Anda di halaman 1dari 16

SPEKTROMETER

(Makalah Instrumentasi Fisika)

Oleh :

Rista Fidianingsih
0913022063

PENDIDIKIAN FISIKA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS LAMPUNG
BANDAR LAMPUNG
2011
I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Pada tahun 1802, William Hyde Wollaston membuat temuan yang


mencengangkan mengenai cahaya matahari. Ia menemukan bahwa spektrum
matahari bukanlah seberkas cahaya yang perbatasan antara satu warna dan warna
lain berupa gradasi yang sambung-menyambung tidak terputus , melainkan berisi
beratus-ratus celah sempit. Di dalam setiap celah tersebut tidak terdapat panjang
gelombang. Tahun 1804, seorang ahli optika Jerman bernama Josef Von
Fraunhofer, yang mempelajari penemuan Sir Isaac Newton , meneliti spektrum
yang dibentuk oleh cahaya yang berasal dari matahari dan melihat adanya
sejumlah garis kelam yang melintasinya. Ia juga menetapkan alur-alur spektrum
matahari kemudian alur-alur tersebut dikenal dengan nama garis-garis Fraunhofer.

Penggunaan spektroskopi sebagai sarana penentuan struktur senyawa memiliki


sejarah yang panjang. Reaksi nyala yang populer berdasarkan prinsip yang sama
dengan spektroskopi. Di pertengahan abad ke-19, kimiawan Jerman Robert
Wilhelm Bunsen (1811-1899) dan fisikawan Jerman Gustav Robert Kirchhoff
(1824-1887) berkerjasama mengembangkan spektrometer. Dengan bantuan alat
baru ini, mereka berhasil menemukan dua unsur baru, rubidium dan cesium.
Kemudian alat ini digunakan banyak kimiawan untuk menemukan unsur baru
semacam galium, indium dan unsur-unsur tanah jarang. Spektroskopi telah
memainkan peran penting dalam penemuan gas-gas mulia.
1.2 Tujuan
Adapun tujuan dari pembuatan makalah ini adalah sebagai berikut:
Dapat mengetahui prinsi kerja, kalibrasi, cara pengukuran dan cara penggunaan
spectrometer
II PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Spektrometer

Spektroskopi merupakan alat analisis cahaya yang dihasilkan suatu objek yang
sangat berguna dalam bidang fisika. Spektroskopi menggunakan prinsip
difraksi dan interferensi untuk memisahkan cahaya yang dihasilkan suatu
objek menjadi garis-garis warna berbeda yang dikenal dengan Spektrum. Alat
ukur yang digunakan disebut Spektrometer. Spektrometer adalah sebuah alat
yang digunakan untuk mengamati spektrum cahaya yang terurai setelah
melewati suatu medium sehingga membentuk suatu spektrum. Spektrometer
adalah alat untuk mengukur spektrum. Dalam astronomi dan beberapa cabang
kimia, spektrometer adalah alat optik untuk menghasilkan garis spektral dan
mengukur panjang gelombang mereka dan intensitasnya. Metoda penyelidikan
dengan bantuan spektrometer disebut spektrometri. Variabel yang diukur
adalah yang paling sering adalah lampu. Dalam spektrometer modern, sinar
yang datang pada sampel diubah panjang gelombangnya secara kontinyu.
Hasil percobaan diungkapkan dalam spektrum dengan absisnya menyatakan
panjang gelombang (atau bilangan gelombang atau frekuensi) sinar datang dan
ordinatnya menyatakan energi yang diserap sampel.

2.2 Bagian-bagian Spektrometer

Spektroskop prisma merupakan alat yang digunakan untuk melihat spektrum


dari suatu sumber cahaya. Spektrometer prisma merupakan alat yang digunakan
untuk mengukur spektrum cahaya yang terurai setelah melewati suatu medium
atau untuk mengukur panjang gelombang dan indeks bias dari suatu prisma.
Susunan spektrometer prisma terdiri dari komponen-komponen kolimator,
teleskop, meja spectrometer, dan skala.
Berikut merupakan gambar dari spectrometer prisma.

