Anda di halaman 1dari 18

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

Sekolah : SMAN 1 SAWAHLUNTO


Matapelajaran : PKWU
Kelas/Semester : XII / Satu
Tahunpelajaran : 2021/2022
AlokasiWaktu : 4 x 45 menit (2 kali pertemuan)
Kompetensi Dasar :

3.5. Menganalisis sistem konsiyasi produk usaha pengolahan makanan khas


daerah yang dimodifikasi dari bahan pangan nabati dan hewani

4.5. Memasarkan produk usaha pengolahan makanan khas daerah yang


dimodifikasi dari bahan pangan nabati dan hewani

Tujuan
Langkah Langkah Pembelajaran Asesmen
Pembelajaran
1.Pendahuluan Sikap
Melalui kegiatan
 Mengkondisikan suasana belajar yang (kerjasama,
Pembelajaran disiplin, mandiri
menyenangkan.
dengan dan kreatif)
 Mendiskusikan kompetensi yang telah
pendekatan
dipelajari dan dikembangkan sebelum nya
saintifik Pengetahuan
terkait dengan kompetensi yang akan
menggunakan Tes tertulis
dipelajari.
model dalam bentuk
pembelajaran  Menyampaikan kompetensi yang akan
dicapai dan manfaatnya bagi kehidupan. essay dan tes
Discoveri lisan
Learning melalui  Menyampaikan garis besar cakupan materi
studi literature dan kegiatan yang akan dilakukan.
 Menyampaikan lingkup dan teknik penilaian Ketrampilan
peserta didik Penilaian
mampu yang akan digunakan.
kelompok
2.Kegiatan Inti dalam praktek
peserta didik Pertemuan 1 membuat
dapat menjelaskan makanan khas
pengertian  Peserta didik duduk berkelompok yang terdiridaerah yang
konsinyasi,tujuan dari 6 orang (kerjasama) atau 5 kelompok telah
konsinyasi,Melalui dimodifikasi
 Setiap kelompok diberikan tugas untuk
diskusi kelompok membahas pengertian konsinyasi dari
peserta didik dapat Unsur kebahas
berbagai sumber.
mengidentifikasi  Guru memimpin diskusi untuk membahas
konsinyasi pangan secara umum mengenai konsinyasi
khas dari suatu  Setelah menjelaskan bagaimana pentingnya
daerah. suatu konsinyasi maka setiap kelompok
Melalui diskusi mulai mendiskusikan mengenai konsinyasi
kelompok peserta dan tujuan konsinyasi untuk suatu usaha
didik dapat  Setiap kelompok diminta untuk
mengidentifikasi menyimpulkan apa yang mereka ketahui
kelemahan ari tentang konsinyasi kemudian
pemilik produk dan menceritakannya di depan kelas. (teliti dan
pemilik toko komunikatif)
pengolahan  Guru mengarahkan peserta didik untuk
pangan khas menyimpulkan pengertian konsinyasi dan
daerah yang tujuan konsinyasi
dimodifikasi,
Melalui diskusi  Peserta didik bersama guru menyimpulkan
kelompok peserta apa itu konsinyasi
didik dapat
menjelaskan  Peserta didik mencari informasi mengenai
keuntungan pemilik konsinyasi atau kerjasama usaha yang
toko dan pemilik sejenis dengan konsinyasi untuk menanbah
produk pengetahuan dan pemahaman peserta didik
pengolahan terhadap materi pembelajaran (mandiri dan
makanan khas tanggung jawab)
daerah yang
dimodifikasi dari
bahan nabati dan Pertemuan 2
hewani.  Peserta didik membentuk kelompok (6) orang
tiap kelompok)
 Peserta didik diminta untuk mendiskusikan
tentang kelemahan dari konsinyasi
,keuntungan konsinyasi makanan khas
daerah yang dimodifikasi yang sumbernya
berasal dari internet dan media lainnya
yang diberikan guru. (kreatif)
 Setiap kelompok mulai membahas maten
mulai membacakan hasil dari diskusi
kelompoknya (teliti dan menghargai
pendapat orang lain)
 Guru meminta setiap peserta didik untuk
mencari pengertian promosi ,bentuk-bentuk
promsi makanan khas daerah diberbagai
daerah di indonesia (kreatif)

3. Penutup
 Membuat rangkuman/simpulan pelajaran.
 Refleksi terhadap kegiatan yang sudah
dilaksanakan.
 Merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam
bentuk tugas kelompok/perseorangan
(jikadiperlukan) menyampaikan rencana
pembelajaran pada pertemuan berikutnya
Sawahlunto,juli 2021

