Anda di halaman 1dari 9

Inisiasi 1 :

Konsep Pengendalian Kualitas Secara Statistik


Materi pada Inisiasi ke-1 ini merupakan pengayaan dari BMP SATS4215 (mk SATS4310)
yang Anda pelajari. Materi ini menjelaskan tentang konsep dasar statistika pengawasan
kualitas dan peranan statistika untuk program peningkatan kualitas.

A. Konsep Dasar Statistika Pengawasan Kualitas

Pengertian Kualitas

Produk terdiri dari benda-benda yang dihasilkan pabrik, seperti mobil, komputer, pakaian
dan juga jasa. Jenis-jenis produk atau jasa seperti tenaga listrik, angkutan umum, perbankan,
dan pemeliharaan kesehatan. Metode jaminan kualitas produk dapat digunakan dalam
perusahaan maupun organisasi, termasuk proses produksi, pengembangan proses, rancangan
teknik, keuangan dan akuntansi, pemasaran, dan pelayanan lapangan. Metode jaminan
kualitas bertujuan agar produk yang dihasilkan oleh suatu perusahaan atau organisasi
memiliki kualitas yang baik.
Sebuah produk yang berkualitas perlu memenuhi syarat-syarat yang ditetapkan oleh
orang-orang yang akan menggunakannya (konsumen). Oleh karena itu, kualitas dapat
diartikan sebagai kecocokan penggunaannya. Bagi pengusaha, kecocokan penggunaan berarti
kemampuan memproses bahan baku dengan biaya rendah dan sisa yang minimal. Istilah
konsumen berlaku untuk banyak macam pemakai yang berbeda-beda. Konsumen dapat
diartikan pembeli produk yang akan menggunakannya langsung atau sebagai bahan baku
untuk menghasilkan produk lain. Pengecer membeli barang jadi (produk) dengan harapan
benda-benda itu dikemas, diberi etiket, dan disusun secara baik guna memudahkan
penyimpanan, penanganan, dan pemajangan. Ilustrasi yang dapat menjelaskan tentang
kualitas misalnya ketika Anda membeli mobil maka Anda berharap bahwa mobil yang akan
dibeli bebas cacat bawaan dari pabrik dan akan merupakan alat angkut yang andal dan murah
untuk beberapa waktu yang cukup lama.
Ada dua segi umum tentang kualitas: kualitas rancangan dan kualitas kecocokan. Semua
barang dan jasa dihasilkan dalam berbagai tingkat kualitas. Variasi dalam tingkat kualitas ini
memang disengaja sesuai dengan peruntukan tertentu, sehingga istilah teknik yang sesuai
adalah kualitas rancangan. Misalnya, semua mobil mempunyai tujuan dasar memberikan
angkutan yang aman bagi konsumen. Tetapi, mobil-mobil itu berbeda dalam ukuran,
penentuan rupa dan penampilan. Perbedaan-perbedaan ini adalah hasil perbedaan rancangan
yang disengaja antara jenis-jenis mobil itu. Perbedaan rancangan ini meliputi jenis bahan
yang digunakan dalam pembuatan, daya tahan dalam proses pembuatan, keandalan yang
diperoleh melalui pengembangan teknik mesin dan bagian-bagian penggerak, dan
perlengkapan atau alat-alat lain.
Kualitas kecocokan adalah seberapa baik produk itu sesuai dengan spesifikasi dan
kelonggaran yang disyaratkan oleh rancangan itu. Kualitas kecocokan dipengaruhi oleh
banyak faktor, termasuk pemilihan proses pembuatan, latihan dan pengawasan angkatan
kerja, jenis sistem jaminan kualitas (pengendalian proses, uji, aktivitas pemeriksaan, dan
sebagainya) yang digunakan, seberapa jauh prosedur jaminan kualitas ini diikuti, dan
motivasi para pekerja untuk mencapai kualitas.