Skrup
Kolimator pl
Prisma Skrup pc
Teleskop

Sekala Utama

Meja Sekala nonius


Spektrometer

a. Kolimotor
Kolimator merupakan sebuah tabung yang dilengkapi dengan lensa akromatik
di mana satu ujungnya (yang menghadap prisma) dan sebuah celah. Fungsi
lensa kolimator adalah untuk mensejajarkan berkas sinar yang keluar dari celah.
Lebar celah dapat diatur dengan menggunakan skrup pengatur yang terdapat
pada ujung kolimator didekat celah. Skrup pengatur PC digunakan untuk
mengatur lebar berkas cahaya yang jatuh pada prisma sedangkan posisi lensa
terhadap celah dapat diatur dengan skrup, PL. Dalam penggunaan spectrometer
prisma ini, celah dihubungkan dengan sumber cahaya yang akan diamati
spektrumnya. Sumber cahaya dibungkus dalam sebuah tabung (agar cahaya
tidak terpencar) dan diberi celah sejajar dengan celah yang terdapat pada
kolimator.
Kolimator
Skrup
b. Teleskop
Teleskop yang digunakan terdri dari lensa obyektif dan lensa okuler. Posisi
lensa okuler terhadap lensa obyektif dapat diatur dengan skrup,yang terdapat
pada ujung teleskop. Teleskop ini dapat digerak-gerakan, selain berfungsi
sebagai tempat melihat spectrum cahaya yang dihasilkan prisma,, teleskop ini
dapat menunjukan besar sudut yang dihasilkan dari pembiasan prisma. Untuk
menentukan posisi celah dengan tepat, digunakan benang silang sebagai
rujukan.

teleskop
skrup

c. Meja Spektrometer
Meja spectrometer merupakan tempat untuk meletkkan prisma.
Kedudukannya dapat dinaikkan / diturunkan atau diputar dengan
melonggarkan skrup dan mengeratkannya. Prisma merupakan suatu objek
yang membiaskan spectrum dari suatu sumber cahaya.
d. Skala Utama dan Skala Nonius
Dibawah meja spectrometer, terdapat piringan yang merupakan tempat dari
skala utama dan skala nonius. Skala-skala ini menunjukan besar sudut yang
dihasilkan dari pembiasan lensa. Pada sekala utama terdapat 360 skala yang
menunjukan besar sudut pada lingkaran penuh. Sedangkan pada skala nonius
terdapat skala-skala yang lebih kecil. Jumlah skala pada skala nonius todak
tetap, hal ini tergantung pada pada ketelitian spectrometer, semakin banyak
skala nonius dan semakin kecil jarak dari skala satu dan yang lain, maka
ketelitian spectrometer semakin kecil pula. Dan kesalahan dalam pengukuran
juga sangat kecil.

2.3 Prinsip Kerja Spektrometer

Sebuah spectrometer menggunakan kisi difraksi atau prisma untuk


memisahkan panjang gelombang cahaya yang berbeda. Prinsip kerja dari
Spektrometer adalah, cahaya di datangkan lewat celah sempit yang disebut
kolimator. Kolimator ini merupakan focus lensa, sehingga cahaya yang
diteruskan akan bersifat sejajar. Cahaya yang sejajar, kemudian diteruskan ke
kisi untuk kemudian ditangkap oleh teleskope yang posisinya dapat
digerakkan. Pengukuran panjang gelombang dapat dilakukan dengan
menggunakan kisi difraksi yang diletakkan pada meja spektrometer. Saat
cahaya melewati kisi, terjadi peristiwa difraksi. Pada posisi teleskope tertentu
yaitu pada sudut θ, merupakan posisi yang sesuai dengan terjadinya pola
terang (pola maksimum), maka hubungan panjang gelombang cahaya
memenuhi persamaan :

d sin θ = nλ

dimana n adalah bilangan bulat yang merepresentasikan orde, dan d harak


antara garis-gartis pada kisi. Dengan mengukur nilai θ, maka nilai panjang
gelombang (λ) dari cahaya dapat diukur.
Untuk spectrometer prisma, cahaya yang sejajar kemudian masuk kesebuah
prisma. Disini, cahaya mengalami dispersi atau peristiwa penguraian cahaya
polikromarik (putih) menjadi cahaya-cahaya monokromatik karena perbedaan
indeks bias.