Kepala SMAN 1 Sawahlunto Guru Mata Pelajaran

Revamailita Hutaria,S,S Yenni Refiyenti,S.Pd


Nip.1975 0524200604 2 008 Nip. 19690609200501 2 005
LAMPIRAN : BAHAN AJAR

Penjualan Konsinyasi– Tidak punya modal besar untuk membuka bisnis namun
kamu memiliki banyak teman pengusaha? kamu bisa manfaatkan mereka. Bukan
rahasia lagi kalo mau mulai berbisnis tidak perlu membutuhkan modal besar. Jika
ada peluang yang tepat dan koneksi yang banyak, kamu bisa saja membuka bisnis
hari ini juga. Bagaimana cara membuka usaha tanpa menggunakan modal?

Apabila kamu telaah, ada beberapa metode sistem penjualan yang bisa digunakan
misalnya reseller ataupun juga dropshipper. Namun dalam beberapa tahun terakhir,
metode konsinyasi juga mulai populer dikenal dan berhasil menjadi primadona.
Bagaimana tidak, kamu bisa berjualan produk-produk terkemuka tanpa harus
memiliki modal besar. Yuk, kenalan lebih jauh dengan sistem penjualan konsinyasi.

Apa itu Penjualan Konsinyasi


Bisnis Konsinyasi

Konsinyasi adalah sebuah sistem penjualan yang berbasis persetujuan antara


pemilik produk dengan pihak kedua. Dengan kata lain, pihak kedua akan menjadi
orang yang menjual produk dari pihak pertama dengan tujuan menghasilkan
keuntungan. Nantinya, besaran keuntungan yang didapatkan akan berdasarkan dari
ketetapan, bisa itu bagi hasil atau menambahkan harga produk.

Maksudnya, sistem penjualan konsinyasi memiliki beberapa cara untuk memberikan


keuntungan bagi pihak kedua. Sebab, mereka bisa saja mendapatkan penghasilan
dari pihak pertama sekian persen namun mereka juga bisa mendapatkan
keuntungan tambahan apabila mampu menjadi produk dengan harga yang lebih
tinggi. Bisnis konsinyasi memang sudah cukup menjamur di Indonesia, terlebih lagi
barang mahal.

Contohnya, pihak A kesulitan menjual produknya dan memilih untuk mencari pihak B
dengan ketentuan menjual dengan keuntungan sekitar 10%. Jadi, apabila sebuah
produk dijual dengan harga pasaran Rp. 100 ribu, maka pihak B akan mendapatkan
untung sekitar Rp. 10 ribu. Namun, keuntungan bisa bertambah apabila mereka
mampu menjual di atas harga pasaran yang ditentukan pihak A.
Beda Konsinyasi dan Dropshipping

Dropshipper

Melihat cara kerja bisnis konsinyasi memang sebenarnya sangat mirip dengan
sistem dropshipping yang cukup populer di Indonesia. Namun, apa yang
membedakan kedua jenis sistem penjualan tersebut dan kenapa konsinyasi
dianggap lebih menguntungkan dan aman bagi mereka yang baru ingin memulai
usaha?

Dropshipping berbeda dibandingkan dengan konsinyasi. Sebab, sistem penjualan


tersebut tidak memperbolehkan kamu untuk melakukan stok produk di rumah. Jadi,
kamu hanya boleh melakukan penjualan dengan cara meminta produk gambar dari
pihak pertama. Nanti, jika ada penjualan, kamu akan mendapatkan bagian atau
komisi sesuai dengan perjanjian. Sudah paham?

Misalnya, kamu bekerjasama dengan sebuah toko baju di Bandung dan ingin
menjadi dropshipper mereka. Prosesnya adalah pihak pertama akan memberikan
kamu katalog baju mereka agar kamu bisa menjualnya melalui sosial media. Kamu
bisa memajang baju dari pihak pertama dan meneruskan pembelian dari pelanggan
ke pihak pertama. Setiap periodenya, kamu akan mendapatkan komisi tergantung
berapa banyak baju yang terjual.
Sistem penjualan dropshipping tentunya sangat tidak menguntungkan bagi kamu
sebagai pihak kedua. Sebab, kamu tidak bisa terlibat langsung dalam pembayaran
sehingga kamu tidak bisa mendapatkan komisi tambahan. Sebaliknya, penjualan
konsinyasi membebaskan kamu untuk menentukan harga produk. Lagi pula, kamu
juga memegang produk dari pihak pertama.

