Anda di halaman 1dari 11

Proses Pembentukan Batuan Beserta Jenis dan Sifatnya

Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Geologi Tata Lingkungan Program Studi
Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas Pasundan

Oleh :
Nama : Febby Febriana Sutiar
NRP : 183060038

PROGRAM STUDI PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS PASUNDAN
BANDUNG
2019
KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Wr.Wb

Bismillahirrahmanirrahim, puji dan syukur kepada sang pencipta Allah


Swt. yang telah memberi kekuatan, kesabaran, rahmat serta hidayahnya yang tiada
pernah putus dan atas keridhaan dan kemurahan-Nyalah penyusun akhirnya bisa
menyelesaikan makalah ini.

Makalah ini disusun untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah geologi tata
lingkungan Fakultas Teknik di Universitas Pasundan Bandung dengan judul
“Proses Pembentukan Batuan Beserta Jenis dan Sifatnya”

Untuk menyelesaikan makalah ini adalah suatu hal yang mustahil apabila
penulis tidak mendapatkan bantuan dan kerjasama dari berbagai pihak. Dalam
kesempatan ini penulis menyampaikan terimakasih kepada;

1. Allah SWT. Karena berkat rahmatnya penulis diberi kesehatan dan


kekuatan untuk dapat menyelesaikan karya tulis ini.
2. Rekan - rekan yang telah bekerja sama.
3. Rekan - rekan dari Teknik Planologi yang telah memberikan semangat
kepada penulis untuk menyelesaikan karya tulis ilmiah ini.

Akhir kata, penyusun berharap semoga karya tulis ilmiah ini dapat
bermanfaat, menambah wawasan bagi penyusun serta bagi pembaca pada
umumnya.

i
Bandung, 10 Februari 2019

Penyusun

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.............................................................................................i
DAFTAR ISI..........................................................................................................ii
DAFTAR GAMBAR............................................................................................iii
BAB I PENDAHULUAN......................................................................................1
1.1 Latar Belakang..........................................................................................1
1.2 Rumusan Masalah.....................................................................................2
BAB II METODE PENELITIAN........................................................................3
2.1 Metode Penelitian...........................................................................................3
BAB III PEMBAHASAN.....................................................................................4
3.1 Proses Pembentukan Batuan..........................................................................4
3.2 Jenis – Jenis dan Sifat Batuan........................................................................7
BAB IV PENUTUP.............................................................................................13
4.1 Kesimpulan...................................................................................................13
DAFTAR PUSTAKA..............................................................................................I

ii
DAFTAR GAMBAR
Gambar 3.1 1Siklus Batuan.....................................................................................7
Y

Gambar 3.2 1 Batu Apung..................................................................................................7


Gambar 3.2 2 Batu Obsidian..............................................................................................8
Gambar 3.2 3 Batu Granit..................................................................................................8
Gambar 3.2 4 Batu Basalt...................................................................................................9
Gambar 3.2 5 Batu Diorit...................................................................................................9
Gambar 3.2 6 Batu Andesit................................................................................................9
Gambar 3.2 7 Batu Konglomerat......................................................................................10
Gambar 3.2 8 Batu Pasir...................................................................................................10
Gambar 3.2 9 Batu Serpih................................................................................................11
Gambar 3.2 10 Batu Gamping..........................................................................................11
Gambar 3.2 11 Batu Breksi...............................................................................................12
Gambar 3.2 12 Batu Marmer...........................................................................................12
Gambar 3.2 13 Batu Sabak...............................................................................................12

iii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Batuan merupakan kumpulan mineral yang telah membeku. Batuan juga


merupakan elemen kulit bumi yang menyediakan mineral-mineral anorganik
melalui proses pelapukan dan menghasilkan tanah. Batuan mempunyai komposisi
mineral, sifat-sifat fisik, dan umur yang bermacam-macam. Umumnya batuan
merupakan gabungan dari dua mineral atau lebih. Mineral adalah suatu zat
anorganik yang mempunyai komposisi kimia dan struktur atom tertentu. Jumlah
mineral sangat banyak jenisnya ditambah dengan jenis kombinasinya.

