Anda di halaman 1dari 9

ANALISIS PENGUJIAN MATERIAL BESI HOLLOW DAN BOARD DESK

RANGKA BIKE LIFT DENGAN PENGUJIAN TEKAN DAN PENGUJIAN


TARIK

Andri Setiawan1, NurAidi Ariyanto2, Syarifudin3


Email :andri9190@yahoo.com
D3 TeknikMesin.PoliteknikHarapanBersamaTegal. Jl. DewiSartika No. 71 Kota Tegal

ABSTRAK

Bike lift adalah salah satu alat penunjang yang digunakan dalam proses perbaikan
kendaraan sepeda motor. Alat tersebut berfungsi untuk menaikan kendaraan sepeda motor dan
sekaligus digunakan sebagai meja kerja Akan tetapi masih banyak pemilik bengkel umum yang
belum memanfaatkan kegunaan bike lift. Selain belum banyak yang mengerti, kendala lain seperti
instalasi yang cukup rumit dan harga bike lift yang mahal menjadi bahan pertimbangan. Peneliti
akan mencoba membuat sebuah bike lift dengan harga yang terjangkau tetapi memiliki konstruksi
yang kuat. Metode pengujian dengan menggunakan besi hollow ukuran 30 x 50 cm tebal 1,64 mm
dengan pengujian tekan kemudian dicari perhitungan moment pada tiga posisi yang berbeda.
Penggunaan besi hollow dengan ukuran 30 x 50 cm tebal 1,64 mm mampu untuk mengangkat
beban sebesar 170 kg dengan baik.

Kata kunci : Bike Lift, Moment, Besi Hollow

A. Pendahuluan sampai posisi bike lift tertinggi dengan


beban yang bervariasi. Oleh sebab itu rangka
Teknologi memiliki peranan penting bike lift harus memiliki konstruksi yang kuat
dalam bidang kehidupan manusia. Salah dan penggunaan bahan material yang tepat
satunya adalah bidang peralatan penunjang untuk digunakan sebagai rangka bike bilft.
perbaikan kendaraan. Di era globalisasi ini,
berbagai macam terobosan teknologi dan B. LandasanTeori
inovasi-inovasi dibidang peralatan
penunjang perbaikan kendaraan seperti bike 2.1 PengertianKekerasan
lift dan sebagainnya terus dilakukan oleh Dieter, 1987. Pada umumnya,
pabrikan alat-alat seperti Krisbow, Dewalt, kekerasan menyatakan ketahanan terhadap
Tekiro dan masih banyak lagi. Bike lift deformasi dan merupakan ukuran ketahanan
adalah salah satu alat penunjang yang logam terhadap deformasi plastis atau
digunakan dalam proses perbaikan deformasi permanen. Untuk orang-orang
kendaraan sepeda motor. Alat tersebut yang berkecimpung dalam mekanika
berfungsi untuk menaikan kendaraan sepeda pengujian bahan, banyak yang mengartikan
motor dan sekaligus digunakan sebagai meja kekerasan sebagai ukuran ketahanan
kerja (Zevy, 2008). terhadap beban dan lekukan.
Kekuatan rangka bike lift yang baik
yaitu mampu menahan beban keseluruhan 2.2 Pengujian Material
rangka bagian atas beserta kendaraan dengan 2.2.1 PengujianTekan
dengan baik tanpa adanya perubahan bentuk Pengujian tekan adalah salah satu
seperti bengkok dan bahkan mengalami pengujian mekanik tergolong pada jenis
patah karena rangaka bike lift tidak mampu pengujian merusak karena spesimen /
menahan beban yang diterima. Selain itur material yang diuji tidak dapat digunakan
angka bike lift harus mampu menahan beban kembali.
bervariasi dari beban yang ringan sampai 1. Metode pengujian tekan
beban yang berat saat penggunaan bike lift Pengujian tekan statik
itu sendiri seperti pada saat awal naik
Pada umumnya kekuatan tekan lebih Kemudian adalah menghitung nilai dari
tinggi dari kekuatan tarik sehingga pada moment benda yang telah dilakukan uji
perencanaan cukup untuk menggunakan tekan dengan rumus :
kekuatan tarik. Apabila suatu komponen
hanya menerima beban tekan saja dan 1. MI = Fm x AB
dirancang berdasarkan kekuatan tarik saja 4
akan menghasilkan dimensi yang berlebihan. Keterangan :
Jadi dalam hal tersebut pengujian tekan MI = Kekuatan moment bahan yang
masih diperlukan. dilakukan uji tarik
Fm = Beban lengkung max
AB = Panjang benda uji