Pros dan Cons Penjualan Konsinyasi

Pengelolaan Stok Produk

Dengan mendapatkan komisi atau keuntungan yang besar, apakah itu bisa
dikatakan menguntungkan ikut dalam bisnis konsinyasi? jawabannya tidak. Sebab,
kamu, sebagai pihak kedua, harus menjaga produk tersebut di gudang sendiri.
Apabila terdapat kerusakan secara sengaja, kamu harus menggantikannya sesuai
dengan peraturan yang telah ditetapkan oleh kedua pihak yang bersangkutan.

Namun di sisi lain, iming-iming mendapatkan keuntungan besar dalam menjalankan


bisnis konsinyasi memang tidak bisa dipandang sebelah mata. Sebab, banyak
ecommerce besar di dunia, salah satunya Ebay, juga melayani fitur konsinyasi yang
bisa dinikmati para penggunanya di seluruh dunia. Apakah kamu siap terjun
langsung ke dalam dunia bisnis dalam sistem penjualan konsinyasi?
Jika kamu sudah yakni ingin menggunakan metode penjualan ini, apakah kamu
sudah menyiapkan segalanya, termasuk software pengelolaan stok? Jika belum,
kamu bisa menggunakan Paper.id. Kenapa? karena bukan hanya bisa mengatur
stok secara otomatis tetapi juga membuat Laporan Keuangan hingga membuat
Invoice secara digital. Klik disini untuk daftar gratis sekarang juga

Mengenal Pengertian Konsinyasi Serta Kelebihan Dan Kekurangannya


Untuk mendapatkan profit dalam menjual produk, tentunya Anda harus memilih 
sistem penjualan yang tepat. Karena dalam pemilihan sistem dalam berdagang
membutuhkan keteraturan dan kerapian dalam perencanaan.

Ada satu metode atau sistem berniaga yang cukup baik dan menguntungkan, yaitu
konsinyasi. Pertanyaannya adalah apa pengertian konsinyasi serta kelebihan dan
keuntungannya? Mari kita bahas lebih jauh.

Pengertian Konsinyasi
Pengertian konsinyasi menurut para ahli adalah sistem transaksi niaga yang di
dalamnya terdapat perjanjian antara kedua belah pihak yang berisi penyerahan
produk dari produsen (consignor) kepada pihak tertentu agar membantu menjualkan
kepada konsumen. Jika produk laku terjual, si penyalur (consignee) akan
mendapatkan komisi sesuai dengan ketentuan yang telah disepakati.

Kelebihan Sistem Konsinyasi


Sistem konsinyasi disukai oleh pedagang pemula, karena metode niaga ini memiliki
banyak kelebihan. Berikut telah kami rangkum beberapa kelebihan berdagang
dengan sistem konsinyasi, yaitu:

Untuk Pihak Pemilik Produk Atau Consignor


1. Bebas Biaya Pelayanan dan Penambahan SDM
Sebagai perusahaan ataupun pemilik produk bisa menghemat SDM serta biaya
pelayanan. Karena pihak perusahaan tidak perlu lagi merekrut pegawai baru untuk
menjual produk. Selanjutnya pemilik produk tidak perlu melayani konsumen secara
langsung. Sehingga, biaya layanan usaha tidak membengkak.

2. Lebih Memiliki Perhatian Khusus untuk Produksi


Dengan sistem konsinyasi, perusahaan bisa fokus pada penyediaan produk. Karena
aktivitas pemasaran, penjualan, pelayanan sudah di-handle oleh pihak penyalur.
Tentu, dengan sistem ini, perusahaan bisa leluasa meningkatkan kualitas produk.

3. Mempermudah Strategi Marketing dan Irit Biaya


Dengan adanya perjanjian atau konsinyasi, pihak pemilik barang akan merasa
diuntungkan terkait promosi produk. Pasalnya, pasaran yang dijangkau semakin
luas. Tergantung dari seberapa besar jaringan yang dimiliki penyalur.]
Kemudian pihak pemilik barang tidak perlu mengeluarkan biaya untuk promo.
Karena itu sudah menjadi tugas pihak yang diserahi tanggung jawab untuk menjual
barang.

Untuk Pihak Penyalur Atau Consignee


1. Resiko Kerugian Relatif Kecil
Keuntungan sistem konsinyasi untuk penyalur adalah risiko kerugian sangat kecil.
Kemungkinan terburuk yang harus dihadapi adalah jika barang tidak laku,
pendapatannya akan berkurang. Hal ini dikarenakan penyalur mendapat komisi, jika
barang laku terjual. Namun jika barang tidak laku atau rusak, tentu komisi tersebut
tidak diberikan..