Sebuah lensa menfokuskan cahaya dicelah keluar. Hanya satu warna cahaya
yang dapat melewati celah ini dalam satu waktu. Oleh karena itu, prisma
harus diputar untuk membawa warna-warna lain masuk kedalam celah keluar
dan membaca seluruh spektrum. Skala yang berbentuk lingkaran mencatat
sudut prisma sehingga panjang gelombang cahaya dapat ditentukan.
Namun ada juga spektrometer yang menggunakan cermin datar yang disebut
gratting alur sebagai pengganti prisma. Permukaan sebuah gratting berisi
ribuan alur sejajar yang tipis. Cahaya yang menembus gratting akan
menghasilkan sebuah spektrum.
2.4 Kalibrasi spectrometer prisma

Cara yang digunakan untuk mengkalibrasi spectrometer prisma adalah sebagai


berikut:
1. memutar teleskop hingga sesumbu dengan kolimator, selanjutnya pada
teleskop tampak benang berhimpit dengan cahaya yang akan diamati,
seperti gambar dibawah ini

Berkas cahaya yang


akan diamati

Benang

2. setelah spektoskop menunjukkan keadaan yang tampak seperti pada


gambar poin 1, maka spektoskop sudah dikalibrasi, dan pada pengguna
alat dapat melihat skala yang terbaca pada skala utama dan skala
noniusnya (hasil pembacaan ini merupakan keadaan normal spektroskop)

2.5 Cara penggunaan spectrometer prisma

Berikut ini merupakan cara untuk menggunakan spectrometer prisma:


1. memasang lampu natrium (Na) atau sumber cahaya lain
2. mengarahkan spektrometer kearah lampu sehingga kolimator tepat
berada didepan lampu
3. mengkalibrasi spektrometer dan mencatat sudut mula-mula ketika
teleskop dan kolimator sesumbu.
4. meletakan prisma yang akan ditentukan indeks biasnya
5. mengatur teleskop pada satu arah sampai terlihat garis-garis spektrum
untuk masing-masing panjang gelombang
6. menggeser teleskop sehingga benang silang berhimpit dengan garis-
garis spectrum tadi
7. mencatat sudut yang dibentuk ketika telah terbentuk spektrum cahaya,
yang terlihat jelas.
8. melanjutnya menghitung indeks bias prisma dan panjang
gelombangnya.dengan menggunakan rumus :

Dengan:  = sudut pembiasan prisma


min = sudut deviasi minimum
i = sudut datang berkas sinar
n = indeks bias prisma

Keterangan

Setelah mengetahui berapa sudut deviasi minimum maka selanjutnya akan


ditentukan berapa panjang gelombangnya dengan menggunakan rumus
balmer.

2.6 Cara pembacaan skala pada spektrometer prisma


Berikut ini cara pembacaan skala dari spectrometer prisma:
Cara pembacaan skala pada spektrometer prisma adalah sebagai berikut:
1 skala utama = 20'
40 skala nonius = 39 skala utama
1 skala nonius = (39/40) x 20' = 19.5'
Selisih skala utama dengan skala nonius adalah : 20' - 19.5' = 0.5' atau 30''.
Untuk bagaimana cara pembacaan dari spektoskop prisma ini, dapat kita
lakukan dengan mengambil contoh sebagai berikut:
Misal untuk membaca sudut yangdibentuk oleh cahaya hijau yaitu dengan
menghimpitkan cahaya hijau pada benang silang, kemudian melihat angka
yang terbaca pada skala utama dan skala nonius, seperti gambar di bawah ini:

347
11

Dari gambar di atas angka yang terbaca pada skala utama adalah 347 0,20' dan
skala nonius menunjukkan 11'. Jadi hasil yang diperoleh dari pembacaan
spektroskop terhadap sudut yang dibentuk cahaya merah yaitu 3470,31'.
Ketelitian dari alat ini dapat ditentukan dengan cara sebagai berikut
1 kali putaran bergeser 1 skala pada skala utama, 1 skala utama = 20'
Ketelitian alat dapat diperoleh dari membagi satu putaran penuh pada skala
utama dengan jumlah skala pada skala nonius. Jumlah skala pada skala nonius
adalah 20' jadi ketelitian alat yang diperoleh adalah 1'.

Macam-macam spektrometer

Adapun macam-macam spektometer antara lain:

1. Spektrometer dua Prisma

Spektrometer dua prisma ini ditemukan oleh John Browing di london.


