhiri melalui peningkatan kualitas sumber
daya manusia pengelola koperasi. Jika administrasi koperasi dilakukan secara profesional, ia
berpendapat, bukan tidak mungkin akan lebih banyak jumlah koperasi di Indonesia yang bisa
masuk dalam 300 The Global Cooperatives versi ICA (International Cooperative Alliance). Saat ini
masalah yang masih di hadapi koperasi dan bisa menghambat perkembangan koperasi di
Indonesia menjadi problematika. Pengelolaan koperasi yang kurang efektif, baik dari segi
manajemen maupun keuangan menjadi salah satu kendala berkembangnya koperasi.

Beberapa kendala utama yang dihadapi oleh koperasi di Indonesia, yaitu :


1.)    Kurang berkembangnya koperasi juga berkaitan sekali dengan kondisi modal keuangan
badan usaha tersebut.  Kendala modal itu bisa jadi karena kurang adanya dukungan modal yang
kuat dan dalam atau bahkan sebaliknya terlalu tergantungnya modal dan sumber koperasi itu
sendiri. Jadi untuk keluar dari masalah tersebut harus dilakukan melalui terobosan structural,
maksudnya dilakukannya restrukturasi dalam penguasaan factor produksi.

2.)    Banyak anggota, pengurus maupun pengelola koperasi kurang bisa mendukung jalannya
koperasi. Dengan kondisi seperti ini maka koperasi berjalan dengan tidak profesional dalam
artian tidak dijalankan sesuai dengan kaidah sebagimana usaha lainnya.

3.)    Manajemen koperasi harus diarahkan pada orientasi strategik dan gerakan koperasi harus
memiliki manusia-manusia yang mampu menghimpun dan memobilisasikan berbagai sumber
daya yang diperlukan untuk memanfaatkan peluang usaha. Oleh karena itu koperasi harus teliti
dalam memilih pengurus maupun pengelola agar badan usaha yang didirikan akan berkembang
dengan baik.

Beberapa hal yang menyebabkan sulitnya perkembangan koperasi di Indonesia yaitu :

1.)    Image koperasi sebagai ekonomi kelas dua masih tertanam dalam benak orang – orang
Indonesia sehingga, menjadi sedikit penghambat dalam pengembangan koperasi menjadi unit
ekonomi yang lebih besar ,maju dan punya daya saing dengan perusahaan – perusahaan besar.

2.)    Perkembangan koperasi di Indonesia yang dimulai dari atas (bottom up) tetapi dari atas
(top down),artinya koperasi berkembang di indonesia bukan dari kesadaran masyarakat, tetapi
muncul dari dukungan pemerintah yang disosialisasikan ke bawah. Berbeda dengan yang di luar
negeri, koperasi terbentuk karena adanya kesadaran masyarakat untuk saling membantu
memenuhi kebutuhan dan mensejahterakan yang merupakan tujuan koperasi itu sendiri,
sehingga pemerintah tinggal menjadi pendukung dan pelindung saja. Di Indonesia, pemerintah
bekerja double selain mendukung juga harus mensosialisasikanya dulu ke bawah sehingga
rakyat menjadi mengerti akan manfaat dan tujuan dari koperasi.

3.)    Tingkat partisipasi anggota koperasi masih rendah, ini disebabkan sosialisasi yang belum
optimal. Masyarakat yang menjadi anggota hanya sebatas tahu koperasi itu hanya untuk
melayani konsumen seperti biasa, baik untuk barang konsumsi atau pinjaman. Artinya
masyarakat belum tahu esensi dari koperasi itu sendiri, baik dari sistem permodalan maupun
sistem kepemilikanya. Mereka belum tahu betul bahwa dalam koperasi konsumen juga berarti
pemilik, dan mereka berhak berpartisipasi menyumbang saran demi kemajuan koperasi miliknya
serta berhak mengawasi kinerja pengurus. Keadaan seperti ini tentu sangat rentan terhadap
penyelewengan dana oleh pengurus, karena tanpa partisipasi anggota tidak ada kontrol dari
anggota nya sendiri terhadap pengurus.