2.2.2 PengujianTarik
Askeland, 1985. Uji tarik adalah
suatu metode yang digunakan untuk menguji
kekuatan suatu bahan/material dengan cara
memberikan beban gaya yang sesumbu.
Hasil yang di dapatkan dari pengujian tarik
sangat penting untuk rekayasa teknik dan
desain produk karena mengahsilkan data
kekuatan material. Pengujian uji tarik
digunakan untuk mengukur ketahanan suatu
material terhadap gaya statis yang diberikan
secara lambat.
Gambar 2.1. Pengujian tekanstatik Pengujian tarik adalah dasar dari
(Sumber : Tata Surdia dan Shinroku Saito, pengujian mekanik yang dipergunakan pada
1999) material. Dimana spesimen uji yang telah
distandarisasi, dilakukan pembebanan
P = uniaxial sehingga spesi menuji mengalami
peregangan dan bertambah panjang hingga
Keterangan : akhirnya patah. Pengujian tarik relatif
P :Tekanan ( Pascal ) sederhana, murah dan sangat terstandarisasi
F : Gaya ( N ) dibanding pengujian lain. Hal-hal yang perlu
A :Luas Penampang ( m ) diperhatikan agar penguijian menghasilkan
nilai yang valid adalah bentuk dan dimensi
spesimen uji, pemilihan grips dan lain-lain.
Mencari nilai beban ( F ) adalah Salah satu hal yang bisa
beban keseluruhan x grafitasi selanjutnya menyebabkan kegagalan pada elemen
mencari niai dari setiap Fadan Fc dengan sebuah konstruksi mesin adalah beban yang
rumus : bekerja pada elemen mesin besarnya
1. Fa = F x BC melebihi kekuatan material. Kekuatan
AC merupakan sifat yang dimiliki oleh setiap
2. Fc = F x AB material. Kekuatan pada material dibagi
AC menjadi dua bagian yaitu kekuatan tarik dan
Setelah nilai dari Fadan Fc diketahui kekuatan mulur. Kekuatan material bisa
langkah selanjutnya adalah dengan mencari diperoleh dari sebuah pengujian yang
nilai moment dengan rumus : dikenal dengan nama uji tarik. Dari
MD = Fa x AC + Fc x AC pengujian itu selain diperoleh specimen
Keterangan : kerja yang putus karena proses penarikan,
MD = Kekuatan moment bahan juga dihasilkan sebuah kurva uji tarik. Kurva
yang akan digunakan. ini merupakan gambaran dari proses
Fa = Beban yang terjadi dititik a pembebanan pada specimen kerja mulai dari
AC = Panjang bahan awal penarikan hingga specimen kerja itu
Fc = Beban yang terjadi dititik c putus.
C. MetodePenelitian
3.1 Diagram AlurPenelitian

Mulai

Studi Pustaka

Persiapan Alat dan Bahan

Gambar 2.2 Skema Alat Uji Tarik Pengujian Bahan


( Sumber : Callister William, 1985 )

Uji Tekan ( Hollow ) Uji Tarik ( Board desk )

Analisis Hasil
Pengujian

Pembahasan

Gambar 2.3 Skema peralatan yang


digunakan dalam uji tarik Kesimpulan Dan Saran
( Sumber : Haris Budiman Y
Universitas Majalengka, 2010 )
Selesai
Dari gambar 2.2 dapat dilihat
beberapa komponen utama yang terdapat Gambar 3.1. Diagram AlurPenelitian
pada mesin uji tarik. Komponen utama
tersebut terdiri dari alat pencatat gaya(load
3.2 Alat dan Bahan
cell), alat pencatat pertama material
3.2.1 Alat
panjang spesimen (extensometer), batang Pada saat melakukan pengujian ini,
penarik (movingcrosshead), dan spesimen. kami membutuhkan alat untuk membantu
Load cell digunakan untuk mencatat melakukan pengujian ini, diantaranya adalah
besarnya pembebanan (F) yang dialami oleh mesin uji tekan dan mesin uji tarik.
spesimen, sedangkan extensometer
digunakan untuk mencatat besarnya pertama
material panjang (ΔL) yang terjadi pada
spesimen. Hubungan antara gaya (F)
terhadap pertama material panjang (ΔL)
inilah yang nantinya akan dikonversikan ke
dalam kurva tegangan (σ) terhadap regangan
teknik (e).
Gambar 3.2 Mesin Uji Tarik Gambar 3.5 Papan Board Desk

