Anda di halaman 1dari 9

1.

Kebijakan terkait desentralisasi pengelolaan pendidikan dilaksanakan untuk memperbaiki


kualitas pendidikan agar praktik pendidikan lebih demokratis salah satunya adalah
dengan
pengembangan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) oleh masing-masing sekolah
termasuk jenjang Sekolah Dasar.
Pertanyaan:
Mengapa setiap sekolah termasuk pada jenjang Sekolah Dasar dituntut untuk
mengembangkan
kurikulum sekolahnya masing-masing ? Jelaskan
Jawab :

Alasan-alasan pengembangan kurikulum tersebut adalah:

1) Menjawab atau antisipasi yang merupakan kemajuan ilmu tekhnologi.


Kurikulum haruslah bersifat dinamis. Yang dimaksud dinamis yaitu senantiasa
berubah menyesuaikan keadaan supaya dapat memantapkan belajar dan hasil
belajar. Kurikulum yang tidak sesuai dengan tuntutan social, Tidak sesuai lagi
dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dan juga tidak sesuai
dengan dunia kerja akan menyebabkan sebuah problem, karena itu haruslah
dirubah dan dikembangkan kurikulum tersebut.
2) Memenuhi kebutuhan yang ada dalam masyarakat dan untuk meningkatkan
kemajuan masyarakat.
Dengan dikembangkan nya suatu kruikulum maka pendidikan yang ada di
masyaraka baik pendidikan formal maupun non formal akan mengalami
peningkatan . dengan adanya peningkatantersebut maka masyarakat akan
mengalami perubahan kearah yang lebih baik pula baik pengetahuan maupun pola
kehidupan nya dan apabila pemenuhan tersebut telah terpenuhi maka masyarakat
akan mengalami kemajuan .
Memenuhi kebutuhan peserta didik.
3) Perubahan cara pandang kurikulum, dari kurikulum sebagai alat menjadi
kurikulum sebagai tujuan atau akhir yang akan dicapai. Karena hasil belajar yang
diharapkan merupakan dasar bagi perencanaan dan perumusan berbagai tujuan
kegiatan pembelajaran.Untuk tambahan dalam memenuhi kebutuhan peserta didik
yaitu diperlukan seorang atau guru – guru yang berkualitas atau yang telah
terididk dengan teramat baik.
2. Guru merupakan pihak kunci dalam pengembangan kurikulum tingkat satuan pendidikan
termasuk di jenjang Sekolah Dasar. Keterlibatan guru dalam pengembangan KTSP akan
mempengaruhi dihasilkannya kurikulum yang mampu mencetak lulusan yang berkualitas.
Pertanyaan:
Bagaimanakah peran guru dalam pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan pendidikan
(KTSP) di jenjang SD agar dapat menghasilkan kurikulum yang baik ? Jelaskan.
Jawab :
1) Implementers
Sebagai implementer, guru berperan untuk mengaplikasikan kurikulum yang sudah
ada. Dalam melaksanakan perannya guru menerima berbagai kebijakaan perumus
kurikulum. Guru tidak memiliki ruang baik untuk menentukan isi kurikulum maupun
menentukan target kurikulum.
2) Adapters
Peran guru sebagai adapters, lebih dari hanya sebagai penyelaras kurikulum dengan
karaketristik dan kebutuhan siswa dan kebutuhan daerah. Dalam fase ini guru diberi
kewenangan untuk menyesuaikan kurikulum yang sudah ada dengan karakteristik
sekolah dan keebutuhan lokal.
3) Developers
Peran sebagai pengembang kurikulum, guru memiliki kewenangan dalam mendesain
sebuah kurikulum. Guru bukan saja dapat menentukan tujuan dan isi pelajaran yang
akan disampaikan, akan tetapi juga dapat menentukan strategi apa yang harus
kembangkan
3. Ibu Bertha mengajar di Sekolah Dasar kelas 5, dalam menghadapi siswanya saat
pembelajaran bu Bertha mengalami adanya perubahan dalam diri siswa. Para siswa masa
kini lebih banyak menuntut penggunaan media pembelajaran yang beragam dan
cenderung menuntut penggunaan teknologi computer dan internet dibandingkan tugas
menyelesaikan soal-soal pilihan berganda dengan LKS. Ibu Bertha merasa para siswa
menjadi lebih sulit diatur dan malas.
Pertanyaan:
Berdasarkan gambaran kasus yang disajikan, bagaimanakah perubahan karakteristik
siswa yang dihadapi oleh bu Bertha dan bagaimana menghadapinya ? Jelaskan
Jawab :
Perubahan karakteristik siswabyang dhadapi Bu Bertha yakni terkait dengan sikap siswa
g tidak adanya pembimbing dalam penguasaan materi bahan ajar yang berdampak pada
ketidakpahaman pada materi terkait serta kurang adanya pantauan yang khusus bagi
siswa.yang kurang disiplin yang cenderung malas untuk mengerjakan tugas sekolah
dikarenakan kurangnya bimbingan yancara menghadapinya adalah menghimbau kepada
orangtua untuk sennatiaa memanta u keseluruhan kegiatan yang dilakukan anak terkait
tugas serta memantau pemakaian teknologi agar digunakan sesuai dengan kebutuhan
sekolah atau membatasi penggunaan teknologi pada sesuatu yang kurang bermanfaat.

4. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan merupakan kajian yang terdapat dalam


kurikulum di jenjang SD di Indonesia. Muatan kurikulum ini bertujuan untuk membekali
siswa menjadi warga negara Indonesia dan warga dunia yang baik.
Pertanyaan:
Bagaimanakah focus muatan kurikulum PPKn masa depan agar dapat mencapai tujuan
dari kurikulum yang ideal ? Jelaskan:

Jawab :

Fokus muatan kurikulu PKN masa depan terkait etika yang sangat harus diperbaiki
mencakup, diantaranya :
1) Pancasila sebagai Dasar Negara dan pandangan hidup bangsa diperankan dan
dimaknai sebagai entitas inti yang menjadi sumber rujukan dan kriteria keberhasilan
pencapaian tingkat kompetensi dan pengorganisasian dari keseluruhan ruang lingkup
mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan;
2) Substansi dan jiwa Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945,
nilai dan semangat Bhinneka Tunggal Ika, dan komitmen Negara Kesatuan Republik
Indonesia ditempatkan sebagai bagian integral dari Pendidikan Pancasila dan
Kewarganegaraan, yang menjadi wahana psikologis-pedagogis pembangunan
warganegara Indonesia yang berkarakter Pancasila.

Perubahan tersebut didasarkan pada sejumlah masukan penyempurnaan pembelajaran


PKn menjadi PPKn yang mengemuka dalam lima tahun terakhir, antara lain :
1) secara substansial, PKn terkesan lebih dominan bermuatan ketatanegaraan sehingga
muatan nilai dan moral Pancasila kurang mendapat aksentuasi yang proporsional;
2) secara metodologis, ada kecenderungan pembelajaran yang mengutamakan
pengembangan ranah sikap (afektif), ranah pengetahuan (kognitif), dan
pengembangan ranah keterampilan (psikomotorik) belum dikembangkan secara
optimal dan utuh (koheren). Selain itu, melalui penyempurnaan PKn menjadi PPKn
tersebut terkandung gagasan dan harapan untuk menjadikan PPKn sebagai salah satu
mata pelajaran yang mampu memberikan kontribusi dalam solusi atas berbagai krisis
yang melanda Indonesia, terutama krisis multidimensional.

PPKn sebagai mata pelajaran memiliki misi mengembangkan keadaban Pancasila,


diharapkan mampu membudayakan dan memberdayakan peserta didik agar menjadi
warganegara yang cerdas dan baik serta menjadi pemimpin bangsa dan negara Indonesia
di masa depan yang amanah, jujur, cerdas, dan bertanggungjawab.

Dalam konteks kehidupan global, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan selain


harus meneguhkan keadaban Pancasila juga harus membekali peserta didik untuk hidup
dalam kancah global sebagai warga dunia (global citizenship). Oleh karena itu, substansi
dan pembelajaran PPKn perlu diorientasikan untuk membekali warga negara Indonesia
agar mampu hidup dan berkontribusi secara optimal pada dinamika kehidupan abad ke-
21. Untuk itu, pembelajaran PPKn selain mengembangkan nilai dan moral Pancasila, juga
mengembangkan semua visi dan keterampilan abad ke-21 sebagaimana telah menjadi
komitmen global.

Lebih dari itu, sebagai landasan filosofis, empat konsensus kebangsaan telah menjiwai
lahirnya kurikulum 2013. Empat konsensus kebangsaan tersebut adalah:
1) Pancasila, sebagai dasar negara, ideologi nasional, dan pandangan hidup;
2) Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai hukum dasar
yang menjadi landasan konstitusional kehidupan bermasyarakat, berbangsa,
danbernegara;
3) Negara Kesatuan Republik Indonesia, sebagai komitmen terhadap bentuk final
Negara Republik Indonesia yang melindungi segenap bangsa dan tanah tumpah darah
Indonesia;
4) dan Bhinneka Tunggal Ika, sebagai wujud kesadaran atas keberagaman kehidupan
bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara yang utuh dan kohesif secara nasional dan
harmonis dalam pergaulan antarbangsa.