2. Stock Produk Di Toko Bertambah


Dengan menggunakan konsinyasi, penjual tidak akan kekurangan stock dagangan.
Karena produk terus dikirimkan oleh pihak perusahaan. Nah, untuk memenuhi
etalase toko semacam ini, penyalur tidak perlu mengeluarkan modal.  Karena dia
bukan pemesan barang, melainkan hanya menjualkan.

3. Mendapat Profit tanpa Modal


Kelebihan konsinyasi bagi penyalur adalah tidak memerlukan biaya produksi, karena
disini tugas consignee dia hanya menjualkan produk. Biaya produksi tetap
dikeluarkan oleh perusahaan consignor sebagai pihak yang memiliki barang.

Sekalipun tanpa mengeluarkan modal produksi, pihak penyalur tetap mendapat


komisi dari perusahaan. Dengan catatan produk yang ditawarkan dibeli konsumen.

Kekurangan Penjualan Konsinyasi


Berikut ini beberapa kekurangan penjualan dengan sistem konsinyasi yang perlu
diketahui, yaitu:

Untuk Pihak Pemilik Produk Atau Consignor


1. Strategi Pemasaran Kurang Tepat
Strategi pemasaran yang dilakukan penyalur justru membuat produk tidak berjalan.
Hal ini bisa terjadi, jika planning pemasaran produk oleh penyalur tidak sesuai
dengan rencana yang dicanangkan perusahaan.

2. Dampak Kerugian Cukup Rentan


Kelemahan konsinyasi untuk perusahaan adalah, risiko kerugiannya cukup besar.
Apalagi jika penjual atau consignee tidak mengetahui cara promosi barang yang
handal. Akibatnya, produk tertahan di tangan penyalur dalam waktu yang lama.

Dengan demikian, sebelum melakukan kesepakatan konsinyasi, pelajari terlebih


dahulu kualitas penyalur. Jangan asal percaya kepada orang, langsung produk
diberikan
Untuk Pihak Penyalur Atau Consignee
1. Hilang Berarti Terjual
Pihak penjual atau consignee harus menjaga barang yang dititpkan dengan benar
dan harus rajin melakukan pemantauan stok.

Hal ini dikarenakan biasanya dalam perjanjian kesepakatan, kehilangan produk


merupakan tanggung jawab penjual dan akan ditagihkan sebagai barang yang laku
terjual oleh pemilik produk.

Kesimpulan
Betapa mudahnya sistem niaga konsinyasi. Jika Anda memiliki bakat
mempromosikan produk, metode ini juga bisa digunakan dengan keuntungan yang
cukup memuaskan.

Jika Anda pemilik bisnis yang menggunakan sistem konsinyasi dan sedang kesulitan
dam pencatatan pembukuan keuangan, Anda bisa menggunakan software akuntansi
untuk memudah proses pencatatan transaksi yang terjadi seperti Accurate Online.

Accurate Online adalah software akuntansi berbasis cloud dengan harga tebaik dan
fitur terlengkap. Anda bisa dengan mudah mengelola pembukuan setiap transaksi
termasuk transaksi yang terjadi dengan cara konsinyasi. Hal ini dikarenakan
Accurate Online sudah mendukung fitur tersebut.
I. TEKNIK PENILAIAN
A.
1. Penilaian Sikap
a. Aspek yang diamati : disiplin, kerjasama, dan bertanggung
jawab
b. Instrument : observasi atau jurnal dengan intrumen

2. Penilaian Pengetahuan
a. Aspek yang dinilai : (berdasarkan IPK pada KD 3.5)
b. Teknik Penilaian : tes tertulis
c. Instrumen : essay / pilihanGanda / penugasan

3. Penilaian Keterampilan
a. Aspek yang dinilai : (berdasarkan IPK pada KD 4.5)
b. Teknik penilaian : unjuk kerja, fortofolio,LKPD
c. Instrumen : lembar pengamatan

II. Sumberbelajar

1.Buku prakarya dan kewirausahaan

Karangan :MARDIYATMA

2.Buku prakarya dan kewirausahaan. Kelas XII

Karangan:.Kementrian pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia

3.Buku mulok yaitu kar.guru guru sma sawahlunto yg berhubungan dengan


kuliner di sawahlunto.