Secara umum jenis-jenis batuan dibagi menjadi 3, yaitu batuan beku, batuan
sedimen, dan batuan metamorfik. Batuan beku adalah batuan hasil pendinginan
dari magma (batu pijar), batuan sedimen adalah batuan berlapis hasil proses
pengendapan berbagai partikel mineral yang berasal dari batuan yang telah ada
sebelumnya, sedangkan batuan metamorf atau disebut juga batuan malihan adalah
batuan yang berasal dari batuan beku atau batuan sedimen namun telah
mengalami perubahan secara fisik dan kimiawi akibat adanya panas dan tekanan
yang tinggi.

Semua batuan pada mulanya berasal dari magma. Magma merupakan batu-
batuan cair yang terletak di bawah permukaan bumi. Magma keluar di permukaan
bumi antara lain melalui puncak gunung berapi, misalnya saat terjadi letusan.
Magma yang sudah mencapai permukaan bumi disebut lava. Di atas permukaan
bumi lava akan membeku. Setiap jenis batuan mempunyai sifat yang berbeda.
Sifat batuan tersebut meliputi bentuk, warna, kekerasan, kasar atau halus, dan
mengilap atau tidaknya permukaan batuan. Setiap batuan memiliki sifat dan ciri
khusus. Hal ini disebabkan bahan-bahan yang terkandung dalam batuan berbeda-
beda. Ada batuan yang mengandung zat besi, nikel, tembaga, emas, belerang,
platina, atau bahan-bahan lain. Bahan-bahan seperti itu disebut mineral. Tiap jenis
batuan mempunyai kandungan mineral yang berbeda.

Berdasarkan proses terbentuknya, terdapat tiga jenis batuan yang menyusun


lapisan kerak bumi. Tiga jenis batuan tersebut yaitu batuan beku (batuan magma
atau vulkanik), batuan endapan (batuan sedimen), dan batuan malihan (batuan
metamorf).

1
1.2 Rumusan Masalah

Bagai mana proses terjadinya pembentukan batuan, sehingga dapat memiliki


manfaat dan jenis yang berbeda – beda ?

2
BAB II
METODE PENELITIAN

2.1 Metode Penelitian

Metode penelitian yang digunakan penulis dalam membuat karya tulis


ilmiah ini menggunakan metode studi pustaka. Yang artinya , penulis
mengumpulkan informasi, baik dari internet maupun dari sumber lainnya, lalu
merangkumnya dan membahasnya demi tercapainya tujuan penulis untuk
mengetahui proses terbentuknya dan jenis – jenis batuan.

3
BAB III
PEMBAHASAN

3.1 Proses Pembentukan Batuan

Batuan adalah salah satu komponen abiotik yang berada di tengah- tengah
ekosistem alam ini. Batuan, merupakan salah satu komponen yang sangat
dibutuhkan oleh manusia untuk berbagai macam hal, seperti membangun rumah
atau gedung, mebuat bendungan, membuat sarana dan pra sarana umum, hingga
menghias atau mempercantik bangunan. Setiap jenis batuan masing – masing
memiliki fungsi yang berbeda.

Proses Terbentuknya Batuan

- Yang pertama, terjadi proses kristalisasi terhadap magma.


Terbentuknya batuan pertama kali karena diawali oleh adanya
magma yang mengalami proses kristalisasi. Magma ini tidak terdapat di
semua area bumi, sebagian besar magma terbentuk di sepanjang batas
lempeng bumi. Kemudian magma yang yang membeku akan membentuk
sebuh kristal atau mineral (proses ini dinamakan kristalisasi). Magma yang
membentuk kristal ini sama seperti air yang didinginkan menjadi es.
Magma yang mengkristal ini akan banyak ditemukan pada gunung berapi
yang mengalami erupsi. Magma yang keluar dari dalam gunung akan
membeku setelah sampai ke permukaan bumi .

Magma yang membeku ini akan membentuk sebuah jenis batuan,


yakni batuan beku. Magma yang membekunya setelah sampai di
permukaan bumi akan membentuk batuan beku yang jenisnya ekstrusif.
Sementara magma yang membeku namun belum sampai ke permukaan
bumi ini membentuk sebuah batuan jenis intrusif.