1
Masyarakat kerap kali menggunakan istilah kualitas tanpa penjelasan, apakah itu kualitas
rancangan atau kualitas kecocokan, sehingga terdapat kekacauan arti yang cukup besar
tentang kualitas. Pencapaian kualitas rancangan perlu keputusan yang jelas pada tahap
rancangan produk atau proses untuk menjamin syarat-syarat fungsional tertentu dapat
dipenuhi dengan memuaskan. Misalnya, perancang mesin fotokopi untuk kantor mungkin
merancang komponen jaringan yang lebih kompleks, karena akan menjamin keandalan
produk itu di lapangan dan akan meningkatkan rata-rata waktu sampai terjadi kegagalan
(kerusakan). Hal ini berarti mengurangi kegiatan perawatan sehingga menjadi lebih jarang
untuk menjaga supaya mesin fotokopi tetap berfungsi baik, dan konsumen akan jauh lebih
puas dengan performa produk itu. Konsekuensinya, perancangan kualitas produk dengan cara
ini kerap kali akan menyebabkan biaya produksi yang lebih tinggi. Akan tetapi, kenaikan
biaya seperti itu sebenarnya adalah biaya pencegahan, karena dimaksudkan untuk mencegah
masalah kualitas pada tahap akhir siklus kegunaan produk itu. Kita akan membicarakan segi-
segi dan tahap-tahap lainnya tentang biaya kualitas di pembahasan-pembahasan berikutnya.
Jika yang dimaksud adalah kualitas kecocokan, pencapaian kualitas jenis ini kerap kali
dibuat dengan mengubah segi tertentu sistem jaminan kualitas, seperti penggunaan prosedur
pengendalian proses statistik, mengubah jenis prosedur pemeriksaan yang digunakan, dan
seterusnya. Konsekuensinya terhadap biaya, kualitas kecocokan yang lebih tinggi kerap kali
dicapai dengan pengurangan dalam biaya total, sebab ini mengakibatkan sisa dan produk
yang harus dikerjakan lagi berkurang dan bagian produk jasa yang tidak cocok lebih kecil.
Tiap produk mempunyai sejumlah unsur yang bersama-sama menggambarkan kecocokan
penggunaannya. Parameter-parameter yang dapat menjelaskan kecocokan penggunanya
dinamakan ciri-ciri kualitas. Ada beberapa jenis ciri-ciri kualitas:
(1) Fisik : panjang, berat, voltase, kekentalan;
(2) Indera: rasa, penampilan, warna; dan
(3) Waktu: keandalan (dapat dipercaya, berfungsi sesuai waktu yang diharapkan), dapat
dipelihara, dapat dirawat.

Kualitas yang baik berarti penyedia produk dapat menyajikan produk yang sesuai
standard, memenuhi kebutuhan, keinginan dan harapan pelanggan. Kualitas bukan hanya
tanggung jawab karyawan/pekerja yang menangani proses, tetapi merupakan tanggung jawab
siapa saja yang terlibat dalam proses yaitu pekerja, pelanggan, pemasok dan seluruh individu
yang merasakan peningkatan kualitas.
Kebanyakan organisasi menghadapi kesulitan (dan mahal) untuk menyajikan kepada
pelanggan, produk yang mempunyai ciri-ciri kualitas tertentu. Alasan utama kesulitan ini
adalah variabilitas. Selalu ada variabilitas tertentu dalam setiap produk; karena itu, tidak ada
dua produk yang identik. Maka dapat didefinisikan jaminan kualitas sebagai pengurangan
variabilitas dalam proses dan produk. Karena variasi hanya dapat digambarkan dalam istilah
statistik, maka metode statistik akan banyak digunakan proses pengendalian kualitas.

Perlunya kualitas produk barang/jasa untuk perusahaan

Untuk meningkatkan kepuasan pelanggan dan mengantisipasi persaingan dengan perusahaan


sejenis maka produk barang/jasa yang dihasilkan oleh suatu perusahaan harus memenuhi
spesifikasi yang telah ditentukan dan dapat memenuhi keinginan pelanggan. Supaya
produknya selalu dicari pelanggan maka perusahaan harus menjalankan program peningkatan
kualitas secara teratur dan terus menerus. Salah satu program peningkatan kualitas tersebut
adalah dengan cara minimasi variabilitas dan defisiensi produk, dengan kata lain suatu proses

2
produksi harus memiliki kemampuan atau kapabilitas yang mampu menghasilkan produk
sesuai dengan spesifikasi yang ditentukan. Untuk mencapai kondisi tersebut diperlukan alat
ukur pengendalian kualitas statistik.