3.3 Metode Pengumpulan Data


Metode pengumpulan data dilakukan
dengan cara mencari studi literature, yaitu
mengumpulkan data-data dari internet, buku
referensi, wawancara dan jurnal-jurnal yang
relevan/terkait dengan topik penelitian.
1. Studi Pustaka
Penulis memperoleh data-data dari
buku-buku atau jurnal, internet dan acuan
atau literature yang penulis gunakan dalam
melengkapi tugas akhir.

2. Observasi
Merupakan metode pengumpulan
Gambar 3.3 Mesin Uji Tekan
data dengan cara langsung dari objek
penelitian guna mendapatkan data-data
3.2.2 Bahan
sebagai penunjang penelitian pada rangka
Pada saat melakukan pengujian ini,
bike lift.
kami membutuhkan bahan untuk diujikan
3. Pengujian Bahan
agar kami mendapatkan data yang
Disini penulis melakukan pengujian
diinginkan yaitu besi hollow dan besi board
(uji tarik) pada bahan rangka atau pin yang
desk.
dipakai pada pembuatan bike lift. Hasil dari
pengujian itu akan dipakai sebagai
pembanding dari hasil analisis atau
perhitungan dari pin tersebut.

3.4 Metode Analisa Data


Metode analisis data untuk
mengetahui kekuatan rangka bike lift yaitu
dengan cara melakukan pengujian tekan dan
pengujian impact.

Gambar 3.4 Besi Hollow


BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN Diketahui :F = 1666 N

4.1 Perhitungan Beban Rangka Bike


Lift F
Beban yang akan ditahan oleh 66 mm 80 mm
rangka bike lift adalah : mmjmm
a. Beban rata-rata untuk satu
kendaraan adalah 150 kg. mmmm
b. Beban untuk rangka bike lift bagian A mmmm B C
atas adalah 20 kg. 146 mm
c. Berat bike lif dan kendaraan adalah mmmm
170 kg. Fa Fc
Beban ditahan oleh empat rangka
(menggunakan rangka X bar) dengan bahan
Gambar 4.2 Diagram Beban Rangka Atas
besi hollow. Beban tersebut merupakan
Posisi 1
beban terpusat.
Selanjutnya adalah mencari beban
F = beban keseluruhan x gravitasi yang terjadi pada Fa dan Fc jika diketahui
= 170 Kg x 9,8 beban F adalah 1666 N dan jarak antara titik
= 1.666 N seperti terlihat pada gambar diatas.

Diketahui : F = 1666 N = 170 Kg

AB = 66 mm = 6,6 cm

BC = 80mm = 8 cm

AC = 146 mm = 14,6 cm

Jadi beban yang terjadi di Fa dan Fc adalah


sebagai berikut :

Fa = F x BC
Gambar 4.1 Gambaran Desain Rangka Bike AC
Lift 2D

= 170 x 8 = 93.2 Kg
4.2 Beban Rangka Atas 14,6
Disini ada 3 (tiga) posisi rangka yang
akan dihitung bebannya, yaitu posisi Fc = F x AB
pertama posisi dimana bike lift paling AC
rendah, posisi kedua bike lift naik sekitar
500 mm, dan posisi ketiga bike lift naik
sekitar 800 mm. = 170 x 6,6 = 76,8 Kg
14,6
1. Posisi Pertama
Selanjutnya akan dilakukan Selanjutnya adalah mencari moment pada
perhitungan beban pada titik berat titik D yang terdapat pada gambar dibawah
rangka atas pada posisi pertama. ini :
AB = 60 mm = 6 cm

Fa Fc BC = 80 mm = 8 cm
B
AC = 140 mm = 14 cm

Jadi beban yang terjadi di Fa dan Fc adalah


sebagai berikut :