Spektrometer ini menghasilkan dua kali dispersi cahaya.
2. Spektrometer panjang gelombang

spektrometer diatas merupakan spektrometer panjang gelombang, dimana


tombol tengah berfungsi mendapatkan panjang gelombang yang spesifik.
Keluar dan masuk celah dikendalikan pleh cincin putar yang terdapat pada
ujung spektrometer. Didalam spektrometer tersebut terdapat sebuah prisma
berbentuk segitiga sama sisi. Dalam spektrometer tersebut dapat dilihat
penyimpangan cahaya yang relatif kecil. Spektrometer tersebut dibuat oleh
Billingham dan Stanley.

3. Spektrometer Pandang Langsung


Spektroskop pandang langsung digunakan untuk mengukur panjang
gelombang cahaya dari suatu benda. Spektrometer ini mempunyai bentuk
yang sederhana dan mudah dalam penggunaannya.

Berikut merupakan gambar sederhana spektrometer pandang langsung:

Skrup untuk
Skala mengkalibrasi
spektrometer
Celah untuk
mengamati
Celah spektrum
cahaya yang
diamati
Dengan menggunakan spektrometer pandang langsung ini kita dapat
dengan mudah melihat spektrum cahaya dan mengukur panjang
gelombangnya yaitu hanya dengan melihat melalui celah spektrometer.
Cahaya yang berbeda intensitasnya memiliki panjang gelombang yang
berbeda di setiap spektrum warnanya. Misalnya pada cahaya yang terang
seperti cahaya matahari, berbeda dengan panjang gelombang dari
spektrum yang dihasilkan dari bola lampu. Panjang gelombang dari
spektrum yang dihasilkan cahaya matahari lebih panjang jika
dibandingkan dengan panjang gelombang dari spektrum yang dihasilkan
dari bola lampu.
a. Kalibrasi spektrometer pandang langsung
Cara mengkalibrasi sperktrometer pandang langsung yaitu :
meletakkan warna spektrum cahaya yang paling bawah pada skala yang
paling bawah dalam spektrometer yaitu dengan cara memutar-mutar
skrup yang ada pada bagian samping spektrometer. Pemutaran skrup
kearah kiri digunakan untuk menurunkan sperktrum yang terbentuk pada
spektrometer, sedangkan pemutran skrup kearah kanan digunakan untuk
menaikkan spektrum kebawah.
b. Cara penggunaan spektrometer pandang langsung
Cara menggunakan spektrometer pandang langsung adalah sebagai
berikut:
1. mengarahkan spektrometer kearah sumber cahaya
2. mengkalibrasi spektrometer dengan cara yang telah disebutkan diatas
3. memperhatikan warna yang akan dihitung panjang gelombangnya
c. Cara pembacaan skala spektrometer pandang langsung
Memperhatikan cahaya yang akan dihitung panjang gelombangnnya,
selanjutnya melihat batas skala yang ditunjukan pada warna tersebut.
Skala terkecil dalam spektrometer adalah 4.

4 7
Selanjutnya mengalikan kisaran sekala yang ditunjukan oleh warna

spektrum yang sedang diamati dengan 1000 A atau 100 nm.


III. KESIMPULAN

Setelah melakukan pembahasan dan percobaan maka dapat diambil beberapa


kesimpulan sebagai berikut :
1. Spektrometer adalah alat yang digunakan untuk mengamati spektrum
cahaya yang terurai setelah melewati medium.
2. Dengan spektrometer kita dapat mengetahui panjang gelombang dan
indeks bias cahaya.
DAFTAR PUSTAKA

Manurung,Posman. 2004. Petunjuk Praktikum Fisika Eksperimen II. Lampung;


Unila.

Staf Penulis. 1979. Energi Gelombang dan Medan. Bandung: Ganeca Science
Book Serie’s Bandung.

Tim Penyusun . 1999.Jendela Iptek. Jakarta: Departemen Pendidikan dan


Kebudayaan.

http://in.answers.yahoo.com/question
http://www.physics.uc.edu/
http://www.scribd.com/doc/30100380/EKSPERIMEN-FISIKA-
SPEKTOMETER-KISI
http://www.wikipedia.com/spektrometer