B. Peranan Statistika untuk Program Peningkatan Kualitas

Metode Jaminan Kualitas

Terdapat berbagai teknologi dan teknik statistik yang berguna dalam fungsi jaminan kualitas.
Secara khusus, kita memusatkan perhatian pada dua bidang pokok: (i) pengendalian proses
statistik, dan, (ii) sampling penerimaan. Di samping dua teknik ini, ada sejumlah alat-alat
statistik lain yang berguna dalam menganalisis masalah kualitas dan peningkatan penampilan
proses produksi. Peranan beberapa alat statistik tersebut dilukiskan dalam Gambar 1, yang
menyajikan proses produksi sebagai satu sistem dengan sekumpulan masukan dan suatu hasil.
Masukan x1 , x2 , , x p adalah faktor-faktor yang terkendali, seperti temperatur, tekanan, tingkat
masukan, dan variabel proses yang lain. Masukan z1 , z2 , , zq adalah masukan tak terkendali,
seperti faktor-faktor lingkungan dan kualitas bahan baku yang diserahkan oleh penjual.
Proses produksi mengubah masukan-masukan ini menjadi suatu produk akhir yang
mempunyai beberapa parameter yang menggambarkan kualitasnya atau kecocokan untuk
digunakan. Variabel hasil y adalah ukuran kualitas proses.
Percobaan yang dirancang sangat membantu dalam menemukan variabel kunci yang
mempengaruhi ciri-ciri kualitas yang menarik dalam proses. Percobaan yang dirancang
adalah suatu pendekatan pengubahan sistematik faktor masukan terkendali dan pengamatan
pengaruh faktor-faktor ini pada parameter produk hasilnya. Percobaan yang dirancang secara
statistik sangat berguna dalam mengurangi variabilitas ciri-ciri kualitas, dan menentukan
tingkat variabel terkontrol yang sekiranya dapat mengoptimalkan penampilan proses.
Percobaan yang dirancang adalah alat pengendalian kualitas di luar-jalur yang utama, sebab
percobaan itu kerap kali digunakan sewaktu aktivitas pengembangan dan tingkat-tingkat awal
produksi, bukan sebagai prosedur pengendalian biasa pada jalur atau dalam proses.
Setelah kita mengidentifikasi suatu daftar variabel yang penting, yang mempengaruhi
hasil proses, biasanya perlu memodelkan hubungan antara variabel masukan yang
berpengaruh dan karakteristik kualitas hasil. Banyak teknik statistik lainnya yang bermanfaat
dalam pembentukan model hubungan antara variabel masukan, diantaranya adalah analisis
regresi dan analisis runtun waktu. Apabila variabel-variabel yang penting telah diidentifikasi,
dan sifat hubungan antara variabel yang penting dan hasil proses dimodelkan, maka teknik
pengendalian proses statistik pada jalur dapat digunakan untuk pemantauan dan pengawasan
proses itu dengan efektivitas yang cukup besar. Teknik seperti grafik pengendali dapat
digunakan untuk memantau hasil proses dan menentukan kapan perubahan-perubahan di
dalam masukan diperlukan untuk mengembalikan proses itu ke keadaan terkontrol. Model
yang menghubungkan masukan yang berpengaruh dengan hasil proses membantu
menentukan sifat dan besar penyesuaian yang diperlukan. Grafik pengendali juga
memberikan umpan balik kepada operator dan insinyur yang bermanfaat dalam mengurangi
variabilitas proses.
Gambar 2 menunjukkan evaluasi yang khas tentang penggunaan teknik-teknik statistik
dalam organisasi produksi. Pada tingkat kedewasaan yang terendah, manajemen kerap kali
tak sadar akan masalah kualitas, dan mungkin di sana tidak ada usaha jaminan kualitas yang
terorganisasi secara efektif. Sering kali terdapat aplikasi sederhana metode sampling
penerimaan dalam pemeriksaan penerimaan. Aktivitas pertama sewaktu kedewasaan

3
meningkat adalah mengintensifkan penggunaan pemeriksaan sampling. Sampling akan
meningkat penggunaannya sampai kita menyadari bahwa kualitas tidak dapat diperiksa atau
diuji ke dalam produk itu.

1. Masukan mana yang 2. Apakah hubungan antara 3. Bagaimana y dapat


mempengaruhi parameter hasil y? masukan yang penting dan dikendalikan?
parameter hasil y?