Fa = F x BC
AC
Ra Rc

= 170 x 8 = 97,14 Kg
Gambar 4.3 Moment Pada Titik D Posisi 1 14

Untuk Fa = Ra dan Fc = Rc Fc = F x AB
Jadi untuk MD : AC
MD = Fa x AC + Fc x AC
= 93,2 x 14,6 + 78,8 x 14,6
= 1.360,7 + 1.150,5 = 170 x 6 = 72,85 Kg
= 2.511,2 Kg.cm 14
= 25,112 Kg.m
Jadi untuk MD pada tiap sisi kanan dan kiri Selanjutnya adalah mencari moment pada
adalah titik D yang terdapat pada gambar dibawah
= 25,112 Kg.m ini :
2
= 12,56 Kg.m
Fa Fc
2. Posisi Kedua B
Selanjutnya akan dilakukan
perhitungan beban pada titik berat rangka
atas pada posisi kedua.

Diketahui :F = 1666 N

Ra Rc
F
60 mm 80 mm
mmjmm
mmmm Gambar 4.5 Moment Pada Titik D Posisi 2
A mmmm B C
Untuk Fa = Ra dan Fc = Rc
mmmm 140 mm Jadi untuk MD :
Fa Fc MD = Fa x AC + Fc x AC
= 97,14 x 14 + 72,85 x 14
Gambar 4.4 Diagram Beban Rangka Atas = 1.359,9 + 1.019,9
Posisi 2 = 2.379,8 Kg.cm
= 23,798 Kg.m
Selanjutnya adalah mencari beban Jadi untuk MD pada tiap sisi kanan dan kiri
yang terjadi pada Ra dan Rc jika diketahui adalah
beban F adalah 1666 N dan jarak antara titik = 23,798 Kg.m
seperti terlihat pada gambar diatas. 2
= 11,899 Kg.m
Diketahui : F = 1666 N = 170 Kg
3. Posisi Ketiga
Selanjutnya akan dilakukan
perhitungan beban pada titik berat rangka Fa Fc
B
atas pada posisi ketiga.

Diketahui :F = 1666 N

F
60 mm 80 mm
mmjmm Ra Rc
mmmm
A mmmm B C Gambar 4.7 Moment Pada Titik D Posisi 3
mmmm 140 mm
Fa Fc Untuk Fa = Ra dan Fc = Rc
Jadi untuk MD :
MD = Fa x AC + Fc x AC
Gambar 4.6 Diagram Beban Rangka Atas = 106,25 x 12,8 + 63,75 x 12,8
Posisi 3S = 1.360 + 816
= 2.176 Kg.cm
Selanjutnya adalah mencari beban = 21,76 Kg.m
yang terjadi pada Ra dan Rc jika diketahui Jadi untuk MD pada tiap sisi kanan dan kiri
beban F adalah 1666 N dan jarak antara titik adalah
seperti terlihat pada gambar diatas. = 21,76 Kg.m
2
Diketahui : F = 1666 N = 170 Kg = 10,88Kg.m
AB = 48 mm = 4,8 Cm
4.3 Hasil Uji Bahan
BC = 80 mm = 8 Cm
Tabel 4.1 Hasil uji lengkung atau
AC = 128 mm = 12,8 cm tekan besi hollow (UPTD Laboratorium
Perindustrian Komplek LIK Takaru
Kabupaten Tegal, 2018)

Jadi beban yang terjadi di Fa dan Fc adalah


sebagai berikut : Kode Parameter Hasil
No. Satuan
Sampel Uji Uji
Fa = F x BC
AC Beban
Lengkung Kgf 35,44
Maksimum
= 170 x 8 = 106,25 Kg Kuat Kgf
12,8 1. 58 84,83
Lengkung
Fc = F x AB Tebal x 1,64
AC Mm
Lebar x25,47

= 170 x 4,8= 63,75 Kg


12,8

Selanjutnya adalah mencari moment pada


titik D yang terdapat pada gambar dibawah
ini :
Dari data hasil pengujian besi Kode Parameter
No. Satuan Hasil Uji
hollow selanjutnya adalah mencari moment Sampel Uji
c pada besi hollow yang telah diuji sebagai Tebal x 2,2 x
Mm
berikut : lebar 20,39
Panjang
mm 50
awal
Beban Lengkung 35,44 kgf Beban
tarik kN 15,12
maksimal
1 194 Kuat tarik N/mm² 337,18
Beban
kN 12,56
luluh
Kuat luluh N/mm² 280,05
Panjang
mm 60,58
ukur akhir
A 30 cm B Regangan
% 21,16
total