4.)    Manajemen koperasi yang belum profesional, ini banyak terjadi di koperasi koperasi yang
anggota dan pengurusnya memiliki tingkat pendidikan yang rendah.
5.)    Pemerintah terlalu memanjakan koperasi, ini juga menjadi alasan kuat mengapa koperasi
Indonesia tidak maju maju. Koperasi banyak dibantu pemerintah lewat dana dana segar tanpa
ada pengawasan terhadap bantuan tersebut. Sifat bantuanya pun tidak wajib dikembalikan.
Tentu saja ini menjadi bantuan yang tidak mendidik, koperasi menjadi ”manja” dan tidak
mandiri hanya menunggu bantuan selanjutnya dari pemerintah. Selain merugikan pemerintah
bantuan seperti ini pula akan menjadikan koperasi tidak bisa bersaing karena terus terusan
menjadi benalu negara. Seharusnya pemerintah mengucurkan bantuan dengan sistem
pengawasan nya yang baik, walaupun dananya bentuknya hibah yang tidak perlu dikembalikan.
Dengan demikian akan membantu koperasi menjadi lebih profesional, mandiri dan mampu
bersaing.

6.)    Kurangnya kesadaran masyarakat akan kebutuhannya untuk memperbaiki diri,


meningkatkan kesejahteraanya, atau mengembangkan diri secara mandiri. Padahal Kesadaran
ini adalah pondasi utama bagi pendirian koperasi sebagai motivasi.

7.)    Kuranganya pengembangan kerjasama antar usaha koperasi. Itulah penyebab-penyebab


kenapa perkembangan koperasi di Indonesia belum maksimal. Tetapi analisis masalah tadi
bukan lah yang utama, justru yang utama jika ingin koperasi maju adalah sebagai generasi
penerus bangsa di masa depan tentunya kita harus berperan aktif dalam pengembangan
koperasi di negeri ini. Salah satunya melalui keikutsertaan dalam koperasi, mempelajari dan
mengetahui tentang perkoperasian secara lebih mendalam.

https://azizfauzan29.wordpress.com/2013/12/01/penyebab-koperasi-di-indonesia-tidak-berkembang/

System ekonomi Indonesia

Sebagaimana yang diamanatkan oleh UUD ’45 khususnya pasal 33, negara memegang peran penting
dalam perekonomian Indonesia. Bagaimana peran negara saat ini dalam SEI ? Apakah sudah ideal ?

Pasal 33 UUD 1945 adalah pasal mengenai keekonomian yang berada pada Bab IV UUD 1945 yang
berjudul Kesejahteraan Sosial. Kesejahteraan Sosial sangat berhubungan dengan kepentingan rakyat,
mengutamakan kepentingan bersama tanpa mementingkan kepentingan individu

UUD 1945 menyatakan, ”Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas
kekeluargaan” (Pasal 33 Ayat 1); ”Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang
menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara” (Pasal 33 Ayat 2); ”Bumi dan air dan
kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-
besar kemakmuran rakyat” (Pasal 33 Ayat 3); dan ”Perekonomian nasional diselenggarakan berdasar
atas demokrasi ekonomi dengan prinsip kebersamaan, efisiensi berkeadilan, berkelanjutan, berwawasan
lingkungan, kemandirian, serta dengan menjaga keseimbangan kemajuan dan kesatuan ekonomi
nasional” (Pasal 33 Ayat 4).
sistem ekonomi pancasila mengedepankan peran bersama dari pihak pemerintah maupun swasta dalam
mengelola perekonomian. Hal tersebut diwujudkan dalam pembagian peran yang jelas antara badan
usaha, yaitu Badan Usaha Milik Negara dan Badan Usaha Milik Swasta. Pemerintah mengelola barang-
barang yang berkaitan dengan hajat hidup orang banyak, sedangkan selebihnya diperkenankan dikelola
swasta dengan pengawasan dari pemerintah.
Pasal 33 memang sangat relevan untuk kepentingan rakyat Indonesia. Dan pasal tersebut pun tidak
harus dirubah tetapi harus ditambah lagi dalam ayatnya. Karena masih ada peraturan-peraturan yang
kurang lengkap. Kedisplinan adalah modal utama dalam menjalankan pasal tersebut, pemerintahah
harus tegas melaksanakan amanat dari pasal 33. Akhirnya, kita harus memiliki rasa nasionalisme yang
tinggi untuk menjaga kekayaan alam negara kita. Nasionalisme sangat penting untuk menjaga kekayaan
alam kita. Rasa nasionalisme memberikan rasa kekeluargaan sebagai bangsa Indonesia, memiliki rasa
kebersamaan.

https://nasional.kompas.com/read/2011/12/22/02061513/kembali.ke.pasal.33.uud.1945?page=all.

Adm pem desa

yang dimaksud dengan perencanaan partisipatif dan bagaimanakah fakta pelaksanaan musrenbangdes?