4. bersumber dari internet

III. IntrumenPenilaianSikap
a. Penilaian Kompetensi Sikap
Sikap yang menjadi focus penilaian adalah sikap jujur, disiplin, tanggungjawab,
kerjasama dan proaktif

Untuk sikap akan dilihat peserta didik yang memiliki sikap yang sangat positif
terhadap kelima sikap diatas dan hasilnya akan dicatat dalam jurnal sebagai
berikut:

Hari/tanggal No Nama Catatan penting siswa Ket


( bisa positif atau
negative )

dst

Hasil penilaian sikap dalam jurnal akan direkap dalam satu semester dan
diserahkan ke wali kelas, untuk dipertimbangkan dalam penilain sikap dalam
rapor (menunjang penilaian sikap dari guru PAI dan guru PPKN )

IV. Instrumen Penilaian Pengetahuan


A. PILIHAN GANDA

1.Sebuah bentuk kerja sama penjualan yang dilakukan oleh pemilik produk
dengan penyalur untuk dijual ditokonya disebut…
a. Konspirasi
b. Konjuksi
c. Kontruksi
d. Konsinyasi
e. Konsultasi

2. Keuntungan penjualan konsinyasi sbb


1.Produk bisa dipasarkan leluasa ditokonya
2.Tidak perlu mengurusi atau berjualan langsung ke konsumen.
3.Mendapatkan keuntungan dari laba penjualan
4.Hemat biaya
5.Sedikit menanggung resiko
3.Yang termasuk keuntungan yang diperoleh oleh pemilik produk adalah..
a. No 2 , 3 dan 4
b. No 3 ,4 dan 5
c. No 1 dan 2
d. No 3 dan 4
e. No 4 dan 5

3. Mendapatkan keuntungan dari laba penjualan produk


konsinyasi.merupakan…
a. Keuntungan oleh pemilik produk
b. Keuntungan oleh pemilik toko
c. Kerugian oleh pemilik toko
d. Kerugian oleh pemilik produk
e. Keuntungan pembuat produk
B. Essay

N HOTS/
Soal Jawaban Skor
o LOTS

1 Jelaskanla LO 25
h TS Pengertian Konsinyasi
Pengertia Pengertian konsinyasi menurut para ahli

n adalah sistem transaksi niaga yang di

konsinyasi dalamnya terdapat perjanjian antara kedua


belah pihak yang berisi penyerahan
produk dari produsen (consignor) kepada
pihak tertentu agar membantu menjualkan
kepada konsumen. Jika produk laku
terjual, si penyalur (consignee) akan
mendapatkan komisi sesuai dengan
ketentuan yang telah disepakati

     
2 Jelaskaan LOTS 25
kelemaha Untuk Pihak Pemilik Produk
Atau Consignor
n dari 1. Strategi Pemasaran Kurang Tepat
pemilik Strategi pemasaran yang dilakukan
produk penyalur justru membuat produk tidak
berjalan. Hal ini bisa terjadi, jika planning
pemasaran produk oleh penyalur tidak
sesuai dengan rencana yang dicanangkan
perusahaan.

2. Dampak Kerugian Cukup Rentan


Kelemahan konsinyasi untuk perusahaan
adalah, risiko kerugiannya cukup besar.
Apalagi jika penjual atau consignee tidak
mengetahui cara promosi barang yang
handal. Akibatnya, produk tertahan di
tangan penyalur dalam waktu yang lama.

Dengan demikian, sebelum melakukan


kesepakatan konsinyasi, pelajari terlebih
dahulu kualitas penyalur. Jangan asal
percaya kepada orang, langsung produk
diberikan

3 Jelaskan HO 25
Keuntung TS

an pemilik Untuk Pihak Penyalur Atau Consignee


toko 1. Resiko Kerugian Relatif Kecil
Keuntungan sistem konsinyasi untuk
penyalur adalah risiko kerugian sangat
kecil. Kemungkinan terburuk yang harus
dihadapi adalah jika barang tidak laku,
pendapatannya akan berkurang. Hal ini
dikarenakan penyalur mendapat komisi,
jika barang laku terjual. Namun jika barang
tidak laku atau rusak, tentu komisi tersebut
tidak diberikan..

2. Stock Produk Di Toko Bertambah


Dengan menggunakan konsinyasi, penjual
tidak akan kekurangan stock dagangan.
Karena produk terus dikirimkan oleh pihak
perusahaan. Nah, untuk memenuhi
etalase toko semacam ini, penyalur tidak
perlu mengeluarkan modal.  Karena dia
bukan pemesan barang, melainkan hanya
menjualkan.