Dari hasil pengujian tersebut penulis


Gambar 4.8 Spesimen Besi Hollow
mengambil titik aman dari hasil pengujian
bahan, yaitu dari hasil perhitungan moment
Diketahui : dititik C dengan hasil 26,58 kgf.m pada besi
F Lengkung ( Fm ) = 35,44 kgf hollow.
Panjang Benda Uji ( AB ) = 30 cm
Jadi Moment dititik C yang terjadi pada
pengujian besi hollow adalah : 30
25
Mc = Fm x AB 20
15
4 10
= 35,44 x 30 5
4 0
= 1.063,2 1 2 3 Mc
4 Max
= 265,8 kgf.cm
= 26,58 kgf. Hasil Perhitungan Md
Pada Posisi 1,2,3 dan Hasil
Tabel 4.2 Hasil uji tarik papan board
Pengujian Mc Max
desk 2 mm (UPTD Laboratorium
Perindustrian Komplek LIK Takaru
Kabupaten Tegal, 2018)
Gambar 4.9 Grafik Perbandingan Hasil
Pengujian Besi Hollow

Dari grafik diatas dapat disimpulkan


bahwa untuk moment yang terjadi paling
besar adalah pada posisi 1 dengan kekuatan
Md sebesar 12,56 kg.m sedangkan besi
hollow yang digunakan mampu menerima
moment maximal (Mc) sebesar 26,58 kgf.m
yang berarti besi hollow yang digunakan
aman untuk menggangkat beban sebesar 170
kg dengan kekuatan momen sebesar 12,56
kg.m
BAB V
PENUTUP DAFTAR PUSTAKA
5.1 Kesimpulan
Dari hasil perhitungan moment
pada tiga 3 (tiga) posisi rangka bike lift yang
telah dihitung bebannya, yaitu posisi Akbar, Ali. 2010. 'Uji Impak Charpy’.
pertama posisi dimana bike lift paling Diakses dari
rendah, posisi kedua bike lift naik sekitar https://www.academia.edu/7341197/
500 mm, dan posisi ketiga bike lift naik BAB_I-II Pada tanggal 7 Februari
sekitar 800 mm, moment yang terjadi paling 2018
besar adalah pada posisi pertama yaitu posisi
Askeland., D. R., 1985, “The Science and
dengan kondisi bike liftpaling rendah dengan
Engineering of Material”, Alternate
moment sebesar 12,56 kg.m dengan beban
Edition, PWS Engineering, Boston,
170 kg dan hasil pengujian besi hollow
USA
beserta perhitungan moment maximal yang
dapat ditahan besi hollow dengan ukuran 30 Duta.2011.Patah getas patah ulet ductile to
x 50 mm adalah sebesar 26,58 kgf.m dan brittle tension. Diakses dari
untuk papan board desk diambil dari hasil http://blog.ub.ac.id/dutak/2011/12/29/
pengujian tarik maximal dengan nilai 15,12 patah-getas-patah-ulet-ductile-to-
kn = 1.542 kg. brittle-tension/ Pada tanggal 9 Maret
Maka dapat disimpulkan penggunaan 2018
bahan besi hollow dengan ukuran 30 x 50
mm aman digunakan untuk membuat rangka Dieter, G. E. 1998.Mechanical
bike lift dengan kekuatan moment maximal Metallurg.New York : Mc Graw Hill
sebesar 26,58 kgf.m dan untuk papan board Book co
desk dari kekuatan maximal 1.542 kg aman
untuk mengangkat beban sebesar 170 kg. Qolik, A. 1991 Pengujian Logam Malang :
institute keguruan dan ilmu
5.2 Saran pendidikan malang.
Dari perhitungan analisis kekuatan
rangka bike lift diatas, untuk besi hollow Zaenuri, Muhib Ahmad.S.T, 2008, Kekuatan
dengan ukuran 30 x 50 mm mampu Bahan. Bangkalan Madura. Indonesia
menahan beban kendaraan sebesar 170 kg
dan untuk penggunaan beban diatas 170 kg
menggunakan besi hollow diatas ukuran 30 x
50 mm.