Masukan terkendali
x1 x2 xp
Pengukuran
...
Masukan bahan Evaluasi
baku, komponen, Pengendalian
dan bagian-bagian
pokok produk hasil
Proses
y = ciri kualitas

...

z1 z2 z3
Masukan tak terkendali

Gambar 1. Masukan dan hasil proses produksi

Sampling
Penerimaan
Persen penerapan

Pengendalian
proses

Rancangan
percobaan

Waktu

Gambar 2. Diagram fase penggunaan metode jaminan kualitas

Pada saat kualitas tidak dapat diperiksa atau diuji ke dalam produk kita beralih ke
pengendalian proses statistik dalam usaha menghasilkan kualitas ke dalam produk. Hal Ini
biasanya menandai dimulainya peningkatan kualitas, biaya dan produktivitas yang besar di
dalam suatu perusahaan atau organisasi. Ketika waktu berlalu, pengendalian proses
berikutnya menggantikan sampling penerimaan. Akhirnya, sewaktu proses produksi stabil,
percobaan yang dirancang digunakan untuk meningkatkan lebih lanjut dan mengoptimalkan
proses itu. Pada kedewasaan tingkat tertinggi, organisasi produksi menggunakan percobaan
yang dirancang dengan pengendalian proses statistik secara luas, sehingga relatif jarang
menggunakan sampling penerimaan.
Tujuan utama pengendalian kualitas statistik adalah pengurangan variabilitas yang
sistematik dalam karakteristik kualitas kunci produk. Gambar 3 menunjukkan bagaimana hal
ini terjadi dengan berjalannya waktu. Dalam tingkat-tingkat awal ketika sampling penerimaan
merupakan teknik pokok yang digunakan, proses "rontok" atau unit yang tidak memenuhi
spesifikasi merupakan persentase yang tinggi dari hasil proses. Pengenalan pengendalian
proses statistik akan menstabilkan proses itu dan mengurangi variabilitas. Tetapi, proses

4
statistik tersebut tidak hanya berorientasi untuk memenuhi persyaratan-pengurangan
variabilitas. Lebih jauh, biasanya proses statistik dapat menghasilkan biaya kualitas yang
lebih rendah dan mempertinggi posisi kompetitif. Rancangan percobaan dalam hubungannya
dengan pengendalian proses statistik dapat digunakan untuk meminimumkan variabilitas
proses, yang pada akhirnya menghasilkan produk yang bebas-cacat.
Teknik statistik dalam jaminan produksi dan kualitas mempunyai sejarah yang panjang.
Tahun 1924, Walter A. Shewhart dari Bell Telephone Laboratories mengembangkan konsep
grafik pengendali statistik. Konsep ini dipandang sebagai awal dari pengendalian kualitas
statistik. Sampai akhir tahun 1920-an, Harold F. Dodge dan Harold G. Romig, keduanya dari
Bell Telephone Laboratories, mengembangkan sampling penerimaan berdasar statistik
sebagai suatu alternatif pada pemeriksaan 100%. Pada pertengahan tahun 1930-an, metode
pengendalian kualitas statistik sudah digunakan secara luas di Western Electric, sisi produksi
Bell System. Tetapi, nilai pengendalian kualitas statistik belum dikenal secara umum oleh
industri.

Batas
spesifikasi
atas

Mean proses; 

Batas
spesifikasi
bawah
Rancangan
Pengendalian
Sampling percobaan
proses statistik
penerimaan

Gambar 3. Penggunaan teknik jaminan kualitas dalam pengurangan sistematik


variabilitas proses

Sejak perang dunia kedua, penerimaan dan penggunaan konsep pengendalian kualitas
statistik dalam industri-industri produksi mulai meluas. Pengalaman masa perang
membuatnya menjadi jelas bahwa teknik statistik perlu untuk mengendalikan kualitas produk.
American Society for Quality Control dibentuk dalam tahun 1946. Organisasi ini
mengembangkan penggunaan teknik pengendalian kualitas untuk segala macam produk dan
jasa. Organisasi ini juga menyelenggarakan sejumlah konverensi, penerbitan teknik dan
program latihan dalam jaminan kualitas. Dalam tahun 1950an dan 1960an terjadi
pengembangan dalam jaminan kualitas seperti biaya kualitas teknik keandalan dan
kesimpulan pandangan bahwa kualitas adalah satu cara mengatur organisasi. Pengembangan
yang lebih baru dilakukan dalam jaminan kualitas mengenai motivasi karyawan dan kualitas
produk.
Selama tahun 1960an industri pertahanan dan ruang angkasa menggunakan secara luas
program tanpa-cacat. Idealnya, program tanpa-cacat mempunyai dua segi:
1. motivasi, yang ditunjukan guna membangkitkan semangat karyawan untuk mengurangi
kesalahan mereka sendiri; dan segi
2. pencegahan, yang ditujukan guna mendorong karyawan untuk membantu dalam
mengurangi kesalahan sistematik yang dapat dikendalikan.