5. Masa depan diprediksikan banyak ahli sebagai era teknologi dan pengetahuan dimana
perkembanagn teknologi akan melaju semakin cepat. Masyarakat Indonesia akan berada
pada era ledakan ilmu pengetahuan dan teknologi. Banyak tenaga manusia yang
digantikan dengan robot seiring berkembanganya teknologi robotika. Hal tersebut dapat
berdampak positif dan negative dalam kehidupan. Limpahan informasi harus diimbangi
dengan peningkatan peran pendidikan sebagai kunci untuk mempersiapkan generasi masa
depan.
Pertanyaan:
Berdasarkan pada wacana ledakan ilmu pengetahuan dan teknologi di masa yang akan
datang, lakukan identifikasi berbagai kebutuhan-kebutuhan pendidikan yang terkait
dengan
kemampuan dasar yang dibutuhkan pada masa depan ? jelaskan

Jawab :

1) menurut saya, tetap yang pertama adalah kebutuhan pendidikan agama dan etika,
karena Hal tersebut dapat mengurangi terjadinya penyelewangan dalam penggunaan
terknologi serta walaupun dengan adanya bantuan teknologi manusia tetap harus
bertanggungjawab dalam segala aspek etika baik etika dengan sesama manusia
maupun lingkungan
2) pengembangan kurikulum saat ini dan di masa depan harus melengkapi kemampuan
siswa dalam dimensi akademik, keterampilan hidup, kemampuan untuk hidup
bersama dan berpikir secara kritis dan kreatif. Keterampilan tak kasat mata seperti
keterampilan interpersonal, berpikir global, dan literasi media dan informasi.
Kurikulum juga harus dapat membentuk siswa dengan penekanan pada bidang
STEM, merujuk pada pembelajaran berbasis TIK, internet of things, big data dan
komputer, serta kewirausahaan dan magang. Untuk menciptakan kondisi tersebut,
dibutuhkan aspek pendukung diantarnya :
a) kemampuan HOTS dalam proses pembelajaran. HOTS ( Higher, Order, Thinking,
Skills ) merupakan kemampuan dalam memecahkan masalah secara
kompleks,berpikir kritis dan kreativitas. Penerapan HOTS dapat dilakukan dengan
mengenalkan dunia nyata kepada peserta didik dengan permasalah yang ada.
Seperti masalah lingkungan dan kesehatan serta pemanfaatan ilmu pengetahuan
dan teknologi. sehingga peserta didik harapnya dapat menganalisi serta
memecahkan masalah tersebut.
b) pembaharuan orientasi pembelajaran pembelajaran yang futuristic mengenalkan
pembelajaran yang tidak hanya pada penguasaan materi tetapi juga perlu
menghubungkan terkait dengan pemanfaatan untuk kemajuan masyrakat society
5.0 .
c) dengan pemilihan model pembelajaran yang tepat. Untuk memberi ruang kepada
perserta didik untuk menemukan konsep pengetahuan dan kreativitas. Guru boleh
memilih berbagai model pembelajaran seperti discoverey learning, project based
learning, problem based learning, dan inquiry learning . dari berbagai model
tersebut mendorong perseta didik untuk membangaun kreativitas serta berpikir
kritis.
d) pengambangan kompetensi guru. Kompetensi dalam ranah kognitif, afektif dan
psikomotorik guru juga perlu ditingkatkan agar mampu beradaptasi dengan
industry 4.0 dan society 5.0. dengan dibekali wawasan keilmuan, attitude dan
skill merupakan ciri dalam mempersiapkan society 5.0.
e) penyediaan Sarpras dan sumber belajar yang futuristic sesuai kebutuhan berupa
smart building berbasis IT berupa ruang kelas, perpustakaan , dan laboratorium
yang di dukung fasilitas IoT dan AI yang menduung sumber belajar dan media
belajar peserta didik

6. Siapkan silabus dari kurikulum yang digunakan di sekolah tempat Anda mengajar,
cermati silabus tersebut berdasarkan prinsip-prinsip pengembangan silabus yang sudah
Anda pelajari dalam modul 8 kegiatan belajar 1.
Berdasarkan silabus tersebut, buatlah program pembelajaran semester dari salah satu
muatan kurikulum yang terdapat dalam silabus, program semester yang dibuat dalam
bentuk matriks program yang bertujuan untuk pengembangan karakter siswa (aspek
sikap).
Jawab :
PROGRAM SEMESTER
TAHUN PELAJARAN 20… / 20…

Mata Pelajaran : Pendidikan Kewarganegaraan

Kelas / Semester : I (Satu) / 1 (satu)

Standar Kompetensi : 1. Menerapkan hidup rukun dalam perbedaan

Juli Agustus September Oktober Nopember Desember


Kompetensi Dasar Indikator Materi Pokok AW
3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5

1.1.Mengenal makna - Menjelaskan latar belakang Sumpah 6 JP


satu nusa, satu kehendak para pemuda dari Pemuda
bangsa dan satu seluruh Indonesia untuk bersatu
dalam satu nusa, satu bangsa,
bahasa
satu bahasa
- Menjelaskan manfaat persatuan
dan kesatuan sesuai makna
Sumpah Pemuda
- Mensimulasikan suasana
peristiwa Sumpah Pemuda
1.2.Mengamalkan - Menyebutkan nilai-nilai yang Norma-norma 6 JP
nilai-nilai Sumpah terkandung dalam peristiwa di Masyarakat
Pemuda dalam Sumpah Pemuda
- Memberi contoh perilaku yang
kehidupan sehari-
sesuai dengan nilai-nilai yang
hari terkandung dalam peristiwa
Sumpah Pemuda
Uji Kompetensi 2 JP

Remedial 2 JP

Pengayaan 2 JP

Anda mungkin juga menyukai