 Secara garis besar perencanaan partisipatif mengandung makna adanya keikutsertaan


masyarakat dalam proses perencanaan pembangunan, mulai dari melakukan analisis
masalah mereka, memikirkan bagaimana cara mengatasinya, mndapatkan rasa percaya
diri untuk mengatasi masalah, mengambil keputusan sendiri tentang alternatif
pemecahan masalah apa yang ingin mereka atasi.
 Perencanaan partisipatif adalah perencanaan yang dalam tujuannya melibatkan
kepentingan rakyat, dan dalam prosesnya melibatkan rakyat (baik secara langsung
maupun tidak langsung).
 Musrenbang Desa adalah forum musyawarah tahunan para pemangku kepentingan
(stakeholder) desa untuk menyepakati Rencana Kerja Pembangunan Desa (RKP) tahun
anggaran yang direncanakan.
 Dimulai dari tanggal 15 sampai dengan 31 Januari 2018 bertempat di aula Kantor Desa,
pelaksanaan Musrenbangdes Tahun 2018 untuk Pelaksanaan Kegiatan Pembangunan
Tahun 2019 dan Perencanaan Kegiatan Tahun 2019 yang dihadiri berbagai elemen dan
unsur masyarakat baik dari wakil-wakil kelompok, Dusun, lembaga Desa, tokoh
masyarakat serta unsur lain yang terkait di Desa,serta disaksikan pula perwakilan dari
Kecamatan dan akhirnya dapat dilaksanakan dan mendapat respons yang cukup baik.
Sebagai contoh, Kegiatan Musrenbangdes ini dihadiri oleh Kepala Desa, Perangkat,
Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Bidang Pendidikan (Guru) dan Kesehatan (Bidan
Desa), Camat setempat, Sekcam, Kasi. Ekbang Kecamatan, Kasi. Pem Kecamatan, Kasi.
PMD Kecamatan, Kabid. Pemerintahan dan Kelembagaan Masyarakat Dinas PMD
Lamongan, Kasi. Pemerintahan Desa Dinas PMD Lamongan, Kasi. Pembinaan Lembaga
Kemasyarakatan Desa/ Kelurahan dan SDM Dinas PMD Lamongan, Kasi. Evaluasi
Perkembangan Desa dan Lomba Desa Dinas PMD Lamongan.
Dalam kesempatan Forum Tanya Jawab yang dipimpin oleh Sekretaris Desa, peserta
Musrenbangdes memberikan masukan dan arahan kepada Pemerintah Desa terkait
kebijakan perencanaan yang harus pula menyediakan anggaran untuk Pemberdayaan
dan Pembinaan Kemasyarakatan agar sesuai dengan arah Visi dan Misi Desa. Kegiatan
Musrenbang inipun akhirnya dimanfaatkan oleh Pihak Kecamatan yang diwakili oleh
Sekretaris Camat dan Kepala Seksi Pembangunan untuk menjelaskan apa yang dimaksud
Kewenangan Desa dan Kewenangan Pemerintah diatasnya. Selain itu pihak desa juga
memberikan penjelasan bahwa tidak semua usulan yang disampaikan dan menjadi
kewenangan desa dapat secara otomatis dibiayai oleh APBDes, semua usulan tersebut
harus dicermati lagi karena dalam penganggaran dana bantuan ada aturan-aturan yang
harus diperhatikan, sebagai contoh adanya Dana Desa tidak bisa dipergunakan untuk
pembangunan kantor desa dan sarana prasarana peribadatan. Meski untuk ajuan sarana
dan prasarana peribadatan seperti rehabilitasi Masjid, Mushollah dan Pondok Pesantren
banyak diajukan. Diharapkan dengan pemahaman yang baik antara Pemerintah Desa
dan Masyarakatnya keterbukaan anggaran dapat difahami dengan utuh. Hasil
kesepakatan Pelaksanaan Musrenbangdes tahun 2018 yang telah dihasilkan adalah
Daftar usulan untuk dibawa ke Musrenbangcam yang dikemudian hari akan dimasukan
di E-Planing (Sebuah aplikasi untuk Perencanaan Desa dari Bappeda Kabupaten
Lamongan).
https://staff.blog.ui.ac.id/arif51/2010/05/03/perencanaan-partisipatif/
http://ejournal.pin.or.id/site/wp-content/uploads/2015/10/ejurnal%20%20(10-16-15-
01-51-23).pdf