3. Mendapat Profit tanpa Modal


Kelebihan konsinyasi bagi penyalur adalah
tidak memerlukan biaya produksi, karena
disini tugas consignee dia hanya
menjualkan produk. Biaya produksi tetap
dikeluarkan oleh
perusahaan consignor sebagai pihak yang
memiliki barang.

Sekalipun tanpa mengeluarkan modal


produksi, pihak penyalur tetap mendapat
komisi dari perusahaan. Dengan catatan
produk yang ditawarkan dibeli konsumen
       
4 Jelaskan HO 25
mamfaat TS Untuk Pihak Pemilik Produk
Atau Consignor
keuntunga 1. Bebas Biaya Pelayanan dan
n pemilik Penambahan SDM
produk Sebagai perusahaan ataupun pemilik
produk bisa menghemat SDM serta biaya
pelayanan. Karena pihak perusahaan tidak
perlu lagi merekrut pegawai baru untuk
menjual produk. Selanjutnya pemilik
produk tidak perlu melayani konsumen
secara langsung. Sehingga, biaya layanan
usaha tidak membengkak.

2. Lebih Memiliki Perhatian Khusus


untuk Produksi
Dengan sistem konsinyasi, perusahaan
bisa fokus pada penyediaan produk.
Karena aktivitas pemasaran, penjualan,
pelayanan sudah di-handle oleh pihak
penyalur. Tentu, dengan sistem ini,
perusahaan bisa leluasa meningkatkan
kualitas produk.

3. Mempermudah Strategi Marketing


dan Irit Biaya
Dengan adanya perjanjian atau
konsinyasi, pihak pemilik barang akan
merasa diuntungkan terkait promosi
produk. Pasalnya, pasaran yang dijangkau
semakin luas. Tergantung dari seberapa
besar jaringan yang dimiliki penyalur.]

Kemudian pihak pemilik barang tidak perlu


mengeluarkan biaya untuk promo. Karena
itu sudah menjadi tugas pihak yang
diserahi tanggung jawab untuk menjual
barang.
Jumlah Skor 100
Jumlah Skor
Nilai= ×100
Jumlah Skor Total

V. IntrumenPenilaian Keterampilan
Tes Praktik ( Unjuk Kerja )

No Nama Peserta Kriteria Penilaian Jumlah


didik Skor

1 2 3 4 5

Dst

Keterangan Skor

1. Kemampuan menjawab : 0 – 20 : sangat kurang baik


2. Kemampuan bertanya : 21 - 40 : kurang baik
3. Ketertiban : 41 – 6 : cukup
4. Keberanian tampil ke depan : 61 - 80 : baik
5. Menghargai pendapat orang lain : 81 – 100 : sangat baik

LEMBAR KEGIATAN PESERTA DIDIK


(LKPD)

Nama Siswa :
Kelas :
Hari/tanggal :

Kompetensi Dasar :

3.5. Menganalisis sistem konsiyasi produk usaha pengolahan makanan khas


daerah yang dimodifikasi dari bahan pangan nabati dan hewani

indikator

1. Menjelaskan pengertian konsinyasi .

2. Mengidentifikasi perbedaan konsinyasi dengan droop shiping

3. Mengidentifikasi kelemahan pemilik produk dan pemilik toko

4.Mengidentifikasi keuntungan pemilik produk dan pemilik toko

materi pokok : Konsinyasi produk usaha pengolahan makanan khas daerah

tujuan pembelajaran
1. Setelah membaca bahan ajar peserta didik dapat menjelaskan pengertian
konsinyasi
2. Melalui diskusi peserta didik bisa membedakan konsinyasi dengan droop
shiping
3. Melalui diskusi peserta didik dapat menjelaskan kelemahan pemilik produk
4. Melalui diskusi pesrta didik dapat menjelaskan kelemahan pemilik toko
5. Melalui diskusi siswa dapat menjelaskan keuntungan pemilik produk dan
pemilik toko

Melalui diskusi kelompok peserta didik dapat membuat kesimpulan mengenai


konsinyasi pengolahan makanan khas daerah yang dimodifikasi dari bahan nabati
dan hewani

TugasKelompok

1. Kelompok dibagi menjadi 6 kelompok dan setiap anggota kelompok terdiri


dari lima orang.
2. Setiap kelompok mencari materi kosinyasi dari berbagai sumber serta
membuat laporan.
.