4
- Yang kedua, terjadi pengangkatan dan pelapukan terhadap batuan beku.
Batuan - batuan beku yang telah terbentuk tadi lama- kelamaan
akan mengalami proses pelapukan. Batuan yang mengalami proses
pelapukan paling cepat terutama adalah batuan yang membeku di
permukaan bumi (batuan ekstrusif). Batuan ini lebih cepat mengalami
proses pelapukan karena terpapar secara langsung oleh cuaca di bumi dan
juga atmosfer bumi, sehingga pelapukannya lebih cepat daripada yang
berada di bawah permukaan bumi.

Meskipun demikian, bukan berarti batuan yang berada di bawah


permukaan bumi ini tidak bisa mengalami pelapukan. Batuan ini tetap bisa
mengalami pelapukan, namun harus mengalami proses pengangkatan ke
permukaan tanah terlebih dahulu. Batuan yang berada di bawah
permukaan bumi harus terangkat ke permukaan bumi melalui proses
tektonik, kemudian lapisan batuan yang berada di atasnya harus hilang
terlebih dahulu oleh proses erosi. Setelah berada di permukaan bumi inilah
proses pelapukan batuan dimulai.

Pelapukan yang terjadi pada batuan ini dapat terjadi karena adanya
beberapa reaksi fisik dan kimia yang dapat disebabkan oleh interaksi
udara, air, maupun organisme tertentu. Setelah batuan menjadi lapuk
karena angin, air, es, gletser ataupun yang lainnya, maka akan menjadi
material sedimen melalui sebuah proses yang disebut erosi.

- Yang ketiga, batuan mengalami erosi

Setelah mengalami proses pengangkatan dan pelapukan, maka


proses yang selanjutnya adalah erosi. Dalam proses erosi ini yang paling
banyak berperan adalah air. Air yang mengalir misalnya dari sungai
merupakan salah satu hal yang paling sepat menyebabkan proses erosi ini
terjadi. Arus dari air ini pula yang akan mengangkut material- material

5
pelapukan batu menuju ke tempat lain. Selain air, ada pula yang
mengangkut meterial- material lainnya yakni angin ataupun gletser.

- Yang keempat, setelah mengalami erosi, batuan akan mengendap


Material- material dari pelapukan batuan beku yang telah terangkut
oleh air, angin, ataupun gletser, lama kelamaan akan mengendap di suatu
tempat dan kan berjumlah semakin banyak. Karena semakin banyak
batuan yang mengendap ini, akibatnya semakin lama akan semakin
mengeras dan mengeras . Karena proses pengerasan inilah membentuk
terjadinya batuan yang disebut dengan batuan sedimen. Kemudian tekanan
yang dihasilkan akan membuat endapan lama ini menjadi kompak. Ketika
air bergerak dan masuk ke dalam material sedimen, maka mineral kalsit
dan silika yang terlarut akan terendap dan mengisi rongga antar butir yang
bertindak sebagai semen yakni merekatkan butiran sedimen antar satu
dengan yang lainnya.

- Yang kelima, berubahnya batu sedimen menjadi batuan metamorf


Batuan sedimen banyak terdapat di bawah permukaan bumi.
Ketika batuan yang berada di di bawah permukaan bumi ini tidak
tersingkap ke atas permukaan bumi ketika proses pengangkatan, maka
batuan tersebut akan terkubur lebih dalam lagi. Semakin dalam terkubur,
maka akan semakin besar kemungkinan untuk terpapar suhu dan juga
tekanan tinggi yang dihasilkan oleh kompresi tektonik dan energi panas
yang berasal dari dalam bumi, yang pada akhirnya dapat mengubah batuan
tersebut. Batuan yang telah berubah di bawah permukaan bumi akibat
paparan suhu, tekanan, dan juga kontak magma ini disebut dengan batuan
metamorf atau malihan.

- Yang keenam, kembalinya batuan metamorf menjadi magma

6
Setelah batuan menjadi batuan malihan atau metamorf, lama
kelamaan batuan metamorf atau malihan ini akan berubah menjadi magma
kemballi. Dan dari magma inilah proses terjadinya batu bisa terjadi
kembali.

Itulah proses atau siklus batuan yang menggambarkan terjadinya batuan


dari awal hingga batuan tersebut lapuk, membentuk batuan baru dan
akhirnya menjadi magma dan kembali menjadi batuan. Dan begitulah
seterusnya.

Anda mungkin juga menyukai