5
Program motivasi memanfaatkan dengan baik peragaan produk, semboyan, kontes, dan
sarana publisitas lainnya dalam rancangan dan pembuatan produk mereka. Program
pencegahan menyangkut tanggung jawab yang lebih dalam. Filosofi dasar tanpa-cacat adalah
apabila ditemukan suatu cacat (defective), maka para insinyur dan pimpinan akan
mencurahkan usaha untuk memisahkan sumber penyebab cacat itu dan melakukan tindakan
perbaikan seperlunya guna menjamin bahwa cacat jenis tertentu itu tidak akan terjadi lagi.
Pengalaman industri dengan program tanpa-cacat bermacam-macam, sebagian melaporkan
berhasil baik, sedangkan sebagian lainnya melaporkan kurang berhasil. Perusahaan yang
mencakup baik filosofi pencegahan maupun motivasi jauh lebih berhasil daripada perusahaan
yang hanya memanfaatkan program motivasi saja. Tetapi, segi pencegahan dari tanpa-cacat
berarti tanggung jawab manajemen yang penting pada kualitas bersama dengan
pengembangan dan pemeliharaan keterampilan keteknikan yang diperlukan bagi organisasi
itu untuk melaksanakan program.

Pemetaan manajemen kualitas dibagi dalam beberapa domain, yaitu:


Tahun Domain
1920 - ~ Inspeksi: tindakan penyelamatan, klasifikasi, tindakan koreksi, identifikasi
sumber ketidaksesuaian
1940 - ~ Pengendalian kualitas: pengembangan manual kualitas, data performansi
proses, inspeksi mandiri, pengujian produk, perencanaan kualitas dasar,
penerapan statistika dasar
1970 - Sistem Penjaminan Kualitas: pengembangan sistem kualitas, perencanaan
sekarang kualitas lanjut, manual kualitas terpadu, ongkos kualitas, keterlibatan
operasi non produksi, analisis sebab akibat, pengendalian kualitas
statistik.
Manajemen kualitas terpadu: kebijakan kualitas, keterlibatan pemasok dan
pelanggan, keterlibatan semua operasi, manajemen operasi, pengukuran
kinerja, teamwork, keterlibatan pekerja.

Manajemen Kualitas

Pada saat ini definisi kualitas (mutu) sudah bergeser artinya, bila pada awal
perkembangannya berarti suatu produk yang dihasilkan dan sesuai dengan standard yang
sudah dibakukan, sekarang kualitas berarti suatu produk barang atau jasa yang bersifat :
1. Mempunyai keistimewaan produk; artinya suatu produk yang berkualitas sama dengan
dari produk sejenis tetapi mempunyai kelebihan tertentu yang tidak dipunyai produk
lain. Dimata pelanggan semakin banyak dan lengkap keistimewaan suatu produk ,
semakin baik kualitasnya.
2. Mempunyai variabilitas dan defesiensi seminimal mungkin. Dimata pelanggan,
semakin minim variabilitas dan defesiensi, semakin baik kualitasnya.

Sebuah perusahaan yang tidak mau kehilangan pelanggannya harus selalu memperhatikan
kualitas/mutu produk yang dihasilkan dengan cara menerapkan manajemen kualitas pada
perusahaan tersebut. Manajemen kualitas ini pada dasarnya adalah semua kegiatan dari
keseluruhan fungsi manajemen yang menetapkan kebijakan kualitas, tujuan dan tanggung
jawab perusahaan, dilaksanakan dengan 4 kegiatan pokok yaitu :
1. Perencanaan kualitas (quality planning)
2. Pengendalian kualitas (quality control)
3. Jaminan kualitas (quality assurance)

6
4. Peningkatan kualitas (quality improvement)

Pada dasarnya manajemen kualitas terdiri dari 3 bagian yaitu:

Quality
Assurance

Quality Quality
Improve- Control
ment

Gambar 4. Manajemen Kualitas

Jaminan kualitas (Quality Assurance) adalah semua tindakan sistematis yang dapat
memberikan kepercayaan kepada pelanggan bahwa suatu entity dapat memenuhi persyaratan
kualitas. Secara ringkas jaminan kualitas menurut Ishikawa (1990) adalah suatu cara untuk
menjamin kualitas dalam produk sehingga pelanggan dapat membeli dengan keyakinan dan
menggunakan produk tersebut dengan keyakinan dan kepuasan. Sedangkan definisi jaminan
kualitas berdasarkan JIS-Z-8101 adalah semua tindakan terencana dan sistematik yang
diperlukan untuk memberi keyakinan yang cukup bahwa suatu produk atau jasa akan
memenuhi tingkat kualitas tertentu, yang dicapai melalui:

1. pengujian produk berupa barang/jasa berdasarkan standard untuk membangun


kapabilitas/kemampuan proses yang dapat memenuhi standard tersebut,
2. mengevaluasi pemasok kebutuhan barang/jasa berdasarkan standard untuk
mengembangkan kapabilitas supaya dapat memproduksi barang/jasa dengan
standard tertentu.

Peningkatan Kualitas (Quality Improvement) secara umum adalah tindakan yang diambil
dalam organisasi untuk meningkatkan efektifitas dan proses untuk memberi nilai tambah
pada produk barang/jasa yang akan disampaikan kepada pelanggan.

Pengendalian kualitas (Quality Control) secara garis besar adalah teknik dan aktivitas
operasional yang dipergunakan untuk memenuhi standard kualitas tertentu atau proses untuk
menjaga standard dengan aktivitas seleksi, pengukuran dan koreksi kerja. Menurut ANSI ZI.7
1971, pengendalian kualitas adalah teknik operasional dan aktivitas untuk menjaga suatu
produk atau jasa pada tingkat kebutuhan dan kepuasan tertentu. Definisi pengendalian
kualitas yang lain adalah Total Quality Control (TQC) yaitu suatu sistem efektif yang
terintegrasi untuk upaya pengembangan kualitas, jaminan kualitas dan perbaikan kualitas dari
berbagai kelompok dalam organisasi sehingga memungkinkan pemasaran, rekayasa, produksi
dan layanan pada tingkat minimum untuk memuaskan kebutuhan pelanggan (customer
satisfaction) secara penuh.

Pengendalian kualitas statistik (Statistics Quality Control) adalah pendekatan lebih pada
pengendalian kualitas menggunakan berbagai teknik statistik daripada peningkatan kualitas,
selama ini sudah banyak dipergunakan pada bidang: manajemen, manufaktur, industri barang

7
seperti: rumah tangga, kendaraan bermotor, konstruksi; dan industri jasa meliputi: rumah
sakit, hotel/restauran, transportasi, pendidikan dan lain-lain.

Ahli dan teori/metode yang dikemukakan

No. Nama Prinsip Kualitas Langkah-langkah


1. Walter A. 3. Kualitas obyektif: kualitas Pengukuran kualitas produk
Shewhart: produk merupakan realitas dilakukan dengan bagan
statistika obyektif tentang produk, kendali (control chart) untuk
dalam independen dari keberadaan menghitung variasi produk:
pengendalian manusia alami dan tak alami
kualitas 4. Kualitas subyektif: kulitas
produk relatif terhadap
persepsi, perasaan dan sense
pelanggan

2. Kaoru 1. kualitas: Dengan 7 QC tools (cause &


Isikawa - true: pandangan pelanggan effect diagram, stratifikasi,
tentang kinerja produk check sheet, histogram, scatter
- substitute: pandangan diagram, pareto dan peta
produsen tentang kinerja kendali) dilakukan langkah
produk dalam bahasa berikut:
produsen 1. me
2. kepuasan mahami karakteristik true
pelanggan: kesesuaian antara quality
true quality dan substitute 2. me
quality nentukan metode untuk
mengukur dan menguji
karakteristik true quality
3. me
nemukan karateristik
pengganti dan mempunyai
pemahaman yg benar
tentang true quality dan
substitute quality
3 Juran Trilogi manajemen kualitas Quality assurance, quality
improvement dan quality
control
4. Edward Manajemen kualitas 1. Peningkatan kualitas
Deming 2. Reduksi biaya (mengurangi
rework dan keterlambatan,
peningkatan utilitas)
3. Peningkatan produktivitas
4. Peningkatan daya saing
5. Pertumbuhan usaha
6. Perluasan lapangan kerja

8
Pustaka:

Mitra, A. (2016). Fundamentals of Quality Control and Improvement (4th ed). New Jersey:
Wiley & Sons.
Montgomery, D. C. (2013). Introduction to Statistical Quality Control (7th ed.). New York:
John Wiley & Sons.

Anda mungkin juga menyukai